Blue Diary’s Solution

Blue Diary’s Solution

By: Miranti G

Fantasy – Friendship | Oneshot

 

hyoin POV

Hari ini hari peringatan kematian appa dan eomma, sama seperti biasanya aku memperingatinya sendiri.

“hyeoin-ah kau yakin tidak mau aku temani ke makam ?”

“tidak perlu moon-ah aku bisa sendiri” jawaban yang selalu ku berikan untuk menanggapi pertanyaan sahabatku yang dia tanyakan setiap tahun

“apa kali ini oppamu juga tidak bisa ikut?” tanyanya lagi

“entahlah, aku rasa dia sibuk, kau tau sendiri pekerjaannya kan?” jawab ku sambil menyiapkan keperluan yang ku butuhkan “ohya, nanti kau tidak perlu menunggu ku, aku pulang sedikit malam” tambahku

“wae?” “hari ini sepulang dari makam, aku harus ke rumah Yoon seongsenim”

“sebenarnya aku mau bilang, kalau malam ini aku tidak bisa menginap di sini. eomma meminta ku pulang, karna malam ini ada acara makan malam keluarga. Mianhae ya…!!!” katanya dengan wajah penuh bersalahnya, aku hanya bisa tersenyum menanggapinya, sepertinya teman ku ini benar-benar teman yang baik, dia selalu merasa bersalah jika tidak bisa menemaniku di apartemen padahal aku tidak pernah memintanya untuk menemaniku di apartemen ku

“aku kan tidak pernah memintamu untuk menemaniku, kau saja yang kepedean” dia memanyunkan bibirnya terlihat sangat lucu bagiku “harusnya kau berterimakasih karna aku mau menemanimu”

“ne..ne..ne… gomawo sayangku… karna kamu sudah menemani tidur malam ku…” kata ku menggodanya

“ya!!! jangan seperti itu… sangat menjijikan” dia bergidik jijik sepertinya, q hanya bisa tertawa karna tingkahnya

“sudahlah, aku harus pergi sekarang” kataku sambil berjalan keluar

“hati-hati..” teriaknya

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

*tantarantarantaantan….*

“yobseyo… ne oppa, wae?”

( “kau sudah ke makam appa dan eomma?”)

“ne, sudah tadi pagi ( “ya! park hyeoin… kenapa kau tidak menunggu oppa lagi?? oppa jadi harus pergi sendiri lagi kan??”) katanya berteriak yang membuatku menjauhkan ponsel dari telingaku

“in kira oppa sibuk jadi in tidak menunggu oppa”

(“hah… baiklah, oppa akan pergi sendiri”) aku merasa sedikit bersalah padanya karna nada bicaranya terdengar menyedihkan, “mianhae oppa”

(“gwenchana, saeng-ah…. jangan merasa berslah seperti itu… oppa akan pergi dengan hyung menejer, kau sedang dimana? apartemen?”)

“ani oppa, aku sedang di jalan kerumah yoon seongsaenim”

(“kalau begitu hati-hati… jangan terlambat makan, jaga dirimu baik-baik… aku mencintaimu”) aku tersenyum mendengar kata-katanya

“in bukan anak kecil lagi oppa… araso, sudah ya… sebentar lagi in sampai, nanti in telfon lagi” kataku sambil memutus sambungan telfon, aku masih mencari dimana letak rumah yoon seongsenim, dari alamat yang ku dapat rumahnya tidak jauh lagi, aku baru pertama kali ke rumahnya karna biasanya kami bertemu di tempat latihan, Aku terus berjalan sampai di depan satu rumah yang ku yakini milik yoon seongsaenim, aku hendak menekan bel rumah itu tapi ku urungkan niat ku saat melihat seorang nenek tua yang terjatuh karna diserempet mobil, aku berlari mendekati nenek itu

“hey…” teriak ku pada mobil yang tadi menyerempet nenek tua, tapi percuma karna mobilnya tetap melaju, lalu aku mendekati nenek tua itu “nenek tidak apa-apa??” tanya ku hawatir sambil membantunya bangun

“iya… nenek tidak apa-apa” “nenek mau kemana? kenapa sendiri dan membawa banyak barang? kenapa tidak meminta bantuan cucu atau putra nenek??” tanyaku runtut aku lihat nenek itu tersenyum

“nenek mau pulang…” dari sekian banyak pertanyaan dia hanya menjawab satu pertanyaan ku

“kalau begitu biar aku antar, dimana rumah nenek??”

“kau gadis yang baik…” katanya sambil tersenyum lagi “tidak perlu, nenek bisa sendiri, guru mu sudah lama menunggu dan ini… untukmu…” dia memberi sesuatu yang ada di dalam tasnya

“diary???” saat nenek itu meletakkan sesuatu di tangan ku, sebuah diary berwarna biru yang bertuliskan

“solution” “ini akan bisa membantumu atau bahkan menjerumuskanmu, tanyakan sesuatu dan dia akan menjawab” kata sang nenek kemudian jalan menjauhi ku, aku tidak mengerti maksudnya tapi bukankah aku harus berterima kasih jika di beri sesuatu “ne….k…???” kemana nenek itu? cepat sekali nenek itu berjalan, tapi sudahlah yoon seongsenim pasti menunggu ku…. aku membelalakan mataku, baru sadar dengan apa yang tadi nenek itu katakan bagaimana dia bisa tau kalau aku akan ke rumah guru ku?? sudahlah…

 

yesung POV

hari ini sungguh melelahkan… untung saja besok kami libur, walau Cuma sehari, itu bisa membuat kami istirahat, oh… aku teringat sesuatu yang baru saja ku beli tadi siang di pedagang asongan dekat H&G “solution” aku membaca sebuah tulisan di sampul diary yang berwarna biru ini, aku tertarik membelinya karna warnanya sapphire blue, warna kebanggaan kami aku membukanya, belum ada satu tulisanpun di sini, q mulai mengambil bolpoin dan menggoreskan tintanya disana

“hari ini sungguh sangat melelahkan…. jadwal kami padat lagi, tapi kami senang karna ternyata masih banyak yang mencintai kami… dan besok adalah hari libur untuk kami, aku belum punya rencana pergi kemanapun karna libur kami hanya satu hari, mungkin aku akan berdiam diri di dorm atau pergi ke H&G membantu keluargaku …..

“sejak kapan kau menulis diary hyung??” tanya seseorang dari belakang ku yang membuat ku menghentikan kegiatan ku “dan sejak kapan kau ada disitu??”

“baru saja, apa kau tidak menyadari kehadiran ku?? kau terlalu serius menulis hyung, lagi pula sejak kapan kau menulis diary? dan dari mana kau dapatkan diary itu?? ELF?” tanyanya terus mencerca ku “semakin tua kau semakin cerewet wookie…” kataku sambil menutup diary itu dan bangun dari dudukku untuk merebahkan diriku di ranjang

“ya! hyung… kenapa tidak langung kau jawab saja pertanyaanku!” protesnya dengan tampang imutnya yang membuatku gemas “ah ne, akan ku jawab pertanyaan mu… aku baru menulisnya, bukan dari elf, tapi aku membelinya di pedagang asongan dekat H&G tadi siang karna warnanya menarik, kau puas dengan jawabanku???” dia tersenyum kemudian berjalan mendekati lemarinya untuk mengambil baju santainya

“ne… kau boleh keluar hyung… aku sudah memasak, yang lain juga sudah di meja untuk makan malam!” “ya! kau boleh keluar hyung… apa maksudnya itu?? kau mengusirku?” kata ku kesal, semakin hari tingkahnya semakin seperti si evil “ani hyungku sayang… aku hanya memintamu untuk makan malam…” katanya dengan agyeonya “kenapa kau harus mengeluarkan agyeo mu??”kataku sambil berjalan ke luar kamar, aku memang selalu kalah dengan agyeonya

 

author POV

hyeoin masih bergulat dengan guling dan selimutnya di atas ranjang bergerak kesini kemari untuk mencari posisi yang nyaman untuk tidur “kenapa aku tidak bisa tidur?? biasanya aku akan tidur jam 10, tpi ini sudah jam 12 malam” gumam hyeoin sambil bangun dari posisi tidurnya ke posisi duduknya “apa ini gara-gara tidak ada jimoon atau…?” dia berhenti bebicara dan berjalan kearah meja belajarnya yang terdapat sebuah buku berwarna sapphire blue, dia membukanya terdapat tulisan di dalamnya

“sepertinya aku akan idur lebih awal malam ini, latihan hari ini yoon seongsaenim begitu semangat aku juga, sampai pergelangan tangan kiriku terkilir, dan rasanya benar-benar sakit….”

ya tulisan tanganya, dia menulisnya saat akan mandi tapi di bawah tulisan itu ada tulisan lagi di dalam kurung (tidurlah lebih larut… itu membantumu melupakan rasa sakitmu sejenak…) tulisan yang singkat tapi membingunkan, itu bukan tulisan tangan hyeoin, hyeoin menemukan tulisan itu setelah dia selesai mandi, hyeoin tidak mengerti maksud tulisan itu, tapi yang lebih dia tidak mengerti adalah asal usul tulisan itu, dia beranggapan kalau buku itu merespon tulisanya, tapi fikiran itu hyeoin buang jauh-jauh, karna dia selalu berfikir secara logis

“apa benar kau merespon ku? tapi… kau hanya sebuah buku… mana mungkin… kau… baiklah kalau benar kau merespon ku… memang apa yang bisa membuat ku melupakan rasa sakit ku??” tanyanya sambil melihat pergelangan tangan kirinya yang sedikit bengkak

“tidak… aku pasti gila jika bertanya padamu…” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menutup diary itu berusaha untuk tidak percaya dengan apa yang ada di hadapanya

“mungki aku butuh sesuatu yang hangat” hyeoin berjalan keluar kamarnya menuju dapur, membuat sepanci ramyeon dan segelas teh hangat untuk disantapnya

*ceklek*

di dengarnya pintu yang tertutup

“apa jimoon datang?? atau ada pencuri??” dia berjalan kearah pintu bersiap memasang kuda-kudanya, sampai di dekat pintu dia melihat sosok yang sangat dia kenal dan sangat dia rindukan “oppa…?” hyeoin langsung menghambur ke pelukan oppanya mendekapnya erat dengan kedua tanganya, ya dia sangat merindukan oppanya satu bulan lebih dia tidak bertemu dengan oppanya, walaupun dia sering melihatnya di tv, tapi itu tidak cukup menghilangkan rasa rindunya

“ya!kau mengagetkan ku…” hyeoin melepaskan pelukanya kemudian tersenyum menatap oppanya

“kenapa oppa ke sini?”

“apa tidak boleh aku pulang ke apartemen ku sendiri?”

“bukan begitu… tapi kenapa tidak menelfon dulu kalau oppa pulang, bagaimana kalau ada teman in yang menginap?”

“apa kau sering membawa teman priamu pulang?” tanya sang oppa sambil berjalan masuk

“yang bilang teman pria siapa? lagi pula mana ada pria yang mau ikut yeoja seperti in?” “memang kau kenapa? hanya pria bodoh yang menolak yeoja manis sepertimu…” katanya sambil mengacak rambut hyeoin

“kau masak ramyeon?” oppa hyeoin berjalan ke dapur mengecek aroma ramyeon yang menyeruak ke ruang tamu “heem… oppa mau??” tawar hyeoin saat dia berjalan membuntuti oppanya

“sudah selarut ini kau baru makan?? sudah oppa katakan jangan terlambat makan, itu tidak baik untuk kesehatan” ceramah oppa hyeoin “aku tidak bisa tidur oppa… jadi aku masak ramyeon, tadi aku juga sudah makan” oppa hyeoin langsung duduk dan mengambil sumpit bersiap memakan ramyeon milik dongsaengnya

“eomma akan marah jika lihat kelakuan anak gadisnya yang makan ramyeon tengah malam, dari pada kau dimarahi eomma biar oppa yang makan…” mendengar kalimat yang diucapkan oppanya hyeoin langsung mengerucutkan bibirnya

“bilang saja kalau oppa lapar!” hyeoin duduk di kursi yang ada di hadapan oppanya melipat kedua tangannya diatas meja “aw…” jeritnya tertahan ketika pergelangan tangan kirinya yang terkilir sedikit tertekuk

“wae??” oppa hyeoin menghentikan makanya karna mendengar jeritan tertahan hyeoin “gwenchana oppa… tangan ku hanya sedikit terkilir karna tadi terlalu semangat latihan judo dengan yoon seongsenim” hyeoin mencoba bersikap biasa agar oppanya tidak hawatir,

“kau yakin?? coba oppa lihat…” diambilnya tangan hyeoin oleh oppanya “ini bengkak… apa sejak tadi tidak terasa sakit?? pasti belum kau pijat?? biar oppa pijat!” hyeoin menarik tanganya “oppa habiskan dulu ramyeonnya…”

 

hyeoin POV

“aaarrghh…. sakit oppa.. pelan sedikit” aku meringis kesakitan, setelah menghabiskan ramyeonya oppa langsung memijat tangan ku “darimana oppa belajar memijat… ish…??” tanyaku sambil meringis menahan sakit…

“hyung menejer, dia selalu kewalahan jika anak-anak sedang cidera kecil jadi dia mengajariku” katanya masih fokus dengan tanganku, ah.. iya aku lupa siapa oppa ku, ternyata dia tidak hanya menjadi oppa yang baik tetapi dia juga leader dan hyung yang baik buat dongsaeng-dongsaengnya. apakah aku belum menceritakan siapa oppaku?? sepertinya iya… oppa ku adalah oppa terbaik yang pernah ku punya, karna sekarang aku hanya punya dia… julukanya

“angel without wings” yang telah menjadi seorang hallyu star beberapa tahun lalu, semua korea pasti mengenalnya. the best oppa bagiku, the best leader, and the best hyung bagi member lain

“park jungsoo a.k.a leeteuk” oppa ku yang sangat aku cintai, lead dari super junior boy grup yang sangat terkenal, ya… aku dongsaengnya… dongsaeng dari sang leader, aku… dongsaengnya?? mereka (elf) pasti tidak percaya karna yang mereka tau sang leader tidak punya yeodongsaeng. jangankan elf member super junior yang lainya pun tidak tau tentang keberadaan ku, hanya ada beberapa yang tau tentang keberadaan ku (lee soman ajushi, prince oppa menejer dan sahabat ku choi jimoon yang adalah yeodongsaeng dari siwon oppa, kalau jimoon mereka semua tau, karna appanya). oppa ku bukan malu mempunyai dongsaeng sepertiku tapi dia tidak mau kalau kehidupanku jadi terganggu, jadi dia merahasiakan keberadaanku selama 6 tahun debut, aku tidak marah justru aku sangat berterima kasih karna dia melakukan itu.

“kau harus lebih berhati-hati saat latihan, oppa membiarkanmu karna kau bilang kau akan baik-baik saja…”

“oppa… namanya juga olahraga, pasti akan ada cidera” aku ptong kata-katanya saat dia mulai menceramahiku lagi “baiklah… oppa mengerti… tapi, apa kau tidak merasa sakit?? cideramu ini lumayan parah… kau ini kan yeoja…” tanyanya heran aku hanya tersenyum “awalnya memang sakit, tapi melihat oppa datang aku bisa sejenak melupakan rasa sakii…t ku…. “aku perlahan menghentikan kata-kataku aku teringat sesuatu…

“jinja?? ooh.. manisnya…” aku sudah tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oppa ku, aku langsung berlari menuju kamarku menghampiri meja belajarku mengamati sesuatu di atasnya mulai menyentuhnya, perlahan membukanya, aku tidak bisa berkata-kata lagi… “in… kau kenapa?” aku mendengarnya tapi aku tidak bisa menjawabnya aku hanya menatap terpaku pada tulisan di buku itu.

 

yesung POV

sepertinya masakan ryeowook semakin enak saja, atau karna aku lelah jadi terasa enak, ah masa bodoh yang jelas semua yang dimasak wookie memang enak… malam ini makan malam terasa sepi, setengah dari kami entah pergi kemana… hanya ada wookie, si evil, si ikan dan kibum (entah bagaimana anak itu ingat akan dorm, aku rasa dia akan segera comeback dengan kami) aku benar-benar lelah… lebih baik aku tidur besok aku harus ke H&G, tapi… sebelum tidur aku akan menyapa elf… aku pergi mengambil ipad yang ada di atas meja tanpa sengaja aku melihat diary itu, dan tidak ku sangka fikiranku langsung beralih ke diary itu… aku membukanya… ada tulisan yang tadi ku tulis dan kulihat tulisanya bertambah (“kau akan lebih baik jika istirahat… ibu mu pasti akan mengerti, tinggalah di dorm”) aku tersenyum melihat tulisan ini, “pasti wookie yang menulisnya… gomawo wook…” aku bergumam sendiri rasanya apa yang wookie tulis benar , baiklah aku akan isirahat… ku urungkan niatku untuk menyapa elf, akan ku sapa kalian nanti saat aku bangun…

……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

“hyung… kau sudah bangun??” ku dengar suara wookie saat aku sedikit membuka mataku, tidak ku hiraukan dia aku kembali menutup mataku untuk tidur, “kau bilang kau akan membantu eommamu dan jongjin di H&G?” “tidak jadi… bukankah kau yang bilang agar aku istirahat di dorm??” jawabku malas “kapan aku bilang gitu?? tapi terserah kau saja… aku akan pergi dengan donghae hyung, aku sudah memasak sarapan, tapi kumasukan ke pendingin kau bisa memanasinya nanti hyung” jelasnya panjang lebar, “kau seperti istriku saja… aku mengerti nanti akan ku kerjakan sendiri” “kalau gitu aku pergi” ku dengar pintu tertutup setelah kata-katanya itu.

 

 

hyeoin POV

“kau sudah selesai??” aku mendengar suara oppa di balik pintu kamar “ne” jawab ku singkat muncul dari sisi lain pintu kamar “tidak bisakah kau tampil cantik saat bersama oppamu??” protesnya ketika melihat dandanan ku yang hanya memakai jeans panjang, kaos oblong putih yang terlihat besar, topi, sepatu olahraga dan tidak lupa tas samping berwarna coklat yang selalu ku bawa kemana-mana

“memangnya ada yang salah dengan dandanan ku?? bukankah kita hanya jalan-jalan keluar?? lagi pula aku memang selalu berpakaian seperti ini kan??” jawabku sekenanya.

“jadi kuliah dan sehari-hari kau seperti ini?? pantas tidak ada namja yang menyukaimu… apa kau tidak punya dress?? akan oppa belikan jika kau tidak punya, kau terlidat seperti seorang namja…” dia memang seorang yang gemar protes, semua yang salah di matanya pasti diprotesnya

“aku punya, tapi aku hanya akan memakainya saat makan malam yang penting… aku nyaman dengan ini oppa… jadi jangan mengacaukan fashion ku… memang kita mau kemana?? awas saja sampai tidak menyenangkan aku sudah membatalkan semua janjiku demi oppa” kalia tau kenapa aku membatalkan janjiku demi oppaku?? padahal hari ini aku ada casting yang peranya benar-benar sangat aku inginkan, tapi lagi-lagi aku penasaran dengan buku itu, jadi aku menulis tentang castingku atau oppa, dan buku itu benar-benar menjawab agar aku memilih oppa karna akan menyenangkan, ku putuskan untuk mengikutinya dan jika buku itu benar aku akan mempercayainya

“hari ini oppa milik dongsaeng tercinta oppa, jadi kemanapu kau mau pergi pasti akan oppa turuti” jawaban yang sangat menggiurkan, aku tersenyum awal yang baik untuk mempercayai buku itu… “baiklah kajja….!!!” aku menarik tanganya semangat

……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

waaw….. hoss…hoss… aku baru saja lari menghindari fans oppa, karna aku memintanya menari di hadapanku, dan fans mengenalinya padahal perlengkapan menyamarnya belum berkurang dari tubuhya… benar-benar melelahkan tapi sangat menyenangkan…. menyenangkan?? tentu saja, aku jadi ingat masa kecil kami, saat aku dan oppa dikejar bibi tetangga karna kami bermain bel rumahnya, tu benar-benar menyenangkan… sepertinya buku itu memang punya kekuatan magic, buku itu benar… ini sangat menyenangkan, aku tidak kecewa dengan keputusanku, oppa benar-benar menuruti semua keinginanku hari ini aku benar-benar bahagia… aku akan mempercayaimu blue diary….

 

yesung POV

“hyung kau di dorm??” hyuk baru saja memasuki dorm, aku masih berkutik dengan remot di tangan ku “ne, gara-gara wookie aku terkurung di dorm…” “memang wookie menguncimu di dorm??” “bukan begitu! Sudahlah, sekarang kau jaga dorm terserah kau mau pergi atau tinggal di dorm yang jelas aku akan keluar, aku sudah terlalu lama istirahat..” akhirnya aku beranjak meninggalkan tv yang masih menyala

“jadi sejak tadi kau menjaga dorm hyung???” hyuk cekikikan saat tau alasan aku tinggal di dorm “harusnya kau tinggalkan saja dorm ini… kitakan punnya double key” dia fikir aku bodoh… aku juga tau kalau dorm ini punya double key “bukan itu hyuk…! tapi… ahh.. sudahlah aku keluar dulu..” “bersenang-senanglah hyung!!!” teriaknya saat aku bejalan keluar dorm. Aku pergi ke tempat parkir berencana akan membantu eomma di H&G, rasanya aku sudah terlalu lama istirahat. Saat aku sampai di tempat parkir aku melihat mobil teukie hyung parkir di sebelah mobilku “teuki hyung sudah kembali?? Kenapa tidak bertemu di dalam?? Sudahlah” saat hendak masuk mobil aku melihat seorang yeoja yang tidak asing berjalan di depan ku “hyeoin-ah..” aku memanggilnya, dia menoleh

“kau..?” aku mendekatinya “sedang apa kau disini? Mencari ku?” saat bertemu aku dia selalu ketus mungkin karna aku selalu menggodanya, dia yeoja seperti amber (walau 1 tingkat di bawah amber sih..) tapi jika melihat tigkahnya saat bersama teuki hyung dia adalah yeoja manja yang menyenangkan, aku sering melihat teuki hyung denganya di konser “ani.. aku hanya…” kata-katanya terhenti, aku tau… pasti dia bersama teuki hyung, aku selalu cemburu jika melihat mereka sedang berdua, hyeoin terlihat berbeda saat bersama hyung, sejauh ini yang ku tau hanya aku yang melihat jika mereka sedang berdua member lain tidak pernah tau tentang hyeoin.

“ahh… katakan saja jika kau merindukanku…” wajahnya memerah entah marah atau malu, aku sngat suka melihatnya, jika semua tau siapa dia pasti tidak akan ada yang percaya, apalagi jka melihat tingkah hyung dan hyeoin saat berdua, semua orang akan berfikir kalau hyeoin yeojachingunya teuki hyung , aku sja yang tau kalau hyeoin yeodongsaengnya teuki hyung cemburu, cemburu? Ya aku menyukainya jauh sebelum aku tau kalau dia yeodongsaeng teuki hyung.

Aku mengenalnya 3th lalu saat dia dirawat di rumah sakit yang sama dengan ku, saat itu aku mengalami kecelakaan mobil, dia juga… dia lehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan itu… awalnya aku tidak tau kalau dia adalah adik kandung dari teukie hyung, walau beda appa tapi mereka tetap saudara kandung, aku tau kenyataan ini secara tidak sengaja. Masalah kecelakaan ku tidak ada yang tau kecuali keluargaku dan agensi. saat itu member sibuk pada kematian omma teukie hyung jadi tidak ada yang sadar kalau aku mengalami kecelakaan, padahal omma bilang aku hampir mati dalam kecelakaan itu, aku sendiri tidak tau persis kejadianya, mereka semua yang mengetahui kecelakaan ini menyembunyikanya dari ku

“hey…” dia menyadarkanku, aku tersenyum ternyata sejak tadi aku melamun “kenapa kau jadi semakin cantik sja sih??” “ya! Jangan menggoda atlet judo jika tidak mau cidera!” sepertinya dia kesal karna aku slalu menggodanya

“ne..ne.. araseo” aku hanya terkikik mendengarnya marah “kau mau kemana? Ah.. menguntit kami lagi ya? Kaukan fans sasaeng!” “sudah ku bilang aku bukan fans kalian” “benarkah? lalu kenapa kau slalu ada saat kami perfom, kalau kau bukan fans? Terus aku sering melihatmu di daerah dorm kami… kau menguntit kami ka?” kata ku asal memancingnya, siapa tau dia akan jujur kalau dia yeodongsaeng teuki hyung

“i…itu..” katanya gagap aku hanya tersenyum, pasti dia bersama teuki hyung. “sudahlah, asalkan kau bukan fans sasaeng yang mengganggu kami itu bukan masalah..” “sudah ku katakan aku bungan fans kalian!!!!” katanya sedikit berteriak “yesungie..” aku menoleh saat nama ku di panggil “hyung…”

“sedang apa kau di sini? Apa kalian saling kenal?” tanyanya sambil menunjuk kami bergantian “tentu saja hyung, dia itu fans sasaeng yang selalu ada saat kita perfom, sekarang saja dia sedang menguntit kita” aku pura-pura saja kalu aku tidak tau hubunan mereka “sudah ku katakan aku bukan fans kalian, dan aku tidak pernah menguntit kalian!” teriaknya padaku, garis bawahi hanya padaku

“hyung mengenalnya? Aku kira selama ini hanya aku yang mengenalnya… hyeoin-ah kenapa kau tidak bilang kalau kau jua dekat dengan member lain kecuali aku? Aku kira kau hanya menyukai aku” aku mengerucutkan bibir ku “kau menyukainya?” “aa..ani oppa, dia saja terlalu pede. Kami sama sekali tidak dekat!” kenapa hyeoin menjawab dengan gagap? Apa dia takut hyung marah?ah.. membuat kesal saja… mereka seperti sepasang kekasih saja, membuatku cemburu

“oppa?? Apa kalian pacaran? Jadi selama ini kau melihat hyung?” “ne.. bukan melihatmu atau suju!” ah… anak ini saat marah saja terlihat manis “kau jangan bicara sekasar in-ah!” “kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah punya pacar? Sejak kapan kalian pacaran? Hah.. aku cemburu…” aku benar-benar cemburu melihat kedekatan mereka “cemburu? Kau menyukai hyeoin?” aku lihat hyeoin membesarkan matanya padahal matanya sudah sangat besar, apa dia terkejut?

“ya, aku cemburu karana yeoja ini bersikap baik padamu, sedangkan padaku dia selalu ketus” bukan hanya itu, aku juga menyukainya tapi seperti yang ku katakan dia slalu ketus jika bertemu aku jadi aku tidak bisa berbuat lebih selain menggodanya “sungi-ah sebenarnya…” kat-kata hyung terputus saat hyeoin menggandeng tangan hyung dan menariknya untuk segera pergi naku rasa dia tidak mau kalau aku tau siapa dia

“oppa… sudah siang ayo kita pergi!” dia merengek manja, rasanya benar-benar beda dengan hyeoin yang ku kenal “yesung-ah kau mau kemana? Kami mau pergi, kau mau ikut pergi dengan kami?”

“andwae , dia tidak boleh ikut oppa… aku tidak mau ada yang merusak acara kita!” dia menyambar pertanyaan hyung sebelum aku menjawabnya merusak? Apa aku ini perusak kesenangan? “hyeo jangan bilang gitu…” “gwenchana hyung… mungkin dia benar aku akan merusak acara kalian…” aku tersenyum “sungi-ah…” “gwenchana hyung… kau bersenang-senanglah” kata ku sambil menepuk lengannya

 

Author pov

“kau kenapa?” “memangnya aku kenapa?” hyeoin berbalik tanya saat leeteuk bertanya padanya “oppa tau kau bukan yeoja kasar, tapi kenapa kau sekasar itu pada yesung?” “aku tidak kasar!!” hyeoin sedikit berteriak mengelak dari pertanyaan leeteuk “kau kasar! Bahkan kau berteriak pada oppa” hyeoin sadar kalau tadi dia berteriak, dia mengalihkan matanya yang menatap luar jendela mobil untuk menatap leeteuk “mianhae oppa…” hyeoin membelai kepala hyeoin sayang dengan tangan kanannya “terjadi sesuatu antara kalian kan?” “ani oppa” hyeoin menyambar pertanyaan leeteuk “bohong… kalau tidak terjadi sesuatu kenapa kau bersikap kasar?” leeteuk masih fokus dengan setir mobilnya “aku… hanya tidak menyukainya!” jawab hyeoin asal “wae?” “tidak bisakah kita tidak membicarakanya?” hyeoin menatap leeteuk memohon “terjadi sesuatu kan?” leeteuk masih mendesak hyeoin bicara “jebal oppa…” kali ini hyaoin benar-benar memelas pada oppanya “haah…” leeteuk meghela nafas panjang dan kembali fokus pada jalan.

 

Hyeoin pov

Sejak perdebatan di mobil tadi, kami hnya diam. Tak sepatah katapun keluar dari mulut kami, bahkan saat ini kami makan dengan sunyi tidak seperti biasanya. Selesai makan pun oppa belum mengeluarkan sepatah katapun, skarang oppa sedang menggunakan penyamaranya untuk keluar dri privat rum “oppa…” aku memanggilnya lirih tapi dia sama sekali tidak merespon ku “kau marah?” kali ini dia merespon q dengan tatapannya “appa karna aku tidak memberi tau alasannya??” “bukan.” Jawabnya sangat singkat, dia melangkah kelur privat room, aku mengikutinya dengan menunduk “hyeoin-ah…” aku dengar seseorang memanggil namaku “moon? Sedang apa kau di sini?” aku sedikit membesarkan mataku terkejut “kau jimoon dongsaeng siwoni kan??” oppa bertanya pada jimoon

“eoh… ne, anyeong oppa…” moon tersenyum kemudian bow “kalian saling kenal??” “ne, kami teman satu kampus oppa!” “hyung!!! Itu kau kan??” aku dengar memanggil oppa dengan suara berat aku melihat kearah orang yang memanggil oppa, siwon oppa “eoh hyeoin? Anyeong…” aku tersenyum “anyeong oppa” aku membalas senyumannya, aku juga tersenyum pada 2 orang di belakang siwon oppa aku kenal mereka, donghae-ssi dan ryeowook-ssi “siwoni? Kau juga kenal hyeoin?” “tentu saja hyung… dia sahabat jimoon, bahkan jimoon sering menginap di apartemenya, dan kau? Sedang apa di sini dengan hyeoin? Apa hubungan kalian? Apa kalian…”

“berkencan?” aku dengar donghae-ssi menyerobot kata-kata siwon oppa “memang kenapa jika aku berkencan dengannya?” “yeoja ini terlalu manis untukmu… juga terlalu muda untukmu… dia lebih pantas dengan ku…” sungguh kata-katanya itu membuatku malu, aku rasa pipiku memerah

“ya! Oppa kau membuat hyeoin malu…” aku menatap tajam jimoon memberi isyarat kalau dia tambah membuatku malu, sepertinya dia mengerti kemudian tersenyum geli “omo…. wajahmu merah, kyeopta-a..” mendengar kalimat yang keluar dari mulut donghae-ssi, aku rasa wajahku tambah merah kemudian aku menunduk menyembunyikan rasa maluku “kalau kau ingin mengencaninya kau harus melewatiku” kata teuki oppa tiba-tiba, ada apa dengannya?? Kenapa dia jadi seperti seorang kekasih yang pacarnya akan di rebut namja lain?

“jadi kalian benar-benar berkencan hyung?” semua menatap ku dan leeteuk oppa tajam “ikutlah dengan ku!” akhirnya kami pulang ke apartemen ku, disana oppa mengatakan kalau aku yeodongsaeng kandungnya, jelas semua tidak percaya karna yang mereka tau oppa hanya punya inyeong eonni, tapi oppa menjelaskan kalau aku dongsaeng kandung dari ayah yang berbeda, akhirnya mereka percaya, mereka heran bagaimana kami bisa menutupi semuanya dari media selama 6th, bahkan untuk member lain lebih dari 6th.

Di apartemen kami bersenang-senag aku lihat jimoon sangat akrab dengan ryeowook dan donghae oppa, oppa? Donghae-ssi yang meminta ku untuk memanggil all member dengan oppa, aku sedikit kaku jika harus memanggil orang baru dengan sebutan oppa, jujur saja aku bukan tipe orang yang mudah beradaptasi dengan orang baru, berbeda dengan jimoon, tapi mereka benar-benar baik walau aku baru mengenal 4 dari 10 member yang ada (terlepas dari 3 member yang hiatus) aku yakin mereka orang-orang yang menyenangkan, bahkan… yesung… seorang yang ku benci juga sangat baik padaku, aku bisa merasakan perhatian yang dia berikan padaku. Aku ingin berhenti membencinya… tapi…

jika aku melihat wajahnya, aku selalu teringat dengan kecelakaan 3th lalu kecelakaan yang membuatku kehilangan omma dan appa, ya semua terjadi karna dia yesung. Hanya agensi, aku dan keluarga yesung saja yang tau tentang kecelakaan itu, pihak agensi memintaku untuk tidak membicarakan ini dengan siapapun termasuk leeteuk oppa, dengan alasan bisa memecah hubungan antara member dan bodohnya aku menyetujuinya…

 

Yesung pov

Aku baru saja masuk ke dorm, tapi aku sudah mendengar jeritan kedua dongsaengku yang sedang bermain game, bahkan mereka tidak menyadari kepulanganku “kau sudah pulang hyung?” aku lihat sungmin keluar dari arah dapur sambil membawa sepanci ramyeon “heem… wookie belum pulang?” “ne, belum ada yang pulang hanya kami bertiga, kau sudah makan hyung? Mau aku buatkan ramyeon?” minnie memang seorang yang sangat perhatian “tidak perlu aku sudah makan, gomawo..” aku tersenyum “minnie, aku mau ramyeon!” titah si evil yang kurang ajar

“shiro! Kau tidak memanggilku hyung!” aku hanya tersenyum melihat tingkah donsaeng ku itu, aku masuk kekamarku, merebahkan tubuhku di ranjang “ahhh…. kau menyebalkan sekali kyu…!” belum semenit aku tenang sudah dikejutkan dengan teriakan hyuk, sepertinya dia kalah “hahahaha…. monkey kau harus masak ramyeon…” kemudian tawa si evil yang terdengar sangat puas… dasar bocah itu…. aku mendekati meja laptop milikku, aku melihat buku biru itu lagi…

aku membukanya lagi aku baca tulisan-tulisan yang ada, aku sadar tulisan pertama yang aku buat dan ada responya itu bukan wookie yang menulis karna setelahnya aku menulis lagi dan ternyata ada respon lagi di bawah tulisanku aku sadar ada yang aneh dengan buku ini, aku tinggalkan buku itu dan pergi mandi. Aku baru selesai mandi saat memasuki kamar aku lihat leeteuk hyung sudah duduk di atas ranjang ku

“kau sudah lama di sana hyung?” tanyaku sambil mengambil kaos dari dalam lemari “tidak, aku baru masuk, sungie… maaf soal tadi siang” “tidak apa hyung, tidak usah difikirkan” kata ku sambil memakai kaos, hyung ku ini benar-benar perasa, hanya seperti itu saja meminta maaf padahal aku sudah sering diperlakukan lebih kasar oleh yeodongsaengnya “eem, sejak kapan kalian kenal??” “sudah lama, wae? Kau takut aku mengambilnya? Tenang saja hyung aku tidak akan setega itu padamu” kataku meyakinkanya kalau aku tidak tau hubungan mereka

“apa kau menyukainya?” “eem…” dehem ku sambil duduk di sebelahnya dan memasang wajah berfikir, hyung menatapku bingung, aku tersenyum “tenang saja hyung, aku tidak akan mengambil yeojamu” “bukan itu maksudku sungie…” dia menatapku serius “apa terjadi sesuatu antara kalian??” aku menatapnya bingung “maksud hyung?” “apa kalian pernah berhubungan, lalu bertengkar?” aku membulatkan mataku

“mana mungkin berhubungan, saat bertemu aku dia selalu ketus,aku hanya sering melihatnya di saat kita perfom hyung… apa kau cemburu padaku hyung? Apa kau fikir aku akan mengambilnya darimu hyung? Kau tega sekali…” aku benar-benar merasa hyung terlalu over padahal hyeoinkan dongsaengnya, bukan yeojanya “bukan itu maksudku sungie… kau jangan salah paham padaku,haah…” dia menghela nafas panjang “sungie… dengarkan aku… sebenarnya hyeoin itu yeodongsaengku…” aku menatapnya datar akhirnya dia mengaku juga “kau tidak terkejut?”

“eoh… benarkah?”aku pura-pura terkejut “apa kau sudah tau? Ekspresimu mengatakan kalau kau sudah tau” tumben dia pintar, aku tersenyum “jadi kau sudah tau? Kenapa kau tidak mengatakanya padaku sungie?” “aku ingin kau yang mengatakanya sendiri hyung…” “haah… oke, itu bukan masalah sekarang, sekarang aku tanya padamu, kenapa hyeoin sangat membencimu?? Apa kesalahanmu?” apa yang dia maksud?, aku menatapnya bingung “hyeoin membenciku?? Aku tidak tau itu hyung…”

“ya!apa kau tidak bisa merasakanya?? Hyeoin hanya akan bicara kasar pada orang yang dia benci!” hyung ku ini senang sekali mengomel “jadi itu alasanya kasar padaku? Aku tidak tau hyung, aku kira dia bicara kasar karna aku sering menggodanya” kataku masih cengengesan “tidak mungkin karna itu…” dia sedikit berfikir

“kenapa tidak kau tanyakan saja sendiri padanya… pergilah hyung! Aku ngantuk” kataku sambil merebahkan tubuhku di ranjang “dia tidak mengaku… ya! Kau tadi mengusirku ya? Virus evil dongsaengmu sudah menyebar ya! Dasar kau…” aku hanya tersenyum “hyung… berarti hyeoin bukan yeojamu kan? bisakah aku…”

“jadi kau menyukainya? kau harus bersaing dengan donghae!” “apa? Donghae?? Aku pasti kalah…” kata ku pesimis “kau harus berjuang…” dia berjalan keluar, haah… bersaing dengan ikan? Aku jadi tidak bisa tidur. aku beranjak ke meja laptop ku, mengambil buku itu lagi, jujur aku sedikit akut dengan itu tapi… aku penasaran aku menulis lagi

“jujur aku sedikit takut dengan mu…. Tapi benarkah kau bisa merespon ku? Kalau begitu… apa aku akan menang bersaing dengan donghae??” tidak seperti saat pertama 1 menit kemudian aku melihat sebuah tulisan di bawahnya “omoyo… kenapa ini lebih cepat??” aku membesarkan mataku (lebih cepat bertindak kau akan berhasil) aku masih terbengong dengan responnya “benar-benar merespon… aku menulis lagi “apa yang harus aku lakukan?” (cari tau kesalahan di masalalu dan minta maaf)

“apa? Minta maaf? Kesalahan masalalu?” memang kesalahan apa yang aku lakukan padanya???

 

Hyeoin pov

Kenapa semua orang hari ini sangat baik padaku? “hyeo…” jimoon berlari mendekatiku “hari ini kau harus ikut aku…” katanya antusias “kemana?” “ada seseorang yang mengundang kita, mereka ingin bertemu dengan kita…” “mereka siapa??” tanyaku masih tidak mengerti “super junior oppadeul…” jadi mereka? Kenapa moon seantusias itu? Ahh dia seorang elf… aku lupa “kau saja… aku malas…” kataku malas, aku memang bukan seorang elf walaupun begitu aku menyukai 1 orang di sana, aku menyukainya sejak mereka awal debut. Tapi aku tidak bisa… “ya! Mereka ingin bertemu dengan yeodongsaeng leader mereka… kajja palliwa!” dia menyeretku… haah anak ini… tapi tidak apa, aku merindukan oppa sejak 1bulan tidak melihatnya karna album baru mereka

…………………………………………………………………………………………………………………….

“anyeong oppa…” jimoon bow di depan seorang yang sangat tidak ingin aku lihat, aku hanya diam tidakmelihatnya “eoh… kalian sudah datang? Mereka sudah menunggu…” dia tersenyum, sungguh… jimoon menarik tangan ku masuk “anyeong…” dia bow lagi saat melihat segerombol pria-pria ini, aku tersenyum dan mengikuti jimoon yang bow “anyeong choi jimoon imnida…” dia memperkenalkan dirinya terlihat sangat antusias aku hanya tersenyum dan menggeleng “eoh.. anyeong” kata mereka bersamaan “dan dia?” kata eunhyuk-ssi “anyeong… park hyeoin imnida..”

kataku tersenyum sambil bow “woa… jadi ini…” kata eunhyuk antusias, aku tidak tau kenapa… dia berjalan mendekatiku menatapku intens, aku juga menatapnya “ya! Jangan menatapnya seperti itu…. Kau menakutinya…” di tariknya dia oleh oppa “ya! Hyung kau curang… kenapa kau menyembunyikan gadis manis bermata besar ini dari kami??” “supaya kau tidak menggodanya…” oppa mengajaku duduk di sebelahnya

“jadi kau benar yeodongsaeng hyung?” seorang yang bertubuh besar shindong-ssi, aku tersenyum “ne” jawabku singkat “hyung dongsaengmu sangat berbeda… dia pendiam tidak sepertimu…” aku tidak tau itu pujian atau apa tapi aku malu “oppa, kau salah… dia tidak pendiam…” protes jimoon karna dia memang sangat mengenalku

“aahh, tentu saja… wajahnya sangat terlihat kalau dia tidak pendiam, ini pasti karna dia malu melihatku yang tampan, juga hyung-hyungku yang tidak setampan aku” pede sekali dia, ah.. magnae mereka memang seperti itu, tidak sengaja aku mengeluarkan seringaiku dan dia melihatnya “lihatlah… wajah aslinya keluar…

”dia terlihat antusias sekali, ini semakin membuatku sebal “hati-hati ucapanmu kyu, kalau kau tidak mau cidera… dia atlet judo!” suara yang sngat ku kenal aku menatapnya tajam, ternyata leeteuk oppa memperhatikan ku dia menyenggolku aku menatapnya “berhenti menatapnya seperti itu” dia berbisik padaku, oke dia benar,lagipula aku tidak ingi mereka menganggapku yeoja galak “yeoja kecil ini atlet judo?? tidak percaya…”

woa… ternyata magnae mereka benar-benar… aku tersenyum sambil menatapnya tajam “mau bertanding?” tantangku padanya, karna dia ku lupakan ingin terlihat manis di depan mereka “andwe…” kata jimoon, aku tau dia tidak akan setuju karna evil adalah biasnya “hyeoin-ah… jangan gila!” aku senang akspresi wajahnya aku tarsenyum

“tidak akan… aku tau dia pernah cidera,lagi pula dia terlihat seperti namja lemah…” evil smile ku keluar, ku juga keluarkan diriku yang sebenarnya, diriku yang tidak jauh dari si evil aku lihat semua ekspresi mereka terkejut “sudah kukutakan oppa dia tidak pendiam…” “baru kali ini aku mendengar seorang yeoja mengatakan aku namja lemah…” dia terlihat lesu… hahahaha… akhirnya semua tertawa. Setelah itu kami mengobrol banyak, sudah kuduga mereka memang orang-orang yang menyenangkan kecuali si evil kyuhyun, dia sangat menyebalkan karna sifafatnya sama sepertiku… aku jadi lebih mudah beradaptasi… mereka benar-benar baik…

“kau terlihat beda..” seorang berbicara dari belakangku, aku diam tidak menjawabnya yesung kenapa dia harus mendekatiku? Padahal aku selalu kasar padanya, dia membawakanku minuman dia duduk di sebelahku, aku beranjak pergi tapi dia menahanku “lepaskan aku… leeteuk oppa akan marah jika aku bicara kasar padamu” nada bicaraku ku buat lebih tenang “kalau begitu, jangan bicara kasar padaku…”

“apa kau fikir aku bisa untuk tidak bicara kasar padamu?” nada bicaraku kini sudah lebih tinggi, aku mencoba melepas cengkraman tanganya “mianhae…” aku menatapnya dia juga, dia mluai menarikku untuk duduk di sampingnya “aku sudah tau semuanya… maafkan aku karna aku kau kehilangan orangtuamu” dia menatapku matanya berair “hyung juga sudah tau, aku sudah meminta maaf padanya… dia memaafkan aku, aku tau aku tidak pantas dengan mudah meminta maaf, karna aku sadar saat itu aku memang salah dan aku mabuk, aku juga menyebabkanmu   menyimpan ini semua sendirian… aku minta maaf…” dia sudah menangis aku lihat wajahnya benar-benar tulus meminta maaf,air mataku juga sudah mengalir tapi… tidak semudah itu… aku melepaskan tanganya dari ku, aku berjalan menuju pintu tapi disana ada oppa yang mehadangku dia menatapku kemudian menggeleng, aku juga menggeleng menolak permintaanya “tidak oppa…” aku berlari keluar dorm merka

 

Yesung pov

Dia melepaskan pegangan tanganku dan pergi leeteuk hyung mengejarnya, dia tidak sengaja menyenggol tasnya yang tadi ada di sampingnya sampai jatuh, “hyung gwenchana?” ryeowook merangkulku berusaha menenangkanku mungkin aku lihat all member sudah merubungiku, aku tersenyum pada semua, menenangkan mereka agar tidak hawatir padaku,aku mengambil tasnya yang sedikit terbuka aku membelalakan mataku “ini….” Aku membukanya

“aku membencinya juga menyukainya”

(menyukainya itu hal yang baik)

“aku ingi berdamai tapi…. Rasa benciku lebih besar…”

(benci membuat masalah tidak berhenti)

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………

“aku tidak boleh mencintai orang yang menyebabkan kematian orang tuaku”

(tidak ada peraturan yang melarangnya)

“aku membencimu….. sangat membencimu yesungie…..”

(kau mencintainya)

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku baca, aku berlarikekamarku mengambil sesuatu yang sama seperti yang ku pegang, aku mengejarnya sampai aku melihatnya berjalan dalam dekapan leeteuk hyung aku berhenti, leeteuk meninggalkanya di hadapanku kemudian menepuk lenganku berjalan melewatiku “kenapa kau senang sekali menyiksa dirimu sendiri?” dia masih diam tak menatapku, aku menunjukan 2 bku yang sama di tanganku dia malihatnya tidak percaya “bagaimana ini…” dia mengambil salah satu buku di tanganku

“kenapa kau tidak menjalankan responya? Kalau kau menjalankanya kau tidak akan lebih lama menderita” dia menatapku tidak percaya “aku juga menyukaimu…” kataku “bicara apa kau?” dia mengelak mencoba pergi dariku

“aku sudah membaca semuanya, jadi jangan mengelak… buku ini adalah isi dari hati terdalam kita, buku ini di berikan pada kita agar kita bisa menyadarinya… jadi jangan mengelak lagi…” dia menatapku “mianhae… aku terlalu egois, aku tau itu tidak sepenuhnya salahmu, tapi aku menyalahkanmu begitu saja… mianhae…” aku mengelus kepalanya tersenyum

“jadi sekarang kita pacaran??” aku lihat wajahnya memerah “bicara apa kau…” dia menepis tanganku dan berjalan kembali ke dorm “ aku tersenyum senang sekali melihatnya malu…

“ya! Masih tidak mau mengaku!” aku merangkulnya dia menghindar, aku mengejarnya dan mengelitikinya dia menggeliat menjauh dari ku “ya!… jangan mengelitiku kalau tidak mau cidera!” aku tertawa hahaha “ancaman mu tidak berlaku….”

 

END

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: