Second Wedding

Second Wedding

By: Shinta

Cho Kyuhyun x OC | Romance – Oneshot

***

 

**Kyuhyun POV on**

“Apa?????? menikah dengan putri anda? Apa saya tidak salah dengar, belum ada sebulan saya di tinggal dan di khianati secara mentah-mentah oleh istri yang saya cintai tuan.”

Aku sangat kaget, mendengar tawaran Presdir Park, yang notabene nya adalah sahabat Appa, yang juga musuh dalam bisnis Appa,
“apa kau masih mencintai dya? Walau dya kini telah menjual semua hartamu, dan pergi dengan laki-laki lain, bahkan tega meninggalkan anak nya yang baru berumur satu bulan itu,”

Bila mengingat itu, ingin rasanya kubunuh mereka berdua, sahabat dan istriku, yang telah berkhianat besar pada hidupku.
“tidak, sama sekali tidak ada cinta lagi di hati saya untuk yeoja kurang ajar itu. Saya terima tawaran anda Tuan. Kapan pernikahan nya? Dan kapan saya bisa mendapatkan harta-harta saya lagi?”

Tak butuh fikir panjang bagi ku, yang penting semua hartaku kembali dan aku bisa segera membiayai pengobatan Appa di rumah sakit, masalah pernikahan adalah masalah gampang, belum tentu akan berjalan lancar.
“untuk waktu pernikahan, sebaik nya kau bicarakan dengan putriku presdir cho kyuhun. Dan hartamu, akan kembali setelah pernikahan.”

Sama saja aku disandra kan? Bagaimana bisa ini terjadi padaku Tuhan. Dan wajah anak nya seperti apa? Jangan-jjangan………………
“Apa putri anda mau menikah dengan ku? ingat tuan aku punya seorang baby di rumah, sedangkan putri anda singgle, bahkan belum pernah tersentuh lelaki.”
“itu yang ku kwatirkan, tapi biar aku yg berbicara padanya, kau tunggu saja dya datang kemari hari ini. ya sudah aku pergi dulu.”
“ baik tuan. Selamat jalan”

Aku menunduk hormat sebentar, presdir park hanya membalas nya, dan langsung jalan keluar .sedangkan Sekertaris Jung, langsung menghampiriku masuk ke dalam ruangan. Ku ceritakan semua pada sekertaris baruku itu, dya jadi kegirangan dan jingkrak-jingkrak tak tau arah.

**Kyuhyun POV oof**

######################
***hyun hee POV on***
“Appa…… kenapa appa lakukan ini semua? Appa membuat harga diri ku turun drastis. Kenapa tak appa bunuh saja aku,?”

Ya Tuhan, ambil nyawaku sekarang juga, kenapa appaku, jadi seserius ini menanggap permainan konyol itu? Biasanya, hanya hal-hal kecil yang akan membuatku malu saja, tapi ini?
“ini hukuman karena kau kalah,waktu main catur dengan Ayah, seperti perjanjian kita selama ini. Dan lihat lah umurmu itu, kau sudah tua Park Hyun Hee, mana ada namja muda seperti Cho Kyuhun yang mau dengan mu.”
“Aish……. Dya juga sudah beristri dan punya anak, akan di sebut perempuan apa aku nanti?……..”
“dya sudah tidak mencintai istrinya hyun hee, kini dya merawat bayi mungil yang baru berumur satu bulan itu sendiri apa kau tak ingin menolong anak tak berdosa itu? Apa kau tetap akan membiarkan nya tak terurus? Dan menderita?”
“ Appa, kenapa kau selalu menyerangku dengan sesuatu yang menyedihkan? Bayi itu punya ibu, dan Ayahnya juga kaya, tak mungkin tak terurus.”
“ siapa bilang? ibu nya telah kabur dengan sahabat suaminya, dan semua harta Cho Kyuhun, kini telah di jualnya di bank. Bila kau tak menikah dengan Cho Kyuhun, berarti kau telah menghancurkan suatu kebahagian seorang anak kecil, maka jangan sebut diri mu relawan kemanusia’an”

hhhhaaaaa???? Appa???? Kenapa selalu membawa-bawa pekerja’anku itu? Bisa gila karenanya,aku harus jawab apa? Kalau tidak, rasanya tak mungkin juga, kasian sekali anak itu, tapi kalau iya, apa kesan namja bernama Cho Kyuhun itu pada ku? Di kiranya aku yeoja murahan lagi.

“ jangan pedulikan perkata’an orang sayang, yang penting adalah urusan hati kita, karena hati yang bersih dan suci untuk menolong sesama adalah suatu kebahagia’an dan kebaikan yang sebenarnya. Yang tau diri kita, hanya diri kita sendri, dan orang-orang di sekitar kita.”

Ya Tuhan….. Appa ku, kenapa bisa sebijak ini? sepertinya aku Cuma punya satu jawaban
“ Baiklah appa, aku akan ke perusaha’an Cho Kyuhun sekarang juga, tapi ingat ini bukan karena aku suka namja itu, tapi ini atas nama penyelamatan hak asasi seorang bayi kecil.”
“hahahahahaha, terserah apapun namanya, yang penting putriku akan menikah. Sini-sini appa ingin memelukmu putri ku. Hahahhahhhahahha”

Dalam pelukan Ayah ku ini, aku bisa merasakan betapa besarnya kasih sayang beliau padaku. Ah…..appa,mungkin bila oemma masih hidup tak akan seperti ini akhirnya,
“ini alamat perusaha’an Cho kyuhyun, kau beranikan? Kesana sendirian?” Aku bahkan tak kenal siapa namja itu, bagaimana aku harus menghadapinya?
“akan ku coba Appa, tapi dya baik kan? Atau setidaknya tidak mirip monster……”
“baik atau tidak nya, kuyakin putriku sudah bisa menilai sendiri, jadi Appa mohon, menikahlah dengan nya, agar perusaha’an kita,tak selamanya saingan dengan perusaha’an mereka, kau tau bukan Ayahnya dulu sahabat baik Appa.”

Yang benar saja, appa ku menjadikanku tumbal untuk kebahagia’annya sendiri, sedang aku? Belum tentu bahagia.

“Appa sayang tidak padaku?”
“Sayang, bukan maksut Appa ingin mengorbankan dirimu, mana tega? Lebih baik Appa mati. ini untuk kebaikan bersama, tak mungkin Appa menjodoh kan mu dengan namja yang buruk, Appa sangat sayang padamu, bahkan lebih dari diri appa sendiri. Kamu percaya sama Appa bukan?”

Aku hanya mengangguk, memang sebenarnya, tak mungkn bila Appa akan menjadikan ku tumbal. Aku tau apapun yang Appa lakukan pasti demi diriku.

“Appa sayang dirimu Park Hyun Hee, jadi berangkatlah sekarang juga, hati-hati dijalan sayang.”

Aku meninggalkan kantr Appa dan menuju ke kantr namja bernama Cho kyuhyun itu.

***hyun hee POV end***

##############################
**kyuhyun POV oon**

“ selamat siang, aku Park Hyun Hee, putri dari Presdir Park. Apa kau Ch Kyuhyun?”

Aish……. Yang benar saja ini anak presdir Park? Yang menurut berita tak pernah pacaran itu? Dan yang serng keluar negri untuk jadi relawan kemanusia’an? Sekilas penampilan nya sama dengan yeoja lain, tapi bila di teliti lagi, dya lebih cantik, dari yeoja lain, matanya, terdapat lipatan-lipatan halus, pasti plas nya berkali-kali. Bibirnya, merah ranum dan tipis,ah…… berfikir apa aku ini?

“benar, senang bertemu dengan mu Park Hyun Hee-sii . jad bagaimana? Apa kau setuju dengan pernikahan ini?”

Aku jadi agak gugup di depan nya, hingga terluncur pertanya’an bdh seperti itu dari mulutku. Ah…… aylah kyu, sadar, sadar, sadar. Tidak seharusnya, pertanya’an itu keluar, harusnya ku tawari minum dulu.

“ ya,… aku setuju, tak mungkin aku kemari bila aku tak setuju.”

Dari nada bicaranya, yeoja ini bijak dan tegas, beda jauh dengan see jung, mantan istri ku itu nada bicaranya, terlalu halus dan terkesan di buat-buat.
“Baiklah, apa kau mau minum?
“tidak,termakasih, aku kemari hanya ingin membahas hal ini.”
“oh……iya ma’af. Bagaimana bila kita laksanakan dua minggu lagi?
“Apa? Tidak kah itu terlalu cepat? Kita belum melakukan persiapan apapun,”
“ persiapan apa yang kau mau? Dalam waktu seminggu kita sudah bisa menyebar undangan, mempersiapkan gedung, katering, membeli gaun, cincin, dan lain nya. itu tidak terlalu rumit.”
“hah….???? Ya tidak terlalu rumit, bagimu yang pernah mengalaminya, tapi aku? Aku hanya ingin ini terjadi sekali seumur hidup, jadi kau saja yang persiapkan semuanya. Aku permisi.”

Aish…… dya marah, padaku. Dan wajahnya bila marah lebih terlihat aura nya. Hingga membuat ku melongo saja sa’at mendengarnya, dan tiba-tiba dya keluar ruangan. Ah…… kenapa buru-buru sekali? Aku harus mengejarnya.

**kyuhyun POV end**

########################
***hyun hee POV onn***

Menyebalkan sekali namja bernama Cho kyuhyun itu, dua minggu itu bukan waktu yang panjang. Mana mungkin semua di siapkan dalam dua minggu ini? aku masih jalan dengan kasar, hanya tinggal sedikit karyawan yang tersisa memandangku dengan pandangan aneh, sampai akhirnya, tangan ku di tarik seseorang yang membuatku berhenti untuk berjalan.

“Jangan marah, kita masih bisa membicarakan nya lagi. Ayo kita kembali ke dalam.”

Suara nya lembut sekali, membuatku tak tega untuk menolaknya. Aku di buatnya seperti kerbau yang di cocok hidungnya, manut saja ia tuntun tangan ku menuju ruangan nya.

“Jujur aku tak punya banyak waktu untuk melaksanakan pernikahan, dan waktu senggang yang kumiliki hanya dua minggu ke depan, setelah nya, aku harus kembali focus kerja, dan Appa ku masih di rumah sakit.”

Aish…..suaranya benar-benar membuatku tak tega, bagaimana ini

“kalau kau tak bisa untuk dua minggu kedepan, aku hanya takut bila Appa tak bisa me…….”
“Baiklah, dua minggu lagi. Ma’af telah membuatmu khawatir karna aku marah”

Segera saja ku potong kalimat nya. Jujur aku tak tega melihatnya seperti itu, wajah nya kasian sekali Tuhan……

“benarkah tidak apa-apa? Aku takut mengganggu jadwalmu saja.”
“ tidak dan mulai kapan kita akan mempersiapkan nya?”
“lebih cepat lebih baik bukan? kajja! Kita berangkat sekarang,”
“kemana?”
“kita cari baju pengantin dulu,bagaimana?”
“emh…….”
“sudah ayo berangkat!!!!!!!”

Dengan sesuka hatinya saja ia langsung menarik tangan ku keluar.

***Hyun hee POV end***
#######################
**kyuhyun POV on**

Sudah memasuki hari kesepuluh, berarti empat hari lagi, pernikahan di gelar. Hari ini aku sedang dalam perjalanan pulang bersama Hyun Hee, ini sudah larut malam, kita baru saja mengunjungi gedung tempat resepsi nanti. Untuk semua biaya nya, aku terpaksa menggunakan tabungan Appa, walau tanpa izin beliau tapi kuyakin beliau pasti mengizinkan nya. Cukup banyak habisnya, tapi belum jadi masalah bagiku, kerena Hyun Hee sendiri juga menyumbang banyak sekali. Semua persiapan sudah beres, kita hanya tinggal menunggu hari H nya saja. Tiba-tiba ponsel hyun hee berdering, ku lihat ke arahnya, ternyata dya tertidur, kupinggirkan mobilnya, dan ku ambil pnsel yang di genggaman nya.
“yeobseo? Ah…. Presdir, ya Hyun hee sedang bersama ku,….. tidak, dya hanya sedang tertidur, kami dalam perjalanan pulang. Setengah jam lagi sampai mungkin. Baiklah, tapi di rumahku hanya ada satu kamar. Ah…… iya biar aku tidur di sofa. Baik presdir, selamat malam”

Ah……Presdir Park terlalu tekun pada pekerja’annya, hingga tak ingin pulang dari kantor. Padahal anaknya tak pernah bisa tinggal sendirian dirumah. Kata nya tadi Hyun hee, akan menelpon teman nya bila sampai jam 8 Appa nya tak pulang, sedangkan ini sudah jam 9, hampir jam sepuluh. Ya…… memang sebaiknya dya tidur di rumahku, walau rumah itu kecil, tapi dya akan aman, dan tak ketakutan. Tidur pun ia terlihat damai, memandang wajah nya, ternyata menimbulkan getaran lain di hatiku, tak hanya ingin memilikinya, tapi juga ada hasrat ku untuk selalu menjjaga-dan menjaganya. Beda jauh dengan sa’at aku ada di samping see jung, di samping Hyun hee aku bisa ikut damai, dan sejenak melupa masalalu ku. Tak berani ku menyentuh wajahnya, langsung kujalan kan mbilnya. seperempat jam kemudan, mobil berwarna biru itu sudah terparkir di depan sebuah rumah sederhana dan kecil ini. tak tega untuk ku bangunkan, akhirnya ku gendong ke dalam, tapi ia menyadari nya, dan terbangun

**kyuhyun POV end**
#################################

***hyun hee POv on***
“Apa yang kau lakukan Cho kyuhyun? Kenapa kau pegang-pegang diriku? Kita dimana sekarang?”

Aish….. namja ini, apa yang dya lakukan? Wajahnya dekat sekali dengan wajahku. ingin rasanya ku tinju wajahnya itu, kalau saja ia tak segera menjelaskan nya.

“Tenang dulu hyun hee-ahh. Kau tadi tertidur di mbil. Dan Appa mu tadi telpon, tapi aku yang mengangkat nya, Beliau tidak pulang malam ini, katanya menyelesaikan tugas nya malam ini juga, dan beliau menyuruh ku untuk membawamu pulang dan menginapkan mu di rumahku,”

Ah…… ya Tuhan, Appaku tega sekali meninggalkan ku, bersama namja ini? apa Beliau tidak takut bila aku di apa-apakan? Mana kepalaku pusing sekali.
“ Aku akan pulang, aku bisa telfon suzy, untuk menginap di rumahku, kau tak perlu kwatir.”

Aku turun dari tempat dudukku, menuju ke tempat kemudi, tapi kepalaku benar-benar pusing, seharian ini aku belum makan. Ah….. bodohnya diriku. Hingga beberapa langkah aku berjalan, tiba-tiba saja ‘BruKkkk…..” hampir saja aku terjungkal di aspal yang keras ini, karena pusing. Untung kyuhyun langsung menarikku. Thank’s God

“Bodoh, ini sudah malam sekali, sekarang sudah jam sepuluh, teman mu pasti juga sudah tidur dari tadi. Lihat lah dirimu sudah terlalu lelah untuk pulang, apa yang kau takut kan dariku? Aku tak akan menyentuhmu, disentuh pun tak apa sebenarnya, toh kau juga akan jadi istriku kan,? heheheheehehe”
“apa yang kau bicarakan namja kurang ajar, ku jitak kau”
“Auwwww…… ini sakit Hyun hee,”
“makanya jangan bicara sembarangan, sekarang juga lepaskan tanganmu dari pinggang ku, aku bisa jalan sendiri menuju rumahmu,”
“ah…. Ya, ma’af. Kajja kita masuk”

Kyu hyun berjalan dahulu di depanku, sedangkan kepalaku semakin pusing saja, dan tiba-tiba saja tanpa sengaja ku terjungkal ke depan dan menabrak punggung kyu hyun. Sontak saja dya langsung berbalik dan memegang pundak ku dengan kedua tangan nya, tatapan nya seperti menyelidiki sesuatu,jangan-jangan ia berfikiran aku sengaja menabrak kan diri pada punggung nya.

“kyu, ma’af…… aku sama sekali tidak seng…….”
belum selesai aku mengucapkan kalimat ku, kyu sudah menggendongku ala bridal, menuju rumahnya.

“Bagaimana bisa jalan begitu saja kau terjungkal-jungkal? Sepertinya kau benar-benar lelah? Apalagi kita tadi tak sempat makan siang ataupun makan malam.”
ku coba berontak untuk turun dari gendongan nya, tapi ia terlalu kuat. Sulit sekali mengalahkan tangan nya yang besar itu.

“Diamlah Park Hyun Hee, kau bisa jatuh dan terluka? Apa susahnya untuk diam sebentar saja, aku hanya kwatir jika kau terluka dan akan terlihat jelek di pernikahan nanti.”
***hyun hee POV end***

#####################

**kyuhyun POV on**

Akhirnya yeoja aneh ini diam juga. Sampai di dalam rumah, pembantu ku masih di dalam bersama anakku, ia kaget melihatku pulang bersama perempuan.
“ Tuan, apa perlu aku bawa kyee woo pulang ke rumahku?”

Pasti pembantuku ini berfikir yang tidak-tidak, aku memang belum sempat crita apa pun padanya.

“kyee woo??? Sapa dya kyu?”
“ Dya anakku, apa kau tak ingin terganggu oleh tangisnya, kalau tidak biar ia di bawa pulang oleh Ahjumma.”
“Apa kau ingin ku bunuh jika membiarkan anakmu tidur di rumah orang lain, hanya karena aku tidur di rumahmu? Turunkan aku sekarang juga, aku merasa baikan sekarang.”

Apa yang di ingin kan yeoja ini? aneh sekali.
“Ahjumma, apa malaikat kecil itu sudah tidur?”
Apa? Kenapa gadis ini selalu membuatku terperangah akan setiap kelakuan dadakan nya? Sekarang ia mengambl alih gendongan ahjumma, bahkan aku ragu apa ia bisa menggendong bayi atau tidak, tapi hasil nya? Perfect.
“Hyun hee? Apa yang kau lakukan? Badanmu sedang lelah, kau nanti bisa jatuh bersamanya.”
“ Tak apa kyu, aku ingin sekali menggendongnya, ini pertama kali aku menggendong dan melihat anakmu. Kau diam saja. Ah…… anak siapa sayang? Koq belum tidur? Kyee woo nunggu Appa pulang? Ya nak?? Uhhh….Kyee woo menguap, ngantuk sayang?”

Ya ampun, tak kusangka yeoja ini, pawai juga berbahasa bayi, bahkan Kyee woo yang biasa nya rewel, kini anteng di gendongannya,
“Nona muda, sebaiknya kau beri ia susu, agar cepat tidur, aku tadi sudah membuatnya di kamar”

Ah…… hampir saja aku melupakan kehadiran Ahjumma Sheen. ia harus cepat pulang sebelum jam sepuluh lebih, atau suaminya akan marah padaku.

“ahjumma sheen sebaiknya, kau cepat pulang. ini sudah jam sepuluh kurang lima menit.”
“ah…… ya, tapi apa tidak apa-apa? Aku sedikit kwatir tuan…..”
“tak apa, aku bisa mengurusnya……”

Hyun hee yang sedari tadi sibuk berbicara dengan Kyee Woo,kini mulai menanggapi pembicara’anku dengan Ahjumma.
“Kyu,kau harus mengantar Ahjumma pulang, ini sudah malam sekali”
“Tak perlu nona, rumahku disamping rumah ini tadi, hanya berjalan beberapa langkah saja sampai”
“Tak apa ahjumma, kau akan ku antar sekarang. Kajja kita pergi!!!”
**kyuhyun POV end**

####################

***hyun hee pov on***

“Tak apa ahjumma, kau akan ku antar sekarang. Kajja kita pergi!!!”

Kyuhyun beranjak keluar pintu rumah kecil ini, bersama ahjumma pembantunya. Aku masih sibuk menggendong Kyee woo, sambil tetap ku tepuk-tepuk lembut. Katanya rumah ahjumma dekat sekali denngan rumah ini, tapi kenapa kyuhyun lama sekali? Bayi mungil ini sudah tertidur, aku ingin membaringkan nya, tapi dimana kamarnya? Hanya ada satu pintu di rumah ukuran kecil ini, aku membuka pintunya, dan ada ranjang ukuran sedang, kutidurkan anak ini di ranjang itu, aku sendiri berbaring di samping kanan nya, sedang tangan ku masih melingkar di tubuh bayi lucu ini. ah…… tega sekali ibu yang meninggalkan anak semanis ini sendiri? Sebenarnya yeoja itu manusia apa iblis.

“apa dya sudah tidur?”

Astaga suara kyuhyun benar-benar mengagetkanku saja, jantungku sampai berdetak hebat sekali karenanya. Saking kesalnya aku pada namja pabbo itu, tak ku hiraukan pertanya’annya. Lalu ia melangkah menghampiriku, dan berbaring di sebelah kiri kyee woo. Aku masih tetap diam, tak ingin bersuara, malah ku pejamkan mataku, agar tak bertemu pandang dengannya.

“hey…. Kau belum makan sama sekali Hyun hee. Kau nanti bisa sakit. Aku sudah beli beberapa makanan, Kajja kita makan”

Ah…… ya, baru kusadari kenapa perutku sedikit aneh, nyatanya lambungku memang masih kosong, dan cacing-cacing di perutku mulai merengek. Terpaksa aku harus berdamai dengan kyuhyun.

***hyun hee POV end***

#########################

*author POV on*

Mereka berdua makan dengan santai, sebelum akhirnya kyuhyun buka suara lebih dulu.
“kenapa kau langsung sehat? Padahal tadi keluar dari mobil, tubuhmu sempoyongan. Atau jangan-jangan hanya karena kau ingin ku gendong ya?”

Kyuhyun tersenyum evil, menggoda hyun hee yang sedang menghabiskan sisa-sisa akhir makanan nya. Yang di goda hanya mananggapi nya dengan santai, tak menjawab sama sekali.

“hey…… waeyo?kau diam saja dari tadi. Kajja katakan apa yang membuat mu diam seperti itu ?”

Hyun hee tetap diam tak bersuara, bahkan hingga makan nya selesai .

“Hyun hee-ahh, kajja bersuara lah, kau membuatku serba salah bila terus begini. Bisa-bisa aku gila”

Suara kyuhyun mulai merengek-rengek layak nya anak kecil, namun hyun hee yang terlanjur dongkol dengan nya, tetap mengunci mulut. Kini hyun hee membereskan beberapa mangkok kotornya menuju dapur, dan mulai mencucinya.

“Hyun hee…… apa maumu sebenarnya? Apa kau marah padaku? Tapi apa salahku? Kajja bicaralah, kau buat diriku stress”

Hyun hee masih tetap tak menghiraukan kyu hyun. Bahkan sa’at kyuhyun sudah menghampiri dirinya, ia tetap setia mengunci mulutnya. Kyuhyun masih tetap mengekor pada hyun hee, kemana pun hyun hee berjalan.

“ Sepertinya tak ada pilihan lain selain memaksamu untuk bicara, maka kemarilah hyun hee-ahh……”

Kyuhyun langsung menarik tangan Hyun hee dengan agak kasar, hyun hee yang berusaha memberontak tak bisa apa-apa sa’at kyuhyun memojok kan nya di tembok samping pintu kamar, tenaganya terlalu lemah untuk melawan namja di depannya karena seharian ini hyun hee tak istirahat.

“ Katakan sesuatu, waeyo? Kau diam saja, Apa yang salah dariku? Atau ada masalah apa dengan mu?”

Hyun hee yang seumur hidupnya belum pernah ada dalam posisi yang seperti ini, terlihat shock. Dya ingin bersuara, tapi terlalu kaget, hingga tak mampu mengeluarkan suara nya. Apa lagi sa’at kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya pada hyun hee. Gadis itu berusaha menunduk namun tangan kyuhyun dengan sigap menangkap dagunya, dan memaksanya untuk tetap menatap mata kyuhyun. Hyun hee berusaha berontak lagi namun tetap tak dapat mengalahkan tenaga kyuhyun. Detik selanjutnya, hyun hee pasrah pada nasibnya, hingga bibir kyuhyun mulai menempel pada bibirnya, belum ada setengah detik, tiba-tiba terdengar suara Kyee woo menangis. Otomatis hal itu membuat Kyuhyun kehilangan konsentrasinya dan tak meneruskan niatnya. Hyun hee yang juga mendengar tangis Kyee woo, merasa lega karena apa yang di takutkan nya tak terjadi, dan sa’at ia merasa kyuhyun mulai mengendorkan cengkraman nya Hyun hee langsung mendorong tubuh itu sekuat tenaga, walau tidak terlalu jauh, tapi itu membuat hyun hee bisa melesat cepat menuju suara tangisan bayi mungil itu. Kyuhyun kembali mengekor di belakang hyun hee, yeoja yang kini telah duduk bersimpuh di tempat tidur itu, mengecek popok Kyee woo yang masih kering. Lalu dengan sigap Hyun hee segera mengucir rambutnya menjadi satu gelungan. Menampak kan leher jenjangnya yang mulus. Dan segera mengangkat Kyee woo yang masih menangis untuk di dekapnya sembari dibelainya kepala bayi itu,dan hyun hee mulai mengayunkan kakinya kedepan dan belakang, agar anak itu segera terdiam.sedangkan kyuhyun masih setia terpaku di tempat, anaknya perlahan diam dan sa’at itu dya menyadari bahwa Hyun hee menangis, dya melihat air mata yeoja itu mengalir lembut di wajahnya yang bersih.

*author POV end*
#########################

**kyuhyun POV on**
Dya menangis, aku tau aku tadi salah telah memperlakukan nya seperti itu. Membuatnya tak bisa berkutik, aku benar-benar menyesal Tuhan.

“Mian hyun hee-ah…… jebal mianhe, Mian nee?”

Kulangkah kan kaki ku mendekati dya, yang masih mendekap anakku. Dya masih tetap tak bersuara. Perlahan ku peluk tubuhnya dari belakang, dengan hati-hati kulingkarkan tanganku di pundak nya.

“aku benci kau Cho kyuhyun, aku benar-benar benci padamu, pertama kau tak memberi tau ku bila kau telah punya anak, kedua…..”
“ku kira appa mu telah memberi tahumu tentang hal ini. jadi aku tak memberi tahumu”

Ku potong kalimat hyun hee, yang menyatakan kemarahan nya padaku. *Sa’at itu juga hyun hee menyadari, bahwa Appa nya memang pernah memberi tahunya, tapi dya yang lupa untuk menanyakannya pada kyuhyun. Tak ingin kesalahan nya di ketahui kyuhyun, dya langsung merembet pada penyebab ke dua*

“kedua kau membuatku kaget setengah mati, sa’at pulang mengantarkan ahjumma kau tak bersuara, langsung masuk dan berbicara, tadi aku sungguh takut, ketiga kau menuduhku, pura-pura sakit agar kau gendong. Menyebalkan sekali, ke empat kau memojokkan diriku dan hampir mengambil sesuatu yang selama ini ku jaga, hingga membuatku shock dan tak mampu bersuara……”

Aish…… yeoja ini, lucu sekali. Aku tak bisa untuk tidak tertawa

“kelima, kau menertawakanku Cho kyuhyun. Kau benar-benar sangat menyebalkan sekali.”

Hyun hee marah lagi padaku, bahkan ia melepaskan dekapanku, dan menidurkan kyee woo di ranjang, ku ikut berbaring di belakang hyun hee yang masih tetap melingkarkan lengannya pada tubuh mungil kyee woo, aku iri sekali pada anakku itu.

“hyun hee-yaa jangan marah padaku, bukan maksud ku melecehkan mu, kau tau? kau beda sekali dengan yeoja lain. Kau sangat jauh lebih baik. Kau bisa menjaga apa yang memang harus kau jaga, kau bisa memberi apa yang memang harus di berikan. Jangan menangis lagi, aku minta ma’af. Dan lebih baik begini, marah katakan marah, benci katakan apa yang kau benci, jangan diam saja, karena bila kau diam aku juga tak akan pernah tau, juga itu membuatku serba salah.”

Kujelaskan semuanya panjang lebar, hyun hee mulai mengusap air matanya, sepertinya sudah tak menangis, dan memahami kata-kata yang ku ucapkan . Ku beranikan melingkarkan tanganku pada pinggangnya yang ramping, berharap ia akan mengizinkan nya.

“Ah…… namja pabbo, jangan taruh tangan mu seperti itu, kau buat ku risih. Cepat pindahkan tangan mu itu!!!”
“tak akan ku pindah tangan ku, bila kau tak mema’afkan ku”

Semakin menggodanya, semakin mengasyikan ternyata . Maka semakin kueratkan lingkaran lenganku pada pinggangnya, hingga tubuhku benar-benar menempel pada bagian sisi belakang tubuhnya, bahkan aku dengar jantungnya yang seperti genderang, juga jantungku sama dengannya.

“Kyu, apa kau ingin membuatku marah lagi?”
“kau mau marah lagi padaku? Silakan saja, mumpung ini di ranjang, aku bisa memaksamu bicara lebih banyak dari sebelumnya, hahahahaha ”

**kyuhyun POV end**
##########################

***hyun hee POV on***

Argh……. Menyebalkan sekali. Bisikan kyuhyun di telingaku, juga tawa lembutnya. Meluluhkan semua amarahku, entah pergi kemana amarah yang tadinya sempat membakar hatiku . Hanya ku cubit saja lengan nya yang erat melingkar di pinggangku.

“aooouuuuwwwhhhh………………. Apa yang kau lakukan hyun hee-ahh?”
“lepaskan tangan mu, atau ku cubit lagi kyu……. ?”
“hahahaha kau cubit seribu kalipun tak masalah, tapi kau akan tau akibatnya kan hyun hee?”

Nada mengancamnya kentara sekali, walau suara itu lembut dan sedikit ada unsure guyonannya. Tapi aku tak mau ambil resiko.

“ku ma’afkan kau cho kyuhyun, cepat lepaskan tangan mu dan pindahlah ke sisi kiri kyee woo.”
“tak mau, panggil dulu namaku ‘oppa kyu’, barulah aku akan pindah”

Apa yang di inginkan namja tengik ini? sial……
“ayolah hyun hee, atau kau ingin aku yang membuatmu bersuara?”

Kurasakan hembusan lembut nafasnya mengena tengkuk ku, dan sesuatu yang dingin menyentuhnya. Ku yakin itu hidung kyu yang besar. Sial, aku harus mengakhirinya, sebelum bibirnya yang menyentuh leherku.

“oppa kyu, tolong lepaskan pelukanmu, kau membuatku sesak setengah mati.”

Kyuhyun mengendorkan pelukan nya dan sedetik kemudian kyuhyun sudah pindah posisi di samping kiri kyee woo, dya masih saja tersenyum padahal matanya sudah terpejam. Dasar namja idiot. Aku juga ngantuk setengah mati.

*** hyun hee POV end***

###################################

**kyuhyun POV on**

Kemarin pernikahan ku dengan hyun hee dilaksanakan, walau di selingi gosip sana-sini tentang pernikahan kami, toh tidak sampai mencuat ke media, yang ada hanya hal-hal baik tentang pernikahan ke dua ku ini. aku sudah tau betul ini ulah siapa? Siapa lagi kalau bukan presdir park yang membayar para wartawan itu? Sejak tiga hari lalu perusaha’an dan semua karyawanku sudah kembali pada tempatnya masing-masing, juga kedudukan ku. Appa ku, memutuskan untuk tinggal di rumah hyun hee, karena ajakan Presdir park, juga untuk bernostalgia bersama. Ah…. Ya, istriku. Semalam aku tak melihatnya lagi, setelah pesta usai, aku sibuk berbincang dengan kerabat-kerabatnya, juga dengan Ayahnya,hingga pagi menjelang. Hari ini aku akan mengajak nya pulang ke rumahku. Karena kalau di rumah ini, aku tak mampu untuk berkutik, dan mengerjai hyun hee.

“hyun hee-ah, kajja kita pulang ke rumah baru kita” aku mendekati nya yang sedang mematut diri di depan cermin.
“ah….. ya, kyee woo tadi aku bawa kemari, tapi ia sedang bermain dengan appa kita, bisakah kau mencarinya?”
“ah…. Ne, aku akan mencarinya.”

Aku beranjak pergi meninggalkan Hyunhee di kamarnya sendiri. Sedangkan mataku ngantuk sekali, ah…… sepertinya aku nanti butuh sopir, untuk pergi.
**kyuhyun POV end**

#########################

***hyun hee POV on***

Sore ini sepulang kerja, kyu langsung mengajak ku ke rumahnya. Mau tak mau sepertinya aku memang harus pergi sekarang juga. Jarak rumah nya dengan rumah appa jauh sekali, paling tidak perjalan 2,5 jam. Aku akan merindukan sosok lelaki yang telah merawatku, selama 20 tahun itu. Mobil mulai melaju, meninggalkan pusat keramaian kota seoul, menuju sebuah rumah cukup mewah di atas bukit yang di penuhi dengan rumput-rumput kecil yang hijau. Dari kejauhan tadi terlihat ada sekitar lima atau enam rumah di bukit ini, tapi jaraknya berjauhan sekali.

“kyu, apa ini rumahmu? Kenapa kau tak punya tetangga?”

Aku menoleh padanya sa’at telah sampai, tapi dya nyenyak sekali dalam tidurnya. Aish…… namja ini, aku tak punya kata apapun untuknya. Sulit untuk ku ungkap seperti apa dya.

“emh…… apa sudah sampai? Kenapa berhenti?” namja ini hobi sekali mengagetkan ku, kenapa tiba-tiba menguap begitu, sa’at aku sedang memperhatikan nya.

“mana aku tau? Yang punya rumahkan kau kyu. Ini rumah mu atau bukan? Kenapa kau tak punya tetangga?”

“iya ini rumahku, kajja kita masuk.”

Aish…… senyum evilnya membuatku waspada saja, ia mengeluarkan koper-koperku dari jok mobil, aku masih menggendong kyee woo, dan menenteng satu koper untuk baju-baju kyee woo.

“aigo…… biarkan saja koper itu, nanti aku yang akan mengangkatnya istriku. Bawa sini kopernya, kau gendong saja kyee woo, ne?”
“Ahjusshi kau bisa pulang sekarang, katakan aku rindu Appa.”

Setelah ku serahkan koperku pada kyuhyun, aku meminta sopir ayahku untuk kembali.
“bagaimana bagus bukan rumah ini?”
“bagus sekali kyu!!!!”
“aish…… kenapa kau tak rela sekali mengatakan nya? Kajja kita ke kamar”

Untuk apa namja idiot ini mengajakku ke kamar? Jangan-jangan??? Ah…… tidak-tidak-tidak. Akan ku hajar dya bila sampai mengapa-apakan diriku.
“hei ayo!!!! Kenapa diam saja di situ? Apa kau ingin ku gendong lagi hyun hee-ah?” kyuhyun yang telah ada di tengah tangga memanggilku, dengan senyum evil di wajah nya, ingin ku tonjok dya sa’at itu juga rasanya.

“emh…… kyu, aku rasa kye woo baru saja tidur. Jadi kita harus membaringkan nya sekarang juga.” Aku berusaha untuk mengelak ajakan kyuhyun yang tak ada tujuan nya itu.

“benarkah? Kajja tidurkan dya, kamarnya ada di atas hyun hee ahh…..”

Aku berjalan mengekori kyuhyun, membuka pintu sebuah kamar, interiornya terlalu buruk bagiku. Kenapa kamar bayi laki-laki di beri warna pink? Bedcovernya kuning motif bunga matahari. Tapi aku pilih tutup mulut saja, dan langsung ku tidurkan kyee woo di tempat tidurnya. Bayi ini tidur pulas sekali, aku selalu mengaguminya, sa’at melihatnya tidur.

“kajja hyun hee ahh. Lihat lah ini sudah jam lima, barang-barang mu belum di tata.”
“ah…… ne, kajja!!!”

Baru ku tau, apa tujuan kyuhyun mengajakku ke kamar, aku terlalu berburuk sangka ya Tuhan.

***hyun hee POV end***

########################

**kyuhyun POV on**

Ah…… yeoja satu ini, aneh sekali. Kenapa aku tak boleh membantu menata barang-barangnya, menyentuh bajunya saja tak boleh. Maka aku hanya duduk menonton tv sambil berbaring santai di ranjang. Sebenarnya, rrumah ini belum pernah di tempati lagi semenjak ibu meninggal 5 tahun silam. Karena di pernikahan pertama ku, aku tinggal di apartemen yang juga telah di jual oleh see jung, ah…… dimana yeoja tengik itu sekarang? Apa ia tau aku telah menikah lagi? Dan lebih-lebih-lebih sangat mencintai istriku yang sekarang, dari pada dya.

“kyu, apa kau tidak lapar? Apa tadi kita beli sesuatu yang dapat di makan? Aku lapar sekali kyu, mana tak ada mobil lagi…….”

Rengekan yeoja ini, membuatku iba, bodohnya diriku Tuhan. Aku tak punya apapun untuk dimakan.

“bagaimana kalau kita pesan makanan saja? 5 km dari sini ada restoran pizza cepat saji, dan terima pesanan. Apa kau mau?”
“boleh, kalau bisa suruh agar agak cepat sedikit. Sekarang aku mau mandi dulu sebentar.”
“baiklah. Cepat mandi sana.”

Tepat sa’at hyun hee keluar dari kamar mandi, bel pintu bawah sudah berbunyi.

“kyu, pasti itu makanan nya, cepat ambil.”
“akan ku ambilkan asal, kau panggil aku oppa dulu,”
“ah….. ne, Oppaku yang baik, ambilkan pizzaku.”
“bagus chagiya, akan ku ambilkan sekarang juga”
“mwo??? Chagiya? Itu menjijikan kyu, eh…… oppa”
“hahahahahahaa……………..”

Tak kuhiraukan teriakan nya, toh sampai bawah juga tak kedengaran.

“ini, cepat makan,aku akan tunjukan sesuatu padamu setelah makan”
“asyik……. Apa kau tak mau kyu?”
“oppa,!!!!”
“ah….. ne, oppa. Kau puas?”
“sangat puas!!! Hahahahaha………”
“apa yang kau tertawakan? Tak ada yang lucu”
“apa kau tak makan selama setahun? Lihatlah makanan mu sampai kemana-mana”

“benarkah? Dimana? Bawah? Atau hidung? Ah…. Tisu, tisu, dimana tisuku?”

Menarik sekali yeoja ini, aku benar-benar tak kuasa melihatnya begitu kebingungan. Sedangkan tisunya dimana? Siapa yang tau? Dia sendiri yang menaruhnya.

“kemari, biar aku bersihkan chagi.”
“ah…… ani, aku bisa sendiri”

Gadis ini membuatku kasian saja, kebingungan mencari tisunya. Segera saja ku tarik tangan nya agar tubuh rampingnya jatuh di pelukan ku, lalu ku dongakkan wajahnya.

“kenapa bingung cari tisu? Aku bisa membersihkan nya lebih dari sebuah tisu, pejamkan saja matamu.”

**kyuhyun POv end**

##########################

*author POV on*
Hyun hee sangat kaget sa’at tiba-tiba kyuhyun menarik tangan nya, dan menyuruhnya untuk memejamkan matanya. Namun hyunn hee tetap membuka matanya, dengan sorot meminta bantuan segera. Lalu secepat kilat, kyuhyun melumat bibir mungil istrinya, hyun hee hanya diam dengan ekspresi datar, tak bisa membalas ciuman kyuhyun, yang semakin panas. Hingga kyuhyun menghentikan nya sa’at merasa gadis yang di cintainya ke habisan nafas.

“apa sudah bersih?” hyun hee segera bersuara sa’at terlepas dari cumbuan kyuhyun.
“sepertinya, belum. Apa perlu ku bersih kan lagi?” kyuhyun masih mendekap gadis itu, dengan tampang menantangnya.
“tak perlu, aku rasa cukup bersih. Tadi, apa yang ingin kau tunjuk kan padaku? Bukan ini kan?” hyun hee menagih janji kyuhyun dengan ekspresi datar, entah karena marah atau apa? Tapi wajahnya kentara sekali merah merona
“ah…. Tentu saja tu tadi hanya untuk pembuka’an, yang lain nya ada di sini.”
kyuhyun langsung berdiri dan menggendong hyun hee ala bridal menuju ranjang, entah karena apa hyun hee pasrah saja. Bahkan sa’at semua lampu kamar itu di matikan, dan kyuhyun mencumbunya kembali, dan kini hyun hee bisa membalas ciuman kyuhyun sama panasnya. Namun sa’at kyuhyun mulai menelusuri lekung tubuhnya, hyun hee segera menghentikan nya.
“kyu, jangan dulu untuk itu aku belum bisa”
“apa perlu kuajari?” suara kyuhyun terdengar begitu lembut.
“tidak bukan itu maksudku, aku belum siap dan kita belum mengenal satu sama lain, jangan melakukan sesuatu terlalu jauh dulu, lebih baik kita untuk saling mengenal satu-sama lain”
“ah…… ya, aku ikuti kau. Dan sekarang lihat apa yang akan ku tunjukan padamu chagiya, sini taruh lah kepalamu di sini, dan tataplah atap itu.” Hyun hee mengikuti semua petunjuk kyuhyun, dan menidurkan dirinya di dada bidang namja itu, lalu…… atap itu seperti terbelah dan bentangan langit bertabur bintang dan bulan purnama, terlihat jelas.
“ apa kau suka chagi? Di bawah langit yang indah itu, aku ingin mengenalmu, dan minta ma’af padamu.”
“ma’af untuk apa oppa?” kyuhyun terdiam sebentar tapi tangan nya terus membelai rambut panjang hyun hee, dan sesekali di ciumnya.
“ma’af karena aku hadir padamu, dalam keada’an tidak utuh. Ma’af karena kau menerimaku, dalam keada’an yang tidak sama denganmu.”
“apa yang kau bicarakan? Aku suka kau begini adanya, aku menyayangi kyee woo, seperti anakku sendiri”
“aku tau, tapi untuk tubuhmu, kesuciian mu, yang kau jaga selama ini, akhirnya hanya untuk duda sepertiku.”
“dari aku memahami apa itu cinta dan apa itu pernikahan. Sa’at itu juga aku percaya pada jodoh, aku percaya tuhan mengirimkan sesseorang untuk menikahi ku, entah orang itu kaya atau miskin, jelek atau tampan, pandai atau bodoh,bahkan jika orang itu sudah pernah berkeluarga atau belum, aku tetap menyakininya dya lah jodoh ku, dan dya adalah kau Cho kyuhyun.”
“bahagia sekali hatiku mendengarnya langsung dari bibirmu,ku ingin selamanya seperti ini chagi……….”

                                                        -THE END-

 

3 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Apr 24, 2017 @ 05:12:34

    ceritanya bagus,,
    dya nya aza yg seharusnya dia.

    Reply

  2. Monika sbr
    Apr 27, 2017 @ 18:52:10

    Manis banget ceritanya….

    Reply

  3. kylajenny
    Aug 04, 2017 @ 13:47:04

    Bgs bgs bgs. So sweet kkkk
    Hrsnya tambaahin bagian see jung nyesel atau mati kena karma gt hihihi

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: