Birthday Love

h

Birthday Love

Author: Vankyu (@bluavania)

Cast :   Cho Kyuhyun

Jung Hwa Rin

Genre: Romance

Rating: General

*********

 

Aku Mengerjapkan mataku berkali-kali, berusaha membiasakan dengan sinar matahari yang memasuki celah-celah jendela kamarku. Brug! Aku menoleh kaget ke arah lantai kamarku. Sepertinya ada yang jatuh. “Mwo? Apa ini?” ucapku saat melihat banyak tempelan tanda panah di lantai. Aku mengambil kotak yang sepertinya jatuh dari tempat tidurku tadi.

‘Pagi Jung Hwa Rin! Palli ireona, Wajahmu itu jelek sekali kalau tidur, Aku melotot melihat tulisan di dalam kotak tersebut. “Ige Mwoya??!!” Aku pun melanjutkan membaca tulisan tersebut. ‘Kau pasti lihat kan panah-panah  yang bertebaran di lantaimu? Hehehe mianhae, aku  yang menempelkannya saat kau tidur tadi. Nah, sekarang ikutilah panah-panah itu. Ingat! Ikuti saja dan jangan melakukan hal apapun, termasuk cuci muka dan menyisir rambutmu. Arasseo??’

Dengan kening berkerut aku mengikuti perintah di dalam kertas itu. Panah-panah tersebut mengarah ke ruang makan dan berhenti tepat di bawah meja makan. Aku terkejut melihat setangkup roti bakar keju dan segelas susu coklat panas sudah tersedia di atas meja. Di sebelah makanan tersebut terselip kertas. Aku mengambil dan membaca kertas itu.

‘Kalau kau membaca kertas ini, berarti kerja otakmu tidak separah yang kuduga. Lihat, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Makanlah dulu dan habiskan semuanya. Ingat habiskan! Jangan sampai tersisa. Habis itu ikuti lagi tanda panah berwarna merah di sebelah kiri meja ^ ^’

Aku tersenyum sesaat. Siapa yang membuat ini semua? Ada-ada saja. Aku pun melahap roti dan menghabiskan susu coklatku sebelum menjadi dingin. Hmmm, mashita. Selesai menghabiskan sarapanku,  aku mengikuti panah-panah berwarna merah. Aku melangkahkan kakiku bingung, sebenarnya panah-panah ini mau membawaku ke mana? Bukankah ini menuju ke garasi?

Aku membuka pintu garasi rumahku. “Annyeong!!” Aku terkejut saat melihat sosok di hadapanku. “Park Yeon Min? Sedang apa kau di sini? Jadi kau yang membuat ini semua? Ya! Kurang kerjaan sekali!” ucapku kepada sahabatku itu. “Aniyo! Bukan aku yang mengerjakan panah-panah itu. Aku hanya membantu seseorang. Sekarang masuklah ke dalam mobil, dan jangan banyak komentar.” Yeon Min menarik tanganku dan mendorongku masuk ke dalam mobil.

“Ya!! Kau mau membawaku kemana? Park Yeon Min!!” teriakku saat mobil sudah bergerak menjauhi pintu pagar rumahku. “Aisssh, diamlah! Aku sudah berbesar hati menjadi supir dadakan untukmu pagi ini. Jadi ikuti saja dan berhenti berteriak seperti itu.” Aku pun diam dan memandang ke luar jendela mobil. Siapa sih yang merencanakan ini semua? Sampai bisa membuat Park Yeon Min bersedia menjadi supir untukku pagi ini.

Mobil pun berhenti di depan sebuah butik pakaian. “Min-ah kenapa kau membawaku ke sini? Ini butik pakaian kan? Apa maksudmu?” tanyaku bingung. “Aku hanya menyelesaikan tugasku mengantarmu ke sini. Sudah turunlah. Apa kau tidak penasaran siapa yang membuat semua kejutan ini? Hah?” Aku pun turun dan masuk ke dalam butik tersebut. Aneh, kenapa di sini tidak ada orang? Aku mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan dan terkejut saat ada sosok namja di sudut butik.

“Yeoboseyo? (halo)” tanyaku. Sosok itu pun berputar dan.. OMO! Jantungku terasa berhenti berdetak dan kepalaku mulai pusing saat sosok itu menatap mataku dengan sorotan yang tajam. Aku memegang ujung meja di sampingku karena kurasakan kedua lututku melemas. “Kau?? Cho.. Cho Kyuhyun?” terdengar sekali suaraku yang bergetar.

“Ne, aku Cho Kyuhyun. Kau kenapa Jung Hwa Rin? Kenapa memandangku seperti itu? Seperti melihat hantu saja.” Kepalaku semakin pusing. Cho Kyuhyun menyebutkan namaku, nama lengkapku! Dan hei, apa tadi dia bilang? Melihat hantu? Melihat magnae Super Junior yang sangat ku idolakan berdiri kurang dari 5 meter di hadapanku bahkan lebih parah daripada melihat hantu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Mendekatlah,” ucapnya sambil menggerakkan telunjuknya seraya menyuruhku mendekat. Sial! Kakiku sama sekali tidak mau bergerak. Terlihat namja (cowok) itu mendecak kesal. “Apa harus aku yang menghampirimu?” Nafasku tercekat saat namja itu mulai menghabiskan jarak kami yang terpisah. Tuhan! Tolong aku. Biarkan lah jantungku bekerja dengan benar.

Namja itu menatapku dengan tajam, dan menyeringai di hadapanku. “Kau kenapa hari ini? Apa namjachingumu ini terlihat sangat tampan sampai-sampai kau lupa cara berjalan?” Kepalaku seakan dipukul tongkat keras. “NE?? NAMJACHINGU?? (boyfriend)” teriakku sambil membelalakan mataku.

“Ya! Kau kenapa sih? Kau lupa kalau aku ini namjachingumu?” ucap Kyuhyun yang sekarang melotot ke arahku. Kepalaku semakin pusing. Apa ini? Apa yang terjadi? Apa aku tidak salah dengar? Cho Kyuhyun baru saja bilang kalau dia adalah pacarku. Aku menatapnya yang terlihat bingung sama sepertiku. “Kau tidak salah orang kan? Aku yeojachingumu?” tanyaku. Namja itu mengacak-acak rambut hitamnya, dan menggeggam tanganku kencang sekali. Jantungku melompat-lompat saat tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu. Aku Cho Kyuhyun, benar-benar namjachingumu. Dan aku yakin sekali aku tidak salah orang. Kau Jung Hwa Rin, angka favoritmu 7, entah kenapa kau suka makan kebab, dan sangat benci durian. Apa dari yang kusebutkan tadi ada yang salah?” Aku menggelengkan kepala. “Jadi apa kau percaya ucapanku?” Otomatis aku mengangguk walaupun pikiranku masih berputar. Bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun menjadi kekasihku.

Namja itu tersenyum dan mengacak-acak rambutku. “Kau ini senang sekali membuatku khawatir. Lihatlah tampang bodohmu itu. Namun kau terlihat cantik pagi ini,” ucapnya sambil menggerling jahil ke arahku. Aku menunduk. OMO! Aku baru sadar keadaanku pagi ini, SIAL! Aku pasti terlihat sangat bodoh di depan seorang Cho Kyuhyun dengan wajah bangun tidur, tanpa menyisir rambut, dan masih memakai piyama. Namja itu tertawa puas. Aku mengerucutkan bibir tanda kesal dan memukul bahunya. “Nappeun namja!”

Kyuhyun tetap tertawa sambil memegangi perutnya. “Aigoo, kenapa kau memukulku. Dasar gadis bodoh, hahaha.” Tiba-tiba dia mengelus pipiku sambil menatapku dengan matanya yang teduh. Aku hampir saja pingsan bila tanganku tidak mencengkeram tepi meja. “Kau itu memang bodoh. Bagaimana pun penampilanmu, di mataku kau tetap yang terbaik. Aku ingin terus melihat wajah ini setiap paginya, tanpa polesan apapun, tanpa kepura-puraan. Dan aku menyukainya, kau terlihat lebih manis dengan rambut berantakan dan piyama tidurmu.” Pipiku memanas mendengar ucapan dari bibirnya.

“Oh iya! Saengil chukka Jung Hwa Rin,” ucapnya sambil mengambil sebuket mawar merah. Aku tertegun, saengil chukka? “Kyuhyun oppa, memangnya hari ini tanggal berapa?” tanyaku. Kyuhyun membelalakkan matanya. “Ya! Jangan bilang kau melupakan tanggal ulang tahunmu juga? Sekarang tanggal 18 Agustus! Aigoo, kau benar-benar keterlaluan.” Aku meringis mendengar perkataannya.

Kyuhyun masih menggelengkan kepalanya. “Sudahlah, karena hari ini hari spesialmu, aku janji tidak akan memarahimu. Hari ini aku juga akan mengikuti segala keinginanmu. Sebelum itu ganti baju dulu, butik ini milik kakakku. Kau pilih saja sesukamu, aku tunggu di mobil. Arasseo?” Kyuhyun menepuk puncak kepalaku dan keluar dari butik.

Aigoo, namja itu sudah gila? Menyuruhku memilih baju sendiri? “Jung Hwa Rin!!!” Aku menoleh kaget. Ternyata di belakangku sudah ada dua sahabatku, Park Yeon Min dan Shin Ha Gi. “Kami akan memilihkan baju untukmu. Jadi jangan mengeluh, ara?” ucap Shin Ha Gi. “Kalian kenapa bisa di sini?” tanyaku. “Kyuhyun oppa yang meminta kami membantunya memberi kejutan untukmu. Ya! Kau jahat sekali! Kenapa tidak bilang kalau Kyuhyun oppa kekasihmu? Kau kan tahu aku juga mengidolakannya,” ucap Park Yeon Min. Aku hanya mengangkat bahuku. Setelah mereka puas menjadikanku kelinci percobaan, akhirnya aku keluar dan menemui Cho Kyuhyun.

Namja itu bersender di pintu mobilnya. Penampilannya pagi ini benar-benar mengagumkan. Hanya kemeja lengan panjang warna merah yang digulung sampai siku, membalut kaos putihnya, serta jeans dan sneakers. Benar-benar tidak adil, mau memakai pakaian gembel sekali pun, namja ini akan terlihat menyilaukan. “Oppa,” ucapku. Dia memandangku dan tersenyum. “Tidak salah aku menyuruh sahabat-sahabatmu mendandanimu. Kau terlihat cantik,” ucapnya sambil tersenyum. Aku melongo mendengar ucapannya. “Wae? Jangan memandangku seperti itu. Hari ini aku sengaja menjadi namja romantis untukmu, bahkan aku memakai baju yang setipe denganmu. Kau tahu kan aku tidak suka hal-hal berbau couple, apalagi couple t-shirt.”

Aku tersenyum memandang tingkahnya yang kelihatan gugup. “Gwenchana oppa, gomawo untuk kejutan pagi ini. Jeongmal johayo,” ucapku sambil melingkarkan tanganku ke lengannya. “Baiklah, hari ini kau tinggal duduk manis, dan aku akan membawamu ke tempat-tempat favoritmu. Kajja!”

Berkali-kali aku mengucapkan kata tidak percaya dalam hati, melihat seorang Cho Kyuhyun menghabiskan seluruh waktunya bersamaku. Apalagi di hari ulang tahunku. Sejak tadi pagi kami berkeliling kota Seoul, ke Lotte World, Namsan Tower, Myeondong, dan malam ini aku tidak tahu kemana lagi Kyuhyun oppa akan mengajakku pergi. Tiba-tiba mobil kami berhenti, aku memandang ke luar. “Sungai Han?” tanyaku. Kyuhyun menganggukkan kepalany dan menyuruh ku turun.

“Iini kejutan terakhir dariku, tutup matamu.” Aku menutup kedua mataku dan tangan Kyuhyun oppa menuntunku secara perlahan. “Sudah sampai, sekarang buka matamu.” Aku membuka mataku perlahan. Terlihat jelas di hadapanku kumpulan balon-balon yang membentuk hati besar di depan sebuah bangku yang menghadap ke sungai Han dengan air terjun pelanginya. Aku terkaget karena Kyuhyun oppa menggenggam jariku dan membawaku mendekat ke arah kursi itu.

“Kau tahu? Tempat ini hari pertama aku bertemu denganmu 3 tahun lalu. Seorang yeoja yang sedang menangis, karena dia melihat kekasihnya berselingkuh tepat di hari ulang tahunnya. Kau tahu? Wajahmu yang polos itu langsung membuat tubuhku seakan ingin melindungimu. Bahkan walaupun aku tidak mengenalmu, rasanya aku ingin menghajar namja tidak tahu diri yang membuatmu menangis. Namun yang bisa kulakukan hanya membentakmu dan menyuruhmu berhenti menangis. Kau memandangku dengan wajah kaget, dan malah berlari meninggalkanku. Seminggu setelah kejadian itu aku kembali duduk di kursi ini, menunggu kedatanganmu. Dan Tuhan mendengar doaku, hari itu aku melihatmu kembali duduk di sini.

Mungkin bagimu, tempat ini tidak berarti apa-apa. Tapi bagiku tempat ini sangat istimewa. Tempat dimana semuanya berawal, tempat dimana aku menemukan yeoja yang mampu menyita semua pikiran dan hatiku. Saengil chukka Jung Hwa Rin.” Aku meneteskan airmataku. Bagaimana bisa aku melupakan semua tentang namja ini? Semua yang dia ucapkan tidak ada satupun yang teringat di benakku.

Namja itu merengkuh pinggangku dan menarikku ke dalam pelukannya. “Jangan menangis, kau tambah jelek bila menangis.” Dia menaikkan daguku dan membuat mataku menatap matanya. Jemarinya menghapus airmataku. “Saranghae, Jung Hwa Rin. “ Namja itu mendekatkan wajahnya, aku menutup mataku. Wjahnya semakin dekat, dekat, dekat…

TEEEEEEEEEET!!!!! Aku terlonjak dan membuka mataku. Suara terompet tadi memekakan telingaku. Perlahan aku tersadar. “Kenapa?? Kenapa aku di sini? Ini kamarku? Mana Kyuhyun oppa?” racauku. Kedua orang dihadapanku memandangku bingung. “Kyuhyun oppa? Cho Kyuhyun maksudmu? Ya! Kau baru saja memimpikan Cho Kyuhyun? Aigoo.. Bangun Jung Hwa Rin!” ucap Ha Gi sambil mendorong-dorong tubuhku. “Jadi.. Jadi tadi.. Semua tadi cuma.. mimpi??”

Kedua sahabatku mengangguk. “Ya! Kalian! Pergi sana! Semua karena kalian!! Kenapa kalian membangunkanku, hah??!!! Mimpi tadi indah sekali. Kyuhyun oppa hampir menciumku kalau kalian tidak membangunkanku dengan suara terompet jelek ini!!” Teriakku sambil memukul mereka berdua dengan guling. “Appo Hwa Rin-ah!! Kita kan ke sini ingin memberi kejutan. Saengil chukka Jung Hwa Rin! Lagipula apa kau bilang? Kyuhyun oppa menciummu? Ya! Kau bisa dimakan hidup-hidup bila Yesung oppa mendengarmu. Kau tahu kan dia namjachingu yang sangat cemburuan?” ucap Park Yeon Min.

Aku pun menghentikan serangan guling tadi ke arah mereka. Sial! Jadi semua itu hanya mimpi? “Sudahlah, jangan sedih. Kita mempersiapkan pesta kecil untukmu di restoran favoritmu. Kajja, ganti baju dan ikut kami.” Mereka berdua menarikku bangun dari atas tempat tidur. Kami bertiga berjalan menuju restoran favoritku. Baik sekali mereka menyiapkan ini semua. Sesaat setelah memasuki restoran itu, kedua mataku melotot hebat. Yesung oppa terlihat sedang mencium bibir seorang gadis di sudut restoran. Kurasakan dadaku bergemuruh dan mataku memanas. Aku pun berlari keluar dari restoran, meninggalkan Ha Gi dan Yeon Min yang berteriak memanggil namaku.

Tanpa sadar aku terus berlari, hingga nafasku terasa hampir putus. Aku duduk di bangku depan sungai Han, dan terus saja menangis. Tidak aku perdulikan orang-orang yang menatapku kasihan. “YA! Berisik! Bisakah kau hentikan tangisanmu itu! Sangat menggangu!” Aku menaikkan wajahku dan memandang seorang namja di sampingku. Jantungku terasa berhenti berdetak. “Kau… Cho Kyuhyun?”

THE END

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: