Like Water

Like Water

Author: Tyas (@puspa_tyas)

Cast:

Cho Kyuhyun & Moon Chaeri (Original Character)

Genre: Romance (maybe) | Length: One Shot | Rating: Teen


Cho Kyuhyun’s POV

Life like the flow?” Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Maksudnya?”

“Hiduplah seperti air mengalir.” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum. Ia kembali menatap Chaeri yang ada di depannya. Chaeri masih sibuk dengan Hot Chocolate-nya.

“Seperti air?” Tanya Kyuhyun lagi. Chaeri hanya mengangguk.

“Tak perlu muluk-muluk kalau punya keinginan. Cukup jalani seperti seharusnya.”

“Maksudmu aku tidak boleh bersikeras kalau memiliki impian?”

“Hm.” Chaeri hanya mengangguk.”Jalani seperti yang seharusnya.”

“Baiklah… Kita cari lagi peribahasa yang keren.” Kyuhyun membuka halaman buku itu. Tatapannya tertuju pada deretan kata yang tersusun di lembar kertas itu.

East or west, home is best. Kau tahu maksudnya?” Tanya Kyuhyun pada Chaeri yang masih menyeruput minumannya.

“Timur atau barat, rumah sendiri yang terbaik. maksudnya, di mana pun kita berada, tempat sendiri lebih menyenangkan daripada tempat lain.” ujar Chaeri.

Kyuhyun kembali memusatkan tatapannya pada deretan kata di buku itu. “Promise are made to be broken. Kalau yang ini?”

“Janji itu dibuat untuk dirusak. Maksudnya, banyak janji yang telah dibuat tetapi tidak ditepati.”

If wishes were horses, beggars would ride…” Kyuhyun berusah berfikir. “Jika kehendak itu berupa kuda, maka pengemis akan menungganginya. Eh, aku tidak mengerti.” Kyuhyun hanya menggaruk-garuk kepalanya.

“Bodoh!” Chaeri menarik buku itu dari tangan Kyuhyun. “Sudah kubilang, sastra itu lebih berarti ketimbang musik!”

“Tapi, kau juga ‘kan jurusan musik…?” ujar Kyuhyun sambil menunjuk Chaeri.

“Suka-suka.” Kyuhyun memajukan bibirnya.

“Sudahlah, katakan arti dari peribahasa itu!”

“Artinya, jika apa yang kita inginkan selalu terkabul, maka tidak akan ada orang sengsara di dunia ini.” Chaeri menyimpan buku itu di meja. “Makanya, hiduplah seperti air yang mengalir.”

“Baiklah~…” Kyuhyun menyangkutkan tas ranselnya pada sebelah bahunya. “Aku ke kampus duluan!”

^-.-^

“Sampai sekarang orang tuamu tidak tahu tentang hubunganmu dengan Kyuhyun!?”

Plak,

Chaeri memukul kepala Yunji dengan bukunya. Yunji tadinya ingin marah karena dengan seenaknya Chaeri memukulnya. Namun, melihat wajah tanpa ekspresi Chaeri itu membuatnya bungkam.

“Kau terlalu berlebihan. Aku baru jadian dengan Kyuhyun ‘kan sekitar seminggu yang lalu. Aku akan memberitahu mereka nanti,”

“Kapan?”

“Kalau aku siap.”

“Ya!” Yunji mengusap kepalanya. Bukan karena Chaeri memukulnya, namun sebuah lemparan spidol seonsaengmin yang sudah datang ke kelasnya dan melihat Yunji yang mengobrol.

“Park Yunji! Kau pikir papan tulis ada di wajah Chaeri-ssi, hah?” Yunji hanya menunduk sambil membetulkan posisinya.

“Kau harus memberitahukan orang tuamu secepatnya, Chaeri-ah.” Ujar Yunji pelan.

“Ne. Lagi pula, alasanku tidak memberitahukan secepatnya karena Eomma melarangku berpacaran dengan orang yang belum terlalu dikenal keluarga.”

“Kalau begitu, sama saja kau akan dijodohkan!”

“Begitulah…”

Kyuhyun menatap Chaeri yang duduk di depannya itu. Entah disadar oleh Chaeri atau tidak, Kyuhyun mendengar perkataan Chaeri tadi.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas. Hubungannya kali ini sedang di ambang perpisahan. Kalau benar Eomma Chaeri tidak menerima Kyuhyun, ia harus pasrah melepaskan Chaeri. Namun, sangat sulit baginya jika tidak ada Chaeri. Bersahabat dari awal masuk Universitas sampai mereka menyadari perasaannya masing-masing dan menjalin persahabatan sambil menyimpan rasa itu di diri mereka masing-masing, cukup sulit jika tiba-tiba hilang.

Hiduplah seperti air yang mengalir.” Kyuhyun mengangkat wajahnya. Ia bisa melihat Chaeri menatapnya lembut. Sepertinya ia tahu apa yang sedang dipikirkan Kyuhyun.

“Apapun yang terjadi, jalani seperti seharusnya. Bukankah begitu?” Tanya Chaeri. Ia tersenyum sangat manis, membuat Kyuhyun semakin tidak rela jika ia berpisah dengan Chaeri.

“Ne. Seperti air yang mengalir…

^-.-^

“Gomawo, Kyu.” Chaeri membuka pintu mobil Kyuhyun perlahan. Disusul dengan Kyuhyun yang ikut turun dan berjalan berdampingan dengan Chaeri menuju pintu rumahnya.

“Kapan kita akan memberitahukan hubungan ini pada orang tuamu?” Tanya Kyuhyun sambil terus berjalan. Ia mengeratkan pegangannya di tangan Chaeri.

“Hmmm, mungkin nanti.” Balas Chaeri.

Kyuhyun berhenti melangkah, membuat Chaeri ikut terdiam dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun langsung meraih pundak Chaeri dan menariknya agar berhadapan. Perlahan bibirnya menempel pada bibir Chaeri. Hanya menempel, tidak lebih.

Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatap Chaeri penuh kasih sayang. Seulas senyum terpampang dikedua wajah itu.

“Jaljayo~…” Kyuhyun melangkah sambil melambaikan tangannya. Chaeri hanya mengangguk sambil membalas lambaian tangan Kyuhyun.

Mobil Kyuhyun pun pergi. Dan bodohnya, ia baru mengingat hal yang terjadi. “Bodoh! Ini ‘kan di depan rumah!! Kenapa aku berciuman di –“

“Moon Chaeri!!” Chaeri terkaget. Ia menatap pintu rumahnya yang sudah terbuka lebar. Di sana sudah berdiri Appa dan Eommanya yang terlihat marah.

“Siapa namja itu? Hah?” bentak Tuan Moon. Chaeri hanya bisa menunduk. “Jawab!” teriak Tuan Moon.

“Di-diaaa…. Na-na-namjachinguku, Appa –“

“MWO?!” teriak Tuan dan Nyonya Moon berbarengan. Chaeri hanya bisa menunduk.

“Siapa yang menginjinkanmu berpacaran? Hah? Lagi pula, kita tidak mengenal siapa namja itu! Apa dia orang baik, apa dia mandiri, atau yang lainnya. Gadis sepertimu tidak boleh bertindak gegabah, Chaeri-ya! Cepat masuk!” Chaeri hanya bisa berjalan gontai mendengar cemoohan Appanya itu. Tanpa bertanyapun, Chaeri sudah tahu bahwa hubungannya tidak direstui kedua orang tuanya.

Chaeri langsung berlari menuju kamarnya. Dibantingnya daun pintu itu dan segera melempar tas ranselnya ke atas ranjang. Diraihnya ponsel dari saku dan mengirim pesan singkat.

‘Kyu…’

Chaeri mengirim pesan itu pada Kyuhyun. Beberapa detik setelah ia mengirim pesan itu, sebuah panggilan masuk ke ponselnya.

‘Ada apa?’

Mendengar suara Kyuhyun, air mata Chaeri terjatuh dari pelupuk matanya. Ia langsung mengunci pintu kamarnya dan duduk di pojok. Perlahan ia rengkuh kedua lututnya dan menyahut Kyuhyun.

‘Appa dan Eomma sudah tahu hubungan kita…’

‘Bagaimana bisa?’

‘Mereka melihat kita yang sedang berciuman.’

‘Mianhae…’ Chaeri bisa mendengar hembusan nafas berat Kyuhyun. Air matanya semakin mengalir.

‘Aku tidak mau berpisah denganmu, Kyu…’

‘Nado, Chaeri-ah… Nado…’

^-.-^

“Eomma dan Appaku tidak merestui hubunganku.” Chaeri hanya mengaduk-aduk Ice Tea-nya tanpa berniat meminumnya.

Hiduplah seperti air yang mengalir.” Chaeri mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Yunji. “Itu ‘kan kata-katamu, Chaeri-ah!”

“Memang…” Yunji terkekeh saat melihat Kyuhyun duduk di samping Chaeri.

“Emmm, sepertinya aku harus pergi. Kelas belum dibersihkan.” Ujar Yunji sambil menatap arlojinya.

“Tapi hari ini bukan jadwalmu membersihkan kelas.” Ucap Chaeri.

“Tidak. Aku ingin menghafal untuk ulangan matematika.”

“Ulangan matematika ‘kan kemarin.” Giliran Kyuhyun yang buka mulut.

“Aku sakit perut.”

“Jangan-jangan kau sakit, Yunji-ah. Kau ‘kan sudah ke kamar mandi sebelum kemari.” Ujar Chaeri.

“Aku ketinggalan kacamata.”

“Kau ‘kan tidak pakai kacamata!”

“Aku tidak punya uang!!”

“Tadi pagi kau mentraktirku jus jeruk!”

“Ya, ya, ya… Terselahlah… Aku hanya ingin kalian berduaan.” Dengan cepat Yunji berlari keluar kantin. Meninggalkan ekspresi bertanya di wajah Chaeri.

“Nanti malam, kau mau bersamaku pergi ke Lotus Lantern Festival?” ajak Kyuhyun. Masih mengaduk minumannya, Chaeri menggeleng.

“Aku takut.”

“Baiklah.” Kyuhyun meletakkan dagunya di atas meja. Chaeri yang sudah bosan mengaduk-aduk minuman itu pun ikut meletakkan dagunya di meja.

“Huh,” keduanya menghela nafas.

“Kurasa, sesuatu yang buruk akan terjadi.” Chaeri berpangku tangan di meja.

“Kenapa kau berfikir seperti itu?” Kyuhyun memiringkan wajahnya. Membuat ia berhadap-hadapan langsung dengan Chaeri.

“Appa pasti akan membunuhku pulang kuliah nanti.”

^-.-^

Ding Dong,

Kyuhyun terbangun kala mendengar bel rumahnya berbunyi. Dengan kondisi yang belum sepenuhnya sadar, ia berjalan dan membuka pintu rumahnya.

Plak,

Kyuhyun terbelalak. Ia bahkan tidak tahu siapa yang ada di depan rumahnya, namun ia sudah mendapat sebuah tamparan yang cukup keras di pipinya.

“Siapa kau?” Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Choneun Cho Kyuhyun imnida.” Ujar Kyuhyun.

“Kuingatkan padamu, jangan dekati Chaeri lagi!” teriak orang itu. Kyuhyun menyipitkan matanya mencoba mengenali orang yang ada di depannya ini. Hingga ia sadar bahwa orang yang berada di depannya adalah…

“Tuan Moon?!” Tanya Kyuhyun.

“Selamat malam!” ketus Tuan Moon. Ia berjalan melewati pekarangan rumah Kyuhyun. Kyuhyun masih terkaget. Ini masih malam dan tiba-tiba seseorang memukulnya. Terlebih, orang itu adalah Appa kekasihnya sendiri.

^-.-^

Kyuhyun berjalan memasuki gerbang kampus. Ia menatap langit yang sedang mendung itu. “Sepertinya kita sama-sama sedang sedih.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tetap memperhatikan langit.

Trap Trap,

Kyuhyun menatap yeoja yang baru saja melewatinya itu. Yeoja itu hanya menunduk sambil membetulkan tasnya. Ada aura mengerikan di sekitarnya. Hih.

“Ya! Moon Chaeri!” Kyuhyun mengejar yeoja itu. Ia mensejajarkan langkahnya dengan Chaeri. Namun, yeoja itu tidak menggubrisnya.

“Ya! Waegeurae?” Kyuhyun menyikut Chaeri. Namun, tiba-tiba…

Bruk,

“Ya! Chaeri-ah! Moon Chaeri! Waegeurae?” Kyuhyun terus mengguncang-guncang tubuh Chaeri yang tumbang itu. Teman-teman serta penjaga di situ membantu Kyuhyun mengangkat Chaeri menuju ruang kesehatan.

Kyuhyun hampir menangis saat melihat kantung hitam di bawah mata Chaeri. Matanya bengkak dan lusuh. Terlihat lelah.

Chaeri langsung dibaringkan di atas ranjang ruang kesehatan. Beberapa orang yang berjaga di sana dengan sigap menangani Chaeri. Hingga beberapa menit berlalu, Chaeri mulai tersadar.

“Gwenchana, Moon Chaeri?” ujar Kyuhyun yang duduk di pinggir ranjang Chaeri. Ia menaikan selimut Chaeri dan menatapnya sambil tersenyum.

Namun, bukannya sebuah jawaban yang didapat Kyuhyun, Chaeri malah langsung memeluknya. Tiba-tiba Chaeri menangis dibahu Kyuhyun dengan kencang.

“Kyu… Aku tidak mau dijodohkan… Hiks… Aku mencintaimu!!” pekik Chaeri. Kyuhyun mencoba menenangkan Chaeri dengan mengusap punggungnya. Sebetulnya banyak pertanyaan di otak Kyuhyun, namun ia lebih memilih membiarkan Chaeri menangis sepuasnya.

^-.-^

“Eomma berencana menjodohkanku dengan anak temannya. Tadi malam, Appa marah-marah padaku. Ia menyuruhku memberitahu alamatmu. Mianhae.” Jawab Chaeri. Ia hanya menunduk tanpa mau menatap Kyuhyun.

Mereka sedang berada di café dekat kampus. Di luar hujan lebat turun dan membuat suara bising walaupun tidak sampai terdengar pengunjung café.

“Gwenchana. Aku tidak apa-apa. Oh ya, siapa yang akan dijodohkan denganmu?”

“Dia bernama Kim Seungri. Berkuliah di salah satu fakultas kedokteran dan dia tampan.” Ujar Chaeri sambil sedikit mengangguk.

“Ya! Kau tidak boleh jatuh cinta pada lelaki lain!” teriak Kyuhyun. Chaeri tersenyum sambil mencubit pipi Kyuhyun.

“Tentu saja! First love lies deep.”

“Lagi-lagi peribahasa…” Kyuhyun memajukan bibirnya. “Tapi, kali ini aku mengerti peribahasa yang kau berikan.”

“Baguslah kalau kau mengerti –“

“Cinta pertama itu sangat berkesan dan terasa indah sehingga sulit dilupakan. Tapi, jangan hanya sulit dilupakan: buatlah itu tidak bisa dilupakan!”

“Mianhae…” Chaeri menunduk. “Life like the flow. Aku tidak mau menjadi egois. Orang tuaku pasti mencarikan orang yang tepat untukku.”

“Chaeri-ah…” raut wajah Kyuhyun berubah. Seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Mianhae… Oil doesn’t mix with water. Sesuatu yang berlawanan, selamanya tidak akan pernah bersatu.” Chaeri bangkit dan berjalan keluar café.

Kyuhyun hanya bisa menunduk. Akhirnya hari yang ditakutkannya datang.

^-.-^

Dua minggu berlalu. Chaeri mencoba sebisa mungkin dekat dengan Seungri. Semua berjalan dengan baik. Persahabatannya dengan Kyuhyun pun berjalan seperti biasa. Hanya saja…

“Kau tahu, kemarin Kyuhyun mencoba menebak peribahasa yang kuberikan padanya –“

“Moon Chaeri –“

“Dia lagi-lagi tidak tahu artinya! Harusnya ia memilih jurusan sastra –“

“Chaeri-ssi –“

“Tapi kebiasaannya bermain PSP itu benar-benar daya tariknya. Kemarin ia mengajakku bermain sampai malam. Untung Eomma tidak curiga –“

“Moon Chaeri-ssi!!” pekik Seungri. Membuat Chaeri mundur karena kaget. “A-ah… Mianhae…”

“Gwenchana.” Chaeri menunduk. “Tidak seharusnya aku membicarakan Kyuhyun saat kita berdua.”

“Bukan begitu…” Seungri meraih pundak Chaeri. Chaeri mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Seungri.

“Gomawo. Kau sudah mau mengerti.”

“Huh,” Seungri menghela nafasnya. Ia mengambil soft drink-nya dan meminumnya dengan cepat. “Memang sulit memaksakan cinta.”

“Begitulah…” tiba-tiba atmosfir di sekitar mereka berubah. Ada kecanggungan yang melekat di sana.

“Aku pergi ke kampus.” Chaeri beranjak dari bangku café itu. Namun, tangannya ditahan oleh Seungri.

Seungri bangkit dari duduknya. Ia menarik Chaeri mendekat dan…

Chu~

Mata Chaeri terbelalak. Ini pertama kalinya ia mendapat ciuman dari namja selain Kyuhyun. Meski hanya mengecup, Chaeri merasa risih.

Dengan agak kencang, Chaeri mendorong bahu Seungri. Wajah kikuk Chaeri pun terpampang jelas di sana. Chaeri langsung berlari keluar dari café.

“Ige mwoya?” ujar Chaeri. Tatapannya menatap kosong kedepan. Tangan Chaeri tak henti-henti mengusap bibirnya.

^-.-^

Chaeri berjalan gontai menuju gerbang kampus. Hari ini sangat cerah, namun sepertinya hanya akan berakhir di kamarnya. Ya, tak ada acara hari ini.

“Kau mau ke taman Cherry Blossom? Sekarang, bunga-bunga itu sedang indah-indahnya, lho!” ujar Kyuhyun yang ternyata berjalan di sebelahnya. Dengan wajah berseri-seri, Chaeri mengangguk dan tersenyum ke arah Kyuhyun.

.

“Kau kok diam saja?” Kyuhyun menatap wajah Chaeri yang murung. Chaeri mengangkat wajahnya dan menggeleng sambil tersenyum.

“Gwenchana… Aku hanya bosan melihat bunga-bunga ini.” Chaeri menyentuh salah satu bunga itu. Namun, ia mengerutkan keningnya saat melihat bunga itu. “Setahuku, Cherry Blossom tidak seperti ini!”

“Tentu saja.” Kyuhyun menunjuk deretan bunga di belakangnya. “Ini baru Cherry Blossom. Yang kau pegang itu bunga Forsythia.”

“Wah, bagus sekali.” Kyuhyun menatap jengkel Chaeri. Padahal tadi dia bilang bosan. Menyebalkan!

Tatapan Kyuhyun berhenti saat melihat bunga yang sangat familiar di matanya. “Chaeri-ah.” Seru Kyuhyun. Chaeri menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya menggerakkan tangannya sebagai tanda agar Chaeri mendekat. “Ini bunga yang pasti kau tahu!”

“Mugunghwa!!” wajah Chaeri langsung berseri-seri saat melihat bunga itu. Bunga yang melambangkan keabadian dan yang sangat ia sukai.

Tiba-tiba Chaeri berbalik. “Kemarin, Seungri menciumku.”

“Mwo?!” mata Kyuhyun langsung terbelalak. Chaeri yang melihat itu langsung tertawa.

“Tenanglah. Dia tidak bermaksud apa-apa, kok. Baiklah, mari kita lihat bunga ini…” Chaeri kembali menatap bunga Mugunghwa itu.

Kyuhyun tersenyum menatap Chaeri yang sudah kembali menjadi dirinya: ceria dan menyenangkan. Kadang ia berfikir, kalau ia yang ada di posisi Chaeri, apakah ia akan kuat?

Ia kadang sakit harus melihat Chaeri yang berjalan dengan laki-laki lain. Tidak hanya itu, sekarang, di otaknya terus berputar sebuah pertanyaan. ‘Apakah ia akan selalu menganggapku? Atau dia akan melupakanku dan bersama pria lain?’

Home is where the heart is.” Kyuhyun menatap Chaeri yang baru saja berujar. Chaeri menjauhkan tubuhnya dari bunga itu dan menatap Kyuhyun. “Rumah adalah tambatan hatinya. Tenanglah, Kyu. Kau akan selalu menjadi rumah bagiku. Tempat di mana semua yang kucintai tersimpan. Arachi?”

Entah kenapa air mata Kyuhyun bertumpuk kala melihat senyum Chaeri itu. Mendengar kata-kata bijak Chaeri yang disampaikannya melalui peribahasa itu membuatnya sulit mempercayai bahwa ada yeoja seperti Chaeri di dekatnya.

“Ne… Araseo!”

Chu~

Kyuhyun terpaku saat Chaeri menyambar bibirnya. Chaeri hanya tersenyum melihat reaksi Kyuhyun yang membeku di tempat itu.

Kebetulan atau tidak, Tuan Moon yang sedang berjalan-jalan dengan Nyonya Moon terkaget melihat sosok anaknya mencium seorang namja yang tidak terlalu dikenal keluarganya itu.

^-.-^

Kyuhyun berjalan menuju gerbang rumahnya. Namun, sesosok pria tinggi di depannya itu membuat ia harus berhenti.

Brak,

Kyuhyun memegangi pinggir bibirnya yang perih itu. Lagi-lagi Tuan Moon datang dengan mata yang berapi-api.

“Aku sudah katakan padamu untuk menjauhi Chaeri!! Kau belum mengerti juga?!” Teriak Tuan Moon. Kyuhyun hanya terdiam. Ia tahu tidak ada gunanya ia melawan.

“Ada apa ini?” Nyonya Cho keluar dari rumahnya.

“Bisakah Anda katakan pada anak Anda itu untuk tidak menjadi selingkuhan orang?” ujar Tuan Moon dan langsung pergi begitu saja.

“Ya! Jaga ucapanmu, Tuan!!” teriak Nyonya Cho. Kyuhyun hanya bisa menatap mobil itu dengan tatapan kosong.

“Seburuk itukah keluarga Moon memandangku?” ujar Kyuhyun. Ia hanya menghela nafas dan berjalan menuju ke dalam rumah.

“Ya! Kyuhyun-ah! Museunsoriya?” Kyuhyun tidak menggubris ucapan Eommanya. Ia lebih memilih masuk dan mengurung diri di kamarnya.

Nyonya Cho terus mengikuti Kyuhyun. Sampai akhirnya ia melihat Kyuhyun masuk ke kamarnya. Dengan wajah merah padam, ia masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

“Neo!” tunjuk Nyonya Cho. “Apa yang kau –“

“Ne, ne…” ujar Kyuhyun malas. “Aku berpacaran dengan yeoja yang sudah bertunangan.”

“Mwo?!” wajah Nyonya Cho semakin merah. “Kalau Appa –“

“Eomma…” wajah Kyuhyun berubah menjadi memohon. “Jebal… Jangan libatkan Appa.”

“Araseo!” Nyonya Cho mengangguk. “Tapi, kau tidak boleh menemuinya lagi. Yaksok?”

“Yaksok…”

^-.-^

Chaeri berjalan menyusuri koridor sebuah rumah sakit. Tidak ada yang sakit, hanya saja ia akan menemui Seungri yang sedang praktek lapangan dan memberikan makanan titipan Eommanya.

Ia terus-terusan tersenyum sambil memegangi bros yang kemarin ia beli di pameran bunga musim semi itu. Sebuah bros pemberian Kyuhyun yang berbentuk Cherry Blossom berwarna merah muda. Bros itu tampak cocok dikenakan oleh Chaeri. Cardigan putih polosnya pun jadi lebih terlihat elegan hanya karena sebuah bros. Terlebih, yang memberi adalah orang spesial.

“Ruang dokter, ruang dokter…” Chaeri terus memastikan ruangan di rumah sakit ini sambil terus melirik kertas berisikan nama ruangan Seungri berada.

“Ah, ini dia!” seru Chaeri. Dengan semangat ia membuka pintu itu. Matanya langsung terbelalak kala melihat dua orang saja yang ada di ruangan itu. Dua orang dan… mereka berciuman!

“Seungri-ssi.” Ujar Chaeri datar.

“Eh,” Seungri langsung menjauh dari yeoja yang sempat diciumnya tadi. “Yang lain sedang istirahat. Kita bisa berbicara di luar.”

.

“Jadi, yeoja tadi adalah yeojachingumu?” Tanya Chaeri. Seungri agak heran melihat Chaeri yang begitu ceria bahkan tak terlihat raut seorang yeojachingu yang baru saja melihat perselingkuhan namjachingunya.

“Ne,” ujar Seungri singkat. Ia kembali melahap bekal yang di berikan Chaeri tadi. “Maaf, tapi aku mencintainya. Sama sepertimu yang mencintai Kyuhyun sahabatmu itu.”

Hening. Namun, tiba-tiba keduanya tersenyum lebar dan saling menatap. “Love laughs at locksmiths!” seru keduanya.

“Yaaa,memang cinta mampu membuka segala pintu yang terkunci. Sepertinya kita tidak seharusnya mengikuti perjodohan ini.” Ujar Seungri yang dibalas anggukan Chaeri.

“Sepertinya aku harus memohon pada Eommaku. Bantu aku, ya!” ujar Chaeri. Seungri hanya terkekeh sambil mengacak-acak rambut Chaeri.

“Tentu. Selamat berjuang!”

^-.-^

Chaeri berjalan dengan riang. Kampusnya sudah terlihat dan sebentar lagi gerbang kampus itu akan dilewatinya.

Tentu saja ia senang karena akan bertemu Kyuhyun. Dia akan mengatakan pada Kyuhyun kalau Seungri juga memiliki kisah cinta seperti mereka. Hanya saja Seungri lebih berani.

“Pagi~…” ucap Chaeri saat sudah memasuki kelas. Namun, bangku itu kosong. Bangku tanpa tas ataupun alat tulis yang tersimpan di atas meja.

Ke mana dia?

“Mungkin dia telat.” Chaeri menghampiri bangkunya. Dilihatnya Yunji yang baru datang. Sepertinya baru dari kantin: ada beberapa makanan di tangannya.

“Ceria sekali!?” Yunji mengambil duduk di sebelah Chaeri.

“Aku baru dapat bros.” ujar Chaeri. Ia menunjuk bros yang bertengger di bajunya. “Ini Cherry Blossom.”

“Bagus!” Yunji menatap takjub. “Kau pintar memilih aksesoris.”

“Ini Kyuhyun yang memberikan.” Ujar Chaeri.

“Kyuhyun?”

“Ne. Wae?”

Yunji menghela. “Kemarin, Appamu datang ke rumahnya dan memarahi Kyuhyun karena masih dekat denganmu. Karena itu, Nyonya Cho tidak memperbolehkannya bertemu denganmu.”

“Tahu dari –“

“Eommaku adalah sahabat Eomma Kyu. Dia cerita kemarin.”

“Mwo?!” seketika itu juga, air mata Chaeri mengalir. “Jeongmal?”

.

Chaeri berjalan menuju kamarnya. Bawah matanya menghitam karena tadi malam ia tidak tidur. Wajahnya lusuh dan terlihat kotor.

“Gwenchana, Chaeri-ya?” Nyonya Moon menghampiri Chaeri. Namun, ucapan itu sama sekali tidak dianggap Chaeri. Ia tidak berniat menyahut.

Ia terus berjalan dengan gontai ke kamarnya. Matanya menatap pintu kamar dengan kosong. Ia bingung harus melakukan apa.

“Chaeri-ya…” Nyonya Moon khawatir melihat Chaeri. Namun, langkah Nyonya Moon terhenti saat mendengar ucapan – yang seperti igauan – dari mulut Chaeri.

“Bunuh saja aku kalau begini, Appa… Bunuh saja…”

^-.-^

Kyuhyun terdiam di kamarnya. Seminggu tidak melihat Chaeri membuatnya gelisah. Ia menatap jendelanya yang berembun. Hujan besar baru saja turun. Sangat besar, sebesar rasa sedih Kyuhyun.

Ia menatap tulisan Chaeri. ‘Life like the flow. Maafkan aku harus meninggalkanmu. Tapi, aku tidak bisa egois!

“Eomma! Ikan di aquarium mati!” Kyuhyun bisa mendengar teriakan Noonanya itu. Tiba-tiba otaknya berputar pada satu pemikiran.

“Ikan? Mati?” ia mencoba mengingat sebuah kalimat yang berkaitan dengan kedua kata itu. Ikan dan mati.

Kyuhyun tersadar. Ia langsung mengambil jaketnya dan keluar dari kamarnya.

“Ya! Mau kemana kau, Kyu?!” teriak Ahra dari dalam dapur.

“Aku akan kembali.”

Kyuhyun langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil itu dengan cepat. Ia tidak peduli lagi dengan hujan yang hampir membuat kaca mobilnya berembun sempurna itu.

Di tengah jalan, mobil yang Kyuhyun kendarai tiba-tiba mogok. Ia terus mencoba menyalakan mobil itu namun nihil. Mobil itu terus terdiam.

Dengan cepat, Kyuhyun turun dari mobilnya. Ia membanting pintu mobil itu dan berlari tanpa memperdulikan hujan lebat yang mengguyur dirinya.

Hampir sepuluh menit ia berlari melawan derasnya hujan, hingga sampailah ia di depan rumah keluarga Moon. Tanpa pikir panjang ia langsung mengetuk pintu itu.

Beberapa detik kemudian, pintu itu terbuka. Tuan Moon-lah yang membukakan pintu rumah itu. Raut wajah Tuan Moon langsung berubah dan menatap jengkel Kyuhyun. “Untuk apa kau kemari.”

Kyuhyun langsung berlutut di depan Tuan Moon. “Kumohon… Aku mencintainya….”

“Apa maksudmu?” ucap Tuan Moon. Kyuhyun malah memegang kaki Tuan Moon dan kembali memohon.

“Aku tahu Tuan dan Nyonya menginginkan yang terbaik untuk Chaeri. Tapi, kumohon… Aku sangat mencintainya dan aku yakin aku bisa membahagiakannya… Blood is thicker than water. Ya, peribahasa ini menyadarkanku bahwa Anda yang tahu apa yang dibutuhkan Chaeri –“

“Ya. Kami tahu yang terbaik untuk Chaeri! Dan kau tidak termasuk!” ucap Tuan Moon ketus. “Lagi pula, kau terlalu menentang. Hiduplah seperti air –“

“Itulah alasanku kemari.” Potong Kyuhyun. Ia mencoba menarik nafas dan melanjutkan ucapannya. “Chaeri selalu bilang padaku untuk hidup seperti air yang mengalir. Ia  juga bilang bahwa hidup yang berpegang dengan pepatah orang dulu akan berguna. Namun, To err is human. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Chaeri lupa – atau bahkan tidak tahu…“

^-.-^

Bus yang ditumpangi Chaeri turun di depan sebuah jalan. Ya, jalan menuju rumah Chaeri. Payung yang ia gunakan tidak terlalu besar sehingga kakinya terkena cipratan air dan membuatnya kedinginan.

Wajah muram itu masih saja menatap kosong setiap objek yang dilihatnya. Seminggu tidak melihat Kyuhyun membuatnya sangat gila.

Ia berjalan agak cepat karena udara yang dingin membuatnya mengigil. Rumahnya masih agak jauh dari sana. Tapi, ia tidak mau menghubungi orang di rumah untuk menjemputnya. Terlalu kekanakan.

Di jalan, Chaeri tak sengaja melihat sebuah mobil yang terparkir di tengah jalan. Bodoh, pikirnya. Ia berniat memarahi sang pemilik mobil, namun melihat plat nomor yang familiar, Chaeri terdiam.

Ia langsung berlari mendekati mobil itu. “Kyuhyun! Cho Kyuhyun!”. Chaeri menatap ke dalam mobil, dan lagi-lagi ia dikagetkan dengan keadaan mobil yang kosong. “Ya! Kyuhyun-ah! Kau di dalam?!”

Berbagai pertanyaan menghampiri otaknya. Mobil Kyuhyun terparkir di tengah jalan dan tidak ada siapa-siapa di dalam mobil itu. ‘Mungkinkah Kyuhyun pergi ke sungai dekat sini dan bunuh diri?’ batin Chaeri. Tapi, ia mencoba berpikir rasional. Bunuh diri? Untuk apa?

‘Atau mungkin Kyuhyun diculik dan disiksa kawanan perampok?’ Chaeri menggeleng. ‘Kalau kawanan perampok, mobil ini pasti sudah raib! Lagi pula, mana mungkin ia diculik?’

‘Atau mungkin ia menjadi korban tabrak lari?’ Chaeri mengecek badan mobil. Tidak ada bagian yang lecet. Sepertinya bukan itu.

Ia menatap sekitar sambil terus berteriak. “Cho Kyuhyun!!! Odiseoyo? Cho Kyuhyun!!!” Chaeri berlari di sekitar mobil itu. Namun, tidak ada tanda-tanda orang berada di sekitar mobil itu.

Ia tak habis pikir. Ia khawatir namun bingung apa yang harus dikhawatirkan. Hingga sebuah pemikiran membuatnya nekad berlari tanpa memperdulikan payung yang sudah tidak melindunginya lagi.

‘Mungkin Appa melihatnya dan membawa Kyuhyun ke rumah!’

^-.-^

“… atau bahkan tidak tahu…” Kyuhyun menatap nanar Tuan Moon. “Bahwa sesuatu yang mengikuti arus air di sungai adalah… Ikan mati!”

“Itu memang benar.” Ujar Tuan Moon. “Namun, apa sangkut pautnya dengan masalah ini?”

“Aku tidak akan membiarkan Chaeri bersama namja lain! Aku menentang! Aku tidak akan mengikuti arus!”

“Ya! Siapa kau berani menentang?” ujar Nyonya Moon.

“Choneun –“

“Kyuhyun-ah?!” semua mata menatap asal suara itu. Chaeri menatap tidak percaya. Kyuhyun? Kyuhyun ada di depan matanya?

Air mata itu mengalir. Perlahan, Chaeri menghampiri Kyuhyun yang basah kuyup itu. Ia ikut berlutut di sebelah Kyuhyun. Tangannya mencoba meraih kaki Tuan Moon. “Appa… Jebal! Aku mencintainya… Jangan kau siksa aku… Hiks,”

“Chaeri-ah…” Kyuhyun mencoba menenangkan Chaeri yang menangis sesenggukan. “Gwenchana, Chaeri-ah… Tenanglah…”

“Bagaimana aku bisa tenang jika setiap hari selalu dihantui dengan kekhawatiranku padamu?!” pekik Chaeri. Air matanya makin deras. Ia lalu menatap Appanya. “Appa jahat! Jika kau sebut ini yang terbaik untukku, itu salah besar!”

“Chaeri-ya…” Nyonya Moon akhirnya luluh. Ia tidak tega melihat Kyuhyun dan Chaeri yang sampai berlutut seperti itu.

“Eomma sama saja,” ujar Chaeri sambil menatap Eommanya. “Sama seperti Appa.”

“Huh,” Tuan Moon menghela nafas. “Kelakuan kalian ini konyol. Tapi, Appa juga tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Jadi…?” Kyuhyun celingukkan. Chaeri tersenyum di sela-sela tangisnya.

“Appa merestui kami?”

“Ne, Chaeri-ya. Kemarin Seungri menghubungi Appa bahwa ia tidak bisa menjalin hubungan denganmu karena kalian sudah memiliki pasangannya masing-masing. Hanya saja…” Tuan Moon mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. “Apa kau bisa dipercaya?”

“Tentu,” ujar Kyuhyun. “Kalau tidak, mungkin aku tidak akan menuruti ucapan Anda untuk menjauhi Chaeri.”

^-.-^

Ikan itu berenang melawan arus…” Kyuhyun kembali melempar batu ke sungai yang ada di depannya. Chaeri hanya tersenyum menatap aliran sungai yang tenang itu. “Dan hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus. Benar begitu, Chaeri-ah?”

Chaeri mengangguk. “Karena itu kau berani menghadap Appaku?” Tanya Chaeri. Kyuhyun hanya mengangguk sambil melempar batu lagi.

“Apa peribahasa yang kukatakan tidak benar?” Chaeri menunduk. Kyuhyun menatap Chaeri. Senyumnya timbul kala melihat Chaeri yang memeluk lututnya itu.

Diraihnya Chaeri dan dipeluknya ringan. “Tidak. Peribahasa itu tidak salah. Hanya saja kita salah mengartikan.”

Chaeri mengangkat wajahnya. “Kau pandai, Kyu.”

“Siapa dulu~!”

“Ya! Jangan mulai!”

“Baiklah…” Kyuhyun beranjak dari duduknya. Chaeri hanya bengong tapi ikut berdiri.

“Aku punya sesuatu untukmu.” Ujar Kyuhyun. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari balik tubuhnya. “Ini memang hanya cincin biasa, tapi aku ingin melamarmu dengan cincin ini. Apa boleh?”

“Tidak boleh!” Chaeri langsung berpangku tangan di dada dan memalingkan wajahnya. “Orang cantik tidak suka barang pasaran!”

“Hehe…” Kyuhyun hanya terkekeh. “Memangnya aku harus memberimu traktor baru kau akan menerima lamaranku?”

“Cukup sebuah truk container, aku baru akan menerima lamaranmu.”

“Geurae… Aku harus beli di mana? Toko buku, toko kue, toko bunga –?“

“Kurasa di toko furniture!

“Ya!” Kyuhyun mendorong pelan tubuh Chaeri. Chaeri yang sedari tadi menahan tawa akhirnya tertawa dengan keras. Kakinya bermaksud mencari tempat berpijak yang pas, namun ia malah menginjak sebuah batu dan…

Byur,

“Ya! Neo baboni?” Kyuhyun menoyor kepala Chaeri yang terjatuh di atasnya. Yang ditoyor hanya mengusap keningnya sambil memajukan bibirnya. Kesal.

“Eh, cincinmu mana?” Kyuhyun baru sadar. Sesuatu yang di pegangnya tadi sudah lepas dari genggamannya. “Cincinmu hilang, Chaeri-ah!”

“Di sini tidak ada,” ujar Chaeri sambil terus mencari di sekitarnya.

“Bajuku basah! Badanmu juga berat! Menyingkir,” ujar Kyuhyun sambil mendorong Chaeri untuk menyingkir.

Mata Chaeri sudah memerah. Sebentar lagi air matanya akan keluar. Kyuhyun melihat itu. Wajahnya langsung panik saat bibir Chaeri sudah mulai bergetar.

“Ya, uljima, Chaeri-ah, ulji –“

“Uwe… Aku menghilangkan cincin lamaranku!! Waaaa!” jerit Chaeri. Kyuhyun gemetaran. Ia berusaha menenangkan Chaeri.

“Chaeri-ah.”

“Huwaaa…”

“Ya… Jangan menangis, jangan menangis!”

“Aku tidak jadi dilamar!! Huwaaa, Moon Chaeri babo! Kyuhyun nappeun. Neo nappeun!!”

“Ya! Kenapa kau mengataiku?!”

“Aku juga tidak tahu… Huwaaa.”

Chu~

Chaeri terdiam. Lagi-lagi sebuah ciuman yang dapat menenangkannya. Tak bisa ia pungkiri, Kyuhyun selalu membuatnya nyaman.

Kyuhyun melepaskan kecupannya dari Chaeri. Ia menatap lembut gadis itu. Mengelus rambutnya pelan yang sukses membuat Chaeri makin merasa nyaman. “Tak peduli sebuah cincin. Aku mencintaimu dengan tulus. Meski cincin itu hilang, aku akan tetap melamarmu. Aku bisa membelikanmu seribu cincin, sebuah truk container –“

“Jangan bercanda disaat serius, Kyu!”

“Geurae… Aku bisa memberimu seribu cincin, berlian, bahkan diriku seutuhnya. Hanya saja…”

“Hanya saja?” Chaeri mengerutkan keningnya.

“Kalau kau tidak menjawab ‘Ya’, itu semua tidak akan berarti.” Kyuhyun menatap Chaeri dalam. “Maukah kau –“

“Ne. Aku mau!” ujar Chaeri dengan semangat. Kyuhyun langsung memeluk Chaeri dengan kencang. Seakan takut gadis itu menghilang.

“Gomawo, Chaeri-ah.”

“Ne…” Chaeri mulai merasa tidak nyaman. Ia mencoba mendorong Kyuhyun. “Kyu, aku kedinginan.”

“Aigoo,” Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya. “Aku lupa kalau kita masih di tengah sungai!”

“Kau ‘kan bodoh!”

“Hehe…” Kyuhyun hanya cengengesan sambil menggaruk kepala belakangnya. Chaeri langsung bangkit dan berjalan menjauh. Kyuhyun yang baru sadar menatap Chaeri sambil berteriak. “Kau yang bodoh, baboya!! Tapi, aku mencintaimu! Saranghae! Neomu saranghae!! Jinjja-jinjja saranghae!! Cheongmal saranghae! Saranghae, saranghae, saranghaeeee Moon Chaeri!! Nega neomu joha!” Kyuhyun terus berteriak sambil membentuk hati dengan tangannya dan kepalanya itu.

“Kenapa dia?” seorang Ahjumma yang berpapasan dengan Chaeri menatap bingung Kyuhyun.

“Oh,” Chaeri melirik Kyuhyun. “Dia memang memiliki gangguan jiwa.”

“Sepertinya bukan,” Ahjumma itu berusaha berfikir. “Tapi, ada benarnya juga.”

“Ya… Dia memang gila. Tapi, aku jauh lebih gila darinya karena menyukai seorang namja gila.”

The End

 

 

JANGAN LUPA COMMENT-NYA!! (Percaya atau tidak, meskipun nggak ngebales, author selalu baca komen reader!)

KRITIK DAN SARAN sangat diperlukan Author 🙂 Maklum, namanya anak-anak kalo bikin ff suka semaunya. Jadinya… bisa dilihat di atas 😀

Gamsahamnidaa^^~ *anaklabilmembungkuk* bow 😀

2 Comments (+add yours?)

  1. diyackhcsw
    Jun 26, 2017 @ 16:36:23

    Pinter peribahasa ni… hehhe

    Reply

  2. butterflyannisa
    Jul 01, 2017 @ 15:29:01

    sumpah so sweet sklee.. aku suka.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: