The Best Thing I Can Do

The Best Thing I Can Do

Written By: Amalia Irliandini (@IrlianDini)

 

 

 

****

~All of this is Shin Min Gi’s Point Of View~

Rasa sakitmu yang bertahan sampai saat ini bukankah menunjukkan bahwa hatimu masih terpaut pada dia, masa lalumu?

Tidak, ini mungkin hanya pemikiranku saja bukan?

Katakanlah kumohon bahwa ini memang hanya sebuah pemikiran konyol tidak dewasa milikku..

**************

“Kau tau Shin Gi-ya, dia selalu marah ketika aku mengacuhkannya dan lebih memilih bermain dengan pspku haaah bukankah dia sangat kekanakan? Bahkan dia pernah menghancurkan pspku, dia itu benar-benar yeoja tidak waras..”

Aku hanya tersenyum, berusaha menikmati semua yang diceritakan oleh namjaku, kekasihku ini. Kuhiraukan sesuatu yang bergejolak aneh didalam dadaku, aku hanya tetap tersenyum dan sesekali menanggapi apa yang ia ceritakan, dia yang namjaku maksud.. adalah yeoja bernama Park Rin Rin, masa lalu namjaku, Cho Kyuhyun..

Bukankah ini konyol? Silakan tertawa sepuas kalian kalau begitu. Aku ini sebenarnya siapa? Siapa bagi Cho Kyuhyun? Mungkin, aku ini hanya seorang yeoja beruntung yang bisa menyandang status kekasih dari Cho Kyuhyun. Ingat hanya status. Bermimpipun aku tidak pernah, aku hanya mencintainya diam diam tanpa embel-embel ingin -mungkin lebih tepatnya tidak berani berharap bisa- memilikinya. Namun Tuhan memang luar biasa baik terhadapku, yah sesuatu yang bahkan dalam mimpipun tidak pernah terpikir olehku tiba tiba saja datang menghampiriku, yah dia adalah namja itu, Cho Kyuhyun. Bahagia? Tentu saja.. bahkan aku sangat sangat luar biasa bahagia. Cemooh aku sepuas kalian karna mungkin aku terlalu melebih lebihkan. Tapi sungguh, itulah yang aku rasakan.. Namun, kalian sangat tau bukan? It isnt a fairytale..

Kenyataannya, ini tidak semudah dan seindah yang aku bayangkan..

**************

“Shin Gi-ya, geumanhae!” Suara Rae Kyo yang memekakkan telinga pun tidak mampu mengusik kegiatan anehku saat ini. Ya, sangat aneh mungkin. Kegiatan aneh yang aku maksudkan adalah membuka blog milik yeoja bernama Park Rin Rin yang notabenenya adalah mantan kekasih Kyuhyun dan membaca semua postingan blog tersebut. Dan kalian tahu semua isi postingan itu adalah tentang Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun..

“Rae, diamlah..” Aku hanya berkata dengan lirih. Tidak, bukan inginku namun rasanya aku seperti tidak mempunyai tenaga bahkan hanya sekedar untuk bersuara.

“Kau ini bodoh atau apa hah? Untuk apa melakukan hal yang jelas-jelas akan menyakiti dirimu sendiri? Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Shin Min Gi!”

“Kau hanya tidak mengerti karena kau tidak merasakanya Rae..” Aku memandang Rae dengan seulas senyum tipis dan Rae Kyo hanya memandangku jengah sekaligus prihatin. Yah, aku ini memang sangat meprihatinkan sepertinya.

“Apakah ada manfaatnya untukmu melihat semua ini Shin Gi-ya? Kau hanya menyakiti dirimu sendiri. Dengarkan aku, masa lalunya adalah miliknya dan masa lalumu adalah milikmu namun berpikirlah bahwa masa depan adalah milik kalian berdua.” Aku sangat mengerti semua kata-kata yang diucapkan Rae Kyo. Namun aku tidak dapat menerima, lebih tepatnya hatiku selalu memberontak hebat saat aku berusaha untuk meyakinkan diriku bahwa yeoja itu hanya sebatas masa lalu untuk Kyuhyun.

“Aku hanya tidak yakin pada diriku sendiri bahwa aku bisa lebih baik dari Park Rin Rin, Rae-ya..” Aku hanya menunduk, bagaimana bisa gadis bodoh sepertiku bisa menjadi kekasih seorang Kyuhyun. Bodoh? Ya tentu saja, bahkan untuk sekedar mengendalikan hatikupun aku tidak sanggup. Bukankah itu sangat bodoh?

“Cukup jadi dirimu sendiri Shin Gi-ya. Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa mendapatkan cinta yang tulus. Kau dan dia adalah sosok yang berbeda, kau tidak perlu berusaha menjadi sepertinya Shin Gi-ya. Kau mengerti maksudku bukan?” Rae Kyo memelukku, dia sangat tau bahwa saat ini aku butuh seseorang untuk menopangku. Aku sungguh takut, takut dengan kenyataan bahwa Kyuhyun tidak mencintaiku dengan tulus dan aku hanya menjadi bayangan masa lalunya, Park Rin Rin..

**************

Ketakutanku, berbuah kenyataan..

 

 

“Cukup! Ada denganmu Shin Gi-ya?” Kyuhyun memandangku dengan amarah yang meluap-luap yang terpancar dikedua matanya. Aku sedikit bergetar melihat tatapan matanya namun tak jua urung niatku untuk melakukan apa yang sudah kupikirkan berhari-hari.

“Kurasa semua ucapanku sudah cukup jelas bukan? Kembalilah Kyu, dia lebih membutuhkanmu..” Aku menatap dalam bola mata Kyuhyun, meyakinkan dirinya dan tentu saja diriku sendiri untuk melakukan hal gila ini.

“Kau gila! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, tidak akan!” Kyuhyun beranjak dari sofa putih yang berada di apartementku ini dan tentu saja aku tidak akan membiarkannya pergi, tidak untuk sekarang.

“Kyuhyun-ah..” Aku menarik pergelangan tangannya, membuatnya berbalik menghadapku dan siapa saja tolong tampar aku. Kyuhyun, dia menangis?

“Kyu, waeyo? Apakah permintaanku terlalu sulit untukmu? Ada apa denganmu?” Aku.. mengapa rasanya sakit sekali melihatnya seperti ini? Tidak, inipun demi kebaikannya tentu saja. Aku tidak bisa mundur, tidak bisa.

“Kau, pabo yeoja! Apa kau tidak waras? Kau kemanakan otakmu Shin Gi-ya? Kau, waeyo? Apa terlalu sulit untukmu percaya padaku huh?” Kyuhyun mencengkram kuat bahuku. Aku hanya bisa menunduk, berusaha untuk tidak terlihat rapuh.

“Aku selalu berusaha untuk percaya padamu Kyu, aku.. Aku selalu melihat cinta itu, tapi sayangnya itu bukan kau tunjukan untukku. Aku benar bukan?” Aku menatap nanar Kyuhyun yang semakin deras mengeluarkan butiran air mata dari kedua bola mata indahnya itu, hatiku sakit namun entahlah rasanya seribu kali lebih sakit melihat Kyuhyun menangis dan aku sangat tau alasannya menangis. Itu yang semakin membuatku bagai tertimpa ribuan bongkahan batu raksasa..

“Air matamu.. Air matamu itu untuk apa Kyuhyun-ah? Untuk rasa cintamu terhadapku atau.. hanya perasaan bersalahmu?” Aku menunduk dalam, tidak ingin melihat kedalam matanya. Aku tidak ingin melihat kebenaran yang sesungguhnya yang terpancar dari mata Kyuhyun, sekalipun aku tau jawaban dari pertanyaan bodoh yang kubuat itu namun tetap saja aku tidak ingin melihat langsung dari kedua bola mata Kyuhyun.

“Shin Gi-ya…”

“Aku mencintaimu Kyu.. Aku tidak memiliki sedikitpun keraguan untuk mencintaimu. Aku hanya ragu pada diriku sendiri. Apa bisa aku dicintai olehmu? Apa bisa aku menjadi seseorang yg lebih baik daripada masa lalumu, dan tentu saja apa bisa kau melihatku? Melihatku hanya sebagai Shin Min Gi bukan sebagai bayangan Park Rin Rin?” Aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis histeris, kalian mungkin beranggapan ini berlebihan, namun yg terjadi ini memang hampir membuatku kehilangan akal sehatku, aku terlalu mencintai namja ini dan sayangnya cintaku sedikitpun tidak menyentuhnya.

“Shin Gi-ya, aku…”

“Kyu, kita memang hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu. Tapi aku rasa, masa depanmu ini tidak akan datang untukmu lebih tepatnya tidak bisa datang kepadamu karna kau tidak menginginkannya. Sekalipun kau berusaha untuk menatap masa depanmu tapi hatimu selalu membuatmu menatap masa lalumu. Maka sekarang, masa depanmu akan secara perlahan menghilang dari jangkauanmu.. Sekarang hanya ada kau dan masa lalumu. Jadikan ia masa depanmu Kyu.. Aku hanya meminta hal ini, tidak sulit bukan? Tidak akan sesulit saat kau berusaha untuk mencintaiku Kyu..”

“Wae? Kenapa kau tidak mencoba untuk mempertahankanku Shin Gi-ya?”

“Lalu satu tahun ini apa Kyu? Satu tahun ini adalah bukti bagaimana aku mencoba untuk bertahan, untuk memperjuangkan cintaku. Lalu aku harus bagaimana lagi bila ternyata aku bukan alasanmu untuk bahagia? Aku bukan alasanmu untuk tetap tersenyum? Aku bukan menjadi satu satunya hal yang kau inginkan.. Apa aku harus berdiam diri melihat ini? Melihat kita bertiga sama sama terluka?” Aku terduduk lemas dilantai berlapis karpet merah marun kesukaanku. Rasanya terlalu buruk, lebih buruk daripada apa yg aku bayangkan ternyata.

“Shin Gi, mian.. Mianhaeyo..” Kyuhyun memelukku dengan erat. Diiringi tangisan dariku dan juga Kyuhyun, suasana ini benar-benar sangat buruk..

“Pergilah Kyu, sekarang adalah bagianmu untuk memperjuangkan cintamu. Park Rin Rin masih sangat mencintaimu. Maafkanlah semua kesalahannya, aku yakin satu tahun ini sudah sangat cukup untuknya menyadari bahwa kau terlampau berarti Kyu.”

“Shin Gi-ya, aku mohon.. Bila suatu saat nanti aku menyesal, bahkan sekalipun nanti aku berlutut untuk memintamu jangan pernah biarkan hatimu kembali melihatku.. Jangan pernah.. Jangan mencintai orang sepertiku lagi jebal..” Kyuhyun masih memelukku dengan erat seakan ini adalah pelukan terakhir yang diberikannya untukku. Yah, kenyataanya memang ini adalah pelukan terakhir untukku..

“Pergilah Kyu..” Aku melepaskan pelukan Kyuhyun, menyentuh wajahnya untuk terakhir kalinya.

“Dan ini untuk yang terakhir kalinya Kyu.. Saranghae..”

**************

Siapa yang ingin kisah cintanya berakhir menyedihkan? Semua orang pasti ingin kisah yang berakhir dengan bahagia..

 

Ini memang bukan kisah yang berakhir dengan bahagia namun aku bahagia sungguh, aku bahagia bisa mencintai seorang kyuhyun dengan caraku sendiri.

 

Kalian pasti mengatakan bahwa aku munafik? Yah, nyatanya memang aku munafik, tapi aku bisa apa? Bisa apa saat dia tidak bahagia saat bersamaku? Saat ternyata bukan aku yang dia inginkan untuk berada disisinya? Apa kalian tau rasanya? Aku menyerah.. Bukan tanpa alasan. Alasanku menyerah adalah dia, kebahagiaanya, dan cintaku yang terlampau besar untuknya.. Aku tidak mengatakan bahwa aku baik baik saja, nyatanya aku jauh dari kata baik baik saja. Aku, sebagai seorang manusia tugasku saat ini hanya berusaha untuk survive dan kembali untuk bahagia..

 

Setiap akhir adalah awal dari suatu hal lain..

 

Ini hanya masalah waktu, sampai nanti saatnya hatiku siap untuk menerima cinta lain, aku akan berusaha untuk tetap bahagia dengan cara yang berbeda..

 

Tuhan tidak akan membiarkanku terus terpuruk, aku yakin itu..

 

*******FIN*******

Ff ini didedikasikan untuk semua orang yang mungkin sedang, masih, dan berfikir akan terus merasakan sakitnya mencintai seseorang tanpa balasan alias bertepuk sebelah tangan hehe heeeemmm bukan bermaksud menggurui hanya memberi saran kkkk just positive thinking selalu berbaik sangka pada semua yang terjadi pada kita ya gak hanya dalam masalah cinta sih tapi dalam semua hal. Lihat semua dari sisi lain, selalu berpikir bahwa semua pasti akan ada hikmahnya 🙂 ganbatte, hwaiting, semangat!!! Semuanya akan indah pada waktunya ko.
 
Oke readers semoga ff author yang yaaaah bisa dibilang paspasan ini bisa menghibur dan syukursyukur kalian bisa mengambil makna yang tersiratnya #tttttsssaaaaaah oke abaikan haha gomawo untuk yang sudah membaca ingat SAY NO TO BASH AND SAY NO TO PLAGIATOR
 

Thankyu very kamsha 🙂

1 Comment (+add yours?)

  1. Elsa
    Jun 28, 2017 @ 07:23:55

    Ngerasa ketampar sendiri bacanya :’) Tulisannya rapi, feelnya dalem pun, enak dibacanya. Terus berkarya ya, salam kenal :))

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: