Mister Busy

1.1.jpg

Written by : Chrysantdrey

Choi Siwon | Quinn Eugene Park as know as Park Yoojin (AU)

Ficlet |Romance

This fanfic is dedicated to Siwonest in the world. All of content in this stories is mine and SJ’s Siwon is ours ^^

***

…Cosmopolitan Magazine, AUDI Korea Event, ASEAN UNICEF Mission, Boucheron’s 160th Anniversary. Apalagi setelah ini…?

“Oh… Ya, aku akan kesana. Kenapa? Baiklah… akan ku usahakan.”

Lihat!! Dia mengabaikan sarapan yang sudah dihidangkan dengan susah payah. Ayolah!! Bahkan ini terlalu pagi untuk membahas soal pekerjaan. Apa manajernya tidak tahu waktu? This is Sunday morning. Yes, SUN-DAY!! Dan orang idiot mana yang membicarakan pekerjaan diwaktu libur. Bukankah hari ini jadwalnya off dari segala kegiatan gila itu? Tunggu, kemana dia sekarang? Kenapa sarapannya ditinggalkan begitu saja. Sangat tidak sopan. Membuatnya mendadak kesal.

Yoojin.

Penampilan wanita itu masih lengkap dengan piyama yang dipakainya tidur semalam. Rambutnya tertata asal, beberapa helai diantaranya lolos dari ikatan. Yoojin sengaja tak membersihkan diri atau sekedar berdandan. Pikirnya ini hari libur, bersantai-santai sedikit tidak apa, lebih tepatnya bermalas-malasan. Well, Yoojin memang bukan tipe orang pemalas, tapi dia juga bukan jenis manusia yang begitu rajin dihari libur. Seperti sekarang ini, dia rela bangun pagi-pagi demi membuatkan sarapan untuk sang suami. Perlu diketahui, Yoojin membutuhkan niat dan keinginan yang kuat untuk melakukan itu. Sebenarnya dia bisa saja membiarkan suaminya menyiapkan sarapan sendiri. Secangkir kopi dan waffle sudah lebih dari cukup untuk pria itu. Tapi tidak untuk Minggu ini. Yoojin merindukan sarapan bersama dan ini adalah sarapan bersama mereka yang ketujuh setelah hampir setahun pernikahan mereka.

Ketujuh?

Kesibukan Yoojin dan suami memaksa mereka untuk rela melewatkan salah satu morning routine yang satu ini. Terkadang Yoojin harus pergi bekerja disaat suami masih terlelap, begitu pun sebaliknya. Waktu mereka begitu singkat. Tapi mau tidak mau mereka harus menjalaninya. Mereka berdua terlahir sebagai tumpuan orang banyak. Posisi penting yang dipegang menjadikan mereka untuk tidak egois. Walaupun sebenarnya mereka berhak akan itu. Lagipula pasangan mana yang tidak mau melewatkan waktu bersama, walau hanya sekedar sarapan?

“Mulai lagi.” Dengus Yoojin kasar. Dia kesal menatap pria itu yang asyik melakukan percakapan dengan ponselnya. “Menyebalkan.”

Yoojin beranjak dari ruang makan. Hidangan yang dibuatnya dibiarkan begitu saja. Minatnya untuk sarapan bersama hilang sudah. Bahkan dia sengaja tidak menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Yooojin kesal. Dia kembali ke kamar. Dan pria itu, dia juga tak berniat memanggil. Suami bodohnya itu terus saja merespon ucapan orang disebrang sana. Sesekali dia tertawa, seperti ada yang lucu dalam topik percakapan. Cara dia tertawa dengan menunjukkan lesung pipinya itu memang tampan. Tapi, tidak lagi setelah dia sadar bahwa sosok Yoojin sudah tidak ada disana.

Sweetheart… kau tidur lagi?”

Tak ada jawaban dari wanita yang terbungkus selimut tebal itu. Yoojin mengabaikannya. Setiap pertanyaan yang tujukan padanya tidak dia jawab.

“Sayang… kau-”

“Jangan ganggu aku, Siwon!! Aku masih ngantuk.”

Siwon menghela nafas berat. Dengan cepat dia sadar kalau sudah melakukan kesalahan. Untuk situasi seperti ini Siwon sangat tahu diri. Dia tak berani menentang pernyataan Yoojin. Anggap saja wanita itu memang masih mengantuk mengingat dia harus bangun subuh untuk menyiapkan sarapan.

“Ya sudah kalau memang mau tidur lagi.” Siwon menjatuhkan dirinya di samping sang istri. Rambut berantakan Yoojin tak luput dari perhatian. Dia membelainya lembut, menghirup perpaduan aroma lavender dan vanila ditiap surai kecokelatan itu. Salah satu kegiatan yang amat Siwon sukai yang akhir-akhir ini jarang dia lakukan. “I’m sorry, princess.” Satu kecupan Yoojin dapat dikeningnya.

Hmm.” Gumam Yoojin malas.

Just ‘Hmm’?

“Terus aku harus apa?” Yoojin sukses membuat Siwon terkejut dengan menyibak kasar selimutnya. “Kalau mau pergi, ya sudah pergi saja sekarang!! Tidak usah ada disini.” Ucapannya terdengar seperti mengusir dengan cara halus.

“Memang aku mau kemana?” Siwon berpura-pura bodoh demi mengembalikan mood Yoojin yang sudah berantakan. Tapi sepertinya percuma. Emosi Yoojin lebih dulu menguap ke permukaan.

“Tiga bulan lalu kau sibuk dengan pemotretan Cosmopolitan. Setelahnya kau disibukkan dengan event AUDI. Belum lagi perjalanan misi-mu untuk ASEAN UNICEF, kau baru merampungkannya minggu kemarin. Sekarang, kau mau ke Taiwan untuk perayaan Boucheron, bukan? Tsk, kau hebat Choi Siwon!!”

Dalam satu tarikan nafas, Yoojin menjabarkan rentetan schedule Siwon yang padat merayap. Bahkan untuk jeda waktu berlibur saja tidak ada. Kasihan Yoojin.

“Aku minta maaf.” Siwon tertunduk lemas.

“Untuk apa minta maaf? Bukankah kau senang melakukannya? Meninggalkan istrimu sendirian di rumah, kau senang bukan?” Tuduh Yoojin sarkastis. “Secara tak langsung kau seperti sedang traveling dengan status sebagai bujang.”

“Park Yoojin!!”

“APA??”

Siwon menghela nafas panjang. Ini adalah kesalahan besar. Siwon tidak boleh terpancing oleh vonis Yoojin. Dia tahu ini adalah dampak dari apa yang sudah dibuatnya sejak awal pagi. Untuk saat ini Siwon harus sabar menghadapi Yoojin. Jika dia membuat perlawanan, maka habislah dia.

Dan perjalanannya ke Taiwan akan berakhir mengenaskan.

“Tidurlah sayang. Kau bilang tadi mau tidur. Atau mau kubawakan sarapanmu kesini? Kita sarapan disini berdua, bagaimana?”

“I lost my mood, Choi. Don’t distrub me and get out, please!!”

Paham akan ucapan Yoojin, Siwon memilih angkat kaki walau sebenarnya dia masih ingin berlama-lama di ruangan itu. Dia merindukan kebersamaan dengan Yoojin. Rindu berbagi cerita satu sama lain, rindu canda dan tawa Yoojin. Siwon rindu semua hal dari diri Yoojin. Jujur, Siwon ingin sekali mengatakan bahwa dia lelah dengan segala rutinitas pekerjaan dan dia ingin Yoojin hadir untuk menemaninya. Tapi Siwon sadar bahwa itu sangatlah mustahil. Mengingat Yoojin juga punya kesibukan lain. Sulit baginya untuk hadir disetiap kegiatan yang Siwon lakukan. Jika dia memaksa, itu akan membuat beban Yoojin bertambah dua kali lipat.

…Aku kesal. Apa dia tidak tahu kalau aku merindukannya?

Sangat merindukannya…

Yoojin mengakhiri tulisan tangan di ujung halaman buka hariannya. Baru belakangan ini dia jadi seperti ini, menuangkan setiap perasaan terbaik maupun terburuknya ke dalam sebuah catatan. Mungkin ini adalah hobi baru Yoojin selain mendesain tentunya. Atau mungkin ini hanya sekedar cara membuang rasa kesepian karena sering ditinggal oleh sang suami.

Entahlah.

Tapi yang pasti Yoojin masih belum bisa meredam kekesalannya. Baginya, Siwon sudah keterlaluan. Tak sedikit pun pria itu membujuknya untuk kembali seperti semula. Bahkan Yoojin bisa lihat sedaritadi Siwon justru sibuk mempersiapkan perlengkapannya ke Taiwan hari ini!!

Ya, hari ini.

Siwon akan meninggalkan -lagi- Yoojin seorang diri.

Yoojin pun sama sekali tak ingin mengusiknya. Dia membiarkan Siwon mengisi koper sendirian. Yoojin sama sekali tak berniat membantu. Terlihat dari raut wajah Siwon yang sedikit kebingungan. Biasanya Yoojin akan membantu, wanita itu sangat handal dalam hal ini. Dia paham betul apa yang diperlukan suaminya mulai dari hal terkecil. Tapi kali ini tidak. Hingga matahari sudah ada di ufuk utara, Yoojin masih belum bisa memaafkannya.

“Kira-kira ini perlu tidak?” Siwon menggumam sendiri. Dia diliputi rasa bingung sambil terus menimang benda kecil dalam genggaman. Itu adalah obat alergi Siwon. Terkadang penyakit itu kumat disaat yang tidak tepat. Dia ragu kalau alerginya akan baik-baik saja atau justru malah kambuh tanpa diduga.

“Bawa saja. Tidak ada yang tahu kapan alergi itu muncul.”

Suara Yoojin memecahkan suasana. Akhirnya, batin Siwon berkata. Rupanya Yoojin tidak sejahat itu. Sekesal apapun dia tetap saja tidak bisa mengabaikan suaminya. Peran Yoojin sebagai seorang istri sangat dibutuhkannya sekarang.

“Penerbangan jam berapa?”

“Setengah lima sore.” Jawab Siwon menahan sedih. Dia tidak tega mengatakan itu. “Yoo… maaf.”

Yoojin enggan memberi respon. Dia lebih memilih menyiapkan perlengkapan yang Siwon butuhkan selama di Taiwan. Sedangkan Siwon, dia menyerahkan semuanya pada Yoojin kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Selesai urusan dengan Siwon beserta kopernya, Yoojin segera beranjak ke dapur. Dia menyiapkan makan siang. Tidak yang rumit-rumit, Yoojin memilih memasak makanan yang sederhana, seperti tumis acar daging sapi yang merupakan makanan kesukaan Siwon. Walaupun hubungan mereka belum sepenuhnya membaik, setidaknya Yoojin harus tetap melaksanakan tugasnya sebagai istri yang baik dan benar. Melayani suami dengan sepenuh hati adalah salah satu janji yang diucapkannya di hari pernikahan mereka tahun lalu. Dengan berbesar hati Yoojin rela membuang sisi ego dalam dirinya agar tidak melanggar janji suci tersebut.

Eoh, kau sudah selesai? Sini, makan siang dulu.” Perintah Yoojin setelah melihat Siwon keluar kamar dengan penampilan rapi. “Aku masak tumis acar daging sapi kesukaanmu.”

Siwon tersenyum pahit. Bagaimana bisa istrinya se-ikhlas itu, pikir Siwon. Dia bahkan bisa merasakan getir pedih hati Yoojin karena hubungan rumah tangga mereka yang sedemikian tidak masuk akal ini.

“Makanlah selagi hangat.”

“Kau tidak makan, sayang?”

“Nanti, setelah cuci piring. Kau makan saja duluan.”

Baiklah. Siwon menuruti perintah Yoojin. Dia memulainya lebih dulu. Siwon menyantap hidangan yang tersaji. Sambil menguyah, dia tersenyum getir. Siwon pasti merindukan Yoojin, merindukan masakan istrinya. Entahlah, tapi kali ini Siwon ingin sekali mengajak Yoojin ikut bersamanya ke Taiwan.

01.30 PM

“Sayang… aku pergi dulu.”

Hmm. Take care.”

Siwon mendekat. Kedua tangan kekar itu mengalung mesra di pinggang Yoojin, menarik Yoojin ke dalam dekapannya. Siwon memeluk istrinya posesif. Demikian pun dengan Yoojin, dia mencoba membalas dekap hangat Siwon. Pelukan yang akan sangat dia rindukan. Yoojin menenggelamkan wajah sedihnya ke dada bidang Siwon. Dia terlalu lelah menghadapi keadaan seperti ini. Tapi dia juga bingung mau menyalahkan siapa atas takdir yang sudah Tuhan berikan. Disini, Yoojin hanya perlu belajar ikhlas dengan semua keadaan. Dia diminta untuk itu.

Forgive me, sweetie. I love you so much.

***

Caesar Park Hotel Taipe, Taiwan

11.30 PM

Malam puncak perayaan Boucheron Anniversary berlangsung meriah. Semua tamu undangan adalah orang pilihan, termasuk Choi Siwon. Mereka tampak seperti bangsawan atau anggota keluaga kerajaan. Jamuan makan malam disajikan istimewa oleh koki handal kelas dunia. Tidak hanya makanan, minuman seperti wine juga tersuguh disana. Wine dengan kualitas tinggi menjadi pelengkap meriahnya perhelatan perusahaan perhiasan terkenal di Paris itu.

Sebelum memasuki inti acara, Siwon sempat melihat koleksi yang dipamerkan oleh Boucheron. Tentu ada alasan mengapa Siwon melakukan itu. Dia tertarik pada koleksi diamond yang nantinya akan diberikan untuk Yoojin tercinta. Anggap saja sebagai hadiah karena dia sudah terlalu sering ditinggal pergi. Siwon mengambil beberapa foto dan mengirimkannya pada Jiwon, adik perempuan Siwon. Dia meminta pendapat Jiwon untuk memilih mana yang lebih bagus untuk diberikan kepada Yoojin.

siwon.jpg

I hope you like it, my love.”

Siwon menyimpan perhiasan itu ke dalam kotaknya lalu menyimpannya ke dalam koper. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk berukuran besar. Sebentar Siwon menoleh ke samping. Kosong. Itu yang Siwon rasakan. Tak ada sosok Yoojin yang menemaninya tidur malam ini. Dia merindukannya. Ingin memeluk dan mencium bibir mungilnya. Siwon teringat saat Yoojin melepas kepergiaannya. Tak ada kecupan, sekalipun itu di pipi atau kening. Yang Siwon dapat hanya dekap hangat Yoojin yang menurutnya itu sudah lebih dari cukup -saat itu.

“Ah, aku lupa.”

Siwon membuka bagian kecil dari kopernya. Sebuah buku kecil berwarna biru dia ambil dari sana. Buku kecil milik Yoojin. Buku catatan yang belakangan ini berarti bagi Yoojin yang Siwon tidak tahu apa isinya dan dia hanya mengambilnya begitu saja tanpa dosa. Tanpa sepengetahuan Yoojin.

…Aku kesal padanya. Kupikir setelah lepas dari acara Global WGM dia bisa lebih banyak waktu untukku. Ternyata tidak…

Sebenarnya aku tidak pernah mempermasalahkan acara itu. Menurutku itu keren. Choi Siwon dan Liu Wen, si model terkenal itu. Tapi, aku sedikit menyesal menyuruhnya mengikuti acara itu. Pacarku ini jadi sering pulang pergi Seoul- Beijing. Aku tak tega *so sad*

“Salah sendiri. Kau yang memintaku menerima tawaran itu.” Siwon terkekeh saat emoticon menangis menghiasi ujung halaman.

Aku senang sekali. Perannya sebagai suami virtual Nona Wen berakhir sudah. Aku bahagia karena tak perlu lagi melihatnya susah payah mendalami peran palsu itu. Tapi, ada yang aku tidak suka dari selesainya acara itu. Banyak fans yang meminta mereka untuk menjalin hubungan sungguhan.

Errr… aku tidak suka bagian ini. Pemberitaan tersebar dimana-mana.

‘Choi Siwon and Liu Wen rumored to be dating’

What the hell??? Bisa-bisanya mereka memberikan pernyataan murahan seperti itu. Okay, aku akui kalau hubungan kami sampai saat ini belum terendus publik. Aku dan Siwon tidak ada maksud untuk backstreet. Kami hanya ingin memiliki hubungan yang tenang dan nyaman. Kami tidak akan menampik jika Dispatch berhasil membongkar hubungan kami. Aku dan Siwon pastinya akan mengakui kalau kami memang berpacaran. Biarlah semua mengalir dengan sendirinya. Tapi kalau dampak acara itu akan jadi seperti ini, aku jadi menyesal tidak menuruti permintaan Siwon untuk go public.

…Dan itu tidak berlangsung lama. I know you love me, Mr. Choi *kiss kiss kiss*

Dia melamarku. Aku masih ingat jelas caranya dia memintaku untuk jadi teman hidupnya. Super Show 6 itu, di lautan biru itu dia menghampiriku dan bilang ‘Would you marry me?’ dan lagu yang sedang dibawakan saat itu sangatlah mendukung.

Marry U. My favorite song ever!!

You’re my shining star, my endless love, my superman. You’re the only one in my heart. My everything.

My all is in you, Choi Siwon.

With love,

-Yoojin-

I miss you, Yoo.”

Sisi rapuh Siwon muncul tanpa kendali. Rasa haru yang dirasakan karena tulisan Yoojin membuat hatinya sakit. Dia berpikir kalau sekarang dia adalah pria paling jahat. Tega dia meninggalkan istrinya terkurung kesepian. Siwon seperti ingin pulang ke Seoul detik ini juga.

…Dia mau pergi lagi!! Aku benci seperti ini. Tidak cukupkah dia sudah meninggalkanku berminggu-minggu lamanya? Apa dia tidak menganggap aku ini istrinya?

…Aku kesal. Apa dia tidak tahu kalau aku merindukannya?

Sangat merindukannya…

Tanpa berpikir panjang, Siwon langsung mengambil ponselnya. Dia menekan dial satu, panggilan untuk Yoojin. Harap-harap cemas Siwon menunggu Yoojin mengangkat telponnya. Dia tahu pasti gadis itu sudah tidur. Mengingat sekarang sudah pukul setengah satu pagi dan Seoul lebih cepat satu jam dari Taipe, sudah dipastikan Yoojin sudah lelap dalam mimpi. Namun, Siwon tak putus asa. Yoojin membuatnya gila, dia merindukan istrinya. Rindu semuanya.

“Sayang…” Seru Siwon saat panggilan tersambung.

“Kau belum tidur?” Tanya Yoojin dari sebrang.

“Aku merindukanmu, Yoojin.” Suara Siwon serak bergetar. Mungkin setelah ini dia akan menangis. “Apa kau baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Oh ya, kenapa kau belum tidur?”

Nada suara Yoojin terdengar begitu semangat. Seperti bukan suara orang yang sudah dibangunkan dari tidur lelapnya.

“Sayang, lusa aku akan pulang. Aku tidak jadi pulang minggu depan.”

“Apa? Kenapa bisa? Bukankah jadwalmu disana sampai seminggu?”

Walau tidak melihat ekpresi wajah, tapi entah mengapa Siwon tahu seperti apa reaksi Yoojin. Responnya terdengar aneh. Seperti tidak suka kalau suaminya ini pulang cepat.

“Kau tidak suka aku pulang? Aku merindukanmu, Yoo.”

“T-tapi…”

“Kenapa?”

Lama tak ada jawaban. Yoojin masih diam mematung ditempatnya. Ini membuat Siwon cemas menunggu jawaban.

“Yoo…”

“Siwonie, aku minta maaf. Aku didaulat sebagai desainer untuk perayaan hari jadi Victoria Secret dan aku… aku akan ke Swiss hari ini juga.”

“Be-berapa lama?” Siwon bergetar menahan rasa terkejutnya. Sama halnya dengan Yoojin. Lehernya seperti tercekik, dia sulit mengeluarkan kata-kata.

“Siwonie, sorry…

“Aku tanya berapa lama?” Siwon dengan nada sedikit meninggi. Dia merasa Yoojin seperti balas dendam padanya.

“Mungkin… sebulan.”

Percakapan itu mendadak hening. Tak ada respon lebih lanjut dari pasangan itu. Siwon mematung di ranjang, dan Yoojin menunduk lemas di tempatnya. Siwon tampak bersusah payah mencerna ucapan yang barusan dia dengar. Dia masih belum percaya kalau Yoojin akan meninggalkannya sebegitu lama.

Sorry…

 

Siwon – Yoojin will return on the next story

-Chrysantdrey-

© 2018

8 Comments (+add yours?)

  1. Oxalaire
    Sep 23, 2018 @ 18:29:03

    Bagus ceritanya, kak. Seru nih wkwk
    Tp endingnya jangan aneh-aneh ya kalo masih ada kelanjutannya ff ini.
    Lelah akutu dengan yang sedih sedih :v
    Tapi ya terserah kakak juga endingnya mau gimana wkwk. Semangat kak :^)

    Reply

  2. SparklingKyu
    Sep 24, 2018 @ 15:58:33

    Mampus, sekarang giliran siwon yg ditingal hahaha

    Reply

  3. Diyacsw
    Oct 08, 2018 @ 20:20:04

    Mr. Choi kpn nikah beneran yak? Ky ap bsok istriny? Suami istri sibukan gitu kpn harmonisnya?

    Reply

  4. park_hyunhye
    Oct 29, 2018 @ 22:25:00

    hello aku reader baru, salam kenal, udah lama cari ff siwon dan akhirnya ketemu, dan langsung klik, bgs ceritanya lanjutin 💖

    Reply

  5. Meng04
    Jun 08, 2019 @ 11:27:59

    Ceritanya simple seperti ada di kegiatan Sehari2 tapi kesannya mendalam bgt, sesibuk-sibuknya kita pasti pengen punya quality time sama org yg tersayang 💕

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: