I Am Single [1/6]

sdf

I Am Single

Written By: Kim Yerry

***

Gengre             : Romantic, AU

Length             : CHAPTER

Main cast        : Cha Hye Seo (OC), Kim Yesung

 

CHAPTER 1

cha hye seo menatap kesal pada kalender yang ada dihadapannya , kalander yang dengan teganya pada hari ini menunjukan tanggal 31 oktober 2017, bagimana tidak pada hari ini hye seo genap berumur 25 tahun, dan tentu saja pertambahan umur tersebut membuatnya makin galau, diumurnya yang ke 25 tahun hye seo belum menemukan jodoh, sebenarnya usia 25 tahun masih wajar bagi seorang yeoja untuk menjomblo, tapi apa daya, keluarga yang merasa masih terbebani dengan kehidupan hye seo yang masih menjadi tanggungan a.k.a belum menikah, mengharuskannya untuk segera menikah tidak perduli apapun

hye seo menghembuskan nafas lelah, tiba-tiba seseorang memukul kepalanya

“aww” ringis hye seo pelan sambil mengusap-usap kepalanya yang sedikit sakit

“untuk apa terus menerus melihat kalander itu? tidak akan berubah menjadi uang, cepat pergilah bekerja sana, cari uang sebanyak mungkin, masih muda kerjanya bermalas-malasan” omel appanya kesal, membuat hye seo tidak kalah kesal, tanpa berkata apa-apa hye seo berangkat kerja

“tidak makan dulu? ” tanya appanya, hye seo sama sekali tidak menjawab, dan berlalu pergi terlalu kesal

“baguslah mengurangi jatah “ujar ayahnya samar-samar

hye seo berjalan perlahan menuju tempat kerjanya yang lumayan jauh, langkahnya sangat berat dan pelan, hye seo mengamati orang-orang yang berpapasan dengannya, ada para anak sekolahan, pasangan dimabuk cinta, keluarga bahagia, semuanya membuat hye seo sedih

“hari ini hari-hari yang benar-benar menyedihkan dalam hidupku” guman hye seo pelan

“yang kulakukan dari dulu adalah selalu berusaha menjadi yang terbaik, tapi sepertinya itu tidak pernah dihargai” guman hye seo lagi

“diusiaku yang sekarang, bahkan sudah tidak muda lagi, aku belum menemukan pasangan, menyedihkan” guman hye seo pelan, seorang wanita tua menghampirinya

“tenanglah seseorang dari masa lalumu akan datang dan merubah semua kehidupanmu yang menyedihkan” ujar wanita tersebut membuat hye seo menatapnya heran, hye seo mempercepat langkahnya, terlalu takut melihat kemunculan wanita yang tiba-tiba tersebut

***

hye seo berdiri berjejeran dengan para staf, hari ini mereka kedatangan manager baru, dan sepertinya akan ada evaluasi kerja, hye seo mengamati manager mereka yang baru ini benar-benar modis, aura mudanya seperti terpancar cerah menyilaukan, dan wajahnya terlihat tidak asing, manager baru tersebut berdiri dihadapan hye seo

“hye seo, cuti 25 hari, terlambat 50 hari, bolos 15 hari, kartu merah, hari ini kamu dipecat!” ujar manager baru tersebut membuat hye seo sukses menampakan wajah super kaget

“baik semuanya kembali bekerja” pinta manager baru tersebut sambil menatap hye seo sinis, semuanya kembali keposisi masing-masing, termasuk hye seo yang membereskan barang-barangnya dengan kesunyian, jika hye seo masih berumur belasan tahun, mungkun hye seo akan menentang keputusan bosnya, tapi sekarang usia hye seo sudah tidak memungkinkan untuk berbuat sesuka hati, hye seo keluar dari ruangan dengan perasaan sedih

“ah benar-benar hari yang menyedihkan, sepertinya aku sedang sial hari ini” guman hye seo pelan , hye seo memasuki tangga darurat dan turun dengan perlahan, air matanya perlahan jatuh, saat kesedihan sudah tidak mampu dibendung, dan langkah kaki terasa lemah, hye seo terduduk dan menangis terisak

“hiks hiks hiks, lelahnya” isak hye seo sambil menyembunyikan kepalanya dikedua lututnya

“kamu menangis?!” sebuah suara mengagetkan hye seo, membuat hye seo refleks menoleh kearah suara, manager baru mereka, yang tadi memecatnya dengan bangga, sedang berdiri dengan gagahnya disamping hye seo, yang sedang memasang wajah yang tengah menangis, manager baru tersebut menatapnya tidak percaya

“kamu menangis?” tanya manager tersebut membuat hye seo seakan sadar, hye seo segera menghapus air matanya, dan refleks berdiri

“mianhe” ujar hye seo membungkuk sesaat kemudian beranjak pergi, tapi manager baru tersebut menahan tangannya, membuat hye seo menghentikan langkahnya dan menatap bosnya heran

“kamu menangis karena dipecat? jika kamu tidak terima dipecat kenapa tidak memberikan pembelaan?” tanya bos mereka membuat hye seo makin bingung

“mianhe sajangnim, sepertinya saya tidak punya hak untuk melakukan pembelaan , jika sangjanim sudah memutuskan begitu, bukankah sewajarnya saya menerima keputusan tersebut?” jelas hye seo terdengar sangat pasrah, bos mereka tertawa tidak percaya

“waaaah aku tidak percaya seorang cha hye seo berubah seperti ini, kemana hye seo yang pintar, energik, percaya diri serta cuek dulu?” tanya bos tersebut heran

“itu semua hanya ada dimasa muda, semakin umur bertambah, selalu saja hal yang menyedihkan membuat seseorang berubah” ujar hye seo pelan, tapi kemudian hye seo seakan tersadar dan menatap bosnya curiga

“kenapa sepertinya sajangnim sangat mengenal saya dimasa lalu?” tanya hye seo curiga, sambil berusaha melepaskan tanggannya yang masih dipegang erat oleh bos mereka, tapi bukannya melepaskan, bos tersebut makin memegang tangan hye seo erat

“kita bertemu lagi cha hye seo, apa kau masih mengenalku? namja yang pernah kamu tolak” ujar bos tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan, hye seo menatap bosnya dengan tatapan kaget dan bingung

“namja yang pernah ku tolak?” tanya hye seo kemudian berpikir keras sudah berapa banyak namja yang ia tolak dulunya, dan diantara namja-namja tersebut adakah sosok namja didepannya ini

“kim yesung, apa kamu mengingatnya?” tanya yesung bos mereka, hye seo berusaha berpikir keras, seketika ingatannya perlahan kembali

“yesung? si cupu? stupid namja?” tanya hye seo histeris, tidak percaya, yesung tersenyum sinis

“ternyata kamu masih mengingatku dengan baik” ujar yesung sambil tersenyum sinis, hye seo menatap yesung dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan tidak percaya

“maldo andwe, bagaimana mungkin namja yang dulunya cupu, pabo, sekarang bisa sekeren ini, bahkan menjadi seorang manager? ” batin hye seo tidak percaya

“awaaas!!!” teriakan dari tangga yang paling atas, membuat refleks keduanya menole kearah atas, sebuah kardus jatuh dari lantai atas menuju mereka berdua, keduanya sangat kaget, kardus tersebut sukses menimpa kepala hye seo tanpa bisa dihindari, hye seo merasakan sakit dikepalanya, keseimbangannya mulai hilang, pandangannya pun mulai kabur, perlahan tubuh hye seo akan segera ambruk, dengan sigap yesung menangkap dan menahan tubuhnya

“gwenchana?” tanya yesung yang terdengar samar-samar, hye seo menatap yesung dengan tatapan yang samar-samar

“benar apa yang dikatakan ahjumma tadi pagi, seseorang dari masa lalu akan muncul kembali dan merubah kehidupanku, tentunya menjadi lebih buruk lagi” batin hye seo sebelum kesadarannya hilang

***

flashback tahun 2007

cha hye seo adalah seorang gadis yang populer disekolahnya, selain cantik, hye seo juga sangat pintar, kepintaran yang dimilikinya bukan karena bakat alami, melainkah hasil belajar yang sangat giat, meskipun terkenal dan pintar, hye seo merupakan seorang yeoja yang cuek dan dingin terhadap semua orang, satu-satunya teman yang dimilikinya hanya ga in, berbanding terbalik dengan yesung, namja tersebut adalah salah satu namja terbodoh disekolah mereka, selain bodoh, yesung juga sering kali membolos, berbeda dengan hye seo yang dingin dan cuek, yesung tipe namja yang ramah dan lucu, yesung memiliki banyak teman, dan karena pertemuan singkat mereka yang sangat sederhana tapi berkesan bagi yesung, yesung jatuh cinta pada hye seo, saat itu mereka sedang berbelanja di supermarket yang sama, dan saat mereka sedang mengantri dikasir, saat semua belanjaan telah dihitung, yesung baru menyadari kalau uangnya hilang

“ottokhae” guman yesung panik, hye seo yang ingin cepat segera menghampiri

“tolong yang ini dihitung juga, saya akan membayar semuanya” pinta hye seo sambil menyodorkan barang belanjaannya, yesung menatap hye seo terpesona, setelah semua barang dibungkus terpisah, hye seo segera bergegas pergi, yesung yang belum berterima kasih segera mengambil kantong belanjaannya dan bergegas mengejar hye seo, tapi sampainya diluar gedung super market yesung kehilangan jejak hye seo

“kemana yeoja itu? benar-benar yeoja yang baik hati, my angle” ujar yesung sambil tersenyum senang, tapi kemudian ia tersadar

“sepertinya wajahnya tidak asing, ahhh bukankah dia hye seo si peringkat 1, wah aku benar-benar beruntung, apa dia diam-diam tertarik pada ku? tidak heran sih, sungguh sangat aneh jika dia tidak tertarik pada namja tampan seperti aku ini” ujar yesung dengan pd nya

esoknya saat disekolah yesung bergegas menghampiri hye seo yang sedang berjalan berduaan dengan ga in, yesung menghentikan langkah keduanya dengan cara berhenti tepat dihadapan mereka

“hai” sapa yesung sambil tersenyum manis, hye seo menatapnya tidak tertarik

“gumawo yang kemarin, kamu benar-benar yeoja berhati malaikat” puji yesung membuat ga in bingung, tanpa memperdulikan yesung, hye seo melanjutkan perjalanannya, ga in mengikuti dengan tergesa

“apa yang terjadi antara kalian berdua?” tanya ga in penasaran

“tidak ada yang spesial, aku membayar belanjaannya kemarin” jawab hye seo santai membuat ga in menganga kaget

“jinja? kau membayar barang belanjaannya? daebak! jadi hubungan seperti apa yang kalian miliki sekarang?” tanya ga in penasaran, mengingat hye seo sangat cuek dan dingin terhadap namja

“tidak ada yang spesial, hanya saja aku mengambil dompetnya yang terjatuh, dan membayar semua belanjaan dengan uangnya, jadi dia pikir aku yang berbaik hati membayar belanjaannya” jelas hye seo membuat ga in tertawa geli

“harusnya kamu jelaskan itu padanya, sepertinya dia salah paham” saran ga in

“aku tidak punya waktu untuk menjelaskan” ujar hye seo

sejak itu tiap hari yesung selalu menegur hye seo, bahkan memberika burung kertas sebagai tanda sukanya terhadap hye seo, tapi setiap kali yesung memberikannya burungkertas, setiap kali itu juga hye seo membuangnya kedalam tong sampah

sampai suatu hari yesung memberikan sebuah surat cinta kepada hye seo, tanpa membacanya, hye seo langsung merobek surat cinta tersebut dihadapan yesung langsung, dan melemparkan sobekan-sobekan surat tersebut kearah yesung

“sadarlah, namja pabo dan pemalas seperti kamu sangat tidak cocok untuk ku, jika kamu bermimpi ingin menjadi pacarku, setidaknya kamu harus pintar dulu, dan jika tidak pintar, minimal kamu kaya, tapi jika kamu tidak memiliki semua itu, jangan pernah ganggu aku lagi!” teriak hye seo kesal membuat para siswa yang menonton sedari tadi kaget melihatnya, dengan tatapan tanpa kasihan hye seo beranjask pergi, meninggalkan yesung yang terpaku menatap sobekan suratnya, ga in yang melihat yesung menjadi kasian

“apa kamu tidak keterlaluan?” tanya ga in khawatir

“setidaknya dengan dihina seperti itu dia akan berjuang untuk menjadi pintar dan kaya” jelas hye seo

“tapi kan tidak semua manusia sama seo, dia tidak seperti kamu, berapa kali pun ahjussi merendahkan mu, kamu selalu membuktikan bahwa kamu bisa lebuh baik, tapi ini dia seo, kita tidak mengenalnya dengan baik” jelas ga in

“semua manusia sama saat mereka dihina, mereka pasti punya ambisi untuk menjadi lebih baik” jelas hye seo sambil menoleh kearah yesung sekilas

“semoga dia tidak pernah bertemu yeoja sepertiku lagi” guman hye seo pelan

end to flasback

***

hye seo perlahan sadar dari pingsannya, tapi menyadari yesung yang masih disekitarnya hye seo masih enggan membuka mata, seolah-olah belum siuman

“dia hanya syok sesaat, tidak lama lagi dia akan sadar” jelas dokter membuat yesung mengangguk

“mari tuan isi formulir data walinya” ajak suster, yesung melihat kondisi hye seo sesaat, kemudian mengikuti suster keluar ruangan, dokter juga keluar ruangan, hye seo seketika membuka matanya dan bangun dari baringnya

“gawat! aku harus cepat kabur” guman hye seo sambil bergegas pergi, hye seo perlahan membuka pintu, dan melihat kesekeliling, tidak ada penampakan yesung

“apa yang sedang kamu cari?” tanya sebuah suara mengagetkan hye seo, refleks hye seo menoleh kesamping dan makin kaget melihat yesung yang sudah berdiri disampingnya

“ani, aku hanya sedang mencari toilet” jawab hye seo seadanya

“setelah dari toilet, cepatlah kembali keruangan” pinta yesung tegas, membuat hye seo mengangguk patuh, yesung kemudian berjalan menuju tempat administrasi, kesempatan itu digunakan hye seo untuk kabur

“aku berharap masa depan yang indah, bukan karma seperti ini” guman hye seo pelan

hye seo pun tiba dirumah dengan sedikit khawatir, saat kakinya baru saja menginjak ambang pintu rumah, appanya sudah menatap hye seo tajam

“kenapa jam segini sudah pulang?” tanya appanya penasaran

“aku sudah dipecat” jawab hye seo singkat

“dipecat? alasannya?” tanya appanya tidak percaya

“sepertinya aku sering terlambat masuk kantor” jawab hye seo takut-takut

“yeoja pabo! harusnya kamu memohon-mohon untuk tidak dipecat! sekarang keluar, sana! pergi memohon agar tidak dipecat!” teriak ayahnya kesal sambil mendorong hye seo keluar rumah

“appa!” jerit hye seo tidak terima

“jangan pernah berani kembali kerumah sebelum kamu mendapatkan pekerjaan!” teriak appanya kesal

“baiklah, aku tidak akan pernah kembali kerumah ini, never!” teriak hye seo tidak kalah kesal, hye seo membalikkan tubuhnya dan tersentak kaget melihat yesung sudah ada disitu

“maldo andwe, apa dia mendengar semuanya?” batin hye seo khawatir

“aku hanya ingin mengantarkan ini, ini obat untuk pasien yang kabur” jelas yesung sambil menyodorkan sekantong obat

“kamu sakit?” tanya appanya sambil menghsmpiri hye seo dengan wajah khawatir

“ne, dia tertimpa kardus yang berisi buku-buku” jelas yesung membuat appa hye seo makin kaget

“ya! yeoja pabo! jika kamuterluka separah itu, harusnya dirumah sakit” omel appanya panik

“gwenchana appa” ujar hye seo meyakinkan

“gwenchana!? ani, kuta harus kerumah sakit, kaja!” ajak appanya sambil menarik tangan hye seo

“appa! gwenchana! buktinya aku berdiri disini, jika aku parah, aku tidak mungkin disini” jelas hye seo kesal

“araseyo, kalau begitu masuklah, dan istirahat” pinta appanya sambil mendorong hye seo masuk rumah

“chogiyo!” ujar yesung membuat appa hye seo menatap yesung heran

“ini obatnya” ujar yesung sambil menyodorkan obat ditangannya kearah appa hye seo, yang segera disambut

“oh gomawo” ujar appa hye seo, yesung memberi hormat sebentar kemudian masuk k mobil

“nuguya?” guman appa hye seo heran dan penasaran

***

hye seo dan ga in sedang duduk berdua disebuah kafe didekat kantor ga in

“jadi kamu bertemu yesung lagi?” tanya ga in tidak percaya, hye seo mengangguk lesu

“wah dunia memang sempit ya, aku yakin namja itu masih menyukaimu” ujar gain bersemangat, hye seo malah menatap ga in aneh

“itu sama sekali tidak mungkin, apalagi jika mengingat dulu aku menolaknya secara tidak terhormat, bahkan sekarang dia bahkan memecat ku dari kantor” gerutu hye seo, ga in tersenyum penuh arti

“hey, kamu memang gak pernah tau hati cowokkan, itu cuma modus, dia mecat kamu, maksudnya dia bakal ngasi kamu pekerjaan yang dekat-dekat sama dia” jelas ga in, hye seo mencibir lesu

“terlalu banyak menonton drama” gerutu hye seo

“hay yeoja-yeoja yang cantik” sapa siwon sambil menghidangkan 2 gelas ekspreso dimeja ga in dan hye seo, hye seo langsung menatap siwon dengan tatapan terpesona

“wah, kenapa oppa makin mempesona” puji hye seo terang-terangan membuat siwon terkekeh geli

“yeopo” puji siwon sambil mengacak pelan rambut hye seo, siwon beranjak pergi meninggalkan mereka

“berhentilah menghayal, siwon oppa baik pada semua orang” ujar ga in, tapi tidak dihiraukan hye seo

“benar, tapi kenapa aku tetap menyukai siwon oppa” ujar hye seo membuat ga in keki

tiba-tiba hp hye seo berbunyi, hye seo menjawab telponnya, sebuah nomor baru

“yaboseyo” jawab hye seo dengan nada terkesan cuek

“jika ingin sebuah pekerjaan, malam ini datanglah ke restoran blue sea” perintah yesung tanpa menunggu jawaban langsung memutuskan sambungan, membuat hye seo kaget dan kesal

“nugu?” tanya ga in

“sepertinya bos gila yang memecatku” jawab hye seo lesu

“apa yang namja itu katakan?” tanya ga in penasaran

“sepertinya dia akan memberikanku sebuah pekerjaan” jelas hye seo membuat ga in menatapnya penuh arti

“apa yang aku bilang, namja itu maaih menyukaimu, terbukti dia memberimu pekerjan sekarang” ujar ga in membuat hye seo merenung

“sepertinya benar juga, aku rasa namja itu belum bisa melupakan pesona ku” ujar hye seo dengan PD nya

***

hye seo berusaha menahan senyumnya saat duduk berhadapan dengan yesung disebuah restoran mewah

“sepertinya benar yang ga in katakan, namja ini masih sangat menyukaiku, kalau tidak untuk apa dia menyewa seluruh restoran hanya untuk makan malam kami berdua” batin hye seo senang

“kamu tidak memesan?” tanya yesung membuat hye seo salting, dengan segera ia meraih buku menu dan membacanya, seketika matanya membelalak kaget melihat harga-harga makanan yang tertera dibawah menu makanan

“daebak! bahkan gaji ku sebulan tidak cukup untuk membayar satu menu masakan direstoran ini, wow” batin hye seo kagum

“pesanlah sesuai keuanganmu, karena aku mengajakmu kemari bukan untuk mentraktirmu” jelas yesung cuek membuat hye seo kaget

“mwo?” tanya hye seo seakan masih tidak percaya

“chagiya” bukannya menjawab, yesung malah melambai pada seseorang yang baru datang, sontak hye seo menoleh, dan terpana melihat kecantikan, keanggunan serta kemewahan dari yeoja yang baru datang menghampiri mereka, yeoja tersebut langsung cipika cepiki dengan yesung, dan dengan romantisnya yesung menarik kan kursi disampingnya untuk yeoja tersebut

“gomawo” ujar yeoja tersebut sambil menampilkan senyuman manis untuk yesung, keduanya pun duduk dan memesan menu, keduanya bertatap-tatapan mesra, seolah tidak ada hye seo disitu, hidangan merekapun datang, kecuali hye seo yang memang tidak memesan apa-apa, seolah-olah baru sadar, yeoja tersebut melihat hye seo heran

“nuguya?”

“ah mian chagi, aku lupa memperkenalkan , dia cha hye seo, asisten barumu” jelas yesung membuat yeoja tersebut meneliti penampilan hye seo

“lumayan” komentar yeoja tersebut cuek

“hye seo, ini hae jin, tunanganku, sekaligus bosmu, jika kamu bisa menjadi asistennya dengan baik, kamu akan aku pekerjakan lagi dikantor” jelas yesung, dengan sedikit kaku hye seo membungkukkan kepalanya pelan, yesung dan hae jin menyantap makanannya sambil sesekali bercanda mesra, hye seo menatap makanan mereka sambil menahan lapar, sekilas yesung dan hye seo bertatapan, yesung menatapnya dengan tatapan kepuasan, seolah-olah ingin mengatakan bahwa dia memiliki segalanya sekarang dan akan membuat hye seo lebih menderita lagi dari pada ini, sementara hye seo menatap yesung dengan tatapan lelah, seolah-olah ingin mengakhiri drama yang memuakan dalam hidupnya

-TBC-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: