[Sequel Check Your TV!] I’ve Checked My TV!

daf

[Sequel Check Your TV!] I’ve Checked My TV!

Super Junior/Ocs  ;  Kyuhyun/Girl

Angst

Oneshot

By Yen Yen Mariti

***

Kyuhyun menggunakan waktu kosongnya untuk ke perpustakaan kampus. Memilih bangku paling pojok, dekat jendela dan jauh dari keramaian. Dia menikmati kesunyiaan yang diciptakan perpustakaan. Tenang dan terasa begitu damai.

“Kau mirip seseorang yang kukenal,” suara pelan seperti bisikan itu mengusik ketenangan yang baru saja didapat Kyuhyun, dengan malas dia menengok gadis yang tahu-tahu kini sudah duduk di depan mejanya.

“Kau lagi, ck ck,” Kyuhyun menggelengkan kepala tak ambil peduli kemudian melanjutkan acara membacanya yang menyenangkan. Gadis itu sudah dia lihat sejak hampir seminggu yang lalu. Gadis dengan wajah cantik namun agak sedikit gila—menurut Kyuhyun—selalu menemukan dimanapun Kyuhyun berada, dan kebiasaannya adalah selalu berkata ‘Kau mirip seseorang yang kukenal.’

“Aku tidak bercanda, sungguh ! kau benar-benar mirip dengan….” Gadis itu menggigiti bibir bawahnya dan memutar bola mata secara bersamaan. Mencoba mengingat sesuatu.

BLAM ~! Kyuhyun menutup bukunya dengan perasaan kesal, “Ya, aku mirip seseorang yang kau kenal. Aku Kyuhyun magnae Super Junior yang selalu kau lihat di layar kacamu ataupun di toko ramen depan kampus ini. Kau memang mengenalku,” Kyuhyun menatapnya dengan kesal kemudian menghembuskan nafas gusar lalu meraih tas punggungnya dan melangkah pergi meninggalkan gadis yang menurutnya gila itu.

Gadis itu mengekori langkah Kyuhyun, dan Kyuhyun tidak peduli lagi. Dia terlampau kesal dan kali ini dia membiarkan gadis itu melakukan apapun yang disukainya. Dia tidak peduli lagi !

“Tunggu…tunggu !!” gadis itu tampak kewalahan mengejar langkah Kyuhyun yang begitu lebar dan cepat.

“Hyung kenapa kau lama sekali, aku dikejar orang gila. Cepat sedikit !” Kyuhyun merutuki Donghae lewat ponselnya.

“Kenapa kau…lari…hsss…” gadis itu hampir terjatuh di hadapan Kyuhyun, nafasnya tak beraturan dan keringat membanjiri wajahnya.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Kyuhyun ketus dan sangat dingin.

“Aku…aku hanya ingin memastikan bahwa kau adalah seseorang yang kukenal,” gadis itu memegangi dadanya, berusaha mengatur nafas.

“Baiklah, buka google lalu ketik nama Cho Kyuhyun di sana maka kau akan menemukan apapun yang kau inginkan, mengerti ?! Kyuhyun tersenyum remeh saat matanya menangkap mobil Donghae yang meluncur di hadapannya. “Oh ya, kau ini sasaeng fans yang sangat frontal. Aku kagum,” Kyuhyun menyunggingkan senyum meremehkan sekali lagi padanya sebelum membuka pintu mobil dan memberi jarak pada gadis itu.

“Tapi aku….” Gadis itu mendesah putus asa ketika menyadari dia terlalu lambat berbicara. Kyuhyun sudah pergi terlebih dahulu.

“Siapa dia, kekasihmu?” tanya Donghae sambil melirik Kyuhyun yang mulai sibuk dengan PSP-nya.

“Orang gila,” jawabnya cuek tanpa melirik sama-sekali.

“Hah? Tapi dia cantik,” Donghae mengernyitkan dahi—heran

“Kau terpesona, suka padanya ? akan kukatakan padanya jika aku bertemu dengannya lain kali.”

Kyuhyun menggerutu kesal, dia meninggalkan ponselnya. Dan sekarang gerimis, kampus sudah sepi. Seharusnya dia sudah berada di dorm jika saja dia punya ponsel untuk menelepon hyungnya.

“Kau suka menyendiri ya?” suara itu lagi, Kyuhyun mendecak kesal. Dilihatnya gadis itu datang mendekat dan berdiri di sampingnya serta menatap kosong lantai ruangan.

“Kau bagai hantu, bisa mengikutiku kemanapun aku pergi,” Kyuhyun tertawa samar sambil memerhatikan lantai ruangan juga.

“Hanya kebetulan, lagipula aku juga mahasiswi di sini,” gadis itu kemudian tertawa. “Siapa sebenarnya kau, kenapa aku begitu merasa mengenalmu?” gadis itu menoleh kesamping, menatap batang hidung Kyuhyun yang tinggi. Laki-laki itu tertawa tanpa suara.

“Benar-benar tidak mengenalku? Kau bodoh atau apa. Ahh jangan-jangan kau tidak punya TV di rumah, dasar tolol,” Kyuhyun berkata seenaknya dan gadis itu hanya mengedikkan bahunya.

“Entahlah,” desahnya lemah dan kembali menatap lantai ruangan.

“Kau terlalu banyak berpura-pura. Kau cantik, untuk apa kau melakukan ini? apa ini yang selalu sasaeng fans lakukan agar bisa dekat dengan idolanya, berpura-pura tidak mengenalku. Konyol sekali,” Kyuhyun berkata dengan nada sindirannya yang khas. Gadis itu mengernyitkan dahi.

“Benarkah aku cantik?” tanyanya dengan tatapan kosong.

“Kau harus berkaca, lihat wajahmu. Kau bisa menemukan laki-laki yang sempurna dengan wajah cantik ini, bahkan hyung-ku ada yang terpesona padamu.”

“Aku…tidak pernah berkaca. Aku tidak suka cermin,” ujar gadis itu dengan suara pelan dan mendadak serak.

“Kau benar-benar aneh,” Kyuhyun memandang gadis itu dengan perasaan takut. Gadis itu terlalu aneh baginya. Dia bergerak meraih tasnya dan melangkah menjauh.

Kyuhyun berdiri di halte bis yang sepi. Gerimis telah berganti menjadi hujan, dan Kyuhyun sangat benci hujan. Tubuhnya mudah terserang flu, dan lagipula hujan bisa membuat setiap orang mengingat banyak kenangan pahit. Seperti dia kali ini. Mengingat seseorang yang begitu lama tidak dia temui. Seberkas memori terlintas di kepalanya, membuat hatinya hampir lebur.

“Kau suka hujan ? orang yang kukenal tidak suka hujan,” suara itu lagi. Kyuhyun tidak berniat sedikitpun untuk menoleh wajah gadis itu. “Dia mudah sakit, jadi jika hari hujan dia lebih memilih berdiam diri di bawah selimut tebalnya. Berbanding terbalik denganku yang lebih memilih berlari keluar rumah dan menari bersama hujan.”

Kyuhyun tersenyum kecil, “Orang itu mirip aku,” ucapnya tanpa sadar, dan gadis di sampingnya sedikit tidak percaya. “Bisakah kau jujur padaku?” Kyuhyun menghadap gadis itu.

“Apa?”

“Apa sebenarnya tujuanmu? Siapa kau, nona ?” tatapan mata Kyuhyun yang tajam seakan menghentikan kesadaran gadis itu, tapi dia cepat-cepat membawa kembali kesadarannya yang hampir melayang.

“Sudah kukatakan, kau mirip seseorang yang kukenal,” gadis itu tidak berani menatap balik mata Kyuhyun.

“Sungguh konyol. Kau teguh sekali nona. Sekarang terserah apapun yang kau katakan aku tidak peduli tapi kumohon bisakah berhenti mengikutiku, aku bosan melihat wajahmu setiap hari. Dan ah..satu lagi, aku tidak tertarik dengan gadis manapun termasuk kau, selamat tinggal,” Kyuhyun melangkah pergi menyeberang jalan begitu saja.

Gadis itu mengernyit tak percaya, dia cepat-cepat melangkahkan kaki berniat mengejar Kyuhyun, “Hey…kau…tunggu !!” teriaknya tanpa melihat kesekitar dan berjalan dengan tergopoh-gopoh.

‘CIIIIIIIIIIT’

Suara decitan mobil yang memecah ganasnya hujan menghentikan langkah Kyuhyun. Laki-laki itu berbalik, dia berharap apa yang ada di benaknya tidak benar-benar terjadi. Tapi semua memang benar. Benar-benar terjadi. Gadis cantik tapi gila itu tergeletak di tengah jalan dengan darah yang menyatu dengan genangan air hujan.

 

“Oppa suka hujan tidak?” Yeosin melirik Kyuhyun yang sibuk dengan PSP-nya.

 

“Tidak.”

 

“Kenapa? Hujan itu indah, aku suka hujan,” rengek Yeosin dengan suara cemprengnya.

 

“Lalu aku juga harus menyukai hujan karena kau menyukai hujan, begitu?” Kyuhyun mem-pause-kan game-nya demi menatap wajah Yeosin. Gadis itu mengerucutkan bibir.

 

“Tidak juga,” jarinya memilin-milik ujung rok sekolahnya. Kyuhyun diam-diam tertawa melihat wajah cemberutnya.

 

“Hujan itu tidak menyenangkan Yeo. Kau bisa sakit jika tubuhmu diguyur hujan,” Kyuhyun meletakkan tangannya di pundak Yeosin. “Aku tidak suka hujan karena daya tahan tubuhku sangat lemah, aku mudah sakit.”

 

“Begitu ya?” tanya Yeosin dengan wajah polosnya. Kyuhyun menganggukkan kepala. “Kalau begitu jika hujan Oppa harus menenggelamkan diri di bawah selimut tebal yang hangat agar tidak sakit.”

 

“Begitukah?”

 

“Iya, Ibuku bilang begitu.”

 

“Aku mengerti.”

 

 

“Yeosin…………” Kyuhyun menyerukan nama itu berkali-kali. Dia membuka mata dan menyadari bahwa tadi hanyalah masa lalu yang dihadirkan lewat mimpinya. Kyuhyun menengok keluar jendela, hujan turun deras dan bulu romanya merinding terkena tamparan angin yang becampur hujan.

Kyuhyun mengedarkan pandangan dan bodohnya dia baru sadar bahwa ini adalah rumah sakit. Di tengah ruangan, seorang gadis yang sama-sekali tidak dia ketahui identitasnya kini tengah terbaring lemah. Dokter bilang keadaannya sangat parah, dia kehabisan banyak darah. Kyuhyun mendesah putus asa dan berjalan menuju ranjang si gadis.

Kyuhyun memerhatikan wajah gadis itu dengan seksama, “Siapa sebenarnya kau?” tanyanya pelan. “Apa aku benar-benar mirip seseorang itu?” Kyuhyun memerhatikan wajah gadis dengan mata terpejam itu dengan lebih seksama. Mendadak wajah Yeosin muncul dibenaknya. ‘Jika saja kau adalah dia. Aku tidak akan keberatan walau kau mengikutiku 24jam sekalipun.’ Kyuhyun terjatuh di lantai rumah sakit yang dingin, dia mengerang frustasi.

Sudah hampir seminggu Kyuhyun bolak-balik ke rumah sakit demi melihat keadaan gadis gila itu. Keadaannya masih sama, dia tidak membuka mata sedikitpun. Kyuhyun tertidur di sofa samping kaca besar yang bening. Di luar hujan, dia dapat melihat tetesan air yang mengaliri kaca setelah dia terbangun. Dan pikirannya kembali tertuju akan satu orang, yaitu Yeosin. Semakin hari rasanya rindu di dalam hatinya seakan menyiksa. Memintanya untuk segera menemukan obat yang dapat menghilangkan luka tanpa bekas. Tapi obatnya hanya satu, yaitu Yeosin. Di mana kau yeosin ? kembalilah.

“Kyu…kyuhyun….”

Kyuhyun terlonjak saat mendengar suara lemah gadis itu, dia melihat gadis itu membuka matanya. Dan dengan segera dia menghampiri ranjang gadis itu.

“Kau sadar?” tanyanya tak percaya. Gadis itu menganggukkan kepalanya pelan. “Katakan sesuatu padaku, apa ada yang sakit ?” gadis itu menggeleng. “Lalu ? katakan apa saja,” Kyuhyun memohon.

“Aku mengingatnya…” ucap gadis itu lemah, Kyuhyun tampak tak mengerti. “Kau Cho Kyuhyun….” Gadis itu menahan nafas. “Kau adalah orang yang kucari selama ini,” Kyuhyun memicingkan mata. “Aku….juga merindukanmu,” gadis itu menatap mata Kyuhyun sangat dalam—untuk pertama kalinya setelah pertemuan beberapa minggu yang lalu.

“Apa maksudmu? Jangan bicara yang tidak masuk akal!”

“Maafkan aku.”

“Apa?”

“Aku pergi tanpa memberitahumu, maaf…” mata gadis itu berkaca-kaca menatap Kyuhyun. “Aku hanya tidak ingin mengganggu ujianmu, maaf.”

Kyuhyun tercengang, “Siapa sebenarnya kau?”

Gadis itu tersenyum kecil, “Yeosin. Jo yeosin.”

“BOHONG!” Kyuhyun menatap tajam gadis itu, rahangnya mengeras.

“Aku sahabatmu….” Gadis itu meneriakan tatapan memohon pada Kyuhyun.

“Dasar gila ! apa kau pikir aku akan percaya saat aku bilang kau adalah Yeosin. Kau berbeda, jelas-jelas kalian berbeda. Aku bahkan tidak mengenali wajahmu !” Kyuhyun mengerang marah, gadis itu mengeluarkan air mata.

“Sudah kuduga kau akan mengatakannya. Aku dan dia adalah satu,” gadis itu membiarkan buliran-buliran air matanya mengalir deras. “Meski aku mengubah wajahku, aku tetap Jo Yeosin. Sahabatmu yang selalu merindukanmu.”

“Kau…..apa maksudmu sebenarnya ?”

“Aku mengalami kecelakaan enam tahun yang lalu, wajahku rusak dan dokter memintaku untuk mengoperasi wajahku dan aku melakukannya.”

“Bohong ! jika benar kau Yeosin bagaimana bisa saat pertama bertemuu kau malah tidak mengenalku?!”

“Aku mengalami amnesia akibat kecelakaan itu,” mata gadis itu menerawang langit-langit ruangan. Mencoba mengingat beberapa penggal kejadian yang dia ingat. Tentangnya, dan kecelakaan itu.

“Bukti apa yang dapat kau berikan padaku untuk menjelaskan bahwa kau adalah Yeosin?” tanya Kyuhyun sombong dan tajam. Gadis itu masih membiarkan air matanya mengalir.

“Aku Jo Yeosin, nama Ibuku Kang Hanmi, nama Ayahku Jo Yeosob dan nama kakak perempuanku adalah Jo Yeowon. Aku punya kucing namanya Po, aku lahir di Jinan, pernah tinggal di Amerika dan pindah ke Seoul saat umur 16 tahun. Saat itulah aku mengenalmu. Rumah kita bersebelahan. Kau sombong, kau bahkan menolak menjabat tanganku saat pertama kali kita bertemu…..” gadis itu menggigit bibir bawahnya, menahan suara isakannya yang hampir keluar.

“Oppa suka jjajangmyun, selalu bermain game dan benci hujan. Kau bilang hujan hanya akan membuatmu sakit. Jadi jika hujan datang kau hanya akan tinggal di dalam selimut tebalmu. Kau melakukan itu karena saranku ‘kan?” gadis itu mencoba melihat wajah Kyuhyun. Tapi laki-laki itu hanya menatap kosong lantai ruanh sakit yang dingin.

“Oppa adalah yang terbaik. Taehwang sunbae bukanlah tandingan Oppa. Oh ya…kita sering datang ke bukit belakang sekolah setiap sore dan kau akan marah saat aku memutuskan ingin cepat pulang dengan alasan MuBank akan segera dimulai.”

“Hari itu, aku berlari menemuimu. Kau tampan dengan seragam sekolahmu yang rapi. Kau siap untuk ujian, dan aku membuatkan bekal untukmu. Kotak bekal itu berawarna pink ada motif wortel di sana. Kau mencium pipiku, aku ingat itu.”

Kyuhyun merosot ke lantai, tangisnya pecah. Semua yang dikatakan gadis itu ebnar. Tidak ada satupun yang keliru. Kyuhyun menangis dengan bahunya yang bergetar. “Kemana saja….kemana saja kau selama ini, kenapa kau baru muncul sekarang !”

“Maaf, maafkan aku,” gadis itu meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat. “Aku di Amerika, sendirian di sana setelah kecelakaan terjadi. Aku tidak mengenal siapapun. Hingga hari itu aku melihatmu di televisi. Otakku seakan berkata aku menegnalmu dan harus menemuimu hingga aku memutuskan kembali ke korea.”

Kyuhyun masih menagis dan belum mau menatap wajah gadis itu.

“Aku memang lupa segalanya, tapi saat bertemu denganmu ingatanku seakan sedang mendapatkan apa yang hilang. Hingga kecelakaan di hari hujan itu terjadi. Saat kau berjalan menjauhiku, aku benar mengingatnya. Tentangmu, tentang kita berdua, Kyuhyun Oppa,” gadis itu kembali meremas tangan Kyuhyun. Dia juga tidak berhenti menangis.

“Kumohon percayalah, aku Jo Yeosin oppa. Aku sahabatmu,” gadis itu memaksa Kyuhyun agar melihatnya. Kyuhyun menatap wajahnya perlahan. Mata mereka bertemu dan Kyuhyun seakan kenal dengan mata jernih itu. Mata itu begitu dia rindukan selama bertahun-tahun ini.

“Aku….aku percaya,” ucap Kyuhyun dengan susah payah dan mencoba berrdiri. Dia memeluk gadis itu dengan erat. “Kau…kau memang Jo Yeosin, aku kenal pelukan ini. aku merindukannya,” Kyuhyun menciumi puncak kepala Yeosin. Dan gadis itu tidak mampu berkata apapun lagi. Memang tidak ada lagi yang bisa diucapkannya. Semuanya sudah berakhir. Semua telah kembali seperti semula.

“Aku mencintaimu…aku mencintaimu kumohon jangan pernah menghilang lagi, Yeosin-a.”

Hujan belum berhenti, masih turun dengan deras. Sederas tangisan bahagia mereka berdua. Tidak selamanya hujan itu memberikan rasa sakit.

Percayalah Tuhan itu adil. Sesakit apapun cobaan yang diberikan-Nya, pasti akan ada sesuatu yang indah menanti dibalik semua.

#THE END#

2 Comments (+add yours?)

  1. Jung haerin
    Aug 30, 2017 @ 01:28:33

    Sequel’y bikin merinding… Suka deh….

    Reply

  2. ay
    Mar 02, 2018 @ 20:37:42

    Akhirnyaa mereka bertemu lagi :”””””)))

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: