I Am Single [4/6]

sdf

I Am Single

Written By: Kim Yerry

***

 

Gengre             : Romantic, AU

Length             : CHAPTER

Main cast        : Cha Hye Seo (OC), Kim Yesung

 

CHAPTER 4

hae jin terlihat sangat prustasi dikamarnya, dia merasa benar-benar terjebak, diotaknya penuh dengan adegan menyedihkan dengan 3 namja kaya

pertama choi siwon, saat hari pernikahannya hae jin kabur ketempat choi siwon, tapi namja itu malah jelas-jelas menolaknya

“kamu kabur? mianhe sebenarnya ini semua rencana yesung, dia ingin melihat sampai dimana kesetiaanmu, dan aku pikir yeoja sepertimu memang tidak cocok untuk yesung” jelas siwon membuat hae jin terpukul, dan cho kyuhyun namja kedua yang membuat hae jin makin terpuruk

“aku akan menuntutmu karena telah melukai dongsaengku, jadi sampai bertemu dipengadilan” ujar kyuhyun dingin, saat itu hae jin benar-benar bingung dan tidak mengerti

“aku tidak tau salahku dimana, tolong jelaskan permasalah apa yang terjadi diantara kita sehingga kamu menuntutku?” tanya hae jin tidak terima

“hye seo adalah dongsaeng ku” jawab kyuhyun singkat sukses membuat hae jin ternganga kaget

dan hal yang paling menyedihkan adalah saat dia berharap kesempatan dari yesung

“mianhe, tapi aku tidak bisa kembali pada yeoja sepertimu, seperti apapun aku mencintaimu, kamu tidak akan pernah menyadari dan menghargai itu” jelas yesung, sekarang hae jin hanya bisa menangis histeris dikamarnya, berita seutar kaburnya dirinya saat pesta pernikahan telah memenuhi semua stasiun tv, jadi gosip yang super hits saat ini

***

siwon menatap ga in penuh harap, siwon tengah menyodorkan sebuah cincin emas bermatakan berlian yang indah

“will you my girlfriend?” tanya siwon penuh harap, hari ini dia telah menyulap cafenya menjadi sangat romantis hanya untuk melamar ga in, ga in terpaku sesaat dan menatap siwon tidak percaya

“oppa” guman ga in spechlees, siwon menatapnya penuh harap

“mianhe oppa, aku tidak bisa” jawab ga in membuat siwon terkejut

“wae?” tanya siwon tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya

“aku menyukai namja lain” jawab ga in merasa sangat bersalah, siwon sangat terpukul dengan kenyataan itu

“mianhe oppa” ujar ga in perlahan beranjak pergi, meninggalkan siwon yang berdiri termanggu, tidak lama kemudian hye seo memasuki cafe dan sangat kaget melihat suasana cafe yang sangat romantis , lebih kaget lagi melihat siwon yang masih berdiri terpaku sambil memegang cincin , hye seo bergegas mendekati siwon

“oppa, kenapa hari ini cafe terlihat sepi? dan kenapa cafe nya sangat romantis? dan cincin siapa itu oppa?” tanya hye seo belum sepenuhnya menyadari situasi

“lalu dimana ga in? dia mengatakan sudah sampai dicafe, tapi kenapa yang disini hanya oppa?” tanya hye seo bingung, siwon masih terdiam kaku dengan wajah penuh kecewa

“ga in menolak lamaran oppa” jelas siwon membuat hye seo kaget dan sontak menyadari situasi

“mianhe oppa, aku tidak tau kalau hari ini oppa akan melamar ga in, tapi kenapa secepat ini?” tanya hye seo bingung, sontak siwon menatap hye seo

“apa oppa melamarnya terlalu cepat?” tanya siwon penasaran

“tentu saja, memangnya sudah berapa lama oppa kenal dengan ga in, apa oppa PDKT dulu, harusnya oppa pendekatan dulu, baru ajak pacaran, setelah itu baru melamar, ini kenapa oppa malah langsung melamar, jika yang oppa lamar itu yeoja seperti ku, aku pasti langsung menerima, tapi ini ga in, dia harus didekati dengan perlahan oppa” jelas hye seo panjang lebar

“ah ternyata oppa salah langkah, oppa hanya ingin menjadikan ga in milik oppa secepatnya” jelas siwon, hye seo duduk dihadapan siwon

“itu cara yang salah oppa, seperti teori, jika mendapatkan sesuatu dengan cepat, maka hilangnya cepat juga” jelas hye seo membuat siwon mengangguk, siwon perlahan duduk

“apa oppa tidak mau melamar ku saja?” tawar hye seo membuat siwon tersenyum pelan dan mengacak rambut hye seo pelan

“donsaengnya kyuhyun, dongsaeng ku juga” jawab siwon membuat hye seo pura-pura cemberut

“tapi apa kamu tau, ga in mengatakan dia menyukai namja lain, siapa itu?” tanya siwon penasaran

“namja? ah ternyata dia masih menyukai namja itu” ujar hye seo seolah mengerti

“siapa namja itu?” tanya siwon penasaran

“rahasia, tapi kalau oppa tidak berhenti berjuang untuk mendapatkan ga in, aku yakin ga in lama-lama akan luluh juga” jelas hye seo membuat siwon tersenyum lega

***

hye seo sedang mengejar appanya yang hendak membuang sebuah kardus yang berisi benda-benda beharga milik hye seo, yang sudah lama tersimpan

“appa aku mohon jangan yang itu” pinta hye seo memelas

“appa akan membakarnya, barang yang tidak penting dari rumah ini akan apa bakar, agar rumah kita rapi” jelas appanya sambil membawa kardus tersebut keluar rumah

“appa!” jerit hye seo tidak terima, menyusul appanya keluar rumah, yesung sudah berdiri didepan rumah dan menatap mereka heran

“appa, hentikan, baiklah aku akan menikah dengan siapapun namja pilihan appa, akan aku lakukan, asal kembalikan kardus itu” pinta hye seo kesal membuat appanya berhenti

“benar kah?” tanya appanya heran

“ne!” jawab hye seo meyakinkan

“appa jadi makin penasaran isi kardus ini” ujar appanya membuat hye seo panik

“appa jangan dibuka!” teriak hye seo panik, appa hye seo berusaha membuka kardus tersebut, sementara hye seo berusaha merampas kardus tersebut dari tangan appanya, yesung masih menjadi penonton mereka yang setia, karena saling berebut, akhirnya kardus itu terlempar, dan berhamburanlah burung-burung kertas yang membuat hye seo syok, salah satu burung kertas jatuh kearah yesung, yesung meraihnya, hye seo yang melihatnya jadi makin kaget

“jangan sentuh itu!” teriak hye seo sambil berlari mendekati yesung, yesung mengamati burung kertas tersebut dan seolah kenal, yesung perlahan membuka lipatan burung kertas tersebut, tapi belum sempat terbuka sepenuhnya, hye seo langsung merampasnya

“jangan sentuh barang milikku” jerit hye seo kesal membuat yesung sedikit kaget

“yaa! apa ini masuk akal, kamu mempertahankan sampah-sampah ini? untuk apa? lebih baik kita bakar saja” ujar appanya heran

“andwe!! ini semua sangat beharga, aku mengumpulkannya dengan susah payah” omel hye seo sambil bergegas mengumpulkan burung-burung kertas yang berserakan

“perlu aku bantu?” tanya yesung sambil menghampiri hye sro

“andwe!” tolak hye seo cepat

“biarkan saja dia, dia dari dulu memang aneh, mari masuk” ajak appa hye seo, yesung pun melangkah masuk mengikuti appa hye seo

“hufh untung saja, hampir terbongkar semua rahasia masa muda” guman hye seo lega, tanpa hye seo sadari diam-diam yesung mengambil satu burung kertas

diruang tamu yesung duduk sendiri, sementara appa hye seo tengah sibuk membuat minuman, yesung perlahan membuka lipatan burung kertas, dan tampaklah tulisan yang sangat ia kenal, tulisannya dulu

“hye seo, my angle, aku menyukaimu” yesung terkekeh pelan melihat tulisannya tersebut, yesung membalik kertas tersebut dan terdapat tulisan lain, bukan tulisannya

“aku juga menyukaimu, dari hye seo” yesung tertegun membaca tulisan tersebut, hye seo masuk kerumah sambil membawa kardus, yesung sontak menatap hye seo, hye seo masih belum sadar keadaan, yesung beranjak dari duduknya dan menghampiri hye seo

“apa ini?” tanya yesung membuat hye seo kaget

“bukankah setiap burung kertas yang aku berikan dulu kamu membuang semuanya ke tong sampah, tapi kenapa bisa kamu menyimpan semua itu sampai sekarang?” tanya yesung penasaran, hye seo kebingungan, ia dulu memang membuang semua burung kertas pemberian yesung ke tong sampah, tapi setelah pulang sekolah diam-diam ia memungutnya lagi, bahkan membalas tulisan yesung didalam lipatan burung kertas

“bahkan kamu juga menulisnya, apa dulu kamu juga menyukaiku?” tanya yesung sambil menatap hye seo tajam, hye seo terdiam tidak berdaya dan salah tingkah

“benar aku dulu memang menyukaimu, tapi itu dulu, sekarang jelas saja tidak” bantah hye seo gugup, yesung meraih tengkuk hye seo, dengan gerakan cepat yesung mencium bibir hye seo, hye seo tersentak kaget, kardus ditangannya jatuh, berbarengan dengan jatuhnya gelas berisi minuman yang dibawakan appa hye seo

appa hye seo sangat kaget melihat pemandangan itu, hye seo refleks mendorong tubuh yesung sehingga ciuman mereka terlepas, hye seo segera berlari menuju kamar dengan perasaan malu

“apa hubungan kalian sudah sejauh itu? jadi kapan kalian akan menikah? aku tidak terima putriku dicium sembarang namja, jadi cepat katakan, kamu mau bertanggung jawab menikahi putri ku atau pergi sekarang juga, sebelum aku menghajarmu babak belur?” tanya appa hye seo garang, membuat yesung sedikit kaget

***

siwon menatap kegalauan diwajah hye seo heran

“wae?” tanya siwon penasaran

“oppa, otokhae?” tanya hye seo pelan membuat siwon makin bingung

“wae?” tanya siwon heran, bukannya menjawab, hye seo malah menghela nafas prustasi

“aku akan menikah” jelas hye seo membuat siwon tersenyum senang

“chukkae? siapa namja itu? apa kamu menyukainya?” tanya siwon

“dulu aku memang menyukainya, dia namja pertama yang aku sukai, tapi sekarang namja yang ku sukai kan oppa” jelas hye seo membuat siwon mengacak rambut hye seo pelan

“kamu hanya sekedar mengagumiku” ujar siwon membuat hye seo mendesah kesal

“apa yang sedang kslian bicarakan?” tanya yesung yang ternyata sudah duduk disamping siwon, hye seo jadi salah tingkah

“hye seo akan menikah” jelas siwon senang

“aku juga akan menikah” ujar yesung membuat siwon menatapnya tidak percaya

“jinja!!? secepat ini? baru bulan kemarin pernikahan mu batal, dan sekarang kamu mau menikah lagi, kenapa kalian berdua bisa sama-sama akan menikah? atau jangan-jangan memang kalian berdua pasangan yang akan menikah?” tebak siwon tidak percaya

“benar” jawab yesung santai membuat siwon kaget

“jinja?? wow daebak!! apa kamu tidak menyukai hae jin lagi? kamu menyukai hye seo? tanya siwon bertubi-tubi

“aku tidak perlu menyukai yeoja seperti hae jin lagi, dan hye seo dulu aku menyukainya, tidak jelas sekarang, tapi aku penasaran akan satu hal, kenapa dulu dia menolakku, karena fakta yang aku temukan baru-baru ini bahwa dia juga menyukaiku dulu” ujar yesung sambil menatap hye seo tajam, hye seo jadi salah tingkah

“apa namja yang disukai ga in adalah yesung?” tanya siwon seolah menemukan fakta baru membuat hye seo dan yesung kaget

“apa kamu menolak yesung karena ga jn juga menyukai yesung?” tanya siwon lagi membuat hye seo kembali teringat bahwa ia pernah membaca diary ga in, disana tertulis ga in sangat menyukai dan mengagumi yesung

“jinja?? aku tidak percaya aku sepopuler itu” komentar yesung heran, hye seo hanya menatap yesung kesal

 

-TBC-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: