Love Maids

 

Love Maids

By: Choi Hyera

Humour x Friendship | Cho Kyuhyun x OC | PG-Oneshot

 

***

Author’s POV

 

Dua orang yeoja tengah berjalan pulang sambil memegang es krim dan mereka terlihat memakai seragam sekolah. Di tengah perjalanan, salah satu yeoja tersebut menghentikan langkahnya dan melihat selebaran kertas yang tertempel di tiang listrik.

 

‘DIBUTUHKAN SEORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA DENGAN SYARAT:

– WANITA

– BERWAJAH UNYU

– TA’AT BERDOA

– CINTA KELUARGA

– MANDI 3X SEHARI

– JUARA INTERNASIONAL LOMBA MAKAN KERUPUK

-TIDAK PERNAH MENYERAH WALAU BADAI MENERPA

JIKA ANDA BERMINAT HUB: 081111111111

ALAMAT: JALAN CINTA RW 5 RW 3’

 

Seorang yeoja yang bernama Hyera tersebut membaca dengan teliti brosur di depannya. “Na Young lihatlah, sepertinya aku tertarik,” kata Hyera sambil menatap lekat-lekat brosur tersebut. Perkataan Hyera ternyata tidak digubris oleh temannya dan ia menoleh ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, ke atas dan ke semuanya. “NA YOUNG!” teriak Hyera dengan suara yang bisa membangunkan kerumununan Tikus Sawah. Temannya yang bernama Na Young itu ternyata sudah jalan mendahuluinya.

 

 

 

Na Young yang mendengar suara cempreng tersebut, menoleh dan menemukan Hyera sedang berbincang dengan tiang listrik. Karena penasaran, ia pun menghampiri Hyera. “Heh, kenapa kau mengajak tiang listrik itu berbicara? Oh aku tau, kau galaukan karena Donghae oppa tidak menembakmu, makanya kau curhat dengan tiang listrik,” Kata Na Young sambil memainkan telunjuknya di dagu.

 

“Enak saja kalau bicara, aku masih normal dan otakku masih sebesar otak manusia pada umumnya, Na Young, Lihatlah brosur ini,” Hyera menunjuk brosur tersebut kepada Na Yong. “Emm, tampan juga.” “Bukan yang itu Na Young, tapi yang ini,” Ujar Hyera gemas, karena yang dilihat Na Young adalah brosur iklan pembasmi tomcat, di mana dalam brosur tersebut, terdapat foto seorang namja sedang membasmi tomcat dengan jurus andalannya.

 

Na Young yang melihat brosur yang ditunjuk oleh Hyera, langsung membelakkan matanya. “MWO! KAU MAU JADI PEMBANTU! MANA HARGA DIRIMU! APA KATA DUNIA, HYERA! SUNGGUH TER LA LU! HUH!” Teriak Na Young penuh penekanan yang bisa dibilang lebay bin alay.

 

“Kau tahu sendirikan, aku sedang butuh pekerjaan untuk mengganti rugi kaca jendela ahjussi galak itu!” kata Hyera frustasi sambil membayangkan peristiwa na’as tersebut.

 

FLASHBACK

 

‘JANGAN LUPA NANTI SORE LATIHAN BASEBALL!’

Sebuah pesan singkat tertera di ponsel Hyera. ‘OKE CYIIN :*’. Setelah membalas pesan singkat tersebut, Hyera bergegas untuk bersiap latihan baseball. Baseball adalah olahraga kesukaannya dan ia juga pernah memenangkan beberapa pertandingan Baseball.

 

Sebenarnya Hyera adalah anak orang kaya, tetapi karena orangtuanya mengajari mandiri sejak ia kecil, Hyera berusaha untuk tidak menjadi anak yang manja, tidak seperti anak orang kaya pada umumnya.

 

Setelah berada di lapangan tempat ia biasa berlatih, ia bersiap dan mengambil posisi. Saat ia akan memukul bola, na’as pemirsa pemirsa, bola tersebut harus berjumpa dengan jendela rumah ahjussi yang terkenal galak, yang galaknya bisa melampaui seribu tawon hutan.

 

AIGO! Aku harus bagaimana?” ujar Hyera panik. Bukannya menolong, teman-temannya malah menghilang bagai ditelan tsunami. “SIAPA YANG BERANI-BERANI MELAYANGKAN BOLA BASEBALL KE JENDELA RUMAHKU HA!” ahjussi galak tersebut datang tiba-tiba dan melayangkan tatapan iblis ke seluruh jagat raya semesta alam dunia akhirat amin.

 

Hyera sudah merasa tidak karuan, perasaan GEGANA (GElisah GAlau meraNA) tengah menghampirinya. “sa…sa…saya ah..jussi,” ujar Hyera gugup yang berusaha untuk tidak mengompol. Ahjussi galak itu menghampiri Hyera dan melayangkan sebuah jeweran yang cantik di telinga unyu Hyera.

 

“Ciaat..ciiiaatt..ciiaaatt..adaw.. ampun ahjussi saya tidak sengaja aaaa,” Hyera mengerang kesakitan. “KAU TAU, ITU JENDELA BUATAN JERMAN! ARSITEKNYA SAJA SUDAH BERPENGALAMAN! UANG JAJAN 10 TAHUNMU SAJA ITU TIDAK CUKUP MENGGANTI KACA JENDELA MEWAH CANTIK NAN MAHALKU ITU!” curcol ahjussi yang masih tetap menjewer telinga Hyera.

 

“Ampun ahjussi, sa.. saya akan berusaha mengganti kaca jendela mewah cantik nan mahal ahjussi, sebagai buktinya, saya ga..daikan sarung tangan saya saja.. meskipun terlihat sudah lusuh tapi masih bagus kok ahjussi,” mohon Hyera sambil menyerahkan sarung tangan baseball, yang terlihat lusuh dan bau busuk seperti rindu akan dicuci.

 

“Cih, enak saja kau memberikan sarung tangan gembel seperti ini. Sudahlah, aku beri waktu kau 1 bulan untuk mengganti rugi, tapi jika kau tidak menggantinya, kau akan ku masukan ke kandang Tikus!” kata ahjussi galak seraya melepaskan jeweran nan cantiknya. Hyera mengelus kupingnya yang sudah mirip dengan rambutan yang siap dipanen.

 

“Iya ahjussi, jeongmal mianhae,” ujar Hyera sambil membungkukkan badannya. Ahjussi galak menghela nafasnya kasar dan pergi meninggalkan TKP. Seperti dikomando oleh komandan, teman-teman Hyera kompak keluar dari tempat persembunyian dan mengepung Hyera.

 

“Hyera Gwenchana?”, “Kau tidak digigit ahjussi galak itu kan?”, “Wajah ahjussi itu mirip dengan tukang bakpao”, “Ahjussi itu sudah punya cucu belum ya?”, “Istrinya berapa?”, “Rumahnya berapa?”, “Anaknya berapa?” “Tampan tidak ya?” “Aku mau dong jadi pacarnya”, sahut mereka bersamaan, dari pertanyaan mutu sampai yang tidak sama sekali.

 

Hyera menghela nafasnya kasar, “KALIAN SEMUA JAHAT! KENAPA AKU DITINGGAL SENDIRI! LIHATLAH, TELINGAKU SEPERTI DIGIGIT BADAK! AAAAAA EOMMAAAAA!!!!!!!” protes Hyera pada teman-temannya. “Mian Hyera, kami takut jika ahjussi itu akan menelan kami hidup-hidup, kami masih ingin merasakan masa depan yang cerah, mempunyai keluarga dan anak-anak yang unyu hehe,” ujar salah satu dari mereka. “Sudahlah lebih baik aku pulang!” Hyera meninggalkan teman-temannya dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah tanpa masalah.

 

FLASHBACK END

 

Hyera bergidik ngeri membayangkan peristiwa na’as tersebut. “Apakah kau harus bekerja menjadi pembantu? Orang tuamu kan mampu untuk mengganti rugi, jangankan jendela norak seperti itu, kalau perlu ahjussi itu juga akan dibeli!” protes Na Young. “Aku hanya tidak ingin merepotkan orang tuaku, tapi kalau mereka sampai tau, mungkin aku bisa dijadikan kambing guling, huft,” Hyera merenung meratapi nasib abal-abalnya ini.

 

“Tapi apakah kau yakin? lihatlah persyaratannya, semua tidak masuk akal, sejak kapan pembantu rumah tangga harus juara internasional lomba makan kerupuk? Emang lomba makan kerupuk pernah diselenggarakan tingkat internasional? Lomba makan kerupuk kan biasanya hanya diselenggarakan di kampung-kampung, persyaratan macam apa itu? Sekalian saja lomba makan jengkol” ujar Na Young watados.

 

“Memang sih, tapi kalau belum dicoba kan belum tahu, walaupun aku hanya menang lomba makan pete gosong, itu tidak masalah,” kata Hyera mengingat lomba Agustusan tahun kemarin.

“Terserah kau kalau begitu, aku sebagai sahabat yang baik hati, tidak sombong dan tidak pernah berbohong hanya bisa mendukungmu,” ujar Na Young bijak sebijak Mario Teguh. Hyera menyipitkan matanya, “tumben kau mengerti perasaan sahabatmu yang malang ini.”

 

“aku memang mengerti perasaan siapa saja, apalagi perasaan tukang cireng yang sedang menunggu pelanggan datang itu, bagiku dia membutuhkan kita, bagaimana kalau kau mentraktirku, pasti pekerjaanmu akan lebih mulus lagi,” usul Na Young yang sudah melenceng dunia perusulan. “Halah, ujung-ujungnya pasti makanan, ya sudah lah kajja,” ujar Hyera menggeret tangan Na Young ke gerobak cireng, yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri dan berpesta cireng.

***

Esoknya, setelah Hyera pulang sekolah, ia langsung menuju alamat yang tertera di brosur pencarian bakat pembantu. Setelah ia sampai dirumah yang ia tuju, Hyerapun kaget, “besar juga rumahnya, pembantu satu saja tidak cukup membersihkan rumah sebesar ini,” ujar Hyera takjub dengan rumah yang akan menjadi calon tempat ia akan bekerja nanti.

 

Hyera memencet bel, kemudian ia disambut oleh seorang ahjumma paruh baya. “Annyeong, ada apa?” kata ahjumma tersebut ramah. “Annyeong, saya ingin melamar menjadi pembantu rumah tangga di sini ahjumma,” Ujar Hyera mengeluarkan senyum manisnya semanis gula aren. Ahjumma itu memandang Hyera dari atas sampai bawah. “Kalau begitu, masuklah dulu, kita bicara di dalam.”

 

Hyera dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu, bersebrangan dengan sang ahjumma. “Kau yakin mau melamar menjadi pembantu? Sepertinya kau masih SMA?” tanya ahjumma hati-hati. “Ne ahjumma, saya yakin, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini.”

 

“Apakah saya boleh tahu, mengapa kau sangat ingin bekerja di sini?” tanya ahjumma menatap lekat-lekat mata Hyera. ‘Cantik juga, sayang sekali jika harus menjadi pembantu, cocoknya itu jadi menantuku’ batin ahjumma ngarep.

 

“Saya harus membayar uang sekolah saya ahjumma, kasihan orang tua saya harus bekerja keras setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya, saya ingin mengurangi beban mereka ahjumma, jebal, terima saya sebagai pembantu di rumah ini,” Ujar Hyera berbohong, tidak mungkin juga kan ia jujur, bahwa ia harus mengganti kaca jendela buatan Jerman yang cantik mewah nan mahal, bisa-bisa dikira Hyera adalah anak kurang kerjaan memohon-mohon menjadi pembantu hanya untuk kaca jendela.

 

“Kasihan sekali kau nak, baiklah kau diterima bekerja disini, karena kau pagi harus sekolah, maka kau kesini setelah pulang sekolah saja,” ujar sang ahjumma tersenyum lembut. Mata Hyera berbinar, seperti mendapatkan diskon panci besar-besaran.

 

Ghamsahamnida ahjumma, saya akan bekerja semaksimal mungkin.” “Ne, Siapa namamu nak?” tanya ahjumma. “Hyera, Choi Hyera ahjumma,” Jawab Hyera. “Hyera, nama yang cantik, seperti orangnya,” puji sang ahjumma yang membuat Hyera tersipu malu, untung saja kepalanya tidak bertambah besar. “Ah, ahjumma bisa saja,” Kata Hyera malu-malu tomcat. “em, ngomong-ngomong, kenapa persyaratan di brosur yang ahjumma sebarkan, sedikit aneh ya?” lanjut Hyera, ia merasa penasaran dengan persyaratan itu.

 

“Hehe, saat itu ahjumma lagi galau, makanya ahjumma tulis sembarangan, tapi untung saja ada yang berminat hehe,” ujar ahjumma nyengir tomcat. “Oh, hehe,” kata Hyera, ia merasa heran, ternyata efek galau bisa berpengaruh pada brosur pencarian bakat pembantu.

 

“AKU PULANG” tiba-tiba terdengar suara yang entah asalnya darimana, mungkin saja datang dari gua hantu atau dari kantung ajaib doraemon? Hah entahlah. “Kau sudah pulang nak, sini duduk dulu, eomma akan mengenalkan seseorang padamu,” kata sang ahjumma kepada seseorang yang entah dari mana asalnya itu, dan ia ternyata anak dari sang Ahjumma.

 

“Nanti saja eomma, aku lelah.” Kata sang anak seraya menaiki anak tangga menuju kamarnya. “Huh, ya sudah, Itu anak ahjumma, namanya Kyuhyun, memang sih agak terlihat dingin, tapi sebenarnya baik kok, hanya saja kalau galaunya kumat, ya seperti itu hehe,” kata ahjumma memperkenalkan anak semata wayangnya.

 

“oh ya kau sekolah dimana dan kelas berapa?” tanya ahjumma. “Saya sekolah di Shinwa Senior High School, kelas 12,” jawab Hyera. “Oh, kalau Kyuhyun sekolah di Seoul Senior High School, dia juga kelas 12, sekolah kalian juga berdekatan kan?” tanya ahjumma. “Iya ahjumma, em ahjumma, sepertinya saya harus pulang, saya takut orang tua saya mencari saya,” kata Hyera sambil melihat ke arah jam tangannya yang menunjukan pukul 08.00 p.m..

 

Ne, besok kau bisa langsung bekerja di sini,” kata ahjumma seraya mengantarkan Hyera keluar. “Ghamsamnida ahjumma, saya pulang dulu, annyeong,” pamit Hyera. “Annyeong, hati-hati di jalan,” ujar ahjumma sambil mendadahkan tangannya.

***

Esoknya saat Hyera berangkat sekolah seperti biasa. Setelah sampai di dikelas ia duduk berdampingan dengan sahabat setia lahir dan batin, siapa lagi kalau bukan Na Young. “Bagaimana?” tanya Na Young. Hyera mengeryitkan dahinya, “bagaimana apanya?” tanyanya tidak mengerti.

 

“Aish, ya bagaimana seleksi pencarian bakat pembantunya?” tanya Na Young sabar. “Oh, lulus. Apa sih yang Hyera tidak bisa? Jangankan melamar menjadi pembantu, melamarmu aku juga bisa haha.”

 

“Ish, aku jadi illfil dekat-dekat denganmu,” ujar Na Young menjaga jarak dengan Hyera. “Justkid bro, kau tau tidak, ternyata majikanku punya anak lelaki yang seumuran dengan kita,” Kata Hyera sambil tersenyum gaje. “Oh ya? Tampan tidak? Tampan mana sama Donghae oppa?” tanya Na Young antusias dan kembali menggeser tempat duduknya mendekati Hyera.

 

“Eem, kalau dilihat-lihat, tampan anak majikanku sih, namanya Yu? Yuyu? Yuyu Kangkang? Eh bukan, em siapa ya? Gyu Kyu? Kyurila? Kyumat? Kyurap? Kyudis? Kyutu? Aarggg siapa ya? Kyu? Kyuhyun ah iya Kyuhyun hehehe,” Ujar Hyera setelah menebak nama sampai ber uban.

 

“Cieee, segitunya nginget nama, jangan-jangan ada yang lagi polling in lop, mau dikemanain Donghae oppa?” kata Na Young sambil menyenggol tangan Hyera. “Ish, apaan sih, Donghae oppa kan bukan siapa-siapa aku,” ujar Hyera sambil memanyunkan bibirnya 5 cm. Na Young hendak ingin melanjutkan ucapanya, tetapi songsaengnim telah masuk kelas dan pagi itu telah dimulai pelajaran seperti biasa.

***

 

Setelah pulang sekolah Hyera langsung menuju tempat ia bekerja sekarang. Hyera pun sampai dan menekan bel dan iapun sudah disambut oleh ahjumma. “Annyeong Hyera, kau sudah datang, ayo masuk,” kata ahjumma mempersilahkan Hyera masuk. “Ne ahjumma,” kata Hyera tersenyum.

 

“Hyera, kau membawa baju gantikan?” tanya sang ahjumma. “Ne ahjumma.” “Kau ganti baju dulu, setelah itu kau ke dapur membantu ahjumma masak ya,” titah ahjumma. “baik ahjumma, saya ganti baju dulu ya ahjumma.” Hyera akan melangkah mencari tempat untuk mengganti bajunya, akan tetapi langkahnya terhenti karena ahjumma memanggilnya.

 

“Hyera, kau tau dimana kamar mandinya?” tanya ahjumma yang membuat Hyera sadar. “Oh iya, di mana ahjumma?” Hyera salah tingkah dan hanya nyengir gaje. Ahjumma tersenyum melihat Hyera yang kelihatan salah tingkah, “kamu lurus belok kanan, nah disitu ada kamar mandi,” jelas ahjumma. “Oh, ghamsahamnida ahjumma,” Hyera pun melangkah ke kamar mandi yang dijelaskan oleh sang ahjumma.

 

Setelah mengganti bajunya Hyera langsung menuju dapur, sebenarnya ia juga bingung di mana letak dapurnya, tetapi mengingat dapur selalu terletak di ruang yang paling belakang, ia mengikuti nalurinya dan sampailah ia di dapur. Hyera menemukan sang ahjumma sedang memotong wortel.

 

Ahjumma,” sapa Hyera. “Ah ne, Hyera, kau bantu ahjumma memotong bawang ya, malam ini ahjumma ingin sekali makan sup,” kata ahjumma tetap berkonsentrasi memotong wortelnya.

 

Makanan telah siap untuk di hidangkan, sambil menunggu waktu makan malam tiba, Hyera memtuskan untuk menyapu. Semua ruangan telah ia sapu bersih tapi hanya satu ruangan yang ia belum sapu dan itu terluhat seperti sebuah kamar.

CKLEK

Suara pintu terbuka terdengar, Hyerapun kaget melihat suasana kamar yang sudah mirip kapal pecah yang dihancurkan Gurita raksasa.

 

Sang empunya kamarpun menoleh ke pintu, “Heh kalau mau masuk, ketuk pintu dulu! Kau tidak diajarkan sopan santun ya?” protes sang pemilik kamar. “Em maaf tuan, saya kira tidak ada orang di kamar hehe,” Kata Hyera sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“Kau siapa?” tanya Kyuhyun yang sadar ada orang asing di rumahnya. “Saya pembantu baru di sini, nama saya Hyera,” Kata Hyera sambil tersenyum manis semanis permen kapas. “Oh,sepertinya kau masih anak sekolah? Kenapa kau mau jadi pembantu? Bagaimana dengan sekolahmu? Apa orang tuamu tidak melarangmu menjadi pembantu?” tanya Kyuhyun bertubi-tubi yang tidak takut ditilang, karena menerobos lampu merah.

 

Ne, saya sekolah di Shinwa Senior High School kelas 12, setelah pulang sekolah saya langsung kesini, saya kan ingin membantu orang tua saya, kasihan mereka bekerja banting tulang untuk mnghidupi anak-anaknya,” Ujar Hyera menunduk pura-pura bersedih.

 

“Waduh, kalian baru kenal tapi sudah terlihat akrab ya, kita makan malam dulu yuk, nanti lagi ngobrolnya,” Kata ahjumma tiba-tiba yang entah datang darimana. Kyuhyun dan Hyera mengikuti langkah ahjumma ke meja makan.

 

Di meja makan Kyuhyun terus memperhatikan gerak-gerik Hyera, seakan Hyera adalah hal yang menarik untuk dilihat. Hyera tidak merasa diperhatikan, terus saja melahap makanannya. “Hyera, semoga kau betah bekerja di sini ya, “ kata appa Kyuhyun yang membuyarkan lamunan Kyuhyun. “Ne ahjussi, ghamsahamnida,” kata Hyera tersenyum.

 

Aigo, senyumnya manis sekali, darimana kau mendapatkan senyum semanis itu Hyera? Kalau semut lihat, pasti kau sudah di kerubungi, Kyuhyun lihatlah, kau tidak tertarik dengan Hyera? Hihi,” cerocos eomma Kyuhyun yang langsung membuat Kyuhyun dan Hyera salang tingkah.

 

“Aisshh eomma, apaan sih,” kata Kyuhyun sambil melihat ke arah Hyera yang sudah seperti udang rebus. “Ciiee, tidak usah malu Kyuhyun, eomma tahu dari tadi kau memperhatikan Hyera terus kan?” goda sang eomma. Kyuhyun merengut dan cepat-cepat menghabisi makanannya.

 

“Aku sudah selesai,” Kata Kyuhyun dan beranjak menuju kamarnya. “Anak itu, kalau lagi cemberut pasti seperti itu ckck,” ujar eomma Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau juga sih, tadi menggoda Kyuhyun, jadi seperti itukan,” Kata sang appa. “Hm, sekali-kali kan tidak apa-apa,” Ujar sang eomma sambil menghabisi makanannya. Hyera dari tadi hanya fokus pada makanannya yang seperti tidak makan 3 hari 3 malam karena bertapa di gua hantu bersama Wiro Sableng.

***

 

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Hyera pamit pada keluarga Cho, kecuali Kyuhyun yang sedang ngambek di kamarnya.

Hyera telah sampai di rumahnya berniat langsung ke kamarnya, akan tetapi eommanya memanggil di ruang tamu. “Hyera, darimana saja kau? Mengapa tidak menghubungi eomma?” tanya eomma Hyera lembut.

 

“Mian eomma, Hyera habis kerja kelompok di rumah Na Young dan ponselku mati, saat aku ingin meminjam ponsel Na Young ternyata ponselnya rusak karena jatuh ke dalam closet,” Ujar Hyera mencari 1250 alasan. “Ya sudah, kau sudah makan?” “Sudah eomma” Jawab Hyera. “Ya sudah ganti bajumu, cuci kaki tangan lalu tidur ne, selamat malam,” Kata sang eomma dan beranjak menuju kamarnya. “Ne, selamat malam eomma,” kata Hyera yang juga beranjak menuju kamarnya.

 

Sampai dikamar, Hyera mencuci kaki tangannya, tidak lupa ia mengganti bajunya dengan piyama. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di ranjang, Hyera memandang langit-langit kamarnya sambil tersenyum dan membayangkan wajah seseorang yang baru ia kenal tadi.

 

“Lelahnya hari ini, tapi juga ada bahagianya kekeke,” Gumam Hyera senyum-senyum sendiri. “Eh, kenapa aku membayangkan namja itu? Apa benar yang dikatakan Na Young bahwa aku sedang polling in lop? Dan itu dengan majikanku sendiri, bukankah itu lucu? Hehe,” lanjutnya. “Aissh, lebih baik aku tidur saja,” Hyera terlelap malam itu dengan sejuta mimpi indahnya.

 

***

 

Hyera dan Na Young keluar kelas dari mereka, karena jam pulang sekolah telah tiba. “Eh ada apa itu kok ramai sekali? Emang tempat pelelangan ikan sudah pindah di depan sekolah kita?” tanya Na Young watados melihat kerumunan manusia di satu titik. “Molla, mungkin ada diskon panci besar-besaran, kajja kita pulang,” jawab Hyera cuek sambil menarik tangan Na Young. Setelah dekat dengan kerumunan itu, Hyera menghentikan langkahnya.

 

“Kenapa Hyera?” tanya Na Young penasaran. Hyera menolehkan wajahnya ke Na Young. “itu anaknya majikanku,” jawab Hyera setengah berbisik dan gugup. “Aigo, tampannya, pantas saja yeoja-yeoja genit itu mengerumuni majikanmu,” Kata Na Young yang bengong melihat Kyuhyun sedang dikerumuni yeoja-yeoja teman sekolahnya. Kyuhyun sedikit risih dikerumuni seperti ini, tapi tetap tersenyum walau kesannya dipaksakan. Kyuhyun melihat Hyera langsung memanggil nama Hyera.

 

“HYERA,” panggil Kyuhyun. Yeoja-yeoja yang sedang mengerumuni Kyuhyun menoleh ke arah yang di panggil Kyuhyun. “Hyera, kau dipanggil tuh, cepat kesana,” Kata Na Young menyuruh Hyera mendekati kerumunan yang menyerupai pasar tersebut. “Lalu kau bagaimana?” tanya Hyera.

 

“Aish, aku bisa pulang sendiri, sudah cepat sana, dari pada kau dipecat?” kata Na Young sambil mendorong pelan tubuh Hyera. Hyera dengan ragu melangkah dengan ragu. Yeoja-yeoja yang mengerumuni Kyuhyun menatap Hyera iri. “Mian semuanya, pacarku sudah datang, aku pulang dulu,” Kyuhyun membungkukkan badannya sedikit dan menggandeng tangan Hyera menuju mobilnya. “Yaaahh” yeoja-yeoja tersebut bubar dengan lemas seperti tidak berhasil mendapatkan kue lapis gratis.

 

Setelah di dalam mobil Kyuhyun menancap gas menuju rumahnya. “Mengapa tuan menjemputku?” tanya Hyera penasaran. “eomma menyuruhku menjeputmu, oh ya, jangan memanggilku tuan, panggil namaku saja,” kata Kyuhyun tetap fokus menyetir. Yang ada dibenak Hyera, sejak kapan ada pembantu dijemput oleh majikan dengan mobil mewah sepert ini? Mungkin ia satu-satunya pembantu yang paling beruntung di dunia.

 

“Ah ne, Gyu? Ryu? Jyu?” kata Hyera mencoba mengingat-ingat nama majikannya. “Kyuhyun,” Ujar Kyuhyun membenarkan kata Hyera. “ya, Kyuhyun hehehe,” Hyera nyengir gaje memperlihatkan barisan giginya. “Oh iya, mengapa kau menyebutku sebagai pacarmu? Jangan berharap ya,” kata Hyera sambil melipat tangannya di dada.

 

“pede sekali kau, aku hanya ingin membubarkan kerumunan yeoja-yeoja tadi,” Kata Kyuhyun sewot. “yee, aku kan hanya bercanda,” Ujar Hyera. Setelah itu mereka mengalami keheningan akut selama perjalan pulang.

***

 

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, kemudian Hyera turun tanpa menunggu Kyuhyun. Eomma Kyuhyun menyambut mereka dengan senyum yang mengembang.

 

“Loh kok pulangnya cepat sekali?” tanya eomma Kyuhyun setelah anaknya dan Hyera berada di teras rumah. Kyuhyun mengernyitkan dahinya, “emang kenapa eomma?” tanya Kyuhyun. “Seharusnya kau itu mengajak Hyera jalan-jalan dulu, kan kasihan setiap hari ia harus bekerja keras,” jawab sang eomma santai.

 

“Ish eomma, aku lelah,” Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan menuju kamarnya. Sang eomma menggeleng-gelengkan kepalanya, “ckck, tidak sopan, ayo Hyera masuk,” kata eomma Kyuhyun sambil menggandeng tangan Hyera.

 

Hyera bekerja seperti biasa, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamar Kyuhyun berniat untuk membersihkan kamar Kyuhyun yang hancurnya bukan main. Setelah sampai di kamar Kyuhyun, ia menemukan Kyuhyun sedang mengukir kayu. Kyuhyun yang sadar ada seseorang masuk ke kamarnyapun menoleh. “Aish, sudah berapa kali sih aku bilang, kalau masuk ke kamar orang, ketuk pintu dulu,” kata kyuhyun sambil menyembunyikan benda yang sedang ia ukir.

 

“hehe, mian Kyu, aku kan hanya ingin membersihkan kamarmu yang sudah seperti kandang gorila ini hehe,” kata Hyera dengan watados. “Apa kau bilang? Aku bisa membesihkan kamarku sendiri, sekarang ku minta kau keluar,” Ujar Kyuhyun ketus.

 

“paling hanya omong kosong, aku tidak pernah melihatmu membersihkan kamarmu,” Kata Hyera sambil menyilangkan tangannya di dada. “memangnya setiap aku membersihkan kamarku sendiri, aku harus wajib lapor denganmu? Seperti RT saja harus mewajibkan warganya wajib lapor jika ada tamu datang ke rumahnya,” cerocos Kyuhyun.

 

Hyera memajukan bibirnya beberapa meter “Ne ne ne aku keluar, oh iya, kau sedang apa Kyu?” tanya Hyera yang penasaran dengan apa yang dilakukan Kyuhyun tadi. “Bukan urusanmu, sudah cepat keluar,” kata Kyuhyun sambil mendorong tubuh Hyera keluar dari kamarnya.

 

Hyera mendengus kesal setelah ia berada di luar kamar Kyuhyun. “Dasar tidak sopan!” ucapnya kemudian beranjak meninggalkan kamar Kyuhyun.

***

 

Malam telah tiba, seperti biasa berpamitan kepada keluarga Cho dan pulang kerumahnya. Ia membuka pintu rumahnya dan mendapatkan eomma dan appanya berada di ruang tamu. “Annyeong eomma appa” sapa Hyera. “Annyeong hyera,” jawab kedua orang tuanya. “Mengapa kau akhir-akhir ini sering sekali pulang malam?” tanya eomma Hyera. “Hyera mendapatkan tugas dari sekolah eomma, yang harus bekerja kelompok dan harus pulang malam eomma,” jawab Hyera santai. “Oh,” eomma Hyera hanya ber ooo ria.

 

“sudah dulu ya eomma appa, Hyera mau ke kamar dulu,” Kata Hyera beranjak menuju kamarnya. “Yeobo, sepertinya ada yang tidak beres dengan Hyera,” kata eomma Hyera. “apanya yang tidak beres?” tanya appa Hyera kepada istrinya tercinta itu.

 

“Lihat saja, dia sekarang sering pulang malam, aku takut jika terjadi apa-apa padanya,” ujar sang eomma terlihat khawatir. “Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa pada Hyera,” jawab appa Hyera menenangkan istrinya. “Kuharap juga begitu.” Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.

***

Sudah 3 minggu Hyera bekerja menjadi pembantu di rumah Kyuhyun. Kyuhyun dan Hyera tambah dekat meski kadang-kadang mereka bertengkar seperti kucing dan tikus. Hingga suatu hari eomma Kyuhyun mendapatkan tamu yang sudah lama ia kenal. Ia adalah teman eomma Kyuhyun dari masa SMA.

 

“Aduh, kenapa baru sekarang berkunjung ke rumahku? Kau seperti orang sibuk saja,” tanya eomma Kyuhyun. “mian, aku harus mengurus butikku,” ucap teman eomma Kyuhyun. Hyera datang ke ruang tamu membawa nampan berisi minuman untuk diberikan kepada tamu eomma Kyuhyun.

 

“Silahkan diminum,” Ujar eomma Kyuhyun. Saat Hyera akan mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya dia. Bagai tersambar petir ribuan volt, dihantam alat pemukul baseball oleh ribuan orang dan disiram kuah soto disaat yang bersamaan. “HYERA,” Ujar teman eomma Kyuhyun yang ternyata adalah jeng..jeng..jeng ‘EOMMA HYERA PEMIRSA-PEMIRSA!’

 

Hyera hanya bisa menundukkan kepalanya. “Kau kenal dengan Hyera?” tanya eomma Kyuhyun pada temannya. “Bukan kenal lagi, dia itu anakku,” kata eomma Hyera. Eomma Kyuhyun kaget bukan main, Hyera tidak berani menatapa mata eommanya. “Apa yang kau lakukan disini Hyera?! Sekarang pulang,” kata sang eomma sambil menjewer telinga unyu anaknya. “Aaa eomma appo,” kata Hyera sambil memengang telinganya.

 

Setelah sampai di rumah ia disidang habis-habisan oleh orang tuanya. “Mau taruh dimana muka eomma Hyera! Emangnya eomma dan appa tidak bisa menghidupimu apa? Sampai-sampa kau harus menjadi pembantu?” kata eomma Hyera sambil menaruh tangannya di pinggang. Hyera hanya bisa menunduk.

 

Mian, eomma appa, Hyera hanya ingin mengganti rugi kaca jendela ahjussi galak itu,” Kata Hyera pelan. “Berapa sih? Kau kira kami tidak sanggup mengganti rugi apa? Sekarang kau eomma hukum, tidak boleh keluar dari kamar selama sebulan, selain sekolah, berangkat dan pulang sekolah diantar oleh supir! Sekarang kau masuk ke kamar!” Kata eomma hyera sambil menghembuskan nafasnya kasar.

 

Hyerapun menuruti perkataan eommanya dan masuk ke kamar. Ia meratapi nasibnya yang akan dikurung dikamar selama sebulan.

“Aaahh, padahal aku masih ingin bekerja di rumah Kyuhyun, ck,” Ujar Hyera jengkel.

***

 

3 minggu sudah semenjak kejadian Hyera tertangkap basah oleh eommanya sedang menjadi pembantu di rumah Kyuhyun. ‘BORED’ kata itulah yang cocok untuk Hyera, karena selama ia di hukum ia tidak di izinkan oleh eommanya.

 

Saat Hyera sedang asyik membaca Novel tiba-tiba ia mendengar suara berisik di balkon kamarnya. Awalnya ia tidak peduli, namun lama kelamaan suara berisik itu berubah menjadi suara namja seperti memanggil nama Hyera. Hyerapun bergidik ngeri, dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya yang ia dapat dari bertapa 3 hari 3 malam di gua hantu, ia pun mendekati balkon dan membuka jendelanya.

 

Setelah ia membuka jendelanya betapa terkejutnya ia mendapatkan seorang namja. “Kyuhyun?” tanya Hyera kaget. “Cepat buka pintunya” jawab Kyuhyun dengan berbisik. Hyerapun bergegas membuka pintu yang ada bi balkon kamarnya.

 

Kyuhyunpun masuk dan tiduran di kasur Hyera, “Kau ini yeoja atau bukan? Kamar seperti terkena angin tornado!” Kata Kyuhyun ketus sambi melihat keseluruh penjuru kamar, bungkus snack bertebaran dimana-mana, novel berserakan, kamar Hyera bukan seperti pada kamar yeoja pada umumnya.

 

Hyera duduk di samping kyuhyun, “kau juga, malah lebih parah!” balas Hyera. “Aku kan namja, jadi tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun santai. “Ish, oh ya, bagaimana kau tau rumahku? Dan untuk apa kau kesini?” tanya Hyera.

 

“Mengucapkan selamat padamu,” jawab Kyuhyun lirih. Hyera kaget sekaligus bingung dengan pernyataan Kyuhyun. “Mwo? Apa maksudmu? Tanya Hyera bingung. “Bukannya kau akan tunangan?” tanya Kyuhyun dan beranjak duduk. “Tunangan dengan siapa lagi? Kau ini ada-ada saja,” Hyera terkekeh mendengar pernyataan Kyuhyun. Kyuhyun bingung degan sikap Hyera, “tapi kata eomma..”

 

FLASHBACK

 

Kyuhyun hanya menggonta-ganti chanel televisinya, seakan acara di televisi itu tidak ada yang menarik. Tiba-tiba eomma Kyuhyun datang dan duduk disebelah anaknya. “Eomma tahu, kau galaukan karena Hyera sudah tidak bekerja di sini lagi,” goda sang eomma. “Aish, mengapa eomma senang sekali sih menggodaku?” tanya Kyuhyun sebal.

 

“Hihi, sudahlah jujur saja, tapi sayang dia sebentar lagi akan tunangan,” Kata eomma Kyuhyun lirih. Kyuhyun membelakkan matanya, “MWO? Hye..Hyera a..akan tu..tunangan?” kata Kyuhyun kaget. “Iya Kyu, apakah kau tidak ingin menemuinya sebelum ia akan tunangan?” tanya eomma yang merasa kasihan pada anaknya.

 

“Cepat beri tahu alamat Hyera eomma,” kata Kyuhyun tergesa-gesa, ia ingin sekali bertemu Hyera. Rindu? Ia hampir mati karena rindu dengan Hyera. “Ne, sabar sedikit, akan eomma tuliskan alamatnya.” Kata sang eomma sambil menulis alamat Hyera di kertas.

 

Setelah mendapatkan alamat Hyera, ia bergegas mengganti pakaiannya dan menancap gas menuju rumah Hyera. Kyuhyun telah sampai di depan rumah Hyera setelah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Kyuhyun hendak memencet bel, akan tetapi ia teringat jika Hyera teringat.

 

Dengan mengikuti nalurinya, ia yakin bahwa kamar Hyera terlentak di lantai atas. Kyuhyun berpikir sejenak bagaimana ia bisa masuk ke kamar Hyera dan ia melihat pohon disamping kamar Hyera. Dengan kemampuan panjat yang ia punya, Kyuhyun berusaha memanjat pohon tersebut dengan susah payah. Akhirnya ia sampai di balkon kamar Hyera dan mengetuk jendela Hyera, tetapi si empunya kamar tidak memalingkan wajahnya sama sekali.

 

Kyuhyun mencoba memanggil nama Hyera berulang kali, “Hyera..Hyera…Hyera buka pintunya,” Kata Kyuhyun setengah berbisik. Hyera membuka jendela dan “Kyuhyun?”

 

FLASHBACK END

 

“Aish lupakan, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman bermain?” Usul Kyuhyun, melupakan sejenak masalah pertunangan tadi. “Boleh juga, aku bosan sekali berada di kamar ini, kau keluar dulu, aku akan mengganti baju.” Kata Hyera.

 

Kyuhyun menunggu di balkon kamar Hyera dan Hyera pun telah siap, menyusul Kyuhyun yang menunggu Kyuhyun di bakon. “Kajja Kyu, aku sudah siap,” ajak Hyera, ia hanya menggunakan kaos dan celana jeans panjang serta sepatu kets. “Kajja, kau bisa memanjatkan?” tanya Kyuhyun. “Bisakah, kalau ini aku ahlinya. “Hyera mendahului Kyuyun mencoba turun dengan pohon.

 

HAP

Mereka turun dan menuju mobil Kyuhyun. Selama perjalanan mereka mengobrol dari yang penting sampai tidak penting dan selalu diselingi oleh tawa, seakan melepas kerinduan mereka.

 

Mereka telah sampai di taman bermain, semua wahana mereka naiki, dari yang ekstrim sampai wahana yang cocok untuk anak kecil, komedi putar contohnya.

 

Setelah puas dengan semua wahana mereka memutuskan untuk pulang, karena malam telah tiba. Hyera yang lelah, tertidur dengan pulas, Kyuhyun yang dari tadi mengajak ngobrol Hyera kesal, karena ternyata ia dicuekin.

 

“Manis sekali,” gumam Kyuhyun menatap wajah Hyera sejenak dan kembali memfokuskan menyetir. Setelah sampai di rumah Hyera, Kyuhyun membangunkan Hyera. Kyuhyun turun dari mobil, tetapi Kyuhyun kaget karena ada mobil appanya di rumah Hyera, “Inikan mobil appa,” gumam Kyuhyun. “Kita lewat depan saja, jika eomma marah, kita jelaskan baik-baik,” jelas Hyera. Kyuhyun hanya mengangguk.

 

Saat akan masuk betapa terkejutnya mereka melihat orang yang mereka kenal, yaitu orang tua Kyuhyun “Nah ini anaknya sudah pulang, kajja duduk, kata eomma Hyera mempersilahkan Hyera dan Kyuhyun duduk. “Eomma tidak marah?” tanya Hyera hati-hati. “mengapa harus marah? Kan anak eomma akan tunangan,” kata eomma Hyera sambil tersenyum menggoda.

 

Hyera bingung dengan perkataan eommanya, “tunangan? Dengan siapa?” tanya Hyera penasaran. “ya tentu saja dengan namja yang ada di sebelahmu,” jawab sang eommanya sambil terkekeh. Kyuhyun dan Hyera kaget bukan main, “benar eomma appa? Tanya kyuhyun pada kedua orang tuannya. “Ne, benar Kyu,” jawab appa dan eommanya.

 

“kenapa kaget seperti itu? Tidak mau tunangan?” kata eomma Kyuhyun. “MAU!” jawab Hyera dan Kyuhyun berbarengan yang membuat seisi rumah tertawa terbahak-bahak. Hyera dan Kyuhyun hanya menunduk malu. “Sebenarnya kami semua sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, karena kalian terlihat suka satu sama lain,” Kata Appa Hyera yang mendapat anggukan dari yang lainnya.

 

Malam itu suasana di rumah Hyera begitu ramai, mebicarakan pesta nanti, gaun yang digunakan Hyera dan lain-lain.

Kyuhyun mengajak Hyera ke taman belakang rumah Hyera, karena ada sesuatu yang harus ia bicarakan. “Hyera,” panggil Kyuhyun. “Ne” Jawab Hyera. “kau senang dengan pertungangan ini?” kata Kyuhyun hati-hati. “Se..senang kalau kau,” jawab Hyera malu-malu tomcat. “aku juga, hehe” kata Kyuhyun yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

Kyuhyun mengeluarkan benda dari saku celananya. “ini untukmu,” kata Kyuhyun sambil menyerahkan benda yang berupa boneka kayu kecil menyerupai namja imut. “Lucu sekali, jadi ini yang kau buat saat aku akan membersihkan kamarmu hari itu?” Tanya Hyera. “Ne, hadiah ini spesial untuk orang yang sudah merebut hatiku ketika pandangan pertama,” Kata Kyuhyun “Gomawo Kyu,” kata Hyera sambil memeluk Kyuhyun dan Kyuhyun membalasnya.

 

Saranghae Hyera,” bisik Kyuhyun

Nado Saranghae Kyu, ” jawab Hyera

 

‘KAU PEMBANTU CINTAKU’ batin Kyuhyun senang.

 

THE END

 

2 Comments (+add yours?)

  1. zahra syifa
    Apr 25, 2017 @ 21:31:23

    haha sumpah ni ff lucu abisss…banyolannya bkin kram perut kkk.
    ciyee yg tunangan. lulus lngsung nikah yahh

    Reply

  2. kylajenny
    Aug 04, 2017 @ 14:15:28

    Eommanya kyuhyun somplak abis bikin poster pencarian bakat pembantunya. Kkkk. Syarat2nya gaada yg normal

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: