Because of Doraemon

Because of Doraemon

Author: PinKyu

 

 

 

 

***

Matahari dengan angkuhnya menyinari bumi. Tetapi tidak menyurutkan seorang gadis untuk membuka matanya. Terdengar nafas yang teratur menandakan gadis itu masih berada dialam mimpinya.

Terlihat disetiap pelosok kamar yang tenang itu, berbagai macam gambar yang ditempelkan didinding, semua ber-view sama. Barang-barang seperti tempat tidur, sofa, meja, lemari dan sebagainya masih menampakan tokoh kartun yang sama ada pada didinding kamar itu. Boneka? Ya paling mendominasi kamar itu ialah boneka yang sangat banyak membuat kamar itu terlihat seperti istana boneka ‘DORAEMON’.

“Nobita bangun, Nobita bangun, bangun, jangan malas, bangun!!!”

Bunyi alarm yang sangat nyaring akhirnya membuat gadis itu mulai menggeliat malas tapi masih diurungkan matanya untuk dibuka, dan tangannya mulai meraba-raba mencari dimana letak benda yang mengusik mimpi indahnya bersama Doraemon. Setelah mematikan alarm, tidak ada pergerakan lagi yang terjadi dengan yeoja itu selama lima menit.

Setelah dirasanya sudah tersadar sepenuhnya, gadis itu mulai meninggalkan kasur empuknya dan beralih menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.

***

“Petualangan dimulai .. Fighting!!” pekik Song Na Ra semangat sambil mengepalkan tangannya.

“Ra~ya kau mau kemana?” tanya Ny.Song melihat anaknya berlari keluar rumah.

“Aku mau mencari Monie omma” jawab Na Ra dengan suara keras supaya terdengar ibunya sambil terus berlari menuju mobilnya. Ibunya hanya menggeleng melihat anaknya yang kian menjauh. Dia sudah tahu kemana anaknya akan pergi.

Song Na Ra adalah gadis manis yang cantik. Mahasiswi di Seoul University. Dengan umurnya yang sekarang sudah dibilang sangat dewasa, tetapi siapa yang menyangka gadis ini sangat menggilai Doraemon, yang sering disebutnya ‘Monie’. Boneka yang berasal dari jepang itu, berhasil menarik perhatiannya dari sewaktu dia masih balita. Setiap pulang kampus pasti disempatkannya untuk mencari boneka Doraemon atau pernak-pernik berbau Doraemon disetiap toko.

Perluh diketahui sewaktu kecil dia seperti anak Psycho yang akan mencincang setiap bagian boneka yang diberikan orang tuanya sehingga akan berakhir ditempat sampah, membuat orang tuanya khawatir dengan tingkah anaknya. Tetapi orang tuanya menyadari tidak semua boneka yang dia buat hancur ada satu boneka yang masih utuh dan terawat dengan baik, tak lain dan tak bukan DORAEMON. Semenjak itu ayahnya selalu membelikan boneka tersebut kepada anaknya.

Na Ra entah kenapa sangat terobsesi dengan Doraemon semenjak orang tuanya membelikan boneka itu kepadanya. Hal yang menarik perhatiannya adalah Doraemon bermata bulat yang menurutnya sangat menggemaskan, mempunyai kumis yang lucu, dan kantong. Kantong adalah hal yang sangat disukainya karena sewaktu kecil orang tuanya akan menaruh permen atau coklat sewaktu dia tidur dan dia sangat senang ketika setiap hari dia mendapati makanan kesukaannya didalam kantong Doraemon. Tetapi tentu saja sekarang sudah tidak lagi. Tetapi ketertarikannya kepada Doraemon melebihi ketertarikan terhadap lawan jenis.

Doraemon tidak bisa hidup tanpa Na Ra. Na Ra tidak dapat hidup tanpa Doraemon. Itu adalah prinsipnya.

Keringat yang mengucur deras dari dahi Na Ra dan perut yang sedari tadi mengadakan konser mini, tidak mengurutkan semangat Na Ra mencari keberadaan ‘belahan jiwanya’. Hari libur seperti ini tidak akan disia-siakannya.

Setiap toko yang menjual boneka telah dia kunjungi, tetapi tidak satupun yang menjual Doraemon. Mungkin saja boneka itu sudah habis dibelinya sewaktu kemarin-kemarin sehingga membuat para pembuat boneka itu menjadi kewalahan dan tidak mempunyai stock lagi. Dilihat dari rumahnya, dimana dua ruangan besar hanya ditempati boneka Doraemon dengan berbagai versi dan berbagai macam warna. Jangan lupakan kamarnya yang sangat dipadati boneka kucing itu. Mungkin dia akan membuat museum Doraemon.

“Hah dimana kau Monie?” tanya Na Ra pada diri sendiri sambil duduk disalah satu pinggir toko. Wajahnya kini menyiratkan sedih, lelah, kecewa. Semuanya berkumpul jadi satu.

Dilangkahkan kakinya lagi untuk ketoko terakhir, tetapi bukan yang terakhir. Karena terakhir itu maksudnya dia akan makan dulu lalu melanjutkan lagi. Dengan toko ini dia berharap boneka itu ada disini.

Dengan tergesa-gesa mata elangnya mulai mencari keberadaan belahan jiwanya. Seketika matanya menampakan binar melihat Doraemon Pink didepannya, hanya satu. Boneka itu sepertinya berstatus bayi karena ada botol susu dimulutnya. Akhirnya usahanya mendapatkan hasil. Dia mulai berlutut sambil melipat tangannya didepan dada, membuat orang-orang disekitar memandangnya aneh.

“Bayi Monie akhirnya aku menemukanmu” ujarnya bahagia. Dia mulai berdiri ingin segera membawa ‘Monie’nya pulang kerumah menambah koleksinya.

Tangannya sudah mencapai boneka itu, tetapi dia melihat ada tangan yang lain juga memegang Monie-nya. Dengan kedua tangannya dia memegang erat supaya boneka itu tidak akan menjadi milik orang lain.

“Yak ini Bayiku” bentaknya kepada namja pemilik tangan itu.

“Bayi?” tanya namja tampan itu bingung.

“Doraemon ini milikku” seru Na Ra masih memegang erat boneka itu.

“Milikmu? Jelas-jelas boneka ini masih terpajang disini, dan belum ada yang memebeli jadi ini belum menjadi milik siapa-siapa” ucap Cho Kyu Hyun namja tampan itu yang bersusah payah menarik boneka digenggaman tangannya.

“Ani, ini punyaku” ujar Na Ra kesal dan menarik boneka itu.

“Yeoja Gila. Aku yang melihatnya lebih dulu, jadi ini Punyaku”

“Punyaku”

Mereka mulai saling tarik menarik seperti anak kecil berebutan mainan. Na Ra yang tidak ingin ‘mati’ dengan susah payah mempertahankan belahan jiwanya. Kyu Hyun yang memang sudah menyerah mencari boneka yang sangat diminati keponakannya yang paling dia sayangi dan sudah berjanji akan memberikan boneka Doraemon yang berwarna Pink dihari ulang tahun keponakannya besok, langsung berbinar melihat boneka itu terpajang disalah satu toko. Tetapi dengan tidak beruntungnya ada juga yang menginginkan barang berharga itu.

Srek!

Tiba-tiba kepala Doraemon itu sudah terpisah dari tubuhnya. Kepala ada pada Na Ra dan tubuh ada pada Kyu Hyun. Mereka terdiam, pemilik tokohpun terngangah melihat barang yang belum terjual sudah rusak.

“Huuwaaa, Bayi Monie. Kau membunuh Bayi Monie-ku” pekik Na Ra sambil menujuk Kyu Hyun.

“Membunuh? Yak apa tidak keterlaluan, ini rusak bukan dibunuh” Kyu Hyun sangat kesal dengan kelakuan yeoja dihadapannya yang dianggapnya gila.

“Huuwwaaa Bayi Moniiiiiieee” rengek Na Ra sambil mendekap kepala Doraemon. Kyu Hyun hanya memandangnya aneh.

Kyu Hyun terdiam, dia melirik kepala Doraemon yang ada pada Na Ra dan tubuh Doraemon yang ada padanya. Dia menyeringai ketika mendapatkan ide yang membuat dia tidak susah-susah lagi mencari toko lain. Jahit. Ya itu sata kata yang ada didalam kepalanya.

Na Ra terdiam melihat Kyu Hyun yang menanamkan matanya kepada kepala Doraemon didekapannya. Dia melirik sepenggal Doraemon pada Kyu Hyun. Dan otaknya seketika sejalan dengan apa yang dipikirkan Kyu Hyun.

Grep!

Kyu Hyun tiba-tiba menarik kepala boneka itu. Na Ra yang belum siap akhirnya kecolongan juga. Dia segera menarik baju Kyu Hyun supaya dia tidak bisa lari.

“Yak lepaskan yeoja babo” teriak Kyu Hyun mendekap erat Doraemon yang terpisah itu.

“YAK KALIAN BERHENTI. KALIAN HARUS GANTI RUGI ATAS KEKACAUAN YANG TERJADI” teriak pemilik toko dengan amarah yang tak terbendung lagi, urat-urat diwajahnya mulai timbul saking emosinya.

Tetapi apa yang dilakukan kedua makhluk itu. Mereka tak menghiraukan teriakan itu dan masih saling bergelut.

“Aish. Panggil penjaga aku akan membayar dua kali lipat untuk boneka ini kalau kau bisa menyingkirkan yeoja gila ini” seru Kyu Hyun kepada pemilik toko itu dengan susah payah yang masih terus menghindar amukan Na Ra. Seketika pemilik toko berbinar, dia seperti toko kartun ‘Tuan Crab’ yang sangat mengatas namakan uang dibanding segalanya.

“Ani. Tiga kali lipat. Aku akan bayar tiga kali lipat” balas Na Ra. Pemilik toko merasakan kebahagiaan ketika mendapati boneka yang sudah rusak itu akan dibayar tiga kali lipat.

“Empat kali lipat” balas Kyu Hyun tak mau kalah.

“Lima kali lipat”

“Enam kali lipat.. Terjual” Putus Kyu Hyun sepihak dan berlari kearah mesin kasir diikuti Na Ra. Kyu Hyun dengan tenaga yang dia punya mempertahankan boneka itu dan segera membayar secepat mungkin.

Dia berlari keluar toko dan masuk kedalam mobilnya langsung ditancapkan gas meninggalkan pelataran toko.

Na Ra? Tentu saja tidak akan dengan mudahnya dia melepaskan mahkota kehidupannya. Dia menyusul Kyu Hyun dari belakang dengan mobilnya.

“Aish, yeoja gila itu mengejarku” ujar Kyu Hyun frustasi melihat Na Ra dari kaca mobilnya.

“Kau sudah membunuh bayi Monieku dan sekarang kau mencurinya? Aku akan mengejarmu sampai keujung dunia” geram Na Ra sambil melajukan mobilnya.

Mereka mulai mengalami persaingan dijalan yang ramai akan kendaraan. Masing-masing berkonsentrasi dengan jalan didepan. Sangat lucu rasanya kalau terpampang disurat kabar dengan judul ‘Pemuda-pemudi mengalami kecelakaan karena memperebutkan sebuah boneka’.

Kyu Hyun memasuki pelataran rumahnya, mungkin dengan cara ini bisa membuat yeoja itu menghentikan pengejarannya, pikirnya. Tetapi dia salah ketika mobil Na Ra terparkir dihalaman rumahnya.

Segera Na Ra turun dari mobilnya melihat Kyu Hyun berlari memasuki pintu rumahnya. Tetapi belum sempat Kyu Hyun mengunci rumahnya, Na Ra sudah berada didalam juga.

“Yak kembalikan punyaku”

“Punyamu? Jelas-jelas ini sudah menjadi milikku. Aku sudah membayarnya”

“Ani punyaku” seru Na Ra dan mereka mulai saling tarik-menarik.

“Yak ada apa ini?” tiba-tiba suara bass menghentikan pergelutan mereka. Terlihat yeoja dan namja paruh baya mendekati mereka dengan tatapan heran.

“Siapa dia Kyu Hyun?” tanya Ny.Cho kepada anaknya.

“Entahlah omma, aku tak mengenalnya. Sebaiknya suruh Pak Han mengusirnya” ucap Kyu Hyun santai.

“Siapa Kau Agasshi?” tanya Ny.Cho lembut.

“Aku? Aku siapa tidak penting. Yang paling penting anakmu telah membunuh bayi Monie-ku dan sekarang dia mencu… ” ujar Na Ra kesal.

“Membunuh? Bayi?” potong Tuan Cho terkesiap dan melihat Kyu Hyun meminta penjelasan.

“An, ani appa” ucap Kyu Hyun panik. Dia sangat kesal dengan perkataan yeoja dihadapannya yang memberikan penjelasan yang tidak masuk akal membuat orang lain salah mengartikan bila tidak tahu maksudnya.

“Bayi siapa?” tanya Ny.Cho mulai tak tenang. Ada rasa khawatir mendengar anaknya dituduh membunuh.

“Bayi Monie-ku. Dan dengan tidak bertanggung jawab dia..” ucapan Na Ra terptong lagi dan hanya dilanjutkan dalam hatinya ‘Dia sudah membawa lari Doraemonku’.

“Bayimu?” ucap Tuan Cho dan menatap Kyu Hyun lalu melanjutkan katanya “Kau membunuh anak kalian karena kau tak ingin bertanggung jawab kepada yeoja ini?” bentak Tuan Cho murka mendengar kelakuan anaknya.

“Aniyo Appa. Ini masalah kecil hanya karena sebuah bo…” Tuan Cho memang suka sekali memotong perkataan orang lain.

“Cho Kyu Hyun. Kau bilang masalah kecil? Ini masalah yang sangat besar, bagaimana bisa kau menghamili anak orang dan tak bertanggung jawab tapi malah membunuh bayi kalian” kali ini Ny.Cho mulai menangis tak menyangka anak yang didiknya dengan baik akan berkelakuan seperti ini.

“Aniyo Appa”

“Ne?” tanya Na Ra bingung ketika mendengar penuturan Tuan Cho. Dan salahkan Tuan Cho ketika mengartikan pertanyaan Na Ra sebagai pernyataan.

“Bahkan dia sudah membenarkan Cho Kyu Hyun” ucap Tuan Cho frustasi.

“KALIAN HARUS MENIKAH” seru Tuan Cho akhirnya.

Kyu Hyun mengacak rambutnya frustasi, kenapa semuanya jadi seperti ini hanya karena boneka Doraemon digenggamannya.

***

Pernikahan akhirnya terjadi dengan segala kesalah pahaman yang tak pernah diselesaikan. Bukan tidak ingin diselesaikan tetapi karena kepribadian Tuan Cho yang selalu memotong pembicaraan dan hanya memikirkan bahwa apa yang dibenaknyalah yang benar membuat kejadian ini terjadi.

Padahal orang tua Na Ra juga sudah akan menjelaskan tetapi lagi-lagi syndrome ‘Pemotongan’ selalu melekat pada Tuan Cho. Yang akhirnya orang tua Na Ra menyetujui. Ayah dan ibu Na Ra sudah berdiskusi dan mendapatkan keputusan ini, yang dimana menurut mereka mungkin dengan Na Ra menikah dia bisa bersikap dewasa dan tidak hanya mengurusi boneka belahan jiwanya itu. Mereka juga takut anaknya memiliki kelainan dan akhirnya tidak mempunyai pasangan, sedangkan Na Ra hanya anak satu-satunya yang dapat memeberikan mereka keturunan.

Tetapi akhirnya kesalahpahaman itu teratasi sesudah pernikahan mereka terjadi. Tuan Cho yang waktu itu masih sedikit khawatir membawa Kyu Hyun kepsikiater dan akhirnya Tuan Cho bisa bernafas lega mendengar Kyu Hyun baik-baik saja dibantu dengan penjelasan Na Ra dengan tidak adanya sensor atau pemotongan dari Tuan Cho. Tetapi mau apalagi pernikahan sudah terjalin. Dan mau tak mau Kyu Hyun hanya pasrah ketika Tuan Cho mengancam tidak akan memberikan warisan kepada Kyu Hyun kalau dia menceraikan Na Ra dan akan menyumbangkan segala harta miliknya kepada panti asuhan.

Dan Na Ra? dengan senang hati dia menikah dengan Kyu Hyun bukan karena dia sudah mencintai Kyu Hyun. Pasalnya Tuan Cho memberikan penawaran yang sangat menggiurkan apalagi kalau memberikan dia boneka Doraemon setiap hari yang langsung diekspor dari Jepang.

Sudah seminggu mereka menikah. Dan Kyu Hyun sebisa mungkin tidak menjadi gila karena dia harus satu kamar dengan Na Ra didalam rumahnya. Mereka tinggal dirumah orang tua Kyu Hyun yang adalah rumah Kyu Hyun juga. Yang mau tak mau harus sekamar.

Kyu Hyun stress bukan hanya karena tidur sekamar dengan Na Ra, tetapi karena dia juga harus tidur dengan boneka Kucing –Doraemon- disetiap sudut yang dilihatnya. Dia sangat kaget sewaktu memasuki kamarnya seminggu yang lalu dan mendapati boneka-boneka yang sekarang sangat dibencinya, yang membuat dia masuk kedalam pernikahan konyol ini, sudah berserakan dikasur, meja, sofa dan disetiap sudut kamar.

“Aku benci padamu. Aku benci” ucap Kyu Hyun kesal sambil meninju Doraemon berukuran besar di depannya.

“Yak, jangan menyakiti Ibu Doraemon itu” teriak Na Ra marah.

“Jadi ini ibunya?” geram Kyu Hyun lalu meninju dengan sekuat tenaga kepada boneka itu. “Kenapa kau melahirkan anak yang banyak. Yang sangat aku benci” seru Kyu Hyun kesal masih meninju Doraemon itu.

Na Ra segera berlari dan menari tubuh Kyu Hyun. “Hentikan”

“Ani. Aku belum puas”

“Argh Cho Kyu Hyun hentikan”

“Aku bilang aku belum puas”

“Aaaargh” Na Ra mulai berteriak kesal.

Tok tok!

Pintu kamar mereka diketok oleh seorang.

“Yak bisakah kalian tidak terlalu keras mengucapkannya” ucap seorang yang diluar yang mereka tau Tuan Cho.

“Dasar anak muda, yah begitulah kalau pengantin baru serasa dunia milik berdua, tidak sadar kalau ada orang selain mereka dirumah ini” Tuan Cho lagi-lagi dan lagi-lagi, dan lagi-lagi salah mengira tentang suara yang muncul dari kamar mereka. Tuan Cho mengira kalau mereka sedang melakukan yang tidak-tidak.

“Cho Kyu Hyun jangan egois. Perlakukan istrimu dengan lembut” setelah mereka mendengar suara langkah kaki yang menjauh.

Na Ra dan Kyu Hyun saling memandang dengan ekpresi bingung.

***

Sebulan penuh Song Na Ra sudah menjadi Cho Na Ra. Kelakuan mereka tetap sama, dibelakang orang tua mereka tidak saling bertegur sapa, kalau iya hanya pertengkaran yang terjadi. Tetapi kalau didepan orang tua mereka sudah sepakat menujukan kemesraan yang membuat mereka mual. Tetapi lama kelamaan menjadi terbiasa.

Seoul University

“Ada apa denganmu Na Ra~ya?” tanya Dong Hae kepada temannya melihat Na Ra hanya mengaduk makanannya tanpa selera untuk memakannya.

“Ani” jawab Na Ra singkat.

“Apakah kau mempunyai masalah? Ceritakanlah padaku, siapa tahu aku bisa membantumu” tawar Dong Hae. Na Ra hanya menggelengkan kepala dan tersenyum berusaha menyakinkan bahwa dia tidak apa-apa. Na Ra memang menyembunyikan pernikahannya.

Mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing. Sampai ketika ada suara yang menghentikan lamunan Na Ra.

“Na Ra” Na Ra membalikan badannya mendengar ada yang memanggilnya, seketika matanya membulat. ‘Aish sedang apa dia disini’ batin Na Ra melihat Kyu Hyun yang seharusnya ada dikantor.

“Ayo pulang, omma sudah menunggu kita” ajak Kyu Hyun sambil menarik tangan Na Ra.

“Na Ra~ya” Na Ra berhenti dan menoleh kearah Dong Hae yang menatapnya seakan bertanya ‘Siapa itu?’

“Dia sepupuku” ujar Na Ra. Kyu Hyun membulatkan matanya tak percaya mendengar ucapan Na Ra. Na Ra hanya menggigit bibirnya gugup, dia tidak mau teman-temannya tahu dia sudah menikah entah kenapa.

“Sepupu?” tanya Kyu Hyun dengan tatapan tajam menusuk Na Ra. “Aku suamimu Cho Na Ra” Kyu Hyun tidak percaya dengan perkataan yang meluncur dari bibirnya terkesan dia sangat mengharapkan Na Ra, dia juga tidak tahu dia hanya merasa tidak terima Na Ra memperkenalkannya sebagai sepupu bukan suami. Ada rasa kecewa mendengarnya. Sepertinya dia sudah menyukai Na Ra.

“Suami?” tanya Dong Hae tidak percaya.

“Ani. Sepupu” jawab Na Ra ragu sambil mengalihkan pandangan dari tatapan menusuk Kyu Hyun.

Kyu Hyun memegang wajah Na Ra dan …

Cup!

Na Ra terbelalak kaget dengan tindakan Kyu Hyun yang memompa jantungnya lebih cepat. Kyu Hyun melepaskan ciumannya dan menatap Na Ra.

“Dia istriku. Dan aku suaminya” ujar Kyu Hyun penuh penekanan kepada Dong Hae yang terpaku ditempat melihat kejadian yang berlangsung sangat cepat itu. Tidak beda dengan orang yang berada dikantin itu.

Kyu Hyun segera menarik istrinya keluar. Na Ra yang masih Shock hanya mengikuti Kyu Hyun.

***

Sejak kejadian itu Kyu Hyun dan Na Ra bersikap canggung. Mereka berdua tidak bisa menatap mata lawannya karena jantung mereka tidak akan bergerak lamban, malah akan berpacu seperti sehabis berlari marathon.

“Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Ny.Cho melihat kejanggalan Kyu Hyun dan Na Ra. “Akhir-akhir ini kalian terlihat aneh. Apakah kalian sedang bertengkar?” tanyanya lagi.

“Aniyo” ucap KyuRa kompak.

“Lalu. Ada apa?”

Mereka hanya terdiam tidak tahu apa yang harus mereka katakan. Mereka hanya pura-pura tak mendengar dan memakan makanan mereka dalam diam.

“Jadi kapan kau akan memberikan cucu untuk kami?” tanya Tuan Cho tiba-tiba.

“Uhuk.. Uhuk!!” KyuRa terbatuk mendengar pertanyaan Tuan Cho.

“Aish ada apa dengan kalian berdua?”

“Na Ra~ya apakah belum ada tanda-tanda?” tanya Ny.Cho.

“Tanda-tanda apa?” tanya Na Ra polos.

“Tentu saja tanda-tanda hamil. Apa lagi?” gemas Ny.Cho.

Na Ra memandang Kyu Hyun dan menelan ludahnya gugup. Kyu Hyun pun begitu.

“Jangan bilang kalian menundanya” ucap Tuan Cho. “Cho Kyu Hyun aku tidak akan memberikan warisan kepadamu kalau Na Ra tidak melahirkan anakmu. Dan kau Na Ra~ya aku akan berhenti memberikan boneka Doraemon itu lagi kalau kau tidak hamil juga” ancam Tuan Cho.

“Andwae” pekik Na Ra yang akan kehilangan hartanya –Doraemon- dan Kyu Hyun yang  tidak mau usaha yang telah dibangunnya tidak mendapatkan hasil dan malah akan disumbangkan.

***

Malam harinya…

Kyu Hyun gelisah mendengar perkataan ayahnya dan menyebabkan dia tidak bisa tidur. Dilihatnya punggung istrinya yang membelakanginya.

Na Ra juga sebenarnya tidak bisa tidur karena ancaman Tuan Cho. Dia tidak mau kalau Doraemonnya hanya itu-itu saja, dia ingin Doraemon baru.

Mereka sedang sibuk dengan pemikiran mereka.

“Na Ra” “Kyu” panggil mereka bersama. Dan saling memandang.

“Wae?” tanya mereka berdua lagi kompak.

“Kau lebih dulu Kyu”

“Mmh” Kyu Hyun berpikir kata-kata yang akan diucapkannya, dia merasa gugup untuk mengatakannya. “Na Ra~ya” panggilnya.

“Ne?”

“Bagiamana kalau kita …” Kyu Hyun mulai ragu dengan kelanjutan perkataannya.

“Kalau kita?” tanya Na Ra penasaran.

“Kalau kita membuat bayi Monie” tiba-tiba hanya itu yang terlintas dalam pikiran Kyu Hyun.

“Bayi Monie?” tanya Na Ra bingung. “Apa maksudmu kita akan membuat boneka Doraemon?” tanya Na Ra berbinar, dia tidak menyangka Kyu Hyun akan membuat Doraemon.

“Aish bukan itu maksudku” ucap Kyu Hyun mulai kesal dengan kelemotan istrinya.

“Lalu maksudmu apa?” tanya Na Ra polos. Kyu Hyun semakin gemas dengan istrinya sepertinya dia harus bertindak lebih dulu.

“Maksudku ini” seketika Na Ra menjerit kaget dengan tindakan Kyu Hyun.

***

Keesokan paginya suara isakan memenuhi kamar KyuRa. Kyu Hyun yang mendengar isakan itu akhirnya terbangun dan membuka matanya dia melihat bahu Na Ra yang naik turun dan isakan keluar dari julutnya.

“Na Ra~ya” panggil Kyu Hyun. Tak ada jawaban dari Na Ra hanya isakan yang terdengar.

“Na Ra~ya mianhe” ucap Kyu Hyun merasa bersalah dan membalikan tubuh Na Ra yang membelakanginya. Dia merasakan hatinya teriris ketika melihat air mata Na Ra. Segera diusapnya air mata Na Ra dan memeluknya penuh kasih sayang.

“Mianhe” ucap Kyu Hyun lagi.

“Kyu Hyun~a kita melakukan kesalahan” ucap Na Ra disela tangisnya.

“Apa yang salah? Bukankah kita sudah suami istri?”

“Tapi kita tidak saling mencintai” Kyu Hyun menatap sendu kepada Na Ra.

“Ne kita tidak saling mencintai. Hanya aku saja yang mencintaimu” lirih Kyu Hyun. Na Ra mendongak melihat Kyu Hyun dengan tatapan tak percaya.

“Mwo?” tanya Na Ra.

“Aku mencintaimu. Na Ra~ya Saranghae” ucap Kyu Hyun tulus.

“Kau.. Kau mencintaiku?” tanya Na Ra sambil mengerjapkan matanya lucu. Tangisannya sudah berhenti.

“Ne. Saranghae Na Ra. Saranghae Na Ra” ucap Kyu Hyun berulang kali. Na Ra tersenyum sebenarnya dia juga sudah merasakan jatuh cinta kepada Kyu Hyun dia tak menyangka Kyu Hyun juga seperti itu.

“Nado Saranghae Kyu” ucap Na Ra malu-malu dan menenggelamkan kepalanya didada Kyu Hyun. Kyu Hyun menatap Na Ra tidak percaya. Benarkah cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

“Kau mencintaiku juga?” Na Ra hanya mengangguk kepalanya.

“Hahaha aku kira cintaku tidak terbalaskan. Gomawo Na Ra. Saranghae”  Merekapun saling berpelukan meluapkan seluruh rasa cinta yang mereka miliki.

“Apakah sudah ada bayi Monie didalam sini?” tanya Kyu Hyun sambil mengusap perit rata Na Ra.

“Tentu saja belum ada” rajuk Na Ra sambil mengeructkan bibirnya.

“Begitukah? Bagaimana kalau kita buat lagi” ajak Kyu Hyun semangat.

Na Ra memukul dada Kyu Hyun pelan “Dasar Mesum” setelah itu mereka tertawa bersama.

Yah begitulah kisah cinta mereka, berawal dari sebuah boneka. Dan mereka sangat berterima kasih kepada Fujiko F. Fujio, yang telah menciptakan DORAEMON.

Because of Doraemon!

End…

Comment!!

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: