Emergency Love [1/?]

 

EMERGENCY LOVE

Chapter 1 “Beginning”

 

Author : Alayya

Cast : Cho Kyu Hyun, Park Key Na

Genre : Medical, Romance, Family

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

***

 

Key Na menggeram pelan, badannya terasa lelah setelah percakapannya dengan sang ayah. Ia benci hidupnya, benci dengan status yang terikat padanya. Kenapa nasib seperti ini harus datang padanya? Padahal dirinya ingin hidup normal seperti gadis yang lain. Ia hanya ingin menjalani kehidupannya secara normal, dan menjadi dokter yang bisa diandalkan oleh banyak orang. Tetapi mengapa ayahnya tidak pernah puas? Padahal Yoo Na dan Ju No –kedua kakaknya itu selalu setia mendengarkan perintah ayahnya.

 

Harta? Omong kosong dengan semua itu! Key Na tidak membutuhkannya. Yang ia butuhkan hanya kasih sayang yang tulus, bukan dengan maksud tersembunyi karena posisinya sebagai anak bungsu dari orang terkaya di negara ini.

 

Key Na mengambil handphonenya yang bergetar di dalam tas kecilnya. Gadis itu mangangkat panggilan dari Yoo Na –kakaknya dan berdiri di ujung balkon hotel tempat acara ulang tahun rumah sakit tempat dirinya berkerja diadakan.

 

“Ada apa lagi eonni?”

 

Eoddiya?”

 

“Aku sedang mengikuti acara ulang tahun rumah sakit. Wae?”

 

“Pulanglah sekarang, penting! Aboeji menunggumu!”

 

Pipp.

 

Sambungan itu terputus begitu saja, tanpa salam perpisahan. Ia dan Yoo Na memang tidak terlalu akrab sejak ia menginjak bangku SMA. Gadis itu tiba-tiba selalu ingin mencari masalah dengannya, apalagi ketika Ju No lebih memperhatikan dirinya.

 

“Dasar pria brengsek!” suara itu membuat Key Na mau tidak mau menolehkan kepalanya ke sumber suara dan mendapati seorang pria dan wanita tengah bertengkar. Wanita dengan dress berwarna merah yang sangat terbuka itu tidak berhenti memaki, sedangkan pria dihadapannya hanya memandangnya dengan raut datar.

 

“Aku sudah memberikanmu segalanya, tetapi kenapa kau tidak membalasnya? Aku sudah menyukaimu sejak lama. Apa pekerjaan lebih berarti dibandingkan aku? Brengsek!”

 

“Apa kau sudah puas memakiku?” suara pria itu berat dan datar membuat Key Na juga ikut merinding mendengar perkataannya. Key Na sudah menduga bahwa pria itu tipikal pria playboy yang harus ia hindari.

 

“Kau benar-benar tega membuangku begitu saja?”

 

“Memangnya aku pernah menerimamu? Kau yang duluan menyodorkan dirimu padaku. Jadi berhenti menyalahkanku, aku tidak ingin berurusan denganmu lagi.”

 

Pria itu pergi begitu saja, meninggalkan gadis yang hanya bisa menangis itu. Key Na berbalik ikut meninggalkan balkon, tidak ingin ikut campur lebih jauh. Lebih baik ia menghindari orang-orang seperti mereka.

 

Key Na baru akan meninggalkan tempat itu, ketika tiba-tiba tangannya ditarik dengan kasar, punggungnya langsung menabrak dinding.

 

“Akh –“ suara gadis itu tertahan ketika sebuah telunjuk mendekati bibirnya, memberi isyarat untuk tidak membuat keributan.

 

“Kau siapa?” Key Na menatap lekat wajah pria yang ada dihadapannya.

 

“Apa saja yang tadi kau dengar?” suara pria itu mengalun di gendang telinga Key Na, membawa perasaan aneh dalam dirinya.

 

“Apa maksudmu? Aku –jangan-jangan kau pria brengsek itu?” Key Na hampir saja memekik jika telunjuk itu tidak kembali membungkam bibirnya.

 

“Seharusnya kau menjaga ucapanmu nona. Sepertinya kau salah paham mengenai hal tadi.”

 

“Itu bukan salah paham. Kau memang pria brengsek!”

 

“Aku sudah memperingatkanmu nona.”

 

“Tapi kau memang –“

 

Suara Key Na tertelan begitu saja, ketika bibir pria itu mendarat singkat diujung bibirnya. Key Na menatap tidak percaya apa yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Sedangkan pria dihadapannya tampak tersenyum penuh kemenangan.

 

“Tidak perlu berterima kasih, anggap saja itu sebagai hadiah tutup mulutmu nona. Siapa namamu?”

 

Bukk

 

Pukulan telak itu membuat pria dihadapan Key Na terjatuh dan meringis kesakitan. Pria itu tampak terlihat lebih syok dan tidak menduga hal tersebut terjadi.

 

“Berhentilah menganggap bahwa semua orang menyukai dan berlutut padamu! Dasar pria brengsek!” Key Na meninggalkan pria itu dan berlalu pergi. Mengapa hal ini harus terjadi padanya? Padahal jelas-jelas ia sudah menjaga ciuman pertamanya untuk orang yang benar-benar cinta padanya. Tapi tega-teganya pria itu merebutnya begitu saja.

 

Sedangkan pria itu, tampak masih termenung mencerna kejadian yang baru saja menimpanya. Ini pertama kalinya seorang gadis mengacuhkannya dan memberinya pelajaran. Gadis dengan dress navy selutut yang begitu cantik. Sepertinya ia memiliki permainan baru yang lebih menyenangkan sekarang. Dan ia terusik untuk mencari tahu.

 

***

 

“Aku pulang!” Key Na melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mewah dan megah itu. Matanya menangkap sosok ayahnya yang berjalan mendekatinya tanpa senyum dan tanpa tatapan hangat sedikitpun.

 

Plaakk

 

Tamparan keras itu tidak terelakkan. Key Na kembali menegakkan tubuhnya menatap sang ayah, sudut bibirnya tampak mengeluarkan darah.

 

“Dasar anak kurang ajar! Kau hanya bisa membuat malu keluarga ini. Kenapa kau harus bertahan dengan profesimu sebagai dokter hah?!”

 

Aboeji geumanhae!” teriak Ju No, mencoba menghentikan ayahnya.

 

“Aku tidak mau mengikuti keinginanmu untuk menjadi pengusaha. Aku benci menjadi seperti ayah! Bukankah sudah ada Yoo Na eonni dan Ju No oppa? Apakah itu belum cukup untuk ayah?”

 

“Kau –“ Park Nam Gil tampak geram mendengar kalimat yang dilontarkan Key Na. “Aku tidak akan tinggal diam kali ini. Kau harus memilih, menikah dengan orang yang sudah aku pilihkan atau meninggalkan profesimu sebagai dokter.” Park Nam Gil meninggalkan ruang tamu itu begitu saja.

 

“Apa kali ini aku hanya dijadikan sebagai bisnis untukmu? Sekarang aku tahu, mengapa ibu tidak sanggup hidup denganmu.” Ucapan itu membuat langkah Park Nam Gil terhenti, tetapi ia tidak berbalik. Hanya beberapa detik sebelum akhirnya ia melanjutkan langkahnya.

 

Brukk

 

Key Na terjatuh diatas karpet berwarna coklat itu, gadis itu masih tampak terguncang walau ia tidak menunjukkannya dihadapan kedua kakaknya.

 

“Kau baik-baik saja, Key?” Ju No memegang pipi adiknya yang tampak memerah itu dengan lembut. Selama ini Ju No sangat mengetahui bagaimana kerasnya Key Na memperjuangkan cita-citanya sebagai dokter, dan sebagai kakak ia seolah tidak mampu untuk melindungi adiknya ini.

 

“Aku baik-baik saja oppa. Aku harus pergi, ada pasien yang harus aku tangani sekarang.”

 

“Tunggu!” Ju No menahan tangan Key Na lembut. “Setidaknya kau harus mengobati lukamu.”

 

“Aku bisa mengobatinya di rumah sakit oppa. Aku kan seorang dokter.” Key Na tersenyum lembut menatap kakak kesayangnnya itu dan dengan lembut melepaskan genggaman tangan Ju No kemudian berjalan keluar meninggalkan rumah megah itu.

 

Key Na berlari mengikuti rombongan dokter menuju IGD, gadis itu dengan penuh semangat melewati beberapa lorong Rumah Sakit yang penuh dengan pasien korban kecelakaan beruntun. Key Na selesai membalut luka pada kaki seorang pria yang tampak tidak sadarkan diri, matanya kemudian menangkap gadis kecil yang tengah berjongkok di sudut ruangan dan tampak kebingungan.

 

“Adik kecil, ada apa?” Key Na bertanya pelan sambil mengusap kepala gadis itu dengan lembut.

 

Appa. Apa appa sakit?” Tatapan mata itu begitu ketakutan membuat hati Key Na terasa terenyuh. Sepertinya gadis kecil ini sangat menyayangi ayahnya.

 

“Ayahmu hanya terluka, sebentar lagi ia akan sembuh dan bermain denganmu. Jadi jangan menangis yah?”

 

“Tapi ini semua karena Da Hyun. Andai saja Da Hyun tidak mengajak appa pergi…” Gadis itu tampak tergugu dan mulai mengeluarkan bulir-bulir air mata.

 

“Tidak ini bukan salah Da Hyun. Da Hyun jangan menangis karena appa juga pasti akan sedih.” Da Hyun mengangguk pelan dengan wajah yang basah dengan air mata. Key Na memeluk tubuh mungil itu dengan penuh sayang.

 

“Da Hyun-ah!” teriak seseorang membuat Da Hyun dan Key Na mencari sumber suara.

 

Samchon!” Da Hyun memanggil pria tersebut mendekat.

 

“Da Hyun, dimana ayahmu?” Kyu Hyun melangkah mendekati Da Hyun. Pria itu tampak panik dan sedikit lega melihat keponakannya baik-baik saja.

 

“Ayahnya baik-baik saja, ia sebentar lagi akan dipindahkan ke kamar perawatan.” Kyu Hyun tersentak mendengar suara gadis dihadapannya. Gadis ini, bukankah ia adalah gadis yang ia temui waktu itu?

 

“Kau seorang dokter?” tanya Kyu Hyun ingin tahu.

 

“Kau bisa melihatnya sendiri.” Ucap Key Na mengedikkan bahu. “Da Hyun, eonni akan memeriksa pasien jadi jangan menangis lagi yah.” Da Hyun mengangguk mengerti dan tersenyum manis ke arah Key Na.

 

Gadis itu kemudian menyerahkan Da Hyun kepada Kyu Hyun kemudian berlalu pergi dan bergabung bersama dokter lainnya.

 

Samchon?” Da Hyun menarik baju Kyu Hyun mengalihkan pandangan pria itu.

 

“Ada apa Da Hyun-ah?”

 

Samchon kenal dokter cantik tadi?” tanya Da Hyun membuat Kyu Hyun menggeleng pelan.

 

“Tapi aku ingin mengenalnya nanti.” Ucap Kyu Hyun pelan.

 

To Be Continue

 

Hope you like this story guys~

Find me on Wattpad as Alayya (https://www.wattpad.com/user/Alayyaa) or my web Story from Imagine (https://storyfromimagine.wordpress.com/) J

2 Comments (+add yours?)

  1. Amila Lian
    Apr 07, 2017 @ 13:25:22

    Ceritanya asik. Suka sama karakter keyna yang memperjuangkan cita2nya. Wahh dunia emang sempit. Buktinya keyna ketemu lagi sama kyuhyun

    Reply

  2. sucinurulfitroh
    Apr 07, 2017 @ 16:28:38

    Bagus ceritny … lanjut ya kak… biar gak penasarn.. udh aku follow akun kakak..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: