Human Heart

 Human Heart

Author : Ifa Raneza

Cast : Donghae, Cheon Ji Hyun (OC), Kyuhyun

Genre : Fantasy, Romance, Angst

 

 

**

 

“Kita berpisah karena kita…

 

berbeda.”

 

*** 

 

Wajah tampan berkulit pucat itu menatap langit malam dengan putus asa. Matanya mencari-cari sesuatu di langit, seolah mencari wajah yang muncul di setiap lamunannya di antara rasi bintang. Tapi ia tak menemukannya, tak menemukan wajah wanita yang sudah pergi dari genggamannya. Sebulir air mata keluar dari pelupuk matanya, menangisi takdir yang sudah Tuhan gariskan untuknya, untuk kisah cintanya yang gagal.

Tangisannya semakin menjadi-jadi, mulai terdengar isakan yang keluar dari bibirnya, seolah menyalahkan dunia yang telah merenggut wanitanya. Tangannya yang sedingin es, mencengkeram erat pagar balkon, merasakan dinginnya angin malam yang tidak akan membunuhnya, tak akan membuatnya mati beku malam ini. Bagaimana mungkin udara malam mampu membunuhnya, sementara panas matahari lebih mampu merenggut nyawanya?
Dia Lee Donghae, pria yang tinggal di puri yang jauh dari desa yang letaknya di dekat kaki gunung. Tujuannya? Agar terhindar dari keramaian penduduk dan sinar matahari yang terlalu menyengat. Ia bukan manusia––tentu saja––dan ia juga bukan makhluk halus. Ia hanya seperti monster berdarah dingin yang meminum darah manusia untuk bertahan hidup. Donghae hanya vampire yang hanya memangsa darah hewan, mengingat penduduk desa akan beramai-ramai membakar tubuhnya jika ia menyerang manusia untuk santapannya. Ia sosok yang dingin dan tak tersentuh. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Cheon Ji Hyun.

Jihyun, wanita yang tinggal di pelosok desa, yang memilih untuk mencari uang dengan bekerja sebagai pelayan di puri mewah Donghae. Wanita itu memiliki sentuhan dan tatapan hangat yang mampu mencairkan hati Donghae yang sedingin es.

Bodoh. Itu kesan pertama Donghae saat ia pertama kali menyadari akan perasaannya. Mana mungkin makhluk peminum darah itu punya perasaan untuk mencintai? Itu memang tidak mungkin, tapi hal itu terjadi pada Donghae. Ia telah jatuh cinta pada wanita itu, pada Cheon Ji Hyun, pada pelayannya sendiri, pada manusia yang bekerja untuknya.

Setiap harinya yang Donghae lakukan hanyalah menatap gerak-gerik Jihyun yang sedang membersihkan puri, memasak untuknya walaupun ia tidak memakan masakannya sedikit pun, dan cara wanita itu tersenyum padanya. Aneh, tak pernah sekalipun selama seratus tahun ia hidup, Donghae merasakan getaran aneh yang ia rasakan pada seluruh darah dinginnya. Mereka berbeda, Donghae sadar itu, ia sangat sadar. Tapi itu tak menjamin bahwa Donghae bisa menahan dirinya untuk tak melangkah lebih dekat pada wanita yang memiliki sentuhan selembut sutera itu.

Suatu hari, saat Jihyun sedang merapikan kamar Donghae, pria itu dengan lembutnya menyentuh pundak Jihyun, membuat wanita itu tersentak dan langsung menatapnya bingung. Donghae hanya tersenyum lembut menanggapi tatapan bingung yang wanita itu lemparkan padanya, senyuman terindah yang pernah ia ukir di bibirnya. Itu pertama kalinya mereka mengobrol lebih lama dan tertawa lepas, pertama kalinya merasakan jarak di antara mereka tak hanya sekedar jarak antara pelayan dan majikannya.

Donghae bukan manusia, tapi itu tak menjamin bahwa ia bisa jatuh cinta pada wanita itu, Cheon Ji Hyun. Donghae adalah makhluk berhati dingin, tapi siapa sangka bahwa wanita sederhana seperti Jihyun bisa mencairkan hati sedingin milik Donghae? Tak ada yang menyangka, sama seperti Jihyun yang tak pernah berpikir bahwa Donghae bukan manusia.

Ia selalu bertanya kenapa Donghae jarang sekali keluar dari puri dan berjalan-jalan di tengah perdesaan, dan dengan bodohnya ia percaya saat Donghae menjawab bahwa ia tidak menyukai keramaian. Jihyun memakluminya, ia selalu menemani Donghae di puri untuk sekedar bercengkrama atau berbicara tentang cinta.

“Apa kau pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta?”

 

“Bagaimana kalau aku yang merasakannya padamu?”

 

Jihyun sempat mengerjapkan kedua matanya tak percaya dan merasakan nafasnya sedikit sulit untuk dihembuskan saat pertanyaan itu keluar dari bibir Donghae, membuat Donghae tertawa pelan melihat wajahnya yang kebingungan. Tapi sayangnya kemampuan Donghae sebagai vampire untuk membaca pikiran Jihyun membuat usaha wanita itu untuk menutupi perasaannya gagal total. Donghae meluncurkan kalimat-kalimat yang membuat Jihyun menyerah dan akhirnya membuka hatinya untuk Donghae.

Sejak saat itu mereka semakin dekat layaknya sepasang kekasih. Pelukan, candaan, ciuman, kalimat cinta tak lagi menjadi suatu yang aneh setiap kali Donghae melakukannya pada Jihyun. Karena begitulah yang mereka lakukan setiap harinya, menghabiskan waktu bersama dengan menatap langit berawan.

“Aku mencintaimu, Hyun..”

 

“Aku juga..”

 

“Apa kita bisa selalu bersama?”

 

Bodohnya Donghae membiarkan dirinya lengah saat makhluk satu klannya membaca isi pikirannya dengan mudah. Dan bisa ditebak makhluk itu segera mengambil tindakan untuk memisahkan Donghae dan Jihyun atas dasar vampire dan manusia tidak bisa bersatu. Saat vampire dan manusia saling jatuh cinta, itulah saat di mana kehancuran terjadi.

Donghae tidak bisa mencegah kedatangan Kyuhyun––vampire yang terlahir di klan yang sama dengannya––secara tiba-tiba. Dan itu tentu saja mengejutkan Jihyun yang belakangan mengetahui makhluk jenis apa pria yang ia cintai. Kyuhyun tidak memilih untuk meminum darah Jihyun, itu hanya akan membuatnya berubah menjadi makhluk sejenis dirinya yang hanya akan membuat Jihyun menderita. Ia hanya akan membunuhnya dengan cara yang biasa manusia lakukan.

Tapi Donghae tak tinggal diam mengetahui wanitanya sedang berada dalam bahaya. Tepat saat Kyuhyun akan melempar Jihyun jatuh ke dalam jurang, Donghae mencegahnya. Ia dan Kyuhyun bertarung sengit, hingga tak menyadari Kyuhyun yang dengan sengaja menggunakan manteranya untuk menjatuhkan Jihyun ke dalam jurang itu.

“Aku mencintaimu.. Kita berpisah bukan karena kita tidak saling mencintai, tapi karena kita terlalu berbeda..”

 

Itu kalimat terakhir yang Jihyun ucapkan untuknya, sebelum pada akhirnya genggaman tangan mereka terlepas dan membuat tubuh Jihyun jatuh ke dalam jurang yang tampak tak berdasar.

Kyuhyun bukan vampire pembunuh, Donghae tahu itu. Tapi hanya itulah yang bisa Kyuhyun lakukan sebelum para penguasa akhirnya melakukan yang lebih parah dari apa yang Kyuhyun lakukan pada Jihyun. Dan tentu saja baik Kyuhyun maupun Donghae tidak mau hal itu sampai terjadi.

Donghae membenarkan ucapan Jihyun. Mereka bukannya tidak saling mencintai, hanya saja… mereka terlalu berbeda.

-END-

 

 

P.S: Hehehe… -___-v Comment tetap diharapkan, ne? Mungkin FF ini agak aneh, gaje, atau gimana^^ Dan maaf buat typo-typo yang bertebaran, ne? hehe..

 

-Kamsahamnida ^^

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: