Firefly

~ Firefly ~

Kami yang berbeda, namun bisakah kami merasakan empati yang sama?

***

Malam ini, malam yang cerah dengan cahya bintang yang berpendar indah. Namun sepertinya tak begitu indah bagi sosoknya. Terkesan begitu terbebani dan lelah, itulah yang berhasil ku tangkap dari sorot matanya.

Entah sudah berapa lama ia duduk diam di sana. Di sebuah kursi di pojok taman ini. Mungkin lebih dari dua jam berlalu, namun tak tampak ia akan beranjak meninggalkan tempat duduknya. Padahal malam semakin larut dengan  hawa dingin yang semakin menusuk.

Aku terus saja memperhatikan sosok itu, entah mengapa sejak awal kedatangannya di taman ini, membuatku begitu penasaran akan dirinya.

Andai saja aku bisa bicara dalam bahasa kaumnya, aku tak akan hanya duduk diam dan hanya memandang sosoknya yang menawan, dengan alis yang tak terlalu tebal, tatapan mata penuh kehangatan, hidung mancung dan lesung pipi yang bertengger manis menghiasi paras indahnya itu.

Bila memang aku bisa, aku tak akan segan untuk menghampiri sosoknya, menyapanya dan menanyakan apa yang sedang ia rasa. Apa yang membuatnya menanggis tertahan, yang membuatnya begitu terlihat terbebani dan lelah.

Namun apa daya, aku hanya seekor kunang-kunang yang tak bisa berbicara dengannya, yang merupakan kaum Manusia. Kami para kunang-kunang hanya mengerti apa yang mereka katakan, dan kami tak punya kemampuan untuk berbicara dengan mereka.

***

Kami kunang-kunang memang tak dapat berbicara dengan manusia tapi kami bisa berkomunikasi dengan mereka lewat bahasa hati, bahasa jiwa.

***

Sosok itu kini tampak mengusap kedua matanya, kurasa ia tak sanggup lagi menahan lebih lama bulir-bulir bening air matanya. Entah mengapa hatiku terenyuh melihatnya, tanpa sadar sayap-sayap kecil ini, membawaku terbang mendekat kearahnya. Dan mendarat tepat ditelapak tangan. Keterkejutan terlukis di wajahnya. Sejenak Ia menatapku dalam, dan sedetik kemudian ia tersenyum penuh ketulusan.

“Hai, kunang-kunang kecil, Leeteuk imnida. Aku adalah leader dari boyband bernama Super Junior.” ucapnya tiba-tiba padaku. “Kunang-kunang kecil pernah kah kau merasa gagal? Pernahkah kau merasa, bahwa kau hanya seorang bodoh yang tak bisa berbuat apa-apa? Pernahkah kau merasa bahwa mungkin ini adalah akhir dari segalanya? ” Tanyanya bertubi-tubi padaku. Aku ingin menjawab semua pertanyaannya, namun apa daya aku tak bisa. Hanya sebuah kedipan mata yang bisa kujadikan jawaban atas semua pertanyaannya.

“Nanuen jeongmal baboya. Mengapa aku menanyakan hal itu padamu, tentu saja kau tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku itu. Kunang-kunang kecil, aku merasa, aku adalah seorang leader yang gagal. Leader bodoh yang tak bisa berbuat apa-apa untuk menjaga dongsaeng-dongsaengnya. Leader yang hanya bisa membiarkan ke-2 dongsaengnya melepas sementara “status” kebersamaannya dan tak bisa menahan satu dongsaengnya untuk tetap bertahan dalam satu lingkup yang sama.“ ungkapnya padaku.

Tanggisnya semakin pecah, tatkala ia bercerita padaku. Aku sungguh pilu melihatnya, aku benar-benar bisa merasakan apa yang ia rasakan, rasa yang membebaninya, rasa lelahnya dan juga rasa bersalah yang tumbuh dalam batinnya.

“Jangan menangis, kau bukan leader yang gagal, juga bukan leader yang bodoh. Kau leader yang hebat dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kau miliki. Mungkin ini adalah saat-saat tersulit bagimu tapi bukan akhir dari segalanya. Mungkin saat ini tak ada lagi member super junior dengan formasi yang utuh, tapi percayalah akan selalu ada anggota keluarga super junior yang utuh.” Ujarku terisak padanya.

“ kamsahamnida” ujarnya tiba-tiba dengan seulas senyum tersungging diwajahnya. Jujur aku binggung, dia berkata pada siapa. Kukerjapkan beberapa kali mataku padanya, tanda aku bertanya padanya.

“ itu untukmu, ucapan terima kasihku itu untukmu kunang-kunang kecil. Terima kasih kau mau mendengarkanku, terima kasih atas dukunganmu” jawabnya padaku, dan berlahan meletakkan tubuh kecilku diatas rerumputan taman ini, dan pergi meninggalkanku dengan seulas senyum yang menawan. Semoga ia bisa menghadapi semuanya dengan baik, ya semoga saja.

 

The End

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: