Romantic Story For Me

Romantic Story For Me

***

 

Jatuh cinta adalah salah satu hal terindah yang pernah di ciptakan oleh Tuhan. Dia bisa membuat sebuah ikatan suci yang menjadi penghubung antara satu manusia dengan manusia yang lain melalu cara yang begitu indah

Cinta memiliki berbagai bentuk. Ada yang cinta antara lawan jenis, ada pula cinta dengan kedua orangtua mereka atau kepada salah satu hewan peliharaan.

Tetapi mungkin kau harus tahu tentang cinta menurut versiku. Jatuh cinta kepada seseorang yang terlalu jauh untuk di gapai akan tetapi keberadaanya selalu terasa dalam hatimu

Mau tahu jatuh cinta seperti apa?

Ikutilah kisah bodohku ini

*****

 

“SEBASSSSSSSS” Teriak salah satu sahabatku ini. Dengan tingkah hebohnya, ia berlari dan berhenti tepat di depanku sambil memutarkan tubuhnya cepat, “Sebas sebas sebas!!!!!” panggilnya makin tidak sabaran

Aku yang sedang sibuk menempel poster di kamarku, menoleh malas ke arahnya, “ada apa Hani? Bisa diam tidak, aku sedang sibuk nih” elakku berusaha berkonsentrasi memasang double tip di sekeliling kertas

Wajah Hani mengkerut kesal, “Ya! Aku mau memberi tahu kabar baik untukmu, tapi ck ck ck—mau tahu tidak Sebastian Mamoru!!!!!!” suaranya naik beberapa oktaf, membuatku terpaksa menghentikan kegiatanku lalu duduk di sebelahnya

“Iyaaaa Nyonyaaaa, berita bagus apa sih??” tanyaku pura pura tidak tahu. Padahal aku bisa menebak hal apa yang ingin dia sampaikan

“Suju!! Sebas!!!” suara Hani kembali terdengar heboh, “Suju mau datang ke INDO!!!!!! HYAAAAA” Tanpa aba aba, Hani berdiri dan menari ala bonamana yang sangat berantakan di depan hadapanku

Aku hanya meliriknya kesal bercampur gemas sambil berusaha tidak mengambil handphone untuk menghubungi rumah sakit jiwa terdekat. Siapa tahu sahabatku ini otaknya rada korslet semenjak aku racuni dengan Super Junior

“Lalu?” tanyaku acuh kemudian memutuskan menempel poster di dinding kamarku, “kau mau apa?” lanjutku meski membelakangi tubuhnya

Hani mendengus kesal melihat sikap cuekku, “Sebas!! Emangnya lo ga mau nonton apa??? Gila, kapan lagi mereka datang ke sini!!! Kesempatan langka!!!” lanjutnya masih asyik berjingkrak jingkrak, “gw kan nanti bisa ketemu sama my bias—Cho Kyuhyun” katanya girang

Aku memutar kedua bola mataku, “sayangku Hani. Gw udah tahu berita itu jauh lebih dulu dari lo! Inget, gw kan ELF senior lo di sini kekeke~” namun sesaat aku merenung sejenak dan mengambil nafas panjang, “gw ga bisa nonton Hani, ga punya duit!! Uang simpanan gw habis buat bikin skripsi di BEJ—udahlah lo aja yang nonton” kataku pasrah

Hani terdiam mendengar perkataanku. Ia bersingut menjauh sambil memajukkan bibirnya—cemberut, “yah….kalau nonton sendiri ga enak dong—gw sih udah nabung dari kapan tahu….” Pandangan beralih kepadaku dengan rasa penyesalan sebagai seorang teman, “maaf, gw bisa minjemin lo duit bua—

“Eits!” aku memotong ucapannya, “kita emang temenan, tapi bukan berarti lo harus punya duit cadangan buat minjemin gw beli tiket Suju! Udahlah” aku mengibaskan tangan di depan wajahnya, “gw sih gampang—kan ada TV, tinggal nonton aja—pasti di liput kan” kataku ringan walaupun ada rasa sesak tersembunyi dalam hati

“Tapi kalau di TV pasti cuma konfrensi persnya doang kali Bas” kata Hani merasa sangsi

“Eh?” aku mengkerutkan dahi—baru menyadari kebodohan yang sejak dulu tertanam di otakku, “benar juga…hmm tapi ga apa apalah, kalo ga ada di TV kan masih ada Youtube hehehehe” aku memilih membereskan kamarku yang kotor dengan bekas guntingan kertas di bandingkan membicarakan tentang konser yang paling di idam idamkan seluruh ELF di Indonesia

Perlahan lahan raut wajah Hani pun berubah, ia mendadak bersikap ceria dan kembali berkata heboh—mungkin dia bermaksud untuk menghiburku, “Eh Sebas, mau gw bawain fotonya siapa? Siwon, Eunhyuk, Leeteuk atau…

Aku memutar tubuhku dan menjentikkan jari di depan Hani, “kalau bisa—kasih gw fotonya Seunghwan, manajer Suju!!! Haaa, I adore him, Hani” gumamku kagum dengan pandangan menerawang jauh—berusaha membayangkan sesosok namja yang selalu melindungi Idolaku dari balik layar

“Ye….lo ELF bukan sih?” tanya Hani untuk kesekian kali, “masa manajernya yang lo suka! Kurang ganteng apa Oppa Oppa kita, sebas sayanggg” katanya gemas melihat sikapku yang tidak biasa

“Mereka tampan Hani…..” senyum tulus dari bibirku mengembang sesaat aku mengucapkan itu, “mereka terlalu tampan……untuk gw, makanya gw mau ngincer manajernya aja hahaha” kelakarku senang.

“Dasar!” Hani menghantam wajahku dengan bantal putih di atas kasur yang aku balas menimpukinya memakai sampah kertas dari dalam tanganku

Kami tertawa tawa. Melupakan hal kesedihan dan kegembiraan untukku dan untuknya. Paling tidak aku harus mengantarkan Hani dengan senyum nanti hingga di dalam gerbang pertunjukkan Super Show

(Sebenarnya aku sudah mencoba cara memasukkan diri dalam tas ransel Hani—tetapi tidak muat dan aku bisa kehabisan nafas sebelum berhasil masuk ke dalam gedung pertunjukkan sehingga kami harus membatalkan niat licik itu)

Universitas Katolik Atmajaya Jakarta

“Salah!” bentak Pembimbing Skripsiku di dalam kantornya. Aku hanya bisa mengkerutkan tubuh—ketakutan, “apa yang salah lagi bu?” tanyaku sepelan mungkin. Tetapi anehnya, ia malah melotot ke arahku dengan garang, “SEMUANYA!!! Kamu udah semester akhir tidak tahu caranya menghitung Dividen Payable yang benar?? Buka buku manajemen pembelanjaan jilid 1 sana!!!!” ia menyodorkan kerangka penelitianku yang sudah aku ketik rapi sampai tidak tidur selama dua hari, kembali ke arahku, “Jangan kembali sampai mendapatkan angka normal dalam perhitungan harga saham pekan ini, mengerti!!!”

Aku yang sudah kebal dengan sifat galaknya, mengangguk pasrah, “baik Bu—terima kasih” dengan cepat kututup pintu ruangannya lalu keluar dari sana.

Sepanjang perjalanan aku makin merasa bodoh. Sudah tahu tidak bisa matematika malah mengambil jurusan manajemen keuangan. Kenapa dulu ngga pemasaran aja, ck ck. Poor Sebas

Ddrrtt. Handphone dalam saku jeansku bergetar. Aku ambil dan membaca ada satu pesan yang belum terbaca di sana

1 message

Mau paket nonton Super Junior Super Show di Indonesia? Ketik *111*5302*1# sekarang!

 2 sms/hari, 2 ribu + Free ringtone Super Junior

“Hahahahaha” aku tertawa hambar, “kebetulan banget, mau nonton SS eh malah dapet sms beginian..ck ck” gumamku masih memandangi layar telepon dengan perasaan campur aduk. Tidak dapat di pungkiri ada perasaan mendesak agar aku mengetik sederet angka tersebut. Tetapi nalarku berkata lain, ‘Ini hanya undian Sebas….sejuta orang akan mengirimkan hal yang sama dan hanya satu orang paling beruntung yang mendapatkannya. Ayolah, lo anak keuangan—berapa kemungkinan lo bisa menang? 1 : 2 juta!’

“Tapi..” aku merenung sejenak, “nyoba aja—toh ga rugi ini cuma kepotong 2 ribu. Ga dapet, no problem” janjiku dalam hati. Aku mengetik sms balasan dengan asal asalan dan membiarkan handphone masuk kembali. Selanjutkan kuputuskan pulang kerumah untuk mengetik ulang laporan skripsiku ini

Ternyata tidak hanya Hani yang bersikap heboh menanggapi kedatangan Super Junior ke Indonesia. Seluruh stasiun televisi sedapat mungkin meliput berita ini. Bahkan mereka juga sudah mempersiapkan profil lengkap untuk menyambut kedatangan mereka dua minggu dari sekarang. Apa mungkin karena demam Korea sedang melanda negeriku ini? Entahlah. Yang pasti seluruh ELF bersukacita meski tidak sedikit yang bernasib sama sepertiku. Tidak memiliki tiket pertunjukkan mereka

Mengenaskan bukan?

“Udahlah, gw janji nanti gw akan nyusup ke dalam bus mereka—lalu minta ijin buat foto Seunghwan demi lo, kalau perlu gw mintain sekalian tanda tangannya, gimana?” hibur Hani untuk kesekian kali. Semenjak berita heboh itu—dia akan datang setiap sore dalam satu hari hanya karena merasa tidak enak menonton sendirian

“Gw ngga apa apa Hani” jawabku sama seperti minggu minggu sebelumnya, “tapi kalau lo emang hobi stalker, boleh deh foto Seunghwan+tanda tangannya ya hehehhehhehe” kataku tidak tahu diri

“Hmm, maunya tuh!!” sindir Hani sambil mengacak rambut hitamku.

“Hehehehee” kami bercanda satu sama lain hingga tidak sadar ada sebuah bunyi getaran berasal dari dalam tas cokelatku

Ddrrrtttt..Ddrrrtttt….

Kali ini bunyinya lebih lama—ini pasti telepon masuk bukan sekedar sms

Benar saja, sederet nomor yang tidak aku kenal tertera di layar, aku memencet tombol hijau untuk mengangkat teleponnya, “Halo selamat siang” sapaku sopan

“Selamat siang, apakah ini dengan pemilik nomor…” ia menyebut no handphoneku dengan tepat

“Ya benar—itu saya, ada apa Pak?” lanjutku merasa khawatir, apakah nomorku sudah memasuki masa tenggang? Entahlah

“Ah Selamat Ibu Sebastian Mamoru, anda memenangkan satu tiket menonton konser Super Junior—Super Show di Jakarta yang akan dia—

EH? KO…KONSER? DIA BILANG KONSER!!!!

“APA???” aku sontak berdiri sambil menganga tidak percaya, “Bapak ngga bercanda kan?? Ini..ini bukan penipuan atau—

“tenang Ibu, saya agen resmi dari telepon seluler” jawaban dari seberang sana dengan tenang, “kalau anda tidak percaya, besok silahkan datang ke menara perusahaan di Jalan…”

Lagi lagi aku memotong ucapannya, “Saya….saya…beneran menang Pak? Bapak serius kan….”

“Saya serius” suaranya yang terdengar tegas membuatku semakin yakin

“Hiks..” sesudah dia menjelaskan tata cara pengambilan hadiah, aku langsung menutup telepon, melihat ke arah Hani yang belum menangkap berita kegembiraanku ini

Dengan spontan kupeluk erat tubuh Hani, “Hani…gw…..hiks…” jelas saja tangisku pecah. Impianku…..menjadi kenyataan, ini bahkan terlalu nyata untuk terjadi dalam kehidupanku

“Lo kenapa Bas?” tanyanya khawatir melihatku menangis

“Gw…” ku hapus jejak air mata lalu menatap wajah lugunya, “GW IKUT LO NONTON SUJU!!!!!!”

“EH?” Hani melotot di depanku, “SERIUS? HAAAAAAA SEBAS!!!!!!!” ia berbalik memelukku erat. Kami benar benar tidak menyangka akhirnya moment ini datang juga

*****

Semenjak hari itu, aku dan Hani mempersiapkan semuanya. Hani sibuk memilah hadiah yang nantinya akan di berikan ke atas panggung untuk Kyuhyun—suaminya tercinta. Sedangkan aku sedang mengumpulkan seluruh majalah bekas simpananku yang sudah tidak terpakai

“Itu buat apa Sebas?” tanya Hani heran melihat kegiatanku yang tidak biasa, “kita mau pergi ke konser—bukannya ke gerakan Go Green milikmu itu! Mau bikin scrapbook buat Seunghwan ya?” tebaknya salah besar

Aku menggeleng cepat sambil tersenyum lebar, “aku mau membuat sebuah tulisan—tulisan yang ingin aku katakan ketika aku bertemu dengan mereka” jawabku mulai mengunting satu persatu halaman majalah berwarna warni dengan cekatan

“Tulisan?” Hani merubah posisi duduknya menjadi ke arahku sekarang, “apa itu?”

“Lihat saja nanti hasilnya” gumamku memikirkan cara unik untuk Super Junior idolaku

Gelora Bung Karno. Hari H, Super Show Concert

Ratusan ELF eh mungkin ribuan ELF—entahlah aku tidak tahu persis berapa kapasitas tempat ini bisa menampung fanbase Super Junior, yang pasti aku beserta Hani harus mengantri panjang untuk bisa masuk ke dalam. Padahal konser baru di mulai pukul 16.00 namun seluruh ELF sudah memadati tempat ini dari pukul 11.00. Aku dan Hani saja yang datang dari jam 13.00 tercengang—tidak dapat di katakan betapa kami memang antusias menantikan momen ini bertahun tahun.

Super Show di Indonesia

Itulah mimpi semua ELF di sini

“Maaf mbak, karena anda mendapatkan tiket dengan cara dari pihak sponsor—anda mendapatkan tempat yang berbeda dengan teman anda ini” jelas salah seorang panitia ketika kami berdua sudah di depan pintu masuk

Aku dan Hani saling bertukar pandangan

“Ng, ngga apa apa deh—nanti pulangnya kita barengan ini” jawabku dengan segera di sertai anggukan dari Hani.

Kami berdua terpaksa berpisah. Ia di tempat VVIP sedangkan aku berada di samping kanan panggung, ah sudahlah yang penting aku tidak mengeluh. Sudah mendapatkan tiket gratis saja sudah beruntung. Pasti banyak ELF yang mau menjadi diriku sekarang

Ternyata panitia tidak menunda acara. Konser di adakan tepat waktu. Pada pukul 11.00 lampu gemerlapan mulai menyala dan menyapu kami semua. Teriakan histeris bermunculan saat layar lebar menampilkan wajah satu persatu member Super Junior secara close up

Ya Tuhan, jika ini memang mimpi—ijinkanlah aku tertidur hingga acara selesai. Aku merasa berada pada mimpi paling indah. Melihat mereka berjalan nyata—tidak terbatasi oleh layar kaca. Gerak gerik mereka, sama persis seperti yang aku bayangkan selama ini. Kelucuan mereka, wajah tampan setiap personil…..cara mereka menatap kami dengan penuh haru….andai ini tidak pernah berakhir

Ah Super Junior, Saranghaeyo

__

Saat tiba penutupan konser—kami sempat berteriak encore. Namun Leeteuk hanya tersenyum lemah sambil berbicara dengan bahasa Indonesia yang berantakan. Ia merunduk bersama 11 member lainnya dan berjalan ke dalam panggung

Walaupun terdengar gumaman kecewa, kami tetap keluar dari gelora Bung Karno dengan tertib. Aku menunggu Hani di dekat pintu barat, namun hingga satu setengah jam aku menunggunya—dia belum muncul juga

“Aduh kemana nih anak?” desisku mulai cemas. Aku mengambil handphone—baru saja aku menekan tombol speel dial, tiba tiba Hani meneleponku, “Halo? Lo dimana sih??”

“Aishh, maaf Sebas, gw pulang duluan” kata Hani cepat—tanpa jeda, “tadi itu, gw di jemput sama bokap karena mau ada makan malam keluarga, jadi maaf” ia masih berbicara terlalu terburu buru

“Eh tapi kenap—

Tuut….Tuut….

“Ya nih anak pake di matiin segala…” aku memasukkan handphone dengan kasar ke dalam tas lalu memutuskan mencari metro mini di persimpangan jalan, dekat lampu merah. Beberapa ELF yang masih berkumpul di sana untuk menunggu bis Super Junior keluar mulai membubarkan diri. Mungkin mereka kecewa karena Super Junior sudah pergi secepat mungkin kembali ke hotel karena besok mereka langsung balik ke Korea Selatan—gosip yang berhembus mengatakan mereka sibuk mempersiapkan Album ke 5. Yah, semoga saja itu benar. Kataku dalam hati

“Yah, pake lampu merah lagi” keluhku. Kan udah terkenal banget lampu merah di daerah sini, bisa sampai aku nyanyi bonamana 12 kali baru berganti warna hijau nih. Huh, mana banyak mobil gede dan Bis berwarna biru—eh lucu juga, warnanya kok sama seperti bajuku sekarang. Biru Sapphire

HA? Biru Sapphire?

Aku yang berada di badan trotoar langsung memicingkan mata untuk bisa melihat ke dalam kaca gelap sebuah bis megah itu. Jangan bilang itu……

“Super Junior” ucapku hampa ketika menangkap sesosok rambut berwarna hitam yang sedang menggendong kura kura besar miliknya, “Hyaaa itu beneran SUPER JUNIOR!!!” Teriakku makin keras. Untung saja karena sudah larut malam. Hanya ada sebuah mobil berwarna silver di depan bis Super Junior. Kami hanya di pisahkan dalam jarak beberapa meter. Mustahil bukan? Rasanya aku seperti mendapat bonus dari keberuntunganku kemarin

“SUPER JUNIOR!!!” ulangku berteriak sekencang mungkin agar mereka mendengarnya. Dan itu berhasil

Ryeowooklah orang pertama yang membuka kaca jendelanya. Ia menunjukku bersemangat sambil menyuruh member lain melihat ke arahku. Gumaman mereka dalam bahasa hangul memang tidak kumengerti, namun saat Leeteuk menunjuk kausku yang bertuliskan Super Junior lalu berbalik menunjuk kepada mereka sendiri. Barulah aku mengerti maksudnya

“Aku….Aku ELF!” teriakku menjawab kebingungan mereka

“Oh” mulut mereka membulat sempurna. Serempak kepala mereka mengangguk mengerti. Heechul memberikan jempolnya kepadaku sambil tersenyum manis—mungkin dia sama bingungnya seperti diriku. Ingin berbicara namun kita sama sekali tidak mengerti bahasa masing masing

Aku menunjuk mereka satu persatu, mulai dari Leader kita, Leeteuk—special one berlanjut terus hingga magnae Kyuhyun lalu mendekap kedua tanganku di dada. Memberi isyarat di mana mereka menempati tempat istimewa untukku

Tidak ada balasan. Semua member Super Junior termangu melihatku. Namun sejenak wajah mereka memancarkan rasa haru dan serempak—sekali lagi, mereka menundukkan kepala untuk berterima kasih

Tidak dapat kutahan lagi rasa haru ini. Ingin rasanya aku berlari menghampiri mereka. Toh mereka hanya berada beberapa meter di depanmu, bukan masalah besar jika kau hanya meminta foto atau tanda tangan mereka. Kapan lagi! Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa melihat mereka sejelas dan sedekat ini

Namun aku berhasil menahan kedua kakiku agar tetap berdiri di tempat. Sempat Siwon mengatakan picture sambil bergaya foto foto dan menunjuk kepadaku, tetapi aku malah membalasnya dengan gelengan kepala. Siwon terdiam dan bergumam tanpa bisa ku dengar jelas. Mungkin mereka merasa aneh dengan sikapku yang tidak biasa. Ah tidak masalah

Ah! 34 detik lagi, lampu hijau!!! Aku harus memanfaatkan detik detik ini—oh iya, aku kan punya poster tulisan yang belum sempat aku perlihatkan kepada mereka. Kubuka tasku dan memberi tangan ke hadapan mereka, seolah olah meminta waktu. Dengan sigap ku buka lebar lebar karton berwarna krem yang sudah kusut dan berantakan itu kemudian kubentangkan di depan Super Junior, mengangkatnya tinggi agar mereka bisa melihat lebih jelas

I’M PROUD TO BE ELF

Tidak ada ucapan balasan dari mereka. Kenapa?

“Oh tidak…” Bis mereka terlanjur melaju kencang ketika sejenak lampu berubah hijau. Memang aku bisa melihat mereka berseru dari kejauhan, tapi aku bahkan tidak di ijinkan melihat reaksi mereka. Aishh, mungkin ini bukan keberuntungan untukku.

Secara perlahan senyum manisku terkuar dari sudut sudut bibirku—walaupun naas, aku tetap bisa melihat mereka dalam jarak sedekat itu. Paling tidak aku beruntung bukan?

 

Seoul, Korea Selatan

“Woi!! Jangan malas malasan! Ayo berdiri lagi!” bentak Leeteuk sambil berkacak pinggang di depan para dongsaengnya yang terbaring kelelahan di tempat latihan dance

“Capek Hyung!” gerutu Kyuhyun masih berusaha mengatur nafasnya yang memburu akibat terlalu banyak menari sedari tadi, “koreonya lebih susah daripada bonamana”

“Yah itu resiko” celetuk Heechul datar, “sudah sudah! Ayo nurut sama Leeteuk, latihan lagi!!” ia menarik lengan Sungmin yang berada di sampingnya dan berentet mereka saling membantu satu sama lain agar beranjak berdiri. Memulai semuanya dari awal

Leeteuk melayangkan senyum penuh rasa terima kasih ke arah Heechul, “pokoknya kita harus semangat! Ini demi ELF” senyum Leeteuk berubah lembut, “aku tidak sabar melihat reaksi mereka melihat comeback kita nanti” ucapnya halus

“Iya…ingat tidak ELF yang kita temui di jalan sewaktu Super Show di INA? Aishh entah kenapa aku terharu setiap kali mengingatnya” pandangan Shindong sendu melihat kejauhan, “dia sampai membuat tulisan sebesar itu dari berbagai wajah kita di majalah menjadi sebuah kalimat…..ELF….mereka sangat mencintai kita yah”

Semua terdiam mendengar ucapan Shindong.

“Nah itu berarti kita harus melanjutkan latihan kita” ujar Donghae mengambil posisi, “kita harus bekerja sekeras mungkin demi mereka”

“Ya..” sahut Yesung menepuk pundak Donghae, “kali ini kau benar…”

“Ya!!!” teriakan Leeteuk kembali mengagetkan mereka, “jadi kita siap latihan lagi?” tanyanya mengobarkan semangat para member

Semua member tersenyum kecil sambil mengangkat tangan ke atas, “SIAP!!!”

Jauh, berkilo kilo batasan negara dan laut. Ada seseorang wanita yang berdiri gugup di depan ruang sidang. Menunggu keputusan ketiga juri untuk memberinya gelar Sarjana Ekonomi Manajemen Keuangan. Kedua tangannya terpilin, berkeringat dingin. Ia mencuri pandang dengan takut ke depan

“Sebastian Mamoru….”

Yeoja itu menelan ludah, “ya?” jawabnya sudah siap dengan keputusan yang akan di berikan

Sebuah senyum tipis menghiasi ketua sidang hari ini, “Anda lulus dengan nilai A” katanya tegas

“APA??” teriak Sebastian Mamoru gembira, “Ahhhh, makasih Bu,,,makasih Pak” ia berkeliling untuk menjabat seluruh juri sidang

Tak berapa lama, Sebastian Mamoru keluar dari sana. Hatinya merasa lebih ringan. Ia menggulung lengan kemeja ke atas sambil mengeluarkan sebuah surat pengantar untuk melamar pekerjaan. Sekarang semua bebannya sudah terhempas bebas

“Super Junior…” bisiknya seorang diri, “mulai saat ini aku akan menabung untuk membeli albummu nanti—dari hasil keringatku sendiri, bukan dari orangtua lagi” perasaan bahagia itu terus menghinggapi dirinya, “dan suatu saat nanti, kita akan bertemu lagi” pandangannya menyapu ke langit biru yang terbentang luas—indah di pagi hari seperti ini, “aku akan bekerja keras!” janjinya sambil berjalan menuju lift di samping ruang sidang

*****

Dua pihak. Berbeda benua, kultur, adat istiadat dan bahasa. Tetapi apakah kamu tahu, mereka saling terikat satu sama lain. Dalam sebuah bentuk cinta yang lain.

Cinta antara seorang penggemar kepada salah satu Idolanya

 

THE END

 

1 Comment (+add yours?)

  1. saschy
    Jun 06, 2017 @ 22:53:07

    wah aku sempet kena serangan jantung sesaat pas liat nama kampusnya hahahahaha

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: