Someone From The Past

CollageMaker_20180709_220505766

Written By : ilana hawa

Cast : 

Cho Kyuhyun | Han Jihyun

Choi Serra | Lee Donghae

Desclaimer : 

Haiiii… ilana hawa imnida #bow kembali lagi sama cerita manis Kyuhyun dan Jihyun \^^/ happy reading ya guys. Sorry for typo..Karena aku belum punya blog sendiri, jangan lupa baca semua ff-ku disini ya.. Terima kasih ^^

~o0o~

 

Jam menunjukan pukul 5 sore. Bersama orang-orang yang pulang bekerja, Han Jihyun duduk dibangku halte dengan aerphone yang menggantung ditelinga juga sebuah novel berada dalam pangkuannya. Bibirnya terlihat bergerak-gerak, menyanyikan lagu favoritnya yang mulai mengalun. Sudah tiga hari ini ia mematikan ponselnya dan menghabiskan waktu mengitari Seoul seorang diri, tanpa mobil pribadi atau diantar supir keluarga. Mendatangi banyak tempat dengan paperbag kecil ditangannya. Menginjakan kaki ke tempat dimana dirinya dan Donghae pernah mengukir satu kejadian manis. Karena tak ada yang bisa dia lakukan, Jihyun hanya ingin tenggelam dalam kenangan mereka. Namun yang terjadi ia justru semakin merindukan Donghae.

Jihyun menarik nafas panjang bersamaan dengan datangnya bus. Waktunya pulang. Ucapnya dalam hati. Cukup hari ini ia mengenang semua kebersamaannya dengan Donghae. Gadis itu beranjak menaiki bus dan berjalan menuju kursi dekat jendela. Ia mengambil kotak kecil dalam paperbag lalu memandangnya sejenak sebelum mengeluarkan isinya. Sebuah jam tangan mewah yang ia beli sehari sebelum memutuskan kembali ke Korea. Jihyun berencana memberikan jam itu pada Donghae. Walau sebenarnya tidak perlu karena hubungan mereka yang sudah berakhir, namun Jihyun tak bisa menolak saat hatinya menginginkan benda itu sebagai ‘oleh-oleh’ untuk pria yang sudah mencampakannya.

“Harusnya aku menemuimu sekarang.” Jihyun bergumam seraya meraba lembut jam tangan tersebut sebelum menaruhnya kembali ke dalam kotak.

Ia membuang pandangannya ke luar, menatap langit sore yang mulai berubah. Ya, harusnya ia menemui Donghae sejak tadi. Pergi ke kafe Haru and One day dan memberikan jam tangan itu dengan satu pelukan mungkin? Tapi yang terjadi justru Jihyun masih tak memiliki keberanian untuk itu. Hingga bus mulai beranjak pelan, Jihyun tetap pada posisinya. Mendengarkan alunan lagu sendu dengan cahaya matahari sore yang bergerak seiring bus yang mulai melaju kencang.

“Sebenarnya kau sedang melakukan apa sih?”

Lamunan Jihyun buyar saat suara umpatan namun terdengar lembut itu mengusiknya. Seorang gadis cantik dengan rambut sebahu, duduk disampingnya dan menyunggingkan senyum menyapa yang membuatnya tampak jauh lebih cantik. Jihyun ikut tersenyum seraya mengernyit dalam kala wajah didepannya begitu tak asing.

‘Aku yakin pernah melihat wajahnya. Tapi dimana? Disuatu tempat di Amerika?’

Sambil berpikir dan terus bertanya-tanya dalam hati, Jihyun menghela nafas lega. Bagaimanapun ia senang mengetahui bukan pria genit atau ahjussi hidung belang yang berada disebelahnya. Jihyun juga masih terus mengarahkan kedua matanya. Gadis disampingnya itu kini tengah mengetik sesuatu di ponsel dan tak lama terlihat menghubungi seseorang. Tak sampai 5 detik, dia menghela nafas panjang dan mulai menon-aktifkan ponselnya.  Sepertinya seseorang disebrang sana mengacuhkannya.

‘Orang bodoh mana yang mengacuhkan gadis secantik ini.’

Merasa tak menemukan potongan ingatan tentang siapa gadis cantik itu, Jihyun menyerah dan mulai membaca novel yang ia bawa. Melewati baris demi baris, menyusuri kata demi kata di novel yang sudah ia baca berkali-kali tapi selalu bisa membuatnya tersentuh. Kedua alisnya mengernyit, saat matanya menemukan sederet kalimat yang terlihat aneh buatnya.

...Ya. Aku menyukainya. Bahkan perasaanku akan langsung terlihat saat aku memandangnya. Karena itu, aku selalu mengambil gambarnya diam-diam…

Jihyun mengerjapkan matanya setelah membaca kalimat yang memang benar-benar berbentuk sebuah kalimat. Namun terasa aneh bagi Jihyun karena kalimat itu seperti ucapan Kyuhyun saat di bandara Korea waktu lalu. Saat itu Kyuhyun membicarakan Choi Serra dan mengungkapkan bagaimana perasaannya. Dia juga selalu mengambil gambar Serra diam-diam. Lewat kamera Kyuhyun, Jihyun pernah melihat bagaimana cantiknya Serra dengan rambut sebahu dan ekspresi naturalnya. Tunggu! Rambut sebahu?

Jihyun menoleh cepat pada gadis yang sejak tadi duduk disebelahnya. Menelisiknya dari atas sampai bawah dan ya, cantik dengan rambut sebahu. Tanpa sadar Jihyun terkekeh sendiri. Menertawakan dirinya yang benar-benar bodoh karena tak mengenali Choi Serra yang sejak tadi ada didekatnya. Jihyun akui, terkadang sifat bodohnya itu bisa muncul di saat-saat penting seperti ini.

“Choi Serra?” Jihyun memanggil namanya tanpa sadar.

Gadis yang tengah asyik dengan kameranya itu sontak menoleh dan memandang Jihyun dengan bingung.

“Ya? Kau mengenalku?”

Jihyun tersenyum miring mengetahui jika gadis itu benar-benar Choi Serra. Gadis yang begitu disukai teman takdirnya. Jihyun menutup novel yang masih terbuka dipangkuan. Ia melonjak girang dalam hati menyadari perjalanan pulangnya akan sangat menyenangkan.

“Aku Han Jihyun.” Jihyun mengulurkan tangannya dan langsung disambut Serra dengan wajah bingung. “Senang bertemu denganmu.”

“Ne?” Serra mengerutkan alisnya.

Jihyun tersenyum. “Kau tahu? Aku benar-benar senang bertemu denganmu. Akhirnya, aku bisa melihat seperti apa gadis yang begitu disukai Kyuhyun. Ternyata kau lebih cantik dari foto yang dia tunjukan padaku.”

“Kyuhyun?” Serra sedikit merubah posisi duduknya. Ia mulai tertarik saat gadis cantik bernama Han Jihyun itu ternyata mengenal sahabat kecilnya.

“Kau terkejut aku mengenalnya? Karena suatu hal kami bertemu beberapa kali saat di Amerika. Dan setiap kali kami bertemu dia selalu membicarakanmu. Apapun itu.”

Serra tersenyum. “Benarkah? Apa yang dia bicarakan tentangku?”

Jihyun ikut merubah posisi duduknya. Tanpa sadar, mereka berdua kini mulai saling berhadapan.

“Kyuhyun bilang, dia sangat menyukaimu. Dia cemburu karena kau dekat dengan pria Amerika yang lebih tampan darinya. Dia juga kesal karena pria Amerika itu sudah mencuri seluruh perhatianmu.” Jihyun berdecak sambil menggelengkan kepala.

Saat itu Kyuhyun cemburu seperti anak kecil. Walaupun sebelumnya mereka sempat berciuman. Tidak! Pria itu yang menciumnya. Tidak! Itu ciuman karena keadaan mendesak. Jihyun terkekeh mengingat kejadian itu.

Tanpa Jihyun sadari, Serra terus memperhatikannya. Menelisiknya lebih jelas sambil tersenyum simpul. Serra merasa Kyuhyun memiliki sesuatu dengan gadis itu. Ia akan menemui kyuhyun dan menanyakan tentang Han Jihyun.  Walaupun pria itu sedikit menjauhinya dan menolak semua panggilan juga pesan yang ia kirim. Serra mengerti, Kyuhyun perlu waktu untuk melupakan kejadian penolakan waktu itu.

“Sejak kecil Kyuhyun selalu bergantung padaku.” Ungkap Serra yang membuat Jihyun menoleh. “Walau dia memiliki kakak perempuan, tapi Kyuhyun lebih terbuka padaku. Apapun yang pria itu rasakan, yang dia pikirkan, dia pasti menceritakan semuanya padaku. Aku juga yakin, Kyuhyun pasti menceritakan padamu saat aku menolak cintanya.”

“Ya. Dia terlihat sangat sedih. Saat itu aku tahu kau memiliki pengaruh besar terhadapnya.” Sahut Jihyun.

“Mendengar Kyuhyun bisa begitu terbuka padamu, aku merasa tenang. Kurasa dia sudah menemukan seseorang yang bisa menggantikan tempatku. Tempatnya menceritakan segala hal dan tempat dimana dia bisa memberikan cintanya.”

“Tidak mudah bagi seseorang untuk membalikan hati dan perasaannya. Yang kutahu, saat ini Kyuhyun masih sangat menyukaimu.” Jihyun tersenyum sebelum kembali larut dalam novelnya. Namun dari ujung matanya ia bisa melihat Serra tampak terdiam.

Jihyun teringat dengan perjanjiannya dan Kyuhyun. Sebelum dirinya bisa melupakan Donghae dan sebelum Kyuhyun bisa menghilangkan perasaannya terhadap Serra, mereka akan tetap berteman. Saat ini terlalu cepat menyimpulkan semuanya. Dan sesungguhnya Jihyun tidak tahu bagaimana perasaan Kyuhyun terhadap Serra sekarang. Dirinya mengatakan itu hanya untuk mematahkan ucapan Serra. Namun melihat gadis itu secara langsung seperti saat ini, membuat Jihyun yakin akan sulit bagi Kyuhyun untuk melupakannya.

~o0o~

Kyuhyun terlihat seorang diri di dalam kelas Prof. Kim yang baru selesai sekitar 15 menit yang lalu. Ia tidak beranjak pulang karena menunggu Eunhyuk yang sedang ke kamar mandi. Pria itu akan mengajaknya ke kafe sang sepupu. Kyuhyun membuka ponselnya yang selama kelas berlangsung, benda itu terus saja bergetar dalam saku jaket. Kyuhyun tertegun saat satu panggilan juga satu pesan dari orang yang sama. Choi Serra.

_Aku sudah di Korea. lupakan apa yang trerjadi di Amerika, dan jangan terus menerus menghindariku. Temui aku secepatnya_

Kyuhyun memejamkan matanya. Sanggupkah ia melakukan apa yang Serra minta? Entahlah. Kalimat penolakan yang gadis itu ucapkan masih terngiang di telinga. Mungkin dirinya pengecut, tapi hati belum menginginkan semua kembali seperti dulu lagi.

“Sulit berada didekatmu saat ini. Kuharap kau mengerti.” Kyuhyun memandang pesan itu dengan semua rasa bersalahnya. Jarinya mulai menghapus semua pesan yang Serra kirim sejak mereka di Amerika, hingga yang tersisa hanya pesan dari Han Jihyun. Pesan yang dikirim tiga hari lalu.

_Temani aku membeli boneka beruang besar, lilin aroma terapi juga buku dongeng_

Kyuhyun tertawa pelan mengetahui seorang gadis remaja masih suka membaca buku Dongeng sebelum tidur. Tapi itulah Han Jihyun. Dia selalu membuatnya tak bisa berkata-kata. Raut wajah Kyuhyun berubah, mengingat hingga saat ini ponsel Jihyun tak bisa dihubungi. Entah karena apa. Pesan itu hanya sebatas pesan tanpa ada kabar dari pengirimnya. Dia juga tidak datang ke apartemen seperti biasa. Dan Kyuhyun pun tak tahu harus mencari kemana, karena Jihyun tidak memberitahu dimana ia tinggal.

Sambil menggigit bibir, Kyuhyun memutar-mutar ponselnya. Pria itu tengah ragu untuk menghubungi jihyun atau tidak. Hatinya benar-benar penasaran sekarang. Tidak mungkin seseorang mematikan ponselnya begitu lama.

“Baiklah, tak ada salahnya mencoba lagi.” Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum membuka kontak nama Jihyun dan menekan tuts panggilan. Tak butuh waktu lama, Kyuhyun memutuskan panggilan dan melempar ponselnya ke atas meja.

“Menyebalkan!” Kyuhyun mengumpat sambil melototi ponselnya dengan tajam. Dia kesal karena Jihyun masih tak juga bisa dihubungi. Keningnya berkerut saat ponsel miliknya tiba-tiba menghilang. Bukan menghilang, tapi berpindah tangan pada seseorang yang  berdiri dibelakangnya. Eunhyuk. Kyuhyun memalingkan wajahnya kemudian memandang Eunhyuk tajam.

“Kembalikan ponselku!”

“Sejak tadi aku memperhatikanmu Kyuhyun. Kau menghubungi seseorang lalu membanting ponsel sambil mengumpat tidak jelas. Aku hanya ingin tahu apa yang membuatmu seperti itu.” Eunhyuk menyahut santai, lalu mulai membuka kotak pnggilan. Disitu tertera nama dan nomor kontak yang entah sudah berapa kali Kyuhyun hubungi. Pria gummy smile itu terkejut mengetahui sahabatnya sudah menghubungi nomor itu sejak tiga hari yang lalu, dan tidak ada satu pun panggilan untuk Choi Serra.

“Han Jihyun? Siapa dia?” Tanya Eunhyuk dengan mata memicing. “Kau tidak pernah cerita jika kau mengenal gadis lain selain Serra.”

Kyuhyun diam tak menjawab. Benar dugaannya. Eunhyuk akan berubah menyebalkan jika mengetahui ia mengenal gadis lain selain Choi Serra. Dan pertanyaan itu baru awalnya saja. Jika ia mulai menjelaskan, akan ada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya, dan Kyuhyun terlalu malas untuk itu.

“Kau tidak mau menjawabnya? Akan kucari tahu siapa gadis itu.” Eunhyuk membuka kotak pesan. Matanya melirik Kyuhyun saat ia menemukan beberapa pesan yang sahabatnya kirim untuk Han Jihyun, dan semuanya menanyakan dimana gadis itu. Eunhyuk kembali terhenyak saat pesan yang masuk pun hanya dari nama yang sama. Tak ada Serra disana.

“Sejauh mana hubungan kalian? Kalian berkencan?” Eunhyuk meletakan ponsel Kyuhyun diatas meja.

“Kami bertemu di Amerika, dan dia temanku.” Kyuhyun memasukan ponselnya ke saku jaket, kemudian bangkit dan memakai tas ranselnya.

“Kalau begitu, kau meyukainya? Kau terlihat gusar karena nomor itu tidak bisa dihubungi.”

Kyuhyun melirik Eunhyuk sebentar, sebelum berlalu keluar kelas tanpa mengatakan apapun. Namun ia tersadar dengan ucapan si Cassanova. Ia menyukai Han Jihyun? Memang akhir-akhir ini ia ribut soal Jihyun yang tiba-tiba tak bisa dihubungi. Lalu Serra? Ia sudah mulai tak memikirkan gadis itu lagi? Secepat itu perasaannya berubah?

“Kau dan sifat bodohmu Cho Kyuhyun.” Euhyuk bergumam pada punggung Kyuhyun yang sudah menghilang di balik pintu. Sepertinya ia merasa ada sesuatu diantara mereka. Tentang Serra…entalah.

~o0o~

“Ini kafe sepupumu?” Kyuhyun keluar dari mobil diikuti Eunhyuk. Matanya memandang kafe mewah nan modern dengan pintu masuk berwarna putih dan logo nama kafe yang terpampang dengan kilauan lampunya. Terlihat berbeda diantara kafe-kafe tua disekitaran.

“Kafe ini baru buka beberapa bulan yang lalu. Tapi kau akan terkejut saat masuk ke dalam. Ayo!”

Walau tak mengerti, Kyuhyun tetap mengikuti Eunhyuk masuk ke dalam kafe. Berjalan ke arah meja yang sudah tertera tanda ‘Reserved’ dan Eunhyuk bilang itu meja untuk mereka. Duduk santai sambil menyilang kaki, Kyuhyun mengedarkan matanya ke setiap sudut kafe. Desain minimalis, interior yg luas, warna-warna netral, dan dinding kaca besar yang memantulkan banyak sinar matahari. Tempat yang nyaman menghabiskan waktu dengan laptop ditemani secangkir kopi. Tapi bukan itu ‘keterkejutan ‘ yang Eunhyuk maksud. Dari semua kursi yang ada, hampir semuanya penuh, dipadati karyawan perkantoran juga remaja gadis seusia mereka.

“Apa selalu ramai seperti ini?” Kyuhyun mengamati beberapa gadis remaja yang terlihat berbisik sambil tersenyum ke satu arah.

Eunhyuk bergumam. “Dia menggunakan seluruh ketampanannya untuk menarik banyak pelanggan.”

“Maksudmu?” Kyuhyun menoleh dan mengikuti arah mata Eunhyuk yang tertuju pada sosok pria yang berada dibelakang counter pesanan, tengah tersenyum pada beberapa pelanggan wanita.

Well, sepertinya dia yang membuat sebagian pelanggan wanita di kafe ini mencuri-curi pandang sambil berbisik. Kyuhyun akui dia tampan. Dia terlihat seperti sebuah karakter anime yang berwujud nyata. Jika Kyuhyun wanita, dia pasti tergila-gila padanya.

“Siapa dia?”

“Sepupuku. Lee Donghae!” Eunhyuk berteriak memanggil namanya.

Lee Donghae? Kyuhyun bertanya dalam hati. Entah sejak kapan nama itu jadi tak asing ditelinganya. Ya, sejak Jihyun menyebutnya berkali-kali. Tapi benarkah dia Lee Donghae itu? Kyuhyun menggeleng samar. Tidak mungkin hanya ada satu Lee Donghae di Korea ini. Lalu bagaimana jika pria yang kini tengah berjalan ke meja mereka itu ternyata Lee Donghae yang mencampakan Jihyun?

“Kupikir kau tidak datang.” Donghae menarik satu kursi disamping Eunhyuk lalu melirik pada kyuhyun. “Dia temanmu?”

“Cho Kyuhyun. Dia teman kuliaku.” Sahut Eunhyuk diikuti senyuman tipis Donghae.

Kyuhyun tersenyum kecil tanda perkenalan. Donghae tidak terlalu tinggi, tapi bisa melihatnya dengan jarak dekat begini, nembuat Kyuhyun sedikit iri dengan ketampanannya. Walaupun di kampus ia masuk dalam jajaran pria tampan, namun Donghae memiliki mata teduh yang mungkin mampu membuat banyak gadis terpesona.

“Karena penasaran makanya aku datang. Ada apa kau memintaku kesini?” Eunhyuk sedikit memutar posisi duduknya.

“Ini tentang ibumu.”

Dan selanjutnya Kyuhyun hanya bisa diam mendengarkan apa yang Eunhyuk dan sepupunya itu bicarakan. Memainkan ponsel tanpa minat sambil sesekali memperhatikan keduanya. Kyuhyun mulai tertarik saat Donghae menyinggung tentang pernikahan.

“Berhentilah bermain-main dengan banyak wanita Lee Hyukjae. Bibi ingin kau mulai serius dengan hidupmu. Bibi ingin kau cepat menikah dan memberinya seorang cucu.”  Jelas Donghae yang langsung membuat Eunhyuk mendesah malas, sedangkan Kyuhyun merapatkan bibirnya menahan tawa. Eunhyuk? Pria anti komitmen itu menikah?

“Aku tidak mau ‘terkekang’ secepat itu. Aku akan menikah jika aku ingin menikah. Dan soal cucu, aku akan memberinya cucu kapanpun tanpa harus ada ikatan pernikahan.” Kata Eunhyuk santai. Bibirnya tersenyum lebar, memamerkan betapa Cassanovanya dia karena mampu membuat wanita tunduk, bahkan mungkin rela memberikan orang tuanya cucu tanpa menikah.

Kyuhyun memutar bola matanya. Sebagai teman, ia tahu Eunhyuk selalu mengagung-agungkan gelar Cassanovanya. Ya, walaupun tingkat ketampanannya jauh dibawahnya tapi Eunhyuk memang pemain cinta yang mahir. Sedangkan Donghae sebagai sepupu, mengetahui betapa ‘anehnya’ Eunhyuk dengan sifat no comitmen. Kegiatan mereka teralih saat lonceng di pintu masuk berbunyi, tanda seseorang baru saja datang.

Dan benar saja. Gadis cantik dengan rambut tergerai indah datang menyunggingkan senyum ke arah mereka. Bukan Kyuhyun ataupun Eunhyuk, tapi si tampan Donghae yang sontak berdiri menyambut.

“Maaf Oppa, aku membuatmu menunggu?” Ia bertanya dengan raut bersalah.

“Tidak apa-apa.” Donghae menggeleng seraya tersenyum dan mengusap lembut lengan gadis itu.

“Aku menemui ibumu dulu ya.” Seru gadis itu pada Donghae, lalu mengangguk ke arah dua pria lainnya dan bergegas ke sebuah tangga menuju talntai 2.

“Siapa dia?” Tanya Eunhyuk setelah itu.

“Menurutmu siapa dia?” Sahut Donghae dengan pertanyaan lagi.

“Pacarmu?”

Donghae tersenyum kecil.

“Lalu gadis yang pernah kau kenalkan padaku? Kalian berpisah?”

Donghae diam sejenak kemudian bergumam. Eunhyuk tak menanyakan apapun lagi. Kedua alisnya mengernyit, seperti ia mengingat sesuatu di otaknya. Pikirannya mulai menyatukan potongan-potongan ingatan yang membentuk satu kenyataan mengejutkan. Pandangannya jatuh pada kyuhyun dan Donghae yang tengah asyik dengan ponsel mereka.

“Apa hanya ada satu Han Jihyun di Korea?” Eunhyuk bergumam tanpa sadar. Namun ucapannya membuat dua pria itu menatapnya.

“Maksudmu?”

“Kau ini bicara apa?”

Eunhyuk memicingkan mata. Tidak mungkin kan mereka terkait nama itu?

“Donghae, bukankah nama gadis yang pernah kau kenalkan padaku itu, Han Jihyun?”

“Ya. Kenapa?”

Eunhyuk tak menjawab. Ia mengarahkan matanya pada Kyuhyun yang sekaramg menatap Donghae sedikit berbeda. Jelas, Kyuhyun akhirnya tahu dan melihat seperti apa pria yang digilai Han Jihyun, sekaligus pria yang mencampakannya. Mungkin.

“Bukankah di kampus tadi kita juga membicarakan Han Jihyun? Gadis yang membuatmu uring-uringan karena dia tiba-tiba tidak bisa di hubungi.” Lanjut Eunhyuk.

Kini Donghae yang sontak melirik Kyuhyun dengan kerutan di dahinya. Apa mungkin pria yang duduk di depannya ini mengenal Jihyunie? Sedekat apa hubungan mereka?

“Apa dia gadis yang sama?”

Kyuhyun dan Donghae saling melempar pandangan tanpa satupun dari mereka yang menjawab. Eunhyuk mengangkat bahunya tak peduli, lalu berderap menuju counter pesanan. Meninggalkan Kyuhyun juga Donghae yang entah kenapa terjebak suasana aneh hanya karena satu nama. Salah satu dari mereka harus menanyakannya.

“Jihyun yang Eunhyuk katakan, apa mungkin dia putri pengusaha arsitektur?” Donghae memecah kesunyian akhirnya.

Kyuhyun bergumam. “Han Sang Hyuk.”

“Ah jihyunie ternyata.” Donghae mengangguk pendek. Benar, Han Sang Hyuk adalah ayah dari mantan kekasihnya dulu. Mendengar namanya saja, membuat ingatannya melayang pada sosok cantik yang pernah ia patahkan hatinya di pantai Malibu. Dan satu sudut hatinya masih dibayangi rasa bersalah hingga sekarang. “Bagaimana kabarnya? Dia masih di Amerika?”

“Jihyun sudah di korea. Dan kurasa dia masih belum baik-baik saja. Kenangan dicampakan tidak mudah hilang walau sudah dua musim berlalu.”

“Maksudmu?”

“Kau tahu maksudku.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Donghae mengernyit bingung. Tak lama dia terkekeh pelan, saat mulai mengerti maksud ucapan pria di depannya.

“Jihyun pasti menceritakan banyak hal tentangku. Kalian berkencan? Terlihat sekali kau tidak suka padaku.” Donghae menyilangkan tangan. Melihat bagaimana reaksi Kyuhyun terhadapnya, ia semakin yakin mereka tak hanya sebatas teman. Pria mana yang suka bertemu mantan pacar kekasihnya.

“Mana mungkin aku membenci orang yang baru saja kutemui.” Sahut Kyuhyun.

“Setidaknya Jihyun membuatmu tidak menyukaiku.”

Kyuhyun terdiam. Ia tidak tahu kenapa begitu tidak menyukai pria yang baru beberapa menit lalu membuatnya iri dengan ketampanannya. Karena Jihyun? Tentu. Karena gadis itu. Kyuhyun ingat bagaimana Jihyun tampak menyedihkan, menangis di pinggir pantai saat Donghae memutuskan hubungan mereka hanya karena semua perasaannya hilang.

“Aku mungkin menyakiti Jihyunie… ah, Jihyun maksudku. Tapi aku memiliki alasan kenapa kami berpisah.” Donghae mencoba menjelaskan.

“Karena semua perasaanmu hilang? Kurasa tidak.” Kyuhyun mengendikan dagunya, membuat Donghae menoleh dan melihat sosok gadis yang berjalan disisi ibunya. “Jihyun harus tahu alasan sebenarnya kenapa kau mencampakannya.”

Donghae tak bisa berkata-kata saat Kyuhyun tersenyum miring ke arahnya. Tepat. Sudah.

~o0o~

Kyuhyun tiba di apartemennya jam 9 malam. Ahra noona menelpon dan mengajaknya bertemu. Membicarakan apapun hingga lupa waktu, dan tak terasa hari sudah malam. Selalu seperti itu jika bersamanya. Setelah melepaskan sepatu di foyer, Kyuhyun lantas berbelok ke dapur, mengambil satu botol air minum dan membawanya ke meja makan. Duduk termenung, memikirkan apa yang terjadi di kafe Donghae tadi. Korea terlalu kecil rupanya. Tak menyangka ia bertemu pria yang namanya selalu di ucapkan Jihyun. Pria yang juga membuat Kyuhyun penasaran seperti apa sosoknya. Pantas Jihyun sangat tergila-gila. Tapi tetap saja, pria tampan pandai menyakiti hati. Terkecuali dirinya.

Kyuhyun terkekeh sendiri kemudian menandaskan minumnya dan bergegas ke kamar. Namun niatnya berubah saat matanya menangkap dua paperbag juga kantung plastik berada di atas meja ruang tamu. Siapa yang datang? Karena penasaran, Kyuhyun membuka satu persatu. Paperbag berukuran kecil berisi sebuah kotak jam tangan. Kantung plastik berisi dua botol soju dan satu paperbag berukuran besar berisi beberapa buku dongeng dan lilin aroma terapi.

Han Jihyun?

Kyuhyun langsung mengedarkan matanya, berharap pemilik barang-barang ini masih ada di apartemennya. Dan Kyuhyun menemukannya baru saja keluar dari kamar.

“Hai, aku menunggumu sejak tadi. Kau darimana saja?” Dengan santainya, Jihyun berjalan ke arah sofa. Duduk bersila lalu menatap heran Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya. “Kenapa? Kau tidak suka melihatku ya?”

Kyuhyun menggeleng pelan, kemudian ikut menjatuhkan tubuhnya di sofa. Bukan tidak senang, ia hanya terkejut mendapati gadis itu berada di apartemennya lagi. Kemana dia selama ini? Kedua mata hitam milik Kyuhyun, terus memperhatikan Jihyun yang sedang mengeluarkan semua buku dongeng juga beberapa lilin aroma terapi. Tersenyum melihat setiap cover buku dongeng dan tersenyum lagi saat menghirup aroma lilin. Wajahnya terlihat senang sekali.

“Sebenarnya kau kemana tiga hari ini? Kenapa nomormu tidak bisa dihubungi?” Tanya Kyuhyun serius.

“Kenapa? Kau merasa kehilanganku ya?” Tanya Jihyun dengan nada menggoda.

Kyuhyun berdecak sebal. Merasa kehilangan? Yang benar saja.

“Tiga hari ini aku mencari sesuatu yang membuatku bahagia.” Kata Jihyun sambil menuang soju ke gelasnya dan Kyuhyun.

“Dan kau menemukannya? Sesuatu yang membuatmu bahagia.”

Jihyun terdiam sejenak. “Entahlah. Mungkin bukan kebahagiaanku yang kutemukan. Tapi aku menemukan kebahagiaanmu.”

“Kebahagiaanku?” Kyuhyun menatap bingung.

Bukannya memberikan jawaban, Jihyun hanya menyunggingkan senyum seraya menenggak soju. Wajahnya meringis kala cairan pahit itu mengalir ditenggorokannya. Ingatannya melayang pada pertemuan dengan Choi Serra. Jihyun yakin, keberadaan Serra di Korea akan membuat Kyuhyun bahagia. Ia tidak sabar menunggu saat dimana pria disampingnya ini kembali bertemu dengan gadis yang disukainya.

“Korea tidak terlalu besar. Kau sudah bertemu dengannya?” Kyuhyun duduk menghadap Jihyun.

“Apa?”

“Lee Donghae.” Kyuhyun mengangkat paperbag berisi jam tangan pria. “Sesuatu yang membuatmu bahagia itu Lee Donghae kan? Kau mencarinya untuk memberikan ini?”

Jihyun menghela nafas. Mengambil paperbag dari tangan Kyuhyun, membukanya dan memandang haru jam tangan mewah yang ingin ia berikan pada Donghae.

“Taman. Namsan Tower. Restaurant dan juga kafe. Aku pergi ke semua tempat itu hanya untuk mengenang kebersamaan kami.” Jihyun tersenyum lirih. “Konyol sekali. Hanya karena merindukannya, aku melakukan hal bodoh dengan membelikannya hadiah walau hubungan kami sudah berakhir. Benarkan Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun diam dan langsung menenggak soju. Ia tidak tahu harus berkomentar apa. Memberitahu Jihyun kalau Donghae sudah berkencan dengan gadis lain? Atau mengatakan padanya kalau Donghae terlihat bahagia dengan kekasihnya? Lalu Jihyun? Dia akan menangis histeris? Minum sampai mabuk atau…ah entahlah. Tapi kenyataan jauh lebih menyakitkan. Jihyun harus tahu darinya. Setidaknya, Kyuhyun akan memilih kata yang tidak akan menyakitinya.

“Jihyun, sebenarnya…” Perkataan Kyuhyun terputus melihat Jihyun memakaikan jam tangan itu ke pergelangan tangannya.

Jihyun tersenyum. “Cocok sekali. Untukmu saja.”

“Jihyun…”

“Aku mencoba mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengannya, tapi kalimat yang dia katakan di pantai itu membuatku yakin Donghae pasti membenciku. Jadi…” Jihyun meraba lembut jam yang melingkar di tangan  Kyuhyun. “Jam ini lebih baik bersamamu saja.”

“Tapi…”

“Cinderella! Aku suka cerita itu.” Jihyun buru-buru bangkit, membawa semua buku dongeng miliknya dan juga lilin aroma terapi. Kyuhyun tertawa melihat Jihyun membaca buku dongeng keras-keras hingga masuk ke dalam kamar. Tawanya hilang, Kyuhyun hanya bisa menghela nafas pasrah. Baiklah. Biarkan Jihyun tahu dengan sendirinya. Apapun yang akan terjadi, ia akan ada untuk gadis itu.

 

 

End

 

 

 

 

 

 

 

6 Comments (+add yours?)

  1. Shita
    Jul 16, 2018 @ 19:55:18

    Aaaaaaaaku gemes sama merekaaaaa >.<

    Reply

  2. kylajenny
    Jul 20, 2018 @ 10:41:01

    Sukaaak. Kapan mereka saling jatuh cintaa. Ga sabaaar heheheheh

    Reply

  3. Rahmayanti
    Aug 06, 2018 @ 18:14:01

    Bikin penasaran aj sm kelanjutanx.

    Reply

  4. chrysantdrey
    Sep 11, 2018 @ 21:23:13

    Full of mystery. Need sequel bgt ini mah. Kudu wajib si dongek jelasin alasan knp dia dia ninggalin jihyun 😂😂. I like it. Bahasanya simple, ga belibet. Keep writing author-ssi 👍

    Reply

  5. inggarkichulsung
    Oct 23, 2018 @ 20:18:01

    Kyu oppa baik bgt, ia tdk ingin jihyun sedih kalau tahu semua ttg donghae skrg justru dr dirinya, lbh baik Jihyun sendiri dan ia siap selalu ada u jihyun

    Reply

  6. Meng04
    Jun 08, 2019 @ 17:52:51

    Entah apa yang mau di komentari, yang pasti sukaaaaaa, greget dan pengen peluk kyuhyun *eh

    Reply

Leave a Reply to chrysantdrey Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: