I Am Single [2/6]

sdf

I Am Single

Written By: Kim Yerry

***

 

Gengre             : Romantic, AU

Length             : CHAPTER

Main cast        : Cha Hye Seo (OC), Kim Yesung

 

CHAPTER 2

hye seo melihat tidak percaya dengan tumpukan kantong belanjaan yang sedang dipegangnya sekarang, hye seo pikir menjadi asisten adalah bekerja dikantoran, tapi rupanya lebih kepada pesuruh, hae jin, tunangan yesung yang hye seo anggap sangat menyebalkan telah berbelanja disebuah mall mewah dan membeli banyak barang, dan hye seo harus membawa semua tas belanjaan yang telah hae jin beli, mereka memang ditemani seorang pengawal, tapi pengawal itu khusus menjaga hae jin, hye seo melihat kakinya yang mulai lecet

“jika aku tau akan begini, lebih baik aku menggunakan sepatu” batin hye seo sambil kesusahan membawa tas belanjaan yang super banyak, tiba-tiba saja sebuah troli berisi banyak belanjaan melaju kencang kearah mereka dan hampir menabrak hae jin, untung saja seseorang menarik hae jin ketepi, membuat troli tersebut sukses menabrak hye seo, dan membuat hye seo terjatuh

“gwenchana?” tanya siwon sambil mengamati keadaan hae jin, hae jin yang sempat kaget, menatap siwon datar

“seharusnya kamu tidak perlu menarikku, aku sudah punya bodyguard untuk melindungiku” ujar hae jin dingin membuat siwon tersenyum pelan

“jika ingin berterima kasih katakan saja” ujar siwon sabar

“untuk apa? aku tidak memintamu untuk membantuku” jawab hae jin cuek, sebuah ringisan mengagetkan mereka, ternyata hye seo sedang membereskan barang belanjaannya dibantu pengawal hae jin, sementara para pegawai dimall membereskan troli yang menabrak hye seo

“hye seo? gwenchana?” tanya siwon langsung menghampiri hye seo

“gwenchana oppa” jawab hye seo terlihat semanis mungkin

“apa kamu akan terus disitu?” tanya hae jin kesal, hye seo beranjak berdiri

“waktunya kita pulang” ajak hae jin

“permisi oppa” pamit hye seo sambil bergegas mengejar hae jin dengan kantong belanjaannya

sampainya diluar gedung, ternyata yesung sudah menunggu mereka

“oppa” panggil hae jin manja langsung menggandeng tangan yesung

“aku tidak tau kalau oppa akan menjemputku” ujar hae jin sambil tersenyum manis

“kebetulan oppa tidak banyak pekerjaan dikantor, jadi oppa ingin mengajakmu jalan-jalan” ujar yesung

“jinja?” tanya hae jin senang, yesung mengangguk pelan

“hye seo letakan semua barang belanjaanku dimobil, jae bum bawa barang-barang dan mobilku pulang ya, hye seo kamu bisa pulang sendiri kan?” tanya hae jin, hye seo mengangguk lesu, yesung dan hae jin masuk kemobil tanpa memperdulikan hye seo, kemudian hye seo memasukan barang belanjaan hae jin ke mobil hae jin, jae bum pub membawa mobil hae jin pulang, tinggalah hye seo sendirian, hye seo mengamati kakinya yang luka sambil menghembuskan nafas lelah

***

hye seo menangis sepuas-puasnya dikamar ga in

“ya jika ingin menangis kenapa harus dirumahku? pulang sana” omel ga in kesal

“ani, appa pasti akan memarahiku” ujar hye seo sambil terisak-isak

“wae? ” tanya ga in prihatin

“sepertinya aku sudah tidak sanggup hidup, rasanya hidupku sangat sengsara” ujar hye seo membuat ga in memukul kepalanya pelan

“yaaa!” jerit hye seo tidak terima

“aku bosan mendengar kata-kata seperti ini selama kita berteman, jika kamu benar-benar melakukannya aku akan sangat senang” ujar ga in membuat hye seo menatapnya tajam

“yaaaa!” jerit hye seo tidak terima

“jangan terus berteriak, para tetangga akan menyerangku” omel ga in, kemudian memberi plaster pada kedua kaki hye seo yang terluka

“appo?” tanya ga in khawatir, hye seo mengangguk pelan

“sebenarnya aku juga heran kenapa yesung bisa sukses seperti sekarang, sepertinya hinaanmu benar-benar manjur” ujar ga in , hye seo masih terisak pelan

“tapi kenapa kamu tidak pernah sukses seperti itu? padahal ahjussi sudah menghinamu tiap hari” ujar ga in membuat hye seo tertawa pelan

“karena appa tidak benar-benar menghinaku untuk kebaikanku, baginya aku memang sebuah beban yang harus disingkirkan, seorang anak yang tidak memiliki kelebihan apapun, yang punya 1000 kekurangan, seseorang yang tidak patut dibanggakan” ujar hye seo, isakan tangisnya kembali kencang

“yaa” ujar ga in sedikit khawatir

***

hyo rin dan hae jin sedang berduaan di kafe siwon, hyo rin menatap kafe tersebut dengan tatapan seolah-olah mereka salah tempat

“untuk apa kita minun dikafe sederhana ini? apa yesung sudah mulai bangkrut?” tanya hyorin membuat hae jin terkekeh pelan

“ani, sesekali kita harus mengunjungi tempat yang sederhana” ujar hae jin, tatapannya tidak sengaja beradu pandang dengan siwon, siwon tersenyum manis, sementara hae jin sok cuek, keduanya duduk dipojokan

“kapan kalian akan menikah?” tanya hyorin

“bulan depan” jawab hae jin singkat

“daebak, aku masih tidak menyangka kamu bisa mendapatkan namja seperti yesung, benar-benar yeoja beruntung” puji hyorin membuat hae jin tersenyum bangga, siwon datang dan meletakan 2 gelas ekspreso dimeja mereka, tidak lupa dengan senyuman manisnya, siwon beranjak meninggalkan mereka

“wah siapa namja manis itu?” tanya hyo rin takjub melihat penampilan siwon

“pemilik cafe ini” jawab hae jin singkat

“daebak! apa kamu mengenalnya, jika ia, kenalkan padaku juga” pinta hyo rin penuh harap, hae jin tersenyum pelan sambil meminum minumannya perlahan

“jika kamu jadi aku, apakah kamu akan melepaskan sesuatu yang berharga untuk orang lain?” tanya hae jin

“tentu saja tidak” jawab hyo rin cepat, hae jin tersenyum senang

“namja itu, namanya cho siwon, pengusaha terkaya no 1 dikorea” jelas hae jin pelan membuat hyo rin melongo

“bagaimana kamu bisa tau semua itu?” tanya hyo rin tidak percaya

“info namja tersebut sulit didapat, karena dia sengaja menyembunyikannya, untungnya yesung oppa mengenalnya, sebagai pengusaha terkaya nomor 3, mereka sering bertemu dengan choi siwon” jelas hae jin

“daebak, hidupmu memang dipenuhi namja kaya, setelah gagal menggaet namja terkaya nomor 2 cho kyuhyun, kamu malah berhasil mendapatkan namja terkaya nomor 3 yesung, sekarang saat kamu sudah mengenal namja terkaya nomor 1, apa kamu akan berpaling dari yesung?” tanya hyo rin tidak percaya, hae jin tersenyum penuh arti

“entahlah, siapa yang tau, tapi jika ada kesempatan untuk meraih yang pertama, kenapa harus menyia-nyiakannya” ujar hae jin membuat temannya bertepuk tangan yang pelan

***

yesung terlihat bingung melihat kemunculan hye seo diruangannya

“wae?” tanya yesung heran, dengan langkah pasti, hye seo meletakan surat pengunduran diri diatas meja

“aku berhenti menjadi asisten nona hae jin” ujar hye seo, yesung menatapnya datar

“apa kamu yakin? bukankah jika kamu tidak punya pekerjaan, kamu akan diusir dari rumah?” tanya yesung heran, hye seo sedikit goyah mendengarnya

“yakin” jawab hye seo berusaha mantap

“baiklah jika itu yang kamu inginkan, silakan pergi” pinta yesung sambil membaca berkas-berkas diruangannya, hye seo membalikan badannya lega

“bagaimana dengan kakimu?” tanya yesung membuat hye seo kaget, dan membalikkan badannya lagi

“heh?” tanya hye seo seolah tidak percaya, yesung ternyata sadar kakinya terluka

“apa aku berbicara denganmu? aku sedang menelpon” ujar yesung sambil menatap hye seo sekilas, hye seo jadi sekit malu dan bergegas pergi, tapi saat ia sampai didepan pintu, seseorang membuka pintu dengan tergesa-gesa membuat pintu tersebut menabrak hye seo, alhasil hye seo langsung ambruk pingsan membuat yesung dan yang membuka pintu jadi kaget

***

hye seo mengelus keningnya pelan, masih terasa sakit akibat pintu yang menabraknya, hye seo tidak sadar berapa lama dia pingsan, tapi yang pasti saat ia sadar, ia sudah berada dirumah sakit, dan disampingnya sudah ada cha rim, ketua tim mereka dulu sebelum hye seo dipecat

“gwenchana?” tanya chaerim khawatir, hye seo mengangguk pelan, chaerim bernafas lega sesaat, tapi kemudian menatap hye seo penuh arti

“aku penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan bos, melihat sikap bos yang seperti itu, sepertinya kalian sudah mengenal lama dan punya hubungan spesial” jelas chaerim membuat hye seo bingung

“memang bagaimana sikapnya, bukankah memecatku adalah suatu bentuk sikap yang menyatakan kami memiliki hubungan spesial?” tanya hye seo bingung

“ani bukan yang itu, tapi saat kamu sedang pingsan, bukankah ini kedua kalinya kamu pingsan dan dibawa kerumah sakit?” tanya chaerim, hye seo mengangguk perlahan

“apa kamu tau bagaimana nasib pegawai yang menjatuhkan kardus berisi tumpukan buku kekepalamu?” tanya chaerim, hye seo menggeleng

“apa kamu tau nasib sekretaris pribadi bos yang membuka pintu secara mendadak itu?” tanya chaerim, hye seo lagi-lagi menggeleng

“kedua-duanya dipecat! tidak hanya dipecat, tapi diomeli habis-habisan, bahkan jika sampai kamu kenapa-kenapa, bos mengancam akan menuntut mereka” jelas chaerim bersemangat

“jinja?” tanya hye seo tidak percaya chaerim mengangguk semangat

“lalu dimana bagian yang membuat kami terlihat memiliki masa lalu yang indah? sepertinya hal itu wajar, bos mungkin saja takut ada masalah serius dengan kantornya” jelas hye seo

“ani, aku melihat dengan jelas, bos sendiri yang menggendongmu dengan tatapan khawatir” jelas chaerim membuat hye seo tertawa

“ya eonnie, tentu saja bos khawatir, jika aku mati dikantor, pasti bos lah yang bakal dituduh” ujar hye seo membuat chaerim jengkel

“apa kalian sudah selesai?” tanya yesung membuat keduanya kaget, pasalnya yesung sudah berdiri disamping mereka

“jika kamu sudah merasa sembuh silakan pulang, dan kamu, aku membawamu kesini untuk memastikan keadaan yeoja ini baik-baik saja, bukan untuk menyebarkan rumor yang tidak jelas, sekarang kembali kekantor!” pinta yesung tegas sambil beranjak meninggalkan keduanya yang masih terlalu kaget

“kan aku sudah mengatakan, bahwa tidak ada hal yang indah terjadi dimasa lalu” bisik hye seo pelan

“benar, mungkin eonnie salah liat” balas chaerim sambil beranjak pergi

yesung mendekati mereka berdua lagi membuat keduanya kembali was-was

“dan kamu, besok terus bekerja, jika ingin mengundurkan diri, setidaknya dapatkan pekerjaan terlebih dahulu” ujar yesung terkesan cuek kemudian berlalu pergi, hye seo sedikit merenung

“benar juga, seharusnya aku memutuskan berhenti saat sudah mendapatkan pekerjaan yang baru” guman hye seo pelan

***

hye seo sedang duduk dikafe sambil menunggu kedatangan ga in, hari ini tidak ada tugas yang mengharuskannya mengikuti hae jin, karena hae jin sedang badmood keluar rumah, siwon menghampiri hye seo membuat hye seo kaget

“oppa” ujar hye seo sambil menatap siwon tidak percaya, siwon tersenyum pelan

“wae? apa kamu terpukau karena namja tampan ini menghampirimu?” tanya siwon membuat hye seo mengangguk mantap, siwon terkekeh pelan melihatnya

“karena kamu merupakan pelanggan tetap oppa, oppa inging mengajakmu kepesta pertunangan yesung nanti malam, kamu mau?” tanya siwon membuat hye seo lagi-lagi kaget

“oppa mengajakku kepesta?” tanya hye seo tidak percaya, siwon mengangguk pasti

“jinja?” tanya hye seo masih kurang yakin

“ne, kamu juga boleh membawa ga in, ini undangannya” ujar siwon sambil meletakan undangan tersebut diatas meja, hye seo menatap undangan dan siwon secara bergantian

“apa siwon oppa menyukai ku?” batin hye seo tidak percaya

“oppa, apakah oppa sedang menyukai seseorang?” tanya hye seo penasaran dan penuh harap, siwon tersenyum pelan

“tentu” jawab siwon mantap membuat hye seo riang

“nugu?” tanya hye seo makin berharap

“tunggulah nanti malam, oppa akan mengajak yeoja yang oppa sukai berdansa” jawab siwon sambil mengacak rambut hye seo pelan, kemudian beranjak pergi

“awww apa nanti malam dia akan mengajakku berdansa?” batin hye seo kegirangan, ga in yang baru datang bingung melihat tingkah hye seo yang senyum-senyum sendirian

“wae?” tanya ga in sambil duduk

“ga in, nanti malam kamu harus menemaniku kepesta, argh aku rasa sebentar lagi aku akan menjadi cinderella” ujar hye seo senang, ga in makin menatap hye seo bingung

“apa hari ini obatmu belum diminum?” canda ga in, hye seo tidak terlalu memperdulikan dan hanya tersenyum-senyum girang

“sepertinya memang sudah jamnya” guman ga in pasrah melihat kelakuan aneh temannya hari itu

***

pesta pertunangan yesung dan hae jin berlangsung mewah, sebenarnya mereka sudah bertunangan secara sederhana, tapi hae jin menginginkan sebuah pesta pertunangan, jadi karena rasa cintanya yang besar terhadap hae jin, yesung menyelenggarakan pesta pertunangan yang mewah

hye seo dan ga in yang hadir juga sangat terpesona dengan kemewahan pesta itu

“apa setelah melihat pesta ini kamu merasa menyesal pernah menolak yesung?” canda ga in

“benar, harusnya aku terima saja yesung waktu itu, jika tau akhirnya dia jadi kaya begini” ujar hye seo balik bercanda, keduanya terkikik geli

“tapi kapan acara dansanya mulai?” tanya hye seo tidak sabaran

“memangnya kenapa? apa kamu mau berdansa? yakin?” tanya ga in meragukan kemampuan dansa temannya

“kamu tunggu saja, akan ada suprise yang akan sukses membuatmu terkejut” ujar hye seo tersenyum penuh arti, ga in hanya menatapnya heran

acara dansa yang ditungu-tunggu hye seo pun mulai, tapi kali ini hye seo mencari keberadaan siwon

“wae?” tanya ga in bingung melihat tingkah temannya

“itu dia” ujar hye seo kesenangan melihat siwon yang tengah berjalan kearah mereka, hye seo menanti dengan dek-dekkan, siwon berhenti dihadapan mereka dengan tersenyum manis

“oppa pikir, kalian tidak akan datang” ujar siwon sambil mengulurkan tanganbya, tapi bukan kearah hye seo, melainkan kearah ga in

“mau kah kamu berdansa denganku?” tanya siwon terlihat sedikit gugup, ga in tentu saja kaget, hye seo apalagi, dia malah shok, menatap siwon dan ga in bergantian dengan tatapan tidak percaya, ga in melirik hye seo sebentar seolah bertanya apakah ini suprise yang dimaksud, perlahan ga in menyambut uluran tangan siwon, karena merasa tidak enak, siwon yang telah menanti terlalu lama, keduanya pergi kelantai dansa seperti yang lain, dan mulai berdansa, hye seo menatap mereka dengan tatapan yang sedih dan pasrah

“oh jadi ini alasan oppa mengundangku kepesta agar mengajak ga in, kenapa tidak sekalian mengajak ga in langsung, setidaknya kan aku tidak perlu berharap lebih” gerutu hye seo kesal

dilantai dansa yesung dan hae jin juga tengah berdansa dengan mesra, setelah mereka selesai berdansa, mereka kembali ketempat masing-masing, tanpa sengaja siwon melihat lampu gantung yang tepat berada diatas kepala hae jin hampir putus, dengan segera siwon berlari kearah hae jin gmdan mendorong tubuh hae jin, keduanya terjatuh bertepatan dengan lampu gantung yang putus dan jatuh, untungnya tidak mengenai keduanya, para tamu kaget, hae jin juga masih kelihatan kaget

“gwenchana?” tanya siwon khawatir, hae jin menatap siwon terharu, yesung berlari menghampiri mereka dengan panik

“gwenchana?” tanya yesung sambil membantu hae jin berdiri

“gwenchana” jawab hae jin pelan, siwon pun ikutan berdiri, para pegawai berdatangan membersihkan lampu yang jatuh

-TBC-

 

1 Comment (+add yours?)

  1. aykaikhashoo
    Nov 22, 2018 @ 16:50:47

    wah kek nya ada bau2 pemunafikan nih,,.. @lirik_haejin

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: