The Story of Young CEOs [7/?]

Ilana hawa

The Story of Young CEOs 

Chapter 7

Lauren Hanna Lunde | Cho Kyuhyun

Choi Siwon | Lee Donghae | Lee Hyukjae

~o0o~

 

 

 

Siwon tengah menikmati suasana sore di balkon villa mewahnya yang berada di French Riviera, Perancis. Angin sejuk sore membuatnya nyaman berada disitu. Tak lupa secangkir teh dan cookies yang diantarkan pelayannya beberapa menit yang lalu. Walau hanya duduk dengan menyilangkan kedua kaki dan satu buku di pangkuannya, membuat Siwon terlihat seperti lukisan hidup. Sesekali ia menyesap tehnya dan mengambil satu cookies.

“Apa yang Oppa lakukan disini?”

Siwon menurunkan bukunya untuk melihat si pemilik suara yang langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi sebelah. Choi Jiwon. Adik perempuannya yang tengah sekolah di Perancis. Ya. Siwon berada di negara itu selain karena perjalan bisnis juga untuk menemui Jiwon.

“Menikmati sore. Wae?”

“Temani aku jalan-jalan. Heum?” Jiwon menunjukan puppy eyesnya jika ia menginginkan sesuatu.

“Apa kali ini?” Siwon menghela nafas pendek lalu menutup buku bacaanya. “Tas? Sepatu? Baju?”

“Oppa, hasrat berbelanja itu sifat yang ditakdirkan pada seorang wanita. Kau harus memakluminya. Kau harus terbiasa saat kau menikah nanti.” Jiwon mengambil satu cookies dan melahapnya dengan satu suapan.

Gadis itu tersenyum geli melihat kakak laki-lakinya yang jadi melamun.

“Kenapa? Kau memikirkan perjodohan yang lagi dan lagi di lakukan Ibu?”

Siwon melirik Jiwon sebentar kemudian melemparkan pandangannya ke depan. Ia membenarkan ucapan adik perempuannya itu. Dia lelah dengan semua perjodohan yang ibunya selalu lakukan. Sampai kapan pun usaha itu tidak akan berhasil. Pasalnya, perasaannya sudah terpaut dengan orang lain. Lamunan pria itu terusik saat ponsel miliknya yang berada di atas meja bergetar.

Cho Kyuhyun Calling.

Siwon bangkit, sedikit menjauh dari Jiwon. Gadis itu akan amat sangat histeris jika tahu Kyuhyun menghubunginya. Well, Jiwon sangat menyukai Kyuhyun.

“Halo?”

“Aku menganggumu?”

“Tidak. Ada apa? Di Korea hampir tengah malam. Sesuatu terjadi?”

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin bertanya padamu, kapan kau kembali ke Korea?”

“Wae?” Siwon mengernyit heran.

“Lusa aku akan pergi ke Amerika. Jadi ku pikir kau bisa kembali ke Korea secepatnya. Menggantikanku menjaga Hanna.”

Sesuatu berdesir dalam dadanya saat nama itu di ucapkan Kyuhyun. Siwon memijit pelan keningnya menyadari urusan pekerjaannya masih banyak disini.

“Masih ada hal yang harus ku lakukan disini. Aku tidak bisa kembali secepatnya ke Korea.”

Dari ujung telepon terdengar helaan nafas Kyuhyun dan tak lama pria itu memutuskan sambungan. Siwon kembali memandang lurus ke depan. Entah kenapa pikirannya penuh tentang gadis yang kini tinggal bersama sahabatnya di Korea. Di tempat lain, Donghae keluar dari lift di ikuti Choi Minho, sekertarisnya. Pria itu mengancingkan satu kancing jas yang di pakainya ketika jam meeting hampir di mulai. Jam 8 pagi. Donghae kini tengah berada di Los Angels, di salah satu cabang perusahaan miliknya.

“Kau simpan ponselku atau perlu kau matikan saja. Seorang wanita di masa lalu membuatku terganggu” Donghae menyodorkan ponsel hitamnya pada Minho sembari melangkah menuju ruang meeting.

“Ne. Sajangnim.” Minho langsung menonaktifkan ponsel milik atasannya, memasukannya ke saku jas, lalu menyusul Donghae di belakang. Tanpa Minho tahu, Kyuhyun yang di Korea berusaha menghubungi Donghae.

Sementara itu, disalah satu Hotel mewah di China, Eunhyuk tengah tertidur lelap di samping seorang wanita yang memeluknya. Mereka hangat di bawah satu selimut yang sama. Ketenangan tidur pria itu terganggu dengan deringan ponsel miliknya di meja nakas. Bibirnya berdecak kesal mengetahui Kyuhyun yang menghubunginya.

“Korea dan China hanya berselisih waktu 1 jam. Ini sudah lewat tengah malam. Ada apa kau meneleponku?”

“Kapan kau kembali ke Korea?”

“Kenapa? Kau tiba-tiba merindukanku?” Eunhyuk memaksa bangun dan bersandar pada kepala ranjang.

Terdengar Kyuhyun mendengus kencang.

“Lebih baik kau mendorongku ke jurang di bandingkan aku harus merindukanmu. Lagi pula…”

“Oppa, ada apa kau terbangun?”

Eunhyuk tersenyum manis pada wanita di sampingnya dan meminta wanita itu untuk kembali tidur dengan gerakan bibirnya. Eunhyuk menghela nafas mendengar Kyuhyun menghentikan kalimatnya. Ia yakin pria itu mendengar suara wanita yang tengah tidur bersamanya.

“Kau melakukan perjalan bisnis sambil mengencani seorang wanita? Kau bahkan tidur dengannya.”

Pria Gummy Smile itu hanya bisa meringis. Ia yakin Kyuhyun pasti tengah menggelengan kepalanya sembari memandangnya dengan jengah.

“Sudahlah! Lupakan apa yang kau dengar tadi. Ada apa? Katakan!”

Kau bisa kembali ke Korea secepatnya? Aku akan pergi ke Amerika. Gantikan aku menjaga Hanna disini.”

“Aku belum menanyakan jadwalku pada Park Ahjussi. Jika aku bisa menjaga Hanna, bagaimana aku menjaganya? Aku harus tinggal di rumahmu atau Hanna yang tinggal di Apartemenku?”

Siwon dan Donghae tidak bisa. Kau pikir aku tidak terpaksa meminta bantuan pada pria berotak mesum sepertimu?”

Eunhyuk tertawa. “Kau bisa membawa Hanna dalam perjalana bisnismu. Lagipula, apa kau sudah mulai menyukai gadis itu? Kau terlihat sekali mengkhawatirkannya.”

Kau hanya boleh menjawab bisa atau tidak. Kau tidak perlu mengajukan pertanyaan.”

Eunhyuk kembali berbaring, membetulkan selimut mereka berdua dan memeluk wanita di sampingnya.

“Kau dan sifat bodohmu. Akan ku jawab nanti.”

CEO Kia Motors itu meletakan kembali ponselnya di meja nakas lalu memejamkan matanya sambil sesekali terkekeh. Ia menertawakan sifat Kyuhyun yang bodoh itu.

~o0o~

Kyuhyun terlihat sibuk memeriksa beberapa berkas penting di dalam mobil. Pria itu tengah dalam perjalanan menuju bandara untuk terbang ke Amerika memulai dinas bisnisnya. Dengan wajah serius dan bibirnya yang terus menggumamkan kata demi kata dalam berkas tersebut, tak membuat ketampanan Kyuhyun menghilang. Entah mengapa, pria itu justru akan jauh lebih tampan saat ia tengah serius.

Tak ayal semua itu tak bisa membuat Eunjoo yang duduk di depan mengalihkan pandangannya. Wanita cantik itu terus mencuri pandang lewat kaca spion diatas dashboard. Memperhatikan bagaimana bosnya itu terlihat sangat tampan dengan setelan jas dan rambutnya yang rapi.

“Sajangnim. Ini kontrak kerja sama dengan perusahaan Amerika. Setibanya disana, anda akan langsung meninjau ke perusahaan.” Eunjoo memutar tubuhnya kebelakang untuk memberikan sebuah file pada Kyuhyun. Posisi itu membuatnya semakin jelas menatap Kyuhyun.

“Baiklah. Ah! Bagaimana dengan nomor Tn. Lee? Kau sudah bisa menghubunginya?”

“Masih belum aktif Sajangnim.” Sahut Eunjoo.

Jawaban sekertarisnya itu membuat Kyuhyun menghela nafas. Sejak kemarin ia mencoba menghubungi nomor Eunhyuk yang tiba-tiba tidak aktif. Bahkan Kyuhyun juga meminta Eunjoo ikut menghubungi Eunhyuk selagi dirinya sangat sibuk. Pria gummy smile itu menjadi harapan Kyuhyun satu-satunya untuk bisa pulang ke Korea, karena Donghae dan Siwon tidak bisa diandalkan.

“Sebenarnya apa yang pria itu lakukan? Di China juga sudah pagi hari tapi kenapa dia tidak juga mengaktifkan ponselnya?!” Umpat Kyuhyun seraya memeriksa file yang di berikan Eunjoo perihal kontrak kerja.

Bibirnya terus berdesis kesal mengingat apa yang dilakukan Eunhyuk di China saat terakhir kali ia meneleponnya tengah malam. Kyuhyun memijit pelan keninganya dan mencoba berkonsentrasi. Masalah kontrak kerja tidak bisa ia sepelekan.

Tak butuh lama bagi Kyuhyun untuk fokus pada objek yang dibacanya. Saat ini, pria tampan itu justru tertegun melihat deretan kata ‘Amerika’. Entah mengapa itu membuat Kyuhyun semakin teringat pada Hanna. Dirinya belum mengatakan apapun soal dinas bisnisnya keluar negri. Walau sebenarnya memang tidak perlu tapi tidak mengatakan apapun pasti membuat Hanna kebingungan ketika membaca memo yang ia tinggalkan.

“Kenapa dia tidak menghubungiku? Apa gadis itu masih tidur?” Gumam Kyuhyun sambil melirik ponsel yang ia letakan di samping dengan layarnya yang tetap gelap. Tidak ada tanda-tanda seseorang menelepon atau mengirimnya pesan. Sudut hati Kyuhyun mulai gelisah, memikirkan jika Hanna sendirian di Korea dan tidak ada satupun yang di kenalinya.

~o0o~

Di rumah, Hanna menuruni tangga dengan wajah segar. Rambutnya yang masih setengah basah dan aroma sabun serta shampoo yang menguar membuatnya tampak fresh. Ya. Gadis itu baru saja selesai mandi. Sambil bersenandung kecil, Hanna melenggang ke arah dapur lalu duduk di meja makan. Memperhatikan sarapannya yang sudah tersaji namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun.

“Walau sudah terjadi sejak kemarin, tapi aku masih saja bingung melihatnya sudah tak ada di rumah pada jam segini.” Hanna mengitari matanya kesekeliling kemudian menghela nafas. “Sebenarnya Kyuhyun sedang melakukan apa? Berangkat kerja saat aku belum bangun dan saat pulang kerja pun hanya sibuk dengan ponselnya tanpa bicara apapun padaku.”

Hanna menatap ponsel pemberian Kyuhyun di atas meja. Haruskah ia menanyakannya? Walau ingin, tapi Hanna merasa ia tidak memiliki hak untuk melakukan itu.

“Kami seperti dua orang yang sedang bertengkar.” Gumam Hanna seraya mulai menyantap sarapannya dalam diam.

Suasana yang amat tenang membuat gadis itu melamun. Akan lain ceritanya jika ia sedang sarapan dengan sang ibu. Mereka akan bercerita apapun hingga ruang makan akan penuh dengan gelak tawa. Bagi Hanna bersama Kyuhyun juga menyenangkan. Walau hanya terlibat pencakapan kecil namun tidak begitu sepi seperti saat ini.

Hanna mengambil ponselnya dan membuka kontak yang hanya ada empat nomor ponsel yang sudah dimasukan Kyuhyun. Cho Kyuhyun sendiri, Choi Siwon, Lee Donghae dan juga Lee Hyukjae. Hanna sendiri tidak tahu akan menghubungi mereka atau tidak. Namun yang pasti, Hanna menghubungi nomor ponsel sang ibu. Walau tak terlalu banyak berharap nomor itu masih bisa di hubungi. Dan benar saja, yang terdengar hanya suara mesin operator.

“Bagaimana bisa pria itu menyiapkan sarapan tanpa minum. Dia mau aku mati tersedak?!” Gerutu Hanna menatap kesal sarapannya, lalu bangkit dan beranjak ke arah kulkas. Bukannya langsung mengambil minum, Hanna justru terlihat bingung. Pasalnya, ada kertas memo berwarna yang tertempel di pintu kulkas.

   ‘Hari ini aku ada perjalanan bisnis ke Amerika dan mungkin cukup lama. Berhati-hatilah saat kau dirumah atau saat kau di luar. Akan ku usahakan seseorang datang menemuimu.’

Hanna menggigit bibirnya menatap memo yang di tinggalkan Kyuhyun. Rasanya ada yang aneh dalam dirinya menyadari untuk waktu yang cukup lama tidak bisa melihat pria itu.

“Jadi ini alasan kau memberitahukan rute bus, restaurant, kedai kopi juga minimarket terdekat padaku. Kenapa kau tidak bilang jika kau akan keluar negri? Kenapa harus mendiamkanku begitu?” Hanna terus berbicara pada memo ditangannya. Ia ingat, Kyuhyun tak mengajaknya bicara sejak mereka pergi ke restaurant dekat rumah.

Hanna menempelkan kembali memo tersebut lalu mengambil satu botol air minum dan membawanya ke meja makan. Dalam diam gadis itu kembali melanjutkan sarapannya. Hanya sandwich isi tuna yang selalu Kyuhyun buatkan. Walau pria itu menawarkan makanan lainnya, tapi Hanna hanya mau sandwich isi tuna untuk sarapan. Sedetik kemudian kedua alisnya mengernyit kala ia teringat dengan kalimat terakhir di memo yang Kyuhyun tinggalkan.

“Dia akan menyuruh seseorang untuk menemuiku. Siapa yang akan datang?” Hanna bergumam pada dirinya sendiri. Mencoba menerka siapa orang yang dipinta Kyuhyun untuk menemuinya. Gadis itu terkekeh menyadari tak ada yang dikenalinya di Korea kecuali tiga sahabat Kyuhyun yang tengah berada diluar negri. Merasa tak menemukan jawaban apapun, Hanna menghabiskan sarapannya. Namun kegiatannya terusik saat bel rumah Kyuhyun berbunyi.

“Ada yang datang? Ah! Dia orang yang akan menemuiku.” Hanna bangkit dan beranjak ke arah pintu setelah sebelumnya menadaskan minum dan menghabiskan sandwich isi tuna-nya dalam satu gigitan. Gadis itu terkejut kala membuka pintu dan melihat punggung seorang pria dengan gaya business casual-nya.

“Nugu..seyo?”

Seperti slowmotion, punggung itu berbalik dengan perlahan dan sontak membuat Hanna mengerjapkan mata dengan wajah tak percaya.

“Lee Hyukjae?”

Ya. Lee Hyukjae atau Eunhyuk. Akhirnya pria itu memutuskan kembali ke Korea. Ia menangguhkan semua pekerjaannya di China pada Park Ahjussi. Lagipula dirinya tidak ingin Kyuhyun menerornya tanpa henti karena keinginan pria bermulut tajam itu tidak terkabul. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis melihat Hanna begitu tak percaya bertemu dengannya.

“Kau terkejut?”

“Tentu saja. Kau tampak berbeda dari terakhir kita bertemu saat kembali dari Swiss.” Hanna menelisik Eunhyuk dari atas hingga bawah. “Kau terlihat jauh lebih tampan.”

“Aku selalu tampan.” Eunhyuk tertawa lalu melenggang masuk ke dalam di ikuti Hanna di belakang. Gadis itu tak bisa protes melihat Eunhyuk masuk ke dalam rumah Kyuhyun dengan mudahnya.

“Kau terlihat akrab dengan rumah ini.” Hanna beranjak ke arah sofa dan menjatuhkan tubuhnya disana. Matanya mengikuti Eunhyuk yang tengah mengambil minum di kulkas.

“Kami sering mengadakan pesta disini.”

“Dengan wanita-wanita cantik?”

“Dan juga seksi. Hanya itu yang dibutuhkan pria-pria lajang saat mereka sedang berpesta.”

Hanna berdecak malas lalu sibuk mengganti channel televisi.

“Bagaimana kabarmu? Kyuhyun menjagamu dengan baik?” Eunhyuk duduk disalah satu sofa.

“Ya. Setidaknya pria itu tidak membuatku kelaparan.”

Eunhyuk tertawa kecil. Sindiran halus untuk Kyuhyun yang memiliki uang hampir tak terhitung. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan mulai menekan nomor kontak Kyuhyun. Setidaknya ia harus memberitahu pria itu jika dirinya sudah benar-benar berada di Korea. Dan ia memiliki sesuatu yang penting yang harus ia pinta pada sahabatnya itu. Hanna sendiri hanya melirik sebentar lalu kembali dengan remot ditangannya.

“Annyeong haseyo Sajangnim~” Eunhyuk tertawa kecil kala menggoda Kyuhyun yang langsung berdesis kesal di sebrang telepon.

“Kau mengaktifkan ponselmu juga?! Kau tahu berapa kali aku menghubungimu?!”

“Tidak boleh mengaktifkan ponsel di dalam pesawat. Kau mau aku mati sebelum tiba di Korea?”

   “Korea?”

“Eo. Aku di Korea sekarang. Kau puas?”

Terdengar gelak tawa dari Kyuhyun. Eunhyuk hanya bisa berdecak sebal karena ia selalu kalah dari sahabatnya yang bermulut tajam itu.

“Baguslah. Kau mengikuti apa yang ku katakan.”

“Aku meninggalkan pekerjaaku di China hanya karena permintaan bodohmu itu. Kau harus bayar mahal untuk ini.”

“Tentu. Apapun.”

“Berikan aku nomor kontak Song Eunjoo. Sekertarismu yang cantik itu.” Eunhyuk menyilangkan kakinya seraya melirik Hanna yang tengah didapur, entah melakukan apa.

   “Bukankah itu yang selalu kau pinta beberapa bulan ini?”

“Dan kau belum memberikannya padaku.”

“Saat ini pun aku masih tidak mau memberikannya padamu.”

“Kenapa kau begitu protektif pada sekertarismu sendiri? Kau diam-diam menyukainya?”

Hanna yang tengah mencuci peralatan makannya tanpa sadar menoleh saat Eunhyuk mengucapkan pertanyaan terakhirnya.

“Song Eunjoo itu putri dari sahabat ayahku. Saat Tuan Song meninggal dia menitipkan Eunjoo padaku dan memintaku menjaga putrinya dari hal-hal berbahaya, termasuk juga dari pria berbahaya sepertimu. Aku harus Take Off sekarang.”

Sambungan terputus, meninggalkan Eunhyuk yang sudah menahan kesal dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut Kyuhyun. Walau dirinya pemilik satu perusahaan besar tapi ia selalu tampak bodoh jika berhadapan dengan Kyuhyun.

“Harusnya aku tahu pria itu tidak bisa di harapkan.” Geram Eunhyuk lalu menghela nafas. Ia memandang Hanna yang masih di dapur. “Kau ingin kemana hari ini? Aku akan mengantarmu.”

~o0o~

“Whoa…Namsan Tower.” Hanna bergumam dengan mata berbinar. Ia tak percaya bisa berada ditempat yang selalu ia lihat di internet. Pemandangan kota Seoul yang indah, banyaknya gembok di pagar serta beberapa pasangan yang tengah berfoto.

“Kau belum pernah pergi ke Namsan Tower sebelumnya?”

“Aku hanya melihatnya di internet. Walau Korea negara kelahiran ibuku, tapi ini pertama kalinya aku menginjakan kaki di Korea.” Hanna menoleh saat tak terdengar pertanyaan lagi. “Kau tidak bertanya kenapa?”

“Kau baik-baik saja jika aku bertanya kenapa?”

“Kudengar ada mitos tentang gembok cinta.” Hanna beranjak cepat ke arah pagar, dimana ada begitu banyak gembok cinta terkunci. Meninggalkan Eunhyuk yang hanya bisa tersenyum tipis lalu melangkah mengikuti Hanna. Pria itu tahu, Hanna enggan menyinggung tentang ibunya. Bagaimanapun semua itu menyakitkan.

“Jika kau menulis namamu dan kekasihmu di gembok itu lalu membuang kuncinya kebawah, maka kalian akan bersama selamanya.”

“Kau pernah melakukannya?” Hanna menyusuri pagar yang penuh dengan gembok. Sesekali ia terkekeh melihat tulisan nama pria dan wanita dengan gambar hati di tengahnya.

“Kau pikir aku belum pernah melakukannya?”

“Kurasa sudah tak terhitung berapa banyak kau melakukannya.”

Eunhyuk tertawa. “Setiap gadis yang ku kencani, mereka selalu mengajakku kesini dan melakukan ritual bodoh itu. Kau mau mencobanya?”

“Apa?”

“Menuliskan namamu pada gembok lalu membuang kuncinya kebawah.”

“Dengan siapa? Denganmu? Tidak mau.”

“Kau akan menyesal sudah menolaknya.”

Hanna kali ini tertawa. Tawa kencang hingga membuat perutnya sakit. Eunhyuk benar-benar orang yang menyenangkan. Gadis itu menghentikan langkahnya dan asyik menikmati pemandangan kota Seoul yang tetap indah walau di lihat di pagi hari. Eunhyuk mengambil ponselnya lalu mengarahkan kameranya pada Hanna. Ia akan memotret gadis itu dan mengirimnya pada Kyuhyun. Eunhyuk tahu, tanpa sadar sahabatnya itu sudah jatuh cinta pada Hanna.

~o0o~

Di bawah langit malam kota New York, masih dengan mengenakan jubah mandinya Kyuhyun melangkah ke almarinya yang besar, dikamarnya yang besar pula. Selama melakukan perjalanan bisnis di Amerika, Kyuhyun tinggal disebuah apartement mewah di jantung kota. Pria itu mengambil satu style pakaian formalnya sebelum membawa mereka ke kamar mandi. Malam ini ia akan makan malam dengan Mr. Clark, salah satu klien besar di perusahaannya. Mereka akan membicarakan pekerjaan sambil makan malam.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi seraya memperbaiki lilitan dasinya hingga tiba di depan kaca. Merapikan sedikit rambutnya dan meluruskan kembali jasnya. Kegiatan pria itu sedikit terusik saat ponsel yang ia letakan di atas tempat tidur berdering pendek. Tanda satu pesan masuk.

‘Aku melakukan tugasku dengan baik. Jangan lupakan nomor kontak Song Eunjoo.’

Kyuhyun mendengus pelan lalu tak lama terdengar kekehannya. Wajahnya nampak bahagia menerima pesan dari Eunhyuk di Korea. Bukan hanya sebuah pesan, tapi pria mesum itu juga mengirimkan satu gambar. Gambar Jihyun tengah memandang kota Seoul dari ketinggian Namsan Tower. Dan wajah gadis itu juga terlihat senang.

‘Kerja bagus. Setidaknya akan kupertimbangkan permintaanmu.’

Kyuhyun tertawa setelah mengirim sederet kalimat itu untuk Eunhyuk. Ia membayangkan bagaimana wajah kesal pria itu yang membuatnya tampak jelek. Begitulah Eunhyuk. Dia tidak akan berhenti untuk apa yang ia inginkan. Kyuhyun memasukan ponselnya ke saku jas lalu beranjak pergi. Bel pintu apartementnya berbunyi, menandakan Eunjoo sudah menunggunya di luar.

~o0o~

Hari beranjak siang. Eunhyuk dan Jihyun masih saja berada di puncak Namsan Tower. Mereka kini duduk di sebuah kursi kayu sambil menyesap minuman dingin. Sesekali mereka tertawa saat menceritakan hal lucu.

“Eunhyuk Oppa?”

Keduanya menoleh pada gadis cantik tinggi semampai, dengan rambut hitam yang bergoyang-goyang tertiup angin musim semi. Hanna menatapnya bingung sedangkan Eunhyuk tersenyum kecil seraya berdiri. Kang Sora. Gadis yang ia kenal di sebuah klub. Mungkin karena sedang mabuk, Eunhyuk tanpa sadar menciumnya dan mengajaknya berkencan. Pria itu hanya bisa pasrah saat Sora langsung melompat memeluknya.

“Aku merindukanmu. Kapan kau kembali dari liburan? Kenapa tidak meneleponku?”

“Aku sibuk.”

“Bagaimana kalau kita ke cafe?” Sora melepaskan pelukannya dan menggelayut manja pada Eunhyuk. “Kita perlu waktu untuk berdua. Disini terlalu ramai.” Sora melirik tajam ke arah Hanna. Ia jelas tidak suka melihat kekasihnya berada ditempat romantis dengan seorang gadis yang tak dikenal dan tak ingin dikenalnya.

Hanna yang mendapatkan tatapan itu hanya bisa melengos sembri berdehem. Ia merasa tenggorokannya tiba-tiba saja kering.

“Aku akan menghubungimu nanti. Saat ini aku tidak bisa.”

“Ayolah Oppa~ Tidak ada lagi yang harus kau lakukan ditempat ini.”

“Kau pergi saja.” Hanna bersuara setelah sejak tadi hanya diam melihat adegan romantis dua sejoli itu. Sesungguhnya ia mulai jengah dengan lirikan tajam yang dileparkan gadis di samping Eunhyuk.

“Tidak bisa. Kyuhyun tidak akan memberikan apa yang kuminta atau yang lebih buruk pria itu akan menggantungku jika kau sampai tersesat atau apapun itu.”

Hanna tertawa pelan. “Akan kupastikan kau mendapat nomor kontak Song Eunjoo dan aku juga akan kembali ke rumah dengan selamat.”

Eunhyuk memberikan kode pada Hanna saat gadis itu menyinggung soal Song eunjoo di depan Sora. Dan benar saja. Sora sontak menoleh dengan wajah datar dan satu alis menaik. Terlihat jelas wajahnya tampak tak senang. Bukannya menjawab, Eunyuk justru menarik Sora lebih dekat dan meyapukan satu ciuman dibibirnya. Eunhyuk yakin, sebuah ciuman akan meredam amarah gadis itu. Dan benar saja. Sora tersipu malu dengan wajahnya yang merona.

“Aku juga merindukanmu. Kita akan memiliki waktu menyenangkan hari ini.” Eunhyuk berbisik pelan.

Sora menggigit bibirnya sambil mengangguk pelan. Ia tahu apa arti ‘waktu menyenangkan’ itu. Dan tanpa di duga, gadis itu memulai kembali ciuman mereka. Ia bahkan mengalungkan kedua tangannya pada leher Eunhyuk. Dan Eunhyuk sendiri hanya diam mengikuti. Hanna yang melihat adegan ciuman itu hanya bisa menghela nafas. Raut wajahnya tak berubah kala melihat seseorang berciuman di depan matanya. Di Kanada, ia sudah terbiasa melihat itu.

Tanpa mengganggu kegiatan Eunhyuk dan kekasihnya, Hanna berlalu dan melangkah kesudut lain Namsan Tower sambil terus memperhatikan gembok-gembok yang tergantung. Langkahnya terhenti saat matanya melihat seorang gadis seusianya tengah memasang gembok cinta dengan wanita setengah baya yang Jihyun yakini pasti ibu gadis itu.

“Selesai!” Gadis itu tersenyum senang setelah melempar kunci gemboknya sejauh mungkin. Ia terkekeh sambil merangkul ibunya.

“Anak gadis lain memasang gembok cinta dengan teman laki-lakinya. Kenapa kau melakukan itu dengan ibu?”

“Karena aku ingin terus bersama-sama dengan ibu. Aku yakin mitos itu bukan hanya untuk sepasang kekasih. Dan semoga mitos gambok cinta itu benar dan bisa membuat kita tidak akan terpisah sampai kapanpun.”

Hanna menatap nanar ibu dan anak itu yang kini tengah berpelukan dengan haru. Seperti mereka, Hanna juga tak bisa menahan kesedihannya. Pandangannya mulai kabur karena tertutup air mata yang entah kapan mulai keluar. Ia teringat dengan sang ibu. Ingin rasanya mengulang waktu dan mengajak sang ibu ke Namsan tower lalu memasang gembok cinta. Mungkin, mereka masih bersama sekarang.

~o0o~

Dari lantai 20 salah satu apartement mewah di Seoul, pemandangan kota di malam hari tampak menakjubkan. Cahaya lampu yang seperti bintang ditemani sejuknya angin malam di musim semi. Eunhyuk tampak asyik menikmati semua itu dari balkon apartement milik Kang Sora. Sejak meninggalkan Namsan Tower pukul 10 pagi hinggan saat ini pukul 10 malam, mereka terus menghabiskan waktu bersama-sama. Eunhyuk sontak menoleh saat seseorang memeluknya dari belakang. Bibirnya tersenyum mengetahui Sora yang melakukannya.

“Kenapa lama sekali? Kau membuatku menunggu terlalu lama.”

“Benarkah? Mian.” Sora tertawa pelan. “Ibuku akan berbicara panjang lebar jika sudah menelepon. Dia menanyakanmu.”

“Menanyakanku?”

“Aku menceritakan tentangmu padanya. Dan dia ingin bertemu denganmu secepatnya. Kau bisa?”

“Tentu.”

Sora tersenyum senang dibalik punggung Eunhyuk. Gadis itu melepaskan pelukannya dan memutar tubuh CEO Kia Motor’s itu hingga berhadapan dengannya. Mengalungkan kedua tangannya pada leher Eunhyuk sambil tersenyum genit. Eunhyuk yang melihat sikap agresif Sora hanya bisa diam. Ia membiarkan gadis itu menunjukan seberapa besar ketertarikannya.

“Lalu aku? Kapan aku bertemu dengan ibumu? Kau akan mengenalkanku padanya kan?”

“Ibuku sedikit sulit untuk didekati.”

“Itu bukan masalah untukku.” Sora berbisik pelan seraya mendekatkan wajahnya. “Bukankah aku pandai mengambil hati seseorang?”

Eunhyuk tersenyum miring melihat sedekat apa wajah mereka saat ini. Tempat yang tinggi dengan pemandangan kota dimalam hari, angin malam yang terasa sejuk serta Sora yang memejamkan matanya, membuat Eunhyuk menipiskan jarak diantara mereka hingga hidung mereka bersentuhan. Apalagi yang ia tunggu? Eunhyuk mulai memiringkan wajahnya. Sedikit lagi, ia sedikit lagi bisa mencium Kang Sora sebelum ponsel disaku celananya bergetar panjang. Seseorang tengah meneleponnya.

“Tunggu sebentar.” Sambil berdecak kesal Eunhyuk melepaskan rangkulan Sora dan mengusap lembut pipi gadis itu. Ia semakin bergusar kesal mengetahui siapa yang mengganggu aktivitasanya.

“Kenapa kau selalu menelepon disaat-saat pentingku Cho Kyuhyun?”

   “Katakan pada gadis itu untuk mengaktifkan ponselnya.”

“Kang Sora?” Eunhyuk menoleh cepat kearah Sora yang menatapnya bingung.

“Kang Sora? Kau tidak bersama Hanna?”

“Kau menanyakan Hanna?” Eunhyuk melirik arlojinya kemudian tertawa kecil. “Bukankah New York masih jam 9 pagi? Sepagi itu kau sudah memikirkannya?”

“Dimana dia?”

“Kami terakhir bertemu di Namsan Tower, setelah itu aku tidak tahu. Mungkin dia sudah kembali ke rumahmu.” Eunhyuk berjalan kearah sofa yang berada di balkon. Bersandar penuh sambil menyilangkan kedua kakinya. Seingatnya, setelah meredam kemarahan Kang Sora dengan menciumnya, dirinya tak tahu kemana Hanna pergi.

“Kau cari dia sekarang. Bukankah aku menyuruhmu kembali ke Korea untuk menjaganya?”

“Aku akan mencari Hanna.” Eunhyuk menoleh kedalam apartement lewat pintu kaca, memperhatikan Sora yang tengah berada di dapur. “Nomor kontak Song Eunjoo sebagai imbalannya. Kau setuju?”

“Hubungi aku jika kau sudah menemukan dimana dia. Akan kupikirkan untuk memberikan nomor kontak Song Eunjoo atau kembali ke Korea untuk menggantung kepalamu.”

TUT. Sambungan terputus begitu saja. Eunhyuk menarik nafas panjang sambil menggeram kesal. Selalu. Kyuhyun selalu seperti itu, mementingkan kehendaknya. Namun Eunhyuk tak bisa marah karena sahabatnya itu tengah jatuh cinta. pria itu mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.

“Aku mengirimkan foto seorang gadis. Kau cari tahu dimana dia sekarang dan hubungi aku jika kau sudah menemukannya.”

Eunhyuk bergumam sebelum mematikan panggilannya. Menghela nafas lalu beranjak masuk kedalam apartement menyusul Sora.

“Chagiya~”

~o0o~

Moonlight Rainbow Fountain adalah pertunjukan air mancur jembatan paling panjang yang pernah dicatat Guiness World Record. Saat matahari mulai terbenam, 200 lampu aneka warna menyinari air mancur yang terjun langsung ke sungai Han. Diiringi alunan musik, air mancur pelangi ini seakan menari. Disuguhkan pemandangan menakjubkan seperti itu tak membuat Hanna bergeming dari lamunannya. Gadis itu menatap kosong riak air sungai Han yang tampak berwarna, terpantul dari indahnya pertunjukan air mancur diatas jembatan.

Hanna tengah gundah dan pikirannya terus saja mempertanyakan apa keputusannya ikut Kyuhyun ke Korea adalah pilihan terbaik. Memulai kehidupan yang baru di kota ini dan melupakan semua kesedihan yang ia tinggalkan di Kanada. Namun saat ini ia merasa justru Korea semakin membuatnya tersiksa. Semua keindahannya membuatnya teringat sang ibu. Andai mereka bisa menikmati semua itu bersama-sama.

“Kau disini rupanya.”

Hanna menoleh dan melihat Eunhyuk tengah bersandar pada mobil hitamnya. Sejak kapan pria itu datang?

“Kau sedang apa disini?” Tanya Hanna.

Eunhyuk tak menjawab, hanya beranjak menghampiri gadis itu sambil mengotak-atik ponselnya. Tak lama dia terlihat menghubungi seseorang.

“Aku sudah menemukannya. Dia berada di sungai Han. Sekarang kirimkan nomor kontak sekertarismu.”

Hanna mengerutkan dahi mendengar Eunhyuk menyinggung tentang ‘nomor kontak sekertaris’. Seingatnya, pria itu sangat menginginkan nomor kontak Song Eunjoo.

Mungkinkah…Eunhyuk sedang bicara dengan Kyuhyun? Tapi kenapa dia memberitahukan keberadaanku padanya?

Thank you. Akan ku katakan kau menanyakannya.”

Tut. Eunhyuk mematikan panggilan sebelum Kyuhyun meyelesaikan kalimatnya. Menyenangkan bisa menggoda pria dingin itu. Ia tersenyum lebar, melihat deretan nomor yang sangat di inginkannya. Akhirnya, ia bisa mendapatkan kontak si cantik Song Eunjoo. Entah sejak kapan, gadis itu sedikit menarik perhatiannya. Eunhyuk memasukan ponselnya ke saku celana lalu menoleh pada Hanna yang diam menatap ke depan. Sebuah ponsel berwarna putih dengan merk perusahaan Kyuhyun berada di pangkuannya.

“Kenapa kau tidak mengaktifkan ponselmu?”

“Aku sedang ingin sendiri.”

“Lalu apa yang kau lakukan di Sungai Han malam-malam begini? Kau berniat bunuh diri?”

“Mwo?” Hanna menoleh cepat. “Aku belum bertemu ibuku, bagaimana mungkin aku berniat bunuh diri.”

“Lalu apa? Mencari udara segar? Ini sudah jam 10 malam.”

Hanna kembali terdiam. Matanya kini memandang air mancur pelangi yang terlihat indah. Eunhyuk tahu, ada yang tidak beres dengan gadis itu. Raut wajahnya berubah suram, dan hanya satu yang bisa mengguncang hatinya.

“Kau teringat ibumu? Kau merindukannya?”

Hanna mengangguk. “Aku ingin pergi ke tempat dimana dia berada sekarang.”

“Ini Korea. Ini tempat yang tepat untuk kau melupakan semuanya. Mulailah hidup sebagai Hanna yang baru, yang bisa bahagia tanpa bayang-bayang kejadian pahit yang menimpanya. Bukankah itu tujuanmu ikut Kyuhyun ke Korea?”

“Kupikir, keputusanku meninggalkan Kanada dan pergi ke Korea adalah salah. Walau ibuku tidak ada disana, walau aku akan menangis setiap hari, tapi Kanada tempat yang jauh lebih baik. Setidaknya, aku dekat dengan semua kenangan kami. Itu cukup menggantikan sosoknya.”

“Kau ingin kembali ke Kanada?”

Hanna menoleh dan hanya tersenyum. Entah apa maksud dari senyum yang ia tunjukan. Eunhyuk pun tak bisa berkata lebih jauh. Apa yang gadis itu rasakan, hanya dia yang lebih tahu apa yang bisa membuatnya lebih baik. Entah disini atau di Kanada.

“Sudah malam. Aku akan mengantarmu pulang.” Eunhyuk bangkit setelah Hanna menganggukan kepalanya. Mereka berjalan beriringan menuju mobil hitam Eunhyuk. Saat keduanya hampir mendekati mobil, sebuah suara menghentikan langkah mereka.

“Eunhyuk~ah.”

 

 

 

 

 

-TOBECONTINUED-

 

 

 

Haiiiii… Ada yg masih inget aku juga ff ini???? Setelah sekian lama, akhirnyaaaaaa aku balik lagi dengan ff yg masih aja gaje -_-

semoga tetap suka dan berkenan berikan coment yg positif buat aku^^V

Selamat membaca and sorry for typo^^

 

4 Comments (+add yours?)

  1. amel chomb
    Sep 25, 2017 @ 20:01:36

    Lupa2 agak inget, kyaknya musti baca dari awal lg

    Reply

  2. Han
    Sep 25, 2017 @ 22:42:24

    Inget banget Thor… Akhirnya dipost juga,udah ditunggu2… Tetep semangat nulis ya….

    Reply

  3. lieyabunda
    Sep 26, 2017 @ 03:53:15

    hanna di kelilingi cowo ganteng….
    tapi siapa lagi tuu,,,
    cwe nya hyuk lagi yaa…
    lanjut

    Reply

  4. Ifah
    Sep 26, 2017 @ 10:59:03

    Udah lama akhirnya keluar juga, pacarnya Eunhyuk banyak

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: