The Day We Felt The Distance [9/?]

 The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

Kyuhyun menghentikan laju mobilnya didepan pekarangan rumah orangtua Sungrin. Rumah yang begitu sederhana dengan dihiasi beberapa bunga didepan halamannya. Kyuhyun terdiam, masih memegang stir mobilnya.

 

Sungrin menatap langit dari dalam mobil. Tak terasa hari sudah malam, selama hampir 13 jam ia bersama Kyuhyun, mengukir canda tawa bersama. Hampir tak ada air mata yang keluar setelah ia pergi dari sekolah. Kyuhyun benar-benar membuatnya bahagia. Ia terus mengingat kenangan nya bersama Kyuhyun tadi. Dimana ia bisa melihat Kyuhyun tertawa lepas dan terus menggenggam tangannya erat. Ia tak bisa bayangkan jika harus berpisah dengan Kyuhyun.

 

“Terimakasih, Kyuhyun-ah.” Sungrin tersenyum saat menatap wajah Kyuhyun. Sejujurnya, ia sangat berat melangkahkan kaki menjauhi Kyuhyun.

 

“Kau sudah pikirkan ini matang-matang?” Sungrin mengangguk cepat.

 

“Oh, iya, kau masih menyimpan kunci rumahku kan?” Kyuhyun mengangguk. “Bisakah, besok kau bawakan seluruh barang-barangku yang tertinggal didalam rumah? Maaf, Aku selalu merepotkanmu.”

 

Kyuhyun menggeleng cepat, “Tidak, kau tidak pernah merepotkanku.” Ia tersenyum paksa.

 

Sungrin memalingkan wajahnya, enggan menatap Kyuhyun. Ia menarik nafasnya dalam, mencoba menyembunyikan tetesan air mata yang menyembul dari pelupuknya. “Bisa kau buka pintu mobilnya? Aku merindukan Ibu.”

 

Kyuhyun mengangguk sambil mengerutkan dagu. Lalu ia keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Sungrin.

 

Brakk…

 

Sungrin tiba-tiba jatuh saat mencoba berdiri turun dari mobil. Air mata sudah mengalir dikedua pipinya, membentuk aliran sungai kepedihan.

 

“Kau pasti kecapekan, ya?” Kyuhyun berusaha tegar. Tapi nada suaranya yang parau, menjelaskan jika ia sedang diambang kepedihan.

 

“Maafkan aku,” ujarnya sekali lagi, sebelum akhirnya airmata Kyuhyun jatuh dari pelupuk matanya.

 

“Ini memang akan terjadi, Kyu. Kita tinggal menunggu waktu, kapan akhirnya kakiku akan menyusul kedua tanganku.”

 

Kyuhyun segera mendekap Sungrin. Memeluknya erat, “Jika suatu saat nanti semua organ tubuhmu lumpuh, percayalah, bahwa Aku akan tetap disisimu.” Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungrin lalu mengelus pelan rambut indah Sungrin.

 

‘Pelukan ini, biarkan Aku seperti ini terus. Sampai akhirnya Aku tak lagi merasakannya’

 

Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari arah rumah orangtua Sungrin. Seorang wanita dan laki-laki paruh baya terlihat keluar dari pintu tersebut.

 

“Sungrin, putriku!!!” ujar wanita paruh baya menghampiri Sungrin dan Kyuhyun.

 

“Ibu,” Sungrin membelalakan matanya. Sebenarnya, ia tak ingin Ibu nya melihat kondisi nya yang seperti ini.

 

“Kau tak apa? Biar Ibu bantu.” Ibunya mencoba membantu Sungrin berdiri, begitu juga Ayahnya.

 

Kyuhyun ikut berdiri, menatap kedua orangtua Sungrin. Airmatanya terlihat jelas, ia tak sanggup menatap kedua orangtua Sungrin. Ini salah satu penyebab, kenapa Kyuhyun tak ingin Sungrin tinggal dengan kedua orangtuanya, karena, ia takut, orangtua Sungrin tak mau memaafkan kesalahannya.

 

“Kau siapa?” tanya Ayah Sungrin pada Kyuhyun.

 

“A… ku…” Kyuhyun terbata, “Cho Kyuhyun.” ungkapnya. Setelah itu, ia menyembunyikan wajahnya dari tatapan Ibu Sungrin yang begitu tajam.

 

“Cho Kyuhyun?” tanya Ibu Sungrin, menatap lekat kearah Kyuhyun. “Cho Kyuhyun yang..”

 

“Ya, Aku adalah Cho Kyuhyun yang telah menyakiti anakmu beberapa tahun yang lalu.” ucapnya dengan lantang, walaupun butiran air mata telah jatuh dari pelupuknya.

 

“Untuk apa kau datang kesini? Apa kau hadir kembali dikehidupan putriku?! Apa kau ingin menghancurkan hidup putriku lagi?! Pergi kau!!” cecar Ibu Sungrin. Kyuhyun masih terus menangis. Ia harus tegar, memang ini yang pantas ia dapatkan setelah ia meninggalkan seorang wanita begitu saja.

 

Sungrin menatap Kyuhyun nanar. Airmata sudah mengembang dipelupuk matanya. Ia tak tega melihat Kyuhyun yang dicaci maki Ibunya. “Kyuhyun-ah, jangan sampai lupa, ya.” itu kata-kata terakhirnya sebelum ia memasuki rumah dengan dibantu oleh Ibunya.

 

Kyuhyun masih bungkam dan terus menunduk, mengeluarkan seluruh air matanya yang tertahan. Hatinya begitu sakit malam ini, seperti kehilangan sebuah harapan yang sangat ingin dicapainya.

 

“Kau harus berjuang!” suara itu membuat kepala Kyuhyun menatap sumper suara. “Jika kau mencintai putriku, kau harus perjuangkan itu! Walaupun ada badai didepan sana, kau tak boleh menyerah.” suara itu milik Ayah Sungrin, mencoba menyemangati Kyuhyun.  Ia tersenyum hangat, lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap punggung Ayah Sungrin sampai hilang dibalik pintu. Ia menghembuskan nafas berat, lalu menatap langit yang bertabur bintang.

 

Demi Sungrin, Aku akan perjuangkan segala yang kupunya. Walaupun suatu saat nanti tenaga ku akan terkuras habis, Aku akan terus mengejar cinta pertamaku agar ia terus ada disisiku.

 

***

 

Kyuhyun melangkah memasuki kamar Sungrin setelah tiba dirumahnya. Melihat sekeliling kamarnya yang begitu cantik dan rapih. Bercat hijau dan dihiasi beberapa boneka di dekat tempat tidurnya. Kyuhyun membuka lemari Sungrin dan melihat isi lemari tersebut.

 

“Apa aku harus membawa ini semua?” Kyuhyun mendesah setelah melihat isi lemari Sungrin yang begitu banyak. Ia menggeleng kuat setelah ia merasakan tubuhnya sangat lelah dan malas merapihkan baju-baju Sungrin.

 

“Aku tak boleh lelah! Ini demi Sungrin!” ia kemudian mengedarkan pandangannya mencari suatu benda.

 

Koper. Ia butuh itu. Ia mengedarkan pandangannya dan menemukan sebuah koper disudut ruangan. Ia mengambil koper tersebut dan mulai memasukan baju-baju kedalamnya.

 

Tak sengaja ia menemukan sebuah buku diary berwarna biru milik Sungrin di tumpukan baju. Dengan rasa penasaran, Ia membuka diary tersebut dan mulai membacanya.

 

 

9 Juli 1998

Dear diary,

Hari ini merupakan hari pertamaku menjadi siswa kelas 5. Wow, aku tak menyangka Aku tumbuh secepat ini! Oh iya, ada yang mau kuberitahu padamu! Ada seorang laki-laki yang menyita perhatianku saat ini. Ia teman sekelasku, namanya Cho Kyuhyun! Ahhh, dia sungguh tampan! Senyumnya membuat hatiku berdebar-debar! Apa ini cinta? Benarkah? Kalau sungguh ini yang dinamakan cinta, berarti ia cinta pertamaku! Ya, kan? Tapi apa benar itu cinta? Aku hanya seorang gadis kelas 5 SD yang tak tahu apa itu cinta. Apa aku ceritakan saja pada Ibu? Tapi jika Ibu memarahiku bagaimana? Ah ya sudahlah! Lupakan saja!!

Selamat tidur diary kuu…

28 Agustus 1998

DIARYYYYY!!!!!!! AKU MEMBENCI KYUHYUN!! AKU MEMBENCI KYUHYUN!!!

Kau tahu kenapa Aku membencinya? Karena ia memanggil ku Gom! Apa ia fikir Aku ini seperti beruang? Apa aku gendut? Dasar evil menyebalkannnnn!!!!!

 

30 April 1999

Dear diary.

Hari ini merupakan hari perpisahanku bersama teman-teman disekolah dasar. Aku dan Kyuhyun masih berteman baik hingga saat ini. Bahkan, Aku dan Kyuhyun berencana untuk masuk SMP ke sekolah yang sama. Semoga, Aku dan Kyuhyun bisa menjadi sahabat sampai tua nanti. Amin!

 

9 Juli 1999

Dear diary.

Hari pertama sekolah di SMP, satu kelas lagi dengan Kyuhyun! Menyebalkan!!

 

2 Mei 2003

Dear diary.

Hari demi hari, entah kenapa perasaan ku menjadi aneh. Saat aku bertatap muka dengan Kyuhyun, entah kenapa jantung ku berdebar-debar. Apa benar aku mencintainya? Ya tuhan, Aku sungguh berharap pada Kyuhyun. Apa Kyuhyun juga mencintaiku?

 

7 Juni 2003

Dear Diary.

Kau tahu? Hari ini Kyuhyun menyatakan perasaannya padaku! Ahhhhhh senangnyaaaaaa!!!!!! Kufikir Kyuhyun tak punya perasaan padaku dan menganggap Aku ini hanya sekedar temannya. Tapi ternyata? Hahahahaha aku sangat bahagiaaaaaaaaaa…..

 

8 Juni 2003

Dear diary:(

Akhir-akhir ini Kyuhyun bersifat dingin padaku. Entahlah kenapa, yang jelas, tatapannya saat menatapku berbeda dari sebelum-sebelumnya. Apa aku berbuat salah padanya? Maafkan aku jika membuat mu kesal dan jengkel. Aku ingin, hubungan kita tetap terjalin seperti dulu. Saling berbagi canda tawa bersama. Bukan seperti ini:(

 

9 Juni 2003

Dear diary:”

Aku telah salah memilih pria! Kyuhyun tak seharusnya kupilih untuk menjadi kekasihku! Seharusnya aku tak usah mempunyai perasaan lebih padanya! Teman ya teman! Tak ada teman jadi pacar! Sungguh aku membencinya! Untuk apa kau menyatakan perasaanku kalau hanya bertahan sampai 2 hari?!:'( Kenapa???????!!!!!!!!! AKU MEMBENCIMU!!!! SANGAT MEMBENCIMU!!!!!!!!

 

16 Juni 2003

Dear diary.

Sudah 1 minggu lamanya Kyuhyun pergi ke Jepang, tapi hati ini belum bisa melepasnya. Jujur, Aku masih sangat membencinya, tapi disisi lain, Aku sangat merindukannya. Rindu akan tatapannya, perhatiannya, dan kejahilannya. Aku merindukan itu semua. Tapi, ia telah mengecewakanku. Bahkan Ibu sangat membenci Kyuhyun! Ya tuhan, bagaimana Aku bisa melupakan Cho Kyuhyun?

 

23 Juli 2003

Dear diary.

Hari pertama masuk SMA, begitu berbeda dari sebelumnya. Dulu, saat aku masuk SMP, ada Kyuhyun disampingku. Tapi sekarang? Hanya orang-orang asing yang berada disekitarku. Lingkungan baru, kehidupan baru. Ya itu benar. Kurasa mulai saat ini aku tak bisa lagi tersenyum. Itu berkat kau, Cho Kyuhyun. Terimakasih:’)

Dan satu lagi, ini adalah tulisan terakhirku. Aku tak ingin menulis diary dibuku ini lagi karena tulisanku berisikan tentang Kyuhyun. Aku ingin fokus belajar, begitu juga Kyuhyun di Jepang sana. Aku tak ingin mengingat masa lalu ku yang hanya menjadi kenangan. Aku harus melupakannya. Dan aku akan menunjukkan jika aku bisa hidup tanpanya!

 

16 Desember 2015

Dear diary.

Hai diary! Apa kabar? Lama aku tak menulis lagi di buku ini:) padahal waktu itu Aku bilang tak akan menulis lagi dibuku diary ini, tapi malah Aku yang melanggar itu sendiri:)

Diary, apa kau tahu apa alasanku menulis kembali di buku ini? Ya, aku sedang menghadapi suatu cobaan yang teramat berat. Aku divonis mengidap penyakit ALS, dan sudah memasuki stadium 2. Aku sungguh takut dengan penyakit ini, penyakit yang dapat membuat sekujur tubuhku lumpuh. Ibu ku sedari tadi menangis setelah mendengar penyakitku. Ia sempat memarahiku karena aku terlambat check up ke dokter. Dokter Lee bilang, kalau aku telah mengidap ALS sejak 6 bulan yang lalu. Seharusnya jika aku memiliki gejala aneh di tubuhku, aku harus segera check up ke Dokter, begitu katanya. Aku sungguh menyesal, sangat menyesal:'(

Bisakah aku putar waktu?:'( Aku ingin hidup bahagia:'(

 

 

 

Kyuhyun berhenti membaca lembaran tulisan di buku diary Sungrin. Tangisnya pecah. Ia semakin merasa bersalah. Kyuhyun memeluk buku diary Sungrin. Menangis sejadi jadinya.

 

“Sungrin maafkan aku, karena aku, kau jadi menderita.”

 

TBC

 

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

 

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Apr 03, 2017 @ 04:34:13

    kok penyakit sungrin makin parah,,,,
    ada kah keajaiban nantinya…
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: