Unsended Letter

m

Unsended Letter

Written By: kbs

***

Tag (tokoh/cast) : your bias in super junior, Park Jikyo (you)
Genre : romance, fangirl life(?)
Rating : PG-15
Length : drabble/oneshot (idk.-.)
Catatan Author : ini ff pertama yang aku publish, biasanya lebih suka bikin fantasi tapi mau coba yang agak galau.-.

Kalo jelek maklumin yaa soalnya aku sendiri masih 12 tahun’an.-. Still learning about life journey

Lanjutannya sih udah ada secara lengkap dan proposional(?) Tapi semua tergantung respon.-. Happy reading

Meskipun dunia kita sama, tetapi kehidupan kita berbeda -kbs-

.

Aku tidak ingin menjadi bodoh lagi. Cukup sekali kesialan ini menimpa diriku. Ya, aku ingin berhenti.

Segera.

Bagiku, adalah kesialan luar biasa ketika mendapati diriku terjatuh kedalam pesonamu. Membayangkan betapa indahnya masa depanku apabila dipenuhi dengan senyumanmu. Suatu kebahagiaan yang membuatku kesakitan serta sebuah angan yang membuatku semakin jauh dari kenyataan.

Mimpi dan dunia nyata itu berbeda. Maka yang harus kau lakukan adalah membawa mimpimu agar dapat menjadi nyata. Namun masalahnya, dirimu nyata adanya.. Sayangnya, mendapatkan dirimulah yang hanya sebatas mimpi. Dapat kujamin dengan segenap hidupku, dia tak akan pernah melewati batasannya.

Aku mengerti dengan jelas. Aku bahkan tidak sepadan hanya untuk sedetik kedipanmu.

Perasaan tanpa logika hanya akan menyakiti dan logika tanpa perasaan tidak akan manusiawi

Aku berusaha melawan diriku. Berusaha berlaku seolah tak peduli tentang dirimu. Berusaha meningkatkan intensitas permainan logikaku yang menyadari bahwa kau bukanlah untukku. Namun nihil, perasaan ini begitu bodoh. Dia tidak peduli dengan rasa sakit dan dia tidak peduli dengan kisah pahit. Perasaan ini rela berdiri tegap demi dirimu.

Demi dirimu. Dia berdiri menentang diriku.

Bukan orang lain. Bukan para kriminal. Bukan pula keluarga. Yang aku lawan sekarang ini adalah diriku sendiri. Sungguh aku tau, tidak ada sepercikpun salahmu atas semua ombak kencang yang menerpaku. Karena pada dasarnya..

Kau tidak tahu diriku.

Sebutir debu tidak ada artinya dibanding seonggok berlian.

Aku hanyalah satu dari sekian juta orang yang memujamu. Dan sejujurnya, aku tak pernah sedetikpun berhenti berharap bahwa rasa ini akan memudar esok hari.

Suatu hari, aku pasti bisa melupakanmu.
Suatu hari, aku pasti bisa menertawai kebodohanku menyukaimu.
Sayangnya.. ‘Suatu hari’ yang sudah kutunggu 6 tahun lamanya pun tak kunjung datang.

Sial

Oppa. Ada apa denganku?

Mengapa harus dirimu?

Itulah pertanyaan yang entah berapa juta kali sudah kutanyakan pada diriku sendiri dan kupikir.. Aku memiliki cukup akal untuk menjawab, namun nyatanya? Nihil.

Memikirkanmu adalah rutinitasku dan baru kusadari bahwa mencintaimu adalah hal yang tak pernah berhenti kulakukan.

Hingga sekarang.

-THE END-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: