Check Your TV!

hb

CHECK YOUR TV!

Cho Kyuhyun & Jo Yeosin

Angst

OneShot

By Yen Yen Mariti

***

 

Seluruh penonton memberi tepuk tangan meriah yang dapat memenuhi seluruh ruangan studio saat Donghae menyelesaikan perbincangannya dengan sang MC. Kini MC Kang menggeser sedikit posisi duduknya sehingga ia dapat menghadap sang Magnae Super Junior-Cho Kyuhyun-.

“Nah…sekarang kita beralih kepada sang Magnae Super Junior…. Cho Kyuhyun !!” seru MC Kang.

Studio kembali dpenuhi suara tepuk tangan para penonton. Bahkan ada beberapa penonton yang meneriakkan nama Kyuhyun sambil mengangkat tinggi-tinggi poster yang berisi foto Kyuhyun dan bertuliskan ‘Kyu Oppa saranghae’.

“Hemmm…” Kang mendehem kecil sebelum memulai sesi percakapannya dengan Kyuhyun.

“Jadi, Kyuhyun-sii. Bagaimana kehidupanmu setelah bergabung bersama Super Junior?”

Kyuhyun berpikir sesaat,”Sulit untuk dijelaskan. Yang pasti, hidupku dipenuhi warna.”

“Bisakah kau ceritakan sedikit apa alasanmu bergabung bersama Super Junior?”

“Dari kecil aku memang suka bernyanyi dan bermain alat musik. Tapi aku tidak pernah berniat untuk menjadi seorang penyanyi.”

“Wah… benarkah. Lalu apa yang membuatmu sampai ke jalan ini?” tanya Kang dengan nada antusiasnya.

“Ini karena sahabatku. Ia sangat suka menonton acara musik. Ia pernah bilang padaku kalau aku bisa menjadi penyanyi terkenal. Suatu hari ia pindah entah ke mana aku juga tidak tahu. Aku mencarinya ke mana-mana, tapi tidak menemukannya. Aku mengingat kebiasaannya yang sangat suka menonton acara musik. Jadi aku berpikir, jika aku menjadi seorang penyanyi maka ia akan melihatku di TV dan menemuiku. Jadi kami bisa bertemu kembali,” Kyuhyun tertunduk sedikit. Ia tersenyum miris saat mengungkap sebuah fakta pada semua orang.

“Benar-benar unik,” puji Kang. “Aku dengar saat pertama bergabung bersama Super Junior kau mengalami masa-masa yang sulit. Apakah sahabatmu yang membuatmu mampu bertahan?” tanya Kang lagi.

“Saat pertama menempuh dunia entertain, aku rasanya terjun ke dalam dunia yang begitu sulit. Aku bagaikan orang asing di mata semua orang. Banyak orang yang menantang dan menolak kehadiranku. Banyak orang yang tidak menyukaiku. Aku ingin lari, ingin berhenti saja. Namun niat itu kandas ketika aku mengingat sahabatku. Dia harus melihatku, dan aku juga harus menemukannya. Dia alasan utamaku menempuh hidup seperti ini.”

“Apakah kau sudah bertemu sahabatmu itu?”

Satu pertanyaan kembali terlontar dari sang pembawa acara. Kyuhyun kembali tersenyum miris.

“Belum. Tidak pernah sekalipun,” jawabnya dengan suara tegar yang dibuat-buat.

“Benarkah? Sulit dipercaya. Bukankah sekarang kau sudah mendunia, Cho Kyuhyun-ssi.”

“Mungkin ia belum menonton TV,” celetuk Kyuhyun yang disusul dengan tawa menggelegar dari para penonton, begitu juga dengan MC dan para bintang tamu lainnya.

“Yaaa… kurasa kau benar. Mungkin sahabatmu itu belum menonton TV, sampai-sampai ia tidak tahu kau sudah menjadi penyanyi terkenal,” kata MC Kang sedikit tertawa. “Apakah kau punya sesuatu yang ingin disampaikan pada sahabatmu itu? Mungkin saja ia sedang melihatmu di layar TVnya sekarang.”

Kyuhyun menelan liurnya,”Annyeong. Apa kabarmu? Ke mana saja kau selama ini? Di mana kau tinggal sekarang dan apa yang kau lakukan? Kenapa kita tidak pernah bertemu sekalipun padahal aku sudah melakukan Tour ke manapun. Apa kau masih mengingatku ? aku sahabatmu. Aku merindukanmu. Aku masih berharap agar bisa bertemu denganmu. Dan…. mmm… kuucapkan terimakasih, karena kau aku bisa sesukses ini. Jo Yeosin.”

Kyuhyun mengakhiri kalimatnya yang tulus. Semua orang yang ada di studio bertepuk tangan. Para penonton kembali meneriakkan nama Kyuhyunn berkali-kali.

Oppaaaa uljima….!!!” teriak salah seorang ELF yang patut dipuji karena kejelian matanya. Ia mampu melihat mata Kyuhyun yang berkaca saat itu.

“Apa yang kau ceritakan tadi benar?” tanya Donghae pada Kyuhyun.

Lift terbuka, kedua sahabat itupun masuk.

“Kau pikir aku seorang pembual, Hyung?”

Donghae tertawa kecil sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal,”Mian…” katanya sambil menyengir. “Tapi, apa benar belum pernah sekalipun bertemu dengannya? Memangnya ke mana dia pergi ?”

“IKAN BABO! Jika aku tahu ke mana dia pergi sudah pasti aku menyusul sejak dulu !!” jawab Kyuhyun dengan nada mengejeknya.

“Ah benar juga ya,” gumam Donghae.

TING !! pintu lift terbuka. Kedua sahabat itu berjalan menuju dorm mereka.

“Ngomong-ngomong siapa tadi namanya?” tanya Donghae saat mereka tiba di depan pintu dorm.

“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun dengan wajah curiga.

“YA! Kenapa menatap aku seperti itu? Aku kan hanya ingin tahu. Dia wanita atau pria…”

“Oohh… Jo Yeosin. Dia wanita,” jawab Kyuhyun pelan sambil membuka pintu dorm dan melepas sepatunya.

“Sahabat? Kurasa itu pacarnya?” Donghae berkata pelan pada dirinya sendiri, namun tentu saja Kyuhyun mendengar. Tapi kali ini ia sedang malas untuk bercakap-cakap lagi.

“Kalian sudah pulang? Bagaimana acaranya tadi?” tanya Leeteuk yang sedang berkumpul dengan member lain di ruang tengah sambil menonton TV.

“Seperti biasa, lancar.” Jawab Kyuhyun, lalu berjalan lurus ke arah kamarnya.

Member yang lain saling melempar tatapan bertanya. Ada apa dengan si evil itu ? biasanya ia akan menjahili salah satu hyungnya dulu sebelum masuk ke kamarnya.

Leeteuk memandang Sungmin, namun orang yang dimintai jawaban hanya mengedikkan bahu.  Lalu sang Leader menatap Donghae yang mungkin tahu apa alasannya, namun ikan itu malah meloncat ke pelukan monyetnya.

Kyuhyun merebahkan setengah tubuhnya di atas kasur, sedangkan kakinya masih berada di lantai. Matanya menatap kosong langit-langit kamar yang berwarna putih polos.

Malam ini rasanya ia kembali merasakan rindu yang amat sangat yang sudah lama tidak dirasakannya. Rasa rindu yang tak pernah terbalas.

Jo Yeosin, gadis itu….

“Jangan diterima, Yeosin-a. Tae Hwang itu tidak cocok untukmu. Untuk apa kau punya pacar seperti dia. Apa bagusnya dia..” gerutu Kyuhyun pada gadis yang berbaring di sampingnya yang juga mengenakan seragam sekolah yang sama dengannya.

“Tae Hwang Oppa punya suara yang merdu, aku menyukainya,” jawab gadis itu sambil tersenyum menatap langit sore hari yang masih tetap biru, tangannya ia kibas-kibaskan di atas rumput.

“Mwo??? Kau gila ! aku juga punya suara merdu. Malah lebih merdu aku daripada dia.”

“Jangan menyombongkan diri di hadapanku !”

“Ck..ck… Jo Yeosin. Kau ini bodoh sekali. Kenapa kau bisa menyukai pria seperti dia. Dia itu bodoh dan juga playboy. Lebih baik kau bersamaku saja,” Kyuhyun duduk di atas rumput sambil memandangi gadis yang masih berbaring di atas rumput hijau.

“Shiroe!!”

“Aku pintar,tampan,suaraku merdu..lalu apalagi yang kurang. Aku ini sangat sempurna, bukan ??” tanya Kyuhyun dengan bangga. Gadis itu hanya mencibir.

“Sudah sore, aku harus pulang,” Yeosin berdiri. Ia membersihkan seragamnya yang ditempeli rumput.

“Kenapa kau buru-buru?” Kyuhyun juga ikut berdiri.

“Aku mau nonton MuBank. Hari ini boyband kesayanganku perform.” Jawab gadis itu sambil menenteng tasnya.

“Ciihh… dia hobi sekali menonton tv. Apa tidak capek?”

“DIAM!”

Kyuhyun segera membungkam mulutnya. Lalu berjalan beriringan dengan Yeosin menuruni bukit belakang sekolah.

“Ahh… gomawo Oppa, aku masuk dulu. Sampai bertemu besok.” Yeosin dan Kyuhyun tiba didepan rumah keluarga Jo.

“Eo.. sampai bertemu. Ingat pesanku Yeosin-a, jangan kau terima Tae Hwang, arrasseo??!” Kyuhyun masih saja mendesak.

Gadis itu memasang wajah jengkel, lalu berbalik dan meraih kenop pintu.

“Aaa… Kyuhyun Oppa.!!” Ia kembali membalikkan tubuhnya.

“Wae?”

“Kurasa kau cocok menjadi seorang penyanyi,” kata gadis itu. Ia mengajukan jempolnya.

“Oh ya??” tanya Kyuhyun tanpa ekspresi.

Yeosin tersenyum, lalu membuka kenop pintunya dan berlari masuk. Dari luar ia dapat mendengar teriakan gadis itu “Eonnie, menyingkirlah. Aku ingin melihat perform boyband kesayanganku!!”

Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala mendengar teriakan gadis itu.

Iapun pulang ke rumahnya yang hanya berjarak enam meter dari rumah Yeosin.

 

Kyuhyun meremas seprai kasurnya. Matanya masih menatap kosong langit-langit kamarnya.

Ia menyesal.

Menyesal karena tadi kembali membuka cerita masa lalunya. Yang pasti akan kembali membuat hatinya merindu dan sakit.

Gadis itu… kenapa susah sekali diilupakan ??

“Jo Yeosin babo. Kenapa aku harus mengingatmu lagi?” gumamnya pelan, tangannya makin kuat meremas seperei kasurnya. Melampiaskan kegundahan hatinya di sana.

Malam ini ia kembali mengingat segala tentang gadis itu. Wajahnya…senyumnya..tawanya…suaranya…caranya berbicara… Kyuhyun masih hapal betul segala tentang gadis itu.

Kyuhyun masih menatap kosong pada langit-langit kamarnya. Deru nafasnya berubah. Ia meletakkan tangannya di atas dada. Detak jantungnya kini menjadi abnormal.

Rasa rindu yang telah lama terkubur kini kembali membuncah. Rindu ini….rasanya sangat sakit…

“Jo Yeosin, kehilanganmu sangat menyakitkan”.

Hari ini adalah hari pertama ujian nasional. Kyuhyun baru saja selesai berpamitan pada keluarganya yang tidak henti-hentinya menyemangatinya. Dengan langkah percaya diri, Kyuhyun berrjalan ke luar rumah.

“YA!” teriak seseorang dari belakang.

“Yeosin,” gumam Kyuhyun saat membalik tubuhnya.

”Yeosin-a,” panggilnya pada gadis itu, Kyuhyun melempar senyum tulusnya.

Yeosin bergerak lebih dekat ke arah Kyuhyun. nafasnya masih memburu akibat ia berlari tadi demi mengejar Kyuhyun.

“Wae gurae?” tanya Kyuhyun yang merasa agak aneh melihat tingkah gadis itu.

“Igo…” Yeosin menyodorkan sesuatu.

“Ige mwoya?” tanya Kyuhyun sambil menerima pemberian Yeosin, lalu membukanya.

“Yeo…” Kyuhyun terperangah saat membuka tas tangan pemberian Yeosin.

“Untukmu Oppa. Hari ini kau ujian kan? Aku tidak tahu bagaimana caranya memberi semangat untukmu. Tapi kuharap itu bisa membuatmu tambah bersemangat.”

Kyuhyun mengembangkan senyumnya,”Gomawo Yeosin-a. Setelah menghabiskan bekal buatanmu ini aku pasti akan tambah genius.”

“Haha!!” Yeosin tertawa, seperti agak dipaksakan. “Geurae. Pergilah Oppa, kau bisa terlambat nanti.” Yeosin menepuk pelan jas sekolah Kyuhyun.

“Ne, aku pergi. Doakan Oppa Yeo-a.”

“Ne…”

Kyuhyun membalik badan. Melangkahkan kakinya menjauh dari gadis itu. Tapi beberapa detik kemudian, ia berrhenti dan membalik badannya, berlari ke arah gadis yang masih mematung menatapnya.

“Oppa, wae gurae…?” tanya Yeosin.

Kyuhyun, dengan kecepatan kilat ia mendaratkan bibirnya di pipi kanan Yeosin. Mata gadis itu membulat tak percaya. Baru saja ia ingin protes atas perlakuuan Kyuhyun tadi, tapi laki-laki itu sudah mengacak rambutnya yang malah membuatnya kehilangan akal.

“Aku pergi,” kata Kyuhyun lalu berlari meninggalkannya begitu saja dengan sejuta tanya yang menyerang hatinya.

 

Kyuhyun ke sekolah dengan perasaan bahagia. Senyumnya tak henti-hentinya mengembang. Apalagi saat diliriknya kotak bekal pemberian gadis tadi.

‘Jo Yeosin, sepulang ujian nanti aku berjanji akan mengungkapkan perasaanku padamu’, batin Kyuhyun sambil menatap langit pagi yang berwarna biru indah.

 

Kyuhyun memejamkan matanya, rasanya sakit karena terlalu lama tidak berkedip. Ia melempar keluar nafasnya dengan kasar.

Hari itu adalah hari terakhirnya melihat wajah gadis itu. Sepulang ujian ia berlari ke rumah Yeosin, namun kosong. Kyuhyun mengira Yeosin pergi berlibur untuk beberapa hari namun sampai hari kelulusanpun ia belum juga melihat sosok gadis itu.

Perasaan marah,kecewa,putus asa menampar keras hatinya. Hingga ia mengambil jalan yang tak terduga sama sekali-menjadi seorang penyanyi-. Berharap Yeosin akan menemuinya suatu hari nanti.

Menunggu,berharap,beranggan. Hingga enam  tahun lamanya. Kosong! Jangankan bertemu kembali, mendengar kabarnya saja tidak pernah.

Perasaan itu belum sempat tersampaikan. Masih tertanam di lubuk hatinya yang terkadang menimbulkan perih yang amat sangat.

“Kyu…kau menangis?”

Kyu segera membuka mata. disadarinya ada air yang mengaliri ekor matanya, dengan cepat ia menyekanya.

“Kau punya masalah?” tanya Sungmin lagi. Ia duduk di samping Kyuhyun.

Ani, Hyung,” jawab Kyuhyun. ia menarik tubuhnya ke atas tempat tidur lalu menutupinya dengan selimut.

Kyuhyun memejamkan mata. dan ia dapat melihat wajah gadis itu dalam kegelapan.

“Annyeong, namaku Jo Yeosin. Aku baru pindah ke sini kemarin sore. Namamu Cho Kyuhyun kan ? senang berkenalan denganmu, Oppa. Aku juga akan bersekolah di SMA yang denganmu, aku akan menjadi Hoobaemu,” gadis asing itu  mengulurkan tanggannya pada Kyuhyun.

Ia tersenyum. Sangat cantik. Membuat Kyuhyun terpana dan melamun sesaat.

“Oppa..” panggil gadis itu lagi.

Kyuhyun ggelagapan. Ia membuang muka. Wajahnya terasa panas. Kyuhyun menatap Yeosin dengan tatapan sok cool. Ia mengacuhkan gadis itu, dan meninggalkannya pergi.

 

“YA! BABO ! kenapa kau mencueki tetangga baru?” gerutu Ahra saat Kyuhyun sampai di rumah dan menyandarkan tubuhnya di balik pintu, menahan deruan nafasnya.

“Kau kenapa?” tanya Ahra saat menyadari adiknya kini bernafas tidak normal.

“Gila!” Kyuhyun berkata pada dirinya sendiri.

“Mwo?” pekik Ahra.

Kyuhyun meletakkan tangan di depan dada, merasakan detak jantungnya yang semakin mengencang saat mengingat suara dan senyum tetangga barunya, “Kurasa aku menyukainya,” gumamnya pelan.

“MWO???!!”  Ahra membuka mulutnya lebar. Tidak percaya.

Kyuhyun berlalu di hadapan Ahra, menaiki susunan tangga menuju kamarnya sambil terus mengembangkan senyum dan menggelengkan kepala berkali-kali.

Aku masih menunggu, berharap… lihatlah aku dan temuilah aku, Jo Yeosin.

THE END

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. ay
    Mar 02, 2018 @ 20:35:27

    Semoga segera bertemu :”)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: