L’ ámoür

dfxcghvbjknk

L’ ámoür

“Ini adalah kisah klasik tentang tragedi cinta yang mungkin kalian sendiri juga telah bosan mendengarnya..”

***

 

 

 

L‘école Bourgéons Nation SHS ; 2.00 PM

  

“Teng.. Teng.. Teng..”

Seluruh Siswa Bourgéons Nation kontan langsung berhamburan keluar begitu mendengar bel pulang. Tak terkecuali Kim HeeEun dan Cho Kyuhyun. Karena kemarin HeeEun mengalahkan Kyuhyun bermain Starcraft, maka Kyuhyun harus mengajaknya ke Lotte World.

“Ya! Gadis bodoh! Masa sekalipun kau belum pernah ke sana?”

“Kalau kamu nggak mau nemenin ya udah!” bentak HeeEun seraya pergi menjauh. Dengan sigap Kyuhyun pun menarik tangan HeeEun dan langsung menyeretnya sampai di Lotte World. Karena dia tahu, jika mereka terus bertengkar pasti nanti tidak jadi ke Lotte World. Sia-sialah tiket yang telah dibeli oleh Kyuhyun.

Skating Arena, Lotte World ; 3.00 PM

(Recommended Song: Just Like Now – Donghae ft. Ryeowook)

“Kyaaa!”

“Gadis bodoh! Kalau tak bisa bermain skating lebih baik diam saja. Lagipula orang bodoh mana yang main skating di bawah terik matahari di musim panas begini!”

“Terus saja kau menghinaku Cho Kyuhyun!”

“Aku heran kenapa aku bisa menyukaimu yang bodoh ini” gumam Kyuhyun.

“Mworago?  Kyaaa!” BRUK!

“Eh? Kok gak sakit ya?”

“Berapa beratmu hah gadis bodoh?!”

“Ehehe.. Miaaan”

~Hening~

“HeeEun-ah Saranghae! Jeongmal Saranghaeyo!” teriak Kyuhyun tiba-tiba.

“Ya! Ini tempat umum!” teriak HeeEun. Kini muka HeeEun bak kepiting rebus.

“Lalu kenapa? Aku ingin semua orang tahu bahwa aku mencintaimu. Kuakui, kau telah menjadi bagian terbesar dalam hidupku. Selama 6 tahun ini, tiap hari, tanpa henti aku terus memikirkanmu. Awalnya aku berpikir, mungkin karena aku sering sekali bertengkar denganmu jadi kau selalu mengisi pikiranku. Hingga akhirnya kusadari, bahwa kau telah mengisi seluruh ruang hatiku. Aku memang tak pandai merayu seorang wanita. Tak bisa se-romantis pria-pria lain. Namun, satu hal yang perlu kau tahu. Aku benar-benar mencintaimu. Dan aku akan membuktikannya, HeeEun-ah”

“Jinja?”

“Tentu saja bodoh”

“Aku tak salah dengar kan? Sepertinya aku harus ke dokter THT” kata HeeEun sambil melongo.

“Ah! Sudahlah kalau kau tak percaya!” kata Kyuhyun seraya pergi menjauh. HeeEun hanya berdiri mematung di tengah Skating Arena.

“Eeeehh??!!” HeeEun kemudian berteriak.

“Yaaaa!! Cho Kyuhyun babooo!!! Tungguuuu!! Aku belum menjawabnya kan?? Kyuhyun-ah! Nado! Nado Saranghae!!” teriak HeeEun di tengah kerumunan orang banyak di Lotte World.

Kyuhyun pun menghentikan langkahnya dan segera berbalik menghampiri HeeEun yang terengah-engah di kerumunan orang banyak.

“Babo!” kata Kyuhyun sambil menjitak HeeEun.

“Nado Saranghaeyo Kyuhyun-ah” kata HeeEun masih dengan nafas tersenggal.

“Gomawoyo” kata Kyuhyun seraya mengecup kening HeeEun.

Pasangan bodoh. Mungkin itu pikir orang-orang di sekitar mereka. HeeEun yang ceroboh. Dan Kyuhyun yang cuek. Mereka ternyata saling menyukai dan sekarang mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih. Namun, tanpa disadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka dengan tatapan kecewa..

 

Hyukjae POV

-Flash Back-

13 tahun yang lalu

“HeeEun-ah.. Kalau sudah besar nanti janji ya, nikah sama aku”

“Nggak mau ah!”

“Yaa! Aaaah! HeeEun-ah..”

“Iya.. iya..! Hah! Aku malas kalau kau sudah mulai merengek”

3 bulan yang lalu

“Saranghae”

“Nado, naui chingu”

“HeeEun-ah, bukan sebagai chingu. Aku mencintaimu sebagai yeoja”

“Tapi, kau tahu kan? Aku tak menyukaimu. Kau tau siapa yang kusukai kan?”

“Tapi, dulu kau berjanji akan menikah denganku kan?”

“Hyuk.. Itu waktu aku masih kecil dan bodoh. Sekarang aku telah dewasa dan mengerti apa itu cinta”

“Tapi..”

“Hyuk.. Tolong..”

 

-Flash Back End-

HeeEun-ah.. Kau tahu? Sejak pertama kali kita bertemu, aku telah menyukaimu. Mungkin semua orang tak ada yang percaya. Mereka berpikir ini hanyalah cinta monyet. Mana mungkin seorang anak TK yang penakut sepertiku menyukai seorang gadis yang selalu membuat masalah dimanapun dia berada? Tapi, jujur HeeEun-ah.. Aku sangat mencintaimu. Walau pada akhirnya yang kau pilih adalah dia. Aku akan tetap mencintaimu. Aku berjanji akan terus mencintaimu. Meski kau tak akan pernah mencintaiku. Aku akan berusaha untuk tetap tegar, meski sekarang kau sedang bermesraan dengan kekasihmu baru mu itu HeeEun-ah..

Author POV

Han River ; 7.00 PM

 

“Mau apa kita ke sini?”

“Sudah diam saja dan lihatlah!”

DUAAARR! DUAARRR!

“Waaaah!” HeeEun berteriak kegirangan.

“Kau selalu ingin melihatnya di sini bersama orang yang kau cintai kan?”

“Darimana kau tahu? Dan.. Jangan ke-GE.ER.AN dulu Cho Kyuhyun”

“Tak penting aku tahu darimana. Kau suka kan?”

“Enggak tuh!” jawab HeeEun yang disambut oleh bibir manyun Kyuhyun

“Iya deh iya”

“Hahahaha!”

Mereka berdua kini tertawa bersama di tepi Han River – sambil menikmati kembang api. Namun, lagi-lagi ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka. Kali ini dengan tatapan penuh kebencian.

Tomorrow, L‘école Bourgéons Nation SHS ; 7.00 AM

 

“Apaaa?!” teriak sekumpulan yeoja di kamar mandi.

“Aku benar-benar tak menyangka!” teriak mereka lagi.

“Sssst! Pelankan suara kalian. Sekarang sebaiknya kita susun sebuah rencana saja”

Art Class [XII B] HeeEun’s Class

 

“Chukkae HeeEun-ah!” teriak semua anak-anak kelas XII B.

“Ah! Pangeranmu belum datang ya?” tanya salah seorang yeoja.

“Iya ya? Mungkin sedang dalam perjalanan” jawab HeeEun.

“Eh, gimana reaksi dari para SparKYU?”

“Eh? Apa itu?” tanya HeeEun bodoh.

“Babo! Itu nama fans club untuk para penggemar namja mu itu HeeEun-ah!” teriak anak-anak.

“Fans club? Memang dia artis apa?!” HeeEun terlihat bingung.

“Ah! Kau tak sadar apa kalau pacarmu itu Ice Prince from L‘école Bourgéons Nation?”

“Kamu baru tau ya? Wah! Hati-hati HeeEun-ah”

“Mereka itu mengerikan! Bahkan jauh lebih mengerikan daripada pembunuh kelas kakap!”

“Hush! Jangan melebih-lebihkan! Hmm.. Begini HeeEun-ah. Dulu, pernah ada gadis yang dikerjai mereka habis-habisan hingga akhirnya gadis itu bunuh diri. Kau tau kenapa dia dikerjai? Karena dia menyukai Kyuhyun dan Kyuhyun pun.. Katanya..”

“Menyukainya?” tebak HeeEun.

“Hmm.. Iya.. Masa kamu gak tau sih? Bukannya kamu juga cukup deket sama Kyu?”

“Enggak. Kita nggak deket kok. Cuma sekedar sering berantem aja. Habis dia selalu buat kesel!”

“Ahahahahaha!” tawa anak-anak sekelas langsung meledak. Tanpa mereka sadari daritadi ada yang terus memperhatikan mereka semua. Ya, para SparKYU.

 

In the same time; Art Class [XII B] Coridor

 

“Minji? Sedang apa kau di sini? Bukankah ini bukan kelasmu?”

“Eh.. Eh..”

“Kami dan Minji ingin meminjam peralatan dari Jurusan Seni” celetuk salah seorang yeoja.

“Oh.. Bukan untuk mengintai gerak-gerik HeeEun?”

“Eh? Memang apa hubungannya dengan HeeEun?”

“Cish! Aku yakin kalian sudah tahu. Kali ini aku akan melindungi HeeEun dan tak akan membiarkan kalian melakukan hal yang sama seperti dulu.”

“Maksudmu, seperti Seulri? Ya! Itu bukan salah kami!”

“Cukup! Kalian membuatku muak!” teriak Kyuhyun, yang kontan membuat anak-anak XII B menoleh kearahnya.

“Kyu?” HeeEun terlihat cukup heran. Tak biasanya Kyuhyun bersama yeoja.

“Psst, itu para SparKYU yang tadi kami bilang. Ketua mereka adalah Minji, kelas XII F Jurusan Sains. Minji sangat tergila-gila pada Kyuhyun. Berhati-hatilah HeeEun.” bisik salah seorang teman HeeEun. HeeEun hanya menatap Kyuhyun. Dia sedikit takut mendengar cerita teman-temannya. Namun, dia berusaha untuk tetap tegar.

Break Time; 11.00 PM

 

Semua mata langsung tertuju kearah HeeEun dan Kyuhyun. Pasangan baru yang sangat tidak terduga. Awalnya mereka berencana ke kantin. Namun, karena merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang di sekitar, mereka pun memutuskan untuk ke Planetarium tua di belakang sekolah – yang konon berhantu. Karena hanya di tempat itu saja mereka bisa merasa nyaman dan leluasa – karena tak ada orang yang berani ke sana.

“HeeEun-ah.. Kau sudah tahu tentang Seulri, ya?”

“Iya. Hmm, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Kau sangat mencintainya?”

“Ya. Dulu”

“Sejak kapan?”

“Aku tak tahu pastinya. Tapi, itu sudah sangat lama sekali. Wajar saja kalau kau tak mengetahuinya. Karena waktu itu kau belum satu sekolah denganku.”

“Berati, Minji sudah lama satu sekolah denganmu ya?”

“Iya. Aku sudah mengenalnya sejak lama. Dia dan para anggota club nya selalu mengikutiku kemana saja. Bahkan ketika aku memutuskan untuk pindah ke SMP yang kebetulan sekolahmu, mereka semua mengikutiku pindah”

“Oh! Pantas! Saat itu ada banyak murid baru! Hahaha..” tawa HeeEun.

“Ada yang ingin kau tanyakan lagi? Aku akan berusaha menjawabnya sejujur mungkin”

“Tak ada. Aku tak peduli bagaimana masa lalumu. Yang penting adalah sekarang, besok, lusa, dan seterusnya”

-10 Months Later-

Hubungan Kyuhyun dan HeeEun berjalan dengan baik. Walaupun HeeEun berkali-kali dikerjai oleh Minji, namun HeeEun tetap kuat dan tak mau menyusahkan Kyuhyun. Namun, seringkali Kyuhyun tetap membantu HeeEun yang dikerjai oleh Minji. Yang akhirnya selalu ditolak mentah-mentah oleh HeeEun. HeeEun tak ingin selalu bergantung pada Kyuhyun, karena masalah Kyuhyun sendiripun tak sedikit – hingga akhir-akhir ini Kyuhyun sering pusing dan masuk UKS.

Hubungan Hyukjae dan HeeEun pun tetap berjalan baik, sebagai sahabat tentunya. Hyukjae memang masih mencintai HeeEun. Namun, Hyukjae merasa bahwa ia sudah cukup senang melihat HeeEun bersama-sama dengan Pangeran yang sudah sejak lama diimpikannya. Hyukjae berjanji pada dirinya sendiri tak akan mengusik hubungan HeeEun dan Kyuhyun. Selama ini pun Hyukjae telah berusaha sekuat tenaga melindungi HeeEun dari Minji.

 

Namun, tak ada yang tahu bahwa semuanya baru akan dimulai..

Someday, L‘école Bourgéons Nation ; Health Care Room

 

(Recommended Song: Forever Love – DBSK)

 

“Kyu! Kau tak apa-apa?” teriak HeeEun yang terengah-engah memasuki UKS.

“Tidak. Tenang saja.”

“Tapi ini sudah kelewat batas Kyu. Tiap hari kamu masuk UKS. Ayo kita ke dokter!”

“Andwae!”

“Wae?”

“Sudah! Jangan paksa aku lagi. Aku ingin beristirahat dulu.”

HeeEun pun bosan karena sudah lebih dari 1 jam Kyuhyun terlelap. Diam-diam, dia pun membongkar isi tas Kyuhyun yang tergeletak di samping ranjang UKS. Dia membolak-balikkan buku catatan Kyuhyun. Hingga tanpa diduga, dia menemukan sebuah tulisan.

Aku tak ingin kita berpisah

Aku merasa kaulah yang akan terus menemaniku hingga akhir hidupku nanti

Dan mungkin itu akan segera menjadi kenyataan

Karena ternyata hidupku tak lama lagi

HeeEun-ah, kau tahu?

Aku adalah orang yang mencintaimu melebihi apapun

Bahkan melebihi nyawaku sendiri

Hiduplah dengan baik HeeEun-ah

 

Love you. Always and Forever.

Cho Kyuhyun.

 

HeeEun masih tampak keheranan. HeeEun benar-benar tak mengerti, apa maksud Kyuhyun? Hingga HeeEun menemukan sebuah amplop putih yang terselip juga di dalam buku itu. “Surat Tes Kesehatan?” gumam HeeEun. Setelah membaca keseluruhan isi surat itu, mulailah terbentuk sebuah sungai kecil yang mengaliri pipinya. Yang lama-lama makin deras. Hingga akhirnya Kyuhyun pun terbangun.

“HeeEun-ah? Apa itu?”

“Harusnya aku yang bertanya padamu Cho Kyuhyun!”

“Itu? Kau telah membacanya?!”

“Iya! Dan aku sangat kecewa karena kau tak mempercayaiku!”

“HeeEun-ah.. Bukan begitu.. Aku..”

“Cukuuup!” teriak HeeEun seraya berlari meninggalkan UKS.

HeeEun POV

Cho Kyuhyun? Kau tak percaya padaku lagi? Hingga masalah sepenting ini tak kau ceritakan padaku. Jujur, aku sangat kecewa. Seolah-olah aku ini bukan siapa-siapamu. Memang, hubungan kita baru berjalan sebentar. Tapi, kau tahu? Aku mencintaimu melebihi apapun di dunia ini. Apakah kau juga begitu Kyu? Mencintaiku lebih dari segalanya? Dan berjanji kita akan terus bersama? Sekarang.. Apa yang harus kulakukan Kyu?

  Én Bonne Santè Hospital ; 6.30 PM

 

“Jadi? Apakah masih bisa disembuhkan dok?”

“Dari hasil tes kesehatan yang anda berikan, penyakit ini  masih memiliki kemungkinan untuk di sembuhkan. Namun, tetap saja kemungkinan ini kecil dan juga beresiko.”

“Resiko?”

“Kemungkinan dia akan kehilangan seluruh ingatannya secara permanen setelah operasi dilakukan”

“Apakah pasti seperti itu dok?”

“80% iya. Meski operasi berjalan sukses, namun pasien bisa saja kehilangan ingatannya”

“Tak adakah cara lain yang lebih aman?”

“Maaf nona, tak ada cara lain selain operasi itu. Saran saya, sebelum mencapai stadium yang lebih tinggi segeralah lakukan operasi. Kalau nona ingin dia tetap hidup.”

“Baiklah. Terimakasih dokter. Permisi”

  On the Road ; 7.00 PM

 

“Kemungkinan dia akan kehilangan seluruh ingatannya secara permanen setelah operasi dilakukan”

“Maaf nona, tak ada cara lain selain operasi. Saran saya, sebelum mencapai stadium yang lebih tinggi, segeralah lakukan operasi. Kalau nona ingin dia tetap hidup”

Kata-kata itu masih terngiang jelas di telingaku. Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Jika operasi itu dilakukan, maka seluruh ingatan Kyuhyun akan hilang. Seluruh memori selama 10 bulan ini akan lenyap. Tapi jika operasi itu dilakukan, bukankah masih banyak waktu yang tersisa untuk mengulang kembali kejadian selama 10 bulan ini? Toh baru 10 bulan. Sedangkan sisa waktu hidupku dan Kyuhyun masih cukup lama – kurasa.

Jadi untuk mengulang semuanya kembali pasti tak sulit. Tapi, bagaimana mengulang kejadian-kejadian 6 tahun yang lalu? Saat Kyuhyun menjatuhkan handphone baruku dari lantai 3.. Saat aku tak sengaja menumpahkan Black-Coffee di atas PSPnya.. Saat kita selalu meributkan hal-hal sepele.. Saat dia menyatakan cintanya di Lotte World.. Semua kenangan-kenangan pahit dan manis sepanjang 6 tahun ini pasti juga ikut lenyap.. Dan aku tak tahu lagi, harus bagaimana untuk dapat mengulangnya.. Mengulang semua yang telah terjadi diantara kita..

“HeeEun-ah!!! Awaaass!!!”

“Kyaaaa!!!”

BRUK! BRUAK! DUAR!

“Hyukjae-ya? Hyukjae-ya? HYUKJAE-YA!!!!”

NGUING.. NGUING.. NGUING..

Tomorrow, San Diègo Grave; 9.00 AM

 

“Jeongmal Gomawoyo Hyukjae-ya..” kataku seraya meletakkan seikat mawar merah diatas makam Hyukjae sambil terisak.

“HeeEun-ah, ini ahjumma menemukannya di kamar Hyukjae”

Can’t let you go, even if I die
How am I suppose to let you go?
Whether you go or leave, fix my heart
If you can’t fix it, so that I won’t be in pain
So that I can at least live
I wouldn’t be able to live anyway
I can’t let you go, even if I die

“Hyukjae-ya!” teriakku. Aku mulai menangis lagi. Namun, aku tahu itu tak akan menyelesaikan masalah. Aku harus tetap tegar. Demi Hyukjae yang telah mengorbankan nyawanya. Dan demi Kyuhyun, yang kini tengah berada di ICU karena tadi pagi penyakitnya mendadak kambuh lagi. Hyukjae-ya.. Jeongmal Gomawoyo. Mianhae, aku tak bisa membalas perasaanmu. Aku harap kau bahagia di sana..

  Én Bonne Santè Hospital ; 12.00 PM

 

“Kyuhyun harus segera dioperasi, nyonya”

“Tidak! Aku tak ingin anakku kehilangan ingatannya!”

“Tapi nyonya..”

“Ahjumma..”

“Kau? HeeEun?”

“Aku memang tak berhak ikut campur. Tapi, bukankah kita semua sama-sama menginginkan Kyuhyun tetap berada di sisi kita? Tak ada jalan lain lagi ahjumma..”

“Hhh.. Baiklah dokter”

Author POV

  3 days later, Én Bonne Santè Hospital ; 5.00 PM

 

(Recommended Song: My Destiny – DBSK)

 

“Kau sudah sadar Kyu?” tanya HeeEun ceria.

“Hmm? Aku.. Di mana? Kau siapa?”

“Kau di rumah sakit Kyu. Dan ini HeeEun” sahut Eomma Kyuhyun.

“HeeEun?”

“Kyu!” teriak Minji yang tiba-tiba muncul.

“Ah! Minji? Kau benar Minji kan?”

HeeEun tersentak. Bagaimana mungkin Kyuhyun mengingat Minji dan melupakannya? Eomma Kyuhyun juga terlihat biasa saja. Tidak memberi pembelaan sama sekali terhadap HeeEun.

“Minji-ya. Boleh aku bertanya?”

“Tentu Kyu. Ada apa?”

“Apa hubungaku denganmu? Apa kita berpacaran?”

“Eh? Iya. Kenapa Kyu?” jawab Minji tampak tak berdosa.

HeeEun makin terhenyak dan segera berlari menuju taman di belakang rumah sakit.

  Én Bonne Santè Hospital Park

“BABO!!!” teriak HeeEun keras-keras sambil terisak.

“Nona, tolong jangan berteriak-teriak di rumah sakit”

“Diam kau!”

“Kau sedang ada masalah ya? Kalau kau mau kau bisa cerita padaku”

“Kau tak akan mengerti! Lagipula untuk apa kau meperdulikanku?”

“Karena kau sedang butuh bantuan”

“Baiklah..” HeeEun pun mulai menceritakan tiap masalahnya secara terperinci.

“Dengarkan aku. If you love something, let it go. If it comes back it’s yours

“Eh? Maksudmu?”

“Yah.. Seperti aku.. Aku telah merelakan seseorang yang kucintai. Namun, ternyata dia bukan milikku. Jadi, sekarang beginilah aku. Seorang pemuda yang hidup sendirian namun mempunyai arti lebih bagi orang lain”

“Kau? Seorang dokter ya?”

“Ya. Aku telah bekerja di panti jompo milik rumah sakit ini selama 7 tahun. Aku biasanya merawat para lansia yang telah kehilangan arah dan tujuan hidup. Mereka telah patah semangat karena tak ada orang yang memperdulikan mereka lagi. Sekarang, mau kutawarkan sesuatu?”

  5 years later, Kyuhyun’s Wedding Party; 8.00 PM

“Chukkae, Kyu”

“Gomawo HeeEun-sshi, Jungsoo-sshi”

Kini, HeeEun dan Jungsoo tengah menghadiri pesta pernikahan Kyuhyun dan Minji. Selama 5 tahun ini, Kyuhyun sama sekali tak mengingat HeeEun. Dan akhirnya terus terperosok ke dalam kebohongan Minji. Hingga berujung pada pernikahan ini. Orang tua Kyuhyun sangat mendukung pernikahan ini, karena perusahaan ayah Minji telah menyelamatkan hidup mereka.

Sedangkan HeeEun, selama 5 tahun ini telah bekerja keras untuk menjadi asisten dr. Jungsoo di panti jompo. HeeEun belajar banyak dari Jungsoo. Belajar apa arti cinta dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dia memang masih sangat mencintai Kyuhyun. Namun, dia telah merelakan Kyuhyun bersama Minji.

Namun, suatu ketika..

“HeeEun-ah! Tolong kau ambil berkas-berkas di ruang kepala bagian rumah sakit”

“Baiklah, Jungsoo-sshi” jawab HeeEun seraya pergi begitu saja. Setelah menyelesaikan urusannya, HeeEun pun segera kembali ke panti jompo. Namun, dia bertemu dengan Minji di depan pintu rumah sakit.

“Minji-sshi?”

“HeeEun-ah..”

“Ada apa? Kau tampak sangat gelisah”

“Begini..” Minji mulai bercerita panjang lebar. Ternyata selama ini Kyuhyun sering diam-diam minum untuk melepas stress. Kyuhyun terlalu banyak berpikir tentang jati dirinya yang sebenarnya. Dia tak puas dengan kata-kata orang di sekitarnya yang mengatakan bahwa dia sangat mencintai Minji. Rupanya, perasaan Kyuhyun tak dapat dibohongi walau ingatannya sebagian besar telah hilang. Dan sekarang, dampak dari semua itu adalah..

“Sirosis?!” HeeEun nampak tak percaya.

“Iya.. Kerusakan pada hatinya sudah sangat parah HeeEun-ah. Ini semua salahku! Mianhae..” isak Minji.

“Sudah ada pendonor?”

“Tak ada satupun yang cocok HeeEun-ah.. Lagipula, manusia yang masih hidup tak boleh mendonorkan hatinya”

“Kemungkinan besar, hati orang yang saling mencintai tingkat kecocokannya tinggi”

 

HeeEun tiba-tiba teringat kata-kata Jungsoo. Dia sangat yakin Jungsoo pernah berkata seperti itu. Segeralah HeeEun berlari menuju laboratorium rumah sakit. Dia ingin mencoba, apakah hatinya cocok atau tidak.

“Kau gila HeeEun-ah?!” teriak Jungsoo.

“Ya. Lalu kenapa?”

“Kau tahu bukan? Hati manusia hanya ada satu”

“Lalu?”

“Ah, sudahlah. Percuma berbicara denganmu HeeEun-ah”

  5 months later, Kyuhyun’s House ; 6.00 AM

 

(Recommended Song: Last Gift – SHINee)

“Ya! Dimana berkas-berkas ku? Aish! Jinja! Minji memang teledor!”

“Eh? Buku apa ini? Kenapa diletakkan di tempat seperti ini?”

 

Mungkin jika aku membaca ini sekarang, sebagian besar ingatanku telah hilang.. Maka dari itu, untuk mengingatnya kembali, aku menuliskan seluruh runtutan peristiwa berharga yang selama ini telah kualami..

 

..… Saat itu aku pertama kali bertemu dengannya. Dia sangat menyebalkan! …..

 

..… Aku menjatuhkan HP nya dari lantai 3 …..

 

..… Dia menumpahkan Black-Coffee di atas PSP ku! …..

 

..… Aku menyatakan cintaku secara memalukan di Lotte World …..

 

..… Perasaanku bersambut! …..

 

….. Gadis itu bernama Kim Hee Eun …..

  Én Bonne Santè Hospital ; 8.00 AM

“Jungsoo-sshi!”

“Kyuhyun?”

“Di mana HeeEun?”

“Memang ada apa Kyu, kau mencari HeeEun?”

“Aku.. Telah melakukan kesalahan yang sangat besar!”

  San Diègo Grave; 10.00 AM

 

“Dia telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan hidupmu, Kyu”

“Maksudmu?”

“Hati HeeEun kini telah berada di dalam tubuhmu Kyu”

“Mwo?”

Kyuhyun berdiri mematung di depan makam HeeEun. Tak terasa sebuah sungai kecil telah mengaliri pipinya. Dia sadar, selama ini telah membuat HeeEun menderita.

“Jeongmal Gomawoyo HeeEun-ah.. Aku tak akan menyia-nyiakan hidup yang telah kau berikan padaku. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk hidup dengan baik. Aku akan berusaha menjaga Minji dengan baik, karena sekarang dia adalah istriku. Namun, semua kenangan tentang kita tak akan pernah kulupakan. Semua tentang kita akan selalu berada di hatiku untuk selamanya. Thank You My Silly Girl..”

 

 

-THE END-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: