Emergency Love [3/?]

EMERGENCY LOVE

Chapter 3 “Family Meeting”

 

Author : Alayya

Cast : Cho Kyu Hyun, Park Key Na

Genre : Medical, Romance, Family

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

***

 

Key Na memperbaiki dressnya yang tampak baik-baik saja. Gadis itu berjalan pelan di samping ayahnya. Tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka sejak Key Na dijemput oleh Yoo Na sampai mereka tiba di tempat pertemuan. Key Na menghela nafas berat kemudian mengikuti ayah dan kakaknya masuk ke dalam sebuah restoran mewah.

 

Restoran itu terdiri dari dua lantai, di dalamnya tampak indah dengan warna putih yang mendominasi dengan tanaman-tanaman hias disekeliling ruangan. Tidak banyak pengunjung yang datang malam itu, hanya ada beberapa orang yang tampak asyik dengan pekerjaannya masing-masing.

 

Ini bukan pertama kalinya Key Na dijodohkan oleh ayahnya, sebelumnya Key Na sering dipaksa untuk ikut kencan buta. Tapi ada yang berbeda kali ini, untuk pertama kalinya ayahnya –Park Nam Gil turut serta bersama dengan kakaknya –Yoo Na. Yah, tentu saja mengingat ini adalah suatu keuntungan bagi perusahaan ayahnya jika perjodohan ini berhasil.

 

Hari ini Yoo Na tampil cantik dengan dress berwarna hitam diatas lutut yang pasti berbeda jauh dengan Key Na yang hanya tampil biasa saja. Ia bahkan awalnya berencana untuk hanya menggunakan kemeja saja, tetapi Ju No melarangnya, ia khawatir ayahnya bisa saja akan bertambah marah padanya. Pada akhirnya Key Na menuruti permintaan Ju No.

 

Mereka melangkah masuk ke salah satu ruangan yang dikhususkan untuk tamu VIP. Di dalam ruangan itu terdapat pasangan suami istri yang langsung menyambut mereka dengan senyum.

 

“Tuan Park! Annyeong haseyo.” Sapa Cho Young Hwan kepada Park Nam Gil.

 

Annyeong haseyo Tuan Cho.” Nam Gil berjabat tangan dengan Cho Young Hwan.

 

“Dan ini pasti anak bungsumu, Park Key Na.” Sapa Cho Ha Na ramah dan langsung memeluk Key Na.

 

Annyeong haseyo.” Key Na tersenyum lembut menyapa keduanya. Gadis itu hari ini mengenakan dress berwarna peach selutut dengan pita dipinggangya.

 

“Yoo Na-ya. Apa kabar?” Cho Ha Na menyapa Yoo Na dan juga memeluk gadis itu lembut. Melihat sikap Ha Na kepada dirinya dan Yoo Na, mata Key Na tampak berkaca-kaca gadis itu kembali mengenang masa dimana ibunya masih hidup.

 

Rasa sayang dan pelukan hangat dari Ha Na membuat Key Na merindukan ibunya. Keluarga Cho tampak sangat bahagia dan hangat, ia jadi sedikit iri.

 

“Maaf membuat semuanya menunggu.” Suara itu datang dari belakang, membuat Key Na mau tidak mau berbalik. Pandangannya jatuh pada pria dengan jas berwarna maroon dan kemeja putih yang melekat pas ditubuhnya.

 

Mata Key Na membulat sempurna, ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya ketika pria itu berjalan mendekat. Padahal sudah jelas ia tidak berjalan mendekat ke arahnya, tapi ke arah Cho Young Hwan dan Cho Ha Na.

 

“Kyu Hyun-ah. Kajja, bergabung dengan kami.” Ajak Cho Ha Na diikuti yang lainnya.

 

Makan malam itu terasa begitu cepat, yang banyak berbicara hanya antara kedua orang tua Kyu Hyun, ayah Key Na dan Yoo Na. Sebaliknya Kyu Hyun dan Key Na hanya berbicara jika ditanya, mereka lebih memilih diam.

 

Dari beberapa percakapan yang ia tangkap, Key Na tahu bahwa Kyu Hyun adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dibidang perhotelan dan Rumah Sakit. Tidak heran pria itu bertingkah seakan segala hal bisa jadi miliknya, cibir Key Na dalam hati. Ia melirik Kyu Hyun yang juga tidak banyak bicara. Lalu ketika pria itu balik menatapnya, seolah waktu berhenti begitu saja. Gadis itu tidak bisa membaca arti tatapan Kyu Hyun, tapi ia juga tidak mengalihkan pandangannya.

 

“Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan Key Na. Aku sudah sering bertemu dengan Yoo Na dan Ju No, ternyata adik bungsu mereka juga sangat cantik.” Puji Ha Na pada Key Na membuat gadis itu akhirnya mengalihkan pandangan dan tersenyum simpul.

 

Gamsahamnida ajjhuma.” Ucap Key Na berterima kasih.

 

“Pasti sangat sibuk yah bekerja sebagai dokter dan mengurus pasien.”

 

Key Na menggeleng pelan. “Aniyo ahjumma.. Mereka mengajarkanku banyak hal.”

 

Geureom. Kata Ah Ra, kamu adalah dokter yang merawat Si Won?”

 

Nde ahjumma.”

 

Gomaweo Key Na-ya.” Senyum lembut khas keibuan Ha Na, membawa kegembiraan tersendiri bagi Key Na.

 

***

 

Key Na masuk ke dalam toilet restoran setelah acara makan malam selesai dan para orang tua sedang asyik membahas tentang bisnis. Gadis itu membasuh wajahnya, ia tersenyum tipis mencoba memberikan semangat pada dirinya sendiri. Setidaknya ia harus mempertahankan cita-citanya sebagai dokter. Ia hanya perlu mengikuti perjodohan ini, bisa jadi Kyu Hyun menolaknya duluan dan ia bisa selamat.

 

Fighting Park Key Na!”

 

Key Na melangkahkan kakinya keluar dari toilet, gadis itu tampak terkejut melihat Yoo Na sudah berdiri didekat pintu toilet wanita.

 

“Oh eonni! Kau mengagetkanku.” Key Na merangkul Yoo Na lembut.

 

Geumanhae! Berhenti bersikap seperti itu padaku, aku benci!”

 

Yoo Na menghempaskan tangan Key Na dengan kasar.

 

Waeyo eonni?”

 

“Kau masih bertanya lagi? Aku sudah memperingatkanmu, Key Na. Berhenti menjadi seolah kau adalah orang yang paling dikasihani di keluarga ini. Seharusnya kau bersyukur bisa dijodohkan dengan Kyu Hyun. Padahal dari dulu aku ingin sekali bisa dijodohkan dengannya tapi appa menyuruhku hanya fokus pada perusahaan.”

 

Aniya eonni. Eonni salah paham.”

 

Plakk

 

Tamparan keras itu membuat Key Na bungkam seketika. Pipinya memerah, ia berusaha keras menahan buliran air matanya jatuh.

 

“Berhenti bersikap seperti itu dihadapanku. Kau harus sadar tidak ada yang menginginkanmu di keluarga ini.”

 

Setelah itu Yoo Na pergi meninggalkan Key Na sendirian. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya erat, mencoba menahan sesak dalam dadanya.

 

Gwenchana Park Key Na. Gwenchana.” Gumam Key Na berulang-ulang menguatkan dirinya.

 

Entah untuk kesekian kalinya Kyu Hyun ada disana, menyaksikan kejadian antara kakak beradik itu dari sudut ruangan. Raut wajahnya datar tanpa ekspresi sedikitpun. Ia sebenarnya tidak berniat menguping, ia hanya ingin ke toilet dan pintu toilet pria dan wanita memang bersampingan dan berada di ujung lorong restoran.

 

Tatapannya mengarah kepada Key Na yang berusaha menahan tangisnya, gadis itu terdiam beberapa saat tidak bergerak sama sekali, pandangannya kosong membuat Kyu Hyun hendak memeriksa keadaan gadis itu. Tetapi, ketika ia baru akan melangkahkan kakinya mendekat, Key Na malah berjalan pergi entah kemana.

 

***

 

Bintang-bintang itu tampak begitu jauh, begitu sulit untuk digapai. Dan Key Na tidak punya apa-apa untuk bisa meraihnya. Gadis itu menutup matanya, menikmati hembusan angin malam yang menerpa kulit. Berharap angin bisa membawa sedikit bebannya pergi.

 

“Akh!” seru Key Na kaget ketika tiba-tiba sesuatu yang dingin menempel dipipinya. Ia menoleh ke samping dan mendapati Kyu Hyun ikut berdiri disampingnya memandang langit malam sambil menyodorkannya minuman kaleng dingin.

 

“Sejak kapan kau ada disini?” tanya Key Na ingin tahu. Gadis itu sedikit bersyukur karena Kyu Hyun membawakannya minuman kaleng dingin, setidaknya ia bisa mengurangi memar yang timbul di pipinya.

 

Kyu Hyun melirik jam tangannya. “Sekitar 50 detik yang lalu. Sejak kau menutup mata.”

 

Key Na hanya ber-oh menanggapi perkataaan Kyu Hyun. Gadis itu kini asyik menempelkan minuman kaleng ke pipinya.

 

“Kau mau menikah denganku?”

 

Prangg

 

Pertanyaan itu membuat Key Na menjatuhkan minuman kalengnya begitu saja. Ia menatap Kyu Hyun tidak percaya. Tunggu, apa tadi yang mengucapkannya itu benar-benar Kyu Hyun?

 

“Iya. Aku yang bertanya padamu Park Key Na. Hanya kita berdua di tempat ini.” Jawab Kyu Hyun seolah bisa membaca apa yang Key Na pikirkan tentangnya.

 

Waeyo?” tanya Key Na menatap Kyu Hyun. Gadis itu mencoba menyelami mata Kyu Hyun, mencoba mencari gurauan disana.

 

Geunyang. Ayahmu ingin kau menikah, dan orang tuaku ingin aku menikah.”

 

“Kau serius?”

 

“Tentu saja. Aku tidak akan mengajakmu menikah jika aku tidak serius. Sebaliknya, aku akan mengajakmu ke tempat tidur.” Ucap Kyu Hyun mendekatkan diri ke arah Key Na.

 

Bukk

 

Key Na kembali mengarahkan kakinya menginjak kaki Kyu Hyun. Kemudian tertawa mengejek ekspresi Kyu Hyun yang masih kaget dengan tindakannya.

 

“Pria brengsek tetap saja brengsek.” Ucap Key Na meninggalkan Kyu Hyun yang masih sibuk mengurusi kakinya yang menjadi korban kekejaman Key Na.

 

Kyu Hyun ikut tersenyum melihat gadis itu tertawa lepas mengejeknya. Setidaknya gadis itu bisa melupakan bebannya sedikit. Bukankah ia adalah pria yang baik hati?

 

***

 

Key Na menjatuhkan kepalanya diatas meja dengan tidak berperasaan. Gadis itu tampak frustasi sejak Kyu Hyun dengan tiba-tiba mengatakan ingin menikah dengannya, walaupun alasannya cukup masuk akal. Tapi bagaimana ia bisa hidup dengan pria brengsek seperti dia? Aish, memikirkannnya membuat Key Na merinding saja.

 

Ya! Wae geurae?” tegur Bo Gum melihat Key Na yang bersikap aneh. Bo Gum adalah dokter bedah yang sama dengan Key Na. Bedanya, Bo Gum sudah lama ditempatkan di Rumah Sakit ini sedangkan dia baru saja masuk.

 

“Kau lapar?” tanya Bo Gum kembali. Key Na hanya menggeleng, sebelum ke Rumah Sakit ia singgah ke kedai tteokbokki langgannya. Ia perlu menghilangkan stress dengan memakan makanan pedas.

 

“Dokter Park!”

 

Nde?!” jawab Key Na dan Bo Gum bersamaan. Mereka kemudian tertawa setelahnya. Selain mereka berdua adalah dokter bedah, nama belakang mereka sama yaitu Park. Jadi tidak heran ketika seseorang memanggil ‘dokter Park’ mereka berdua akan kompak bersahutan.

 

“Maksud saya dokter Park Key Na. Mianheyo Bo Gum songsaengnim

 

“Ah, nde! Waeyo perawat Kim?”

 

“Direktur memanggil anda ke ruangannya.”

 

Arraseo. Gamsahamnida.” Ucap Key Na singkat. Gadis itu berdiri, memasang jas dokternya dan melangkah keluar ruang istirahat.

 

“Kenapa direktur memanggilmu?” tanya Bo Gum ingin tahu.

 

Molla. Aku pergi dulu. Kau jangan merindukanku dokter Park.”

 

“Aku tidak akan merindukanmu dokter Park. Tapi kau jangan lupakan benda ini.” Bo Gum menyodorkan handphone Key Na.

 

“Ah, mianheyo. Hehe.” Key Na terkekeh pelan menyadari kecerobohannya lagi. Kadang-kadang ia suka lupa dan meninggalkan barang-barangnya sembarang, contohnya seperti saat ini.

 

Bo Gum tertawa pelan. Sebulan ia mengenal gadis itu dan kepribadiannya benar-benar unik. Key Na bisa dibilang gadis yang ceroboh, terlalu polos bahkan ia tidak segan bertingkah kekanakan, tetapi ketika menghadapi pasien gadis itu sangat profesional dan Bo Gum belajar banyak hal darinya. Dan hal yang paling menarik adalah senyum gadis itu yang selalu awet, seolah tidak ada waktu sedetikpun memudarkan senyum itu. Senyum yang selalu menular ke siapapun, itu sebabnya banyak pasien yang senang ditangani olehnya.

 

***

 

Key Na melangkah masuk mengikuti sekretaris direktur, matanya menangkap Kim Ki Bum –direktur Rumah Sakit tengah sibuk menelpon seseorang. Gadis itu menatap sekeliling ruangan dan mendapati sebuah foto dengan seseorang yang tak asing baginya. Difoto itu terdapat foto Kyu Hyun dengan tiga orang lainnya termasuk Kim Ki Bum.

 

“Duduklah dokter Park.”

 

Nde.”

 

Key Na mengangguk mengerti dan duduk di salah satu sofa ruangan.

 

“Anda memanggilku sajangnim?”

 

Nde Key Na-ssi. Sebenarnya bukan aku yang memanggilmu, tapi CEO Alfa Grup.”

 

“Maksud Anda? Mianhaeyo, saya tidak mengerti sajangnim.”

 

Key Na mengerjap pelan. Alfa Grup adalah perusahaan terbesar di Korea Selatan yang mencakup rumah sakit dan beberapa hotel terkenal. Tentu saja Key Na tahu, apalagi mengingat kakaknya Ju No selalu bercerita tentang perusahaan tersebut. Tapi Key Na tidak menyangka rumah sakit yang ia tempati bekerja ini adalah rumah sakit dibawah Alfa Grup. Astaga, bisa-bisa dia dipecat jika ia bahkan tidak tahu menahu tentang rumah sakit mereka.

 

“Dia akan datang sebentar lagi. Bukannya kalian sudah pernah bertemu sebelumnya. Kenapa kau tampak terkejut?”

 

Aniya sajangnim. Aku tidak mengerti maksud Anda.”

 

“Kyu Hyun-ah, kau akhirnya datang.”

 

Mwo?” Key Na terkejut bukan main, ia membalikkan badan dan terperangah melihat Kyu Hyun masuk ke ruangan dan Ki Bum langsung menepuk pundaknya akrab. Kejutan apa lagi sekarang? Kenapa pria ini selalu muncul tiba-tiba?

 

“Aku akan memberi kalian waktu untuk menggunakan ruanganku.” Ki Bum berbicara lagi.

 

Aniya hyung. Aku akan mengajaknya keluar sebentar.” Ucap Kyu Hyun kemudian menarik Key Na keluar.

 

Mwoya? Andwae, aku sedang sibuk sekarang.”

 

“Perlu kau tahu dokter Park. Aku juga sibuk sekarang.” Tarik Kyu Hyun, sepertinya pria itu sulit sekali diajak berdebat. Key Na membungkuk sebentar kemudian mengikuti langkah Kyu Hyun.

 

“Dasar tidak sabaran.” Gerutu Key Na sambil melepaskan pegangan Kyu Hyun ditangannya. “Memangnya kita mau kemana?”

 

“Makan siang.” Jawab Kyu Hyun singkat.

 

“Kita juga bisa makan siang disini.”

 

“Kita juga perlu membicarakan sesuatu.” Key Na merenggut masam. Gadis itu dengan raut sebal tetap mengikuti Kyu Hyun. Ia melepas jas dokternya menyampirkannya di lengan kirinya.

 

“Aku bahkan tidak diberi kesempatan untuk berganti pakaian.” Gerutu Key Na lagi.

 

“Berhenti menggerutu, aku bisa mendengarmu dokter Park.” Kyu Hyun menghentikan langkahnya berbalik menghadap Key Na yang tengah mencibirnya. Merasa dirinya ketahuan mencibir Kyu Hyun, Key Na langsung membungkam mulutnya dan kembali melanjutkan jalannya.

 

Tapi tangan Kyu Hyun menahan pergelangan Key Na, pria itu dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Key Na.

 

“Aku sudah memperingatkanmu dokter Park. Atau aku harus mengulang kejadian saat pertama kali kita bertemu.” Ucap Kyu Hyun dengan senyum separuhnya.

 

“Berhentilah bermimpi Tuan Cho. Selangkah lagi kau mendekat aku tidak segan untuk mengeluarkan teknik bela diriku padamu.” Ucap Key Na membalas perkataan Kyu Hyun. Gadis itu melepaskan tangan Kyu Hyun dan berlalu begitu saja meninggalkan Kyu Hyun.

 

***

 

Restoran dengan nuansa hijau itu menarik perhatian Key Na. Dekorasi ruangan yang sangat sederhana dengan aksen kayu tradisional membuat kita seakan berada di sebuah restoran keluarga yang hangat.

 

“Kau ingin pesan apa?” tanya Kyu Hyun ketika mereka baru saja duduk di sudut restoran yang mengarah ke sebuah taman bunga.

 

Key Na tidak langsung menjawab, gadis itu tampak memilih-milih makanan yang tertera pada buku menu.

 

“Aku ingin bibimbap dan milkshake cappucino.”

 

Seorang pelayan datang dan membawa catatan kecil untuk mencatat menu pesanan mereka.

 

“Jadi apa yang akan Anda pesan tuan?”

 

“Dua porsi bibimbap, dan satu milkshake coklat.”

 

Setelah mencatat pelayan wanita itu pergi.

 

“Milkshake coklat itu untuk siapa?” tanya Key Na ingin tahu. Seingatnya ia memesan milkshake cappucino. Ia sangat menyukai kopi dalam bentuk apapun.

 

“Tentu saja untukmu dokter Park.”

 

“Apa? Tapi aku ingin minum kopi.”

 

Not for now dokter Park. Kopi tidak baik jika dikonsumsi terus menerus.”

 

“Tskk. Dasar menyebalkan.” Gerutu Key Na.

 

“Kau sudah memikirkan perkataanku kemarin?” pertanyaan itu membuat Key Na mengangkat kepalanya memandang Kyu Hyun.

 

Key Na akui ia tidak tahu harus bagaimana mengenai hal tersebut. Di satu sisi ia tidak ingin mengikuti keinginan ayahnya, menikah bukanlah hal yang bisa dipermainkan seperti ini. Tapi disisi lain, Key Na tidak bisa membayangkan jika ia harus melepas jas dokternya dan bergabung dengan kedua kakaknya di perusahaan.

 

“Aku akan ikut saranmu.” Ucap Key Na pada akhirnya.

 

“Kau yakin?” Tanya Kyu Hyun kembali. Key Na hanya mengangguk pelan. Semoga pilihannya tidak salah. “Kita bisa saja terjebak dengan pilihan kita sendiri.”

 

“Aku akan mencoba percaya padamu.” Kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut Key Na, membuat Kyu Hyun sedikit terperangah. Apa mungkin karena gadis itu sangat tertekan hingga ia begitu polos ingin percaya padanya?

 

“Kau bahkan tidak tahu bahwa aku adalah orang paling penting di rumah sakit tempatmu bekerja.” Decak Kyu Hyun membuat Key Na merenggut sebal.

 

Mianheyo sajangnim. Lain kali aku akan mencari tahu tentangmu.” Key Na meminta maaf dengan ekspresi takut yang dibuat-buat membuat Kyu Hyun tertawa. Tangan pria itu entah saking gemasnya terjulur mengacak-acak rambut Key Na.

 

Geumanhae! Atau aku akan menjadikan kakimu sasaran lagi.” Ancam Key Na. Tetapi Kyu Hyun tidak gentar, pria itu malah semakin tertawa melihat tingkah Key Na.

 

To Be Continue

 

Hope you like this story guys~

Find me on Wattpad as Alayya (https://www.wattpad.com/user/Alayyaa) or my web Story from Imagine (https://storyfromimagine.wordpress.com/) J

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: