One Name One Month

One Name, One Month

Author : Putri Nuzulia @Putrinuz

Rating : PG-16

Length : Oneshoot | Genre :  Romance, Fantasy and Tragedy | Cast : – Cho Kyuhyun – Lee Yoonji – Lee Donghae

***

-YOONJI’S POV-

“ AAAKKHHH!!!!” nafasku tercekat melihat tanganku yang entah mengapa sangat aku benci.

“Andai tanganku ini bisa ku potong mungkin sudah ku potong sejak dulu!” teriakku frustasi.

Tetapi mengingat aku adalah seorang designer, tak mungkin aku akan memotongnya.

“Apa yang baru saja kau katakan Yoonji-ah?! Kau ingin memotong tanganmu?! Wae? ” ucap Kyuhyun yang tiba-tiba masuk ke ruanganku dengan mata yang menurutku ingin keluar dari tempatnya itu.

“Haaaaah namja itu! Kenapa tiba-tiba dia disini? Apa teriakanku terlalu kencang?” pikirku.

“ Yaaaak! Lee Yoonji!!! Kenapa kau diam saja? Ada apa dengan tanganmu?!”

“ A-ani, tanganku hanya sedikit keram kyu” kilahku. Buru-buru aku memasang lagi sarung tangan sebelah kanan ku ini yang sempat aku lepas tadi.

“ Dasar yeoja pabbo… Kau tahu? Gedung kantor ini bisa rubuh dengan teriakanmu itu.”

“Mi-mianhae kyuhyun-ah. Aku tidak tahu teriakanku sekencang itu”

“Tapi benar tanganmu tak apa-apa?” Aku bisa lihat wajah kyuhyun nampak mencemaskan tangan sialan ini. Sedari tadi dia tidak pernah melepaskan perhatiannya ke tangan yang tertutupi sarung brokat krem bermotif bunga ini.

“Ne! Aku tidak apa-apa Tuan Cho!  Jadi, bisakah kau keluar? Aku masih harus melanjutkan gambar rancangan ini ”

“ Aishhhh kau ini! Tidak lihat kah kau, seluruh karyawan melihat kesini? Aku ini atasanmu Yoonji-ssi kau tidak pantas mengusir atasanmu yang tampan serta bertubuh tinggi ini! Seharusnya kau bersyukur aku datang kesini!”

“Ck, namja ini…mengapa tingkat kepercayaan dirinya tinggi sekali. Sungguh aku hanya ingin dia cepat keluar dari ruanganku.” Batinku

“A,Geuraeyo? Gomawo tuan cho yang tampan. Puas?” ucapku sambil mendorong tubuhnya keluar

“ Aishhh kau ini! Aku bisa jalan sendiri Nji-ah jangan mendorongku yeoja pabbo”

“Keluar kau.. Ppalli-” perintahku.

CHU~

Kyuhyun mengecup bibirku singkat sebelum dia benar-benar keluar dari ruanganku dan berlalu begitu saja.

“Aishhh namja ini benar-benar! Apa dia tak sadar ini di kantor? Aigoo, lama-lama aku bisa gila.” Gumamku.

“ Segera aku kembali ke kursiku. Aku menarik nafas panjang serta memejamkan mataku dan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda gara-gara namjachinguku itu.”

-AUTHOR’S POV-

Tessss…

Setitik air jatuh dari pelupuk mata Yoonji.

Apa yang dilihatnya kini begitu memilukan hatinya. Yah, sebelumnya dia sudah merasakan sakit yang teramat perih sebelum guratan-guratan itu muncul dan menunjukkan nama seseorang dibawah telapak tangan kanannya itu.

“ANDWAEEE!!!”

Yoonji tidak mampu menahan air matanya lagi. Badannya bergetar cukup kuat.

“Maldo Andwae! Hikss…” Air mata Yoonji semakin deras mengaliri pipinya.

“ Yak! Lagi-lagi kau Yoonji-ah. Aish kurasa gedung ini benar-benar akan rubuh akibat teriakanmu itu. Eoh? Gwaenchana chagi? Mengapa kau menangis?” Kyuhyun mendekati Yoonji. Membelai pipi putih mulus itu.

“ Chagi gwaenchana? Apa tanganmu masih sakit?”

Karena tak kunjung mendapati jawaban, Kyuhyun menarik tangan Yoonji. Dan seketika itupun Yoonji sadar dari lamunannya dan langsung menarik tangannya.

“ Na-nan gwaenchana. Sepertinya aku harus pulang,Kyu. Aku sedikit tidak enak badan. Biar aku melanjutkan rancangan ini dirumah saja.”

“A,arraseo. Kajja biar aku antar. Wajahmu sangat pucat.” Kyuhyun merangkul pundak yeojachingunya. Membantu ia berdiri. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.

“ Ani, aku bisa pulang sendiri, Kyu. Lagipula sebentar lagi kau kan ada rapat dengan Anggota Dewan dan Presdir.” Ujarku tersenyum.

“Kau serius chagi? Ah, biar sekretaris Shin yang mengantarmu.” Kyuhyunpun mengeluarkan telefon genggamnya untuk menghubungi sekretaris Shin.

“ Sekretaris Shin, tolong siapkan mobil untuk mengantarkan nona Lee pulang.”

Kyuhyun terus menatap yeojanya dengan khawatir. Tak satupun pertanyaannya ditanggapi Yoonji.  Sedari tadi Yoonji hanya menundukkan kepalanya. Entah mengapa lidahnya terlalu kelu untuk berbicara bahkan untuk sekedar menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Tak lama kemudian sekretaris Shin datang.

“ Mari nona Lee, mobilnya sudah siap.” Ujar sekretaris Shin dengan membungkukkan badannya memberi hormat kepada sepasang kekasih itu.

“ A, ne. Chagi, jalgayo.” Ucap Kyuhyun penuh khawatir.

“Ne… ” Yoonji membungkukkan sedikit badannya dan berlalu meninggalkan Kyuhyun.

***************

—FLASHBACK—

8 Years Ago. In Lee’s House Family.

-Yoonji’s POV-

“ Aaaakhh… Appo! Aakh! Eomma …”

“ Gwaenchana chagi?”

“ Telapak tanganku perih sekali eomma” Aku meringis kesakitan. Sungguh ini sangat perih. Air mataku tak henti-hentinya menetes.

“ Chagi…tanganmu …”

“ Lee Yong Gun? ” Ucapku bersamaan dengan eomma.

“ Eomma… Apa maksutnya ini? Kenapa nama appa bisa ada di telapak tanganku?! Guratan-guratan ini perih sekali eomma..hikss”

“ Omo, tahan chagiya. Apa kita ke dokter saja?” Tanya eomma tak kalah panik dariku.

“ Andwae eomma, tidak mungkin ada penyakit yang seperti ini “ isak ku.

“ Arraseo chagi … sudah jangan dipikirkan. Ada eomma disini. Eotte?” sekuat tenaga eomma menenangkanku sembari mengusap punggungku.

Kejadian malam itu hanya aku dan eomma saja yang mengetahuinya. Aku tidak memperbolehkan orang lain mengetahui hal aneh ini.

Selama hampir satu bulan ini nama appa terus tercetak jelas di telapak tanganku. Dan, selama hampir satu bulan juga aku merasakan perih seperti luka bakar.

Hingga akhirnya tepat 1 bulan nama appa benar-benar hilang dari telapak tanganku. Bukan rasa senang yang ku dapat. Tetapi, rasa sedih yang luar biasa ku terima. Appa meninggal terkena serangan jantung. Dan, tepat saat itu pula tulisan ini menghilang.

“ Apa maksutnya semua ini? Apa munculnya tulisan di telapak tanganku ini menandakan bahwa nama yang tertera akan meninggal? Ah, andwae!!!”

—FLASHBACK END—

 

***************

 -AUTHOR’S POV-

 

Sepulang dari kantor tadi Yoonji terduduk lemas di sofa ruang tengah apartementnya. Bahkan untuk sekedar mengganti pakaiannya ia enggan. Ia masih tak percaya dengan nama yang ada dibawah telapak tangannya. Yang ia lakukan hanya menatap nanar telapak tangannya.

Cklek…

Seorang namja berperawakan tampan dan bertubuh tinggi datang menghampiri yeojanya dari belakang.

“ Chagi-chagiya…” panggil Kyuhyun.

“ Chagiya gwaenchana ? “ Tanya Kyuhyun sambil merangkul pundak yeojanya dari belakang dan meletakkan wajahnya di bahu Yoonji.

“ Yaaak!” Pletakkk…

“A-appo!…aish,jinja. Kenapa kau memukulku?” Tanya Kyuhyun kesal.

“ Habisnya kau mengagetkanku dan masuk ke apartementku sembarangan.” Balas Yoonji tanpa menatap lawan bicaranya.

“ Salah sendiri kau tidak menguncinya. Untung saja aku yang masuk. Coba kalau si monyet yadong itu yang masuk, mungkin kau sudah …” Yoonji segera menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya.

“ Jangan dilanjutkan. Aku sedang tidak dalam mood yang bagus untuk bercanda Kyuhyun-ah.”

“ Aaakh…” desis Yoonji sedikit tertahan ketika merasakan perih akibat gesekan tangannya yang sedang menutup mulut Kyuhyun.

Kyuhyunpun segera beranjak dan memposisikan badannya dihadapan Yoonji.

“ Tanganmu masih sa … Yak, Yoonji-ah mengapa kau masih mengenakan pakaian kantor?! Aigoo, jangan-jangan kau belum makan daritadi?” Tanya Kyuhyun yang tak percaya dengan apa yang ia lihat didepannya sekarang.

“ Ne …” Yoonji hanya menganggukan kepalanya lemah.

“ Ck, ya sudah. Kau tunggu disini. Aku keluar sebentar membeli makanan. Eotte? Oh ya satu lagi. Kunci pintunya selagi aku keluar.”

Yoonji menghela nafas ketika Kyuhyun melangkah pergi dan mengunci pintu apartementnya dan bergegas menuju kamar mandi.

-KYUHYUN’S POV-

Aku pun pergi menuju kedai makanan di depan apartementnya. Dan, setelah 15 menit aku kembali dengan membawa 2 bungkus jjangmyeon dan satu pack besar susu strawberry kesukaannya. Diperjalanan kembali ke apartementnya tak henti-hentinya aku berfikir                          “ Sebenarnya ada apa dengannya? Apa yang sebenarnya terjadi dengan tangannya? Ck, selama 5 tahun aku mengenalnya tentu saja 2 tahun aku menjadi sunbaenya dan 3 tahun menjadi namjachingunya tak pernah sedikitpun ia beritahu soal tangannya. Pernah beberapa kali aku bertanya masalah tangannya. Tetapi, ia selalu menjawab “ Kau tak perlu tahu” dengan wajah yang begitu dingin.” Aish, lama-lama aku bisa gila kalau memikirkannya.

A,ne dia juga tak pernah mengeluh masalah tangannya yang sakit semenjak 4 tahun yang lalu.

***************

—FLASHBACK—

4 Years Ago. At Park of KyungHee University

-Kyuhyun’s POV-

“ Awwh..a-appo..” desis Yoonji memegang tangannya.

“ Kau kenapa Yoonji-ah? Kenapa tanganmu?” Aku menatap tangan Yoonji yang tertutupi oleh sarung tangan cantik itu.

“ A-ani, tidak apa-apa,Kyu. Hanya sudah satu bulan ini tanganku sering kram kecil”

“ Geurae? Benar kau tidak apa-apa?” tanyaku ragu.

“ Tentu saja aku baik-baik saja. Kau tidak lihat?” ucap Yoonji langsung berdiri dan memutarkan badannya sembari menyunggingkan senyum yang sangat aku sukai itu.

“ Hahahaha arra arra…dasar kau” tawaku sambil mengacak pelan puncak rambutnya.

“ Hahaha” tawanya riang.

“ ………… I’ll keep on feeling every time, kokoro niwa kimi ga iru, baby don’t cry it’s alright now~” dering telfon snow white- super junior Yoonji terpakasa menghentikan suara tawa kami.

“ Yeoboseyo.. ada apa oppa?”

“ Mw-mwo?!” teriak Yoonji histeris.

“ A-arra, aku akan kerumah sakit sekarang oppa.”

“ Ada apa Yoonji-ah? Siapa yang masuk rumah sakit?” tanyaku.

“ Eomma…eo-eomma kecelakaan,Kyu.” Ucap Yoonji gemetar diselingi isak tangis.

“ M-mwo? ahjumma kecelakaan? Eoh, kajja Nji-ah kita kerumah sakit.” Ajakku terkejut setelah mendengar berita tersebut.

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara kami. Hanya suara isakan tangis Yoonji yang mewarnai keheningan didalam mobil ini.

Tiba-tiba…

“ANDWAEEE!!!…”

Cittttt….

Aku meng-rem mobil secara mendadak. Teriakan Yoonji sungguh mengagetkanku.

“ Yoonji-ah gwaenchana? Kau mengagetkanku Nji-ah ..”

“Mi-mianhae…ppali- Kyu. Firasatku tak enak. Hikss..” isak Yoonji.

“Arra.. arra” ucapku sambil menggenggam  tangannya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.

At Asan Medical Center

“ Oppaaa…” teriak Yoonji menghampiri Donghae hyung.

“Yoonji-ah…” ucap Donghae kemudian memeluk dongsaengnya.

“ Apa yang terjadi pada eomma, oppa?” Tanya Yoonji diselingi isakan yang begitu memilukan.

“ E-eomma… tergelincir jatuh dari lantai 2 Nji-ah. Entah mengapa satu bulan ini perasaanku tak enak dan hari ini aku memutuskan pulang untuk melihat kau dan eomma. Tak kusangka setelah ku tiba dirumah Kang ahjumma terlihat sedang menangis memanggil-manggil nama eomma. Ternyata eomma jatuh dari tangga.” Jelas Donghae hyung dengan mengepal kuat tangannya.

Donghae hyung terlihat jelas sedang menahan airmatanya di depan Yoonji. Ia pasti ingin terlihat kuat didepan dongsaengnya. Aku yang melihatnya hanya bisa diam menahan sedih.

*****

Pintu ruang ICU pun terbuka. Dokter yang menangani eomma Yoonji keluar dengan muka pucat dan terlihat sedih. Mwo? Jangan-jangan….

“ Bagaimana keadaan eomma saya, Dok?” Tanya Donghae hyung gelisah.

“ Maafkan kami. Kami sudah berusaha semampunya. Ibu anda … sudah tidak dapat tertolong.” Ujar sang dokter pelan.

“ Eomma!!!!” teriak Yoonji histeris.

—FLASHBACK END—

 

***************

-KYUHYUN’S POV-

 

Tok … tok… tok…

“ Hey, Yoonji-ah. Kenapa kau lama sekali membuka pintunya? Aku bisa mati kedinginan diluar sini.” Aku terus menggosokkan tanganku.

Cklek… “ mianhae, Kyu. Aku baru selesai mandi.” Ujarnya.

“ Ck, ya sudah. Kajja kita makan sebelum jjangmyeon ini dingin.”

Aku menatap Yoonji yang sama sekali tidak bersemangat menyantap jjangmyeon itu. Berbeda sekali denganku yang melahap jjangmyeon ini dengan lahap.

“ Chagi…” panggilku memecah kesunyian.

“ Aish, mengapa daritadi kau hanya melamun chagi?” tanyaku sembari menatap matanya yang sendu.

“ Oppa…” ucap Yoonji dengan menatap balik kedalam manik mataku.

Yak, ige mworago? Kenapa jantungku bekerja 10x lebih cepat saat ini? Dan…mengapa tatapannya itu membuatku sangat gugup.

“ Oppaaa…” godanya.

“ Wa-waeyo? Me-mengapa k-kau memanggilku seperti itu? Selama kita kenal dan sampai aku menjadi namjachingumu tak pernah sekalipun k-kau memanggilku seperti itu?” sungguh jantungku rasanya seperti ingin keluar dari tempatnya. Omo, ada apa dengan dirimu Cho Kyuhyun!

“ Hahahaha tak perlu gugup begitu, Oppa. Hahahaha.” Tawanya.

“ Yak! Aigoo, mukamu merah hahahaha…”

Pletakkk!!!!

Aku memukul kepalanya menggunakan sumpit.

“ Appo… Kyuhyun-ah!” Yoonji mengusap keningnya yang kupukul dengan sumpit.

“ Siapa suruh kau menertawaiku,eoh?” umpatku kesal.

“ Mianhae. Tapi… kau suka kan kupanggil Oppa? Hmmmm?” Yoonji mengerlingkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arahku. Semakin dekat, dekat, dan ….

“ Aigoo, mukamu kali ini benar-benar seperti kepiting rebus, Oppa. hahahaha” Ledeknya melihatku yang mungkin sudah seperti patung yang merah merona (?)

Akhirnya Yoonji-ku kembali. Sudah hampir seharian ini aku tidak mendengar tawanya yang renyah itu. Aku senang sekaligus lega. Setidaknya dia sudah kembali menjadi Yoonji yang ku kenal. A, ne lebih baik aku mengerjainya. Berani-beraninya dia menertawakan Cho Kyuhyun.

“ Kauuuu! Aish, aku pulang dulu. Dikulkas ada susu strawberry kesukaanmu. Jangan lupa kau minum.” Geramku pura-pura bergegas untuk pulang.

“ Oppa, kau marah? Mian, aku hanya bercanda, Oppa.” Ucapnya mengeluarkan aegyonya.

“ Ani, ini sudah larut malam. Aku harus pulang, kau butuh istirahat. Aku pulang dulu. Semoga tidurmu nyenyak. A, ne satu lagi. Aegyomu sangat menjijikkan.” Ucapku menahan tawa saat melihat wajahnya berubah kesal karena ucapan terakhirku itu. Hahaha rasakan kau Lee Yoonji.

“ Oppa….” Yoonji menahan lenganku saat ku beranjak untuk pergi.

“ Waeyo?”

“ Gomawo sudah menemaniku” Yoonji memeluk tubuhku erat. Ada apa dengannya? Tak biasanya dia seperti ini, batinku.

Aku membalas pelukannya tak kalah erat.

“ masuklah chagi. Kau harus cepat tidur” perintahku.

“ Annyeonghi gyeseyo” salamku sebelum pulang.

“ jalgayo, Oppa” ucapnya tersenyum.

-YOONJI’S POV-

Aku menghempaskan kasar tubuhku keatas kasur. Air mataku kembali jatuh. Sudah 5 tahun Donghae Oppa mengurus perusahaan appa di Tokyo. Aku hampir tak pernah bertemu lagi dengannya. Terakhir kali ku bertemu dengannya adalah pada saat eomma masuk rumah sakit. Seminggu kemudian oppa kembali ke Tokyo karena pekerjaannya sudah menunggunya. Oppa menitipkanku ke Kyuhyun sebelum ia kembali ke Tokyo. Kyuhyun merupakan hoobaenya saat SMA dulu. Ia sudah menganggap Kyuhyun seperti dongsaengnya sendiri. Oleh karena itu, ia sangat mempercayai Kyuhyun untuk menjagaku.

Dan sekarang, di kota Seoul ini aku hanya memiliki Cho Kyuhyun seorang. Namja yang teramat sangat ku cintai. Cinta pertamaku dan pastinya akan menjadi cinta terakhirku. Aku tersenyum miris mengingat kembali tulisan di tangan yang sangat aku benci ini. Sudah dua orang yang kusayangi dan cintai pergi meninggalkanku. Setelah kematian appa dan eomma baru kuketahui bahwa, tulisan ditanganku ini menandakan bahwa umur mereka tinggal sebulan lagi. Dan bagaimana sekarang? Apa yang harus kulakukan?

29 Days After The Appearance Of Name in Yoonji’s Hand

-KYUHYUN’S POV-

 

Akhir-akhir ini Yoonji bersikap sangat aneh kepadaku. Ia berubah 180 derajat. Sekarang ia sangat sopan, lembut, dan perhatian kepadaku. Tak seperti dulu yang bertindak sesuka hatinya. Contohnya, tadi pagi…

*****

“ Apa ini?” sebuah kotak biru sapphire berukuran besar terpampang diatas meja kerjaku. Diatasnya terdapat sebuah kartu ucapan kecil yang berwarna serupa.

To: Kyuhyun Oppa ♥

Annyeonghaseyo, Oppa. Tebak aku menghadiahkan apa untukmu? Kau pasti sangat terkejut!     A,ne tahan nafasmu sebelum membukanya atau kau akan jatuh pingsan kekeke^^. Semoga kau menyukainya, oppa. ^^

Your Love,

Lee Yoonji ♥

Yeojaku ini… aishh semakin hari aku semakin mencintainya saja.

Segera ku buka kotak biru sapphire itu dan….

“ Igeo mwoya? Aigoo! I-ini.. ini kan … Wooooahh!!! Ini PS4 limited edition version terbaru. Wooooah.. dan apa ini? Ia memberikanku 10 kaset gamenya? Woooaaah daebak!!!” ucapku takjub tak percaya dengan apa yang kulihat sekarang.

“Ckckck, kau berlebihan sekali, oppa.” Cibir Yoonji yang baru saja masuk kedalam ruanganku dan tersenyum geli melihat reaksiku.

“ Wooah, kau daebak Chagiya. Bagaimana kau bisa mendapatkannya? Aku saja yang maniak dengan barang-barang seperti ini tidak bisa mendapatkannya karena di Seoul benda ini sangat langka. Apa kau mengitari kota Seoul seharian hanya untuk mendapatkan ini demi membuatku terpukau seperti sekarang? Kau sukses besar chagi. Bahkan, aku hampir tak bisa bicara. Woooah, saranghae chagiya~” aku segera berlari ke arahnya dan melompat-lompat kegirangan.

“ Yak, kau berlebihan sekali, Tuan Cho. Untuk apa aku seharian mengitari kota ini hanya untuk mendapatkan barang seperti itu? Ckckck, kau ini sangat ketinggalan jaman sekali.  Aku mendapatkannya dari Donghae oppa. Di Tokyo, PS4 sangat mudah didapatkan. Aku meminta Donghae oppa untuk mengirimkan itu dari seminggu yang lalu. Baru kemarin paket ini datang dan pagi ini aku memberikannya untukmu.” Sindir Yoonji mengucilkanku.

“ M-mwo? Kau mendapatkannya semudah itu? Ck, mengapa tak pernah terpikirkan olehku untuk bertanya ke Donghae hyung? Tapi, tetap saja aku sangat senang hahahaha” tak henti-hentinya aku memberikan smirk andalanku ke Yoonji.

“ Syukurlah kalau kau senang, oppa.” Balasnya dengan senyum yang selalu aku cintai itu.

“ Setidaknya itu adalah barang terakhir yang bisa kuberikan untukmu.” Gumamnya yang hampir tidak terdengar itu tetapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas.

“ Ne?” tanyaku.

“ Aniyo, oppa.” Kilahnya sambil tersenyum.

*****

Aku masih memikirkan ucapannya itu. Mengapa ia menjadi sangat berubah dan berusaha untuk selalu membuatku senang seakan-akan ia akan berpisah denganku saja. Baru saja aku memikirkannya, handphoneku bergetar menandakan ada pesan yang masuk.

From: Lee Yoonji ♥

Oppa, besok kita ke Lotte World, eotteokhae? Kau harus ijin untuk tidak masuk kantor besok. Sekali-kali kita harus membolos bersama ^^. Jemput aku jam 9. Arraseo?

To: Lee Yoonji ♥

Ck, dasar kau yeoja pemaksa. Arra, anggap saja ini hadiah terakhirku untukmu karena kau sudah memberiku hadiah. Ne, aku akan menjemputmu tepat waktu. ♥

30 Days After The Appearance Of Name in Yoonji’s Hand

-YOONJI’S POV-

“ Aku siap! Lee Yoonji ajja ajja hwaiting!” ucapku menyemangati diri sendiri.

Aku keluar dari apartementku menggunakan thermofix sweatshirt orange, celana hotpants dark blue dan  studded clutch bag. Rambut coklatku ku ikat keatas membentuk cepolan indah yang menyisakan sedikit anak rambut disetiap sisinya. Poniku, kubiarkan berjejer rapi menutupi keningku. Dan wajahku, hanya kuberi sedikit polesan yang mempercantik kulit putihku. Aku menuju basement dimana Kyuhyun menjemputku disana.

“ Tok..tok..tok” aku mengetuk pelan kaca mobilnya.

“ kau sudah siap? Kau… terlihat sedikit…berbeda chagi. Tak biasanya kau mengikat rambutmu seperti itu…” ujar Kyuhyun terlihat terpukau dengan penampilanku.

“ wae?” tanyaku.

“ Ani, hanya saja kau terlihat lebih cantik.” Ujar Kyuhyun sembari membukakan pintu mobil untukku.

Aku yang mendengarnya tersipu malu. Mungkin mukaku sudah memerah. Omo, bagaimana ini?

“ Aigoo, mukamu merah chagiya hahahaha” ledeknya.

“ Aish, awas kau. Eoh? tapi…kau juga terlihat berbeda, Oppa…”

Lihatlah namjachinguku ini. Ia mengenakan kaos v-neck putih polos yang mencetak jelas absnya dipadu dengan celana jeans hitam panjang dan kacamata hitam yang bertengger indah diwajahnya.

“ Oppa…kau sangat tampan hari ini.” Ucapku takjub.

“ Aku sudah tampan dari dulu. Kajja, cepat kau masuk.”

“ Yak, Oppa mengapa wajahmu merah? Hahahaha” tawaku menggodanya.

Akupun hanya tertawa melihat tingkah kikuknya. Ia pun segera menutup pintu mobil penumpang setelah aku benar-benar duduk. Ia berjalan  ke arah berlawanan dan duduk di kursi pengemudi. Hahahaha sungguh lucu melihat mukanya yang merah seperti kepiting rebus itu.

*****

In Lotte World

“ Kajja, oppa. Aku tak sabar menaiki itu” aku menunjuk kearah wahana roller coaster.

“ Ne..ne..pelan-pelan chagiya nanti kau bisa jatuh”

“ Aish, oppa…pppali~”

Semua wahana sudah kunikmati semua. Aku duduk manis di kursi taman menunggu Kyuhyun yang sedang membeli ice cream.

“ Ini..” Kyuhyun menyodorkan 2 cup ice cream kearahku.

“ Gomawo, oppa” balasku menarik penuh kedua sudut bibirku.

“ Oppa, hari ini aku sangat senang.” Ucapku penuh semangat tanpa menatap Kyuhyun. Seketika aku lupa bahwa hari ini adalah hari terakhirku dapat melihatnya.

“ Nado, chagiya.” Jawabnya mengusap lembut kepalaku.

“ Oppa…” tatapku.

“ Waeyo chagi? Mengapa akhir-akhir ini kau sangat manja sekali? Apa kau takut aku akan meninggalkanmu? Hahaha tenang saja chagi. Apapun yang terjadi kau akan selalu ada disini…” Kyuhyun menunjuk-nunjuk tepat di hatinya.

Sungguh, aku tak sanggup lagi mendengar semua kata-katanya yang 100% tepat. Aku, sungguh sangat-sangat takut berpisah denganmu oppa. Takut tak dapat melihatmu lagi. Takut tak dapat menggenggam tanganmu lagi. Takut tak dapat melihat senyummu lagi. Takut tak dapat merasakan hangatnya pelukanmu lagi. Aku sangat takut, oppa. Apa yang harus kulakukan ketika kau taka da disisiku lagi? A-aku sangat mencintaimu Cho Kyuhyun.

“ Chagi, uljima. Mi-mian, aku tak bermaksut membuatmu menangis.”

“ Chagi, mengapa kau diam saja daritadi?”

“ Chagi…”

CHU~

Aku langsung menempatkan pelan bibirku dibibirnya. Aku bisa merasakan tubuh Kyuhyun yang tegang. Aku mengecup lembut dan melumat ringan bibir tebalnya. Tak lama kemudian, ia pun membalas ciumanku penuh kasih sayang.

“ Saranghae oppa” aku memeluk tubuhnya erat. Kuhirup dalam-dalam aroma tubuhnya.

“ Nado saranghae chagi”

***************

ONE DAY LATER

-AUTHOR’S POV-

 

“ Mungkin kau masih tak percaya dan bingung dengan apa yang terjadi. Tetapi, aku sudah mengetahui dari satu bulan yang lalu bahwa semua ini pasti akan terjadi. Tangan yang selalu aku tutupi akan menunjukkan guratan yang berakhir pada sebuah nama. Nama seseorang yang hanya mempunyai waktu satu bulan sebelum ajal menjemputnya. Dan, nama itu akan hilang ketika orang tersebut sudah tiada. Aku terus membayangkan wajahmu dan tak henti-hentinya menangis ketika menulis ini. Jika nanti tulisan ditanganku hilang dan begitu juga dengan diriku. Kau tahu? Aku akan tetap selalu mencintaimu dimanapun aku berada. Aku akan selalu ada dihatimu. Oppa…saranghae.

Your Love,

Lee Yoonji”

Bahu namja itu bergetar cukup kuat ketika membaca sebuah kertas di depan sebuah nisan.

Air yang menelusuri pipinya terus mengalir tak henti-hentinya. Separuh jiwanya telah pergi. Menyisakan sedikit oksigen untuk paru-parunya.

Sulit…ini sangat sulit Yoonji-ah. Aku sulit bernafas. Kau adalah oksigenku.

“ Kuatlah , Kyu. Relakan ia. Ia sudah tenang disana bersama eomma dan appa.”

“ Aku sangat mencintainya hyung.” Ucap Kyuhyun bergetar.

“ Begitupun dongsaengku, Kyu. Kau adalah satu-satunya namja yang pernah ia ceritakan kepadaku. Aku masih ingat betapa wajahnya begitu ceria ketika menceritakan dirimu.” Donghae tak kuasa menahan airmatanya lagi. Air itu seakan turun bebas dari kedua pelupuk matanya.

IN MEMORIAM

LEE YOONJI

1990-2013

 

Prolog:  Yoonji bersenandung riang saat keluar dari kedai di depan apartementnya untuk membeli bubur. Tanpa ia sadari sebuah mobil van melaju kencang ke arahnya.

Brakkkk!

Yoonji terpental cukup jauh dan kepalanya membentur trotoar. Disaat-saat terakhirnya ia tersenyum getir menatap tulisan “ Lee Yoonji” di telapak tangannya. “ Kyuhyun-ah saranghae” gumamnya sangat pelan sebelum menutup mata. Dan, tepat saat itu pula tulisan ditangannya menghilang.

 -THE END-

 

 

Author Note : Hallo, ini ff pertamaku. Mian kalo pengejaannya masih kurang tepat. Happy reading ^^

1 Comment (+add yours?)

  1. SG~
    Aug 07, 2017 @ 21:13:02

    Ide ceritanya kereen ih.. Sempet terkecoh kirain nama kyu yg tertulis eh ternyata dirinya sendiri.. Kereen kereen 😍😍

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: