Good Evening

tg

Good Evening

1st Story of ‘TIME’ Trilogy

 

Author: Hara-chan (previous: chohara03)

 

Disclaimer: Casts are not mine, except OC(s). Story is mine, so plagiat and repost are forbidden. The story will only be published on Superjuniorff2010 and on my Wattpad: Hara_chan23. Except those, all are plagiators.

Happy reading~

May 27th, 2018

Atmosfer ruangan itu sangatlah santai namun tetap serius. 4 namja sedang menari mengikuti irama lagu yang sedang diputar di ruang latihan. Semua terlihat sedang mengerahkan segala kemampuan mereka untuk menarikan koreografi lagu itu. Terhitung sudah 4 jam terlewati dari awal mereka latihan hari ini. Tentu saja, tenaga yang terkuras membuat mereka mengeluarkan banyak keringat dan merasa lelah. But you always know that the sweating men are the sexiest thing you’ve ever seen.

Kreek..

Suasananya masih serius sebelum pintu ruangan latihan terbuka dan memunculkan kepala seorang manusia yang sedang mengintip dibaliknya. 4 namja tadi langsung menghentikan latihan mereka dan fokus mereka teralihkan ke pintu tersebut. Terdapat seorang bocah (ralat: yeoja ABG) yang tampaknya baru menyadari kalau dirinya sangat bodoh karena tak bisa membaca situasi serius yang baru saja dirusaknya. Dia membungkukkan badannya berkali-kali sambil mengisyaratkan kata maaf dan bergerak menutup pintu.

“Yak bocah! Kemari kau!” teriak Key yang langsung dapat cekikikan dari Minho dan Taemin. Onew menatap mereka bingung. Taemin bergerak membuka pintu dan menemukan ABG tadi masih bersandar di dinding sebelah pintu ruangan. “Masuklah, jarang-jarang kau kesini dan merusak jadwal latihan kami,” kata Taemin sambil tersenyum dan menawarkan tangannya untuk disambut ABG itu.

“Jinjja gwenchana, oppa? Key oppa sepertinya marah tadi,” yeoja ABG itu menundukkan kepalanya tanda menyesal. “Aish iriwa!” Taemin menarik yeoja itu ke rangkulannya dan membawanya paksa ke dalam sambil menertawai kepolosan anak itu. Kedua orang itu masuk disambut member SHINee yang sedang istirahat. “Oooh! Lihat siapa tamu yang datang kali ini!” sambut Minho.

“Hara-ya, ini benar kau?” tanya Onew yang akhirnya bersuara. Dia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Hara–yeoja itu–akhirnya mendongak dan menatap member SHINee di depannya. Dia tersenyum membuat 4 namja tadi kompak memeluknya. “Ah jinjja oraenmaniya! Bogoshipeo!!” kata Onew. “Nado oppa,” balas Hara. “Kau masih tidak peka seperti biasanya. Kau tidak berubah dan aku tak tahu kenapa aku tidak bisa marah padamu,” kata Key yang membuat Hara tersenyum malu.

Setelah itu mereka berkumpul membentuk lingkaran dan berbagi cerita. Member SHINee mungkin melupakan fakta bahwa sebentar lagi mereka akan comeback mengingat hoobae tersayang mereka datang. Manager hyung pun paham dan bahkan ikut menyambutnya. Bagaimana pun juga, mereka sudah punya sejarah panjang sebelum pertemuan hari ini terjadi.

“Kau tumbuh dengan baik huh? Bagaimana sekolahmu? Dimana kau akan kuliah? Kalau saja kau memilih bertahan, aku akan dengan senang hati menemanimu latihan setiap hari. Kau bilang kau ingin jadi dancer terbaik, kan?” cerocos Taemin yang mulai membuka memori masa lalu. Hara hanya tersenyum manis, “oppa tahu kenapa aku memilih berhenti. Seperti yang oppa lihat, I’m living well. Aku sudah kuliah sih, sudah tahun kedua,” jawabnya. Minho mempertanyakan mengapa Hara bisa kuliah di usia yang sangat muda dan Hara menjawab kalau dia mengikuti kelas akselerasi saat duduk di SMA.

“Ya ampun, berita baik! Aku tahu uri Hara memang anak pintar! Ah, haruskah aku hubungi SJ hyungdeul supaya mereka bisa melihatmu disini? Kau pasti kesini untuk menemui mereka juga kan?” tanya Taemin yang langsung diiyakan member yang lain. Hara baru akan mengeluarkan protesnya ketika Taemin langsung menelpon Eunhyuk yang–unluckily–langsung diangkat setelah nada sambung pertama terdengar.

“Hyung, eodisseo?”

“Ah, aku di luar. Kenapa? Ada urusan dengan WhyNot?”

“Ani, aku minta hyung hubungi seluruh member SJ untuk berkumpul di ruang latihan, sekarang,”

“Ani, geundae wae?”

“Ada yang mau kubicarakan, kuputus,” Taemin dengan seenak jidat memutuskan panggilan dan membuat Eunhyuk kebingungan di seberang sana. Dia tersenyum puas saat melihat wajah Hara memerah padam. Minho yang melihatnya malah tertawa puas diikuti member lain. “Kau benar-benar tidak berubah,” kata Onew sambil mengacak rambut Hara.

“Aish wae irae?! Aku kesini untuk melihat oppadeul latihan dance tapi aku malah berakhir dipermalukan begini,” katanya sambil menutupi wajahnya, menambah kesan imut pada anak bertubuh pendek itu. “Ya ya ya, terima kasih sudah mengingatkan kami. Ini adalah penampilan eksklusif yang hanya fans beruntung sepertimu yang bisa melihatnya langsung,” goda Key. “Fans apaan, aku bukan fans kalian,” cibir Hara yang jelas-jelas hanya bualan.

Manager hyung yang setia duduk di tempat pengaturan audio langsung memutarkan lagu dan member SHINee sudah bersiap-siap di posisi masing-masing. Tak lupa juga back dancer yang akan menemani mereka di setiap comeback stage mereka nanti. Hara yang sudah bertahun-tahun terbiasa dengan ini tetap saja merasa kagum ketika sunbae yang dekat dengannya adalah orang-orang professional. At least they don’t run like what she did before.

Hara duduk di depan cermin–pas di depan mereka–, menyaksikan koreo mereka dengan baik. Hara tidak ingin merasa tidak berguna, jadi setelah mempelajari koreografi yang beberapa minggu lalu sudah dia hafal, dia bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Mereka pun dengan senang hati menerima masukannya.

Ketika lagunya mau habis, Hara tiba-tiba ikut menarikan koreo Good Evening. Member SHINee yang masih menatap gerakan Hara tiba-tiba menoleh ke arah pintu yang terbuka. Hara pun mendengarnya dan menoleh sedikit tanpa menghentikan dance-nya. Namun saat melihat siapa yang datang, dia tiba-tiba menghentikan gerakannya. Dia hanya terdiam sambil menutup mulutnya yang menganga. Dia berbisik tanpa mengubah posisinya, masih terlalu shock.

“Hara-ya?” panggil orang-orang yang baru memasuki ruangan itu secara serempak. Hara menangis, rindu pun menyeruak memenuhi dadanya. “Hyung!” sapa member SHINee sambil berdiri. Hara masih terdiam hingga dia berlari berhambur ke pelukan tamu yang tadi ditelpon Taemin–Eunhyuk cs–.

“Aigoo ige jinjja ya? Siapa yang aku lihat sekarang?” kata Heechul. Eunhyuk, Donghae, Leeteuk, Yesung dan Shindong mengelilingi Hara dan memeluk ‘adik kecil’ mereka tersebut. Heechul dengan gengsi yang tinggi hanya bisa mengacak rambut adik mereka itu. Namun akhirnya dia menarik adiknya itu dalam pelukannya. “Aigoo, aigoo, sini adikku sayang. Ah kenapa kau sudah besar huh? Harusnya kau tetap pendek saja biar aku bisa menggendongmu,” katanya. “Oppa! Aku kan masih dalam masa pertumbuhan!” sergah Hara tak terima sambil terisak.

Member Super Junior yang sudah lama dikenalnya meminta dirinya menganggap mereka sebagai ‘real oppa’nya. Sejak hari itu–hingga kini–, inilah hubungan yang ada diantara mereka, sebagai oppa dan yeodongsaeng layaknya keluarga biasa. Suasana haru menyeruak memenuhi ruangan. Manager hyung dan back dancer langsung pamit dan memutuskan untuk melanjutkan kembali latihan pada esok hari. 4 jam sudah cukuplah untuk latihan, ya kan?

“Bogoshipeo,” isak Hara. Sudah lama dia memilih untuk memutus kontak dengan semua sunbae di SM, tapi hari ini dia datang karena kecintaannya pada lagu Good Evening. Seems like that song is everything for her right now.

Hara memang merindukan mereka. Super Junior adalah satu-satunya alasan untuk bertahan hidup ketika dia memiliki masa-masa sulit, and they are always there to help her. Kenyataan bahwa dia adalah ELF yang sempat masuk trainee SM namun memilih keluar, dan dia mengenal Super Junior lebih dari ELF manapun membuatnya sangat bersyukur. Namun dia sadar bahwa suatu hari dia harus mengundurkan diri dari memori para oppadeul-nya…

Dan rasanya dia masih tak sanggup untuk melakukannya.

“Jadi, maksudmu memanggil hyung menyuruh SJ member berkumpul disini karena Hara datang kemari?” simpul Eunhyuk pada Taemin. Di sampingnya duduklah Donghae yang sedang ‘bermesraan’ dengan Hara. Adiknya itu sedang menyandarkan bahu pada Donghae dan namja itu mengelus rambut adiknya dengan lembut. Tangan kanan Hara dengan usil mencolek perut Shindong dan yang dicolek hanya tertawa geli. Kaki Hara cukup panjang untuk menendang kaki Yesung yang duduk di sebelah Shindong dan namja berkepala besar itu tak mau kalah main tendang-tendangan dengannya. Saat itu, dia menyadari member SJ yang datang belum lengkap semua karena dia tidak melihat kehadiran Siwon di sana. Member lain bilang dia sedang syuting CF dan Hara terlihat excited saat mendengarnya.

“Taemin sengaja tidak bilang langsung kalau Hara datang. Bocah ini langsung memerah seperti kepiting rebus tadi saat tahu Taemin menghubungimu, hyung,” celutuk Key yang langsung menerima tatapan tajam Hara yang kini kembali memerah. “Aigoo, bagaimana bisa kau seiimut ini, Hara-ya?” tanya Donghae seraya mencubit pipi chubby-nya. Semua orang tertawa melihat satu-satunya cucu Hawa itu sedang menutupi wajah malunya sekarang.

“Hara-ya, kau pergi kesini sendiri? Kenapa begitu tiba-tiba? Tidak ada yang menguntit kan?” Leeteuk yang akhirnya membuka suara itu membuat Hara tertarik kembali ke dunia nyata. Kata-kata ‘menguntit’ membuatnya mengembalikan kesadarannya.

“Ah ya oppa, biar aku cerita. Aku hanya ada sedikit urusan akademik di kampus hari ini. Jadi sepulang dari kampus, aku benar-benar tidak punya agenda. Aku mati kebosanan di apartemen jadi aku memilih jalan-jalan. Sebenarnya aku agak enggan kesini, tapi aku tahu SHINee oppadeul pasti sedang latihan untuk comeback mereka jadi aku datang kemari. Aku hampir diusir security, tapi untung saja Manager SJ sedang lewat dan me-notice-ku jadi dia menjelaskan semuanya pada security. Setelah diizinkan masuk, kami mampir dulu ke SUM Cafe dan kami banyak bercerita. Dia pun memberitahu kabar oppadeul dan aku sangat bahagia kalau kalian baik-baik saja. Sejauh ini aku tidak melihat ada orang yang me-notice kami di Cafe tadi? Entahlah,” jelas Hara panjang lebar.

“Tunggu, kau sudah kuliah?! Sejak kapan??”

“Manager SJ? Uri Manager hyung?! Bagaimana bisa dia tak menghubungi kami huh??”

“Kau datang kemari untuk melihat latihan member SHINee yang comeback tapi kami para oppadeul mu tak pernah kau datangi sekalipun?! Bahkan setelah kami comeback dengan full album setelah hiatus hampir 3 tahun?! HOW??

Pertanyaan beruntut dari Yesung, Heechul dan Eunhyuk membuat Hara ciut. 2 tahun belakangan dia memang hampir tak pernah lagi berkomunikasi dengan member SJ dan hampir menganggap dirinya sebagai fans biasa yang hanya memantau kegiatan mereka lewat timeline SNS. Dia berusaha mati-matian untuk tak menghubungi mereka dan menceritakan semua keluh kesahnya, karena saat itu adalah saat-saat sulit untuk SJ juga. Dia mati-matian menahan rindu pada oppadeul-nya hingga akhirnya Super Junior kembali mengantarkan member yang lain untuk masuk wamil. Dia bahkan tak kuasa untuk melangkahkan kaki dan ikut mengantarkan mereka masuk wamil.

Saat itu adalah saat-saat beratnya untuk hidup sebagai seorang Park Hara dan seorang ELF. Melihat hanya 4 orang member SJ yang bertahan di panggung membuatnya tak kuasa menahan nangis. Dia benar-benar menahan keinginan hati untuk mengikuti mereka saat konser, ataupun membalas tweet mereka dengan kata-kata dukungan yang pasti sangat mereka butuhkan saat itu. Momen itu adalah titik dimana dia benar-benar lupa bahwa dirinya adalah ‘adik kecil’ dari member SJ yang akan selalu jadi adik kecil mereka, adik yang harusnya berada disana disaat mereka butuh support terkuat untuk terus berkarya.

Hara diam-diam menangis dalam hening. Dia harusnya bisa menahan tangisnya, tapi dia terlalu emosional hari ini. Dia sangat jarang menangis apalagi sampai terisak, jadi bunyi isakan itu mengundang pandangan member SHINee dan SJ. Isakannya makin keras dan setiap tarikan napas kasar itu terdengar sangat memilukan di telinga mereka. Sepertinya mereka salah bicara hingga membuat adik tersayang mereka menangis tersedu-sedu begitu.

Eunhyuk dan Donghae sebagai orang yang terdekat posisinya dengan Hara hanya bisa merangkulnya dan mengelus punggungnya pelan. “Mianhae, mianhae,” bisik Eunhyuk sambil menangis. Donghae pun ikut menangis, as expected SJ’s crybaby. Hara memukul dadanya berkali-kali. Dia ingin berhenti menangis tapi hatinya terlalu sakit dan sekarang otot wajahnya sangat tegang ketika dia berusaha menahan tangis lebih lanjut.

Isakan berganti menjadi erangan keras yang mengundang semua orang untuk mendekat dan memberi pelukan hangat padanya. “Mian..mian..hae,” suaranya terdengar serak dan terbata-bata. Semua orang berbarengan membalas, “gwaenchana,” membuat Hara agak terkejut namun juga merasa lega sekaligus.

Tangisan itu berakhir 30 menit kemudian. Hara yang sudah lebih baik pamit ke toilet untuk cuci muka. Saat wajahnya menengadah ke cermin, dia mendapati monster yang sangat mengerikan sebagai pantulan dari dirinya. Dia berteriak histeris membuat kaget orang-orang disana. Dia membungkuk minta maaf saat tiba-tiba sunbae yang sangat dikaguminya sedang masuk ke toilet.

“Hara-ya?” tanyanya memastikan. “T-Taeyeon eonni??” balas Hara histeris. “Ya! Kau biasanya memanggilku ‘sunbae’, ada hasutan apa yang membuatmu memanggilku eonni?” tanya Taeyeon dengan nada kesal yang dibuat-buat. “Ah mianhae eonni, aku hanya terlalu kaget kk~” jawabnya. “Ya! Neo gwenchana? Kenapa wajahmu begini? Kau habis menangis?? Kau diapakan sasaeng fans huh?! Atau SJ oppadeul mengerjaimu?! Atau Ky–”

“Eonni,” jeda Hara. “Tarik napas dulu,” katanya yang langsung dituruti Taeyeon. “Aku tak apa-apa, sungguh. Memangnya harus ada alasan untuk menangis, eonni-ya? Aku tidak apa-apa kok, SJ oppadeul sudah terlalu baik menjagaku selama ini.” jawab Hara yang mengundang senyum Taeyeon. “Geureom, harus ada alasan untuk menangis! Kalau tidak, berarti kau gila hahaha! Tentu saja SJ oppadeul akan sangat menyayangimu, kau sangat berharga disini. Sering-seringlah berkunjung, eonni akan sangat merindukanmu,” Taeyeon tersenyum ramah dan kemudian pamit dari sana.

Hara yang baru kembali dari toilet bergerak membuka pintu ruangan latihan ketika terdengar suara berisik dari dalam. Ternyata member SJ ikut menarikan koreografi Good Evening. “Mwoya ige?” tanya Hara. Semua menoleh. “Yang benar saja? Aku melihat ahjussi-ahjussi tua ini menarikan koreo yang lincah seperti Good Evening?! What the–pfft hahaha,” dia tertawa lantang, tentu saja dia bercanda. “Yak Hara-ya, siapa yang kau panggil ahjussi tua huh? Kami bukan ahjussi, ckck apa-apaan kau ini,” kata Eunhyuk yang membuat Hara teringat dengan perkataannya yang persis mirip diucapkannya di WhyNot the Dancer.

“Ara ara, lanjutkanlah tariannya. Aku ingin lihat seberapa bagus SJ oppadeul menarikannya,” tantang Hara. Melihat itu, trio top dancer SJ, EunShinHae mulai maju ke depan disertai Taemin dan bersedia di posisi masing-masing. Tak ada angin, tak ada hujan, Heechul tiba-tiba ikut menarikan koreografinya. Tak diduga dia dan Hara sama fanatiknya dengan lagu ini. Sepanjang lagu diputar, Hara terus-terusan mengganggu dengan ikut menyanyikannya.

🎵 Dalbit chaolla neomu neutgi jeone

Neoreul derireo ga

Kkamjjak nollal neoreul saenggakhamyeo

Jigeum derireo ga

Derireo ga derireo ga

Dareun iyu hana eobshi🎵

Hara yang ikut menyanyi dan tiba-tiba berhenti karena jeda lagunya, kembali melanjutkan part penting dari lagunya dibarengi suara semua orang di ruang latihan.

“DERIREO GA!”

Malam itu memang seperti Good Evening. Semuanya menyanyi dan menarikan lagu yang sangat cocok digunakan untuk menyenangkan dan membangkitkan suasana hati. Hara ikut menari-nari tak jelas di belakang mereka. Setelah lagunya selesai, dia dibuat takjub dengan hasil collab SJ×SHINee yang ternyata sangat keren itu. “Shindong oppa, jarhaesseo!” ujar Hara sambil tertawa dan memberi jempol pada Shindong yang sudah terkapar di lantai.

Sementara member lain tak ada kerjaan atau hanya memeriksa smartphone masing-masing, Hara kembali menari. Kali ini dia menarikannya sesuai koreo. Sesekali oppadeul yang lain mengganggunya dengan pura-pura jadi back dancer. Ketika lagu habis, mereka memilih untuk benar-benar istirahat, begitupun dengan Hara. Dia tak langsung duduk tapi hanya berdiri di depan cermin. Pakaian yang dipakainya mulai kusut. Untung saja hari ini dia hanya pakai kaos dan celana longgar santai, jadi dia bisa pede nge-dance dengan pakaian itu.

“AH, AKU MAU MINUM SOJU!” teriak Hara menggema. “Ya! Kau bahkan masih di bawah umur!” marah semua oppadeul-nya. “Aku sudah 18 tahun loh! Berhenti bilang aku masih kecil, di bawah umur dan semacamnya! Aku juga sudah pernah minum soju sebelum 18 tahun!” bela Hara tak mau kalah. “YAK!!” Heechul berteriak kesal. “Soju dibuat untuk diminum oleh manusia di atas 18 tahun karena takarannya keras, tak bagus untuk tubuh. Tidak ada soju untukmu, cola ok?” tawar Yesung yang tumben terlihat bijak. Hara tersenyum jahil. Jarang-jarang seorang Yesung menawarinya cola? “Aku lebih suka lemon soda!” sergahnya. “Ara ara, kita pesan makan sekalian?”. “CALL!”

Saat Hara tak juga duduk dan masih menatap cermin, pintu di belakangnya terbuka dan terlihat si manusia kuda muncul dibaliknya. Hara spontan membalikkan badan dan malah menemukan kalau namja itu tak sendirian. Semua member pun bangkit dari posisi tidur-tidurannya ketika melihat namja itu datang.

“Oh Siwon-ah, neo wasseo?” kata Leeteuk menyambutnya. Hara yang masih berdiri itu tak bergerak sesenti pun, dia bahkan lupa bernapas. Semua oksigen di sekitarnya seperti hilang, diangkut entah kemana. Dia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya dan akhirnya hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Di dalamnya, giginya berkelatuk satu sama lain karena dia tak bisa terang-terangan menunjukkan kegugupannya dengan mengigit bibirnya–kebiasaan sebenarnya.

“OH! KYUHYUN-AH!” sambut Heechul heboh tanpa bisa membaca situasi yang menguasai ruangan saat ini. Satu-satunya yeoja yang ada disana menjadi pusat perhatian karena mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Heechul dan Kyuhyun berpelukan disusul Taemin dan Minho, lalu Eunhyuk, Yesung dan yang lain mengikuti. Maknae SJ yang sedang menjalani masa wamil itu sudah menyelesaikan tugas hariannya mengabdi pada masyarakat dan Siwon langsung membawanya untuk berkumpul dengan member seperti yang Eunhyuk minta. Sebenarnya Maknae itu tak diundang, but you know Siwon can’t live without meeting him for a day.

Hara tiba-tiba berdehem karena suaranya tercekat dan itu menarik perhatian tamu wamil kita. Maknae itu juga tak kalah kaget melihat ada bocah itu disana. Dia menatap tajam Siwon, Eunhyuk, dan siapapun yang disana seakan minta penjelasan. Semua menunjuk Taemin yang kini hanya bisa menyengir–antara merasa pasrah atau malah tak bersalah sama sekali. “Aku tak berniat menyembunyikan apapun, serius!” bisiknya melakukan pembelaan.

“Siwon oppa wasseo? Kyuhyun oppa juga, ehehe,” ucapnya kikuk sambil berjalan kaku mendekati mereka. “Ini benar dirimu Hara-ya?? Ya ampun aku rasa aku bermimpi!” ucap Siwon sambil memeluk Hara. “Park Hara yang jadi ‘adik kecil’nya member SJ kan cuma satu, oppa. You know it so well, it’s me,” jawabnya membalas pelukan si manusia kuda. Sepasang mata indah itu mengganggu indra perasa Hara bahkan ketika dia berdiri membelakangi manusia yang kalau-bisa-dia-hindari itu.

Suasana masih tegang saat Hara merasa enggan melepas pelukan Siwon karena dia hanya ingin menyembunyikan wajahnya dimanapun, asal jangan sampai dia menatap Kyuhyun lagi. Beruntungnya, dering smartphone Yesung berbunyi. Dia berlari keluar dan kembali dengan banyak kantong di tangannya. “Makanan datang!” serunya mengundang selera makan serta mengusir kecanggungan. Hara langsung berlari ke arah Yesung dengan semangat dan meminta jatahnya. Saat menunggu Yesung mencarinya, tiba-tiba bahu Yesung ditepuk Donghae dan terjadi kode yang tak Hara pahami maknanya.

“Jjajangmyeon pesananmu dan lemon soda, lalu es krim oreo. Sudah semua kan?” kata Yesung memastikan dan Hara langsung mengangguk imut. Yesung mengacak rambutnya sekilas dan kemudian berjalan ke luar diikuti member lain. Hara duduk di tengah-tengah ruangan dan bersiap untuk makan ketika dia baru sadar sebagian besar orang sudah meninggalkannya di ruang latihan itu.

“Huft, aku ditinggalin lagi,” keluh Hara sambil mem-pout. Saat itu dia masih tidak sadar kalau Siwon dan Kyuhyun masih disana, sampai Siwon datang dan menanyakan makanannya. “Ah oppa! Aku kira tak ada orang disini. Oppa sudah makan? Aku belum makan dari siang, aku makan duluan,” katanya ketika dia selesai membuka bungkus jjajangmyeon dan mulai menyumpitnya sebagian ke dalam mulut.

Kyuhyun masih setia mengamati mereka dari pojok pengaturan audio. Saat Hara menengok ke cermin, pandangannya bertumbuk pada Kyuhyun membuat jantungnya mau melompat. Dia pikir dia akan mati karena terkejut. “Oppa bertemu dengan Kyuhyun oppa dimana? Kalian sudah makan? Aku tidak enak makan sendirian,” bisiknya pada Siwon yang tersenyum manis.

“Kyu belum makan sepertinya, aku tadi buru-buru membawanya kemari karena pesan Eunhyuk. Coba tawari saja dulu,” kata Siwon. Hara–dengan hati yang sangat dugeun dugeun–bangkit dan berjalan pelan ke arah Kyuhyun. Namja itu enggan menoleh karena dia sendiri bahkan tak tau bagaimana berekspresi dengan benar di depan adik kecilnya ini. Hara berjongkok depannya dan menyapanya lembut, “Kyu oppa,”

Kyuhyun mau tak mau mendongak dan menatap Hara. “Oppa sudah makan? Mau makan bersama? Duduk di sana saja yuk, kita sudah lama tak bertemu dan aku yakin kita perlu banyak bercerita,” Hara mengucapkannya dengan nada yang sangat disukai namja di depannya dilengkapi senyum manis yang membuatnya berpotensi mengidap diabetes tingkat tinggi. “Aku sudah makan,” jeda Kyuhyun sedikit gugup, “dan sepertinya ide bagus juga untuk bercerita,” Hara tersenyum lalu bangkit sebelum tangannya ditahan namja itu, “berdua,”

Hara nampak bingung dan mau tak mau wajahnya merona. Dia mendongak, menghindari tatapan itu. “Tapi ada Siwon oppa, oppa akan mengusirnya?” Kyuhyun hanya tersenyum miring. “Dia bukan masalahnya. Apa kau keberatan kita cerita berdua?” tanyanya lagi. Hara menunduk lagi, menatapnya lalu menggeleng. “Ok,” balas namja itu singkat saat dia bangkit dan berjalan melalui Hara menuju Siwon. Hara menyusul dan baru akan menyentuh sumpitnya ketika Siwon bangkit.

“Oppa mau kemana?” tanyanya. “Aku akan pergi sebentar, ada urusan. Setelah ini kita harus cerita akan banyak hal. Kau hutang penjelasan dengan oppa,” kata Siwon sambil tersenyum manis dan berjalan menuju pintu. “Baiklah oppa, undang seluruh member SJ biar aku tak perlu mengulang penjelasanku nanti,” kata Hara sedikit mengeraskan suara supaya Siwon mendengarnya yang kemudian direspon oleh lambaian tangan.

Done. Rencana Kyuhyun berhasil dan tinggal mereka berdua di ruang latihan. Hara tak bisa menatapnya dan hanya bisa fokus pada jjajangmyeon yang dimakannya. “Jangan menatapku seolah oppa ingin memakanku. Kalau oppa ingin jjajangmyeon-nya, aku bisa memberi sesuap,” yang kemudian Hara mengangkat sumpitnya yang berisi jjajangmyeon ke arah Kyuhyun. Namja itu dengan senang hati menerima suapannya. “Gomawo,” kata namja itu singkat.

“Ah kenapa kita jadi kaku begini sih, haha,” kata Hara mengusir kikuk. Kyuhyun juga tersenyum. “Geurae, tentu saja begitu. Siapa yang sangka orang yang menghilang 2 tahun ternyata kembali lagi tanpa diundang? Aku hampir mengira kau sudah hilang ditelan bumi,” dia masih sempat menyelipkan candaan yang dapat tinju pelan dari Hara. Mereka terkikik geli.

“Oppa jaljinaesseo?” tanya Hara. Kyuhyun mengangguk. “Seperti yang kau lihat, I’m living well,” jawabnya. Yeoja itu menatapnya curiga. “Sejak kapan seorang Kyuhyun yang tidak suka bahasa Inggris tiba-tiba bicara bahasa Inggris tanpa diajak?” Kyuhyun tertawa. “Yak, jangan meremehkanku! Kau bahkan sempat memujiku karena bisa bicara sebanyak itu!” Hara memutar bola mata. “Hella,” responnya pendek yang mengundang delikan Kyuhyun.

“Mworago?”

“Amugeotdo aniya,”

Suasana jadi hening lagi. Saat mereka sibuk sendiri, pintu ruang latihan sedikit terbuka dan orang-orang tadi masih setia menguping. “Mereka cukup bisa mengatasi kecanggungan. I mean, they’re just okay,” kata Key. “Of course, they are already more than this. They are just too strict to realize their own feelings,” timpal Siwon. Yang lain langsung manggut-manggut tanda setuju.

Setelah menyelesaikan porsi jjajangmyeon-nya. Hara minum air putih yang dibawanya dari tas lalu mengelap bibir dengan tisu. “Ah, kenyang juga,” ujarnya sambil menyelonjorkan kakinya. Kyuhyun menatapnya dari sudut matanya lalu balik berfokus pada smartphone-nya. Yeoja itu menatap namja di sampingnya yang nampak serius dengan benda persegi di tangannya.

“Oppa, kau kurusan?”

“Mungkin,”

“Mungkin tidak kkk~. Oppa harus benar-benar diet, ckckck,” katanya sambil mencubit pipi Kyuhyun yang masih terasa chubby di tangannya.

“Hm,”

“Oppa! Bicaralah padaku! Tadi oppa yang bilang ingin bercerita berdua padaku sampai mengusir Siwon oppa, tapi sekarang oppa malah sibuk dengan smartphone?”

Namja itu langsung berbalik menatap Hara membuatnya terkejut bukan main. “Ireohke?” tanyanya intens. “Yak, jangan menatapku begitu, kita hanya perlu bicara santai,” potong Hara. “Aku menahan diri untuk tidak menangis saat melihatmu datang tadi. Aku sangat merindukan semua orang di sini. Oppa juga sudah bilang aku menghilang selama 2 tahun. Tadi saat aku mendatangi SHINee dan SJ oppadeul, semua menyambutku dengan hangat, seolah-olah aku adalah yeodongsaeng mereka yang hilang dan baru saja ditemukan kembali. Aku berharap ada reaksi normal seperti itu juga dari Kyu oppa tap–”

Grep

A sudden hug. He hugs her tightly. Tak ada yang bersuara sampai Hara membalas pelukan itu dan kembali meraung. “Bogoshipeo, oppa,” she finally confessed her current feelings. Kyuhyun mati-matian berusaha untuk tak menangis. It’s not easy for him to cry but why? “Aku perlu meluruskan satu hal juga,” katanya tanpa melepas pelukannya. He might not want to let her go maybe?

Anggukan itu membuat Kyuhyun yakin untuk meneruskan kalimatnya. “Aku.. aku berusaha mencarimu selama ini,” saat jeda itu terjadi, Hara langsung ingin melepas pelukannya dan menatap mata Kyuhyun, tapi sayangnya namja itu tak ingin melepaskannya. Dia juga sudah menangis, terlalu jelek untuk menatap yeoja itu langsung dengan keadaannya sekarang.

Feels like I lost my reason to take a breathe and live well. I know you’re the only one who knows me well, as well as I know you too. I miss our memories. You might think nothing special in it but for me, you are everything. I might say thanks to God that He knows I miss you so bad and He grants it. He gives us this chance to meet again, after 2 years, ” Kyuhyun mengatakannya yang membuat Hara menerka-nerka bagaimana namja itu dapat mengucapkan kata-kata itu dengan lancar.

Lalu apa ini? Apakah Kyuhyun tengah mengatakan perasaannya pada Hara? Mengapa sepertinya telinganya ingin sekali dibuat tuli mendadak untuk mendengar kalimat selanjutnya yang akan meluncur dari bibir tebal namja dalam pelukannya ini. “I’m going to meet you at night, because night always feels that lonely to me. And I know this makes you feel surprised too. I like how I always miss you, it hurts me but makes me flies to the horizon at the same time. I just like everything of you and our memories, from the beginning I know you–no, I love everything,”

“Aku menahan diri untuk tak memelukmu di depan hyungdeul dan juga member SHINee karena.. aku tahu, kau mungkin takkan suka,” saat itu Hara akhirnya bisa menatap Kyuhyun yang–err, she doesn’t know how to explain. “Uljima, ini salahku. Mianhae oppa, kalau aku tau begini, aku takkan melakukannya. I’m sorry for hurting you, Kyu oppa,” dia menghapus airmata Kyuhyun dengan lembut. Aww, she can’t even describe how much she loves the man in front of her right now. “Seketika aku lupa kalau aku baru saja berusia 18 tahun,”

“Ya!” Kyuhyun merasa tak terima kalau Hara sudah mulai bahas umur. Dia tahu ini bentuk penolakan tak langsung dari adik kecilnya itu. Tapi mau bagaimana lagi? Is age even the fucking problem when everything he knows is only he loves her as a girl not as his lil sis? Hara menunduk, ingin menyembunyikan tangisnya, tapi Kyuhyun mengangkat dagunya dan balas menghapus airmata di pipi yeoja itu.

For sure, I love you, of course,” balas Hara blak-blakan, membuat Kyuhyun menghentikan aktifitasnya dan menatap dalam matanya. Gosh, she’s just so pure and no lie. “Aku selalu berpikir begini: ‘apa mungkin aku bisa mencintai namja yang lebih tua 12 tahun dariku? Apa yang akan kulakukan pada date kami? Apa kami bahkan bisa menikah?’ I know I’m cheesy but I’m always serious about love. You have to think about your future too, oppa,” lanjutnya yang membuat namja di depannya terpaku.

Hening kembali melanda membuat keduanya merasa tersiksa dalam hati. Hara mendehem dan mulai memundurkan posisinya dari Kyuhyun. “Why do you confess to me so?” tanya Hara tak mau basa-basi. Kyuhyun menatapnya, “aku harusnya sudah melakukan ini dari 4 tahun yang lalu, tapi lagi-lagi aku menahan diri dan bertahan menjadi pengecut. Saat itu tak pernah terpikir bagiku kalau aku bisa kehilanganmu untuk waktu yang sangat lama. And now, aku tidak tahu kapan aku akan kehilanganmu lagi. Jadi lebih baik aku berperang pada egoku sendiri dan melepas semua beban ini. I just want you to know,”

Hara membungkuk dalam, tirai rambutnya menutupi wajahnya. She doesn’t know what to feel right now. Dia tiba-tiba bangkit lagi dan memutar lagu di tempat pengaturan audio, Good Evening is being played again for about 326845 times today. Di tengah-tengah lagu yang sengaja volumenya dia besarkan, dia berteriak dari kejauhan ke arah Kyuhyun yang menatapnya bingung, “HAPPY 12TH DEBUT ANNIVERSARY, KYU OPPA!”

Namja itu terkejut, matanya membesar kala dia hampir saja lupa kalau sekarang tanggal 27 Mei, tanggal debut anniversary-nya. Hara membuat cinta di atas kepala dengan kedua tangannya dan kemudian membuka tangannya lebar, menunggu Kyuhyun berhambur ke pelukannya–dan benar saja, sedetik kemudian namja itu bangkit dan menghampirinya. Mereka kemudian berpelukan dengan Good Evening terputar sebagai BGM-nya.

“Oppa sudah melangkah sejauh ini di dunia musik, dunia yang sangat oppa cintai. 12 tahun bahkan sudah menyamai umur seorang anak, tapi oppa memilih untuk tetap berkarya untuk bersama Super Junior. Oppa juga sudah jadi penyanyi ballad yang sudah diakui dunia, aku tidak tahu lagi harus bersyukur dengan cara apalagi atas semua takdir ini.

Aku memang bukan ELF dari awal, tapi aku akan terus jadi ELF till the very end of time. Kalau saja oppa tidak menerima tawaran SM, aku tidak tahu apakah Super Junior bisa jadi seterkenal ini, apakah ELF akan bisa jadi sebanyak ini, dan apakah aku juga akan memberanikan diri untuk daftar jadi trainee di SM hanya agar bisa bertemu dengan oppa. Oh well, forget the last word, it was my cheesy past,” Hara terkikik enggan mengingat masa lalunya.

Mereka saling melepas pelukan dan Kyuhyun menatap yeoja di depannya–his favorite thing to do with her–. “Gomawo. Aku bahkan hampir tak ingat hari apa hari ini. Aku juga tak tahu bagaimana harus bersyukur atas fakta kalau aku sudah bertahan selama 12 tahun di dunia yang kucintai ini dan salah satunya, aku bertemu denganmu juga, Hara-ya,” ungkapnya tulus. “Oh, akhirnya aku mendengar oppa memanggil namaku hari ini!” diam-diam yeoja itu sangat senang saat tahu suara favoritnya itu menyelipkan namanya di sepanjang kata-katanya tadi.

Ketika suara Onew menggema dari speaker, Hara mulai kembali menyanyikan lagu yang dari tadi keberadaannya hampir terlupakan. Dia pun ikut menggerakkan badannya menarikan koreonya. Dia memberi isyarat pada Kyuhyun agar diam di tempat dan memperhatikan gerakkannya saja.

🎵 Nan han georeum deo dagagalsurok

On sesang modeun ge da neoro byeonhae ga

Nan meonjeo algo shipeo

Ne modeun sungan jeo dalbit boda🎵

Hara dikejutkan kehadiran Kyuhyun yang mulai berjalan ke arahnya saat part rap Minho mulai memenuhi gendang telinganya, takkan menyangka kalau namja itu akan ikut menyanyikannya juga.

🎵 I can feel we’re looking at each other through this door

Let’s see your eyes nose lips cheeks🎵

Hara sontak menutupi wajahnya yang memerah saat Kyuhyun menunjuk semua detail pada wajahnya sesuai lirik barusan. “Oppa geumanhae~” pintanya. Kyuhyun tidak bisa berhenti, dia menurunkan sebelah tangan yang menutupi wajah yeoja itu dan menciumnya. Yeoja tadi sangat malu dan dia hanya bisa menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Kyuhyun. Namja itu tergelak, dia suka itu.

“Ah, igeo mwoya! Aku pergi saja!” ujar Heechul setengah marah. Benar saja, banyak pihak yang merasa jengah juga melihat dua makhluk di dalam sana malah asyik bermesraan tanpa bisa baca situasi. “Na kanda! Kanda!” ujar Leeteuk dan Eunhyuk bercanda sambil disusul Onew dan Key. Minho dan Taemin sedang sibuk mendokumentasikan momen itu. Sementara member SJ yang lain hanya bisa memantau. Anggap saja reuni sepasang cucu Adam dan Hawa yang saling mencintai tanpa status yang mengikat, begitu?

Momen tadi terpotong saat dering telepon terdengar dari smartphone milik Hara, yang membuat pemiliknya mau tak mau menjauhkan diri dari Kyuhyun dan mengeceknya. Telepon dari teman sekamarnya. Dia berjalan ke sembarang arah untuk mengangkatnya–pasti temannya itu mengeluh karena dirinya belum juga pulang.

Dear Eun Ra-ya, please just fucking wait for me. Don’t you know I have business too? I won’t be in the room all the day! Aku akan belikanmu ramyeon instan kesukaanmu and don’t disturb me again. Understand?” putus Hara dengan nada kesal. “Hara-ya, language,” tegur Kyuhyun. Hara mendelik kesal. Oh well, I forget I have him right now, kutuknya dalam hati.

You’ve changed a lot huh?

More than what you’ve seen,” potong Hara tak mau memulai debat dan benar saja–Kyuhyun langsung membungkam mulutnya. “Lot of things happened. Don’t worry, I’m still sane and healthy. Aku hanya harus mengurangi kata-kata umpatanku mulai sekarang,” sesal Hara di nada akhirnya. Namja di depannya tak merespon. Dia hanya tak tahu harus bertindak bagaimana.

Dia tiba-tiba mengambil smartphone-nya dan mengecek jam. Jam 10? Time flies so fast huh.

“Aku ingin sekali berkumpul dengan oppadeul dan bercerita-cerita, tapi aku tak yakin aku harus pulang larut malam gara-gara itu,” Kyuhyun menoleh. “Lain waktu saja, ini sudah jam 10. Aku pikir kau harus segera pulang agar tidak membuat temanmu khawatir lagi,” Hara balik menatapnya. “Eavasdropping?” Kyuhyun tertawa. “Semua orang akan mengetahuinya dari dialog mendominasimu saat kau marah tadi, Hara-ya,”

Gee.

“Kau sudah kuliah ya?”

“Yah, begitulah. Ini tahun keduaku.”

“Ya ampun, waktu berjalan dengan cepat ya. Selama itu juga kami tak mendengar beritamu. Tapi aku pikir itu lebih baik daripada kehadiran kami malah mengganggu kuliahmu,”

Hara mengangguk. Dia ingin bicara lebih banyak dengan Kyuhyun tapi dia menyimpan tenaga dan ceritanya untuk waktu yang akan datang. Entah mengapa, dia percaya mereka akan kembali dipertemukan oleh takdir. Dia hanya terdiam sambil membereskan barang-barangnya. Dia lupa kalau dia memesan es krim oreo yang mulai meleleh itu, jadi dia buru-buru memakannya.

“Oppa, doajwo,” pintanya pada Kyuhyun untuk membantunya menghabiskan es krim itu. Namja itu menghabiskan lelehan es krim itu dengan sekali tegukan. Dia mengemas kantong sampah dan membawanya sendiri. “It’s mine. You shouldn’t bring it yourself,” kata Hara segan. Kyuhyun menggeleng, memberi isyarat kalau dia tanpa keberatan dan dengan senang hati akan melakukannya.

“Aku akan mengantarmu pulang,” kata Kyuhyun yang langsung diiyakan Hara. Well, namja itu tiba-tiba menarik tangan Hara membuatnya terkesiap dengan jarak super dekat yang tercipta di antara mereka. “Memalukan sekali. Seorang anak 18 tahun masih tidak bisa makan es krim dengan benar,” Kyuhyun membersihkan noda es krim di sudut bibir Hara dengan jempolnya, lalu mencicipinya dengan bibirnya sendiri sambil menyunggingkan smirk andalannya.

“Oppa geumanhae! Byeontae!!” Pipi yeoja itu kembali memerah padam. Tangannya baru akan menepuk dada Kyuhyun yang langsung ditahan namja itu. “Sudah, sudah. Kaja, kau harus pulang sekarang,” dia menggenggam tangan itu dan mengayunnya senada dengan langkah kaki mereka. Somehow sweet.

“Ya! Ya! Ya! Mereka sudah mau keluar!” Key berteriak heboh pada member SJ dan SHINee yang tersisa, berniat untuk kabur namun terlambat. Kyuhyun menarik pintu yang terlanjur terbuka dan menemui pemandangan member-member yang berada pada posisi masing-masing–bertengger dekat pintu.

Wa-wait what?!” Hara berteriak heboh. “It’s something I shouldn’t ask, right?” tanyanya memastikan. Mereka hanya bisa menatap satu sama lain, mencari pembelaan. Ujung-ujungnya mereka hanya bisa menyengir sambil mengacungkan simbol peace di jari masing-masing. Yeoja itu menghembuskan napas gusar. Gawat, dia baru saja diuntit dan itu sangat memalukan! Dia hanya mengharapkan perlindungan dari Kyuhyun dengan cara bersembunyi di balik punggung lebarnya.

Kyuhyun yang melihat itu hanya menyunggingkan smirk-nya. “Hyung, kunci,” kodenya pada Siwon yang masih terbengong-bengong. “Eoh,” dia melemparkan kunci mobilnya dan berhasil ditangkap dengan sempurna oleh Maknae itu. “Kalau ada yang berani mengganggu apalagi merecoki Hara, kalian harus berurusan denganku,” katanya tajam sambil menunjuk dan menatap sarkas mereka satu-persatu, tanpa kecuali. Semua hanya bisa bergidik ngeri dengan evil maknae satu itu.

Kyuhyun dan Hara berjalan melewati keramaian yang diselimuti keheningan itu. “Aku rasa aku harus percaya pada Kyuhyun,” komen Onew. “Dia bisa jadi pelindung sekaligus kecaman untuk Hara,” komen Siwon menimpali. “Kim Gyu akan melakukan yang terbaik, aku yakin,” tambah Heechul yang entah muncul darimana.

Hara hanya bisa menyembunyikan senyumnya kala Kyuhyun membukakan pintu untuknya. Setelah mereka berdua duduk mantap di posisi masing-masing, gugup sedikit terpercik. “Aku tak mungkin menggunakan mobilku, kau tahu. Setelah aku keluar wamil, aku akan mengantarkanmu kemanapun dengan mobil pribadiku, aku janji,” kata Kyuhyun yang tanpa dikomandoi.

Yeoja di sampingnya tergelak. “Arasseo. Oppa tidak usah khawatir denganku. Selesaikan saja kewajiban wamilmu. Aku hanya perlu menunggu setahun lagi. I’m used to be waiting for a long time like this, I’ll be okay,” Dia berinisiatif untuk menggenggam tangan Kyuhyun sebagai tanda kalau dia menyalurkan keyakinannya pada namja itu. “Gomawo,” balas namja itu singkat sambil tersenyum manis.

Kyuhyun menanyakan tempat tinggal Hara dan setelah mesin hidup, namja itu mulai menyetir. Tak lama kemudian, mereka sampai di apartemen tempat Hara tinggal sekarang. “Kyu oppa, besok aku ada ujian. Doakan aku yah,” Dia tersenyum. “Tentu saja, fighting!” Mereka ber-high five ria sebelum akhirnya Hara membuka pintu. “Hara-ya,” Hara batal melangkahkan kaki mendengar namanya dipanggil.

“Jaljayo. Have a nice dream. Fighting for tomorrow’s test!

You too, oppa. Good job for today! Have a nice sleep and dream. Good night too~

-The End-

 

.

.

NB: Uh done? Finally? I think it’s still too fast and there are many things need to be explained? Ok I’m sorry. Hello guys! I finally make a new comeback after having a hiatus for almost 2 years? Maybe, I’m not sure too. (No one knows and waits for you, gee). My last FF that was posted here is the ‘Me’ series and ‘You’ as the sequel. I’ve been entering college since 2016 and my college schedule is freaking killing my time so I don’t even have idea, time and chance to write a new FF.

Idk why but since I heard SHINee’s Good Evening, I have the idea to write this FF and voila~ it’s just the 1st part of my Trilogy titled ‘TIME’. I’m gonna create the ‘TIME’ Trilogy using the present and future timing. After that, I’ll create the ‘TIMEBefore Story’ as the explanation of the past for everyone’s stories. I hope this will get good response and the reason why I upload it now is because it’s near to Super TV’s last week’s episode with SHINee as the guest! Though I wanted to post this at the date of Kyu’s 12th Debut Anniversary, but the song wasn’t even released yet and I just got the idea one week later so it doesn’t make sense at all LOL.

I’ll also upload this on my Wattpad so disclaimer are all mine. Last but not least, thanks for the readers! I hope you’ll give me review/comments! Once again, thank you so much! See you again in the next chap~!

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: