Little Evil

LITTLE EVIL

By: Aeundexz lyan

 

Cast: Kyuhyun, Donghae, Hyukjae, Siwon, Heechul.

Genre: Family & Humour

***

 

 

Donghae POV

Kemana setan kecil itu?

ini sudah hampir tengah malam, tapi kenapa lampu rumah masih belum menyala. Aku berjalan ke kamarnya yang terletak paling ujung dilantai 2, sepi, hanya ada suara gemercik air hujan dan sesekali suara petir dari luar rumah.

Pintu kamarnya terkunci. Apa yang sedang dilakukan bocah itu didalam?

“kyu.. kau didalam kan?”

Sepi, tak ada jawaban.

“kyu..”

hyung..” terdengar suaranya samar-samar dari dalam kamarnya.

Ada yang aneh, jarang jarang dia memanggilku ‘hyung’.

“bolehkah hyung masuk?” ada apa lagi dengan anak ini.

Aku menempalkan telingaku ke pintu, suara anak itu pelan sekali.

“ aku tidak menguncinya, hyung

Pintu ini masih tak bergerak, apanya yang tidak dikunci!

“ada yang salahkah? Kenapa kau mengunci dirimu didalam kyu?”

Dia tak membalas.

“kyu..”

Anak ini..! awas saja jika dia malah tidur di dalam. Aku sudah seperti cicak yang menempel di pintunya.

“aku tidak menguncinya..” bocah itu menyahut.

Oke.. jangan salahkan aku kalau setelah ini pintumu tak bisa d tutup lagi kyuhyun. Dan dengan sekali tendang, pintunya pun terbuka. Namun aku langsung mengernyitkan dahi.

Kenapa sama gelapnya…? apa aku benar-benar lupa membayar tagihan listrik bulan ini?

 

Author POV

Donghae membuka paksa pintu kamar dongsaeng nya. Sepertinya pintu itu tak dapat digunakan lagi sekarang.

Namja itu kini berdiri dipintu, matanya mengerjap ngerjap. Suasananya tak jauh beda dengan ruangan yang lain dirumahnya. Gelap, hanya saja disini jauh lebih dingin.

Pandangannya menyapu kamar didepannya, dan berhenti pada sesuatu diatas ranjang. Memang cukup gelap, tapi lampu dari jalanan diluar rumahnya menerobos dari cendela kamar yang belum ditutup.

Donghae bisa melihat samar-samar dongsaengnya tengah duduk di atas ranjang, tangannya merengkuh kedua kakinya yang ia tempelkan didepan dadanya.

Donghae menghidupkan lampu kamar dongsaengnya.

Kyuhyun refleks mendongak, menatap ‘hyung’nya. Mata hitamnya mengerjap ngerjap lucu, berusaha mencerna cahaya yang tiba tiba muncul.

 

Donghae POV

“hyung…” sahutnya pelan.

Ada yang salah.

Sejak kapan bocah setan ini bisa meng-eja kata ‘hyung’…

telingaku telah terbiasa mendengar celotehan yang seenaknya dari bocah setan ini. Dia lebih sering memanggilku, Ikan bau, Kaki berbulu, namja mesum, dan itu semua bukan sesuatu yang bisa dibanggakan dari seorang anak berumur 15 tahun.

Dia masih kecil… ya setidaknya lebih kecil dariku 3 tahun. Aku masih 18 tahun.

Aku menghampirinya yang masih meringkuk diatas kasur. Mata bulat hitamnya mengawasiku sambil berkedip-kedip bingung.

Anak ini… andai saja lidahnya tak sekejam setan, pasti dia akan sangat imut.

Kyuhyun masih mengawasiku, wajahnya kelihatan pucat. Apa bocah ini sakit..?

“kau kenapa kyu..?” jujur aku sedikit khawatir. Dia baru seminggu tinggal bersamaku. Dan eomma akan dengan senang hati menggunduliku kalau sampai terjadi apa-apa dengan anak ini.

Kyuhyun tidak menjawab, mata hitamnya masih mengawasiku.

Ya tuhan… kenapa aku masih terkesan dengan keimutannya.

“kau sakit..?”ketika aku duduk disampingnya, dia sedikit menjingkat dan menggeser duduknya menjauhiku. Apa-apa an ini, apa aku terlihat seperti aku akan memakannya?

Baiklah… aku tadi sempat berfikir ingin memakannya, tapi itu hanya sekedar banyangan saja. Aku tak ingin melihat surat kabar besok pagi terbit dengan hot news: “Seorang Namja Memakan Adiknya Lantaran Dia Terlihat Imut”

Itu benar benar tidak keren.

Aku memandangnya dan dia masih pada bentuk awal. Cukup lama aku mengawasinya, ini seperti adegan menjinakkan anak panda.

Sepertinya dia benar-bena sakit. Aku menjulurkan tangan ke arahnya bermaksud untuk memeriksa suhu tubuhnya. Namun belum sempat aku menyentuhnya, anak ini sudah menyentuh tanganku dengan giginya, lebih tepat lagi MENGGIGIT tanganku.

“YAAKK…!!”aku menarik tanganku, “ apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun..!!”

Dia terkekeh, seketika itu juga dia TIDAK imut lagi.

“itu balasan karena meninggalkanku tanpa makanan dirumah”

“bukankan ada ramen dilemari,” sahutku sambil menggosok bekas gigitannya.

“aku tidak mau masak sendiri” jawabnya singkat.

“ kenapa kau tak beli ramen di depan rumah?”

Dia mendengus pelan, “diluar hujan.”

Aigo-aigo… dia berkata seakan akan hujan akan memakannya hidup hidup.

“kau bisa bawa payung atau jas hujan kan kyu..” anak ini benar benar menyebalkan.

“aku tidak suka petir” dia bergumam, sambil memanyunkan bibir dan menunduk, mengamati jari kakinya sendiri.

“petir tak akan membunuhmu, kyu..”

“tapi… bagaimana jika aku benar-benar mati”

Dan aku menjitaknya, “ berhenti berbicara yang aneh-aneh kyu”

Dia tak membalas. Alih-alih memandangi jari kakinya lagi.

Dan selang beberapa detik, aku mendengar suara perut yang kelaparan.

Dan kemudian tawaku pun meledak, “kurasa hewan peliharaanmu meminta makan kyu”

hahaha… anak ini benar benar kelaparan ternyata. Aku bisa melihat pipinya bersemu merah,dia malu…hahaha… imut sekali. Aku ingin mencubit pipinya, namun untuk ke dua kalinya namja setan ini MENGGIGIT tanganku.

Aish… dongsaengku berubah menjadi kanibal.

Aku mengibas kibaskan tanganku, gigitannya kali ini lebih parah.

Dan bocah buas itu malah menendang punggungku dan meloncat dari kasurnya.

“cepat buatkan aku makan namja ikan bau..” bocah setan itu berteriak, sepertinya dia sudah ada dimeja makan.

Mulut munyilnya itu sudah berubah menjadi mulut evil.

Kemana perginya dongsaengku yang setengah jam lalu memanggilku dengan sebutan ‘hyung’.

Aku menghela nafas pelan dan segera berjalan ke meja makan.

Aku harus segera membuatkan dia makanan sebelum dia berubah menjadi buas., dan memakan semua perabotan rumah, maksudku bukan memakan kursi, jam dinding, meja atau sejenis itu, tapi dia akan menata ulang rumahku.

Seperti mencemplungkan jam ke akuarium, memasukkan buku ke kulkas, bahkan pada hari pertama ia tinggal bersamaku, dia membuat engsel jantungku hampir lepas.

Bayangkan saja, ketika aku bangun tidur di tengah malam, membuka pintu, tiba tiba sebuah benda putih melayang di depan pintu dan sukses mencium wajahku.

Aku benar benar mengiranya hantu mesum, namun setelah berteriak-teriak sambil melihat benda putih itu menggelantung, mengayun tepat didepan wajahku, aku baru sadar itu hanya sebuah bantal yang di bungkus kain putih dan diikat dengan tali yang otomatis menghampiriku jika aku membuka pintu kamar.

Dan semua itu karya dongsaeng kecilku ini.

Pagi harinya dia dengan wajah tanpa dosa bertanya padaku, “bagaimana tidur hyung semalam?”

dongsaengku manis bukan..?

Aku bahkan hampir terkena diabetes gara gara melihat tingkah manisnya.

 

***

Ternyata bukan tagihan listrik yang belum aku bayar, tapi aku belum membeli persediaan bahan makan, hanya ada sebungkus saus pasta yang cukup banyak, namun aku tak akan memaksa kyuhyun untuk memakannya, itu tindakan gila.

Dan akhirnya sekarang aku di sini, di kedai ramen tepat didepan apartement, jam 22.46, masih memakai seragam basketku dan tangan kanan membawa payung. Hujannya tidak sederas tadi namun petir masih menggelegar, agak sedikit menakutkan juga berkeliaran di luar apartement tapi tak ada pilihan lain, kyuhyun belum makan.

Bahkan tanpa ditanyapun aku sudah tahu pasti kalau namja itu belum makan sejak pagi. Uang diatas meja yang memang aku siapkan untuk keperluan mendadak masih dengan jumlah yang sama, dia tidak membeli apa- apa. Memang tak ada yang bisa di masak di apartement, tapi walaupun ada dia tak akan memasak apapun, kyuhyun memang jenius banyak hal namun tidak pada memasak. Dan dia cukup pintar untuk tidak meracuni diri sendiri dengan masakan buatannya.

“baru pulang latihan basket nak?” kim ajumma memecah lamunanku tentang kyuhyun.

Aku tersenyum, “ne ajumma… “

“lekas makan, mandi, dan istirahatlah nak,” kim ajumma mengelus rambutku dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menyodorkan 2 porsi ramen, “ kau terlihat lelah donghae-ah.”

ne ajumma… maaf kami membuat ajumma menunda menutup kedai,” aku membungkukkan badan, meminta maaf.

aigo… kalian jangan sungkan sungkan datang ke sini,” kim ajumma kembali mengelus rambutku lembut, “kami sudah mengganggap kalian berdua anak kami sendiri, apalagi dongsaeng kecilmu itu… aigo aigo… baru satu minggu dia ada disini tapi dia sudah bisa membuat kami senang, tiap pagi dia selalu membantu kami, tapi tunggu…”

kim ajumma berhenti mengelus rambutku, kini beliau meletakkan tangannya kepundakku. Tatapannya berubah serius, perasaan ku menjadi takut, apakah kyuhyun berbuat macam macam disini

“… kemana kyuhyun? Tadi pagi dia tidak muncul? Apa dia sakit?” tanya kim ajumma beruntun, aku bersyukur kyuhyun tidak melakukan hal yang aneh aneh.

ani ajumma … kyu baik baik saja, dia ada dirumah,” sahutku pelan sambil terus tersenyum.

“syukurlah…”

Aku berpamitan, walau sebenarnya agak susah. kim ajumma hanya berdua dengan suaminya, mereka belum punya anak. Usianya hampir sama dengan eomma dan appa. Mereka sangat senang jika aku berkunjung kerumahnya, dan aku cukup terkejut mereka juga sangat cepat menyukai kyuhyun. andai mereka tahu betapa nakalnya anak itu.

“aku membungkuskan sedikit kimchi, makan yang banyak ya,”

kamsahamnida ajumma,” aku membungkukkan badan dan berpamitan pulang.

Namun baru 5 langkah, kim ajumma memanggilku lagi, “donghae-ah..”

Aku segera membalikkan badan, “ ne, ajumma.. ?”

“tolong kau sampaikan ke kyuhyun, kemarin dia melemparkan sandalnya ke genteng rumah,” kim ajumma menunjuk ke atas, kearah gentengnya sedangkan aku tercengang, “sepertinya dongsaengmu melempar terlalu jauh, kami tak bisa mengambilnya,”

Dan aku melongo…

Kenapa aku di anugerahi seorang dongsaeng evil..

 

***

 

Aku masih menggerutu sepanjang jalan, anak itu benar benar membuat kekacauan di rumah orang.

Kini aku telah sampai didalam rumah, mungkin namja evil ku akan marah marah karena terlalu lama membeli makanannya. Tapi biarlah, sebelum dia memarahiku, aku akan memakannya dulu.

“kyu…” aku meletakkan ramen di meja makan, namun aku tak melihatnya.

“Yak cho kyuhyun..! akan ku makan jatah ramenmu.”

Aku mencondongkan badanku mencarinya disekitar ruang keluarga, dan aku menemukannya. Dia tengah tidur di sofa tepat didepan televisi. Ia menutup matanya dengan lengan kananya.

Aku menghampirinya, berdiri dibelakang kursi tempatnya tidur. Aku sebenarnya tidak begitu suka membangunkannya.

hyung, tutup cendelanya,” anak ini tidak tidur ternyata. Aku tertipu.

“tutup sendiri.”

“tutup cendelanya hyung,”

Aku cukup terkesan dia memanggilku ‘hyung’, tapi aku memang tak terlalu berminat untuk menutup cendelanya.

“bangunlah, tutup sendiri, atau biarkan saja terbuka.” Aku berjalan kembali ke ruang makan.

“dingin hyung…” sahut kyuhyun pelan.

“tutup sendiri, aku tidak mau,”

“aku mohon hyung…”dia menyahut lagi.

Tidak bisa dipercaya, dia memohon. Mau tak mau aku harus menuruti kemauannya, anak ini benar benar membuatku salah tingkah.

“aku sudah menutupnya, puas?!” gerutuku sambil memasang kunci cendela, membelakangi kyuhyun. Dan tidak ada jawaban darinya. Benar saja, ketika aku berbalik dia sudah hilang dari sofa.

Ya Tuhan.. kemana lagi anak itu..

“aku boleh makan jatahmu?” suaranya muncul lagi, dari arah ruang makan. Dan dia kembali kehilangan kata ‘hyung’, aku agak menyesal menutup cendelanya.

“ lakukan saja,” sahutku sebal, “akan aku goreng PSP mu,”

Aku mendengarnya tertawa.

Aku berjalan ke ruang makan, namun tiba kyuhyun muncul dan hampir menabrakku,

“minggir-minggir, panas…!” tangannya menenteng 2 mangkok ramen yang masih mengepul.

“mau kau bawa kemana kyu?”

“kita makan disini saja,” kyuhyun meletakkan 2 mangkok mie ramen dimeja depan televisi, kemudian meletakkan kedua tangannya di pipinya. Aku tahu dia kepanasan.

“dasar banyak maunya…”aku bersiap untuk duduk bersila didepannya.

“STOP..!!” dia berteriak sambil mengangkat tangan kanan tepat diwajahku.

“apa lagi..?”

“aku lupa sumpit…”

Bagus… kenapa kau tidak lupakan saja celanamu, “ne… aku akan mengambilkannya tuan muda cho..”

Aku mengambil sumpit dan 2 botol air mineral dari kulkas, dan segera kembali. Kyuhyun melipat kakinya didepan dada dan memeluk dengan kedua tangannya. Dia sedang bermain main dengan uap yang mengepul dari ramen, meniup niup dengan menggembungkan kedua pipi cubby nya.

Lagi lagi dia terlihat menggemaskan.

 

***

 

Author POV

“kenapa sandalmu ada diatas atap kim ajumma?” tanya donghae disela sela usahanya meniup ramen. Dia tak tahan melihat dongsaengnya mengembungkan pipi terlalu lama, itu membuatnya semakin gemas.

“aku melemparnya,” jawab kyuhyun singkat.

“kenapa kau melemparnya?” ini seperti percakapan bodoh antara kakak dan adik yang berusia 3 tahun.

“ada kucing membawa spesies-mu keatas?”

“aku?” donghae menaikkan alis kanannya.

ne…” kyuhyun menyeruput kuah ramen, “ ikan asin..”

Satu jitakan mendarat mulus dikepala kyuhyun. Tapi bocah itu hanya mengusapnya, kemudian kembali memakan ramen.

Dan donghae kembali memasukkan gulangan ramen ke mulutnya. Seperti tidak terjadi apa apa.

Selang 5 menit donghae baru selesai menghabiskan jatah ramennya, sedangkan kyuhyun sudah tidur tiduran di atas sofa dengan lengan kanan yang menutupi kedua matanya.

Donghae berdiri dari tempatnya duduk, menghampiri kyuhyun untuk menyuruhnya pindah tidur dikamarnya.

“heh bocah… sebaik- “ kata-katanya tercekat tepat disaat tangan kanannya menyentuh pipi kyuhyun, “hey… kau sakit ?”

 

***

Donghae POV

Dingin sekali..

Dia kenapa?

“hey… kau sakit?”

Kyuhyun bangun dari posisi tidurnya, kemudian duduk bersila menjauh dariku. Dan menggelengkan kepalanya, “ ani… “ jawabnya singkat, “aku hanya kedinginan,”

“tidurlah dikamarmu,” dia masih diam, meringkuk diatas sofa, aku menghela nafas pelan,” kajja… aku akan menutup cendelanya,”

Dan ajaib, dia langsung meloncat dari duduknya. Namun sialnya dia langsung menarik kerah bajuku, persis seperti mencincing seekor kucing.

“Yaa..!! lepaskan..!!”

Dia tersenyum.

Kamarnya benar-benar dingin, aku segera menutup cendelanya.

Betapa kagetnya aku ketika membalikkan badan, kyuhyun berdiri dibelakangku. Tatapannya menyeramkan.

wae?

Dia menunjuk ke arahku, “kau kenapa?”

“aku?”

“pinggangmu..”

Aku menunduk, terkejut melihat bercak merah di pinggang kananku.

“ti…tidak apa apa..” aku segera melangkah pergi namun namja ini menarik kerah bajuku untuk kedua kalinya. Gawat… kenapa aku sampai lupa..!

 

***

Kyuhyun POV

“heh ikan asin…” aku masih penasaran dengan lukanya semalam. Itu seperti tergores benda tajam, goresan pisau, tapi siapa yang melakukannya?

“berhenti memanggiku ikan asin,” donghae hyung tengah bermain basket dihalaman, sedangkan aku dibalkon kamarku di lantai dua.

“baiklah ikan koi..”

“hey…”dia mengacungkan jari telunjuk ke arahku.

“siapa yang melakukannya padamu,” aku tak menghiraukan omelannya, lantas menatap pinggang donghae hyung sambil menunjuknya dengan daguku.

“eh..” donghae hyung kembali salah tingkah, “ sudah kubilang, ak-“

“aku hanya tergores meja,” aku melanjutkan perkataannya sambil memutar bola mataku, “ne… ne… arasseo.. sudah aku bilang, kau tak pandai berbohong,“

Dia mengalihkan pandangannya dariku, dan kembali men-dribble bola dengan tangan kanannya.

“aku ingin tahu, meja jenis apa yang bisa melukaimu,” aku bergumam pelan, sambil bersandar di kaki kursi tepat dibelakangku dan pandanganku masih tertuju ke bawah, mengamati donghae yang masih bergumul dengan bola basketnya. Otakku mulai berfikir bagaimana cara agar dia dapat mengakuinya didepanku.

Pandanganku berpindah ke kim ajumma yang tiba tiba muncul di teras warungnya, dan saat itu juga aku menemukan ide.

hyung…” untuk saat ini aku akan sopan padamu.

Dia mendongak, menatapku heran.

“aku rasa lukamu perlu diberi salep,”aku tersenyum, “dan aku kira kim ajumma punya persediaannya,” donghae hyung menarik kedua alisnya, dia tahu apa maksud perkataanku.

andwae kyu..!!” dia berdesis pelan.

“kim ajumma,” aku melambai lambai kearah kim ajumma, dan beliau membalas lambaianku sambil tersenyum ramah.

Aku melirik donghae yang mulai mundar mandir bingung di bawah. Aku suka itu.

ajumma, dong-“ kata kataku terputus tepat ketika sebuah bola menerjang wajahku, beruntung aku bisa mengkapnya.

“cukup kyu..!!” donghae hyung melotot.

Aku menatapnya, memberikan tatapan ‘Katakan-sejujurny-atau-kau menyesal’.

Kemudian setelah itu dia mengangguk pasrah. Dia sudah mengerti akibatnya jika kim ajumma sampai tahu dia terluka seperti itu. Aku jamin, dia akan diseret ke rumah sakit.

wae kyuhyunnie?” kim ajumma menjerit dari seberang sana.

ne ajumma,” aku tersenyum, ”donghae hyung bilang, ajumma sangat manis mengenakan celemek pink itu”.

Kim ajumma tertawa sambil menutup wajahnya. Dan gara gara itu, sebuah sepatu meluncur tepat ke wajahku.

“sudahlah… kalian berdua ini memang selalu membuatku tertawa,” lee ajumma mengibas ngibas tangannya, dan masuk ke warung masih tertawa.

Aku lemparkan kembali sepatu dan bola basket itu kebawah.

siapa?

“kau tak akan mengenalnya..” jawabnya sambil memasang sepatu.

“sebut saja.” Sahutku lagi.

Donghae hyung menghela nafas pelan, “haru,”

Aku mengangguk sambil bergumam, “namja kura-kura itu lagi.”

“kau mengenalnya?” donghae hyung kembali mendongak menatapku.

ani…”aku merebahkan tubuhku kedepan agar dapat melihat donghae hyung, “tapi aku tak asing dengan namanya, nama yang sama dengan namja yang membuat teman sekelasku masuk rumah sakit. Bukankah haru itu satu sekolah denganmu hyung?”

ne… dia satu sekolah denganku, mengambil ekstrakulikuler yang sama pula, namun dia membuat tim lain. Dia tak mau bergabung dengan timku.”

Aku menganggukan kepala paham, dan kemudian berteriak, “hey ikan bantat…”

Wajahnya berubah dari serius menjadi seperti hendak memakanku tepat ketika aku memanggilnya ‘ikan bantat’

“kau harus berhati hati dengannya,” tambahku.

Wajahnya kembali serius, dan mengangguk pelan lantas kembali melempar bola basketnya ke ring.

***

Namja ikan itu masih meloncat loncat ria dibawah, apa dia tidak mendengar perutku yang bernyanyi.

“donghae-ah” aku mendengar suara lain di bawah sana, aku membalik tubuhku. Ada eunhyuk dan siwon hyung. Akan kemana mereka, mengenakan seragam basket yang sama seperti milik donghae hyung.

“aku menghubungimu dari satu jam yang lalu, tapi tak kau jawab,” siwon hyung meraih bola dari tangan donghae hyung.

Donghae hyung memukul kepalanya pelan. “handphoneku tertinggal dikamar hyung.”

“syukurlah kau tidak lupa mengenakan bajumu..” cetusku dari atas.

Dan ketiga namja menatapku, “hey kyuhyun-ah… apa yang kau lakukan disana?” tanya hyukjae hyung sambil memamerkan senyumnya.

“aku melihat ikan berenang hyung,”aku menunjuk donghae hyung, “dia bahkan lupa memberi makan majikannya,”

“tutup mulutmu kyu..!”

Siwon dan hyukjae hyung tertawa.

“ada apa hyungdeul pagi-pagi berseragam lengkap?” ucap donghae.

aigo… aigo.. anak ini benar-benar melupakan handphonenya,” hyukjae hyung memutar bola dijari telunjuknya.”haru menantang kita,”

“dia masih tidak rela melihat tim kita yang lolos ikut turnamen di seoul.” Siwon hyung memukul pundak donghae, “ kajja… mereka menunggu kita, heechul hyung sudah menuju sana, tapi aku tak bisa mengghubungi dongjong, handphone tak aktif.

Tatapanku beralih ke donghae hyung, aku dapat melihat rahangnya mengeras.

“dongjong ada urusan mendadak dirumahnya hyung,” sahut donghae hyung, dan lagi-lagi aku dapat membaca raut wajahnya yang menunjukkan dia sedang berbohong.

“bukankah kemarin malam kau pulang dengannya?” tanya hyukjae hyung.

ne hyung… setelah itu dia langsung berangkat,” jawab donghae hyung, sambil melirik kearahku. Dan aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku hanya perlu diam.

Jadi ini yang membuat ‘hyung’ku terluka, mereka men-sabotase-nya, menyerang dua anggota tim.

Benar-benar cara yang membuatku mual.

 

***

 

Author POV

“HEY KOLOR KUNING…! BERHENTI MENCAKARI HYUNGKU..!” kyuhyun menjerit dari tempat duduknya. Penonton tertawa, begitu juga anggota tim siwon.

dongsaengmu sangat menghibur donghae-ah” heechul melirik donghae disela-sela lengan Akira yang bertugas memblokade-nya.

“bukankah dia berkata jujur hyung,”Donghae menatap sinis namja didepannya, “namja KOLOR KUNING,”

“tutup mulutmu,”namja itu mendesis pelan.

“YAK…! KATAK UNGU…! ITU KAKI BUKAN SANDAL,”

Kyuhyun meneriaki namja berbaju ungu, yang dari 10 menit yang lalu berusaha menginjak kaki hyukjae. Bahkan namja itu tak melihat dimana bolanya.

Hyukjae menutup mulut dengan tangan kanannya, berusaha untuk tidak tertawa.

Donghae mengoper bolanya ke siwon, dan bola sukses masuk kedalam ring dengan sekali shot. Tim donghae masih memimpin beberapa point, tapi itu begitu tipis. Mereka kalah jumlah 4 orang lawan 5 orang.

“kalian mau main basket atau mencoba membunuh orang..! HAH..!” kyuhyun berseru lagi, tepat setelah Haru mendorong siwon yang akan memasukkan bola, dia hampir jatuh membentur tiang ring.

“hey bocah..! daripada kau berkoar-koar disana, turunlah..!! tunjukkan kalau tak hanya mulutmu saja yang pintar,”

Kyuhyun tersenyum, mungkin lebih tepatnya menyeringai, “akhirnya kau mengundangku juga kura-kura”

“Yak..!! apa kau bilang..!” namja bernama Haru itu menatap garang, “turun kau, bocah…!”

Kyuhyun masih tersenyum, melepas hoddie darkblue-nya dan kini hanya mengenakan atasan kaos abu-abu, kemudian bergumam pelan, “ kalian akan menyesal..”

 

***

 

Heechul ber high-five dengan siwon, “kalian berdua gila…!” jerit Heechul.

Kyuhyun dan donghae mengepalkan tangan kanan kemudian saling membenturkannya.

good job..” hyukjae menepuk pundak donghae, “aku tak tahu dongsengmu sama gilanya denganmu,”

Baru 7 menit, setelah bergabungnya kyuhyun dalam tim, tapi mereka sudah mencetak skor sangat jauh meninggalkan tim Haru.

“masih ada 5 menit lagi, jaga dirimu evil manula,” donghae berbisik sebelum mereka memulai pertandingan lagi.

“seperti yang kau minta, ikan koi, “kyuhyun tersenyum dan kembali menangkap bola operan hyukjae, “aku akan mencongkel kura-kura itu dari cangkangnya,”tambah kyuhyun.

Kyuhyun men-dribble bola, sedangkan Haru dan namja blonde men-trap kyuhyun. Mereka terlalu dekat, bahkan serasa akan memeluk kyuhyun.

“kapan terakhir kalian mandi..” gumam kyuhyun tatapannya mengarah pada dua namja didepannya,”baunya membuat hidung kram,” lantas segera mengoper bola kearah hyukjae.

Hyukjae mengoper ke donghae yang kemudian melakukan three point shot, dan sukses menambah tiga point untuk tim mereka.

Namun tiba-tiba Haru menyenggol pinggang donghae, dan insiden itu pun terjadi…

Tepat ketika dia menyenggol donghae, tali pengaman milik Haru lepas, dan micky mouse pink pun berkibar… lebih tepatnya, kolor micky mouse pink Haru.

 

***

Kyuhyun POV

Baik penonton dan para pemain termasuk tim Haru sendiri masih tertawa menikmati insiden melorotnya celana Haru.

Semua tengah sibuk dan tak memperhatikan namja yang berlari keluar lapangan menuju ruang ganti, aku pun meraih hoddie-ku dan segera menyusulnya.

Aku membuka pintu ruang ganti tim, aku menemukannya tapi tak hanya donghae hyung yang ada melainkan beberapa namja berambut blonde pun ada didepaanku, dan sayangnya mereka mengerumuni hyung-ku.

Semua tim Haru ada dihadapanku minus Haru tentunya, kurasa dia sedang sibuk mengurusi Kolornya.

“ow… hyung-nya menyusul rupanya,” akira menyeringai menatapku.

Aku mendekat, dan seorang namja mengawali melayangkan tinjunya kearahku.

Dan semuanya terjadi begitu saja, dalam hitungan detik semuanya sudah babakbelur, bukan aku yang melakukannya, tapi tanganku.

Aku memiting tangan Akira, “ anggap ini untuk balasan dari hyungku, “ kemudian aku menendangnya, “dan yang ini untuk memperjelas kalau aku adalah ‘dongsaeng’, bukan ‘hyung’-nya”.

Dan kemudian mereka pun berebut menyeruak kearah pintu, berusaha keluar.

“kau tak apa-apa hyung?” aku cemas melihat donghae hyung menatapku.

Dia mengangguk, “ne… bahkan mereka tak menyentuhku,”

Sedikit menyesal tadi menghawatirkannya, “trus kenapa kau tidak membantuku?”

Donghae hyung menggeleng, “sepertinya kau menikmatinya, jadi aku tak mau ikut campur.”

Aku memanyunkan bibirku.

“sepertinya mereka mewarnai bajumu lagi.” Aku menunjuk pinggangnya dengan daguku.

Donghae hyung menunduk, mengawasi bercak merah di pinggangnya, mengangguk,” mereka suka menambah jatah cucianku.”

“sakitkah?” tanyaku.

Donghae hyung menatapku kemudian menggeleng.

Aku melemparkan hoddie-ku kearahnya, “sepertinya kau membutuhkannya,”

 

***

Author POV

“ayolah… sekali ini saja..” kyuhyun memainkan sumpitnya sambil menatap donghae.

“andwae..!” jawab donghae di sela-sela meniup ramennya.

“ayo lah…” kyuhyun mengerjap-ngerjabkan mata bulatnya,” aku masih lapar..”

Donghae menjulurkan lidahnya ke arah kyuhyun, “aku juga lapar.”

hyung…” kyuhyun semakin memelas.

“untuk saat ini kau bukan dongsaengku..” donghae menunduk, berusaha untuk tidak menatap kyuhyun. Dia tidak bisa mengelak jika melihat wajah kyuhyun yang sudah memelas seperti itu.

“dasar ikan paus..”

“evil manula..” sahut donghae.

“ikan asin,”

“pipi mochi” kali ini donghae jujur. Dia selalu ingin makan mochi jika melihat pipi dongsaengnya.

“kepiting ayan,”

“kyu..!!” donghae membelalakkan matanya.

Kyuhyun tersentak sejenak, mendengar seruan donghae bercampur dengan suara petir di luar.

“hwaaaa…” hyukjae menoleh ke cendela, “ sepertinya akan hujan… kurasa kalian harus mem ‘pause’ perdebatan konyol kalian.” Menepuk pundak donghae pelan, namun cukup sukses membuat donghae tersedak. Siwon segera menyodorkan air minumnya ke donghae.

Mereka berdua sibuk menertawakan donghae yang berusaha mencekik hyukjae.

Namun berbeda dengan kyuhyun, namja ini yang mesih menatap cendela tanpa berkedip, bahkan tangannya tanpa disadari siapapun tengah mencengkram pinggiran meja.

Kyuhyun terbatuk pelan, dia tahu apa yang terjadi setelah ini.

Dia menarik nafas dalam-dalam, kemudian menepuk punggung donghae, membuat donghae tersedak untuk kedua kalinya.

hyung.. aku tunggu dimobil ya,” kyuhyun segera berlari keluar kedai ramen.

Heechul tertawa, kini giliran dia yang mendorongkan segelas air ke arah donghae.“minumlah hae-ah…”

“kurasa hyukjae hyung dan namja evil itu berniat membunuhku”

Donghae meraih gelas yang disodorkan oleh heechul, meninumnya, dan kemudian terbatuk-batuk. ‘Hyungdeul’nya terkikik makin keras hingga separuh dari tamu kedai ramen melirik tingkah mereka.

hyung,”donghae mengusap bibirnya, “minuman apa itu..!”

“air putih..” heechul mengelus pundak donghae, “dengan sedikit tambahan cuka.”

Tiga namja itu makin terkikik melihat ekspresi donghae.

Donghae serasa ingin menelan meja didepannya, namun apa yang ada didalam saku jaketnya bergetar. Lebih tepatnya jaket milik kyuhyun yang dipinjamkan padanya.

“eomma,” gumam donghae pelan ketika melihat layar handphone ‘dongsaeng’nya.

 

“yeob..”

”kyu…”suara seorang yeoja langsung memotong sapaan donghae, “kau baik-baik saja kan nak?jangan keluyuran kemana-mana.! Diamlah dirumah hyungmu.!”

“eomma,ini aku” donghae sedikit kaget mendengar suara ‘eomma’nya, “donghae”

“donghae-ah… dimana kyu? Apa dia baik-baik saja?”

“dia baik-baik saja eomma… dia bersamaku sekarang’”

“oh syukurlah… kau jaga dongsaengmu baik-baik donghae-ah”

“ne eomma..”

“aku lihat ditelevisi sekarang disana cuacanya sangat buruk,”

“ani eomma.. hanya gerimis dan sedikit petir,”

“itu yang membuat eomma khawatir donghae-ah… itu berbahaya untuk kyu”

Donghae mengerutkankeningnya, tidak membalas.

bahkan dongsaeng mu pernah 2 hari kritis dirumah sakit”

“kritis? Kapan eomma?” tak dapat dipungkiri donghae khawatir sekarang.

“waktu kau pergi ke Osaka donghae-ah”

 

***

Tribun Lapangan Basket..

“ini sudah mampir 5 menit. Bocah ini belum bangun juga..” akira menyentuh pipi kyuhyun dengan kaki kirinya. “kau terlalu keras memukulnya, Haru”

Haru tersenyum sinis, “sorry, aku terlalu bersemangat tadi..aku kira bocah ini akan bangun jika kena hujan”

“sepertinya kita butuh lebih dari air hujan untuk membangunkannya,” Akira melirik Haru sambil tersenyum.

“ne” Haru kemudian melirik namja disebelahnya yang tengah memegang balok kayu yang digunakan untuk memukul kyuhyun tadi, “ kau tau kan apa yang harus kau lakukan seouhae-ssi? Satu timba saja cukup menurutku”

Namja yang di panggil seouhae itu mengangguk, meletakkan balok kayu dan berlari kearah kran air disebelah selatan lapangan.

Haru menyentuh pipi kyuhyun dengan kaki kirinya lagi hingga dia dapat melihat wajah kyuhyun.

“tenanglah, kami tak akan melukai wajahmu yang polos ini”

Akira menatap kyuhyun, “bagaimana jika ‘hyung’nya memburu kita?”

Terdengar dengusan pelan dari Haru, “mereka tidak akan berani, bukankan kemarin dia tak melawan ketika kita mengeroyok mereka berdua digudang sekolah, bahkan kau sempat melukainya dengan pisau, apa kau sudah lupa?”

ne… aku masih ingat,”jawab akira bangga, “bahkan namja bernama donghae itu tak berani menatap kita,”

“kau benar, tapi namja ini” haru menendang kaki kyuhyun, “dia berani memukul kita, bahkan wajahku masih terasa perih,”

“tapi setelah ini dia akan tau sedang berurusan dengan siapa” akira menerima timba yang di sodorkan seouhae, “sedikit pelajaran untuk bocah sombong ini.”

 

Kyuhyun POV

Kubuka mataku yang terasa berat, kenapa aku bisa tidur disini? Bukankah ini tempatku bertanding basket tadi. Bukankah aku tadi ada dikedai ramen dengan hyungdeul?

Aish… kepalaku sedikit pusing.

Seingatku tadi, aku keluar dari kedai ramen dan berlari kearah mobil siwon hyung. Dan ketika aku mencoba membuka pintu mobil, sesuatu menghantamku dari belakang, dan aku lupa apa yang terjadi.

Aku mencoba duduk dari posisi tidur, namun sesuatu yang dingin mengguyur tubuhku. Dan aku mulai sadar ada orang lain selain aku disini. Tiga orang namja yang sepertinya tak asing. Tapi siapa?

“ups… ternyata bocah ini sudah bangun..” namja yang tengah memegang sebuh ember ditangan kanannya itu tertawa.

Ah… iya… dia Haru. Disebelahnya Akira, dan namja kolor kuning yang aku tak tahu namanya.

Aku mencoba berdiri, namun suara keras yang sangat aku benci muncul, menggelegar, membuatku jatuh terduduk lagi.

Dan rasa sesak itu mulai menyerangku lagi. Aku memejamkan mata, berharap nyeri didadaku berkurang.

“sepertinya dia kedinginan Haru-ssi” namja bernama Akira itu menyentuhkan kakinya kedaguku, memaksaku memandang kearahnya.

Tepat disaat itu, aku melihat kilatan petir dilangit, dan itu membuatku susah bernafas.

 

***

Author POV

Kyuhyun terdiam, nafasnya kian memburu setelah ketiga namja didepannya bergantian memukulinya. Sedangkan petir semakin bergemuruh, membuatnya semakin sulit bernafas. Dia meremas perutnya, merasakan sakit yang kian menjadi.

“kenapa!!”akira mendorong kyuhyun ke tembok, “mana tuan cho yang sombong itu..!”

Haru tertawa, menimbang-nimbang balok kayu yang berkali kali ia gunakan untuk menghantam tubuh kyuhyun.

“ku kira dia sedang merenungi nasipnya Haru-ssi, dan sebaiknya kau letakkan kayu itu, lebih menyenangkan menggunakan tanganmu sendiri untuk menyentuh tubuh bocah ini”

Akira kembali mendaratkan pukulannya ke perut kyuhyun, membuatnya kembali jatuh tersungkur didepan ketiga namja yang memukulinya habis-habisan sejak 15menit yang lalu.

Haru melempar kayu, dan meremas tangannya, “aku sejauh ini benar-benar berusaha bersabar untuk tidak menyentuh wajahnya, tapi…” haru memegang dagu kyuhyun, “sekali saja mungkin cukup, “ Haru mengambil ancang-ancang, dengan mengepalkan tangan tangan kanannya.

Dan tepat pada waktu yang sama, sesuatu menghantam wajah Haru, membuatnya melepaskan peganggannya pada kyuhyun, dan membuat haru tersungkur dilantai.

Kyuhyun berusaha melihat apa yang terjadi didepannya, tepat 2 meter didepannya siwon tengah memukuli Akira, dan disebelahnya sudah terkapar seouhae yang sudah diselesaikan oleh heechul.

“hey kyu…” hyukjae memegang pundak kyuhyun, “ kau baik baik saja?”

“ne hyung…” sahutnya pelan terdengar sangat lemah, namun kyuhyun masih bersandar ketembok, mengatur nafasnya yang semakin sesak.

Kyuhyun merasakan sebuah tangan menyentuh lehernya pelan, “astaga… kenapa kau dingin sekali kyu,”

***

 

“aku masih mengampunimu, jika kau memukulku,” donghae mendorong tubuh Haru ketembok, “tapi aku tak akan segan-segan membunuhmu, jika kau berani menyentuh dongsaengku.”

Tanpa sadar donghae membuat Haru tercekik.

Hyukjae dan heechul berlari kearah donghae,

“hae… lepaskan..!” hyukjae menarik tangan donghae yang semakin erat mendorong Haru ketembok.

“hae… aku mohon lepaskan, “heechul menarik lengan donghae.

“jangan buang waktumu hae-ah… kyu semakin parah,”ucap hyukjae menahan donghae yang kembali mencekik Haru, “hae dengarkan aku…!! Dongsaengmu tak bisa bernafas..!”

 

***

Donghae POV

Kepalaku panas, aku tak menghiraukan apapun, yang memenuhi fikiranku adalah bagaimana caranya aku bisa membunuh namja didepanku.

“hae dengarkan aku…!! Dongsaengmu tak bisa bernafas..!”

Tubuhku kaku, aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan, apa yang lebih penting daripada mengotori tanganku dengan membunuh namja sialan ini.

Cho Kyuhyun…

Dimana dia..!

“di mana dia hyung?” aku melepas peganganku ke Haru, dan beralih meraih pundak Hyukjae hyung, “ dimana kyu..?!” teriakku panik.

“ dia ada di mobil, siwon membawanya,”hyukjae hyung menunjuk kebelakang, dan aku dapat melihat mobil siwon terparkir disana.

Aku berlari, dan segera membuka pintu mobil.

Aku masih berdiri di depan pintu, pandanganku tak bisa lepas dari namja yang tengah terpejam didepanku.

“donghae-ah kau membawa baju ganti?” siwon hyung menatapku sedangkan tangannya meyeka wajah kyuhyun dengan saputangannya, aku hanya bisa menggeleng pelan.

“apa yang mereka lakukan padamu kyu,” aku bahkan tak tahu apa yang harus aku lakukan. Seluruh tubuh kyuhyun basah, matanya terpejam, kerutan didahinya menunjukkan dia sedang merasakan kesakitan yang luarbiasa.

“sebentar…” heechul hyung bergumam, “ sepertinya ada beberapa handuk bersih di kursi belakang,” kemudian dia menepuk pundak siwon hyung, “ ah.. iya.. didalam tas”

Aku segera membuka kancing baju kyuhyun, terdengar suara nafas kyuhyun yang begitu berat.

“pelan-pelan donghae-ah, itu menyakiti kyu,” ucap heechul hyung kawatir,” sepertinya mereka membuat membuat beberapa lebam di perut kyu.”

Aku melepas bajunya dan siwon hyung menyelimuti kyuhyun dengan handuk.

“sepertinya kita harus membawanya ke rumah sakit.” Hyukjae hyung disela-sela menyetir mobil.

Aku terkejut, kyuhyun menarik lengan bajuku, menggelengkan kepalanya pelan, “kita pulang hyung,” dia bersusah payah membuka matanya, nafasnya terputus-putus.

“kyu..” aku menatapnya, dan dia menggelengkan kepalanya pelan.

“aku tak mau mereka tahu, aku tak mau di penjara dirumah mereka lagi hyung…” tatapan kyuhyun membuatku tak bisa menolaknya.

Aku menghela nafas pelan,“tolong antarkan kami pulang hyung,” aku menatap mata hyukjae hyung melalui kaca sepion tengah, hyukjae hyung menatapku sejenak sepertinya dia kurang setuju, namun kemudian dia mengangguk pelan.

Aku tahu heechul hyung dan siwon hyung tengah menatapku, aku hanya membalas menatap mereka lantas menggelengkan kepalaku pelan.

Dan mereka berdua menghela nafas pelan.

Petir bergemuruh diluar sana, dan pada saat yang sama membuatku kaget karena tiba-tiba kyuhyun tersentak, tangan kanannya meremas dadanya, matanya terpejam, nafasnya semakin berat.

Dan seketika ucapan eomma satu jam yang lalu di telpon memenuhi kepalaku, kyuhyun fobia petir.

“kyu… kau kenapa?”siwon hyung mengguncang tubuh kyuhyun pelan.

“sesak hyung… “ jawab kyuhyun pelan.

Aku mengeluarkan headset dari saku celanaku memasangkan ditelinga kyuhyun, lantas menghidupkan Ipod, dan segera memeluk dongsaengku.

“jangan dengarkan petirnya kyu,” aku mempererat pelukanku, “jangan dengarkan kyu, kau akan baik-baik saja…”

Aku dapat merasakan kyuhyun mengangguk pelan, “gomawo hyung..” ucapnya lirih.

 

***

 

Author POV

Donghae duduk di samping kaki kyuhyun, tatapanya tertuju pada dongsaeng kecilnya yang tengah terpejam.

Mereka sudah sampai diapartement donghae sejak setengah jam yang lalu. Baju kyuhyun pun sudah diganti dengan yang kering, namun mereka masih berkumpul diruang keluarga, karena tak mungkin membawa kyuhyun kekamar di lantai 2 dengan kondisinya yang masih sangat lemah, dia tidak kuat menaiki tangga.

“makan lah donghae-ah..” hyukjae hyung menyikut kaki Donghae. “bukankah kau belum makan sejak pagi?”

Donghae tersenyum menatap ketiga ‘hyung’nya yang sedang duduk bersila, semakan nasi kotak tepat didepannya. “ ne hyung… makanlah dulu..”

“kyuhyun akan membaik donghae-ah..!” siwon meletakkan mangkonya sejenak di meja, “badannya sudah tak sedingin tadi,”

Sesekali donghae melihat kyuhyun yang tengah tertidur di sofa, dongsaeng kecilnya itu menghela nafas berat.

Dia terlihat susah bernafas. Padahal dia sudah meminum obatnya bahkan siwon sempat membantu menyuntikkan obat di lengannya.

Donghae berhenti mengawasi kyuhyun, lantas menunduk ketika dirasakan kedua matanya mulai memanas, dia merasakan dadanya seakan perih, dia sadar dia telah gagal, gagal menjaga dongsaeng satu satunya itu.

Air matanya hampir saja jatuh, namun dia merasakan sesuatu yang berat menimpa pundak kanannya.

“sudahlah…” suaranya pelan, “kau kelihatan semakin jelek jika menangis dasar ikan asin,”

Donghae mengerucutkan bibir, menatap kyuhyun yang ternyata sudah bangun dari posisi tidur dan alih-alih bersandar dibahunya, dia masih terpejam tapi seulas senyum terlihat diwajah putih pucatnya. Tangan kanannya menarik selimut hingga menutupi badannya.

“Ya Tuhan… bocah ini benar benar,” siwon menggelengkan kepalanya, “kau sudah sekarat.. kenapa masih sempat sempatnya mengatai donghae,” kini tangan siwon mengusap kepala kyuhyun pelan.

“yah…” donghae menarik pipi kyuhyun, “ begini ini lah dongsaengku… manis bukan..?”

Hyukjae tertawa,”betul katamu hae-ah… kau bisa diabetes sangking manisnya,”

“bahkan kau akan hipertensi…” sahut heechul meletakkan nasi kotaknya, berdiri mendekati kyuhyun dan mengusap keringat yang mengalir diwajah namja kecil yang meringkuk disamping donghae.

hyung… ada satu hal penting yang harus kalian tahu..” kyuhyun bergumam pelan, masih bersandar dipundak donghae dengan mata terpejam.

wae?”donghae dan siwon menyahut, sedangkan hyukjae mengeryitkan kedua alisnya.

Kyuhyun menghela nafas pelan, dan bergumam, “kalian bau…”

 

END

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. femkim
    Jul 19, 2017 @ 16:50:49

    kyu benar evil, tapi kasian juga kyu disiksa sama haru

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: