Diary For Kim Heechul

-Diary For Kim Heechul-

By : Kang_Moon

 

Cast                              :            Kim Heechul, Kang Hami

Rating                          :            T

Length                         :            Oneshoot

Note                             :            Sebelumnya fanfiction ini pernah saya publis di WP Pribadi kangkang20.wordpress.com dan Wattpad @KangmoonKimTuan

 

 

Hami’s POV for All Story

.

.

.

Hai~ Baiklah pada kesempatan kali ini izinkan Aku Kang Hami menceritakan sedikit tentang seorang pemuda.

 

Aish~ pemuda yang sangat berengsek, tapi sialnya dia adalah kekasihku.

 

Dia adalah Kim Heechul. Kalian pernah mendengar nama itu kan? Eii~ bahkan penjaga gerbang sekolah selalu saja merasa merinding tiap mendengar nama lelaki bodoh itu.

 

Ayolah~ Dia. . .Entah harus bagaimana menceritakan ini. Lelaki itu, Kim Heechul. Dia bagaikan titisan iblis, tak ada satupun sisi darinya yang terlihat baik, akh~ pengecualian untuk wajah tampan dan cantiknya itu.

 

Dia si berandal sekolah

 

Si lidah tajam

 

Si pembuat onar

 

Si bodoh yang tak tau malu

 

Si Arogant super dingin

 

Dan Si raja dictator

 

Akkhh~ kepalaku bisa pecah jika harus mengingat semua keburukan orang ini yang sekali lagi sialnya adalah kekasihku.

 

Jika kupikir lagi, entah bagaimana diriku bisa menjadi kekasihnya. Ahh~ benar juga, apa Aku terkena guna-guna? Aish~ tidak, tidak mungkin, tak ada setan yang ingin bekerjasama dengan Kim Heechul.

 

Harus ku akui, Aku cukup terpesona pada wajah uniknya itu. Yah~ unik. Dimana lagi kalian menemukan wajah pria yang terlihat cantik seperti wajah wanita.

 

Haa~ Aku jadi ingat bagaimana lelaki arrogant itu menyatakan perasaannya padaku.

 

“Hei~ kau wanita jelek, jika kau ingin terlihat sempurna maka bersamalah dengan pria tampan sepertiku. Ah~ dan satu lagi mulai detik ini kau adalah kekasihku!”

 

Kalian tau? Tak ada satupun dari kata-katanya yang terdengar romantis, tapi bodohnya Aku hanya mengangguk, bagaikan terhipnotis pada senyum miring yang dia tunjukkan padaku. Aku jatuh cinta begitu saja. Sialan sekali bukan? Manusia dictator itu benar-benar membuatku gila.

 

Hari-hariku berlalu begitu saja, bahkan ini sudah tahun ke-3 kami, maksudku Aku dan Heechul bersama sebagai sepasang kekasih.

 

Waktu itu kupikir dia hanya membuat lolucon dengan teman yang sama berengseknya dengan dirinya itu, dengan menyatakan cinta Ahh~ bukan itu bukan pernyataan cinta, lebih pantas jika kusebut ‘Perintah’ untuk menjadi kekasihnya.

 

Tapi apa yang kupikirkan nyatanya salah. Dia –Kim Heechul. Setelah mengeluarkan ultimatum bodohnya itu, hampir setiap harinya melengket bagaikan lintah ditubuhku. Heyy~ jangan berpikiran terlalu jauh, dia hanya mengikutiku kemana pun saat di sekolah, pengecualian untuk kelas dan toilet.

 

Apa aku terganggu? Tentu saja ‘IYA’

 

Ayolah~ mulut Kim Heechul itu setajam belatih, siapapun yang datang mendekatiku, siapkanlah hati yang besar menerima ucapan berengseknya itu.

 

Terkadang Aku benar-benar ingin merobek mulut sialannya itu, Ahh~ tapi. . . itu bagian favoritku, bibir atas tipis dengan bibir bawah tebal bagaimana bibir itu menyentuh bib- Aishhh Yak! Apa yang kupikirkan, berhentilah berpikir byungtae Kang Hami~ eish.

 

Maafkan otak byungtaeku, akhh sampai dimana aku tadi?

 

Ahh~ Ya, mulut berengsek Kim Heechul

 

Oh? Tapi tunggu, jika kuingat lagi, tak sepenuhnya mulutnya itu hanya bisa berucap kasar. Terkadang dia juga bisa berucap manis.

 

“Minum obat pahitmu ini sekarang juga! Atau kubuat kau merasakan pahitnya kehidupan”

 

Oh Ya Tuhan~ kalian tau? Saat itu Aku yang demam tinggi hanya bisa tersenyum bodoh sambil memeluk gulingku dan memandangi wajah flat milik Heechul.

 

Itu adalah ucapan yang menyentuh darinya. Hey~ kenapa wajah kalian seperti itu? Oke, baiklah baiklah perlu kuakui ucapannya terdengar kejam, tapi kalian tau maksud dari ucapannya saat itu? Hehe dia hanya ingin membuatku meminum obat yang paling kubenci. Akhh~ si berengsek itu memang tak tau bagaimana cara menunjukkan perhatiannya.

 

Pernah sekali Heechul benar-benar bertingkah manis. Itu saat kencan pertama kami setelah 2 tahun bersama. Akh~ jangan memasang wajah kasihan begitu. Aku cukup mengerti kenapa lelaki super cuek itu baru mengajakku berkencan. Dia adalah penganut gengsi tingkat tinggi. Baru setelah Aku benar-benar mengacuhkanya berhari-hari, entah hilang kemana gengsinya itu? Atau dia baru saja terbentur sesuatu?

 

Yah~ dia mengajakku berkencan untuk pertama kalinya.

 

“Ayo berkencan besok! Aku tidak menerima penolakan. Jika kau menolaknya, maka tak akan pernah ada kencan kedua kalinya”

 

Mm~ yah mungkin harus ku klarifikasikan, bukan ajakan kencan melainkan ‘Ancaman’ kencan. Yang membuatku mau tak mau harus mengatakan ‘IYA’

 

Eiihh~ Benar-benar namja dictator yang tak tau malu.

 

Tapi kalian tau? Aku tak akan pernah menyesal dengan kencan pertamaku itu.

 

Kencan yang sangat manis dengan tingkah Kim Heechul yang jinak seperti seekor kucing.

 

Untuk pertama kalinya, dia benar-benar terlihat tampan seperti namja pada umumnya. Dengan style T-Shirt dilapisi Blazer Black dengan Jeans yang melekat pas di kaki jenjangnya.

 

Oh~ Tuhan. Demi apapun Heechul terlihat tampan. Semoga saja kemeja kembang-kembang dan celana polkadot favoritnya itu hilang, musnah, atau robek tercakar oleh Heebum –Kucing Kesayangannya.

 

Jujur saja ‘I Hate Heechul’s Style When He’s Look Like An Ahjumma’

 

Akkhh~ cukup, kembali kekencanku dan Heeechul.

 

Kalian harus tau ini! Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana wajah dengan ekspresi datar dengan aura dingin yang selalu Heechul tunjukkan dari wajahnya itu terlihat merona saat tangannya menggenggam tanganku dengan jemari kami yang saling tertaut. Sesekali terlihat kikuk saat matanya melirik kearahku yang tengah menatapnya dengan tersenyum.

 

“A-apa? Kenapa menatapku seperti itu? Jangan salah sangkah Aku melakukakannya karena Aku tau Kau benar-benar berbakat dalam hal tersesat”

 

Eiihh~ Kim Heechul, wajahmu yang semakin merona mengatakan segalanya. Aku lagi-lagi hanya bisa tersenyum sedangkan Heechul dia terlihat semakin gugup. Akk~ manis sekali.

 

Dasar pria super arrogant tapi ‘Aku mencintainya’

 

Akhh~ berbicara soal ‘Cinta’ Aku baru ingat, Heechul tak pernah mengucapkan ‘Saranghae’ padaku.

 

Pernah sekali Aku benar-benar ingin mendengarnya mengucapkan ‘Saranghae’. Waktu itu saat pulang sekolah. Heechul dengan motor besarnya berhenti dihadapanku, yah~ kebiasaan rutinnya mengantarkanku pulang.

 

Berdua diatas motor sport hitam metalik miliknya, dengan kecepatan sedang membuat perjalanan terasa lama.

 

“Heechul, kenapa kau tak pernah mengucapkan ‘Saranghae’ padaku?”

 

Aku memulainya, dengan suara yang sedikit keras mengingat bisa saja suaraku teredam oleh suara deru kendaraan.

 

“Kenapa? Apa kau ingin aku mengatakannya?”

 

Saat mendengar ucapannya saat itu, Aku langsung mengangguk girang dengan tersenyum senang. Tapi apa yang dia katakan setelahnya membuatku dengan seketika melepaskan pelukanku di pingganggnya dan menjauhkan kepalaku dari punggungnya.

 

kalian tau apa yang dia katakan? Dia mengatakan “Dalam mimpimu Nona”

 

Aish~ benar-benar menyebalkan

 

“Kau tidak mencintaiku”

 

Hampir saja air mataku menetes, suaraku pun terdengar sedikit bergetar. Dan kurasakan motor Heechul yang melaju dengan sangat lambat dan akhirnya berhenti dipinggir jalan di samping pohon oak yang terlihat gugur.

 

Dia menolehkan kepalanya kearahku sebentar, dan kemudian menghela nafas cukup keras dari balik helmnya.

 

Akh~ sial, sepertiya Aku sudah menangis.

 

“Hami~ jika aku mengatakan-“

 

Lama Heechul terdiam, dengan terus memandang pada pohon oak tua yang menggugur. Hingga dia mengucapkan kalimat yang tidak pernah kuduga sebelumnya akan keluar dari mulutnya. kalimat yang nyatanya jauh lebih indah dibandingkan dengan kata ‘Saranghae’.

 

“I Can’t Life Without You”

 

Aku bersumpah. Seberengsek apapun Kim Heechul, searogant apapun dirinya aku tidak akan pernah melepaskannya. Aku sudah jatuh cinta terlalu dalam pada namja sialan ini.

 

***

Untukmu Kim Heechul, seperti apapun dirimu I’m Still Loving You. So don’t ever change.

 

***

END

 

 

 

 

5 Comments (+add yours?)

  1. Vey
    Dec 09, 2017 @ 06:55:22

    Wow…mau yang heechul POV nya dongsssss 😍😍

    Reply

  2. ay
    Mar 02, 2018 @ 19:55:52

    Duuh si heechul judes tapi manis :”)))

    Reply

  3. ayu simamora
    Dec 08, 2018 @ 08:58:32

    Gregettt..
    Omohh heenim ssuatu skali..
    Saya suka thor…
    Smngattt trus ya..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: