The Hidden Ones

onething

.

Written by: IJaggys

.

Almost love hurts. But if anyone could be my almost-lover, I’m glad it was him.

.

.

“What’s your favorite animal?” satu suara familiar, menghentikan Cho Kyuhyun dari layar ponselnya. Dia menatap seorang wanita, dengan senyuman terukir di wajah sempurnanya, dengan bola mata berwarna biru samudra menatapnya dengan bersahabat.

“I like bears because they eat people like you.” Jika normalnya orang lain mungkin akan merasa tersinggung dengan jawaban sarkastiknya, tapi wanita itu justru tertawa dengan tenang lalu memutuskan untuk duduk disampingnya.

“Good one, but I think people are more like horses. You race as hard as you can and then half go to the stud farm, and half go to the glue factory.   Mendengar perkataan wanita itu, membuatnya tertawa dan tersadar bahwa ini adalah pertemuan mereka yang pertama setelah berbelas-belas tahun lalu.

“Happy to see you back, Cho.” Bisiknya sambil mengambil satu gelas wine dari pelayan yang melintas dihadapan mereka.

“Glad to know you’re still an ass, Han Cheonsa.” Mendengar pria itu menyebutkan namanya dengan lengkap, membuat wanita itu menatapnya dengan tertarik. Dia memutarkan pandangannya memandangi pesta upacara pernikahan ini, sebelum menaruh gelas winenya di tangan Kyuhyun dan memutarkan bola matanya dengan bosan.

“Bisa kau bayangkan, bagaimana kita kembali bertemu setelah berbelas-belas tahun lamanya di upacara pernikahan Donghae dan Nara?”

Kyuhyun tersenyum singkat, mendengar kata-kata itu membuatnya kembali bernostalgia ke masa lalu dimana mereka berdua diam-diam memperjuangkan kedua orang yang kini berakhir diatas altar.

“Ketika pertama kali menerima undangannya, aku berpikir bahwa Nara akan menikahimu—aku sangat terkejut kau tidak berakhir dengannya. Ini selalu menjadi mimpimu—menikah bersama Nara.” Masih segar di ingatan Cheonsa, bagaimana setiap harinya dia akan berhadapan dengan pria dingin itu untuk berdebat bahwa Nara dan Donghae tidak boleh bersatu.

“Aku selalu berpikir kau akan berakhir dengan Donghae—dengan sifat gila dan brengsekmu ketika masa kuliah, sulit untuk membayangkan bahwa kau akan melepaskan apa yang kau inginkan ke orang lain.”

Mereka berdua tidak pernah bersahabat, bahkan walau semua orang menebak bahwa mereka berdua menjalin hubungan yang lebih—Cho Kyuhyun dan Han Cheonsa jauh dari kata itu. Mereka berdua hanyalah dua orang yang berusaha untuk memperjuangkan apa yang mereka inginkan.

“Ya, hingga sekarang aku masih ingin membakar pesta pernikahan ini. Namun, setelah melihatmu duduk sendiri disini, menangisi takdir yang kejam. Aku rasa, aku akan baik-baik saja.”

Walau wajahnya terlihat bercanda, tapi Kyuhyun tahu bahwa Cheonsa mengumpulkan semua kekuatan yang dia punya untuk menghadiri upacara pernikahan seseorang yang benar-benar dia inginkan dalam hidupnya.

Dia sempat mendengar kabar bahwa Cheonsa berhasil mendapatkan Donghae, memiliki apa yang dia inginkan. Dia ingin bertanya lebih mengapa Cheonsa berada disini, dengan semua kemungkinan dan kesempatan yang bisa dia dapatkan untuk bersanding di sisi Donghae hari ini.

Namun dia tahu bahwa semuanya tidak berjalan dengan baik, ketika dia menatap bola mata samudra itu menatapnya dengan kosong.

“You always love him, you both love each other.” Ucap Kyuhyun ketika dia melihat Donghae berjalan menuju altar dengan pandangannya yang lurus menatap Cheonsa. Untuk beberapa saat tatapan Cheonsa terpaku kepada Donghae, sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangannya kearah lain dan tersenyum singkat kepada Kyuhyun.

“No. We almost loved once,” ucapnya sambil mengingit bibir bawahnya, membuka kembali tumpukan kenangan yang berusaha dia lupakan selama ini.

“It was our eyes meeting across a crowded room, and him helping me with a tricky math problem, and grinning when I got it right. And feeling electrified every time our bodies brused against each other.”

Kyuhyun membiarkan dirinya tenggelam dalam suara Cheonsa yang menenangkan, suara yang selalu diam-diam dia harapkan untuk selalu menemaninya ketika dia melalui masa-masa sulit dalam hidupnya.

“Almost love is the worst. It’s full of what-ifs and I-wishes. When you know it could’ve worked under different circumstances, it tears you apart.” Cheonsa menegak wine nya hingga habis sebelum kembali menatap Donghae yang sudah berdiri di altar dengan senyuman hangat yang selalu disukainya, menanti seorang wanita yang dicintainya—dan wanita itu bukan dirinya.

“Almost love hurts. But if anyone could be my almost-lover, I’m glad it was him.” Cheonsa menutup ucapannya dengan sebuah senyuman ringan di wajahnya, dia telah memasang kembali pertahanannya, tanpa membiarkan Kyuhyun menyadarinya.

“Don’t worry, you’ll get used to it.”

Cheonsa menatap Kyuhyun untuk beberapa saat setelah mendengar kata-kata itu, dia tertawa kecil seakan tidak percaya apa yang Kyuhyun ucapkan.

“No, no you don’t get it. Loving someone that doesn’t love back is one thing. But loving someone who you think loves you back, then finding out they never did is a completely different thing. It crushes you. You think everything is great, and you’re so happy, then everything is ripped right out from underneath you. It hurts like hell, and you’ll never get it until you experience it.”

Cheonsa mengakhiri kata-katanya dengan meninggalkan tempat itu, dia tidak ingin berdebat dengan seorang pria yang bahkan tidak pernah berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Baru ketika dia akan berjalan keluar dari sana, dia merasakan Kyuhyun mengenggam tangannya dengan erat—dan detik berikutnya dia bisa mendengar suara pria itu berbisik dengan rendah.

“I know how it feels, because I always love you, Han Cheonsa.”

Dimana setelah itu dia bisa merasakan tangan itu terlepas dari genggamannya, meninggalkannya dengan sebuah kebenaran yang terkuak.

***

.

.

Prolog

.

Kyuhyun menyulut satu batang rokok dengan pemantik yang dia bawa di saku jasnya. Upacara pernikahan telah selesai, Donghae dan Nara tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka. Kyuhyun memberikan senyuman terakhirnya, kepada Donghae sebelum melangkah keluar meninggalkan tempat itu.

Pikirannya masih melayang kepada Han Cheonsa, wanita yang selama ini dia inginkan. Bukan Nara—bukan juga wanita lain. Nara hanyalah alasannya, agar dia bisa berbicara dengan wanita sempurna itu lebih dari dua kata. Dia tahu bahwa Nara selalu menyukai Donghae, dan bagaimana Cheonsa selalu menginginkan pria itu.

Dia masih bisa mengingat bagaimana wajah Cheonsa tersenyum bahagia ketika dia mengatakan bahwa dia akan mengejar Nara dan membiarkan Cheonsa mendapatkan Donghae.

Mungkin itu adalah hal terbodoh yang pernah dia lakukan dalam hidupnya, dan penyesalan terbesarnya mungkin karena dia tidak pernah mengatakan kebenaran itu lebih cepat.

Kyuhyun menarik lintingan rokoknya dengan dalam, dan mengeluarkan asap yang mengepul dari rongga dadanya ke udara.

Untuk beberapa saat dia berpikir bahwa dia bisa memulai segalanya dari awal dengan Cheonsa, tapi dia tahu bahwa kisahnya telah tenggelam di belakang sana. Bahwa dirinya dan Cheonsa, tidak akan pernah bersama.

“Hey, what’s your favorite animal?”

Sebuah suara kembali menarik perhatiannya, ketika dia melihat Han Cheonsa berdiri tidak jauh darinya dengan senyuman ringannya.

“I like horse.” Jawab Kyuhyun tanpa mengubah posisi mereka berdua. Wanita itu menatap Kyuhyun untuk beberapa saat, sebelum tersenyum indah—jenis senyuman yang selalu disukainya.

“Do you want to pet a horse with me?” Cheonsa membiarkan Kyuhyun mendekat ke arahnya, sebelum merangkul tubuhnya, dan berbisik dengan suara rendahnya.

“Yes, as long as I get to hear your shit everyday.” Bisiknya dengan kecupan singkat di kening Cheonsa, yang membuat wanita itu tertawa dengan lepas sebelum kembali membicarakan tentang jenis kuda yang akan mereka beli.

Bagi Cho Kyuhyun mungkin ini semua hanyalah mimpi, tapi untuk beberapa saat dia merasa bahwa dia telah mendapatkan semua yang dia inginkan di dunia ini.

Dan untuknya, dia telah mendapatkan Han Cheonsa.

.

.

In the midst of the chaos of life, we all need someone who takes our hand, holds it tight and doesn’t have to say a word to make it all right. – IJaggys

.

.

fin

.

.

Happy to write Cho Kyuhyun back! Please support author’s work by leaving some comment. 

xo

IJaggys

5 Comments (+add yours?)

  1. Mesi Wisero
    May 01, 2017 @ 15:16:12

    Oaaaa..manisnya 😊

    Reply

  2. Indah
    May 02, 2017 @ 06:20:36

    WAaah saranghae eonni
    Wkwkwkkwwkwk
    Lagi nabung biar bisa beli e book
    Wkwkwkw

    Reply

  3. Jung haerin
    May 03, 2017 @ 00:46:14

    Mmmmm ini yg nma’y brakit2 ke hulu brenang ke tepian…. Senangnya 😆😥

    Reply

  4. special1224
    May 03, 2017 @ 11:43:25

    cerita yg ringan tpi feelnya ttp dapet. so sweet 😊

    Reply

  5. lalalalala
    Jun 10, 2017 @ 13:12:01

    Huaaaa kereeeeen 😍😍 quotesnya juga ngena semuaaa thor 😢

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: