Things About Elle Lee [1]

THINGSABOUT

.

Written By: IJaggys

Chapter One

.

Dissapointment of Lee Taeyong

.

.

.

Butuh sekiranya tujuh kali penjelasan hingga Elle Lee benar-benar menguasai apa yang diterangkan Lee Taeyong, guru les privatnya yang baru saja disewa Ibunya melalui jasa penyedia guru privat untuk anak-anak di bangku sekolah dasar, melalui online. Benar, Ibunya memesan Taeyong melalui situs online.

“Elle, kau sungguh cantik untuk anak-anak berusia sembilan tahun. Aku bisa membayangkan kau menjadi seorang model dari Victoria Secret—eh itu terdengar terlalu keras untukmu.” Taeyong tersenyum jahil, dia memutari sofa besar yang berada di living-room rumah mewah tersebut, dan melihat sampai mana Elle mengerjakan tugas yang diberikannya.

Lebih dari merasa tersanjung, Elle menatap Taeyong dengan terganggu. Guru mudanya ini mungkin baru berusia di awal 20-an. Rambutnya berwarna kecokelatan tapi ada garis warna lain dihelainya, seperti abu-abu atau temaram hitam.

Ibunya mendeskripsikan Taeyong sebagai; ‘Pria muda yang menarik’, ketika Elle bertanya seperti apa guru privat yang akan mengajarkannya.

Elle sebenarnya merasa tidak membutuhkan waktu tambahan belajar diluar sekolah, ujian kenaikan kelas memang sudah di depan mata, dan dia tidak mengalami kesusahan di mata pelajaran manapun. Namun, Ayahnya, sebelum pergi ke Vietnam untuk perjalanan bisnisnya, berujar bahwa Ibunya harus memberikan perhatian ekstra kepada Elle terutama di bidang pelajaran.

“Elle,”

Suara Taeyong memecah keheningan disana, Elle yang sejak tadi sibuk berkutat dengan soal dasar dari pelajaran bahasa Inggris, akhirnya menatap guru privatnya itu dengan tidak tertarik.

“Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu,” dari nada suara Taeyong yang rendah dengan senyuman menariknya, Elle bisa menebak kemana arah pembicaraan ini akan berjalan.

“Tentang Ibumu—Cheonsa—Han Cheonsa—apa kau tahu jenis pria apa yang dia sukai?”

Benar tebakan Elle, ini tidak jauh dari Ibunya.

Namun, untuk pria seukuran Taeyong, dia menganggumi keberanian gurunya itu karena dengan gamblangnya berani bertanya tentang prefensi pria yang disukai oleh Ibunya.

“Aku tidak bermaksud lancang, tapi Ibumu itu benar-benar wanita menarik. Apa kau pernah memperhatikan bola matanya? Warnanya biru, seperti samudra. Sekarang aku tahu, dari mana kau mendapatkan penampilan sempurna ini.” Taeyong merubah posisinya sehingga duduk disamping meja belajar Elle.

Elle memiliki wajah luar biasa cantik untuk anak-anak seusianya. Rambutnya berwarna cokelat dan bersinar seperti benang nilon jika terkena cahaya matahari, bola matanya juga berwarna cokelat, seperti hazel brown, dan ketika Elle tersenyum, ada semburat kebahagiaan yang membuat semua orang selalu memujanya.

Sekarang Taeyong benar-benar berpikir, jika dia berhasil mendapatkan Han Cheonsa, maka dia juga berkesempatan untuk memperbaiki garis keturunannya dan mendapatkan seorang putri secantik Elle di masa depan.

Mom, suka pria yang nakal.” Elle menjawab dengan asal, walau setengah dari jawaban itu memang benar adanya.

Ibunya suka pria yang penuh tantangan, tidak teratur, dan urakan. Sehingga Elle belum mengerti mengapa Ibunya memutuskan untuk menikah dengan Ayahnya, yang pendiam, teratur, dan baik hati.

Taeyong menjerit dalam euphorianya, dalam hitungan detik Taeyong telah melupakan tugasnya sebagai guru les, dan mulai menjelaskan kepada Elle betapa nakalnya dia sebagai pria.

“Aku mengendarai motor Harley, aku suka memacu adrenalin, lalu aku ini benar-benar pria brengsek yang digilai oleh wanita. Meski begitu, aku siap menjadi Ayah tirimu dan menyayangi Ibumu sepenuh jiwa—“

Pidato atas proposalnya untuk menjadi Ayah tiri Elle terhenti, ketika Han Cheonsa, objek pembicaraan mereka selama ini berada disana dengan menggendong seorang balita berusia sekitar dua tahun.

“Bagaimana Elle? Jangan lupa untuk menanyakan semua pelajaran yang belum kau pahami.”

Si cantik idola Taeyong itu kini duduk disamping Taeyong dengan senyuman indahnya, kedua tangannya sibuk bermain dengan balita itu.

“Ini Jun, adik kesayangan Elle. Apa kau ingin menggendongnya? Jun suka berkenalan dengan orang baru.”

Elle bisa melihat wajah gurunya itu sudah merah padam, mungkin karena Taeyong sibuk memikirkan skenario fantasi di dalam kepalanya, bahwa dia dan Cheonsa telah menikah dan membina keluarga kecil yang bahagia.

“Tentu saja sayang,”

Cheonsa menghentikan kegiatannya ketika mendengar Taeyong mengucapkan kata terakhirnya, sementara Elle sudah tertawa kecil dibalik buku pelajarannya.

“Maksudku, sayang untuk Jun.” perlu sekiranya lima belas detik untuk Taeyong menguasai keadaan, dan Cheonsa yang sepertinya tidak terlalu memperdulikan hal itu. Kini Jun yang manis, telah berada di dalam pelukan Taeyong.

Dia tidak lagi meragukan faktor genetika dalam keluarga ini. Bahkan Jun jauh terlihat lebih tampan darinya, walaupun usia Jun baru menginjak angka dua.

“Taeyong, aku sangat berterima kasih atas bantuamu mengajar Elle. Sejujurnya, ini merupakan hal yang sulit untuku. Mengawasi Elle dan tugas sekolahnya, serta merawat Jun bukanlah hal yang mudah. Apalagi mereka sulit bertemu dengan Ayahnya.”

Seperti menyadari tatapan penuh sayang dari Taeyong, Cheonsa membalasnya dengan senyuman manis lalu menepuk bahu Taeyong dengan lembut. Ingin rasanya Taeyong beteriak dan membawa Cheonsa dari sini, lalu menikahinya sehingga dia bisa secepatnya berhenti menjadi guru les privat dan merubah status menjadi Ayah Elle dan Jun.

“Benar, aku membutuhkan figure seorang Ayah. Apa aku boleh memanggilmu dengan Ayah Taeyong?” Elle menutup buku pelajarannya dan menatap Taeyong dengan senyuman polosnya. Ini akan menyenangkan, memberi harapan kepada setiap pria yang menatap Ibunya penuh harap benar-benar hiburan yang menyenangkan.

Ini bukan pertama kalinya Ibunya memanggil guru privat untuk mengajarinya di rumah, dan semuanya harus berakhir singkat karena setiap guru itu berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih dengan Ibunya.

Masalahnya, Cheonsa adalah wanita yang menyenangkan, sehingga senyuman dan kata-kata manisnya seringkali disalahartikan oleh sebagian pria. Ayahnya menyebut fenomena ini sebagai; ‘Ibumu itu—suka menjadi pusat perhatian pria, sehingga dia cocok berada di satu klasifikasi dengan spesies ular.’

Meski begitu, Ayahnya tidak pernah memiliki masalah dengan semua itu. Karena Ayahnya tahu seberapa besar Ibunya mencintai dia.

“Kau bisa sesering mungkin datang kemari, bermain dengan Elle atau Jun. Anggap saja ini rumahmu.” Sekali lagi, Cheonsa menepuk bahu Taeyong yang nampaknya sudah berada di langit ke tujuh.

“Apa itu sebuah ajakan kencan?” mungkin dari semua sifat bodoh yang dimiliki Taeyong, berbicara tanpa pikir panjang adalah yang utama. Elle melirik ke arah sang Ibu yang sepertinya sama terkejutnya dengan dirinya.

“Tergantung dari mana kau melihatnya.” Suara seorang pria memecah keheningan disana, sebelum Elle dengan jeritan bahagianya berlari ke dalam pelukan pria itu.

“Dad! I didn’t know you’d come home today!”

Taeyong masih mematung disana dengan Jun yang berada di dalam pelukannya, sementara wanita idolanya, dengan senyuman indahnya memeluk pria itu sebelum menyapukan ciuman lembut—yang digambarkan Taeyong sebagai penghianatan terbesar di abad ini.

“I miss you so much Lee.” Bisik Cheonsa diiringi satu lagi kecupan lembut di sudut bibir pria itu.

“Oh, you wouldn’t know how much I wanted you, Han.” Jawabnya dengan senyuman yang terpatri di wajah tampannya.

“Aku Lee Donghae, Ayah dari Elle dan Jun. Kau pasti guru privat Elle yang baru, bukan?” pria bernama Lee Donghae itu mengulurkan tangannya kepada Taeyong, dan disela-sela kehancuran hatinya, Taeyong masih menjabat uluran tangan pria itu kemudian menyerahkan Jun yang sepertinya sudah tidak sabar bertemu dengan Ayahnya.

Lagi-lagi dia tidak perlu lagi bertanya mengapa Elle dan Jun memiliki pahatan sempurna seperti itu, dan rasanya dia tidak akan sanggup jika harus bersaing dengan pria sempurna seperti Lee Donghae untuk mendapatkan wanita idolanya atau menjadi Ayah baru dari Elle dan Jun.

“Ya, Elle—dia anak yang pintar juga cocok menjadi model Victoria Secret.” Ini bukan pertama kalinya dia menjadi guru privat, namun entah mengapa pengalaman berada di keluarga sempurna ini, membuatnya kelimpungan—juga guru privat mana yang akan mengatakan hal tidak pantas seperti tadi ke orang tua muridnya di sesi pertemuan pertama mereka?

Sebentar lagi dia pasti akan mendapatkan telefon dari atasannya, karena Cheonsa dan Donghae baru saja melaporkan bahwa dia berkata tidak pantas tentang putri mereka.

Tapi justru yang dilakukan Donghae hanyalah tertawa.

“Senang berkenalan denganmu, aku harap ini bukan pertemuan terakhir kita.” Dan hanya dengan kata-kata tegasnya itu, Donghae membawa wanita idolanya pergi dari sana, dengan satu tangan menggendong Jun, dan satu tangannya lagi merengkuh tubuh wanita idolanya yang indah.

Hidup memang tidak adil.

“Elle, aku rasa hari ini materinya sampai disini dulu. Kau bisa mempelajari modul yang telah aku berikan, juga perhatikan tata cara penulisanmu—“

“Apa kau akan mengundurkan diri?” Elle yang sejak awal terlihat tidak tertarik dengan dirinya, kini menunjukan rasa simpati yang lebih. Mungkin, karena Elle melihat bagaimana Taeyong berpikir bahwa dia bisa memiliki kesempatan untuk menjadi kekasih Ibunya.

“Tentu saja ini hari terakhirku disini! Aku tidak bisa membayangkan melihat penghianatan terbesar di abad ini terulang kembali.”

“Maksudmu tentang Mom dan Dad?” Elle kini duduk diatas kepala sofa, dan membiarkan Taeyong merapihkan barang-barangnya.

“Memangnya siapa lagi? Satu hari ini aku berpikir tentang Ibumu. Dia cantik. Pria dewasa sepertiku, tentu akan memilih wanita sepertinya. Ibumu itu jenis wanita yang akan membahagiakan suaminya, entah di luar maupun di atas ranjang. Kau juga jenis wanita seperti itu, di masa depan nanti.”

Entah bagaimana kini Taeyong justru memperburuk keadaan dengan mencurahkan isi hatinya kepada seorang anak perempuan berusia 9 tahun. Sebentar lagi mungkin dia akan ditangkap oleh komisi perlindungan anak karena berbicara tidak pantas seperti tadi.

“Dad, memang bahagia dengan Mom. Mereka membuat Jun di dapur dan Mom setengah telanjang, tapi Dad bilang—memang itu cara satu-satunya membuat Jun. Jadi aku rasa Mom, bisa membahagiakan Dad di dapur juga.”

Elle berkata dengan wajah polosnya yang membuat Taeyong membulatkan matanya dengan tidak percaya, tapi beberapa detik kemudian akhirnya dia tertawa puas setelah melihat ekspresi Elle yang terganggu ketika pandangannya tak sengaja mengarah ke konter dapur tempat dimana Ayah dan Ibunya membuat Jun.

“Kau juga harus pintar membahagiakan suamimu nantinya.” Taeyong mengacak rambut cokelat Elle yang lembut.

“Tapi aku tidak ingin membahagiakannya di dapur. Itu tidak berkelas.” Elle menjawabnya dengan serius yang lagi-lagi berhasil membuat Taeyong tertawa. Rasanya dia jadi tidak tega meninggalkan Elle, apalagi Elle anak yang pintar dan menyenangkan.

Elle mengantarkan Taeyong hingga ke halaman depan, samar-samar Taeyong bisa mendengar suara Donghae yang tengah tertawa dengan wanita idolanya, disela-sela tangisan Jun.

“Jun memang berisik, dia rewel seperti Dad jika Mom tidak mau membahagiakannya di dapur atau di kolam renang.”

Elle memutarkan bola matanya dengan bosan setelah mendengar tangisan Jun semakin kencang dari dalam sana. Taeyong awalnya tertawa, memikirkan bahwa dia juga akan melakukan hal yang sama seperti Donghae jika memiliki istri seindah Cheonsa.

Tapi dia semakin tidak ingin mengakhiri statusnya sebagai guru privat, bukan karena dia ingin melihat wajah cantik Cheonsa, tapi karena dia tidak ingin kehilangan celotehan polos dari Elle.

“Jadi, apa Teacher Taeyong akan kembali lagi?” ini adalah pertama kalinya Elle memanggil Taeyong dengan sebutan Teacher seperti yang dia kenalkan di awal pertemuan mereka tadi.

“Tergantung, apakah kau akan menyelesaikan semua homework yang aku berikan atau tidak.”

“Tapi bagaiamana jika homework-ku dirobek dan dikunyah oleh Jun? Jun adalah monster, dan dia adalah monster yang sangat dicintai Mom dan Dad.”

“Maka kita harus menghukum Jun, dengan menyuruhnya mengerjakan semua tugasmu ketika Ibumu tengah membahagiakan Ayahmu di dapur.” Jawab Taeyong dengan senyuman jahilnya, yang dibalas oleh senyuman setuju dari Elle.

Mungkin Lee Taeyong memang tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Han Cheonsa, tapi kini dia jauh lebih tertarik menjalin hubungan persahabatan dengan Elle—si cantik calon model Victoria Secret di masa depan.

And that’s the thing about Elle Lee.

.

.

-fin-

.

.

.

Elle Lee

tyfVzQFj

Elle Lee is 9 yearold but looks like a grown teenager. Anak pertama dari Lee Donghae dan Han Cheonsa, dimana Donghae selalu menyalahkan Cheonsa karena membiarkan Elle tumbuh sebelum waktunya. Meski begitu, Elle memiliki sifat yang jauh lebih dewasa dari sang Ibu–dan memiliki hubungan love-hate relationship dengan adiknya Lee Jun, yang berhasil meraih perhatian Mom dan Dad darinya.

.

.

.

Lee Taeyong

Vyrl_1481297412250.jpg

Lee Taeyong merupakan guru les privat terbaru untuk Elle, yang dipesan Cheonsa melalui situs penyedia guru privat online di internet. Taeyong memiliki keperibadian yang menarik, dan menyenangkan. Meski cintanya terhadap Cheonsa harus pupus ditengah jalan, tapi berteman dengan Elle adalah tujuan terbarunya.

.

.

.

.

Disela-sela kesibukan IJaggys travelling around the world as Diva Dangdut Internasional, dan diantara himpitan beban skripsi yang gakelar-kelar, IJaggys menemukan sebuah cahaya dimana lucu kayanya kalo Donghae sama Cheonsa punya anak cewe, tapi story nya fokus ke kehidupan Elle sehari-hari.

Ini buat hiburanku sendiri sih hehehe.

Anyway, kalo kalian masih ada yang bergentayangan di blog ini, atau gasengaja baca ini, please leave some comments agar kita bisa mendiskusikan kemana Elle Lee harus debut: jadi diva dangdut atau jadi perancang mode.

 

xo

IJaggys

 

5 Comments (+add yours?)

  1. amel chomb
    Sep 26, 2017 @ 14:07:37

    Y tuhan Elle anak 9 tahun. Lucunya ngomongin bapak ibunya soal membahagiaakan, lg jg guru lesnya ada2 aja mau dijadiin model victoria secret krna udah kliatan cantik wlupun msh kecill

    Reply

  2. Han
    Sep 26, 2017 @ 14:55:57

    Cerita Author emang selalu keren, anti mainstream… Semangat terus thor….

    Reply

  3. fshiho
    Sep 26, 2017 @ 17:47:46

    Suka banget. Cerita sehari hari yang ringan untuk dibaca tapi ga mbosenin. Ditunggu cerita yg lain.

    Reply

  4. diyackhcsw
    Sep 29, 2017 @ 19:52:02

    Nice story….😃😃😃

    Reply

  5. new_kripik
    Oct 19, 2017 @ 18:44:16

    Pokoknya author dabest deh. Aku selalu suka sama ff karya author. Next chapter? I can’t wait it. .

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: