Save [5-END]

tumblr_opli7jF4k31qgaiiro1_1280

Final Chapter

Save 

Written By: Kim Yerry

***

 

Gengre             : Comedy, Romance

Length             : Chapter

Main cast        : Lee Seo Rim (OC), Kim Yesung, Kim Seo Jin (OC), Choi Siwon

 

TIME 5

FINISH

Yesung menghampiri eunhyuk dimeja bar, bar terlihat masih sepi, hanya ada beberapa orang yang datang, Yesung langsung memesan minuman

“sepertinya aku mulai menyukainya” ujar Yesung membuat eunhyuk yang tadi berniat minum, jadi mengurungkan niatnya, kemudian menatap Yesung penuh selidik, sementara Yesung hanya menatap gelas minumannya datar

“seo rim? Wae?” Tanya eunhyuk tidak percaya, Yesung perlahan menatap eunhyuk, ditempat yang lain, tepatnya didalam kos seo rim, seo jin yang baru saja datang langsung duduk disamping seo rim

“sepertinya aku mulai menyukai suamiku, tidak,bukan menyukainya, tapi mencintainya” ujar seo jin, membuat seo rim perlahan menatap seo jin

Kembali ketempat Yesung dan eunhyuk berada

“awalnya aku hanya berniat bermain dan memanfaatkannya, tapi ternyata aku tidak bisa mengontrol hatiku, aku malah menyukainya, semakin menyukainya, dan malah mencintainya” jelas Yesung pelan, eunhyuk menghembuskan napas prustasi

“aku sudah memperingatkanmu, dengan kamu beralih mencintai seo rim, itu malah akan membuat hidupnya jadi tidak bahagia” jelas eunhyuk gusar

“wae?”Tanya Yesung tidak mengerti

“aku dulu juga mencintainya, awalnya yeoja yang kukejar adalah seo jin, tapi seo jin selalu mengabaikanku, hingga akhirnya aku meminta bantuan seo rim untukmendapatkan hati seo jin, tapi semakin aku mengenal seo rim, aku malah lebih menyukai seo rim, yeoja dengan kesederhanaannya membuatku sangat tertarik, tapi karena itu seo jin tidak terima, akhirnya dia menjebak seo rim sehingga seo rim dikeluarkan dari sekolah, meskipun aku tau dalang dari semua itu adalah seo jin, aku tidak bisa menyelamatkan seo rim, aku memang seorang pengecut, sekarang, mungkin kesengsaraan seo rim akan kembali terulang, dan mungkin lebih parah” jelas eunhyuk membuat Yesung terhenyak, Yesung beranjak dari duduknya dan bergegas keluar

Kembali kepembicaraan seo jin dan seorim

“bisakah kali ini kamu pergi lagi, kenapa semua yang kumiliki harus menjadi milikmu juga, bisakah kali ini kamu membiarkan aku berbahagia, aku mohon, untuk kali ini jangan rebut orang yang ku cintai lagi” pinta seo jin , air mata seo jin perlahan menetes, seo rim terpaku

***

Seo jin menatap kesal pada Yesung yang tengah duduk dihadapannya, sudah 1 bulan ini, Yesung selalu mengabaikannya, keadaan jadi terbalik, biasanya Yesung yang akan selalu mengejar seo jin, tapi kali ini seo jin lah yang justru mengejar Yesung

“maldo andwe, bagaimana mungkin bisa perasaanmu berubah secepat ini, bukankah kamu mencintaiku setengah mati?tapi kenapa bisa berubah secepat itu?” Tanya seo jin tidak percaya

“tanda tangani saja surat cerai itu” pinta Yesung datar

“andwe!!!! Aku tidak akan pernah menanda tanganinyasampai kapanpun, akan aku buat kamu mencintaiku lagi” ujar seo jin, Yesung menatap seo jin sendu

“apa yang kamu katakan pada seo rim sehingga dia sampai menghilang seperti ini, apa yang kamu lakukan?” Tanya Yesung sedih, seo jin menatap Yesung sedih

“aku hanya mengatakan bahwa aku mencintaimu, aku hanya memintanya untuk pergi” jelas seo jin

“kita akhiri saja semuanya sampai disini, seo jin aku lelah” pinta Yesung penuh harap

“andwe!!!! Aku tidak akanpernah membiarkan kalian bersama, kamu harus mencintaiku kembali, dengar! Aku tidak akan pernah menanda tangani surat ini” teriak seo jin sambil beranjak pergi

***

Yesung sedang duduk termenung disebuah kafe, tanpa disadarinya siwon sudah duduk dihadapannya

“wahhh, sepertinya kamu sangat kecewa tidak mendapatkan proyek itu, sudah aku katakan, bahwa aku tidak pernah kalah” ujar siwon sinis, Yesung menatap siwon datar , siwon kaget melihat ekspresi yang ditampilkan Yesung

“wae? Apa kalian sudah bercerai?” Tanya siwon sambil tersenyum geli, Yesung masih terdiam

“sepertinya selingkuhanmu juga sudah pergi, malang sekali hidupmu” ujar siwon meremehkan

“namja yang jieun noona cintai adalah kamu, bukan aku” ujar Yesung membuat siwon terdiam dan terpaku sesaat

“untuk apa kamu membahas sesuatu yang telah berlalu” ujar siwon tidak suka, Yesung perlahan meraih sesuatu dari saku jasnya, sebuah kalung yang membuat siwon makin terpaku

“sebenarnya dari dulu aku ingin memberikan ini untukmu, tapi karena kesalahpahaman mu yang sangat mengerikan, aku berniat menghukummu seumur hidup, tapi sepertinya kamu harus tau kebenarannya” jelas Yesung sambil menyodorkan kalung tersebut kearah siwon

“kamu yang memberikan kalung ini pada jieun noona kan, sampai detik terakhirnya didunia ini, kalung ini selalu dipakainya, aku tidak pernah berniat merebut jieun noona darimu, tapi kamu sepertinya sudah sangat salah paham, kamu terlalu percaya perkataan orang lain, jieun noona yeoja yang setia, noona selalu mencintaimu” jelas Yesung

“kenapa kamu menjelaskan semuanya sekarang?” Tanya siwon penuh emosi

“aku tidak ingin kamu hidup penuh kebencian lagi, temukanlah yeoja yang tepat, ini keinginan jieun noona” jelas Yesung sambil beranjak pergi

“apa selama ini kamu sengaja selalu mengalah?” Tanya siwon seakan menyadari sesuatu, kenapa dia selalu memenangkan setiap pertandingan melawan Yesung

“noona yang meminta” jawab Yesung

“dia dibusan” ujar siwon singkat membuat Yesung bingung

“selingkuhanmu, yeoja itu ada dibusan ” ujar siwon, Yesung terkejut sesaat, kemudian tersenyum pelan

“gomawo” ujar Yesung tulus sambil beranjak pergi

***

Seo rim memasuki lift dengan letih, sudah hamper sebulan ini seo rim bekerja jadi karyawan dihotel, setelah pengakuan seo jin, seo rim memutuskan untuk membawa eommanya pindah tanpa memberitahukan siapapun, seo rim mengehela napas lelah,pintu lift hampir tertutup, tapi sebuah tangan menahannya, membuat pintu kembali terbuka, seo rim menatap orang yang menahan pintu lift tertutup, tatapan seo rim terpaku pada namja didepannya, namja yang sangat dirindukannya

“apa lagi-lagi aku berhalusinasi?” batin seo rim, Yesung menatapnya penuh kerinduan

Keduanya bertatapan sangat lama

***

Seo rim dan Yesung duduk berdampingan dibangku taman, nuansa malam yang redup menambah momen kesedihan bagi keduanya

“kenapa kamu harus pergi?” Tanya Yesung

“kenapa kamu disini? Apa kamu sengaja mencariku atau untuk keperluan bisnis?” Tanya seo rim balik

“bisakah kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Yesung lagi

“apakah kamu bersedia pergi jika aku menceritakannya?” Tanya seo rim

“baiklah, aku akan pergi jika kamu menjawab 2 pertanyaanku” ujar Yesung, seo rim menatap Yesung tidak percaya

“kenapa kamu harus membiarkan seo jin membuatmu seperti ini?” Tanya Yesung sambil menatap seo rim tajam

“karena aku eonnienya” jawab seo rim membuat Yesung kaget

“appa seo jin adalah appaku, aku adalah anak dari simpanan appa seo jin, mungkin bagi orang nama kami yang sama adalah sebuah kebetulan, tapi itu karena sebenarnya appa ingin menegaskan secara halus bahwa kami adalah bersaudara, aku berjanji pada appa untuk selalu menjaganya dan mengalah darinya, karena aku telahmerebut semua kebahagiannya bahkan sebelum ia dilahirkan” jelas seo rim sambil berusaha menahan tangisnya, Yesung terpaku

“lalu, apa kamu mencintaiku?” Tanya Yesung membuat seo rim terdiam sejenak

“aku tidak mencintaimu” jawab seo rim singkat

“apa itu sebuah kebenaran?” Tanya Yesung

“ne, itulah kebenarannya” jawab seo rim berusaha menahan perasaannya

“lalu apa kebohongannya?” Tanya Yesung, seo rim menatap Yesung sendu

“aku mencintaimu” jawab seo rim, keduanya bertatapan cukup lama

“aku sudah menjawab semua pertanyaanmu, pergilah, aku juga harus bekerja” ujar seo rim sambil beranjak dari tempat duduknya, Yesung beranjak berdiri dan menarik tangan seo rim, reflex seo rim berbalik menghadap Yesung, detik berikutnya Yesung mencium bibir seo rim, seo rim berniat mendorong tubuh Yesung, tapi Yesung malah mendekapnya erat, air mata seo rim jatuh perlahan, perlahan Yesung melepaskan ciumannya

“saranghae” bisik Yesung pelan membuat seo rim menangis terisak, tidak mampu lagi membendung perasaan sedih yang dirasakannya, Yesung memeluknya erat

***

Seo jin dan Yesung kembali berhadapan membahas surat cerai yang belum seo jin tanda tangan

“aku sudah mengatakan , aku tidak akan pernah menanda tangani surat ini, titik!” ujar seo jin tegas

“aku mencintai seo rim” ujar Yesung membuat seo jin terpaku

“aku mencintainya, kita bisa saja tidak bercerai, kamu bisa memiliki ku semamumu, tapi hati ini, bukan lagi kamu yang memilikinya, apa kamu bersedia dengan itu, aku mungkin bisa saja mencintaimu, tapi aku tidak yakin itu kapan, cinta yang kumiliki sekarang, rasanya sangat berbeda dari rasa cinta yang kumiliki untukmu sebelumnya, saat aku pikir aku mencintaimu, sepertinya aku hanya ingin melindungimu, seperti melindungi seorang dongsaeng, tapi cinta yang kumiliki untuk seo rim sekarang adalah rasa dimana aku ingin terus bersamanya, menghabiskan waktu bersamanya,memeluknya, mencintainya dengan segenap rasa yang kupunya, apa kamu bersedia hidup bersama dengan namja yang mencintai yeoja lain?” Tanya

“naepun neo, napeun namja!” teriak seo jin sambil dengan secepat kilat menanda tangani surat cerai kemudian beranjak pergi

“lagi-lagi aku kalah” ujar seo jin sedih, air matanya mulai menetes

***

6 bulan kemudian

“mungkin perasaan yang kita miliki saat ini hanya bersifat sementara, tapi jika perasaan itu tidak berubah dalam waktu yang lama, jika saat itu kita masih sama-sama sendiri, dan masih memiliki perasaan itu, mari bertemu lagi”

 

Yesung berjalan menyusuri tempat-tempat yang pernah dikunjunginya dipulau jeju bersama seo rim, 6 bulan mereka tidak pernah bertemu dan berkomunikasi, ini atas permintaan seo rim, yeoja itu membuat sebuah keputusan, jika memang mereka ditakdirkan bersama akan ada sebuah kebetulan yang mempertemukan mereka

Yesung menatap hamparan pantai didepannya,rasa itu masih ada meskipun seo rim tidak disisinya, Yesung mengamati sekeliling, dan matanya terpaku pada sosok yeoja yang tengah memfotonya, yeoja tersebut menurunkan kameranya sambil tersenyum lembut, Yesung membalas dengan tersenyum lega,keduanya bertatapan sambil tersenyum senang

Narasi yang memperdengarkan suara hati keduanya

“aku menemukanmu” ujar Yesung

“ani, akulah yang menemukanmu” bantah seo rim

Keduanya saling berjalan mendekat, dan berhenti dalam jarak yang dekat, masih berpandangan mesra. Perlahan Yesung menarik tangan seo rim hingga mendekat, kemudian mencium bibir seo rim, kali ini seo rim membalasnya

Terdengar lagi narasi suara keduanya

“sejak kapan kamu menyukaiku?” Tanya seo rim

“kebersamaan kita membuatku menyukaimu, aku tidak tau kapan perasaan itu dimulai, mungkin sejak awal aku melihatmu, aku sudah tertarik padamu” jelas Yesung

“lalu sejak kapan kamu menyukaiku?” Tanya Yesung penasaran

“sejak pertama kali aku melihatmu dibandara, sejak saat itu aku sudah menyukaimu” jawab seo rim

 

EPILOG

Seo jin tengah memilih novel dirak-rak yang ada, seo jin terlihat serius memilih buku sampai sebuket mawar merah menghalang pandangannya terhadap novel-novel yang dicarinya, seo jin sedikitkaget dan melihat namja yang memberikannya, seorang namja muda yang belakangan ini selalu mengejarnya

“noona, saranghae” ujar choi minho membuat seo jin sedikit kaget

“baiklah” jawab seo jin sambil menerima bunga tersebut, choi minho tersenyum senang

Dilain tempat dipulau jeju, siwon sedang makan diseuah restoran mewah,tiba-tiba seorang yeoja menghampirinya

“tuan choi siwon?” Tanya hana tidak percaya, siwon menatap hana heran

“nugu?” Tanya siwon

“ah jadi benar ini anda,saya hana penggemar berat anda, anda salahsatu pengusaha muda yang hebat dimata saya, saya benar-benar mengagumi anda, saya pemilik restoran ini” jelas hana

“apa kamu menyukaiku?” Tanya siwon to the point

“tentu, siapa yang tidak menyukai anda, anda benar-benar hebat” puji hana

“apa kamu mencintaiku?” Tanya siwon membuat hana kaget

“tentu saja tidak” bantah hana sedikit salting

“baiklah, apa kamu sudah punya pasangan, pacar ? suami?” Tanya siwon membuat hana bingung

“belum, memang ada apa tuan?” Tanya hana

“kalau begitu, bolehkah aku menyukaimu?” Tanya siwon membuat hana makin kaget

 

Masih ditempat yang sama, Yesung dan seo rim terlihat bersepeda bersama menyusuri jalanan pulau jeju

“ Yesung oppa saranghae” ujar seo rim membuat Yesung terkekeh geli

“nado,nado saranghae” balas Yesung

END

1 Comment (+add yours?)

  1. Cho esty
    Jul 23, 2018 @ 13:36:06

    Ahahah akhirnya seo rim with yesongsong

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: