D-Day

D-Day

Written By: Yuki S.

***

Kembali lagi bertemu musim dingin pada bulan November. Dan Korea Selatan kembali terhiasi gumpalan bola kecil salju yang turun dari angkasa. Sekarang, semua bola-bola kecil itu, memenuhi setiap sudut kota dengan dominasi warna putih. Dan ditambah langit malam, kini Negeri Ginseng itu sudah sempurna untuk menjadi ‘Negara Es’ selama bulan November kedepan.

Seoul, 2012 November 10. Pukul 09.45 KST
Huruf-huruf hangul yang timbul di keyboard dan monitor komputer, menjadi satu-satunya objek perhatiannya sekarang. Kacamata itu juga tak pernah ia lepaskan semenjak dia bermain komputer satu jam yang lalu. Dan tak kurang juga speaker diantara kedua sisi komputernya untuk meramaikan kegiatan yang kini sedang serius ia lakukan. Bermain game online dan melakukan sesuatu yang ilegal hanya untuk sekedar kata ‘iseng’. Melakukan percobaan lagi dari ilmu yang ia dapat –Hacking.

Kegiatan bermain game online itu ia akhiri saat melihat tanda seru dari pojok kanan layar monitor komputernya. Dia melepas kacamatanya untuk membersihkan debu, dan sekedar memeriksa bahwa apa yang dilihatnya memang benar-benar nyata, bukan kesalahan dari matanya.

HACKING DETECTED !

“catch you!”

Dia menatap tajam layar komputernya, seolah mengisyaratkan kalimat Akhirnya. . .kau tertangkap!. Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, suara langkah kaki dari luar membuatnya mengakhiri Hakcing itu untuk sementara dan menekan tombol Off pada layar komputer.

“yaa! Cho Kyuhyun!!”

Seseorang langsung membuka pintu kamar Cho Kyuhyun sambil berteriak memanggil namja itu. Cho Kyuhyun menoleh sambil berpura-pura kaget –memegang dan mengelus dadanya untuk mendramatisir.

“tidak bisakah mengetuk pintu dulu? Hah?!”

Cho Kyuhyun berdiri dan melangkah ke depan pintu kamar.

“Han Hyunsoo, ada apa?”

Han Hyunsoo menatap sahabat kecilnya dengan tatapan menyelidik. Bukan menyelidiki Kyuhyun, tapi sesuatu yang lain. Hyunsoo baru saja akan menyimpulkan sesuatu, ketika Kyuhyun menyimpulkan hal lain.

“yaa, kau tahu? Komputerku rusak akibat virus baru. Dan virus itu berasal dari game online”

“komputermu rusak? Baru saja aku datang. . .untuk meminjam komputermu sebentar”

Cho Kyuhyun tertawa pelan sambil menggeser sedikit tubuhnya untuk memperlihatkan Hyunsoo layar komputernya yang mati.

“lihat kan, gara-gara virus game online itu, monitorku langsung mati—mungkin sebentar lagi CPU-nya akan meledak”

Han Hyunsoo melirik komputer Kyuhyun dan kembali menatap namja itu.

“itu berlebihan. Bagaimana kalau kita perbaiki bersama?”

Han Hyunsoo baru saja melangkah sekali dan Kyuhyun langsung menghalangi langkahnya. Cho Kyuhyun terlihat gelagapan dan gugup.

“memangnya kau bisa? Tidak perlu, aku ingin beli CPU baru saja.”

“cih, gaya sekali. Kalau begitu belikan aku Macbook baru juga, eo?!”

“kau ingin aku menjadi perampok dulu? Sudahlah, pulang sana! Komputerku rusak, mau apa lagi kau disini?”

Han Hyunsoo mendengus mendengar ‘usiran’ Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun horor.

“okey, okey. .aku keluar. Dasar pelit!”

Cho Kyuhyun bersender pada sisi pintu, mengamati Hyunsoo yang benar-benar pergi keluar dan sudah menjauhi kamarnya dalam radius lebih dari 10 meter. Ada sesuatu antara dia dan Hyunsoo. Sejak dua minggu yang lalu, selalu saja ada virus yang mengunjunginya saat ia sedang bermain game online. Dan selama dua minggu ini, Kyuhyun terus melanjutkan permainannya untuk mengetahui siapa User yang mengirimkannya virus. Setelah menyelidiki dan melakukan penelitian ‘kecil-kecilan’, Kyuhyun menemukan IP User itu dan mencoba melakukan Hacking. Dan ..CHA! Hackingnya berhasil. Tinggal menunggu sampai si pemilik User mencarinya. Setelah itu dia akan tahu siapa orang yang mempunyai motif ‘hanya sekedar iseng’ atau dengan motif lain mengirimkannya virus.

*

Han Hyunsoo mendorong pintu kamarnya perlahan sambil melamun memikirkan sesuatu. Tidakkah seharusnya ia curiga dengan alasan Cho Kyuhyun?

yaa, kau tahu? Komputerku rusak akibat virus baru. Dan virus itu berasal dari game online

lihat kan, gara-gara virus game online itu, monitorku langsung mati—mungkin sebentar lagi CPU-nya akan meledak

Berbagai hipotesis muncul dalam benak Han Hyunsoo. Yang ada di ingatannya, dan setahunya dia sama sekali belum pernah mengalami Amnesia –bahwa Kyuhyun adalah seorang Master IT lulusan Universitas Tokyo. Jadi, bisakah alasan Kyuhyun diterimanya secara rasional? Ingatan demi ingatan kembali berputar diotak Hyunsoo, dan itu menarik kisah ini ke masa lalu. . .

Universitas Tokyo, 2010 Agustus 29. Pukul 10.00

Han Hyunsoo berdiri dideretan paling depan, untuk menyaksikan sahabat kecilnya menerima penghargaan dari Pemerintah Jepang atas jasanya melawan seorang Pro-Hacker dari pihak Yakuza pemilik Casino –yang hendak mencuri keuangan Bank pemerintah Jepang. Dan hari itu, Cho Kyuhyun si Bocah Master mendapatkan banyak sekali penghargaan. Terutama hari ini juga merupakan hari kelulusannya di Universitas Tokyo.

Cho Kyuhyun melirik Han Hyunsoo sekilas, membagi kebahagiaannya bersama Hyunsoo. Tapi kemudian, perhatian Kyuhyun kembali teralihkan pada sorot kamera yang sedang memotretnya bersama utusan dari Pemerintah Jepang dan seorang Komisaris Universitas Tokyo. Setelah sesi pemotretan itu, Kyuhyun turun dari altar panggung dan menghampiri Hyunsoo. Kyuhyun –yang sekarang sudah tepat berada didepan Hyunsoo, terdiam menatap sahabat kecilnya sambil tersenyum. Lalu memeluk Hyunsoo dalam sekali gerakan.

“Selamat, Cho Kyuhyun! Kau memang hebat!”

Hyunsoo menepuk-nepuk punggung Kyuhyun seraya mengulas senyum senang. Selama beberapa detik, Hyunsoo menunggu Kyuhyun untuk melepaskan pelukannya. Tapi bocah itu, masih tetap dalam posisi memeluknya. Bisakah waktu berhenti hanya untuk satu menit saja? Han Hyunsoo, menyukai hal ini. Han Hyunsoo tidak ingin waktu berharga ini berakhir. Ya. .Han Hyunsoo menyukai sahabat kecilnya si Master IT.

“tidak ingin memberikan sesuatu padaku?”

Kyuhyun berbicara dibalik punggung Hyunsoo. Hyunsoo membalas “bukankah seharusnya kau yang mentraktir-ku ramen terpedas di kota ini?”

“Hhh..jika menyangkut kata traktir dan gratisan kau pasti selalu mengingatnya”

Kyuhyun melepas pelukannya tanpa memindahkan kedua tangannya dari bahu Hyunsoo. Han Hyunsoo tersenyum, dalam hatinya ia terus mengucapkan Terima Kasih, Tuhan. . .walaupun hanya satu menit. Dan Hyunsoo mensyukuri hal itu. Hal yang sangat berharga meskipun hanya terjadi dalam waktu singkat.

“akan ku traktir jika kau bisa mengalahkanku bermain game online TANPA ada backstreet, malam ini?”

Cho Kyuhyun menekankan kata-katanya, menegaskan Hyunsoo agar tidak bermain apalagi berencana bermain curang dibelakangnya.  Hyunsoo menatap Kyuhyun sambil merenggut.

“kau tidak ingat siapa yang biasanya bermain backstreet ? Menyedihkan sekali, seorang Master IT bisa lupa dengan kelakukannya..”

Cho Kyuhyun menepuk kedua sisi bahu Hyunsoo dengan kedua tangannya. Lalu berkata “iya,iya. . .aku tidak akan bermain seperti itu lagi, kau tahu kan. .aku ini seorang Master IT..mungkin akan melakukan hal yang lebih dari sekedar backstreet. Haha..”

Han Hyunsoo menatap Kyuhyun penasaran. Hal yang lebih dari sekedar bermain backstreet? Seolah menjawab keheranan yang terpampang jelas diwajah Hyunsoo, Kyuhyun melanjutkan lagi kata terakhirnya.

“Hacking.”

*

Seoul, 2012 November 10. Pukul 10.15 KST

Kembali ke masa kini. Han Hyunsoo masih berselisih paham dengan berbagai hipotesis yang muncul. Antara hipotesis A dan hipotesis B, lalu akan muncul lagi hipotesis C, D dan seterusnya. Cho Kyuhyun. . .haruskah ia mencurigainya? Akhir-akhir ini ia jarang sekali diperbolehkan main dikamar Kyuhyun. Dan menyangkut alasan semi rasional yang dikatakan Kyuhyun, apa mungkin seorang bocah Master IT, tidak bisa menghalau serangan virus dalam game online? Kyuhyun, apa yang sebenarnya dilakukan bocah itu? –Han Hyunsoo bertanya dalam hati. Sebuah tanda seru dari layar monitor komputer yang ia biarkan menyala di kamarnya, membebaskan perhatian Hyunsoo dari berbagai jenis demo hipotesis. Hyunsoo menghampiri meja komputernya, lalu menemukan sebuah email baru dari ykz10.

Ini adalah petunjuk baru dari ID User EGG07. Jika kamu masih penasaran dengan Id itu, kamu bisa membuka kembali chatting denganku tanpa melakukan backstreet ataupun hacking.

back—street ?”

Hyunsoo segera melacak IP addres dari si pengirim email. Setelah menemukannya, ia segera melakukan pencarian lokasi IP tersebut. Setelah menunggu beberapa detik, alamat IP address itu muncul. Han Hyunsoo menatap layar monitornya terkejut. Dia pikir ini hanyalah email lelucon yang dikirimkan sahabat kecilnya dari seberang rumahnya. Hyunsoo baru akan beranjak sebelum pikiran baru melintasi otaknya.

“apa mungkin. . .IP ini di alihkan? Tapi, yang tahu sebutan backstreet dalam game online hanya aku dan –Kyuhyun.”

Han Hyunsoo kembali terduduk didepan meja komputer dan mulai menyelidiki lokasi IP address yang sebenarnya.

*

Nami Island, 2011 Januari 01. Pukul 01.01 KST.

Malam tahun baru. Cho Kyuhyun bersama teman-temannya melakukan sebuah liburan tahun baru di pulau Nami. Dia sengaja tak mengajak sahabat kecilnya dan hanya akan melakukan ‘hiburan jasmani dan rohani’ untuk diri sendiri. Cho Kyuhyun sengaja melakukan ini agar Hyunsoo bisa fokus dalam melakukan tes masuk untuk bekerja sebagai salah satu bagian IT dari Stasiun TV. Walaupun banyak pikiran buruk terlintas setelah ia selesai liburan. Paling tidak, Han Hyunsoo akan mengacuhkannya selama tiga hari, setelah itu Kyuhyun akan memberikannya sebuah cara rahasia baru dalam hacking dan setelah itu dia dan Hyunsoo akan kembali berbaikan. Itu adalah cara ampuh yang biasa digunakannya. Tapi dulu, bukan cara rahasia dalam hacking yang diminta Hyunsoo. Dulu, saat mereka masih SMA, Hyunsoo lebih memilih berjalan-jalan di Lotte World atau meminta tiket gratis menonton show dari boygroup DBSK.

Cho Kyuhyun menghentikan langkahnya bersama Lee Brother yang mengajaknya ke sebuah penginapan di pulau Nami. Lee Sungmin, Lee Hyukjae dan Lee Donghae. Si tiga LEE bersaudara yang suka mengajaknya untuk traveling. Donghae membuka pintu penginapan itu dan masuk terlebih dulu. Sementara tiga orang yang masih berdiri diluar, menunggu respon darinya.

“ya..Sungmin Hyung, Hyukjae, Kyuhyun –apa kalian hanya ingin menghabiskan malam tahun baru diluar? Cepat masuk!”

Setelah mendengar seruan Donghae, ketiganya baru masuk.

“Hyung, disini ada Wifi?”

Kyuhyun langsung membuka laptop saat Sungmin baru saja akan merebahkan diri diranjang. Sungmin berpikir sebentar sebelum akhirnya menjawab “kau pikir ini Seoul? Ini pulau Nami. . .untuk apa memasang Wifi di penginapan seperti ini.”

Cho Kyuhyun menyalakan laptopnya, lalu langsung mencari jaringan Wifi tanpa peduli dengan jawaban Sungmin barusan.

“siapa bilang tidak ada?”

Lee Sungmin langsung bangkit dan menghampiri Kyuhyun. Saking tidak percayanya kalau dipenginapan itu benar-benar ada Wifi.

“bagaimana bisa? Kalaupun mereka memasang fasilitas Wifi seharusnya ada tandanya.”

Cho Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin lalu memandangnya penuh arti.

“kau pikir mereka akan berbaik hati memasang Wifi disini Hyung? Lagipula ini bukan Seoul, ini pulau Nami Hyung!”

Sungmin membalas tatapan Kyuhyun seolah bertanya kenapa dirinya diserang balik dengan kata-kata yang baru beberapa waktu lalu ia ucapkan.

“aku yang memasang Wifi dari smartphone-ku. Hahaha…”

Cho Kyuhyun tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat Sungmin melongo didepannya. Sungmin yang terbodohi, memukul kepala Kyuhyun dengan kesal.

Neo jugeullae (kau ingin mati) ?!!”

Cho Kyuhyun masih tertawa mendengar bentakan Seonbae sekaligus Hyung kesayangannya. Tawanya baru berhenti ketika melihat sebuah pesan Chatting dari ID User Tokyo10.

“oh, dia online!”

Cho Kyuhyun yang semula dalam posisi tertidur akibat tertawa, langsung bangkit duduk dan melihat dengan serius layar laptopnya.

yaa! Bocah Master! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!

Kyuhyun sempat berjengit membaca pesan dari Han Hyunsoo. Dia menyeringai kecil, lalu membalas Hyunsoo.

Jangan GR! Memang ada yang bilang kalau aku akan muncul lagi didepanmu?

Baiklah, lupakan soal itu. ada sesuatu yang lebih penting dari soal ‘kau tidak mengajakku liburan tahun baru di Pulau Nami’.

Katakan?

Seseorang dari Tokyo melakukan Hacking pada komputer dirumahmu

Hacking? Kau memainkan komputerku?!

Hehe. .tadinya aku hanya ingin membalas perbuatan jahatmu yang tidak mengajakku, tapi aku malah menemukan jejak hacking

Lalu?

Sepertinya dia sudah melacak email milikmu. Aku sudah mencoba mencari jejaknya. .dan dia..

Dia meng-hacking apa lagi?

Dia mencoba masuk ke folder didalam Harddisk. Sepertinya. .ada seseorang dari Tokyo yang ingin membalas dendam padamu

Aku lupa mematikan komputer. .

Ya. . .siapa suruh hanya mematikan layar monitor, BOCAH MASTER BODOH!!

*

Seoul, 2012 November 10. Pukul 11.00 KST

Cho Kyuhyun membuka pintu kamarnya setelah selesai sarapan pagi. Dia menemukan sebuah email yang baru saja terpampang jelas saat ia sudah duduk kembali didepan meja komputer.

Ini adalah petunjuk baru dari ID User ICE07. Jika kamu masih penasaran dengan Id itu, kamu bisa membuka kembali permainan game online denganku tanpa melakukan backstreet ataupun hacking.

back-street ?”

Kyuhyun langsung mempercepat ketikkan tangannya di atas keyboard. Tak lama, ia mendapat sebuah pesan masuk pada smartphone-nya.

Kyuhyun, kau masih dirumah kan? Aku kesana!

“ada apa dengan anak itu?”

Cho Kyuhyun memilih mengabaikan pesan masuk yang dikirimkan Hyunsoo. Dia melotot lebar ketika melihat alamat IP Address milik Hyunsoo yang mengirimkannya email masuk tadi.

“apa-apaan dia?”

Cho Kyuhyun mulai berpikir. Han Hyunsoo adalah orang yang selama ini mengirimkan virus melalui game online padanya. Tapi, untuk apa? Sekalipun itu Hyunsoo lakukan, pasti tidak mungkin dalam jangka waktu lama seperti dua minggu terakhir ini.

“Hyunsoo-ah, apa kau orang yang mengirimkan virus? Tapi. . .untuk apa?”

“Cho Kyuhyun!”

Pertanyaan Kyuhyun yang ditunjukkannya untuk diri sendiri terpotong dobrakan pintu. Dan Kyuhyun sudah hafal pasti siapa itu –Han Hyun Soo.

“apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun bertanya sinis pada Hyunsoo. Karena alamat IP Address tadi, dia sudah menemukan siapa dalang si pengirim virus.

“lalu, apa yang kau lakukan?! Jadi kau yang selama ini mengirim virus lewat chatting? Kau adalah User dari EGG07 ?”

Tanpa berbasa-basi, Hyunsoo langsung menuduh Kyuhyun dalam satu tarikan nafas. Cho Kyuhyun mengulum senyum sinis lalu membalas kata-kata Hyunsoo.

“Apa kau pikir aku tidak tahu? Kau adalah User dari game online yang dua minggu terakhir ini mengirim email dan virus kan? Aku berhasil melacak IP-mu..dan baru saja kau berhasil menemukan jejak Hacking dariku, iya kan?”

Han Hyunsoo tidak bisa menyembunyikan kekesalannya, dia menatap Kyuhyun seolah menghunuskan samurai ke lehernya.

“Hacking?”

“Apa? Kau ingin mencoba mengelak?”

“Yaa, Cho Kyuhyun..”

“Hacking yang dilakukan satu tahun lalu saat malam tahun baru, apa itu adalah ulahmu? Apa kau mengarang cerita hacking itu?”

“Apa kau mencurigaiku? Jika aku mengalami amnesia kalau kau adalah seorang Master IT, kau baru boleh mencurigaiku yang melakukan hal itu. Kalaupun aku melakukan itu, seharusnya aku sadar kalau kemampuanmu lebih tinggi dan mungkin aku sudah gila sudah menantangmu!”

Han Hyunsoo makin menatap tajam Kyuhyun. Sekarang status ‘sahabat’ diantara keduanya seakan menguap. Keduanya berargumen atas kejadian akhir-akhir ini yang terjadi diantara mereka berdua. Sekarang, siapa yang sebenarnya salah? Diantara mereka berdua pun, tidak ada yang bisa mendinginkan kepala. Apa hubungan mereka akan menguap seperti ini? Hanya karena sebuah hacking?

*

Seoul, 2012 November 11. Pukul 09.00 KST

Pepero Day~

Cho Kyuhyun meremas rambutnya kesal. Kejadian kemarin masih memenuhi seluruh sistem saraf otaknya. Otak kiri maupun otak kanan. Otak besar maupun otak kecil. Ini adalah hari kesayangan, tapi dirinya malah bertengkar dengan Han Hyunsoo. Sahabat yang setiap tahun selalu bertukar pepero dengannya. Dan tahun ini adalah tahun terburuk untuk Pepero Day. Karena hakcing? Apa itu masuk akal?

Cho Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya dan turun ke lantai bawah untuk sarapan. Di ruang makan, kedua orang tuanya dan Noona-nya sudah memakan beberapa potong roti. Kyuhyun menarik kursi malas dan mendudukinya lemas.

“Happy Pepero Day, adikku…”

Cho Ahra mengacak pelan rambut Kyuhyun. Cho Kyuhyun hanya bergumam malas membalasnya. Dia mengambil sepotong roti lalu mengoleskan selay kacang. Kalau saja pertanyaan Ahra tidak mengambil perhatiannya, sekarang roti berselay kacang itu pasti sudah masuk ke dalam lambungnya.

“Mana Hyunsoo? Biasanya dia menagih pepero darimu?”

“Tidak tahu”

Cho Kyuhyun baru akan memakan rotinya lagi, tapi Ahra kembali melontarkan pertanyaan “kalian bertengkar? Oh iya..kemarin kulihat dia menangis saat keluar dari rumah. Kau apakan dia?”

Mungkin, jika Kyuhyun sedang menelan rotinya, dia pasti akan tersedak saat itu juga. Andai disamping Kyuhyun ada sebuah gunting dan selotip, Kyuhyun pasti akan langsung menutup mulut Ahra dalam waktu sepersekian detik.

“Aku tidak tahu Noona, berhentilah menanyakan sesuatu yang tidak ingin kujawab! Kalau kau mau tahu, tanya saja sendiri pada Hyunsoo!”

Cho Kyuhyun beranjak dari ruang makan dengan wajah tertekuk sempurna. Pagi ini, gara-gara Han Hyunsoo ‘sahabat terbaiknya’ ia jadi bertengkar dengan Ahra.

Didalam kamar, Kyuhyun langsung menyalakan komputer dan membuka situs Chatting yang sering dimainkan Han Hyunsoo. Hari ini, Kyuhyun ingin menyelidiki semuanya. Hal sekecil apapun, tidak boleh terlewat sedikit pun.

*

Tokyo, Jepang 2012 November 07. Pukul 15.00 Sore.

“Kau sudah menemukannya?”

Seorang pria bertubuh besar, dengan sebuah tatto Kunci dipunggungnya -berbalik melihat lawan bicara yang baru saja datang. Sepertinya…binatang sekecil semut pun, akan berpikir 3 KALI untuk masuk ke ruangan itu.

“Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan. Sekarang, keduanya pasti sudah menyadari hacking yang kita lakukan.”

Pria bertubuh besar, Si Ketua Yakuza, pemilik sebuah casino, dan sekaligus Ayah dari pro-hacker yang saat itu berhadapan dengan Cho Kyuhyun, berdiri dan memunggungi lawan bicaranya. Sedikit memandang pemandangan diluar jendela, lalu berkata dengan tegas “cepat lakukan tindakan. Aku ingin keduanya mendapat balasan atas perbuatan mereka terhadap anakku”

Ketua Yakuza itu memandang tepat pada satu bangunan bertuliskan ‘Kantor Polisi Jepang’. Dia, adalah orang yang membuat Cho Kyuhyun dan Han Hyunsoo bertengkar kemarin. Dengan alasan ingin membalas dendam, dia melakukan sebuah re-route atau pengalihan IP agar Kyuhyun dan Hyunsoo terkecoh. Jelas saja, dua tahun lalu anaknya ditangkap atas sebuah kejahatan hacking yaitu mencoba menjebol sistem pertahanan pusat Bank Jepang dan mencuri keuangan bank Negara. Kimura Hakeda, si Ketua Yakuza benar-benar tidak terima atas penangkapan anaknya yang saat ini tengah mendekam dipenjara. Dan Kimura pasti akan membalas itu.

*

Universitas Tokyo, 2010 Juli 17. Pukul 11.24

Han Hyunsoo mencari-cari Kyuhyun di perpustakaan kampus. Tidakkah ini sedikit keterlaluan? Hyunsoo benar-benar akan membunuh Kyuhyun jika sudah bertemu dengannya. Berani-beraninya Kyuhyun meng-hacking seorang teman kencannya. Dan jika saat itu Hyunsoo tidak memainkan laptop teman kencannya, mungkin sampai sekarang Kyuhyun masih melakukan hacking.

Han Hyunsoo menemukan Cho Kyuhyun disalah satu sudut perpustakaan. Namja tinggi putih itu sedang bermain laptop tanpa merasakan gangguan sedikitpun. Atau…apa tatapan membunuh Hyunsoo masih kurang terasa? Sampai-sampai Kyuhyun tidak menyadari keberadaannya.

“Kau senang ya, meng-hacking laptop orang sembarangan?”

Pertanyaan Hyunsoo yang langsung menjurus ke topik, mengambil alih perhatian Kyuhyun. Bukannya meminta maaf atau menjawab, Kyuhyun malah menyuruh Hyunsoo diam dan menarik tangan gadis itu untuk duduk disampingnya.

“Apa yang kau lakukan?”

Amarah dan kekesalan Han Hyunsoo langsung menguap melihat berbagai macam kode rahasia dan aplikasi-aplikasi yang kini digunakan Kyuhyun untuk melakukan hacking berat. Cho kyuhyun mengetikkan beberapa kode pada keyboard lalu menekan Enter. Setelah itu, dirinya baru menoleh menatap Hyunsoo.

“Ada seseorang yang ingin mencoba menjebol sistem pertahanan pusat Bank di Jepang. Apa kau tahu? Sekarang ini, aku sedang bertempur dengannya.”

“Sistem pertahanan—pusat Bank Je-jepang? Apa dia itu gila?”

“Tidak. Jika dia gila, maka dia tidak akan bisa melakukan ini. Aku sudah menemukan alamat IP addressnya. Tapi beberapa kali dia berganti-ganti IP.”

Han Hyunsoo menarik laptop Kyuhyun, lalu mencoba mencari sesuatu. Kyuhyun diam melihat apa yang dilakukan sahabatnya.

“Dia pasti seorang pro-hacker juga. Dia banyak menggunakan IP untuk mengantisipasi jika nanti dia terlacak. Kita harus menyerang semua IPnya jika ingin tahu alamat IP yang sebenarnya”

Cho Kyuhyun menjentikkan jarinya, lalu kembali menatap layar laptop.

“Apa yang kau pikirkan sama dengan apa yang kupikirkan. Aku sudah beberapa kali melakukan hacking pada IP address yang ia gunakan, dan sepertinya perlawanannya mulai lemah. Yaa..kau pasti akan benar-benar gila jika kalah dariku!”

Han Hyunsoo tertawa pelan, lalu keduanya kembali fokus ke layar laptop.

“Woah, dia benar-benar nekat. Apa harus melakukan hacking ke Pusat Bank Jepang untuk merampok uang?”

“Yaa..Hyunsoo-ah. Apa kau tahu? IP yang ia gunakan berasal dari sebuah daerah kekuasaan Yakuza. Bisa dipastikan, jika dia sudah merencanakan sesuatu yang besar untuk melakukan tindakan gila ini”

“Begitu? Ya..ku..za..”

*

Seoul, 2012 November 11. Pukul 12.00 KST.

Cho Kyuhyun menajamkan penglihatannya pada monitor komputer. Ia harap apa yang dilihatnya sekarang salah. Setelah melakukan penyelidikan ‘habis-habisan’, dia menemukan User Id bernama EGG07 di situs Chatting. Dan ini adalah User Id yang pernah dikatakan Hyunsoo. Yang lebih membuat Kyuhyun menggeram kesal adalah. . .User tersebut mengalihkan Ip address sebenarnya dengan menggunakan Ip address miliknya.

“Kau ingin bermain-main denganku?!”

Cho Kyuhyun segera melakukan hubungan Chatting tersebut dengan terlebih dahulu membajak User Id milik Hyunsoo. Yang intinya, sekarang Kyuhyun sedang menggunakan Id milik Han Hyunsoo.

Setelah berhasil saling balas membalas dalam Chatting, Kyuhyun langsung melakukan pemeriksaan jaringan dari User tersebut. Dan hal yang paling membuatnya terkejut adalah, sebuah virus yang masuk dalam situs tersebut, sama dengan virus yang selalu mengganggunya dua minggu terakhir pada situs game online.

“Jadi. . .Han Hyunsoo, kau tidak bohong. Kita benar-benar dipermainkan, Hyunsoo-ah..”

Cho Kyuhyun menegakkan punggungnya dan meregangkan otot sebelum bersiap bertempur lagi dengan si User EGG07.

*

Hal yang sangat tidak ingin dilakukan Han Hyunsoo saat ini bukanlah menatap sebungkus pepero berpita pink didepannya. Ini benar-benar Pepero Day terburuk sepanjang sejarah antara dirinya dan Kyuhyun. Seharusnya, Hyunsoo berada dirumah Kyuhyun dan saling bertukar pepero. Tapi kenyataan tentang pertengkaran kemarin, memusnahkan ‘perandaian’ Hyunsoo. Han Hyunsoo menyalakan komputernya dan langsung membuka situs game online. Dia mencoba mengingat kembali apa yang dituduhkan Kyuhyun padanya.

Kau adalah User dari game online yang dua minggu terakhir ini mengirim email dan virus kan? Aku berhasil melacak IP-mu..dan baru saja kau berhasil menemukan jejak Hacking dariku iya kan?

“Game online katanya? Kita lihat. . . Apa itu adalah benar-benar diriku”

Han Hyunsoo membuka permainan situs game online dan ‘membajak’ User id milik sahabat terbaiknya tanpa berniat sama sekali meminta ijin.

“Cho Kyuhyun, aku akan benar-benar menghunuskan samurai ke lehermu, jika aku berhasil mematahkan tuduhanmu!”

*

Suara bel pintu didepan rumah Han Hyunsoo bergema didalam rumahnya. Hyunsoo yang sama sekali tidak tertarik, terus melakukan penyelidikan User si pengirim virus yang pernah Kyuhyun katakan. Sampai saat ada seseorang yang masuk ke kamarnya pun, Hyunsoo masih tidak menyadarinya.

“Masih sibuk membajak User id-ku?”

Hyunsoo menegang ditempat mendengar suara dibelakang punggungnya. Boleh tidak dia membuat lubang ditempatnya sekarang? Supaya bisa langsung melarikan diri sekarang juga.

“Berhenti melakukan itu, aku sudah tahu siapa yang melakukan ini semua”

“Untuk itu kau datang? Ingin menuduhku lagi? Pergi saja. Aku tidak ingin mendengarkanmu!”

Cho Kyuhyun menatap punggung Hyunsoo seraya menarik nafas panjang-panjang.

“Hacking yang terjadi saat malam tahun baru, kau benar. Seorang pro-hacker dari jepang yang melakukannya. Maaf, telah menuduhmu sebelumnya.”

Han Hyunsoo tersenyum kecil. Bisa sadar juga? -Hyunsoo berucap dalam hati.

“Dan yang lebih parahnya, dia sudah meng-hacking kita sejak dua minggu yang lalu”

Han Hyunso perlahan membalikkan badannya. Apa Kyuhyun bilang? Kita? Itu artinya . . .

“Kau dan aku. . .terjebak dalam permainannya”

Sekarang Hyunsoo sudah benar-benar menatap Kyuhyun. Sedikit terpampang wajah penyesalan dari namja itu, dan Hyunsoo harap itu kenyataan.

“Alamat Ip yang sebenarnya, dari User id EGG07 dan User id dari lawan game online-ku..berasal dari Tokyo. Tepatnya, sama dengan alamat IP untuk menjebol sistem pertahanan pusat Bank Jepang.”

“Daerah kekuasaan—Yakuza?”

“Saat ku cari data-data si pelaku hacking dua tahun lalu. Ternyata..pelaku tersebut adalah anak dari pimpinan Yakuza disana. Itulah alasan dia menjebak kita berdua. Dia ingin. . .membalas dendam.”

Han Hyunsoo menutup mulutnya tak percaya. Balas dendam? Tidakkah itu terdengar sangat menyeramkan. Apalagi dia dan Kyuhyun terlibat langsung dengan seorang Yakuza yang berani menjebol sistem pertahanan dan berniat merampok keuangan bank di Jepang. Sekarang, balas dendam? Balas dendam katanya? Bolehkah diulang sekali lagi? BALAS DENDAM.

Geotjimal hajima (Jangan berbohong)! Apa mereka masih mengingat kejadian dua tahun lalu? Apa itu masuk akal?!”

“Han Hyun Soo! Kau boleh marah padaku akibat tuduhan kemarin, tapi inilah yang terjadi sekarang! Meskipun kau menganggapku berbohong, jika kau menyelidiki kebenarannya, maka apa yang kukatakan sebelumnya pasti benar adanya”

Han Hyunsoo menatap Kyuhyun tanpa bersuara. Dia kembali membalikkan badan, memeriksa komputernya. Kyuhyun sedikit mengintip kegiatan yang dilakukan Hyunsoo dengan benda elektronik itu. Sedikit melebarkan mata, Kyuhyun langsung berlari mencabut stop kontak yang menghubungi komputer dengan listrik -setelah melihat apa yang dilakukan Hyunsoo.

“Apa yang kau lakukan?!”

Hyunsoo berteriak kesal pada si bocah Master. Cho Kyuhyun menghampirinya dan langsung menatap dalam-dalam mata Hyunsoo.

“Kau dan aku sama-sama menerima virus dari situs chatting dan game online. Dan virus itu adalah sebuah kode berbahaya untuk melakukan hacking. Mereka tahu, bahwa kita sedang melakukan hacking balik pada mereka”

Hyunsoo mundur pelan-pelan ke belakang, lalu bersender pada meja komputernya.

“Itu artinya. .komputer-ku dan komputer milikmu, sudah terserang virus dari mereka. Dan kenyatannya, mereka sudah meng-hacking kita sejak dua minggu yang lalu, mereka pasti sudah mengawasi kita, Hyunsoo-ah” Kyuhyun melanjutkan kata-katanya. Sementara Hyunsoo masih memilih diam untuk berpikir ulang.

“Maaf atas kejadian kemarin. Aku terlalu bodoh untuk mencurigai dan menuduhmu”

Cho Kyuhyun menghampiri Hyunsoo dan mengulurkan tangannya kedepan gadis itu. Han Hyunsoo mendongak melihat uluran tangan Kyuhyun. Mata itu, tak lepas dari memandangnya. Apa jantungnya sedang menjinakkan bom? Sampai-sampai dirinya ikut menegang bersamaan dengan Sang Jantung.

Wahai jantung, tidak bisakah berdetak seperti biasa? Kenapa kau nakal sekali?!

Ya, Han Hyunsoo sudah kehilangan akal karena menyuruh jantungnya. Gila. Gila karena Jantung dan gila karena Cho Kyuhyun.

Han Hyunsoo membalas tatapan super dalam dari Kyuhyun. Apa dia tidak salah lihat? Kenapa senyuman Kyuhyun terlihat sangat tulus dan manis? Hyunsoo menjabat tangan Kyuhyun, kebiasaan mereka ketika berbaikan. Konyol. Mereka bahkan masih menganggap itu sebagai bagian ‘friendship culture’ disaat mereka sudah beranjak dewasa.

Tanpa bisa terduga, Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo lalu memeluknya.

“Aku minta maaf, Han Hyunsoo”

Cho Kyuhyun tersenyum dibalik punggung sahabat kecilnya dan memeluk Hyunsoo semakin erat.

“Aku juga minta maaf, Bocah Master”

“Jadi sekarang, tidak ada lagi salah paham kan? Kita berdua di adu domba oleh orang yang bahkan kita tidak tahu rupanya. Orang itu . . . Mengalihkan IP address, dan membuat kita saling menuduh”

Han Hyunsoo terdiam. Apa yang harus dia katakan, disaat otaknya berpikir untuk tetap bersikap normal.

“I-iya, jadi. .apa yang harus kita lakukan? Komputer milikku dan milikmu sudah terserang virus, kita harus mencari komputer lain”

Cho Kyuhyun melepas pelukannya, lalu memandang Hyunsoo.

“Untuk memperbaiki komputer dari virus itu, kurasa membutuhkan waktu sedikit lama. Laptop-ku juga kugunakan untuk bermain game online. Kita harus pergi ke warnet kalau begitu. . .”

*

Seoul, 2012 November 12. Pukul 18.00

“Aku pulang. . .”

Cho Kyuhyun memasuki rumah sambil membawa sebuah CPU. Dia mencuri diam-diam CPU dari kantornya, dengan alasan . . .

Sepertinya CPU ini bermasalah, aku akan memperbaikinya dirumah. Tiga hari lagi pasti sudah selesai kuperbaiki

Namja berotak ‘backstreet‘ itu masuk ke dalam kamarnya dan langsung melongo maksimal saat melihat komputer dikamarnya menyala dengan sempurna. Dia langsung mencabut stop kontak listrik dan berkacak pinggang heran. Pintu kamarnya terbuka, Ahra masuk dan terkejut melihat komputer Kyuhyun yang sudah mati.

“Kenapa komputer-mu mati ?”

Cho Kyuhyun berbalik dan menatap Noonanya penuh selidik.

“Apa Noona yang menyalakan komputer-ku?”

“Iya, karena laptopku rusak jadi—”

“Noona! Kenapa kau menyalakannya?! Komputer itu sedang bermasalah!”

Cho Ahra melihat adik kesayangannya sejagad raya -sedang menatapnya marah. Apa salahnya jika hanya menyalakan komputer?

“Aku hanya meminjam sebentar untuk mengirim data kartu keluarga via online, dan sepertinya tidak ada masalah”

Cho Kyuhyun melotot selebar-lebarnya sekarang. Apa bisa diulangi? Mengirim data kartu keluarga via online?!!

Cho Kyuhyun yang belum sempat merasakan istirahat barang satu menit saja ditempat tidur, langsung membuang tas kerjanya ke ranjang, dan pergi ke luar kamar sambil membawa CPU yang ia ambil. Dia -tanpa salam tamu- langsung memasuki rumah Hyunsoo dan mendobrak pintu kamarnya.

“Astaga! Apa kau tidak tahu apa kegunaan pintu itu?!”

Han Hyunsoo merenggut kesal melihat Kyuhyun. Dia melihat satu objek dominan yang sedang dipegang Kyuhyun, CPU.

“Untuk apa kau membawa itu?”

Cho Kyuhyun beranjak dari depan pintu, dan pergi ke meja komputer milik Hyunsoo. Dia menghubungkan CPU itu ke stop kontak lalu menyalakan komputer.

“Aku mengambil CPU kantor untuk memulai ‘balas dendam hacking’ baru. Dan aku juga sudah memeriksa kode berbahaya dari virus yang dikirimkan mereka. Virus ini, kita dapat menggunakannya untuk menyerang balik mereka.”

Han Hyunsoo menatap si Bocah Master dengan penuh arti.

“Baiklah aku setuju. Tapi, apa kau tidak ingin membersihkan diri dulu. . .setelah pulang kerja?”

Cho Kyuhyun menghentikan gerakannya dan menatap Hyunsoo sambil terdiam. Dia menggaruk kepalanya malu.

“Haha..aku lupa. Gara-gara Ahra Noona, aku jadi berpikiran untuk langsung menemuimu”

“Menemuiku?”

Entah berasal dari mana, tapi yang pasti. . . Saat ini Awkward Moment sedang melanda si Bocah Master dan Han Hyunsoo.

“Ah..I-iya, tadi Ahra Noona menyalakan komputer-ku. Makanya aku langsung datang kemari untuk menghalau hacking lebih parah lagi. Dan apa kau tahu? Ahra Noona menggunakan komputerku untuk mengirim data kartu keluarga via online! Jadi sebaiknya, menurutku untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk lagi, secepatnya kita harus melakukan tindakan.”

Han Hyunsoo terkekeh pelan. Apa dia tidak salah lihat? Si Bocah Master sedang merasa gugup! Dan ini Exclusive terpampang jelas didepannya.

“Jadi . . . Kau tidak mau mandi dulu?”

“Yaa! Aish..sudahlah, kalau begitu aku balik saja lagi”

Kyuhyun bangkit berdiri dan hendak beranjak pergi.

“Yaa, Yaa! Jamkamman, jamkamman! Okey,okey. .cepat lakukan tindakan”

Hyunsoo menarik lengan Kyuhyun kembali ke depan meja komputernya. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Sudah ia duga. Han Hyunsoo pasti akan menahannya. Cho Kyuhyun duduk didepan komputer Hyunsoo, dia menoleh menatap Hyunsoo sebelum memulai ‘tindakan’. Dan Syaraf memori otak Kyuhyun kembali memutar ingatannya beberapa waktu lalu.

*

Tokyo, Jepang –  2010 Juli 15. Pukul 21.25 Malam.

Cho Kyuhyun melotot kaget ditempat dan hampir saja terjungkal ke belakang kalau dirinya benar-benar tidak bisa mengatur gravitasi disekitarnya. Karena apa yang dilihatnya sekarang, membuat sistem gravitasi disekitarnya menjadi labil tak karuan. Setelah sesi kaget yang berlebihan tadi, perlahan bibirnya melengkung menampakkan seulas senyum.

Aku minta maaf. Kurasa, aku tidak bisa menerimamu. Aku merasa nyaman dengan hubungan pertemanan kita, tapi tidak untuk hubungan lebih.

Itu adalah kalimat yang hampir membuat si Bocah Master terjungkal jatuh. Melakukan hacking memang memberinya keuntungan. Meng-hacking dua User sekaligus. Han Hyunsoo dan teman kencannya. Ha Ha Ha ..bolehkah Kyuhyun tertawa senang sekarang? Hyunsoo menolak si Otak lumba-lumba berdarah penjajah itu. Takeda Irumo. Yang beberapa waktu lalu mendekati sahabat kecilnya, Hyunsoo. Cho Kyuhyun memang sudah membuat rencana hacking. Melihat apa yang dibicarakan kedua manusia itu lewat situs Chatting. Sungguh kolot. Apa mereka tidak tahu apa kegunaan ponsel? Kenapa harus lewat situs chatting? -Kyuhyun berkomentar dalam hati.

Setelah puas membajak si Otak lumba-lumba berdarah penjajah, Kyuhyun menguap parah. Hampir 4 jam dia duduk berkencan dengan komputer hanya untuk mengawasi sahabat kecilnya. Sejujurnya, bukan hanya mengawasi tapi juga melindungi. Dia hanya merasa perlu menjauhkan Hyunsoo dari laki-laki yang menurut Kyuhyun ‘tidak pantas’ untuk Hyunsoo. Perasaan cemburukah? Kyuhyun tidak ingin mengakuinya. Pikirnya, ini hanyalah sebuah rasa khawatir yang timbul dari kasih sayang seorang sahabat. Tak lebih. Dan tak ada perasaan khusus.

Cho Kyuhyun baru saja akan mematikan komputernya sebelum melihat hal apa yang dilakukan Han Hyunsoo. Dia menegang ditempat melihat balasan chatting dari Hyunsoo untuk Takeda yang batal terkirim. Hyunsoo menghapus lagi kata itu dan mengetikkan sesuatu yang lain.

“Han Hyunsoo. . .kau, bagaimana bisa?”

Esoknya, Cho Kyuhyun menghampiri Hyunsoo yang baru saja keluar dari perpustakaan kampus. Ia merangkul Hyunsoo dari belakang -sedikit mengagetkan gadis itu.

“Annyeong, Hyunsoo-ah. . .”

Kyuhyun menyapa sahabat kecilnya dengan ramah. Tapi reaksi murung dan tersenyum setengah niat adalah balasan yang diterima Kyuhyun.

“Ada sesuatu yang terjadi?”

“Anieyo”

“Katakan saja.”

“Amugeotdo anieyo (tidak ada apa-apa)”

Cho Kyuhyun dan Han Hyunsoo berjalan beriringan. Setelah menerima ‘penolakan penjelasan’ dari Hyunsoo, Kyuhyun diam tanpa ingin memaksa.

“Setelah ini bagaimana kalau kita makan diluar, kau mau?”

Hyunsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun.

“Aku harus menemui seseorang, jadi tidak bisa.”

“Menemui siapa?”

Han Hyunsoo diam sejenak sebelum akhirnya menjawab “aku harus bertemu Takeda. Ada sesuatu yang harus kubicarakan dengannya”

“Bukankah tadi malam—”

Kyuhyun memotong ucapannya, sadar kalau saja ia kelewatan satu kata lagi,  Hyunsoo pasti akan langsung curiga.

“Apa kau benar-benar menyukainya? Kau menemuinya untuk menjawab pernyataan cintanya?”

Cho Kyuhyun menyerang Hyunsoo tepat ke manik matanya. Menatap matanya tajam. Hyunsoo tertunduk sesaat, lalu kembali melihat wajah Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, jangan memberiku pertanyaan yang sama sekali tak ingin kujawab. Aku pergi dulu. .”

Hyunsoo langsung berlari kecil meninggalkan Kyuhyun. Sementara lelaki itu hanya menatap punggung Hyunsoo dalam-dalam. Kenapa dia merasa tidak suka? Cho Kyuhyun membenci jawaban yang penuh dengan kemungkinan tak terduga. Bisa saja, pertanyaan itu di jawab ‘iya’ oleh Hyunsoo, tapi tertahan dibibirnya.

Geotjimal hajima, Hyunsoo-ah”

Kyuhyun mencoba mengingat-ingat lagi kalimat yang sempat ingin dikirim Hyunsoo pada Takeda tadi malam.

Aku tidak bisa menerimamu, karena aku sudah menyukai orang lain. Takeda. . .maaf, tapi aku sangat menyayangi Kyuhyun.

*

Seoul, 2012 November 13. Pukul 00.00 KST

“Apa aku tidak salah lihat?”

“Tidak. Mereka benar-benar akan menyerang kita.”

Han Hyunsoo mengedipkan matanya gusar, sementara Cho Kyuhyun sibuk memandang layar monitor.

“Mereka benar-benar akan balas dendam, Hyunsoo-ah. Si Ketua Yakuza, sedang mencoba mengganggu sistem pertahanan Blue House dengan menggunakan IP address kita”

Hyunsoo terduduk lemas disamping Kyuhyun. Kenapa jadi semenyeramkan ini? Apa yang dilakukan Yakuza Jepang itu benar-benar diluar akal sehat.

“Kita harus bisa menyerang balik dirinya! Buat dia melakukan interaksi dengan kita dan kita akan bisa mengirimkan kode berbahaya itu ke jaringan mereka”

Han Hyunsoo menegakkan dirinya dan berkata dengan penuh semangat. Kyuhyun melihatnya sambil tersenyum.

“Baiklah, aku akan mengawasi mereka lagi besok. Ini sudah tengah malam.”

“Ah jinjja ?”

Cho Kyuhyun menunjuk jam dinding dikamar Hyunsoo. Dia mematikan komputer Hyunsoo dan keduanya bangkit berdiri. Kyuhyun meregangkan otot sejenak dan menghela nafas.

“Hari ini aku libur, bagaimana kalau kita merayakan Pepero Day yang tertunda?”

“Pepero Day?”

“Iya”

Han Hyunsoo berpikir sebentar, mengingat kembali rencana kegiatannya .

“Aku tidak bisa, ada jadwal lembur dikantor, jadi pulang malam.”

“Pulang kerja ku jemput?”

“Tumben?”

“Agar kita bisa cepat-cepat mencegah tindakan Yakuza itu kan?”

“Baiklah. Jam 9?

“Okey, jam 9!”

Cho Kyuhyun mengulas senyum lebar setelah keluar dari rumah Hyunsoo. Ia menyeberang jalan dan masuk ke dalam rumahnya. Malam ini, kenapa dirinya merasa begitu senang? Apa karena Han Hyunsoo? Sahabat kecilnya?

*

Gedung Stasiun tvO – Seoul, 2012 November 13, Pukul 21.07 malam.

Han Hyunsoo menghampiri mobil sedan biru diseberang jalan gedung kantornya. Sedikit membuatnya kesal, sedari tadi si pemilik mobil membunyikan klakson beberapa kali. Membuat sedikit perhatian orang-orang tertuju padanya. Hyunsoo masuk ke dalam mobil itu dan menatap penuh kekesalan pada Cho Kyuhyun.

“Tujuh menit, Han Hyunsoo! “

“Tujuh menit? Okey, aku minta maaf. Tujuh menit untuk turun dari lantai 6, dan berjalan menuju lampu merah lalu menyeberang jalan. Seharusnya kau bisa mengerti itu, Bocah Master!”

“Baiklah, aku mengerti”

Kyuhyun baru bisa ‘diam’ setelah menerima alasan keterlambatan ‘tujuh menit’ Hyunsoo. Ia menginjak pedal gas kemudian melajukan mobil itu menuju rumah Hyunsoo dan rumahnya yang tepat berada didepan rumah gadis itu.

“Hyunsoo-ah, malam ini. . .kita akan bertempur habis-habisan”

Cho Kyuhyun dan Han Hyunsoo sedang menaiki tangga rumah Hyunsoo. Gadis itu membuka pintu kamar, dan keduanya masuk.

“Apa yang sudah mereka lakukan?”

“Kau tahu? Aku sudah melakukan hubungan interaksi dengan jaringan IP mereka. Dan berhasil mengirim balik virus itu. Sepertinya mereka sudah menyadari gangguan di jaringan mereka.”

Jinjja ?

Cho Kyuhyun menyalakan komputer dan keduanya langsung duduk didepan benda pintar itu.

“Yaa, kau tidak ingin membersihkan diri dulu setelah pulang kerja?”

Han Hyunsoo memandang Kyuhyun datar. Konyol sekali, Bocah Master memang selalu bisa memutar balik keadaan.

“Kau ingin aku mandi dan berganti baju didepanmu?”

“Boleh, dengan senang hati, Hyunsoo-ah”

Cho Kyuhyun nyengir kuda sambil menahan tawa terbahak-bahaknya. Hyunsoo, gadis itu hanya memberikan tatapan datar seolah tidak suka. Melihat itu, Kyuhyun mencoba menghentikan tawanya dan kembali fokus pada komputer.

“Sudah puas?”

“Kau ingin aku menjawab pertanyaan yang tidak ingin kujawab?”

“Tidak. Lupakan saja.”

*

Tokyo, 2012 November 13. Pukul 21.40 malam

Kimura Hakeda menggebrak meja kesal. Suara pukulannya cukup menggema diseluruh ruangan. Dia menatap kesal sebuah monitor komputer didepannya. Tangan seorang pro-hacker yang direkrutnya pun, sedikit bergetar takut.

“Bodoh! Apa kau tidak bisa melawan bocah itu? Ha?!”

“Maafkan aku, Tuan. Tapi dia benar-benar pintar menggunakan trik. Dia pasti sudah bisa menduga apa yang akan kita lakukan.”

“Apa maksudmu?”

“Dia menyerang balik menggunakan virus yang kita kirimkan. Dan berhasil meng-hacking kita dari Korea.”

Kimura menautkan alisnya, berpikir sejenak. Lalu tak lama, matanya membulat lebar.

“Jadi maksudmu mereka sudah tahu apa yang kita rencanakan?”

Anak buah Kimura mengangguk takut-takut.

“Mereka menyerang kode berbahaya yang kita kirimkan ke Blue House. Sekarang, kita harus secepatnya menghancurkan bukti untuk menghilangkan jejak”

Kimura yang berdiri dibelakangnya menggeram sangat marah. Anak buahnya berbalik, melihat si Ketua Yakuza yang kini menatapnya siap membunuh.

*

Kyuhyun dan Hyunsoo berhigh-five ria atas keberhasilan mereka. Perlukah dijelaskan? Mereka berhasil menggagalkan rencana ‘jahat’ si Ketua Yakuza.

“Sudah berakhir kan?”

Han Hyunsoo menatap si Bocah Master penuh tanda tanya. Kyuhyun tak menjawab tapi hanya memandang wajah Hyunsoo.

“Bocah Master, kau masih menyimpan mulut dibawah hidungmu kan?”

“Hahaha, kau lucu sekali.”

Kyuhyun tertawa paksa. Lelucon Hyunsoo benar-benar tidak lucu.

“Siapa suruh diam saja, pabo!”

Hyunsoo diam sejenak memandang monitor komputer.

“Kyuhyun-ah, apa benar-benar sudah berakhir? Bagaimana bisa orang itu berusaha membalas dendam dua tahun yang lalu? Jelas-jelas itu adalah kesalahan yang dilakukannya”

“Dia menyayangi anaknya sebagai mana peran seorang Ayah semestinya, Hyunsoo-ah. Hanya saja, caranya sedikit agak miring dari garis batas normal.”

Cho Kyuhyun mencoba menelisik raut wajah sahabat kecilnya. Hyunsoo memandang kedepan menerawang sesuatu.

“Apa mengingat kejadian dua tahun lalu, mengingatkanmu dengan Takeda Irumo lagi?”

Hyunsoo dengan secepat kilat menoleh melihat Kyuhyun. Kenapa tiba-tiba membicarakan Takeda lagi? Hyunsoo benar-benar tidak suka hal itu.

“Apa maksudmu?”

“Han Hyunsoo, berhenti mengingatnya!”

Hyunsoo menatap Kyuhyun terkejut. Dia sangat tidak menyukai pembicaraan ini. Bolehkah dia menendang Kyuhyun keluar dari kamarnya sekarang? Sial.

“Berhenti mengingatkanku bagaimana caranya melupakan dia, Kyuhyun. Pulanglah, ini sudah malam.”

“Dengar Hyunsoo-ah, Aku tidak mengingatkanmu, tapi menyuruhmu! Takeda Irumo, tidak bisakah lelaki itu pergi dari ingatanmu?!”

Mata Hyunsoo menatap sahabat terbaiknya amat tajam. Tinggal menunggu beberapa detik lagi, air mata Hyunsoo pasti akan jatuh.

“Kau ingin aku menjawab—”

“Iya! Jawablah. Aku ingin mendengar jawabanmu, Han Hyunsoo.”

Cho Kyuhyun berhasil membuat Hyunsoo meneteskan air matanya. Tapi bukannya menghentikan tetesan air mata yang kini terus mengalir, Kyuhyun malah semakin menyudutkan Hyunsoo.

“Hyunsoo-ah, berusahalah melupakannya untukku.”

“Keluar.”

“Han Hyunsoo!”

“Cepatlah!”

Kyuhyun melihat Hyunsoo membalikkan badan menolak menatap dirinya. Apakah sesakit itu perasaan Hyunsoo? Bukan ini jawaban yang diinginkan Kyuhyun. Bukan ini juga yang diharapkan Kyuhyun, dia benar-benar tidak ingin melihat tetesan air mata itu.

*

Seoul, 2012 November 14. Pukul 08.00 KST

Cho Ahra mengetuk-ngetuk pintu kamar Kyuhyun dengan keras. Beberapa kali dia mengetuk dan memukul pintu, si pemilik kamar masih juga tak mau membuka pintu.

“Maaf Nona,  biar kami yang mendobrak pintunya”

Cho Ahra menoleh ke samping, mendapati Inspektur Park Jung Soo dari kepolisian yang membawa rombongannya pagi-pagi ke rumahnya. Ahra mundur perlahan, mempersilakan Inspektur Park membuka pintu kamar Kyuhyun secara paksa. Inspektur Park mengambil ancang-ancang dan siap mendobrak pintu Kyuhyun.

“Ada apa Noona? Kenapa kau—WAAAAA…”

Cho Kyuhyun -dengan tidak terduga lagi- membuka pintu itu bersamaan dengan Inspektur Park yang mendorong tubuhnya. Keduanya terjerembab jatuh dilantai dengan posisi membentur dinding.

“YAA! Kau siapa?!”

Cho Kyuhyun melihat lelaki berjas hitam itu berdiri dan merapihkan pakaiannya. Setelah itu merogoh sesuatu di saku jasnya dan berkata “aish, seharusnya kau membuka pintu dari awal! aku Inspektur Park Jungsoo dari Kantor Kepolisian Seoul.”

Kyuhyun yang sudah berdiri memegang pinggangnya kesakitan. Lalu menatap bingung pada Inspektur Park Jungsoo.

“Polisi? A-ada apa?”

Inspektur Park Jungsoo memandang Kyuhyun dengan tatapan keyakinan. Seorang anggota polisi masuk ke kamar itu dan memberikan borgol padanya. Inspektur Park maju selangkah ke depan Kyuhyun, dan mengambil kedua tangan namja itu.

“Tuan Cho Kyuhyun, kau ditahan atas kejahatan yang kau lakukan pada tanggal 13 November 2012, pukul 22.15 dengan melanggar peraturan akses dunia maya pada sistem keamanan Blue House.”

Cho Kyuhyun menarik tangannya sebelum borgol itu melingkar dipergelangan tangannya.

“Sistem keamanan Blue House? Tapi aku sama sekali tidak melakukan itu, yang kulakukan semalam adalah mencegah jebolnya sistem keamanan. Kenapa kalian malah menuduhku melakukan kejahatan akses dunia maya?”

“Kau bisa menjelaskan pembelaanmu di Kantor Polisi, sekarang kau memilih ikut secara sukarela atau secara paksa?”

Kyuhyun dan Ahra sama-sama terkejut. Dia menatap Noona-nya sebentar, lalu kembali melihat wajah Inspektur yang lebih mirip Leader boygroup Super Junior.

“Aish, Inspektur Park Jungsoo. .mana ada orang yang ingin ditangkap secara sukarela, maksudku jika dia memang tidak melakukan kesalahan”

Inspektur Park tersenyum memperlihatkan lesung pipinya -yang lagi-lagi menjadi nilai plus untuk kadar kemiripannya dengan Leader Super Junior.

“Kalau begitu, kau memilih ikut secara paksa. Bawa dia!”

Dua orang anggota polisi maju dan menahan lengan Kyuhyun. Kyuhyun berusaha berontak sambil berkata “Jamkamman! Jamkamman! Baiklah, aku akan ikut secara sukarela. Tapi, izinkan aku berbicara sebentar dengan Noona-ku”

Kedua anggota polisi yang menahan Kyuhyun menatap Inspektur Park untuk meminta persetujuan. Inspektur Park mengangguk menyetujui dan keduanya melepas Kyuhyun. Cho Kyuhyun menghampiri Noona-nya, dan berbicara pelan.

“Noona, beritahu Hyunsoo untuk memeriksa lagi pekerjaan kemarin. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.”

*

Kantor Kepolisian Seoul, 2012 November 14. Pukul 11.00 KST

Inspektur Park Jungsoo melempar beberapa lembar kertas ke depan Kyuhyun. Didalam kertas tersebut terdapat bukti-bukti mengenai hubungan ‘perseteruan hacking’ antara Kyuhyun dan Kimura Hakeda. Inspektur Park Jungsoo berkacak pinggang seraya memandang Kyuhyun yang kini fokus membaca lembaran kertas yang dilemparnya tadi.

“Jelaskan…”

Kyuhyun mendongak melihat Inspektur Park, ia meletakkan kertas itu dimeja dan membalas tatapan Polisi itu.

“Aku mempunyai bukti, saksi dan cerita fakta atas kasus ini. Tapi, kau harus berjanji untuk merahasiakan semua yang kujelaskan sampai tersangka sebenarnya diketahui.”

Inpektur Park Jungsoo menundukkan badannya dengan menahan tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu pada meja. Menatap Kyuhyun tajam.

“Imbalan apa yang akan ku terima?”

“Fakta, Inspektur Park.”

*

Han Hyunsoo mengacak-acak kamar Kyuhyun dan mengambil CPU komputernya yang sudah terserang virus. Sementara Ahra melihat Hyunsoo dengan perasaan cemas.

“Ayah dan Ibuku akan pulang besok dari China. Bagaimana kalau mereka tahu kalau Kyuhyun ditahan Polisi?”

Hyunsoo menghentikan kegiatannya dan berbalik menatap Ahra.

“Tenanglah, eonni. Kyuhyun dan aku sudah menyiapkan bukti untuk menunjukkan tersangka yang sebenarnya. Jadi, eonni. . .bantulah adikmu itu.”

Hyunsoo tersenyum menatap Ahra. Ia kembali melanjutkan kegiatannya membongkar CPU milik Kyuhyun dan mengambil Harddisk komputer.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Ahra menghampiri Hyunsoo dan melihat harddisk yang sedang dipegangnya.

“Aku akan memberikan tiga harddisk dari komputer milikku, Kyuhyun dan satu harddisk dari CPU yang dibawa Kyuhyun untuk diperiksa polisi. Ketiga harddisk itu menyimpan semua bukti, jadi polisi pasti akan segera membebaskan Kyuhyun.”

Hyunsoo menyimpan tiga harddisk didalam sebuah plastik transparan. Ahra dan dirinya masuk ke dalam mobil milik Hyunsoo lalu melajukan mobil menuju kantor polisi.

Kantor Kepolisian Seoul, Pukul 13.00 KST

Semua anggota polisi dibawah perintah Inspektur Park Jungsoo berkumpul diruangan meeting. Secara singkat, Inspektur Park menjelaskan semua fakta yang sudah dikatakan Kyuhyun. Inspektur Park mengatur rencana penyergapan untuk menangkap tersangka sebenarnya. Dan untuk itu, Kyuhyun harus tetap ditahan sampai tersangka sebenarnya mengakui kejahatan dan tidak memiliki pengelakan tuduhan.

Cho Ahra berpapasan dengan Inspektur Park Jungsoo saat semua anggota polisi selesai melakukan rapat darurat. Ahra menghalangi langkah lelaki itu, dan menatapnya langsung.

“Inspektur Park Jungsoo, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Semua bukti sudah diperiksa dan pernyataan adikku sesuai dengan bukti yang kubawa. Tolong, bebaskan dia.”

Park Jungsoo memandang Ahra penuh arti. Love at the first sight? Impossible!  -itu adalah kalimat yang langsung ia ucapkan dalam hati ketika pertama kali melihat Cho Ahra. Dirinya hampir saja mengeluarkan kata-kata penolakan, tapi matanya menangkap kesedihan dari mata gadis itu. Hanya karena tatapan sedih dari wanita, hati seorang Inspektur Polisi yang terkenal tegas akan hukum bisa langsung goyah? Ini gila.

“Aku akan segera membebaskannya.”

Jungsoo hanya bisa mengeluarkan empat kata itu. Empat kata yang menurut Cho Ahra penuh dengan ketidakyakinan. Inspektur Park baru saja akan melangkah, tapi Ahra menahan lengan lelaki itu.

“Aku mohon. . .”

*

D-Day

Seoul, 2012 November 15. Pukul 00.02 KST

Cho Kyuhyun berjalan lemas saat keluar dari sel tahanan. Ia tertunduk sambil membersihkan sedikit bajunya. Inspektur Polisi itu baru membebaskannya tengah malam ditengah cuaca musim dingin. Kejam sekali, apa Polisi yang mirip dengan Leader Super Junior itu tidak tahu kalau tubuh kurusnya belum makan sejak ia ditangkap pagi tadi? Ya, Inspektur itu memang tidak tahu.

Kyuhyun melintas disatu sel yang baru saja dikunci oleh seorang petugas polisi. Ia berhenti dan menghampiri sel itu. Melihat seorang lelaki yang sedang menundukkan kepalanya.

“Tuan Kimura Hakeda. . .”

Kimura mendongak dan melihat Kyuhyun tanpa bersuara.

“Senang bertemu dengan anda, aku Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tersenyum saat mata Kimura membulat lebar. Untung saja dirinya dan Kimura terpisah dengan besi panjang yang berderet didepannya, kalau tidak Kyuhyun mana berani memperkenalkan dirinya didepan Ketua Yakuza itu.

“Cho Kyuhyun?”

Kimura memanggil lelaki didepannya dengan nada seolah tak percaya. Kimura bangkit berdiri dan maju ke depan jeruji besi.

“Aku sudah mengakui kehebatanmu, pergilah sebelum aku benar-benar mengingat wajahmu”

Cho Kyuhyun bergidik ngeri mendengar nada ancaman Kimura. Ia berusaha tetap tenang dan tersenyum, walaupun jika ada pilihan didepannya, dia memilih untuk langsung menghilang dan muncul dikamarnya.

Arigatou gozaimash, Tuan Kimura. Sebelumnya, aku hanya ingin mengatakan. . .balas dendam itu bukanlah cara untuk menyelesaikan suatu masalah. Sekarang, maupun kau ataupun anakmu -Kim Jongwoon, sama-sama berada didalam sel penjara. Tidakkah tindakanmu malah membuat semuanya bertambah sulit? Tapi, aku cukup menghargai usahamu yang membuatku menginap didalam sel selama beberapa jam.”

Kimura meremas jeruji besi dengan menatap Kyuhyun siap membunuh.

“Kim Jongwoon, dia tidak terlibat sedikitpun dalam kejahatan yang kulakukan 2 tahun lalu. Aku hanya memanfaatkannya untuk melakukan hacking. Kau tidak tahu itu kan? Kau memasukkan sahabatmu sendiri ke dalam penjara.”

Cho Kyuhyun tersenyum miris. Sedangkan Kimura tertawa keras atas ‘kenyataan’ yang ia katakan.

“Kau senang? Kim Jongwoon…dia menyerahkan diri atas keinginannya sendiri. Sehari sebelum kau melakukan hacking, dia mendengar rencanamu, Tuan Kimura. Saat itu dia langsung memberitahuku untuk menggagalkan rencanamu dengan menyerang hacking yang ia lakukan. Dia melakukan itu untuk melindungimu! Kim Jongwoon, dia berpikir jika membiarkan dirinya ditangkap polisi, maka kau akan berhenti melakukan kejahatan lagi. Dia sangat berterima kasih karena kau sudah mengangkatnya sebagai anak. Ini adalah hal yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikanmu. Kau, harus meminta maaf pada sahabat terbaikku, Tuan Kimura. Kim Jongwoon, sudah cukup menderita dengan kehidupannya. Tapi kau malah mematahkan kepercayaan yang ia berikan. Dan satu hal lagi, kau memasukkan anakmu sendiri ke dalam penjara. Kau puas?”

Kimura Hakeda melotot selebar-lebarnya. Fakta yang baru saja didengarnya, membuat dirinya sangat terkejut. Benarkah, Kim Jongwoon –anak yang ia adopsi, melakukan itu untuk melindunginya? Melindungi seorang ayah yang bahkan tak pantas disebut ayah. Kyuhyun menunduk pada lelaki itu lalu berjalan pergi. Ingatannya kembali lagi saat penyelidikan tadi pagi.

Ruang Penyelidikan Kantor Kepolisian Seoul, 2012 November 14. Pukul 10.18 KST

“Kimura Hakeda, dia adalah ketua Yakuza yang memiliki lebih dari lima catatan kasus kriminal. Dirinya dibebaskan 3 tahun lalu, setelah dipenjara selama 12 tahun. Sekarang polisi sedang melacak keberadaannya. Kami juga sedang mencoba menghubungi pemerintah Jepang untuk penangkapan warga negaranya.”

Inpektur Park Jungsoo menjelaskan hal yang sudah dilakukannya pada Kyuhyun. Lelaki itu sibuk dengan peralatan ponsel untuk menghubungi lembaga hukum di Jepang.

“Inspektur Park Jungsoo, bisakah aku meminta tolong padamu?”

Pertanyaan Kyuhyun menghentikan kegiatan Jungsoo. Inspektur Park menatap Kyuhyun seolah bertanya balik.

“Anak angkat dari Kimura Hakeda adalah sahabatku sendiri, dia sekarang di tahan atas kasus kejahatan hacking 2 tahun lalu. Bisakah kau membebaskannya?”

Inspektur Park tertawa tak percaya sambil berkacak pinggang.

“Hahaha, hey Cho Kyuhyun, kau pikir negara ini milikmu? Meminta pembebasan atas orang yang ditahan? Kau gila!”

Inspektur Park masih tetap tertawa seraya menggelengkan kepala.

“Aku akan mencari bukti kalau Kim Jongwoon tidak bersalah. Jika aku sudah mendapatkannya, aku mohon bantulah aku. Ini murni kejahatan yang dilakukan Kimura Hakeda”

Inspektur Park berhenti tertawa dan menatap Kyuhyun intens.

Gedung Kantor Kepolisian Seoul, 2012 November 15. Pukul 00.30 KST

Cho Kyuhyun merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah Mp3 Record. Senyum puas terlengkung sempurna dibibirnya. Dia berhasil lagi menipu Kimura Hakeda. Dan Mp3 Record itu akan dijadikannya bukti untuk pembebasan Kim Jongwoon. Sekaligus bukti untuk memberatkan hukuman Kimura Hakeda.

Kyuhyun berhenti melangkah dan sempat menegang sesaat ditempatnya berdiri. Han Hyunsoo berdiri didepannya sambil terdiam menatapnya. Mereka berdua saling bertatapan selama beberapa detik.

“Yaa, Han Hyunsoo..”

Kyuhyun memanggil Hyunsoo nyaris berbisik. Tunggu sebentar, kenapa Kyuhyun merasa sangat gugup? Apa ini karena perdebatan mereka kemarin? Tapi, jantungnya berdebar-debar keras dan ia merasa sangat senang ketika melihat Hyunsoo menjemputnya ditengah malam seperti ini.

“Cho Kyuhyun, ayo kita makan”

Kyuhyun melihat Hyunsoo, menampakkan raut tidak percayanya.

“Tengah malam begini?”

“Kau ingin aku menjawab pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya?”

*

Han Hyunsoo membuka sebuah kotak bekal yang ia bawa dan menunjukkannya pada Kyuhyun. Mereka berdua duduk didalam Caffe 24 jam dengan suasana campur aduk. Tegang, canggung, malu, senang dan lain sebagainya. Cho Kyuhyun terkejut sesaat melihat isi kotak bekal yang dibawa Hyunsoo. Sup rumput laut. Kyuhyun langsung menatap sahabat kecilnya dalam-dalam. Bodoh sekali! Kenapa Kyuhyun baru mengingat hari ulang tahun sahabatnya sendiri?

“Hyunsoo, maaf. . .”

Hyunsoo meletakkan semangkuk nasi dan sumpit didepan Kyuhyun lalu membalas tatapan lelaki itu seraya tersenyum. Kyuhyun ikut tersenyum, mengingat bagaimana mereka bertengkar kemarin dan sekarang Hyunsoo sudah bisa tersenyum padanya. Beruntung sekali ia diberikan sahabat seperti Hyunsoo. Yang menyayanginya dan memaafkannya.

“Hyunsoo, selamat ulang tahun. Maaf karena aku melupakan hari ini.”

gwaenchana, gomawo Kyuhyun-ah. Aku membuat ini untuk-mu juga, Ahra eonni yang mengatakan kalau kau belum makan sama sekali.”

Kyuhyun memandang mangkuk dan sup rumput laut itu bergantian. Berapa kali ia harus mengucapkan kata ‘beruntungnya aku’ atas semua kepedulian orang-orang pada dirinya. Han Hyunsoo dan Ahra Noona, juga kedua orang tuanya dan –Kim Jongwoon, Kyuhyun akan berusaha melindungi mereka bagaimanapun caranya.

“ayo makan!”

Kyuhyun langsung menyantap sup rumput laut itu. Dia bahkan tidak menyadari Hyunsoo yang hanya memandangnya tanpa ikut makan bersamanya, sejak ia pertama kali membuka mulut. Setelah selesai makan, Hyunsoo memberikan tissu pada lelaki itu. Tapi Kyuhyun malah menunjuk mulutnya dengan telunjuknya sendiri, bermaksud menyuruh Hyunsoo yang membersihkan mulutnya.

“dasar Bocah!”

Keduanya tertawa geli. Bukankah mereka terlihat seperti sepasang kekasih? Oh tidak. Kyuhyun dan Hyunsoo hanya sebatas sahabat. Mereka berdua buru-buru membuat pengelakan didalam hati masing-masing.

*

Han Hyunsoo menggosok-gosokkan tangannya ditengah perjalanan pulang. Sedangkan Kyuhyun memegang telinganya, mencoba menghangatkan tubuh juga. Mereka sampai didepan rumah masing-masing. Sambil menahan dingin, Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo –menyuruhnya untuk berhenti. Han Hyunsoo berbalik dan menatap heran Si Bocah Master.

“Ada apa?”

“Aku ingin minta maaf soal kemarin. Tapi, Hyunsoo-ah, dengarkan aku untuk hal yang satu ini.”

Hyunsoo mengerutkan dahi heran, tapi dirinya diam mengijinkan Kyuhyun untuk menjelaskan ‘hal’ yang ingin ia jelaskan.

“ini masih berhubungan dengan Takeda, tapi aku minta dengarkan aku kali ini, Han Hyunsoo”

Hyunsoo memasang wajah datar, seolah memperlihatkan ekspresi tidak tertarik. Tapi sebenarnya, ia sedikit merasa penasaran juga.

“Takeda Irumo, sebelum dia meninggal, dia mengatakan sesuatu padaku.”

Hyunsoo terkejut mendengar itu. Sangat. Sekarang, hal yang membuatnya heran adalah, kapan Kyuhyun bertemu Takeda?

“dia yang memintaku datang ke rumah sakit saat itu. Kau tahu? Takeda sepertinya benar-benar menyukaimu. Dia memintaku datang dan mengatakan bahwa aku harus membuatmu melupakan dirinya. Aku tidak bohong, Sungguh! Takeda yang mengatakannya sendiri padaku. Dia tidak ingin membuatmu merasa bersalah atas penolakan yang kau berikan padanya. Maka dari itu, untuk menepati janjiku padanya, aku ingin kau melupakan Takeda. Jangan mengecewakannya lagi, Hyunsoo-ah. Dan lupakanlah dia”

Cho Kyuhyun menarik nafas lalu menghembuskannya. Apa kata-katanya sudah cukup meyakinkan? Dia benar-benar tidak menyangka baru mengatakan ini setelah dua tahun lamanya Takeda Irumo memintanya untuk menyampaikan itu pada Hyunsoo. Takeda Irumo, lelaki yang membuat Hyunsoo benar-benar merasa bersalah dan penuh penyesalan karena sudah menolak lelaki itu. Takeda meninggal dua tahun lalu akibat kanker otak. Saat itu, Hyunsoo menolaknya karena ia menyukai lelaki lain dan sama sekali tidak tahu tentang penyakit Takeda. Seminggu setelah penolakan itu, ia baru mengetahui jika Takeda dirawat dirumah sakit akibat kanker itu. Dan rasa penyesalan itu bertambah berkali-kali lipat saat Takeda meninggal dihari berikutnya. Hyunsoo berpikir, bahwa pernyataan cinta Takeda kepada dirinya adalah keinginannya yang terakhir. Tapi Hyunsoo malah mematahkan keinginan itu. Dia merasa amat sangat bersalah. Maka dari itu, sampai saat ini dia belum bisa melupakan penyesalannya terhadap Takeda Irumo.

Air mata Hyunsoo menetes mengingat lagi hal itu. Sungguh, rasanya seperti melakukan sebuah kesalahan terhadap semua orang didunia. Takeda merupakan seonbae yang dulu sangat sangat sangat memperlakukannya dengan baik. Dan itu adalah hal yang tidak akan pernah bisa ia lupakan. Tidak akan.

anieyo (aku tidak bisa). Walaupun Takeda yang memintanya sendiri, aku tetap tidak bisa. Kau tidak tahu bagaimana sakitnya rasa penyesalan itu, jadi berhentilah memaksaku”

Kyuhyun menggenggam tangan Hyunsoo erat dan menatapnya dalam.

“baiklah, tapi percayalah. .Takeda sama sekali tidak merasa marah padamu, justru dia yang merasa cemas jika kau benar-benar menyesali pilihanmu.”

Hyunsoo diam menatap Kyuhyun. Selama beberapa detik mereka hanya saling bertatapan tanpa ada pembicaraan. Hyunsoo ingin mencoba mencari keyakinan dari wajah yang sedang dipandanginya.

“jika dia menginginkanku untuk melupakannya, kenapa dia tidak memberitahuku bagaimana caranya? Aku—”

“dia memberitahuku bagaimana caranya untuk melupakan dia dari pikiranmu”

Cho Kyuhyun memotong kalimat Hyunsoo sebelum gadis itu berbicara lebih panjang lagi.

“bagaimana?”

Hyunsoo kembali bertanya. Kyuhyun diam sejenak menatap sahabatnya, lalu menjawab.

“seperti ini. . .”

Bocah Master itu melangkah mendekati Hyunsoo dan menarik tangan gadis itu lalu mencium bibirnya. Membuat seluruh sistem syaraf, otak dan otot Hyunsoo menjadi kacau tak karuan. Hyunsoo menutup matanya perlahan, merasakan ‘first kiss’ untuk pertama kalinya. Kyuhyun mengecup lembut bibir Hyunsoo sebelum menjauh dan melepaskan diri. Menjauhkan sedikit tubuhnya, lalu menatap Hyunsoo yang juga memandangnya tanpa bisa berkata apapun.

“lupakan dirinya untukku, Han Hyunsoo..”

Kyuhyun mencium kening Hyunsoo dan memeluk gadis itu ditengah malam musim dingin. Hyunsoo mencoba mengembalikan kesadarannya dan menggerakan tangannya perlahan untuk membalas pelukan Kyuhyun.

Saengil chukkahaeyo, Han Hyunsoo. Happy Pepero day yang tertunda empat hari dan. . .Saranghae..

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Dia mungkin baru mengerti arti debaran jantung yang berdetak lebih dari detakkan biasa. Aliran darahnya yang berdesir saat melihat senyuman Hyunsoo. Dan perasaan sesak saat Hyunsoo meneteskan air mata akibat sulit melupakan seorang lelaki. Itu adalah cinta. Rasa ingin melindungi, menyayangi apalagi mencintai. Entahlah, Kyuhyun hanya ingin terus mencintai Hyunsoo. Selamanya.

“yang kau lakukan tadi, menunjukkan padaku bagaimana cara untuk melupakan Takeda atau sebuah pernyataan cinta?”

“kau ingin aku menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak perlu kau tanyakan lagi?”

Hyunsoo tertawa geli mendengar jawaban si Bocah Master. Dia melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap lelaki itu seolah meledek.

“apa tidak ada hadiah untukku?”

“ah! Jamkkamanyeo!”

Hyunsoo melihat Kyuhyun merogoh saku jaketnya, dan mengeluarkan sebungkus pepero day berpita pink. Hyunsoo memandang Kyuhyun terkejut. Itu adalah Pepero yang akan diberikannya pada Kyuhyun.

“aku tidak ingin kau bertanya dari mana atau bagaimana aku mendapatkan Pepero ini. Tapi, yang jelas, cara merayakan pepero day  antara sepasang kekasih itu berbeda dengan cara merayakan pepero day dengan sahabat atau teman. Kau ingin memakan ini bersamaku?”

Kyuhyun menatap Hyunsoo sambil mengerling nakal. Oh Tidak, Hyunsoo benar-benar menyesal sudah menyerahkan ‘first kiss’nya pada lelaki berotak backstreet itu.

“kau ingin aku menjawab pertanyaan memalukan seperti itu?!”

END

 

 

 

 

This fiction is inspiration by Ghost Korean drama. Plot asli dari otak saya, tidak ada bashing maupun plagiat! Karena saya membuat cerita ini murni tanpa mencuri ide cerita orang lain.

Attention : ff ini bergantung sama tanggal, waktu dan tempat jadi perhatiin tiga faktor itu ya^^

Happy reading, and please leave your comment ~~~

1 Comment (+add yours?)

  1. vousxvoyez
    Dec 07, 2017 @ 21:33:14

    Keren sih ini asliiik

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: