Survive

Survive

***

 

Cherry POV

Kalau kau pikir aku menyakitimu, lalu apa kau pernah berfikir bahwa aku jauh lebih tersakiti dari pada dirimu?

Kau fikir aku tidak terluka saat mengatakan kata-kata itu didepanmu, orang yang sangat kucintai?

Rasanya seperti meremas jantungku sendiri.

Sekuat apapun kau berusaha menahanku, sekeras apapun kau memohon dan menangis didepanku, aku tetap akan pergi, tetap meminta untuk berpisah. Selama ini aku berusaha terlihat tegar didepanmu. Tapi aku hanya gadis penakut yang bahkan tak berani jujur padamu. Aku tidak bisa membuatmu terus tersenyum, tidak bisa menjadi tempatmu bersandar karna aku sendiri tak mampu bertahan dan memilih untuk meninggalkanmu lebih awal. Kau tau. Bagian paling menyakitkan dari kepingan sisa hidupku adalah saat kau memohon agar aku tetap bersamamu. Aku mau! Hanya saja aku tidak bisa. Aku hanya ingin membahagiakanmu, ah tidak.. aku justru menyakitimu diakhir cerita cinta kita. Walau aku tau aku akan pergi dengan sejuta penyesalan atas perpisahan kita, tapi setidaknya aku ingin kau mengerti keadaanku disaat kita berpisah.

[7 days ago]

“kau yakin akan melakukan ini?”. Tanya sang leader.

“yakin hyung, kalau shindong hyung saja bisa go public, kenapa aku tidak..”. ucapnya mantap.

“Apa sudah pernah memikirkan bagaimana reaksi SparKyu?”. Tanya Donghae.

“Apa kau lupa masalah Haneul?”. Sahut Eunhyuk. Kyuhyun diam, memang benar dia belum memikirkan itu semua.

“Pikirkan baik-baik Kyu, fansku dan fansmu berbeda..”. timpal Shindong yang diikuti anggukan setuju dari member lainnya. Kyuhyun memandang member lainnya dengan tatapan frustasi.

“ Aku hanya ingin menjalin hubungan dengan cherry secara normal! Pergi berkencan, jalan-jalan sepuasnya tanpa perlu menyembunyikan identitas Cherry-ku hyung.. aku ingin menunjukan kesemua orang bahwa Cherry-ku ini adalah wanita pilihanku, semestinya fansku bahagia dong melihatku bahagia!”. Terangnya panjang lebar. Giliran member lainnya yang menatapnya frustasi. Satu persatu mereka meninggalkan Kyuhyun diruang makan. Siwon menepuk pundak Kyuhyun pelan.

“Lain kali berfikirlah dari sudut pandang seorang SparYyu”. Ucapnya singkat.

***

“Sudahlah chagi.. tidak perlu sampai memaksakan begitu.. lagipula aku lebih suka kalau kita begini saja. Hanya ada kau dan aku..”. kata Cherry sambil menatap Kyuhyun manja.

“Sudah 2 tahun lebih kita begini. Semua moment kita lakukan diam-diam.. aku ingin semua orang tau kalau aku bahagia bisa menjadi namjachingu-mu..” balas Kyuhyun. Cherry membelai-belai rambut namjachingunya itu yang kini berbaring dipangkuannya. Suasana dorm sangat sepi. Semuanya sedang sibuk. Dilain-lain hari pun pasangan ini hanya bisa pacaran disini.

“uhhukk uhuuk”. Cherry terbatuk-batuk dan berlari menuju kamar mandi. Kyuhyun tidak begitu memperhatikannya, sibuk mengurusi koloninya diStarcraft.

“hhhhh~ lagi-lagi..” ucap Cherry didepan kaca. Wajahnya pucat pasi. Ini sudah ke 5 kalinya dalam sehari dia memuntahkan cairan merah. Setiap itu terjadi,sedetik kemudian dia mengerang kesakitan memegangi bagian belakang kepalanya. Sakit sekali sampai matanya pun terasa sakit. Setelah sakitnya mereda,diulaskannya lipgloss pink dibibir mungilnya. Setidaknya Kyuhyun tak akan melihat bibir pucatnya.

“Chagi, aku harus pulang. Eomma menelfonku barusan. Tak apa kan?”. Suaranya terlihat sekali dibuat-buat, tapi Kyuhyun mendengar nada bergetar dari sana.

“kau.. gwenchanayo??” selidiknya. Cherry mengangguk dan tersenyum palsu. Kyuhyun bergegas mengambil kunci mobilnya.

“kuantar”. Selorohnya cuek seraya berjalan mendahului cherry. Cherry menarik jaket biru kyuhyun.

“eh tak usah. Banyak ELF diluar sana. Sudahlah chagi.. aku bisa sendiri.”. Kyuhyun sama sekali tak memerlukan persetujuan Cherry. Intinya dia tetap berjalan didepan Cherry yang susah payah mengejarnya.

Gadis itu menyerah, selain karna namjachingunya itu susah sekali dilarang, tapi kepalanya tiba-tiba sakit lagi. Dalam diam dia berjalan mengikuti Kyuhyun menuju parkiran.

[BLITZ]

“Aku menyerah. Susah sekali mengaturmu! Bukankah sudah kubilang, pikirkan baik-baik, bukan seperti ini Kyu. Kau kan tau bagaimana bahasa media massa, bisa habis kau!”. Kyuhyun hanya memandang langit-langit kamarnya. Kalau leadernya saja pusing setengah mati, apalagi dia. Berulang kali ditatapnya majalah yang memuat foto-foto dirinya dan Cherry dari mulai parkiran dormnya, hingga fotonya yang sedang mencium kening Cherry didalam mobil.

“akan kuselesaikan hyung. Sudah terlanjur tertangkap stalker, lebih baik segera kuadakan konfrensi pers.” Ucapnya pelan. Leeteuk hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar dari kamar magnaenya itu. Diruang tamu sudah ada Yesung yang sedang mengamati kura-kuranya.

“bagaimana Kyunie? Netizen banyak sekali yang me-mention-ku ditwitter. Kasihan Cherry, pasti dia tidak tenang sekarang.” Kata Yesung memulai percakapan. Leeteuk duduk dihadapannya, tatapannya melayang jauh entah kemana.

“Yesungie~ kalau nanti aku berangkat Wamil, jagakan semua member untukku ya. Terlebih si magnae. Dia memang suka bertingkah semaunya, kupikir kau cukup galak untuk mengaturnya.” Pesannya pada Yesung. Yesung mengangguk pelan.

Ini hari kedua semenjak berita Kyuhyun yang tertangkap paparazi sedang berdua dengan Cherry. Beribu komentar terlontar setiap harinya. Rata-rata berupa makian. Twitter Cherry pun sukses diblock oleh mereka yang mungkin terlalu shock mendengar evil Kyu nya dimiliki perempuan lain yang ternyata hanya berasal dari kalangan biasa. Cherry tentu tidak perduli. Dia justru sedang terbaring disalah satu ruang CT scan. Eommanya sudah berjalan mengikuti dokter yang membawa lembaran hitam semi transpran, hasil rontgen kepala anaknya.

“ Nyonya, kanker paru-parunya menyebar dan menginfeksi otaknya melalui peredaran darah.” Wanita bermata sembab itu pun memandang sosok berseragam putih dihadapannya.

“maksud anda apa dokter?”

“kanker paru-paru Cherry bertambah parah, batuk dan muntah darah makin intens terjadi. Dan kanker ini menyebar melalui pembuluh darah yang menuju otak, kami sudah berupaya menghentikan penyebarannya, namun Tuhan berkata lain, kanker itu menimbulkan penyakit baru. Cherry positive mengidap Astrositoma anaplastik, tumor otak yang pertumbuhannya sangat cepat dan ganas. Semua yang kami lakukan adalah yang terbaik Nyonya Kim.” Wanita itu tertunduk lemas, bahunya terguncang, isak tangis perlahan terdengar.

“seandainya saja bisa, lebih baik eomma yang menanggung sakitmu.. eomma sudah menikmati segalanya, tapi kau..” ucapannya berganti isakan keras. Dokter cantik itu pun menggenggam tangan Nyonya Kim, menenangkannya.

*****

“eomma..”

Rintih cherry yang kesadarannya belum pulih benar pasca CT scan yang dijalaninya. Cherry mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba untuk menyesuaikan cahaya yang perlahan menembus retinanya. Silau. Tapi saat pandangannya kembali jelas, tak ada siapa-siapa disana. Tangannya meraih tas nya yang tergeletak disamping ranjang putih itu. Wajahnya berubah sedih saat melihat 13 misscalled terpampang dilayar handphonenya. Ada 4 sms yang masuk, keempatnya dari Kyuhyun. Isinya sama, menanyakan keberadaannya. Tiba-tiba pintu terbuka. Nyonya Kim menghampiri putrinya yang duduk tersenyum memandangnya.

“eomma menangis lagi ya? Jangan terus menangisiku, nanti eomma bisa sakit..” ucapnya pelan masih dengan senyuman yang membuat hati eommanya semakin remuk dibuatnya.

“sudah kuat berjalan?kita akan pulang, 5 hari lagi kita akan pergi ke jepang. Kau harus sembuh sayang.”

“ne, aku sudah bisa jalan eomma. Eomma akan menemaniku kan? Ada 1 hal yang ingin aku sampaikan. Tolong jangan beritahu Kyuhyun tentang ini semua.”. pinta gadis manis itu. Nyonya Kim mengangguk lalu membantu Cherry berdiri. Mereka meninggalkan rumah sakit,kembali kerumah dan menyiapkan semuanya, keluarga itu akan pindah keJepang untuk proses pengobatan Cherry.

Cherry Pov

Aku harus bagaimana? Aku tidak mau dia tau keadaanku yang sebenarnya. Aku tidak ingin dia khawatir. Aku hanya ingin dia tetap tersenyum dan mengetahui bahwa aku tidak kenapa-kenapa. Sejujurnya dengan penolakan keras dari netizen ini cukup membantuku. Aku jadi punya alasan untuk menjauhinya perlahan. Aku tidak perduli kalau banyak fans nya yang memakiku, aku justru beruntung. Setidaknya dengan cara ini, kami jadi terpisah sekarang. Thanks God, U make it easy.

Author Pov

“kau dimana pabo…” gumam Kyuhyun sambil terus menekan tombol redial dihandphonenya. Bukan marah, tapi cemas. Sudah 4 hari Cherry tidak bisa ditemui. Accountnya pun sudah dihapus twitter. Handphonenya tidak pernah diangkat. Apa terjadi sesuatu padanya? Apa wartawan dan stalker mengganggunya? Berbagai pertanyaan yang makin membuatnya merasa sangat bersalah.

“salahku membawamu kedalam duniaku..”batinnya. Hanya ada 1 cara.

Badan Kyuhyun menggigil seketika. Diluar sedang hujan salju. Suhu bahkan mencapai -12 celcius. Dengan kaki yang rasanya mau beku, dia berjalan menuju taman. Sebelumnya dia sudah mengirim sms kepada Cherry. Sekarang tinggal bagaimana pacarnya itu, mau datang atau tega membiarkannya beku disana.

Cherry termenung menatap salju yang turun dari jendela kamarnya. Air matanya perlahan turun. Dia tidak pernah menyangka akan meninggalkan orang yang paling dicintainya. Cukup sudah dia menjadi pengecut yang selalu lari dari kenyataan, yang selalu bersembunyi dibalik ketakutan. Kali ini dia harus berani, berani mengucapkan salam perpisahan pada  belahan jiwanya. Dengan tergesa dia menuruni tangga, tergesa-gesa memakai Bootsnya. Eommanya memandang sejenak. Mata ibu dan anak itu bertemu.

“ jangan pernah menoleh kebelakang, teruslah berjalan kedepan. Jangan tatap matanya atau kau tak akan pernah bisa kuat.” Pesan eommanya. Cherry tersenyum lalu berjalan menuju taman.

“ Cherry~ah chakkaman… jebbal..”

“ mwo? Apa lagi? Belum jelaskah apa yang kukatakan Prince Kyu?”

“ kita tidak bisa begini.. kau pikir selama ini hubungan kita apa??”

“ tidakkah kau lihat? Belum cukup jelaskah? Reputasimu, Super Juniormu, hidupku, semuanya berubah!! Tak ada privasi! Mestinya kita tidak usah go public kalau tau reaksi fansmu seperti ini! Aku pulang!”

Perempuan berkuncir kuda itupun meninggalkan pria jangkung itu ditengah hujan salju. Kyuhyun terdiam, wajahnya merah memandang salju disepatunya. Dilihatnya lagi perempuan itu belum cukup jauh, walaupun kakinya sudah lemas setengah mati tetap dipaksanya mengejar gadis itu.

“Bisakah kau hidup tanpaku??”

“ Bisakah kau jalani hidupmu seperti biasa?”

“Bisakah kau melupakanku??”. Kyuhyun menggenggam erat tubuh Cherry. Cherry hanya memalingkan wajahnya. Sekuat tenaga ditahannya air mata yang sepertinya sudah menumpuk dimatanya. Kyuhyun menatap Cherry penuh harap. Perlahan pipi Kyuhyun basah.

“Jawab Cherry~ah! Bisakah kau seperti itu?? Bisakah kau tidak melihat wajahku selamanya??”

” Bisakah kau melupakan pelukanku?”

“Bisakah kau berpura-pura tidak mencintaiku?!!”. Walau mulai rapuh, Cherry tetap pada kemunafikannya.

“Bisakah kau mengerti aku? KARNA AKU TIDAK AKAN PERNAH BISA HIDUP TANPAMU!”

“AKU TIDAK AKAN PERNAH MAMPU MELEPASKANMU!”

“AKU HANYA INGIN KAU ADA DISAMPINGKU, ITU SAJA KARNA AKU MENCINTAIMU!”

Cherry jatuh terduduk. Bahunya terguncang walau tak ada suara dari sana. Kyuhyun mendekatkan tubuhnya. Memeluknya erat. Tak ada lagi perlawanan disana.

jangan pernah menoleh kebelakang, teruslah berjalan kedepan. Jangan tatap matanya atau kau tak akan pernah bisa kuat

Cherry melepas pelukannya, Kyuhyun tersentak kaget. Walaupun matanya terpejam, ternyata bulir-bulir air mata itu tetap tumpah.

“ lebih baik kita berpisah. don’t love someone like me again, don’t make someone to miss again, the one who looks at only you and needs only you, just find someone who loves you so much.. someone that can’t go a day without you, please..” cherry segera meninggalkan kyuhyun, tidak menoleh kebelakang. Setengah mati kyuhyun mengejarnya, tak bisa, karna suhu badannya yang sudah panas mendidih itu membuatnya susah berjalan. Menunggu 1 jam di tengah hujan salju membuatnya demam tinggi.

****

Cherry menghirup dalam-dalam udara yang terasa sangat berbeda. Sekarang dia sudah dijepang untuk melakukan pengobatan, chemotherapy dan pembedahan untuk menghancur sel tumornya. Dokter bilang, banyak yang tidak berhasil dan berakhir dimeja operasi. Keluarganya banyak yang menentang. Tapi Cherry menjadi pemberontak bagi dirinya sendiri. Dia sudah hancur kehilangan cintanya. Dia tidak ingin menjadi pengecut selamanya. Maka, dia memutuskan untuk mencoba operasi itu. Itulah pertama kalinya dia merasa menjadi jiwa baru yang lebih berani.

Kyuhyun terdiam didepan sebuah rumah yang telah kosong. Tidak ada gadisnya disana. Member lainnya berusaha menghiburnya.

Sebulan kemudian Super junior mengadakan konfrensi pers dan upacara perpisahan karna Leeteuk dan Heechul berangkat menyusul Kangin. Dan hari itu juga adalah hari pertama kalinya Kyuhyun bicara semenjak masa rehatnya dari dunia hiburan.

“kepada seluruh ELF yang saya cintai, maaf telah membuat kalian sedih. Hanya saja saya baru bisa bangkit berdiri dari keterpurukan. Saya kehilangan orang yang benar-benar saya cintai. Butuh waktu untuk menerima kenyataan. Tapi saya beruntung kalian mengerti keadaan saya dan terus memberikan semangat. Saya memang kehilangan sosoknya, tapi saya beruntung kalian tidak pernah meninggalkan saya. Terima kasih semuanya. Saranghamnida..” seluruh member spontan memeluk Kyuhyun. Leeteuk yang sebentar lagi akan pergi memeluk magnaenya itu. Kyuhyun menangis pelan dalam pelukannya.

***

1 tahun sudah berlalu. Super junior sukses dengan album ke 5 nya. Lengkap dengan Kibum yang kembali bergabung dan juga Hankyung yang telah berdamai dengan SM. Mereka kembali ber 10. Tanpa heechul dan sang leader. Kangin menjadi senior bagi Leetuk dan juga Heechul dibarak militer. Mereka ber3 senang bisa berkumpul dan menjalani tugas mengabdi pada negara.

Hari ini pesawat tempur banyak sekali melesat diudara. Latihan militer. Ketiganya berada dalam pesawat yang sama. Namun hanya Leeteuk dan Heechul yang gugup luar biasa. Ini pertama kalinya mereka mengikuti latihan militer dinegara yang mereka sendiri tak diberi tahu.

Kangin turun terlebih dahulu, lalu Leeteuk dan Heechul. Dua newbie dalam militer ini terkagum-kagum dengan pemandangan didepan mereka. Sebuah padang rumput yang sangat luas. Didepannya membentang gunung cantik yang berselimutkan salju dipuncaknya. Indah sekali. Beberapa penduduk lokal yang banyak bekerja sebagai petani berkumpul dipinggir rerumputan. Mereka takjub juga dengan belasan pesawat tempur nan canggih yang membawa pemuda-pemuda berseragam dan bersenjata namun ramah.

“Tuan-tuan selamat datang di camp J-13 . Kawasan ini akan menjadi spot latihan militer pertama antara Korsel dan Jepang.” Ucap seorang pria tua yang fasih berbahasa korea. Seluruh pasukan militer memberikan salam penghormatan. Lalu pria tua itu mengajak seluruh pasukan menuju barak untuk tempat mereka tinggal. Barak itu cukup jauh. Namun disana banyak pohon rindang dan ladang bunga.

Heechul memandang sekitarnya dengan takjub. Banyak sekali pohon apel disini. Tempat ini terlalu indah untuk sebuah wilayah camp militer. Namun matanya tertuju pada seorang gadis yang duduk dibawah pohon apel. Leeteuk dan Kangin pun sama terkejutnya. Leetuk menghampiri gadis itu. Kangin yang memang sensitif sudah lebih dulu berkaca-kaca matanya. Tapi Leeteuk mengernyit bingung. Wajah gadis itu tetap datar, tak ada ekspresi. Apa dia lupa dengan wajah member-member lainnya? Tak ada senyum, tak ada ekspresi bahkan tak ada apa-apa ditatapannya.

“permisi maaf kalau putri saya mengganggu kegiatan tuan-tuan, saya akan membawanya menjauh dari kawasan militer ini”. Ucap seorang wanita paruh baya sambil mendorong kursi roda anaknya.

“eomma ada apa? Apa aku menggangu seseorang?”

“Cherry.. Cherry~ah apa itu kau?” tanya Leeteuk akhirnya. Nyonya Kim sontak terkejut dan memandang wajah ke3 namja didepannya. Tanpa bicara lagi Leeteuk langsung memeluk Nyonya Kim, begitu pula Heechul dan Kangin. Mereka menangis terharu. Cherry hanya diam. Luka yang sudah susah payah ditutupnya,kini terkoyak lagi.

“Oppa.. mmm pasti Leeteuk oppa, eeeeenng juga Heechul oppa.. dan pastinya Kangin oppa! Bogoshipo!” ucap Cherry sambil menggerakan kursi rodanya. Dulu sebelum wamil, Kangin memang dekat sekali dengan Cherry, seperti adik sendiri. Dia yang sukses membuat Kyuhyun dan Cherry jadian. Kangin duduk bersimpuh didepan kursi roda. Tangisnya sudah tidak bisa ditahan. Cherry tersenyum lalu meraba wajah Kangin. Tatapannya kosong. Heechul dan Leeteuk makin menangis.

“kau tau, bibi beruntung. Operasi pengangkatan tumor ganas itu sangat sedikit yang berhasil. Tapi bibi tetap yakin bahwa keputusan yang diambil Cherry adalah yang terbaik. Dia sendiri yang minta dioperasi. Kemungkinan hidupnya hanya 20% waktu itu, tapi dia berani, dia kuat, maka bibi harus lebih kuat. Tumornya berhasil dijinakan, tapi harus mengorbankan beberapa syarafnya yang terputus. Syaraf gerak pada kakinya ternyata. Dan juga syaraf pada matanya. Cherry tidak bisa melihat sekarang.” Cerita Nyonya Kim.

Entah apa yang harus dilakukan Leeteuk. Antara senang karna ternyata wanita yang sangat dicintai magnaenya dan sudah dianggap adik oleh seluruh member ternyata bisa ditemukannya. Tapi dia sedih karna Cherry yang sekarang terlihat sangat lelah akibat sakit yang baru saja dideritanya. Karna tak bisa menghubungi membernya, hanya ada 1 cara. Dia percaya bahwa Tuhan selalu memudahkan hambaNya.

***

Hari ini SS4 Seoul. Hujan rintik tak membuat ELF mundur. Setelah seluruh venue terisi penuh oleh Sapphire Blue Ocean konser pun segera dimulai. Dimulai dengan introduction dari seluruh member lengkap dengan VCR nya. Tiba waktunya VCR dari ke 3 member yang tengah menjalani wajib militer. ELF bersorak saat sosok Kangin, Leeteuk dan Heechul muncul divideo itu. Ketiganya nampak sehat dan Heechul terlihat sangat manly dengan rambut cepaknya dan tubuhnya yang kekar berisi. Kemudian Leeteuk mengambil alih.

“ini kado untuk uri magnae. Aku senang karena setahun kutinggal dia tidak berulah.” Penonton riuh. Member-menber lainnya datang dan mengusap-usap kepala Kyuhyun. Kyuhyun hanya terkekeh pelan merasa dimanja sekali oleh hyung-hyungnya. Namun saat suara wanita yang membuatnya rindu setengah mati terdengar, wajahnya memerah, matanya memanas. Dengan takut-takut dia membalikkan badannya, menatap layar besar yang memperlihatkan seorang gadis yang tetap cantik walaupun tubuhnya sangat kurus. Gadis yang dicintainya.

“Annyeong. Choneun Kim Cherry imnida. Pertama saya ingin meminta maaf kepada seluruh ELF karena dulu sempat membuat kalian marah. Tapi saya tau itu semua karena kalian terlalu menyayangi seorang Cho Kyuhyun.” Cherry tersenyum manis. ELF bertepuk tangan dan menyorakkan nama Cherry. Kemudian Cherry meneruskan kalimatnya.

“ untuk Kyuhyun~shii, maaf karna aku memberikan kesan yang buruk saat kita berpisah. Tapi percayalah, akupun sakit karena keputusanku. Aku hanya gadis penakut yang takut membuatmu khawatir. Tapi kau lihat sekarang, aku sudah sembuh dari tumor ganas diotak ku. Aku berani, berani operasi walau akhirnya aku kehilangan penglihatan dan aku lumpuh. Kau tau, aku berani karena aku tau kau tak ingin aku menjadi penakut. Jangan menangis, banyak sekali ELF yang menyayangimu. Jangan sampai kau kehilangan mereka seperti kau kehilanganku..”

“ tanpa mata dan kaki pun, hidupku tidak akan lama, jadi jangan berfikir untuk datang kemari, karna hanya orang yang berbadan kekar yang boleh kemari, hehehe”. Cherry terdiam, menundukkan kepalanya sementara Kyuhyun sudah menangis dan ELF semakin nyaring meneriakkan “ Saranghaeyo Kim Cherry”.

“Don’t cry in pain..
Counting the time that’s passed..
Don’t miss a foolish love that’s already passed..
the one who looks at only you and needs only you,..
Meet someone who loves you so much
That can’t go a day without you

Please….


I hope that you’ll be happy
Let’s never meet again”

Kyuhyun yakin, Cherry akan lebih bahagia dengan jalannya. Lega rasanya melihat wanita itu masih bisa bicara padanya walau hanya dalam video. Dan dia lebih senang karna sekarang ELF melakukan galang dana untuk membiayai operasi mata dan kaki untuk Cherry. Cintanya pada cherry tak akan pernah berkurang, tapi cintanya pada ELF pasti akan terus bertambah. Cherry kembali ke Korea, Disambut dengan ratusan ELF yang menunggunya bersama Kyuhyun dibandara. Operasi mata dan kakinya berhasil. Semua berkat ELF. Karna ELF sejati tidak akan sanggup melihat biasnya bersedih. You cry, I cry. And We Laugh together. Ketika segalanya terlihat begitu berat, yakinlah bahwa God always make it easy. SURVIVE. And you will see the miracle.

-FIN-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: