Missing You Like Crazy

Missing You Like Crazy

Author  : 9nonymous

Cho Kyuhyun | Lee Junhyuk | Yoon Hyejin (OC) |Genre: Romance,Family

 

Annyeong..ini ff baruku,semoga suka ya..Sebenernya udah sering author kirim ff ke sini,Cuma takut yang ini banyak di bash dan komen negatif kyk ff sebelumnya jadi author pake nick ini dulu.Tolong banget kalo mau mengkritik jangan pedes2 ya,kritik yang membangun.Ok,Happy read..^^ *bow

Note: Flashback belum selesai sebelum ada ‘Flashback End..’

 

-Missing You Like Crazy-

 

Kyuhyun POV

Malam ini kami baru saja menyelesaikan konser akhir tahun 2011 dan baru saja kami memenangkan beberapa nominasi di acara tersebut.Manager hyung langsung membawa kami ke sebuah club,berpesta hingga besok pagi.Dengan langkah gontai aku memasuki club yang terbilang cukup private itu.Hanya orang – orang elite saja yang bisa masuk karena harga yang dibilang cukup fantastis untuk sebuah club.

“Ya!!Kajja..kajja..let’s party!!”

“Shindong hyung..pelankan sedikit suaramu.Kau tidak ingin jumpa fans dadakan kan?”

“Tenang saja,Kyu-ah..ini kan club private..”

“Huh..ok..”

Dengan langkah yang diseret aku memasuki sebuah ruang private.Bisa kudengar dentuman musik yang

Dimainkan DJ terdengar jelas di telingaku.Bisa kulihat gadis – gadis yang menari mengikuti musik  yang sedang dimainkan.Kurebahkan diriku di atas sofa kosong di club itu.Hari ini aku benar – benar lelah.Lelah dengan semua kejadian belakangan ini.Aku berusaha memejamkan mataku di tengah keributan hyung-deul ku.

Michige bogo sipeun saram

(The person I miss like crazy )

Michige deudgo sipeun neoui hanmadi

(The words I want to hear from you like crazy )

Saranghae saranghaeyo geudaeneun eoditnayo

(I love you, I love you – where are you? )

Gaseumgipi baghin geuriun saram

(The person I long for, who is deeply stuck in my heart)

*Taeyeon – Miss You Like Crazy

“Bocah itu..ck..Neo..Michige bogo sipeun saram..neo eodisseo??”,gumamku lirih.Tapi kurasa Leeteuk hyung mendengarnya.

“Kyuhyun-ah..Wae?”

“Aniyo…”

“Ya..!Aku tau kau,eoh..Gadis itu lagi?”

“Hmm..”,aku hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil.”Setiap kali aku masuk ke club,aku akan selalu ingat dia..”

 

A few months ago..

“Wah..kau ke sini lagi?Wae?”

“Bosan di dorm..beginilah situasi setelah comeback.Super sibuk..Aku jadi frustasi sendiri..”

“Oh..begitu…5jib-mu memang hebat,Kyuhyun-ah..tapi aku lebih suka lagu ballad-mu bersama Ryeowook dan Yesung..”

“Ah..gomawo.Hyung aku mau red wine…”

“Ok,segera datang..”

Club ini memang club favoritku.Seusai latihan bersama Eunhyuk hyung,aku pasti akan ke sini,bersenang – senang mendengar DJ memainkan musik lalu pulang lagi ke dorm.Sambil mendengarkan music,aku mengedarkan pandanganku untuk melihat – lihat isi club ini.Tiba – tiba,pintu club terbuka dan masuklah seorang bocah berpakaian SMA masuk ke dalam.MWO?SMA?Apa pengelihatanku berkurang gara – gara game yang kumainkan sampai subuh?Ah,ani.Itu benar – benar seragam SMA.Gadis itu berjalan ke arahku seiring datangnya red wine yang kupesan tadi.Ia duduk tepat di sebelahku.Aku masih memperhatikannya lekat – lekat.For God sake,ini memang seragam SMA.

“Kau lihat apa,Kyuhyun-ah?”,suara Zin Hyung memanggilku.

“Ani..”,seketika aku menjawab,bocah itu menoleh ke arahku sambil membekap mulutnya.

“Kau…Kau…Cho Kyuhyun Super Junior?”,mungkin dia ELF yang menyadari suaraku tadi.Oh,God..

“Hm..”,jawabku heran dengan ekspresi bocah ini.

“Huaaaa…..oppa!!Boleh aku minta tanda tanganmu?Ne..?Ne..?Boleh ya??”,ucapnya setengah menjerit antusias.Benar dugaanku,dia ELF.

“N..ne…”,jawabku bingung.Dia mengeluarkan sebuah sketch-book dan spidol.Omo!Bahkan dia masih membawa buku pelajarannya.

“Siapa namamu?”

“Yoon Hyejin,tapi jangan tulis itu.Tulis saja ‘untuk Lee Hyomi,my best friend.Neomu saranghae’,begitu saja..”

“Jadi,ini bukan untukmu,Hyejin-ssi?”

“Ani..aku menyukai Yesung oppa sebenarnya.Tapi tenang saja.Aku juga suka padamu,Kyuhyun oppa..”,jelasnya sambil tersenyum,manis.Cukup manis untukku setelah bertahun – tahun tidak melihat senyum manis dari seorang gadis seperti ini karena ditinggalkan oleh gadisku itu.Tapi tunggu,dia hanya bocah SMA,Kyuhyun.Apa kau mau dikira pedofilia huh?Tidak..tidak…

“Ya!Kau..Yoon Hyejin-ssi.Kenapa ada di club seperti ini?Berapa umurmu?Kenapa bisa masuk dan kau masih memakai seragam SMA dan membawa buku pelajaranmu??!”

“Pelankan sedikit suaramu oppa.Umurku 16 tahun.Aku ada di sini karena.._”

“YOON HYEJIN!!”,kudengar suara seseorang meneriakkan namanya dengan nada marah.

“Mian oppa..aku harus ke sana..Mian..”,katanya sambil membungkuk.

“Zin hyung..sebenarnya siapa bocah itu?”

“Yoon Hyejin itu..mmm..she’s the hottest here.Lihat saja kalau dia sudah ganti baju.Dia ke sini satu tahun yang lalu.Dia pacar Lee Junhyuk.Pemilik club ini.Yang kutahu,orang tuanya bermasalah dengan orang tua Junhyuk.Hutang mungkin.Lalu keluarga Hyejin dibunuh oleh sekelompok orang tak dikenal lalu Junhyuk membawa Hyejin ke sini dan dipekerjakan sebagai…ya…kau tahu lah?”

“Mwo?Dia bahkan masih SMA..”

“Nan molla…salahkan Junhyuk sana kalau kau berani..”

Aku beranjak dari tempat dudukku menuju sebuah lorong yang tadi dilewati Hyejin.Aku sangat kaget melihatnya sekarang.

“KENAPA KAU TELAT??HYUNSHIK SUDAH MENUNGGUMU DARI TADI DAN DIA PULANG!!DIA ASET TERBESAR KITA JALAANG!!”,seorang pria yang kutebak adalah Junhyuk membentak dan memarahi bocah itu habis – habisan.

“Mian…mian oppa!!”,kulihat bocah itu hanya menunduk.

“Aissh…!!Kau tau berapa kerugianku malam ini??!!Jalang!!”,hampir saja dia menampar Hyejin namun segera kuhalangi.Manusia macam dia harusnya tidak ada di bumi.

“Ya!!Mau apa kau??Mau jadi pahlawan?Urusi saja taman bermainmu yang tinggal ber-10 itu!!”

“Lee Junhyuk-ssi..aku tidak berniat untuk memukulmu karena aku baru saja comeback.Sekarang beri tau aku berapa kerugianmu karena Nona Hyejin terlambat..”

“Baiklah..10 juta Won!!”,aku pun mengambil sebuah cek dalam dompetku dan menuliskan nominal di sana.

“Oppa…jangan…gwenchana..”,Hyejin berusaha menahan tanganku yang sedang menulis.

“Aku akan menyewanya malam ini,20 juta Won!!Ini cek-nya..”,aku menyerahkan cek itu padanya.Angka yang cukup banyak memang,tapi bagiku itu hanyalah uang permen.Kulihat bajingan itu sangat kaget melihat cek itu.Aku pun tidak mempedulikannya lagi.

“Kajja..ikut aku..”,aku menarik tangan Hyejin dan membawanya ke mobil.

“Mau ke mana,oppa?”

“Bukankah aku sudah menyewamu?Jadi kau harus mematuhiku.Aratchi?”

“Ne..”,jawab bocah itu takut – takut.

“Masuk…”,titahku padanya saat aku sudah membuka pintu mobilku.Aku beranjak ke kursi kemudi dan menyalakan mesin.

Sekitar 15 menit aku mengemudi,aku sampai di apartementku.Ya..aku pernah membelinya setahun yang lalu dan jarang sekali kutempati.Aku memarkirkan mobilku di basement lalu berjalan menuju lift.

“Ini apartementmu oppa?”

“Ne..kau mau masuk tidak?Jangan berikan tampang bodoh seperti itu.Aku tahu apartement ku memang bagus..”

“Aisshh…”,katanya sambil memutar bola matanya.

Aku melepas jasku dan beranjak menuju balkon.Aku memikirkan sesuatu sejak aku bertemu dengan bocah ini,mengendarai mobil hingga sekarang.Bocah itu,mirip dengan yeojaku dulu.Tingkahnya yang bodoh mengingatkanku pada gadisku yang sekarang sudah bersama pria lain.Apakah dia masih hidup atau sudah tidak ada pun aku tidak tahu.Atau mungkin dia sudah menikah dengan namja lain dari kelas yang sama dengannya,orang – orang elite?Bukan aku yang hanya seorang entertainer.Pandanganku terus menerawang ke langit.Aku mulai berfikir untuk membuka lembaran baru.Tapi tunggu,dia ini seorang bocah SMA.Umurnya saja selisih hampir 10 tahun denganku.Apa aku ini gila huh?

Lamunanku tiba – tiba buyar.Kurasakan tangan mungil milik bocah itu memelukku dari belakang.Otomatis aku membalikkan badanku membuatku melihat senyum manisnya.Sorot matanya yang teduh entah memberikan ketenangan di hatiku.Sudah cukup lama memang aku menghindar untuk berhubungan lagi dengan wanita.Tiba – tiba wajah bocah itu mendekat,kurasa ia berjinjit agar dapat menyamai tinggiku.Jujur,ia pendek.Tingginya hanya se dadaku saja.Aku menutup mataku menunggu reaksi berikutnya.Benar dugaanku,ia menciumku.Tepat di bibirku.Ciuman lembut.Lama – kelamaan,ciumannya beralih ke leherku.Aku pun tersentak kaget dengan kelakuannya.

“Geumanhae!!”,bentakku.Ia terlihat takut dan bingung dengan reaksiku.

“Oppa..katamu kau.._”

“Ani..bukan itu maksudku.Aku menyewamu hanya untuk mengobrol di sini dan ya…menyelamatkanmu dari orang brengsek tadi..”

“Mm…gomawo..oppa..”,ia kemudian memelukku.Aku membalas pelukannya.Namun,ia justru semakin mengeratkan pelukannya.Lama kealamaan,kudengar suara isakannya.

“Oh,wae..?Wae??”,aku paling bingung saat melihat wanita menangis.

“Tidak apa-apa,oppa.Hanya baru kali ini aku ditolong oleh seseorang dan kurasa kau benar – benar tulus menolongku.Kau benar – benar membuatku merasakan memiliki keluarga.You’re the best oppa!!Kurasa aku akan ganti bias menjadi SparKyu..”

“Kau…aku tahu jika kau tidak akan melakukannya tadi bersamaku karena kau terlihat terpaksa.”

“Ne…karena aku ragu jika kau memang akan benar – benar melakukannya..”

“Huh…tentu saja aku tidak mungkin melakukannya bersama seorang bocah SMA sepertimu..”,kataku sambil tertawa dan mengacak rambutnya yang digerai.

Dia manis,seperti gadisku dulu.Senyumnya menawan,seperti gadisku dulu.Kenapa semua yang ada pada gadisku dimiliki olehnya?

“Hyo-ah..”,aku memanggilknya,sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

“Mwo?”,aku terlonjak kaget saat dia meninggikan suaranya.

“Ani…”,aku tersadar dari lamunanku,dia bukan Hyo-ku.

“Hyo?Apa oppa pernah memiliki kekasih?”

“Itu dulu..entah..dia meninggalkanku tanpa kabar,aku saja tidak tahu dia masih hidup atau sudah mati…”

“Bersabarlah oppa…Aku yakin kau pasti akan bertemu gadis yang lebih baik.Atau mungkin Hyo-mu akan kembali..”

“Ya…mungkin..dia sangat mirip sekali denganmu..”

“Jinjja?Kalau begitu oppa bisa memandangiku sekarang karena aku mirip Hyo eonni..Hahaha..”

-oOo-

SM Building 9.30AM

“Oppa!!!”,kudengar suara cempreng di dekat cafetaria.Seorang bocah melambai – lambaikan tangan ke arahku.Kuperjelas pengelihatanku,ternyata bocah itu.

“Hejin?Ada apa ke sini?Kau tidak sekolah?”

“Eissh…mangkanya oppa.Jangan banyak bekerja.Ini hari Minggu.Hari saja sampai lupa..”

“Ah,mian.Kau bawa apa itu?”

“Jajjangmyeon!Taraaa…~”,teriaknya girang sambil membuka kotak makanan itu.

“Wah,kebetulan,aku sedang lapar.Dari mana kau tau aku suka ini huh?”

“Internet oppa..Internet.Semuanya ada di sana…”,dia berbicara dengan semangat dan aku terus memperhatikan wajahnya yang lucu itu.

“Ah,benar juga.Kenapa aku jadi bodoh saat dekat – dekat denganmu huh?”

“Itu resikomu..Cepat makan..”,suruhnya sambil menyenggol bahuku.

“Hmm..mmh..mashita!!Jeongmal..mm..”,aku pun menyantap jajjangmyeon itu dengan lahap.Tau saja aku sedang lapar berat setelah latihan vocal.Yesung hyung mana mau mentraktirku makan,dia justru akan membentakku.Aissh..

“Wah…gomawo…”,jawabnya sambil tersenyum manis.Mungkin aku tidak akan makan permen setelah ini karena tingkat kemanisannya lebih rendah dari senyum bocah di depanku.

“Kau mau jalan – jalan?Setelah aku selesai makan.Ok?”

“Ne…..”

-oOo-

Han River 10.17AM

Setibanya di Han river,Hyejin langsung melepaskan seatbelt-nya tanpa mempedulikanku yang masih ada di mobil.Ia terlalu bersemangat.Aku jadi curiga,jangan – jangan ia tidak pernah punya waktu untuk jalan – jalan?Aku segera mematikan mesin,melepas seatbelt ini lalu menyusulnya.

“Hyejin-ah…”,panggilku pelan.

“Ne..Ya!Oppa kau seperti perampok saja.Wajahmu sampai tak terlihat begitu.Tertutup maskermu..”,ia sempat terlonjak melihatku yang menggunakan topi,masker dan kaca mata.

“Dengarkan aku sebentar…Jangan mengalihkan pembicaraan.”

“Ne..oppa..”

“Berhentilah dari pekerjaan itu..Aku akan membiyai semua keperluanmu..”,ia kaget,terlihat dari sorot matanya yang semakin tajam menatapku.

“Mwo?Kenapa oppa tiba – tiba begitu?”

“Karena….Ah,Kumohon,berhentilah..”

“Ti..Tidak bisa oppa…”,jawabnya lirih sambil menahan air matanya yang hampir tumpah.Kulihat ada luka yang sangat dalam dari sorot matanya yang sendu.

“Wae?”,tanyaku sambil mengelus rambut panjangnya.

“Junhyuk oppa akan mencariku dan menangkapku,lagi…”

“Apa maksudmu dengan ‘lagi’?”

“Aku pernah kabur.Dan naasnya dia berhasil menangkapku,dia menghajarku habis – habisan,hingga aku hampir mati.”

“Kenapa kau tidak melaporkannya ke polisi?”

“Jika aku melaporkannya,dari mana aku dapat uang untuk menyewa detektif dan polisi untuk menyelidiki kasus pembunuhan keluargaku?Dan satu lagi,Junhyuk oppa bisa saja memfitnahku dengan kasus yang aneh – aneh dan memasukkanku dalam perangkapnya.Uang bisa melakukan segalanya.Aku sangat takut itu oppa.Jeball…”

“Lalu bagaimana dengan sekolahmu?Impianmu?Atau kau bahkan tidak mempunyai cita – cita huh?”

“Hidupku memang sudah hancur oppa.Kecuali satu hal,aku ingin menjadi seorang ballerina..”

“Ballerina?”

“Ne..aku terus berlatih ke tempat les sepulang sekolah dari uang yang kudapat dari pekerjaanku,tidak banyak memang karena uang itu selalu diambil oleh Junhyuk oppa untuk membayar hutang perusahaan orang tuaku.Dulu,Eomma memasukkanku ke les ballet dari aku kecil.Dan cita – cita eomma adalah menyaksikanku pentas ballet di Jepang dan Rusia.Namun,semuanya lenyap.Eomma sudah tidak ada.Yang tertinggal adalah sepatu ballet pemberian eomma yang mungkin sudah tidak cukup kupakai..”

“Kajja…”

“Mau ke mana lagi?”,tanyanya bingung.

“Sudah kau ikut aku saja..”

Setelah 20 menit perjalanan,kami tiba di sebuah toko sepatu ballet.Aku berniat membelikannya sepatu ballet yang baru agar dia bisa berlatih ballet lagi.

“Oppa…?”,panggilnya dengan suara bergetar.

“Tolong carikan sepatu yang cocok untuk nona ini.Berikan yang paling bagus.Berapa pun harganya..”

“Algesseoyo…”,jawab pelayan tersebut.

“Oppa…kau tidak perlu melakukan ini…”,bocah itu masih saja memberikan tatapan mata yang teduh.

“Oppa..kenapa melamun?”,dia menggerakkan tanganku dan membuatku tersadar dari lamunanku.

“Tuhan menciptakanmu dari apa Hyejin-ah?Kenapa kau itu selalu terlihat manis?Seperti Hyo…”

“Aisshh..oppa.Jangan mengalihkan pembicaraan..”

“Nona,ini sepatu yang terbaik.Silahkan coba…”

“Ah,ne..ne..”,jawabnya sedikit ragu.Ia kemudian mencoba sepatu itu,mengikatkannya di kakinya dan menggerakkannya sedikit.

“Nyaman?”

“Ne..oppa..”,jawabnya sumringah.Aku merasa senang mendengarnya.Setidaknya ada luka yang sedikit sembuh di hatinya.

“Oppa..neoumu kamsahae..Aku sangat suka sepatu ini..”

“Ne..cheonma..Hyejin-ah…”,jawabku sambil mengelus rambutnya.

“Aku berjanji jika aku sudah menjadi ballerina yang hebat.Kau adalah orang pertama yang kuundang ke pentasku suatu saat di Rusia.”

“Ara…kupegang janjimu itu,ok?”,baru saja aku akan melangkah keluar toko itu,kurasakan tangan mungilnya melingkar di badanku.

“Oppa…gomawo…Aku sangat menyayangimu…Kau seperti seorang kakak bagiku.Naega neomu haengbokkhae..”,aku pun membalikkan badan dan memeluknya lebih erat.

“Na do…”

-oOo-

Private Club

BRAAAK!!!

“Ya!!Jalang!!Neo eodisseo??”,teriak seorang namja dari arah belakang club yang mengagetkan seluruh pengunjung.Namja itu tak lain adalah namja brengsek,Lee Junhyuk.

“Boss…tenang,kami sudah mencarinya.Kau tenang saja..”,kata seorang namja bertubuh kekar.Kuperhatikan mereka sepertinya sedang ada masalah besar.

“Zin Hyung.Mwohaneun goya?”

“The hottest girl..She’s gone.Hyejin baru saja kabur setelah dikunci di kamar atas.Dia kabur lewat pintu toilet.Nan molla..”,mendengar itu aku pun langsung beranjak keluar dari club.Mungkin saja Hyejin masih ada di sekitar sini.

Aku berjalan beberapa blok dari club,menyusuri gang – gang kecil dan tempat sampah yang baunya sangat menyengat.Sangat gelap.Jelas saja.Ini jam 1 dini hari.Lampu jalan tidak begitu terang untuk menyinari pinggir jalan.

“Oppa…”,seseorang memanggilku lirih.Hampir tidak terdengar.

“Kyuhyun oppa..”

Aku menoleh ke belakang,mencari sumber suara.Kudekati sebuah gang yang kulewati tadi.

“Hyejin?”

“Sssst…Jangan keras – keras oppa…”,lirihnya sambil menutup mulutku.

“Wae?Kau sedang apa di sini?”,tanyaku curiga.

“Oppa..aku sudah lelah..aku sudah lelah dengan semua ini.Bantu aku…bantu aku lepas dari Junhyuk oppa..”,ia memohon sambil memmegangi lengan kiriku dengan erat.Tangisnya pun pecah.Aku bingung dengan kondisi seperti ini.Bingung jika Junhyuk bajingan itu tahu Hyejin,di satu sisi aku bingung aku harus melakukan apa pada Hyejin.

“Kajja…ikut aku…”,aku memutar jalan lewat belakang agar bisa sampai ke parkiran dengan aman.Aku sengaja menyuruh Hyejin duduk di belakang dan kututupi dengan hoodie-ku agar orang – orang dan anak buah Junhyuk brengsek tidak bisa melihatnya.

“Oppa…kita mau ke mana?”

“Ke apartemenku.Kita tunggu sampai besok pagi.Lalu baru kita putuskan apa langkahmu selanjutnya.”

Setelah setengah jam berlalu,kami sampai di apartemenku.Kusuruh dia langsung masuk dan beristirahat.Sedangkan aku mengambil barang – barang yang tertinggal di mobil.Baru kali ini aku terlibat masalah orang lain yang bukan apa – apaku.Kenal saja hanya di club.Kubiarkan dia tidur di kamarku dan aku tidur di sofa sambil memainkan game.Tiba – tiba,mataku tertarik pada sesuatu di sofa yang ada di seberangku.Aku pun duduk dan mengamatinya.Gantungan kunci yang tergantung pada tas Hyejin.Aku mendekati benda itu dan memperhatikannya lekat – lekat.Gantungan kunci itu bisa diisi dengan foto dan gantungan itu mirip sekali dengan punyaku.Pemberian Hyo dua tahun yang lalu.Sama persis.Kuingat,kami beli itu saat ada di Saipan dan hanya tinggal 2.Hyo membeli keduanya dan entah yang satu diberikan kepada siapa.Kubuka gantungan kunci itu dan aku sangat kaget dengan isinya.Itu foto Hyo dan Hyejin.

“Hyo…!!”,kataku nyaris berteriak.Kurasa hal itu membangunkan Hyejin.

“Oppa,mwohae??”,tanyanya yang kini berada di ambang pintu kamarku sambil menguap.Terlihat dari matanya yang merah,ia sangat mengantuk.Ia berjalan mendekatiku.Aku memperhatikan wajahnya lekat – lekat.Mereka sangat mirip.

“Hyejin,katakan padaku.Siapa yeoja yang ada di dalam foto ini?”,tanyaku penasaran.

“Dia eonniku.Hanna eonni…”

“Mwo?”,Hanna?Jelas – jelas ini Hyo.Apa maksudnya?

“Ah,ani..Maksudku Hyorin eonni.Yoon Hyorin…Dulu kami lama tinggal di Vancouver jadi kami pakai nama barat.”,aku lebih kaget lagi dengan pernyataannya baru saja.Tubuhku serasa melemas.Dia..adik Hyo-ku yang sudah lama hilang.Kini aku ingat semuanya.Hyo punya seorang adik.Namanya Jinny.

“Lalu nama baratmu?”

“Jinny..”,jawabnya tegas.

Aku tertunduk.Otakku sudah tidak bisa bekerja dengan baik.Tapi aku masih berfikir,apakah aku masih bisa menemukan Hyo-ku?

“Dia Hyo-ku.Eonnimu itu adalah Hyo-ku….Dia adalah kekasihku,Hyejin-ah…”,Hyo memang sangat tertutup.Ia jarang bercerita tentang keluarganya padaku.Yang kutau,dia putri pemilik Cheosang Finance dan ia cenderung menyimpan rapat – rapat hal itu dari publik.

“Mwo?”,Hyejin terperangah.Ia menutup mulutnya.Air matanya keluar begitu saja tanpa diperintah.Ia mulai terisak sampai punggungnya bergetar.

“Lalu,di mana eonnimu?”,tanyaku sambil memegang kedua pundaknya.Aku sudah seperti orang kesetanan.Bagaimanapun caranya aku harus menemukan Hyo.Menemukan senyumnya lagi.

Kulihat Hyejin hanya menggeleng sambil terus menutup mulutnya dan mengusap air mata yang terus turun.

“Hanna eonni sudah meninggal.Pembunuhan itu termasuk Hanna eonni..Hanya aku yang tersisa.Hanna eonni sudah tidak ada…oppa..”

Suaraku tercekat.Tanganku sudah tak memegangi pundak Hyejin lagi.Rasanya seperti sudah mati rasa.Aku mengusap kepalaku sendiri frustasi.Ini alasan kenapa tak ada kabar dari Hyo?Hyo..apa kau ingin membunuhku setelah dua tahun aku merindukanmu seperti orang gila huh?

“Oppa…mianhae…Aku minta maaf jika eonni  memiliki masalah denganmu..Jeongmal mianhaeyo..”

“Eonnimu…salah..sangat salah karena membiarkanku hampir gila karena merindukannya.Tidakkah dia mencintaiku eoh?HYO!!!KAU DENGAR TIDAAK??!!Arrrgghhh!!!”,kutendang sofa di sebelahku hingga menyenggol meja di sebelahnya dan membuat lampu duduk yang ada di atasnya terjatuh.

PRRANNG!!

“Oppa…”

“Aku hampir gila mencarinya..Hyejin-ah..”,air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya jatuh juga.Memalukan.

“Mian…mian…”,ia mendekatiku dan memelukku.”Kini aku hanya punya oppa.Kumohon tolong aku dari Junhyuk.Karena dia penyebab ini semua..”

“Aku tidak akan memafkannya…”,kataku geram.”Bajingan kau,Junhyuk..”

-oOo-

Incheon Airport

Kami bangun sangat pagi hari ini.Aku bahkan tidak tidur semalaman memikirkan kejadian semalam.Aku dan Hyejin sudah melaporkan kasus itu ke kepolisian.Aku bahkan menyewa detektif swasta untuk menyelidiki kasus ini.Setelah itu,aku mengantarkan Hyejin ke Incheon Airport.Kami sudah memutuskannya.Hyejin akan sekolah seni dan ballet di Rusia dan ada seorang donatur dari perusahaan abeoji yang akan membiyayai semua kebutuhannya di sana,bukan aku.Aku takut jika aku sibuk dengan kegiatan dunia hiburan dan tidak bisa mengurus Hyejin.Aku sengaja mengirimnya jauh – jauh Rusia agar anak buah Junhyuk tidak ada yang menemukannya.Toh sebentar lagi ia akan dipenjara.

Ini yang aku benci.Berpisah.Hyejin sudah kuanggap seperti adikku sendiri.She’s so lovely.

“Oppa..jeongmal kamsahaeyo.Mianhae..selama ini aku terus merepotkanmu..”,katanya sambil membungkukkan badan.

“Ne..cheonma.Kau sudah seperti adikku sendiri.Jaga dirimu di sana.Jangan lupa aku adalah orang pertama yang harus kau undang saat kau pentas ballet.”

“Arasseo…”,jawabnya girang.Kuusap rambutnya pelan dan memeluknya.Pelukan perpisahan.

“Baiklah…aku berangkat dulu.Jaga dirimu juga oppa.Jangan terlalu lealah bekerja..Nanti kau akan tampil di Music Core kan?”

“Iya…tapi masih 2 jam lagi.Oh,ini untukmu..”,aku memberikan sebuah kotak berukuran cukup besar.

“Mwoya?”,tanyanya penasaran sambil membolak balik kotak yang kuberi.

“Ini coat.Di sana pasti dingin sekali.Ini coat SPAO special edition yang diiklankan Tiffany.Dan coat ini hanya ada satu dengan warna ini.Ini yang terakhir dan mereka tidak memproduksi ini lagi..”,jawabku dengan sombong tak lupa dengan evil smirku ini,haha..

“Whoah…warna hijau.Aku suka ini..Ini pasti sangat mahal,ya kan oppa?”,katanya antusias sambil membolak balik coat itu.

“Hanya uang permen..”,ucapku sambil tersenyum jahil.

“Ya!!Kau PD sekali.Sudah aku berangkat dulu..Annyeong..oppa!!”,ucapnya semangat seperti biasanya.

“Ne..annyeong..Hyejinnie..”,balasku sambil melambaikan tangan sampai dia masuk ke gate.

Aku melepasnya.Lagi…Melepas seseorang berharga dalam hidupku…

Flashback end…

“Chogiyo??”,kulihat seorang ahjusshi pegawai club memasuki ruangan yang kami tempati.

“Ada apa,ahjusshi?”,tanya Leeteuk hyung.

“Aku mencari Cho Kyuhyun-ssi.Seseorang menitipkan ini padaku dan ia menyuruhku untuk memberikannya langsung padamu..”,jelasnya.

“Dari siapa?”,tanyaku penasaran.

“Nan mollasseoyo.Yang kutahu dia seorang yeoja…”

“Mungkin stalker-mu,evil-ah..”,impal Eunhyuk hyung.

“Diamlah kau monyet…”,beraninya dia memanggilku evil,walaupun itu memang kenyataan^^

Kubuka kotak itu dengan hati – hati dan aku terlonjak melihat isinya.Sepatu ballet yang kubelikan untuk Hyejin dulu.Sangat usang bahkan yang kanan pun robek.Sialan!Siapa yang merusak sepatu pemberianku untuk Hyejin?Kurang ajar sekali.Aku mengangkat sepatu usang itu diikuti suara tawa dari hyungdeul-ku.

“Ya!!Ssigeureot..”,aku mulai geram.Kulihat ada 2 surat di sana.Kubaca surat yang pertama.

Annyeong oppa..It’s been a long time..^^

Oppa jangan salah paham ya karena aku memberikan sepatu usang

Sepatu itu adalah sepatu yang kau belikan untukku dulu

Aku sangat sering latihan ballet dengan sepatu itu jadi sekarang sepatu itu sangat rusak dan usang.Mianhae oppa.Aku hanya ingin menunjukkan padamu jika aku tidak main – main di sini.Aku sangat berusaha dengan keras agar bisa ikut pertunjukkan.Kini aku sudah beli sepatu ballet yang baru.Mian sudah lama tidak menghubungimu.Oppa…aku sangat merindukanmu..Aku ingin memberitahumu kabar baik…Aku terpilih sebagai White Swan pada pertunjukkan pertama berjudul The Swan Lake.Datanglah oppa..aku sudah memberikanmu undangan.Kaulah orang pertama yang kuundang seperti janjiku dulu.Berjanjilah..kau akan datang..

Kuambil surat kedua yang merupakan sebuah undangan.Benar,dia berusaha sangat keras.

Leeteuk hyung yang memperhatikanku sedari tadi mulai angkat bicara.

“Dia mungkin masih di sekitar sini..”

Aku pun langsung beranjak keluar dari club dan mencarinya.Yoon Hyejin.

Author POV

Kyuhyun berlari meyusuri trotoar di depan club itu.Tanpa penyamaran,tanpa mantel.Padahal bulan itu adalah musim salju.

“YOON HYEJIN!!NEO EODIGA????”,teriak Kyuhyun keras.Kepulan nafas keluar dari mulutnya.Ia menggosok – gosokkan kedua telapak tangannya karena kedinginan.

“YA!!AKU TAHU KAU MASIH DI SINI!!”,teriaknya lagi.

Tiba – tiba,seseorang menggunakan coat keluar dari sebuah gang.Ia tak mendekati Kyuhyun,justru berlari menjauhinya.Kyuhyun tahu pasti itu adalah Yoon Hyejin.Coat limited edition yang pernah ia belikan terekam kuat di ingatannya.

“Ya!!Yoon Hyejin!!Chakkaman!!Chakkaman!!!”,Kyuhyun berlari mengejar Hyejin yang jaraknya sudah cukup jauh dengannya.Kyuhyun mulai melambat.

“Huh..Huh..chakkaman…Chakkaman..Hyejin-ah..Huh..Huh..”,Kyuhyun mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena berlari di tengah malam saat musim salju.Sedangkan orang yang dipanggil Hyejin itusudah masuk ke dalam taksi yang baru saja di-stop olehnya.Kyuhyun hanya menatap punggung gadis itu masuk ke dalam taksi dan berlalu.Sedangkan seseorang yang ada di dalam taksi itu justru meneteskan air mata di saat ia hampir menemui seseorang yang telah menolongnya beberapa bulan terakhir.

“Oppa..mian..mianhae..aku tidak bisa menemuimu sekarang.Entah kenapa,perasaanku beberapa bulan ini berubah..Entah kenapa terselip rasa di hatiku..aku ingin memilikimu,oppa..Perasaanku berubah karena kau sudah terlalu baik untukku.Tapi aku belum siap menemuimu.Aku takut,aku tidak bisa menerima kenyataan karena kau masih mencintai Hyo eonni.Asal kau tahu..aku sangat merindukanmu saat di sana oppa..I miss You like crazy…”

Gadis itu mengusap air matanya dan kembali menatap jalanan Seoul yang sudah tidak ia kunjungi selama 4 bulan terakhir.

“Hyejinnie…bogoshippo..Kenapa aku jadi seperti ini?Aku merindukanmu bukan sebagai dongsaeng-ku,tapi…huh…huh..”,Kyuhyun mengakhiri monolognya dan menghela nafas.Dadanya terasa sesak akibat udara dingin dan…Hyejin.

FIN

Eaaa…..gaje abis…lah,authornya juga gaje..Butuh Sequel?Ya…InsyaAllah ada kok.Ditunggu aja ya.

Endingnya nggantung?Emang sengaja dibuat gitu.Mian ya…FF ini terinspirasi sama lagu Taeyeon – Missing You Like Crazy [OST The King  2 Hearts],itu dramanya Lee Seunggi sama Ha Jiwon *gananya*

#plakk

Bagus banget soalnya,jadi buat ff ini deh..Kebetulan author juga lagi galau,i’m missing someone..*halah* #curcoll

Kamsa..RCL please…

1 Comment (+add yours?)

  1. Ifah
    May 07, 2017 @ 18:55:24

    Ceritanya bagus,yg bagian akhir bikin galau

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: