Dare To Love Me?

rfs.jpg

Dare To Love Me?

         Kim Kibum & Kwon Lee An

***

“Gomapseumnida, Kim sajangnim”

Gadis berambut pendek itu keluar dari ruang CEO SM Entertainment. Senyum tak pernah lepas diwajahnya. Ia melangkah ringan menuju lift, tanpa sadar matanya mengarah pada satu sosok yang sangat dikenalnya berdiri didepan lift. Walaupun orang tersebut mengenakan hoodie hitam dan masker, ia bisa mengenalinya dari postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi. Uhm well, untuknya.

Pria itu menoleh karena merasa ditatap sedemikian intens oleh seseorang. Matanya membelalak.

Tidak mungkin dia… pikirnya.

Tapi gadis itu tidak mungkin tidak menarik perhatian karena tubuhnya yang tinggi semampai bak model dan senyumannya yang khas. Pria itu sontak tersenyum dan melambaikan tangannya.

“Kibum-ah!” Gadis itu mendekati Kibum “How are you?”

Kibum masih memamerkan killer smilenya, “Great. How do you do? It’s been a long time since last we met, Kwon Lee An,” Gadis yang bernama Kwon Lee An ini tertawa lebar.

“Fine, I’ve just back from States and plan to set my life here. So, what you’ve been lately? I heard that you had a job as an actor,” Mereka masuk ke dalam lift bersama-sama dan secara kebetulan memencet tombol lantai 5. Practice Room. Mereka tersenyum.

“Nah, I’ve been done my latest drama. Sekarang aku kembali untuk rekaman album kelima Super Junior,” Lee An menelengkan kepalanya antusias.

“Wow, kukira kamu benar-benar akan keluar dari Super Junior,” Kibum menggelengkan kepalanya sambil menggoyangkan telunjuk tanda tak setuju.

“No no no. That’s so stupid. Super Junior adalah keluargaku dan aku tidak pernah berniat meninggalkan mereka. Bagaimana bisa aku meninggalkan keluarga yang selalu menungguku kembali?”

“Such a well-mannered kid you are,” Lee An tertawa puas mendengar jawaban sahabatnya sejak masa-masa trainee dulu.

“Well, gotta bail now, Bum. I’m in a rush,” Lee An buru-buru keluar dari lift sambil membawa tas kecilnya. Kibum mengangguk dan mereka berpisah arah.

“Allright, talk to you later, An-ah,” Kibum melambaikan tangan dan berjalan ke salah satu ruangan latihan tempat member Super Junior berlatih koreografi hari ini.

“KIBUUUUUMMM!!!!” Heechul berlari dan menubruk Kibum yang baru saja masuk ruang latihan. Mereka berguling-guling dilantai hingga akhirnya berhenti menatap tembok. Leeteuk hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Heechul.

“Aduh, hyung sakit tau!” protes Kibum sambil mengelus-elus dahinya yang sempat beradu dengan dahi Heechul. Heechul tertawa senang.

“YA! Kibum! Kami juga mau!!!” Eunhyuk dan Donghae tidak mau kalah dari heechul, mereka segera menubrukkan diri diatas tubuh Kibum dan berguling-guling dilantai. Suasana rusuh membuat Leeteuk terpaksa mematikan music player.

“STOP! Kalian ini…” ucapnya penuh determinasi. Semua member menatap leader, EunHae bergegas menghentikan kekonyolan mereka dan membantu Kibum berdiri. Leeteuk masih terdiam dengan tatapan galak.

“Aku juga mau!!” Leeteuk menubruk Kibum dan berulah seperti dongsaengnya. Berguling-guling dilantai.

“YA! YA! HYUNG!!!!” Kibum berteriak karena semua member ikut-ikutan menubruk dan menggencetnya dilantai.

+++

If I could fall into the sky do you think time will pass me by

Ponsel Lee An berbunyi dan ia merogoh saku coatnya. Ia tersenyum melihat siapa yang meneleponnya.

“Yeoboseyo?”
“EONNIIIIII!!!!!!!!!!!” Lee An menjauhkan ponsel dari telinganya

“YA! Kwon Yuri! Jangan berteriak! Kau membuat telingaku tuli!” Yuri hanya terkekeh di seberang.

“Eonni, na neo bogoshipeoyo~” rengek Yuri

“Nado nado. Apa kabar sepupuku yang cantik ini?” Lee An tertawa “Kenapa aku tidak melihatmu di kantor tadi,Yul-ah?” tanya Lee An. Jeda sejenak diseberang.

“Kantor? YA! Eonni!! Kau kembali ke SM lagi??” Yuri berteriak histeris.

“Aishh…Yul-ah berapa kali aku harus bilang, jangan berteriak. Jinjja, kupingku akan segera tuli kalau begini caranya,” omel Lee An “Ne, aku kembali lagi ke SM. Bukan sebagai trainee tentunya,”

“Whoaaa whoaaa…Chukhae, eonni” Yuri kembali terkekeh

“Gomawo. Kapan kau akan ke apartemenku? Tidak kah kau tau bahwa Jun Woo merindukanmu?”

“Ara..ara..aku akan kesana secepatnya, setelah aku kembali dari Jepang. Hey, kudengar kalian satu apartemen dengan orangtuaku. Benar?”

“Omomo…kau di Jepang rupanya. Ne.. kami satu apartemen dengan orangtuamu, tapi kami di lantai 8,”

“Nee… Kami memang masih dalam masa promo di Jepang dan sedang mempersiapkan single terbaru disana. Doakan kami sukses,” ujar Yuri ceria. Lee An tersenyum senang.

“Aigoo…untuk dongsaengku apa sih yang tidak? Baiklah, karena kau di Jepang kalau begitu bawakan aku Hideaki Takizawa dan Arashi saat kau pulang nanti,” Lee An tertawa geli

“YA! Memangnya kau kira Hideaki Takizawa dan Arashi ini semacam sushi apa bisa dibawa pulang,” gerutu Yuri diseberang.

+++

Super Junior’s Dorm 12th Floor

“Hyung, kudengar Lee An kembali ke Seoul. Benarkah itu?” tanya Ryeowook yang saat itu berada didapur bersama Leeteuk dan Shindong. Semua member sedang berkumpul di lantai 12, tempat para tetua tinggal, untuk makan bersama. Leeteuk memandang Kibum sejenak dan mengangguk.

“Lebih baik kau tanyakan saja pada Kibum, sepertinya dia lebih tau masalah ini,” Leeteuk mengedipkan sebelah matanya pada Kibum yang asyik menonton drama Flames of Desire bersama Eunhyuk, Kyuhyun dan Yesung.

“Ne, kemarin aku bertemu dengannya dan kami sempat mengobrol sedikit,” ujar Kibum datar dengan mata masih menatap televisi, tangannya sibuk menyumpal mulut Eunhyuk dengan kain lap karena tak henti-hentinya mengiler melihat Seo Woo.

“Jinjjayo? Bukannya dia tinggal di USA?” Siwon mengangkat alisnya heran

“Dulunya. Sekarang dia akan tinggal disini untuk seterusnya,” Kibum mengedikkan bahunya. Senyum kecil tercetak dibibirnya tanpa ada yang menyadari.

+++

“Oke, latihan cukup sampai disini. Sampai minggu depan,” Lee An menepuk tangannya dan tersenyum pada trainee-trainee yang dilatihnya hari ini. Ia teringat kembali saat ia masih menjadi trainee di SM 9 tahun yang lalu. Saat itu ia masih SMP dan ia ditemukan oleh pencari bakat SM ketika ia menjadi juara ballet tingkat junior di Daegu. Masa-masa pelatihan yang cukup keras dan kenangannya bersama sahabat-sahabatnya sesama trainee yang kini menjadi idola terkenal adalah hal paling berharga menurutnya.

Tok..tok..tok

Lee An menoleh pada pintu ruang latihan yang diketuk. Ia melihat Kibum yang bersandar di pintu.

“Mind to have a lunch with me?” Kibum tersenyum dan berjalan masuk. Lee An mengangguk.

“Chakkaman. Aku ganti dulu,” Lee An bergegas menuju loker dan ruang shower. Ia mengganti kaos hitam dan celana trainingnya dengan jins belel dipadukan dengan kaos abu-abu dan kemeja flannel biru. Mereka berjalan beberapa blok dari gedung SM. Lee An sedikit terkejut mengetahui Kibum membawanya ke kedai Bibi Lee, tempat mereka biasa makan dulu.

“Annyeonghaseyo, Lee ahjumma,” Kibum menyapa bibi penjaga kedai.

“Aigoo, Kibum-ya dan Lee…” bibi Lee kesulitan mengingat nama Lee An. Kibum dan Lee An tersenyum maklum. Wajar bibi Lee lupa, karena sudah lama sekali mereka tidak kemari.

“Lee An imnida,” Bibi Lee mengangguk-angguk.

“Aigoo, Lee An-ya maafkan bibi yang sudah tua ini. Seingat bibi, kamu dulu tidak setinggi dan secantik ini. Rambutmu dulu panjang sepunggung, dikepang dan memakai kacamata. Kalian mau pesan apa? Bibimbab atau Samgyetang?”

“Bibimbab saja seperti biasa,Bibi,” Mereka duduk dimeja dekat jendela. Lee An memandang sekeliling dengan tatapan gembira. Lee Sikdang ini tidak banyak berubah sejak dulu.

“Lee An, kau belum mengatakan alasan kau kembali ke SM,” Kibum menatapnya sambil mengetuk-ngetukan jari diatas meja. Lee An membesarkan matanya.

“Aigoo…bukankah aku sudah bilang. Aku kembali karena Kim sajangnim memintaku untuk menjadi pengajar ballet dan musik klasik bagi para trainee dan juga aku ingin menata hidupku kembali disini,” Lee An menopang dagu dan mengaduk-aduk jus jeruknya.

“Bukankah keluargamu tinggal disini? Kenapa kamu harus menata hidupmu kembali disini. Something bad happen?” Kibum menaikkan sebelah alisnya.

“B-a-b-o. Kibum-ya, aku bukan anak kecil lagi. God For Sake, usiaku sudah 24 tahun. Setidaknya aku sudah harus hidup mandiri karena kedua orangtuaku sekarang tinggal di Saigon, Vietnam. Ayahku memutuskan untuk menetap di kampung halaman Ibu,” lanjutnya sambil menyendok bibimbab.

“Ah, saat ini kau tinggal di dorm bersama Super Junior atau di apartemenmu?” tanya Lee An.

“Ne, aku lebih memilih tinggal di dorm, tinggal sendirian di apartemen sangat tidak enak. Aku merindukan mereka,” Kibum tertawa geli

“Ah ye, memang lebih enak tinggal beramai-ramai,” Lee An ikut tertawa. Tanpa sengaja Kibum menatap sesuatu yang berkilauan di jari manis Lee An, saat gadis itu mengusap matanya dengan tangan kiri. Ia memicingkan matanya.

“Lee An-ah, are you engaged or something?”

Lee An tersenyum lemah, ia tidak menjawab pertanyaan Kibum. Setelah makan ia mengajak Kibum ke suatu tempat. Kibum mengikutinya dengan wajah datar. Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja. Kibum tidak berniat bertanya apapun, dan Lee An tidak mengatakan apapun selain “Ikut aku,”

Mereka sampai di sebuah apartemen dan naik ke lantai 8. Kibum masih terdiam dengan sejuta pertanyaan dibenaknya.

“Ini tempat tinggalku, Kibum. Dan aku ingin mengenalkanmu pada seseorang,” Kibum memandang Lee An dengan tatapan dingin. Ia tidak mengharapkan akan dikenalkan oleh tunangan atau suami yang tinggal serumah dengannya.

“Jun Woo-ah, annyeong,” Lee An masuk kedalam dan memanggil seseorang bernama Jun Woo.

Jadi…nama pria itu…Jun Woo? Kibum merasa hatinya sangat sakit. Seketika itu ia merasa kalah. Ia membayangkan pria bernama Jun Woo itu adalah pria tampan dan tinggi serta menarik.

Namun, bayangannya buyar saat Lee An keluar sambil menggendong seorang balita lucu berpipi tembam. Kibum membelalakkan matanya.

“Jun Woo-ah, ini Kibum ahjussi teman eomma dan Kibum, ini Jun Woo, anakku,” Balita yang bernama Jun Woo tersenyum dan menatap Kibum dengan mata bundarnya.

+++

Yuri menatap pria didepannya ini sambil menyilangkan kedua tangannya. Ia tidak menyangka bahwa pria ini benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai hal yang terjadi pada sepupunya.

“Oppa, apa kau benar-benar tidak tahu alasan Lee An eonni keluar dari SM?” Yuri menatap Kibum yang terlihat bingung dan kesal. Kibum  menggeleng sambil memutar-mutar cangkir kopinya.

“Yang kutahu, dia keluar karena lebih memilih melanjutkan kuliah di Amerika, bukannya menikah,” Ia ingat Lee An pernah mengirim email padanya yang mengatakan ia pindah ke Amerika untuk melanjutkan kuliah disana.

“Eonni menikah karena dijodohkan. Jung Yunho oppa, jatuh cinta pada eonni saat mereka menghadiri pesta tahunan pemegang saham perusahaan Sam Dung. Kedua ayah mereka sepakat menjodohkan mereka karena permintaan Yunho oppa. Eonni tidak tahu apa-apa, saat Yunho oppa melamarnya dan ia menerima lamarannya karena seseorang membuatnya patah hati,” Yuri menekan kalimat terakhirnya. Kibum memicingkan matanya mendengar kalimat terakhir Yuri.

“Maksudmu siapa?”

“Tentu saja kau, Kim Kibum! Memangnya Lee An eonni tidak patah hati saat melihatmu berciuman dengan Shin Minji di ruang piano! Dia sangat-sangat sakit hati dan akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Yunho oppa setelah lulus SMA,” Kibum menganga lebar. Akhirnya ia tahu alasan Lee An  sempat menghindarinya 5 tahun yang lalu. Saat itu ia dan Shin Minji baru saja resmi berpacaran.

“Mereka pindah karena Yunho oppa diangkat menjadi manajer Sam Dung untuk Amerika,”lanjut Yuri sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela kafe.

“Lalu kenapa Lee An kembali kemari? Dan kenapa aku tidak melihat suaminya?”

Yuri menghela napas, ia terpaksa menceritakan hal ini pada Kibum. Ia tahu betul betapa sedihnya Lee An saat mengetahui Kibum lebih memilih Shin Minji, lawan mainnya di drama yang juga sesama artis SM.

“Kau tahu, ia mengatakan butuh satu bulan untuk melupakan perasaannya padamu, tapi butuh waktu seumur hidup untuk melupakan Yunho oppa,” Yuri menggantungkan kata-katanya.

“Mereka bercerai?” Kibum mengernyitkan alisnya. Yuri menggeleng.

“Bukan. Yunho oppa meninggal karena kecelakaan mobil yang menimpanya dua tahun lalu, dan Lee An eonni yang bersamanya, kehilangan janin di kandungannya. Beruntung saat kecelakaan itu terjadi, Jun Woo sedang bersama halmoninya dirumah. Eonni sempat terguncang dan nyaris bunuh diri. Tapi ia teringat Jun Woo masih berusia setahun dan memerlukannya sebagai orangtua. Tahun lalu, SM memintanya menjadi pengajar ballet dan musik klasik untuk para trainee. Eonni menyetujuinya dan karena itu, ia kembali ke Seoul untuk menata ulang hidupnya disini,” Yuri memandang Kibum yang masih tenggelam dalam pikirannya.

“Sekarang terserah kau, Oppa. Apakah kamu akan menjauhi eonni yang masih menganggapmu sebagai sahabat atau kau akan bersikap seperti biasa padanya. Hanya saja kuingatkan, jangan membuat eonni kecewa untuk kedua kalinya. Sudah terlalu banyak rasa sakit yang ia tanggung selama ini,” Yuri berdiri dan meninggalkan Kibum sendiri di kafe.

+++

Sudah sebulan Lee An tidak bertemu Kibum. Ia sadar bahwa Kibum akan sulit menerima kenyataan setelah mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Seorang janda dengan anak.

“Yeobo-ah, mianhae. Ternyata aku masih menyukainya,” Lee An mengusap foto pernikahannya yang berada di atas meja. Didalam foto itu, ia dan Yunho terlihat sangat bahagia. Ia melihat Jun Woo masih terlelap dan menciumi pipinya.

“Ah, susu Jun Woo habis. Beras, daging sapi, ayam dan sayuran juga habis, ” Lee An membuka kotak penyimpanan susu dan memeriksa isi kulkas serta lemari penyimpanan makanan. Ia mengambil ponselnya untuk menelepon ibu Yuri yang tinggal di lantai 2 apartemennya, meminta tolong untuk menjaga Jun Woo selama ia berbelanja ke supermarket.

“Ahjumma, aku titip Jun Woo dulu ya,” ujar Lee An saat ibu Yuri sudah berada didalam apartemennya.

“Aigoo…tenang saja Lee An-ah. Aku akan menjaga cucuku ini,” ibu Yuri tersenyum sambil menepuk tangan Lee An pelan.

“Baiklah ahjumma, aku pergi dulu,” Lee An membungkuk pada bibinya.

Sepanjang perjalanan, ia menyetir Mini Coppernya secara perlahan menuju Lotte Mart. Ia mengingat betapa dulu ia menyukai Kim Kibum semasa trainee dan ia patah hati dengan orang yang sama pula. Namun, Jung Yunho datang dan menyembuhkan patah hatinya serta menutup lukanya dengan cintanya yang tulus. Disaat ia benar-benar mencintai pria itu, takdir mempermainkannya.

Ia bergegas turun dari mobilnya dan berbelanja kebutuhan rumah tangga. Tidak ada waktu untuk bersedih hati, masa depanku sekarang adalah untuk Jun Woo. Ia menyemangati diri sendiri dan kembali ke apartemen dengan mood yang lebih baik. Ia berjanji pada untuk lebih memikirkan kehidupannya bersama Jun Woo dan mengesampingkan perasaan pribadinya.

“Hi,” Lee An terkejut melihat sesosok pria menyapanya di loby apartemen. Kim Kibum.

“Hi, what are you doin’ here, dude?” Lee An mengangkat alis dan menyapanya kasual. Ia mendekap kantong kertas belanjaannya dan berjalan melewati Kibum. Kibum segera memegang pergelangan tangannya.

“We need to talk,” ujar Kibum dengan nada penuh determinasi. Lee An memandangnya dengan tatapan kosong dan tersenyum. “Appayo, Bum-ah,”

“Nay, we don’t need it. Bukankah terakhir kali kita bertemu semua sudah jelas? I have a kid and you look so irritated with my condition. So, you can leave me, please.” Lee An mengibaskan tangannya tanda tak peduli. Kibum mengepalkan tinjunya.

“Then I won’t leave you. Mianhae. Aku tahu aku bodoh, tapi sekarang aku  hanya akan melihat dan mencintai apa yang ada didepanku sekarang. Dengan segala keadaanmu dan dengan Jun Woo bersamamu,” Kibum menatapnya tepat kedalam manik matanya membuat Lee An kehilangan kata-kata.

“Lee An-ah, biarkan aku disampingmu, mengobati luka hatimu, menjadi penjagamu dan Jun Woo,” Kibum tersenyum, ia merogoh saku jinsnya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam.

“Kwon Lee An, hanya kamu yang bisa dan bertahan menjadi sahabat terbaikku selama 7 tahun ini. Narang gyeolhohaejurrae?” Kibum membuka kotak kecil yang berisi cincin emas putih bertahtakan berlian mungil diatasnya. Lee An membelalakkan matanya.

“Ehm…Aku tidak harus menjawabnya sekarang kan?” Lee An tersenyum manis

“Enngg…” Kibum menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aturan kamu harus bertanya pada Jun Woo dulu, Mr. Kim. Setuju atau tidaknya itu semua berada ditangan anakku,” Lee An mengedipkan sebelah matanya pada Kibum. Ia berjalan sambil tertawa lebar, meninggalkan Kibum yang menganga di koridor menuju lift.

“What?!!”

“Hey Mr. Kim, do you dare to love me?”

“Demi Neptunus. Yes, I do, my Kwon Lee An!”

+END+

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: