I Love You So Sorry

I Love You So Sorry

Yesung & Kyuhyun & Heeyoung & Eunmi

***

Yesung POV~

Satu minggu lagi adalah hari ulang tahun kekasihku. Ya, kekasihku bernama Hee Young sebentar lagi akan berulang tahun tepat pada usianya yang menginjak duapuluh tahun. Dengan penuh semangat hari ini aku akan mulai memikirkan hadiah kejutan untuknya. Aku berharap ia akan bahagia di hari ulang tahunnya yang sudah menginjak kepala dua.

Aku bergegas pergi ke rumah Eun Mi. Sahabat kekasihku. Dengan semangat aku mengetuk pintu rumah Eun Mi dan tak lama pintu itu terbuka, muncul seorang lelaki yang tak lain adalah kekasih Eun Mi sekaligus sahabat baikku  hmm.. bukan, lebih tepatnya sahabat yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, Kyuhyun.

“Hyung” sapanya seraya menepuk pundakku pelan. Di wajahnya, terlihat begitu senang saat melihatku. Ia tersenyum padaku, aku pun membalas senyumannya dengan ramah.

“Apa kabar Kyu?” tanyaku sekedar basa basi. Sebelum ia menjawab pertanyaanku Kyuhyun menyuruhku untuk segera masuk dan membiarkanku untuk duduk di sofa yang terletak di ruang tamu.

“Kabarku baik, Hyung. Bagaimana denganmu? Bagaimana hubunganmu dengan Hee Young?” balasnya seraya duduk di sofa. Hanya meja yang memisahkan kita.

“Baik-baik saja Kyu, seperti hubunganmu dan Eun Mi” balasku pelan

“Ngomong-ngomong di mana Eun Mi?”

“Di dalam sedang bersiap-siap. Kami baru saja akan pergi ke toko hadiah”

“Untuk apa?”

“Dia bilang untuk kekasihmu, Kekasihmu sebentar lagi ulang tahun kan?”

“Wah kebetulan, Tadinya aku datang kemari hanya ingin meminta tolong Eun Mi untuk menemaniku pergi ke toko hadiah”

“Wah.. kebetulan sekali. Kalu begitu ayo kita pergi bersama saja.”

Tiba-tiba Eun Mi muncul di hadapan kami berdua dan pakaiannya pun sudah sangat rapih.

“Chagi, Hyung kebetulan datang kemari untuk meminta tolong kepadamu untuk menemaninya membelikan hadiah untuk Hee Young. Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama saja” jelas Kyuhyun bersemangat.

“Ide bagus” ujar Eun Mi seraya menatapku ceria. Ia tersenyum sangat manis sekali kepadaku. Aku pun membalas senyuman manisnya.

*

Kyuhyun mulai menyalakan mesin mobil mewahnya. Eun Mi duduk tepat di samping Kyuhyun, dan aku duduk tepat di belakang Kyuhyun. Kami pun segera pergi meninggalkan garasi rumah Eun Mi. Di perjalanan keadaan sedikit sunyi. Tapi tiba-tiba Eun Mi mencairkan suasana yang sunyi itu.

“Yeppa, apa kau sudah bertemu dengan Hee Young hari ini?” tanyanya penuh semangat. Aku yang sedang asyik memandang keluar jendela, kini mulai menatapnya.

“Mungkin pulang dari membeli hadiah untuknya aku akan menemuinya” balasku ringan lalu kembali memandang keluar jendela. Kyuhyun menatapku melalui kaca spionnya lalu tersenyum samar.

Tak lama kemudian. Aku mulai merasakan pening di kepalaku yang luar biasa menyakitkan dan aku merasakan ada suatu cairan yang agak panas mengalir dari hidungku. Aku sedikit mengerang karena terasa begitu menyakitkan. Aku mulai menyentuh hidungku yang terasa tidak nyaman ini. Cairan itu adalah darah, aku mimisan. Aku sedikit Shock. Jarang-jarang aku mengalami mimisan seperti ini. Kepalaku semakin sakit, sakit sekali. Tuhan… aku mohon hilangkan rasa sakit ini. Aku tidak kuat lagi menahannya. Aku menatap daerah sekelilingku. Aku melihat Eun Mi dan Kyuhyun yang terlihat panik dengan samar. tiba-tiba, semuanya gelap. Aku tidak ingat apa-apa. Dan tidak bisa melihat apa-apa.

*

Beberapa jam kemudian…

Eun Mi POV~

Aku menekan tombol hung up pada ponselku. Kyuhyun baru saja menanyakan keadaan Yesung Oppa yang kini sedang tertidur lemah tak berdaya di belakangku. Kyuhyun sudah pulang dari tadi karena mendadak ibunya sakit. Aku pun tidak bisa memaksanya untuk terus berada di sini bersamaku. Aku menoleh kebelakang. Di atas ranjang tempat tidur rumah sakit terbaring sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya. Aku menatapnya dengan tatapan lirih. Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Kenapa ia tiba-tiba seperti itu. Aku sengaja tidak mengangkat telepon maupun membalas sms dari Hee Young. Karena, ia sedari tadi menanyakan kabar tentang Yesung Oppa. Aku tidak mau membuat Hee Young khawatir. Aku sangat mengetahui perasaan Hee Young. Ia begitu menyanyangi Yesung Oppa. Ia selalu khawatir jika terjadi sesuatu pada Yesung Oppa. Aku tidak mau membuat Hee Young sedih.

Yesung POV~

Aku mengerang kesakitan dan mulai membuka mataku. Dimana aku? Baunya seperti rumah sakit. Apa yang terjadi pada diriku? Kepalaku masih terasa sakit. Aku melirik dan kudapati sesosok Eun Mi di sini. Ia mulai menghampiriku dan menanyakan keadaanku.

“Oppa, kau sudah sadar? bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah baikan?” tanya Eun Mi dengan penuh kekhawatiran. Di wajahnya terbaca bahwa ia sedang merasa khawatir. Apa ia khawatir dengan keadaanku sekarang?

“Aku baik-baik saja. Aku sudah enakan” balasku ringan dengan suara sedikit berbisik.

“Aku sangat menghawatirkanmu. Dari tadi Hee Young, menanyakan keberadaanmu dan keadaanmu”. Aku sedikit terkejut saat Eun Mi berkata seperti itu. Aku curiga dan takut jika Eun Mi akan mengatakan bahwa aku sekarang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Karena aku tidak ingin membuat Hee Young khawatir padaku.

“Kau bilang aku jatuh sakit dan masuk rumah sakit?”

“Aniyo, aku tidak tega kalau harus mengatakan itu padanya. Kau tahu kan? bahwa Hee Young sangat benci jika terjadi sesuatu pada dirimu. Jadi, terpaksa aku tidak mengangkat dan membalas sms-nya.” Jelasnya panjang lebar seraya menatapku lirih. ternyata pemikiranku dengan Eun Mi sama. Sama-sama tidak ingin membuat Hee Young sedih. aku hanya mengangguk dan menatapnya sambil tersenyum lemah.“Lebih baik kau hubungi kekasihmu sekarang sebelum ia mengamuk” canda Eun Mi yang membuatku sedikit terkekeh.

Dan aku pun mulai menghubunginya.

Hee Young POV~

Aish, Kemana mereka seharian ini? Kemana Yesung Oppa, Eun Mi, dan Kyuhyun? Dari tadi aku menghubungi mereka tidak ada jawaban sama sekali.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Yesung Oppa meneleponku. Aku segera mengangkatnya dan mulai memarahinya.

“Oppa… kau ini kemana saja? Aku rindu padamu” ujarku penuh manja.

“Mianhae, aku tidak bermaksud menghindarimu”

“Lalu apa Oppa~?”

“Tadi ada reunian teman SMA.. Mianhae… Hm, sebagai gantinya hari ini juga aku akan kerumahmu”

“Ku tunggu Oppa, di tempat biasa… Miss you” kataku dan langsung menutup flap ponselku sebelum Yesung Oppa menjawab perkataanku tadi. Aku bergegas pergi ketaman dimana kita sering bertemu sekaligus tempat dimana aku melakukan First Kiss dengannya. setibanya di sana aku menunggu kedatangan Yesung Oppa sambil duduk dikursi taman.

Yesung POV~

Beberapa jam kemudian aku sudah di perbolehkan untuk pulang. Aku ingin segera pulang dan langsung menuju rumah Hee Young. Aku rindu padanya.

Eun Mi mulai membantuku untuk berdiri dan memapahku keluar kamar rumah sakit.

Saat berada di luar, Dokter Siwon menyapaku.

“Yesung… kau sudah terlihat sehat” ujar dokter Siwon menghiburku.

“Ne.. ini semua berkat dokter” balasku ringan sambil sedikit membungkukan badan.

“Itulah pekerjaan seorang dokter. Yesung, sebelum kau pulang mari keruanganku sebentar?”

Aku mengangguk setuju. Lalu aku menatap Eun Mi yang sedari tadi masih memapahku.

“Eun Mi… lebih baik kau pulang duluan”

“Tapi kau…”

“Sudah jangan khawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja. Cepatlah pulang. Aku sudah sering merepotkanmu. Tidak enak pada Kyuhyun!”

“Ba-iklah kalau itu maumu… tapi aku tidak yakin!”

“Percayalah” ucapku meyakinkannya. Ia pun akhirnya menuruti kata-kataku walau kelihatannya ia tampak ragu dan tidak ingin meninggalkanku.

*Di Ruang dokter Siwon*

“Jauh sebelum kau sadar aku melakukan Tes CT Scan pada otakkmu dan Menurut hasil CT Scan ini, kau terkena kanker otak stadium akhir. Kemungkinan besar sudah tidak bisa di sembuhkan lagi” ucap dokter Siwon yang kini masih memandang hasil CT Scan kepalaku dan membelakangiku.

“Mwo??” ucapku terkejut. Dunia seakan berhenti berputar saat kata-kata barusan yang dilontarkan oleh dokter Siwon masuk kedalam gendang telingaku.

“Dan Umurmu sudah tidak akan lama lagi” DEG! Mendengarnya jantungku seakan berhenti berdetak. Jantung ku terasa mencelos. Aku mulai menundukan kepalaku dalam. Mengeraskan rahangku. Dan dadaku mulai terasa sangat sesak.

“Maaf aku berbicara secepat ini. Karena umurmu memang tidak akan lama lagi”

Aku sudah tidak bisa membendung airmataku lagi. Airmataku kini sudah mengalir membasahi pipiku. aku langsung teringat pada Hee Young. Aku takut di hari bahagianya nanti aku sudah tidak ada di sampingnya lagi. Aku takut, Hee Young akan sedih karena ini.

“Berapa hari lagi ? jam ? menit ? detik ?” tanyaku pasrah dan sesunggukan. Seraya menyeka airmataku yang sedari tadi membasahi pipiku.

“Satu minggu” ucap dokter Siwon lirih yang kini sudah menepuk pundakku pelan. Berharap tepukannnya itu bisa menenangkanku. Saat mendengarnya, tangisanku semakin menjadi-jadi. Dokter Siwon memelukku dengan sangat erat sambil mengelus-elus punggungku lembut. Aku sungguh tidak percaya bahwa umurku akan secepat ini. Aku pasrah, tapi aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan Hee Young jika mendengar berita ini.

Beberapa saat kemudian, aku keluar dari ruangan dokter Siwon dengan pandangan kosong. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku derita sekarang. Kenapa harus aku yang mengidap penyakit ini? Kenapa ya Tuhan? Aku masih ingin membahagiakan Hee Young.

Hee Young POV~

“Haaaaaaaaaaa….. Oppaaaaaaaaa” teriakku saat aku melihat Yesung Oppa yang sudah berdiri di hadapanku.

“Apa kabar manis?” tanyanya seraya mengacak-acak poniku.

“Baik…” balasku.

“Lama sekali!!!” keluhku lirih

“Omona! hanya di tinggal seharian saja? kau bilang lama sekali?” balasnya seraya menggaruk kulit kepala yang tidak gatal.

“Karena aku tidak mau kehilanganmu sedetik pun!” keluhku lagi.

“Maafkan aku Chagi” ujarnya lagi seraya tersenyum simpul. dengan cepat aku mengangguk.

“Ya sudah, lupakan saja. Oppaaaa…. Gendong!!” perintahku dengan manja.

Ia tersenyum lebar dan mulai menggendongku. Ia menggendongku tepat di belakang punggungnya aku mengkalungkan tanganku di leher Yesung Oppa. Ia mulai berjalan menuju rumahku.

“Bagaimana harimu? Apa saja yang kau lakukan seharian ini?” tanya Yesung Oppa sambil tersenyum.

“Main PlayStasion, Oppa sekarang kita main PlayStasion ya?” ajakku bersemangat seraya memberontak pelan.

“Ya!! Jangan bergerak! Aku takut kita terjatuh” gerutunya. Aku hanya terkekeh mendengar omelan yang terdengar bukan seperti omelan itu.

 

Yesung POV~

Akhirnya aku bertemu dengan Hee Young. Hari ini wajahnya sangat ceria. Aku lega dapat melihat wajahnya yang ceria itu lagi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajahnya saat mendengar berita barusan yang di katakan oleh dokter Siwon. Aku bertekad untuk tidak memberi tahu ini semua pada Hee Young. Aku tidak mau membuat ia ambruk hanya gara-gara aku.

Kami berdua sudah duduk di depan PlayStasion. Kami berdua langsung memainkan game favorit Hee Young Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam. Aku pun turun mencairkan suasana.

“Aku pulang dulu ya?” kataku pelan.

Aku sedikit terkejut saat Hee Young tiba-tiba menangis begitu saja.

“Aniyo, Oppa tega meninggalkanku. Aku masih ingin bersamamu Oppa” rengeknya kepadaku. Rengekan itu membuatku tidak tega untuk meninggalkannya. Aku malah ingin menangis.

Hee Young sudah menangis saat aku baru saja akan meninggalkannya, bagaimana kalau aku meninggalkannya untuk selama-lamanya? Dadaku sesak, jangan buat aku menangis di hadapannya.

“Baiklah… Aku tidur di rumahmu malam ini, Bagaimana?” ujarku memberanikan diri sambil tersenyum meski sulit rasanya. Aku harus tetap tersenyum manis di hadapannya.

“Kau janji Oppa?” serunya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji” jawabku manis, seraya mengaitkan kelingkingku pada kelingkingnya yang mungil dengan semangat.

“Oppa… Gomawoyo” Hee Young memelukku erat.

Aku bermalam di rumahnya. Rumahnya sangatlah sepi. Pantas saja ia selalu menyuruhku untuk menginap di rumahnya. Rupanya keadaannya sangat sepi hingga nyaris seperti rumah kosong. Appa dan Eomma-nya pergi entah kemana. Kami tidur satu ranjang. Aku mulai menatap wajahnya yang manis yang kini sudah terlelap.“Lucu sekali” batinku dalam hati sambil tersenyum geli. Aku menatap jam di dinding yang ada di hadapanku. Sudah pukul sebelas malam, tapi aku tidak bisa tidur. Perkataan dokter Siwon tadi siang terus terngiang di telingaku. Aku bergegas mengambil ponselku lalu dengan cepat aku menghubungi Kyuhyun.

“Yeoboseyo” ujar seseorang dari seberang sana yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“Maaf aku mengganggumu malam-malam begini”

“Hyung, gwenchana! ada apa? Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah baikan?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Aku tidak apa-apa. Sudah baikan”

“Syukurlah. Aku lega mendengarnya”

“Kyu..”

“Iya, ada apa Hyung?”

“Apa bisa kita bertemu tujuh hari lagi?”

“Tentu saja. Kapapun kau mau aku bisa”

“Tujuh hari lagi, Aku tunggu di pinggiran sungai Han”

“Baiklah kalau itu mau mu.”

ENAM HARI KEMUDIAN..

“Chagi, apa kau sibuk hari ini?” tanyaku pelan.

“Tidak Oppa, memangnya kenapa?” Balas seseorang dari sebrang sana.

“Kalau begitu aku tunggu di tempat biasa. bisa tidak?”

“Tentu saja” Balasnya lagi dan sepertinya ia sangat gembira.

“Aku tunggu ya” ujarku dan langsung memutuskan teleponku.

Aku melirik layar ponsel-ku yang terdapat foto-ku bersama Hee Young yang ku pasang di wallpaper ponsel-ku, tak sadar air mataku turun lagi. aku mulai menangis sesunggukan.

Beberapa saat kemudian aku dan Hee Young sudah berada di taman biasa.

“Oppa!!!!” teriak seorang gadis dari belakangku dengan nada agak melengking. Dengan cepat aku segera menoleh kebelakang lalu tersenyum lebar saat mendapati Hee Young sudah berlari menghampiriku. Kini ia sudah berdiri dihadapanku. Aku dapat melihat senyumannya yang lebar, perasaan yang jarang aku alami terlintas begitu saja dibenakku, aku merasa bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bisa melihat senyumannya itu.

“Oppa apa kau sakit? kau pucat sekali.” ujarnya sedikit khawatir.

“Tidak, aku tidak apa-apa. aku baik-baik saja” balasku berusaha menutupi dan tersenyum lebar kepadanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa denganku. Dengan cepat aku segera duduk di kursi yang sedikit panjang, Hee Young hanya melihat gerak-gerikku lalu mulai duduk di sebelahku.

“Hm, aku punya tantangan untukmu” ujarku memulai.

“Tantangan apa?” Hee Young heran. Ia mulai memandangku dan menautkan satu alisnya.

“Tantangannya, aku ingin kau hidup tanpaku satu hari saja” jelasku sambil tersenyum lebar.

“Kau mau menghindariku, Oppa? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” balasnya sedih. aku bisa melihat matanya yang kini sudah berkaca-kaca.

“Aniyo,  Aku tidak bermaksud. tapi aku janji, jika kau berhasil satu hari saja hidup tanpaku, aku akan mencintaimu selamanya. bagaimana?”

“Janji Oppa?”

tanpa berkata-kata aku hanya mengancungkan jari kelingkingku. lalu Hee Young mengaitkan kelingkingku.

“Aku janji” ucapku bersemangat. Mulai sejak itu, aku dan Hee Young tidak berkomunikasi selama sehari penuh. walau sebenarnya akupun tidak sanggup kalo harus hidup tanpanya.

Keesokan harinya…

Kyuhyun POV~

Hari ini aku akan menemui Yesung Hyung, sahabatku yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Sudah seminggu lebih aku tidak bertemu denganya sejak kejadian ia pingsan waktu itu.

Aku melihat sesosok tubuh yang sedikit kurus yang kukenali sebagai Yesung Hyung. Aku menepuk pundaknya pelan.

“Hyung” sapaku dan ia langsung berputar menghadapku.

“Kyu” serunya dan langsung memelukku dengan erat. Aku sedikit terkejut dan heran kenapa tiba-tiba ia memelukku dan menangis padaku. Aku mencoba untuk menenangkannya dan menghiburnya. Aku mulai merenggangkan pelukannya. “Hyung, kau kenapa?” tanyaku seraya menghapus air matanya menggunakan tanganku.

“Gwenchana… Aku hanya bahagia bisa bertemu denganmu lagi” balasnya sambil sesunggukan. Aku tidak langsung percaya pada kata-katanya.

“Kau tidak bohong kan?”

“Tidak! Aku hanya bahagia bisa bertemu denganmu lagi”

Ia tiba-tiba mengeluarkan dua buah amplop berwarna coklat dari saku mantelnya lalu memberikan amplop itu padaku.

“Aku titip ini padamu” ujarnya seraya memberikan amplop itu kepadaku.

“Untuk siapa?” tanyaku memicing

“Untukmu dan Hee Young”

Amplop ini tidak seperti surat melainkan seperti Tape Recorder. Aku menerimanya. Dan ia menyuruhku agar segera pulang. Sebenarnya aku masih sedikit heran tapi apa boleh buat. Aku menuruti kata-katanya. Setibanya di rumah. Aku membuka amplop itu dan tenyata sebuah Tape Recorder berisi sebuah lagu ciptaan Yesung Hyung. Aku mendengarnya dan tak sadar air mataku mulai turun membasahi pipiku. Lagu ini sungguh menyentuh.

Lalu aku menyalakan Tape Recorder satunya lagi. Aku mulai mendengarkan suaranya ;

“Kyu, Maafkan aku. Untuk terakhir kalinya aku ingin meminta bantuanmu.

Lagu itu adalah lagu yang aku ciptakan khusus untuk Hee Young. Sebagai hadiah ulang tahunnya aku berikan ia sebuah lagu agar di hari ulang tahunnya yang keduapuluh ini menjadi sangat berkesan. Aku ingin tepat pada ulang tahunnya kau menyanyikan laguku ini di hadapannya. Aku mau kau menyanyikannya di taman XXX. Maaf aku merepotkanmu! Kyu,, karena suaramu itu tidak kalah bagusnya dengan suaraku. Terima kasih.”

Tepat setelah aku selesai mendengar Tape Recorder itu. Eun Mi mengabarkan bahwa Yesung Hyung telah meninggal dunia. Dan aku mulai menangis sesunggukan tak percaya.

Hari Ulang tahun Hee Young…

Hee Young POV~

Aku terbangun dari tidur lelapku. Aku tidur dan tebangun dari sofa yang sangat hangat. Aku mulai merenggangkan semua tubuhku dan pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah ruangan yang gelap. Aku  mendengus lalu mulai berdiri. Saat berdiri tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku, aku segera membukanya dan ternyata seorang tukang pos mengantarkan kiriman padaku. Tanpa basa basi, aku langsung menerimanya dan mengunci kembali pintu rumahku. Aku terduduk di sofa dimana tempat aku tertidur tadi. Aku memandang bungkusan yang kini ada di tanganku. Aku langsung membukanya dengan cepat dan ternyata itu sebuah Tape Recorder. Aku mulai menekan tombol play. Dan hasilnya…

“Saeng Chulkka Hamnida, Saeng Chulkka hamnida, Saranghada Hee Young, Saeng Chulkka Hamnida.

Selamat ulang tahun Chagi! Kau sudah dewasa.

Hee Young-a!! Cepat bangun,, hari ini kau ulang tahun kan? Lihat dirimu, berantakan dan bau. Cepat mandi sana agar kau semakin cantik. Karena aku punya kejutan untuk mu. Aku tunggu kau di taman di mana kita melakukan First Kiss. Aku tunggu kau di tempat itu.

From : Yesung

To : My Princess, Hee Young”

Aku sedikit terharu. Malah air mataku akan segera turun saat mendengar suaranya. Aku langsung bergegas mandi, Aku sudah tidak menghiraukan ruanganku yang sangat berantakan dan gelap ini lagi. Dan langsung bersiap-siap untuk pergi ketaman itu.

Sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya setelah seharian kemarin aku tidak berkomunikasi dengannya. “Tunggu aku Oppa!” teriakku gembira dalam batin.

Akhirnya aku tiba di taman biasa. Tapi kenapa aku melihat Eun Mi. Mengapa ia ada di sini?

“Eun Mi..” sapaku heran dan terdengar seperti berbisik.

Eun Mi langsung berputar menghadapku. ia menatapku nanar. Aku tidak menghiraukan tatapannya tapi aku berfikir mengapa ia ada di sini?

Tak lama kemudian Kyuhyun hadir di belakang Eun Mi. Aku menggerutkan alis dan merasa semakin heran.

“Kenapa kalian ada di sini?” tanyaku pelan.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah Tape Recorder dari saku mantelnya tanpa berkata apa-apa. Ia mulai bernyanyi dengan di lantunkan lagu dari Tape Recorder itu. Suara Kyuhyun membuatku merinding. Tak lama kemudian aku menangis. Kenapa aku menangis? Dimana Yesung Oppa?

Kyuhyun selesai menyanyikan lagu itu dan aku mulai bertanya.

“Dimana Yesung Oppa?” tanyaku dingin sambil menyeka air mataku yang terus turun.

Mereka semua terdiam membatu. Saat itu juga lanjutan Tape Recorder itu berbunyi. Tapi kali ini berbeda. Ini pesan suara dari Yesung Oppa.

 

“Hee Young, Jeongmal Mianhae… Aku tidak hadir di sini sekarang. Selamat ulang tahun, Chagi. semoga diumurmu yang sudah dewasa ini, kau akan selalu diberkati Tuhan. Maaf Aku hanya bisa membahagiakanmu sampai di sini saja. Kau berhasil hidup tanpaku sehari saja, bisakah kau lakukan itu setiap hari?

Saranghae…

Yesung…”

 -the end-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: