One Fine Autumn Day [1/?]

sd

One Fine Autumn Day

Written By: Rena

 

***

 

Tag (tokoh/cast) : Choi Siwon, Kang Hyejin

Genre : Romance

Rating : PG -15

Length : Chapter

 

 

 

 

ONE FINE DAY – INTRO

November, 2015

Hyejin

Aku menatap gaun putih panjang di depanku dengan mata berbinar. Sungguh indah, anggun, dan manis sekali jika kugunakan besok. Aku akan menikah dengan pria yang aku cintai, tetapi setelah kami menikah kami tidak akan hidup bersama. Bukan, ini bukan tipikal perjodohan yang kalian gemari. Kami menikah murni karena cinta. Aku mencintai Choi Siwon, kekasi- eh tunanganku dan dia pun begitu.

“Ayo tidur Hyejin-a, besok hari yang akan melelahkan untukmu,” eomma menepuk pundakku pelan. Padahal aku masih asik menatap gaun pernikahanku untuk besok dan tidak ingin mengedipkan mata sedikitpun. Aku takut ini tidak nyata, aku takut pernikahanku dengan Siwon si member super junior itu hanyalah fiksi.

 

Siwon

Sekarang tanggal dua November dalam kalender dunia, hari dimana aku akan mengikat janji suci dengan Kang Hyejin, kekasihku sejak tiga tahun lalu. Awalnya aku takut hubungan kami tidak akan direstui oleh penggemarku, tetapi syukurlah mereka mau mengerti sejak aku mengumumkannya dalam Super Show di Jepang dua tahun lalu. Aku merasa bersyukur memiliki kesempatan untuk memberitahu langsung pada penggemarku, tidak perlu menunggu media yang bersuara dan menangkap kami berdua.

Pintu ballroom sudah dibuka dan Leeteuk hyung selaku MC memanggilku sebagai mempelai pria untuk masuk. Dengan langkah pasti dan berani aku masuk ke dalam ballroom tempat pemberkatan sekaligus pesta kecil dengan rekan-rekan dan saudara merayakan pernikahanku. Aku tidak sabar menunggu Hyejin untuk masuk, melihat malaikatku menggunakan gaun yang kami pilih sejak enam bulan yang lalu.

Semua member menggunakan suit serta dasi kupu-kupu. Sedih sekali mengingat beberapa hyung tidak dapat hadir menyaksikan pernikahanku karena masih bertugas untuk negara. Untungnya Eunhyuk dan Donghae mendapat libur sebagai reward dari menjuarai apalah itu. Aku tidak pernah merasa seberuntung ini, dapat menikahi wanita yang sangat aku cintai tanpa adanya tentangan dari penggemarku.

 

 

November 2016

Hyejin

 

“Selamat ulang tahun pernikahan yang pertama oppa!”

Aku meniup lilin di roti yang baru saja kubeli sejak pulang kerja tadi. Wajah Siwon nampak bahagia, dia tersenyum sangat lebar seperti sedang tertawa menonton SNL. Dia tidak menutup mulutnya walau sudah berkali-kali tersenyum, tentu saja karena yang sedang merayakan anniversary adalah aku dan foto Siwon. Bodoh? Memang.

Ulang tahun pernikahan yang pertama, aku merayakan dengan foto suamiku. Suami? Lebih terdengar seperti kekasih yang berbeda negara. Dalam satu tahun pernikahan ini baru beberapa kali aku bertatap wajah dengannya. Bahkan, penjaga pos keamanan di tempat Siwon bertugas sebagai polisi saja sudah hafal dengan wajahku yang sering sekali ‘numpang lewat’ hanya untuk mengintip suamiku bertugas.

Hari ini, malam hari yang dingin di musim gugur, bulan November 2016, lagi-lagi Choi Siwon memberikan kejutan kecil untukku. Bisa menatap wajahnya dan berbicara sedikit lewat layar handphone di hari sibuk seperti ini adalah keajaiban bagiku. Terlebih, di ulang tahun pernikahan kami yang pertama. Kalau kupikir ulang, keputusan yang bodoh untuk bersedia menikah dengannya hanya dua minggu dari hari wajib militernya. Tetapi, namanya juga cinta.

 

November 2017

Choi Siwon

Hari-hari ini telah kembali, hari-hari sibukku sebagai member Super Junior. Tetapi yang berbeda adalah kehadiran Hyejin yang selalu meungguku pulang setiap malamnya. Dulu kami hanya berkomunikasi lewat ponsel, sekarang aku bisa menatapnya, memeluknya, dan mendengar celotehnya setiap malam setelah aktifitas yang melelahkan sebagai member boygroup dengan member hanya tujuh dari tiga belas.

Kebahagiaanku juga bertambah dengan hadirnya malaikat kecilku, Choi Junseo yang sekarang baru berusia dua bulan. Beruntung aku sudah keluar dari kewajiban negaraku saat Hyejin melahirkan. Tidak menemani Hyejin selama sembilan bulan kehamilannya adalah sebuah penyesalan besar dalam hidupku. Hyejin yang setiap malam dalam barak selalu kubayangkan beralan dengan perut besar, kesulitan mengambil barang, sakit pinggang, dan muntah-muntah membuat bulan-bulan terakhirku di militer menjadi semakin sulit. Beruntung hyung-hyungku mau membantu mengawasi Hyejin yang tidak cuti bekerja dari bank walau sudah diperingatkan dokter.

Junseo adalah keajaiban, kebahagiaan, dan nafas hidupku. Junseo si cucu kesayangan ayahku, Junseo yang baru bisa menangis dan buang air, Junseo yang menjadi pusat kehidupan kami sekarang. Aku mencintai Junseo lebih dari siapapun mengetahuinya.

Oppa, hari ini tidak ada jadwal kan? Aku akan berangkat kerja. Tolong jaga Junseo, kau sudah tahu cara membuatkan susu kan?” Hyejin dengan sepatu tingginya sudah sibuk berbicara sendiri seolah akan meninggalkanku dan Junseo setahun penuh.

“Iyaiya, aku sudah tahu.. aku nanti akan di rumah seharian, tidak ada jadwal. Jangan khawatir,” aku tersenyum menenagkan Hyejin yang selalu tidak percaya padaku.

 

Hyejin

Hari ini entah kenapa aku berat rasanya untuk berangkat kerja. Rasanya ingin di rumah saja bersama Siwon dan Junseo. Tetapi, hari ini aku harus melakukan OTS dengan klienku. Aku melepas sepatuku lagi dan berjalan ke arah kamar Junseo.

 

“Kenapa lagi sayang?” Siwon membuntutiku.

“Tidak apa-apa, hanya ingin berpamitan pada Junseo.”

“Bukannya tadi sudah?”

“Sudah, tetapi belum dua kali..”

“Sudah jam tujuh lewat empat puluh menit, nanti kau telat.”

“Iyaiya, Junseo-ya, eomma pergi bekerja dulu agar bisa membelikanmu lego oke? Baik-baik di rumah bersama app-“

Daddy!”

“Iya, bersama daddy. Eomma tidak akan lembur, nanti malam kita bersama lagi. Byebye Junseo!”

 

Hari ini begitu berat kulewati, ada saja hal yang menyulitkanku di kantor. Pikiranku tidak bisa fokus dan terus melayang-layang pada Junseo yang kutinggal bersama Siwon di rumah. Biasanya ada eomma yang menunggui Junseo apabila rumah kosong, tetapi hari ini eomma berangkat ke Jepang untuk mengikuti seminar. Kedua mertuaku tentu saja tidak dapat membantu karena mereka juga punya pekerjaan.

“Hyejin ssi, tolong dicatat ya ini adalah hasil audit perusahaan ini, untuk bukti dari peminjaman kami dua bulan lalu.”

Aku tersadar dari lamunanku.

“Oh, baiklah… berapa menit lagi general manager akan siap bertemu?”

“Dua puluh menit lagi kira-kira.”

Dua puluh menit selanjutnya aku sibuk melihat dan meneliti hasil audit dari perusahaan ini. Aku bisa fokus, tetapi dua puluh menit ini jantungku berdebar tidak karuan. Kenapa? Haruskah aku menelfon rumah? Ah sepertinya aku hanya gugup akan bertemu dengan general manager perusahaan ini yang sangat keras.

“Hyejin ssi, GM sudah bisa ditemui, silahkan masuk.”

Aku segera merapikan pakaianku dan membenarkan pin di bajuku yang agak miring. Pertemuanku dengan si GM yang menggunakan sepatu merah merona dari Christian LouboutinI sungguh menguras semua konsentrasiku. Sudah pukul satu siang, jam untuk Junseo makan siang. Kebetulan sekali ada telfon dari Siwon. Pasti dia menanyakan cara membuat susu, padahal aku sudah menulis step nya di depan kulkas. Sungguh suami yang merepotkan.

“Ehm… Hyejin ssi, bisa kita lanjutkan atau tidak?”

“Ah.. maaf-maaf, saya tadi agak sedikit tidak konsentrasi. Baiklah, mari dilanjutkan saja.”

Dan aku mengabaikan telefon Siwon siang itu, adalah kesalahan fatal bagiku. Adalah penyesalan tersbesar dalam hidupku. Dalam dua puluh delapan tahun hidupku, ini adalah kesalahan terbesarku. Dan aku… menyesalinya.

 

Junseo, bisakah kau mendengar eomma nak?

Maaf, pagi saat itu eomma tidak menghiraukan tangisanmu

Maaf, siang itu eomma tidak mengangkat telefon daddymu

Maaf, sore itu eomma tidak ada saat kau meregang nyawa dengan selang diseluruh tubuhmu

Maaf, malam ini eomma baru datang dan melihatmu yang lemas tak bernyawa

Maaf, eomma bukanlah ibu yang baik untukmu

Maaf, eomma meninggalkanmu berdua dengan daddy yang tidak bertanggung jawab

Maafkan eomma Junseo, maaf…

 

 

-TBC-

 

Catatan Author : Annyeong~ menyongsong kembalinya uri Suju dengan album baru di bulan november, here’s a lil fanfiction for u all. Mengingat Siwon yang juga dalam masa berkabung karena akan kehilangan bugsy, cerita ini terlahir. Maaf kalo banyak typo dan alurnya kelamaan, tapi sabar dulu guys… it’s only the beginning. Selanjutnya bakal lebih menguras emosi lagi. Selamat membaca! Jangan lupa comment dan kasih feedback

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: