One Fine Autumn Day [2/?]

sd

One Fine Autumn Day

Written By: Rena

***

Tag (tokoh/cast) : Choi Siwon, Kang Hyejin

Genre : Romance

Rating : PG -15

Length : Chapter

 

 

ONE FINE DAY – THE BEGINNING

 

November 2017

Kang Hyejin

 

Aku hanya bisa terisak menatap peti mungil yang menjadi tempat peristirahatkan terakhir Junseo kecilku mulai diturunkan ke tanah. Junseo kecilku, Junseoku yang malang.. Junseoku yang tidak bernasib seberuntung anak-anak lain, maafkan eomma nak.. maafkan. Hari ini seluruh keluargaku berkumpul bukan untuk merayakan pernikahan, melainkan kematian. Bahkan oppa ku jauh-jauh datang dari Australia bersama anak dan istrinya untuk melihat jenasah Junseo terakhir kalinya. Bukan, bukan jenasah.. Junseo tetaplah Junseo. Tubuh Junseo.

Siwon terus menunduk sejak kemarin malam. Dia tidak berani menatapku, tidak berani mendekatiku bahkan satu jengkal pun. Dia memang berasalah dan tidak sepantasnya berani untuk dekat denganku. Aku pun berharap dia lenyap dari dunia ini. Lebih baik Siwon saja yang pergi, bukan Junseoku. Lebih baik aku menjadi janda daripada kehilangan seorang anak yang sudah susah payah kukandung sembilan bulan.

Usai pemakaman, semua kembali ke rumah masing-masing dengan tenang. Perjalanan hampir dua jam hanya berdua bersama Siwon menjadi perjalanan paling panjang dalam hidupku. Dia hanya diam dan duduk menatap keluar jendela. Supir keluargaku pun tidak berani mengeluarkan kata apapun meski untuk menghiburku. Suasana yang dingin antara aku dan Siwon bagaikan neraka. Tetapi aku tidak mau memulai percakapan diantara kami, tidak sebelum dia meminta maaf dan mendapat ganjaran yang setimpal dari Tuhan.

 

“Hyejin-a,” Siwon menepuk pundakku ketika kami baru saja masuk ke rumah. Masih lengkap dengan hanbok hitam dan hairclip pita putih di rambutku. Belum sejengkal aku masuk ke dalam rumah, tubuhku sudah ambruk. Aku tidak sanggup lagi menginjakkan kaki ke rumah ini, menginjakkan kedua kakiku ke tempat dulu aku pernah menggendong, menyanyi, tertawa, dan menangis karena Junseo. Aku terisak sambil memanggil-manggil nama anak lelakiku yang baru berusia dua bulan itu. Junseoku…. Junseo kesayanganku….

“Hyejin-a, jangan begini.. Hyejin-a, mianhae.”

Mendengar kata maaf dari Siwon, bukan hati yang tenang yang kudapat. Justru kemarahan dan benci membuncah di dadaku.

PLAAKK

“Kau pikir semua bisa kembali hanya dengan kata maaf? Kau pikir Junseo bisa kembali???” aku terus tersedu setelah menampar pipi kiri Siwon yang kini memerah. Aku tidak bisa lagi memaafkan pria yang kucintai ini. Hati ini terlalu sakit.

“Maaf.. maaf.. maafkan aku..” Siwon berusaha merengkuhku kedalam pelukannya. Namun aku tidak memberikan reaksi. Aku justru mendorongnya dan berjalan pergi menuju kamar untuk menenangkan diri. Aku benci situasi ini. Aku butuh seseorang untuk menenangkanku.

 

Siwon

Malam demi malam berlalu. Aku dan dia masih tidur di kamar yang sama, di ranjang yang sama walau tanpa adanya percakapan maupun tatapan satu sama lain. Aku hanya bisa terdiam, tidak berani berkata-kata. Tamparan Hyejin tempo hari tidak begitu berarti, tetapi kata-katanya seolah menamparku. Aku tahu, aku yang salah dan aku sungguh menyesal. Aku tidak bisa mengembalikan Junseo hanya dengan kata maaf. Aku salah, sungguh aku tahu.

Pihak SJ Label sudah memberiku libur satu minggu untuk berkabung. Aku hanya duduk termenung setiap hari. Sedangkan Hyejin? Wanita itu tampak sedih tapi rupanya tidak punya hati juga. Satu hari sejak penguburan Junseo, dia berangkat ke kantor dengan wajah datarnya, bahkan pulang pukul sebelas malam. Begitu terus hingga hari ini, tepat satu minggu sejak kepergian Junseo.

Tidak ada ucapan selamat pagi, pelukan pulang kerja, cerita menjelang tidur tentang keseharian kita, dan tidak ada lagi bahkan sepatah kata halo di antara kita. Hingga malam ini, tiba-tiba Hyejin menarik koper dari lemari besar kami dan mulai menata barangnya.

 

“Kau.. mau kemana?” tanyaku takut-takut.

“…”

“Hyejin-a, aku bertanya.. kau mau kemana mengambil koper begitu?!”

“Australia.”

“Kenapa? Pekerjaan? Berapa lama?”

“Sampai aku bisa melupakanmu.”

 

Hyejin

“Sampai aku bisa melupakanmu.”

Ucapan singkat dan lugas yang kuucapkan barusan tidak benar-benar berasal dari hatiku, percayalah. Aku tidak ingin melupkanmu Siwon, aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Waktu untuk membuat diriku lupa akan luka ini. Luka besar yang disebabkan olehmu. Oleh kelakuanmu.

Dan malam itu adalah malam terakhir aku tidur di ranjang yang sama dengannya. Masih dalam suasana hening. Aku bahkan tidak menjawab ketika dia bertanya berapa lama aku akan ada di Australia, karena aku sendiri pun tidak tahu. Aku tidak tahu berapa lama aku bisa melupakan masalah ini dalam diriku. Berapa lama aku bisa berdamai dengan keadaan, dan berapa lama aku bisa memaafkanmu. Berapa lama aku bisa melangkah dan bangkit dari kesedihan ini.

“Kau bisa mengantarku besok pagi, jam sembilan pesawatku berangkat,” setidaknya aku memberinya kesempatan untuk berdamai bukan? Memberi kesempatan pada diriku untuk memaafkan keadaan.

“Tidak bisa, aku ada jadwal pagi,” jawab Siwon dingin. Akhir dari percakapan kami di bulan ini. Di musim gugur bulan november. Bulan yang selalu menjadi awal dari sesuatu dalam hubungan kami.

November 2010, awal kami mengenal satu sama lain di kantor mertuaku saat aku sedang magang. November 2012, saat kami makan malam di JW’s Grill, JW Marriott Hotel, Seoul dan akhirnya menjadi kekasih. November 2014 saat Siwon melamarku di mobil. November 2015, hari pernikahan kami. Dan yang pahit namun harus kuterima, November 2017 kematian anakku. Choi Junseo.

 

-TBC-

 

Catatan Author :

Makasih yang mau baca chapt 2 dari cerita gajelas ini~ selamat memmbaca, maaf banyak typonya. Comment & feedback jusseyooo

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: