MUST READ, Geng’s Fans…!!

THROBBING SUPERJUNIOR (ENDING)

THE LAST BAB

Istana Lembah Miracle ~

Mereka berdua, Arang dan Ryeowook masih berada di dalam lingkaran api neraka.

“Tidak mungkin! Wae? Kenapa dia bisa hidup tanpa jantung ditubuhnya..? Wae..?” batin Arang yang tidak mengerti.

“Atau disebelah kanankah jantungnya berada….??” batinnya lagi lalu segera memasukkan kembali tangannya ke dalam dada Ryeowook.

“Omo…! Omo…” ucap Shindong yang menyaksikan kejadian tersebut.

“Benar-benar gila…!!” umpat Eunhyuk emosi.

Kibum berusaha duduk sambil menyandarkan punggungnya ke dinding.

“YAAHH!! APA YANG KAMU LAKUKAN!? HEH..! JANGAN BILANG KALAU SEBUAH JANTUNG PUN TIDAK BISA KAU DAPATKAN DARI ORANG YANG SEDANG BERDIRI DI DEPANMU SEKARANG…!! HAHAH…..!” seru Kibum yang membuat para pangeran serigala yang lain terhenyak.

More

THROBBING SUPERJUNIOR PART 79

BAB. 79

Langit malam telah menjadi merah.

Seperti darah atau seperti neraka warna langit tersebut…?

Sulit diuraikan dengan kata-kata…

Hanya sebagian orang tertentu sajalah yang dapat memahami pertanda di langit malam gerhana tersebut…

Di abad yang serba modern ini, kegelapan yang ribuan tahun lalu pernah melegenda kini mulai bangkit kembali lagi.

Arang, sang ratu kegelapan yang sangat tersohor itu kini bangkit lagi lewat titisannya.

Awei, seorang gadis separuh siluman adalah titisannya Arang.

2 become 1…

Di malam gerhana ini, ratu iblis tersebut telah bersatu dengan jiwa dan raga Awei.

Ottokhe?

Bagaimana dengan nasib Awei? Apakah hati dan jiwa di dalam tubuhnya benar-benar sudah hilang?

Sembilan orang yang diutus untuk menjalankan misi mencegah kegelapan menguasai dunia telah sekarat. Bagaimana dengan nasib dunia nantinya?

Siapa yang bisa menghentikan perbuatan Arang sekarang?

Apakah dunia akan hancur atau sebaliknya…?

Tidak ada yang berani mengatakannya…

Harapan mereka semua sekarang hanyalah satu…

Miracle…..

__ __ ___ __ __

Istana Lembah Miracle ~

“Hei, pangeranku…! Bagaimana? Apakah kamu sudah siap menjadi partnerku untuk menguasai dunia ini..??” tanya Arang serius sambil meraih dagu Kibum.

Kibum tidak menjawabnya dan terus memejamkan kedua matanya. Diacuhkan seperti itu membuat Arang merasa diremehkan.

Dia lalu mencekik leher Kibum menggunakan tangannya yang berkuku runcing dan berwarna hitam. Arang mencekiknya sampai tubuh Kibum melayang di udara.

Para pangeran sangat terkejut dan khawatir sekali dengan keadaan Kibum.

“Ini adalah akibat karena telah mengacuhkanku…! Rasakan!!” geram Arang dengan penuh kebencian.

“Omona! Kibum ssi… Andwae! Ottokhe? Aku harus bagaimana baru bisa menolong Kibum? Seseorang.. Cheball! Tolong selamatkan Kibum dari ratu iblis ini… Chebal..! Seseorang… Tolonglah…..” batin Leeteuk panik dan cemas sekali.

Kibum sudah hampir kehabisan napasnya. Mereka yang dalam keadaan sekarat disana berharap seseorang datang dan menolong Kibum.

Dan,,,

“HENTIKAN…!!” seru seorang pria diluar sana dengan lantang.

Mendengar seruan tersebut membuat Arang penasaran sekali. Siapa gerangan yang berani masuk ke istananya dan menantangnya.

“NUGUSEOYO…!?” seru Arang dengan suara seraknya yang menyeramkan.

Tidak ada jawaban yang diterimanya membuatnya ingin segera menghabisi nyawa Kibum.

Leeteuk dan Kangin sangat tegang sekali. Tetapi mereka berdua langsung lega sesaat setelah sebuah benda asing terbang dengan pesatnya dan melukai pergelangan tangan Arang yang masih mencekik leher Kibum.

Saking kesalnya, Arang melempar tubuh Kibum dengan kasar dan jatuh disebelah Leeteuk.

“Ki bum ah.. Gwaen chanayo..??” tanya Leeteuk terpatah-patah.

Kibum menoleh ke arahnya dengan wajah yang sangat pucat dan bibir yang mengeluarkan darah segar.

“Molla,,,” sahut Kibum dengan wajah menahan rasa sakit.

“YAAHH…!! NUGUSEOYO…?!!! BALLIIII….!! CEPAT KELUAR SEKARANG JUGA…….!! AAARRGGHHH……..!” geram Arang murka sekali.

“Gwaenchanayo…? Kenapa dirimu menjadi begitu emosi? Waeyo…?” sahut sebuah suara yang sangat indah bagaikan suara seorang malaikat di surga.

“Nuguseoyo? BALLI CHULGU…!!!” bentak Arang yang sudah tidak sabar lagi.

“Hmm,, menyedihkan… Terlalu menyedihkan…!” sahut suara malaikat itu lagi.

“Mwolago!?” ujar Arang sambil mengernyitkan dahinya dalam-dalam.

Akhirnya muncul juga orang yang bersuara seperti malaikat. Sambil berjalan sesuai ritme di wajahnya tampak berseri-seri tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Pemilik suara malaikat tersebut adalah seorang pria berpakaian serba putih. Pria itu mempunyai cahaya aura suci yang sungguh kuat dan sekejap menyilaukan mata.

“Wookie…!!???” seru mereka serentak dalam hati setelah berhasil melihat kemunculan Ryeowook.

“Bukankah Wookie,, dia telah..!??” celetuk Leeteuk ragu jika pria itu adalah dongsaengnya.

“Miracle… Hmm,, akhirnya miracle benar-benar terjadi… Dunia sudah ada harapan sekarang…” ujar Kibum membuat yang lainnya langsung bernapas lega.

“Tetapi sayangnya,, Sungmin dan Donghae sudah tidak ada… Sudah tidak ada…” tutur Eunhyuk terisak sambil menatap tubuh Sungmin dan Donghae yang telah kaku di atas lantai.

Melihat keadaan yang menyakitkan membuat hati mereka semua ikut merasa sedih.

Yesung berusaha berdiri dan bersandar di dinding tembok. Dia menyentuh pundak Eunhyuk mencoba menghiburnya.

“Seperti kata Kibum, pasti ada miracle.. Jadi, percayalah bahwa miracle akan terjadi pada mereka juga…” ujarnya sembari tersenyum dengan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.

Jarak di antara Awei dan Ryeowook berada kurang lebih satu meter. Napas Arang tampak naik turun saking kesalnya.

“Anyeong haseyo…” sapa Ryeowook kepada Arang kalem.

“Neoh… Nuguseoyo?? Berani sekali ikut campur urusanku…!!” hardik Arang berang.

“Secepat itukah dirimu melupakanku..?”

Arang diam sejenak kemudian teringat sesuatu.

“Neoh,, bukankah kamu pria naif yang telah kurebut mutiaranya…!??” seru Arang sambil menunjuk lawan bicaranya.

“Akhirnya anda ingat juga…! Baguslah…” timpal Ryeowook dengan nada mengejek.

“Hmm,, sungguh beruntung dirimu masih bisa bertahan sampai saat ini biarpun tanpa mutiara kehidupan di tubuhmu itu…” sindirnya kesal.

“Dangsin.. Apakah kamu tidak penasaran sama sekali, kenapa aku masih bisa bertahan sampai sekarang…?” tanya Ryeowook tersenyum.

Arang tidak menjawab pertanyaannya melainkan mengumpulkan kekuatan di tangannya ingin menyerang Ryeowook secara diam-diam. Ryeowook yang mengetahuinya membiarkannya saja tanpa peduli sedikitpun.

“Penasaran… Tentu saja! Tetapi,, aku lebih penasaran bagaimana riwayatmu setelah terkena api neraka di tanganku ini…! HAHAHAHAHAHA…….. RASAKANN….!!” seru Arang dengan suara menggelegar yang membuat kilat dan halilintar bergemuruh dengan kuatnya.

Petir tampak menyambar-nyambar dan dengan kekuatan kegelapan, Arang membuat petir tersebut berubah menjadi lingkaran api. Ryeowook tampak tenang sekali tanpa takut api tersebut bisa melukainya.

Arang terus tertawa dengan bangganya, mengira jika usahanya akan berhasil. Namun diluar dugaan, api tersebut sama sekali tidak mengenai sehelai bulunya.

Melihat diri Awei yang berubah seperti sekarang ini, membuat mata Ryeowook memerah. Dia menghela napasnya dan mengumpulkan kekuatan di tangannya.

“Percuma saja… Api ini tidak akan bisa melukaiku.. Kamu tahu kenapa..?” ujar Ryeowook yang kini membuat Arang benar-benar menjadi penasaran.

“Waeyo..?!!” sahut Arang geram.

“Karena,,,” ucap Ryeowook lalu menarik tubuh Arang ke dalam lingkaran api tempatnya berdiri dengan kekuatannya.

“Karena aku mendengar suara panggilanmu, Awei ah…” ujar Ryeowook sambil membelai wajah Arang yang menyeramkan dengan penuh kasih sayang.

Hal tersebut kedengarannya tentu membuat Arang merasa lucu.

“Dangsin… Sampai sekarang kamu masih tetap belum berubah juga..! Selalu naif dan plin-plan.. Apa kamu tahu, karena sifatmu itulah yang mencelakakan dirimu sendiri…! Asal tahu saja, gadis yang kamu cintai itu sudah tidak ada lagi di dunia ini… Menyerahlah…! Berikan jiwamu kepadaku dan mengabdilah kepada kegelapan…..” sahut Arang sambil mencengkram kerah Ryeowook.

“Ani…” ujar Ryeowook sembari menggelengkan kepalanya.

Melihat sikap pria di depannya membuat Arang bingung.

“Awei,,, dia masih ada.. Di dunia ini… Disini…” ucap Ryeowook sembari meletakkan tangannya ke dada Arang.

Kali ini Arang benar-benar tidak bisa menahan hal lucu yang dilakukan oleh Ryeowook. Tawanya menggema yang membuat telinga mereka yang mendengarnya terasa sakit, kecuali Ryeowook.

“Dangsin,, kamu sepertinya tidak percaya dengan semua ucapanku… Baiklah,, aku akan membiarkanmu mengambil jiwaku.. Tetapi ada syaratnya!”

“Boega?”

“Aku ingin diriku menjadi tumbal terakhir yang kamu ambil…!” ucapnya dengan tegas dan berkharisma.

“ANDWAE, WOOKIE SSHI…!! JEONGMAL ANDWAE…!! KAMU SUDAH PERNAH KEHILANGAN NYAWAMU,, APAKAH KAMU MASIH INGIN MENGORBANKANNYA…?! bentak Leeteuk emosi sekali.

Mereka semua tampak terkejut melihat Leeteuk yang berusaha berdiri dengan sekujur tubuh penuh luka. Dengan tertatih-tatih dia mencoba menghampiri Ryeowook yang masih berada di dalam lingkaran api.

“BERHENTI..!! JANGAN MENDEKAT…!!” bentak Ryeowook dengan tatapan tajam ke Leeteuk.

Leeteuk tidak menghiraukan pesan Ryeowook dan tetap terus berjalan mendekatinya. Takut terjadi apa-apa dengan hyungnimnya, dia segera membuat pagar berbentuk lonjong mengurung Leeteuk diluar tempatnya berdiri.

“Neoh.. Jika kamu melakukannya, KAMU BENAR-BENAR SESEORANG YANG EGOIS…!! ARAJJI…??!!!” seru Leeteuk dengan hati kesal bercampur cemas.

“Naega ara.. Yang bisa aku katakan hanyalah, chwesonghamnida… Mianhe hyung ah…” ujarnya sambil tersenyum seperti seorang malaikat.

“Yaah, pria naif! Cuma itukah syaratmu…? Hahaha… Araseoh..!! Akan kukabulkan dan sekarang, serahkan jiwamu pada kegelapan…!!” ucapnya lalu tangannya masuk menembus dada Ryeowook.

“ANDWAEE WOOKIE SSHIII….!! ANDWAEEE……” teriak Leeteuk dan yang lainnya ketika menyaksikan tangan Arang masuk ke dalam tubuh Ryeowook.

Bagi manusia awam, pemandangan sekaran sungguh sangat mengerikan. Anehnya, sikap Ryeowook tenang-tenang saja dengan ekspresi wajah tanpa rasa sakit sedikitpun.

Sambil tersenyum penuh kemenangan, Arang berusaha mengambil jantung milik pria dihadapannya. Namun senyumnya tiba-tiba hilang manakala benda yang diinginkannya tidak ada. Arang langsung menatap Ryeowook dengan tatapan yang tajam dan dingin sekali.

“Neoh,, berani sekali kamu mempermainkanku…!!?” geram Arang membuat mereka yang terus tegang dari tadi merasa lega sekaligus bingung.

Mereka lega karena Ryeowook berhasil menipu Arang namun bingung bagaimana Ryeowook bisa hidup kembali tanpa jantung ditubuhnya. Sungguh hal yang sangat mustahil sekali…

(TO BE CONTINUED…)

[ PART SEBELUMNYA : PART 78 ]

THROBBING SUPERJUNIOR PART 78

BAB. 78

“KEPARAAATT…!!!”

Arang emosi sekali oleh serangan mendadak seekor serigala putih bermata merah. Karena hal tsb dirinya berubah menjadi sangat menyeramkan.

“SEGERA HENTIKAN SEMUA INI, HEI ARANG…!! JANGAN MENGIRA DENGAN BEGINI KAMU BISA MENGUASAI DUNIA INI… KAMU,,,”

“Terlalu naif…! Betulkan kata-kataku…?” ucap Arang memotong pembicaraan serigala putih tsb dgn tenang.

“DE…!! SUDAH TAHU KENAPA KAMU MASIH MELAKUKANNYA….?? APA KAMU TAHU BERAPA BANYAK KORBAN JIWA YANG MELAYANG AKIBAT ULAHMU INI…??”

“Hmm,,, apakah kamu masih belum mengerti juga…? NAEGA..!! Aku adalah ratu kegelapan yang akan mengabulkan impian-impian setiap manusia… Geurom wae,,, kenapa kamu ingin mencegahku mengabulkan impian mereka semua…?? ” seru Arang sambil menepuk kursi yg didudukinya dgn murka.

“JIKA MEMANG SEPERTI YANG KAMU KATAKAN, GEUROM WAE… KENAPA SAUDARA-SAUDARAKU HARUS KEHILANGAN NYAWA MEREKA..??”

“Hmm… Itu karena kebodohan mereka sendiri…! Mereka bisa mati karena terlalu naif.. De,, seperti yang kamu maksudkan tadi… Arajji…!? Hahahahahahaha…” ujarnya tertawa lepas kemudian beradu mata dgn serigala putih dihadapannya itu.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain dgn sengit tanpa ada yg tahu jika mereka berdua telah melakukan perang batin yg dimenangkan oleh Arang.

“Ukh…” erang serigala putih merasa kesakitan di ulu hatinya.

Arang tertawa lepas melihat lawannya ambruk ke lantai. Dia lalu bangkit dari kursinya dan berjalan menghampirinya.

Dia berjongkok di depan serigala tsb dan mengelus tubuhnya dgn lembut. Namun ketika mengelus lehernya, dgn bengis Arang mencekiknya dgn sekuat tenaga.

Dgn kekuatannya, Arang menelusuri isi hati dan jalan pikiran Serigala tsb. Perlahan-lahan kekuatan milik serigala tsb diserap oleh Arang yg mengakibatkan serigala tsb sedikit demi sedikit berubah menjadi manusia.

Stlh puas menelusuri seluruh hati dan pikiran makhluk di depannya yg sudah berubah total menjadi seorang manusia yg tidak berdaya, Arang langsung berdiri sambil menelantangkan kedua tangannya dgn lebar.

‘Bruuukk…’

Kibum jatuh terduduk di lantai karena sudah tidak sanggup menerima jiwa-jiwa yg masuk ke dalam tubuhnya dgn paksa. Arang memejamkan kedua matanya sambil menunggu pemberontakan dari Kibum.

Wajah mereka berenam kini sudah persis wajah mayat hidup yg pucat pasi. Dan sampailah pada klimaksnya.

Seluruh jiwa dan kekuatan milik mereka berenam telah masuk ke dalam tubuhnya membuat gejolak yg sangat besar.

Ketika tidak sanggup menerimanya lagi, Kibum mengeluarkan seluruh kekuatannya yg membuat mereka berenam terpental keluar dari Hexagram dan pingsan dgn sekujur tubuh penuh luka.

Arang membuka kedua matanya perlahan-lahan dan wajahnya berseri-seri melihat gerhana bulan yg sudah total tepat di atas kepalanya.

Pandangannya kini jatuh di atas Kibum yg masih meronta kesakitan akibat jiwa yg msk ke dalam tubuhnya. Sedangkan serigala yg berwujud manusia itu melihat Arang berjalan menghampiri Kibum.

Dgn sekuat tenaga, dia menangkap pergelangan kaki Arang utk mencegahnya.

“An, dwae.. Andwae….” ucapnya dgn susah payah karena kehilangan semua kekuatannya.

“Lepas.. Lepaskan..! Balli… Neoh, Waeyo, kenapa kamu tidak melepaskanku? Kamu kira dengan kondisimu yang sekarat itu kamu bisa mencegahku lagi..? Terlambat..! Semua ini sudah takdir.. Dan bersiap-siaplah menerima semua kenyataan ini… Hahaha… Oh… Hampir lupa.. Antara Angel dan Kelly, mana yang akan kau pilih…? Naega,, setelah berhasil menjadi ratu dan menerima kekuatan kegelapan akan mengabulkan semua impian para manusia seperti kalian.. Maka dari itu, NA GA…!!” ucapnya sembari menyingkirkan tubuh Leeteuk dgn sekali tendangan.

Dia kemudian berjalan menghampiri Kibum yg kini telah berlutut dihadapannya sambil memegang kepalanya menahan rasa sakit. Arang mengangkat dagu Kibum sambil tersenyum misterius.

“Setelah diamati, ternyata kamu mempunyai sebuah wajah tampan dan penuh gairah.. Nan,, jeongmal joha..! Setelah ini, kamu dan semua yang ada di dunia ini adalah milikku… HA HA HA HA HA….” serunya sambil tertawa puas.

Tanpa ragu, Arang mengambil semua jiwa yg masuk ke dalam tubuh Kibum lewat ciuman mautnya ke bibir Kibum.

“An,, dwae.. A, an dwae yo.. Andwae…” ucap Leeteuk hampir tanpa bersuara dgn kedua mata terbelalak lebar, menyaksikan bagaimana Arang mengambil satu persatu jiwa di dalam tubuh Kibum.

Leeteuk menyaksikan kejadian tsb sambil meneteskan airmata karena tidak bisa menghalangi perbuatan Arang. Begitu juga dgn yg lainnya yg sudah kembali sadar.

Mereka semua hanya bisa terbaring lemah di atas lantai tanpa bisa bergerak sama sekali.

“Jigeum….. DUNIA INI ADALAH MILIKKU…! DUNIA INI ADALAH MILIKKUUUUU……..!!! ARRGGHHHHH………” serunya dgn penuh kemenangan stlh berhasil menyedot jiwa di dalam tubuh Kibum.

Kekuatan Arang telah menjadi dahsyat sekali. Semua kekuatan yg dimilikinya kini dikeluarkannya dan menembus ke langit.

Seisi kota di malam itu menjadi gelap gulita…

Dimana-mana terjadi perampokan dan pembunuhan…

Semua tumbuh-tumbuhan yg tadinya mekar kini telah menjadi tandus…

Dengan langit yg berwarna merah darah,
dunia sekarang telah menjadi seperti sebuah neraka…

__ __ ___ __ __

Bola kristal yg biasa digunakan oleh Raja Simon warnanya sangat pekat sekali. Wajah Simon berubah menjadi pucat sekali dgn kedua tangan gemetaran.

Firasat buruk segera menghampirinya yg membuatnya segera mengamati langit di luar sana.

“Omona…. Andwae.. Ini tidak boleh terjadi…!!” gumam Simon sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat.

__ __ ___ __ __

Aula istana Kerajaan Serigala Putih ~

Semua wajah yg berada di dalam ruangan tsb pucat seperti mayat hidup. Mulut mereka tergangga menyaksikan kejadian yg membuat bulu kuduk merinding dan berkeringat dingin.

Mereka menyaksikan kejadian tsb dgn mata kepala mereka sendiri bagaimana seorang Arang mengorbankan jiwa-jiwa utk mencapai misinya menguasai dunia.

Raja Lee segera menghambur keluar aula istana diikuti oleh kedua istrinya dan mengamati keadaan langit yg berwarna merah darah.

“Raja Lee.. Ottokhe…??” tanya Ratu Gain panik.

“Apakah legenda ribuan tahun lalu akan terulang kembali..? Oh, andwae…! Terlalu mengerikan…” ujar Ratu Yejin galau.

Raja Lee hanya bisa menghela napas berat tanpa berkata apa-apa. Dirinya tidak menyangka jika misi yg dibebankan kepada mereka bersembilan bisa gagal.

__ __ ___ __ __

Taman istana belakang ~

Princess Kheynie yg sedang duduk di taman belakang menyaksikan gerhana bulan tampak terkejut ketika melihat perubahan langit di malam itu. Dia merasa takjub sekaligus ngeri melihatnya.

“Omo! Pertanda apa ini…??” gumamnya sembari mengelus kedua lengannya karena ketakutan.

Selesai mengamati keadaan langit yg berwarna merah, pandangannya kemudian jatuh ke atas taman di sekelilingnya. Kedua bola matanya hampir meloncat keluar manakala melihat taman yg bunga-bunganya masih bermekaran tadi kini telah menjadi padang yg tandus.

Tidak ada tanda-tanda kehidupan di taman tsb.

“Omona…!? Ottokhe,, kenapa bisa jadi begini..!??” gumamnya merasa mustahil sekali.

Hatinya sungguh sedih melihat keadaan taman yg telah menjadi gersang tsb. Airmata tampak menetes membasahi pipinya sampai sebuah firasat yg tidak enak melintas dibenaknya.

“Jangan-jangan hyungnim,, mereka telah…” gumamnya tak jelas.

Kheynie menggeleng-gelengkan kepalanya dgn keras membuang semua prasangka buruknya.

“Ani… Pasti bukan…! Aku percaya kepada hyung..! Mereka pasti tidak akan mengecewakan kami…” ucapnya menyakinkan batinnya.

Dia pun sekali lagi mengamati seluruh taman tsb dan tidak sengaja melihat sesuatu yg mirip cahaya tampak bersinar di bagian utara istana.

“Eh., bukannya itu tempatnya.. GYAAAAA…!” teriaknya kaget stlh seseorang menarik lengannya dgn kuat.

“Omo! Omo! Kheynie ya…! Geuge naya.. Gwaenchanayo??” tanya pria yg menariknya barusan.

“Han, Hankyung ah… Hikz…” isaknya ketakutan sambil segera memeluk tubuh pria dihadapannya dgn erat.

“Gwaenchana, gwaenchana Kheynie ah…” ucap pria itu menghiburnya.

“Naega,, naega.. Jeongmal,, museowosseoyo…! Aku benar-benar takut, Hankyung ah…” tuturnya cemas.

“Semuanya pasti akan baik-baik saja.. Jadi kamu tidak usah terlalu khawatir, araseoh?” hiburnya sambil tersenyum dgn lembut.

Kheynie memejamkan matanya dgn erat berusaha menghilangkan ketakutannya. Hankyung melepaskan pelukannya dan mengelus pipi Kheynie.

“Everything will be fine.. Don’t worry, araseoh…” ucap Hankyung menggenggam tangan Kheynie dgn erat.

Mereka berdua saling memandang lalu tersenyum satu sama lain.

“Eng, tadi kamu mau kemana?”

“Aigooo…! Aku hampir melupakannya..! Khaba, Hankyung ah…” ajak Kheynie sembari menarik tangannya dgn panik.

“Odi..? Odiganeungoya…??” tanya Hankyung heran dan bingung.

Kheynie tidak menjawabnya dan terus menarik tangannya sambil berlari. Mereka berdua kemudian sampai disebuah ruangan es yg dimana-mana esnya telah mencair.

Wajah Kheynie pucat sekali manakala dia tidak menemukan seseorang yg terbaring di atas ranjang batu dihadapannya ini.

“Hyung!?? Andwae…!! Mustahil…!! Andwaeee…!!” seru Kheynie duduk menangis sejadi-jadinya di lantai.

Hankyung yg terkejut dgn sikap Kheynie segera memeluk dan menghiburnya.

__ __ ___ __ __

Lembah Miracle ~

“Hohohohohoho… Dunia telah menjadi milikku sekarang…! Hahahahaha…” seru Arang bahagia sekali.

‘UHKK…” Kibum meringis kesakitan tanpa membuka matanya.

“Hei, pangeranku…! Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk menjadi partnerku menguasai dunia ini..??” tanya Arang dgn serius.

Kibum tidak menjawabnya dan terus memejamkan kedua matanya. Arang yg merasa diacuhkan lalu mencekik leher Kibum dgn kuat sampai tubuh Kibum pun melayang.

Para pangeran yg lainnya sangat terkejut dan khawatir sekali dgn keadaan Kibum.

“Ini adalah akibat karena telah mengacuhkanku…! Rasakan!!” geram Arang dgn penuh kebencian.

“HENTIKAN…!!” seru seorang pria diluar sana dgn lantang.

[ TBC ~ ^^ ]

THROSU PART 77

BAB. 77

“Sungmin ah…!? Donghae ah….!? Gwaenchanayo…?? Bukankah kalian berdua telah,,,” tanya Shindong, Shiwon dan Eunhyuk dgn perasaan campur aduk.

Sungmin dan Donghae tidak menggubris perkataan mereka bertiga sama sekali. Sungmin dan Donghae hanya diam membisu dgn sorot mata tanpa cahaya.

“Kegelapan… Jiwa mereka berdua telah dikuasai oleh kegelapan… Percuma saja kalian berbicara kepadanya…!” celetuk Kibum yg membuat More

THROSU PART 76

BAB. 76

“Coba kalian lihat di depan sana…!” celetuk Kangin tiba-tiba.

“Mwoeya?” sahut Shindong penasaran.

“Sepertinya itu cahaya…” ujarnya sambil menunjuk ke depan.

“De…! Itu memang cahaya dan feelingku mengatakan jika itu adalah pintunya…!” ujar Yesung yg menggunakan kekuatan matanya utk melihat keadaan di depan.

“Kalian semua, apa sudah siap…??” tanya Kibum dgn datar dan tegas.

“DE…..!! KITA HARUS MENGALAHKAN KEGELAPAN…!!” jawab mereka berlima dgn serentak.

“Araseoh…! Kalau begitu, tunggu apalagi…??” timpalnya mantap.

Mereka berenam kemudian berjalan menuju pintu dgn kewaspadaan tingkat tinggi. Sesampainya, Kibum perlahan-lahan mendorong daun pintu tsb.

Bunyi deritan pintu yg terbuat dari besi itu sungguh memekakkan gendang telinga seseorang. Kibum segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam disusul Yesung, Shiwon, Eunhyuk, Shindong dan Kangin. More

THROSU PART 75

BAB. 75

Sembilan orang terpilih utk menyelamatkan kehidupan di bumi dari tangan kegelapan. Mereka memikul beban dan harus menyelesaikan misi sblm gerhana bulan.

Arang, sang ratu kegelapan membuat sebuah jebakan lewat Mirror Labiryn. Dan Andhine, siluman kucing hitam ditugaskan utk membunuh mereka semua agar tidak menghalangi dirinya memperoleh kekuatan penuh disaat gerhana bulan nantinya.

Rasa iri, tamak, egois dan ketidakpercayaan memenuhi setiap labiryn tsb. Jika sebuah hati bisa menghilangkan hal-hal diatas, maka kemenangan yg akan datang menyapanya. Tetapi jika tidak, maka penyesalanlah yg akan menguasai jiwa tsb.

Hanya jiwa yg kuatlah yg bisa terhindar dari godaan-godaan setan tersebut…

__ __ ___ __ __

Lembah Miracle ~

Dari sembilan orang terpilih kini tinggal tujuh orang saja. Kepergian Sungmin dan Donghae membuat mereka bertujuh sangat terpukul. Kesedihan terlukis dgn jelas di wajah mereka semua.

Hal ini benar-benar memberikan sebuah pelajaran agar bisa mengesampingkan hal-hal yg bersifat pribadi.

Mereka kini sepakat akan berjuang mati-matian membasmi kegelapan dan tidak ingin membiarkan mereka berdua gugur dgn sia-sia begitu saja.

Di depan pintu gerbang yg tingginya mencapai puluhan meter dan dilapisi baja berwarna hitam adalah pintu utk menuju istana Arang. Pintu tsb perlahan-lahan terbuka dan ratusan mawar hitam berduri tajam tampak melesat keluar menyerang mereka.

Yg gerakannya gesit maka bisa menghindari racun dari duri mawar tsb. Asal tahu saja, duri mawar tsb bisa menghancurkan tubuh seseorang dalam hitungan menit.

Dan untung saja, mereka bertujuh berhasil menghindari serangan mendadak tsb dan memusnahkannya dgn kekuatan sihir masing-masing.

Seorang pria tampak berjalan keluar dgn setangkai mawar hitam ditangannya. Pria itu adalah Jaejoong yg bertugas menghalangi mereka skr.

“Hmm,, selamat datang di Lembah Miracle, lembah keabadian..” ucapnya dgn senyum khasnya.

“Yaahh! Tidak usah dibilang, kami juga sudah tahu tempat apa yang kami tijak sekarang ini…!” gerutu Eunhyuk manyun.

“De..! Neoh,, cepat biarkan kami masuk jika tidak ingin mati, arajji…!” seru Shindong dgn geram.

Jaejoong lsg tertawa kecil mendengar ucapan mereka berdua.

“Hmm,, kalian bilang ingin masuk, apa aku akan membiarkan kalian masuk begitu saja…!? Jangan mimpi..!! Lewati aku dulu jika bisa…!” ucap Jaejoong dgn tegas.

“Chamganman…! Neoh,, Jaejoong sshi.. Naega,, ingin kamu bertarung denganku..! Bagaimana?” tanya Leeteuk dgn tatapan tajam ke arahnya.

“Waeyo..?” tanya Jaejoong seraya mondar-mandir.

“Tidak ada alasannya bagiku..! Hanya saja,, jika kamu menang.. Ada sesuatu yang ingin kuberikan kepadamu…” ujar Leeteuk datar.

“Boega..?” tanya Jaejoong yg mulai penasaran.

“Hmm,, nanti kamu juga akan tahu setelah kamu bisa mengalahkanku..! Tetapi… Biarkan rekanku yang lainnya masuk ke dalam..!”

“Hmm,, jika aku bilang tidak bisa…!?”

“Maka,,, aku tidak akan menjamin jika mutiara ini akan hancur di tangan siapa nantinya…!” ucap Leeteuk dgn tangan kiri menggenggam mutiara milik Andhine.

Wajah Jaejoong lsg berubah menjadi dingin dan bengis. Dia meremas mawar hitam di tangan kanannya dgn kuat.

“Araseoh…!” jawabnya yg membuat Leeteuk lsg merasa lega.

Leeteuk segera mengisyaratkan mereka agar segera masuk ke dalam. Sedangkan yg lainnya tampak khawatir meninggalkan Leeteuk melawannya seorang diri.

Tahu apa yg dikhawatirkan mereka, Leeteuk segera menyakinkan mereka bahwa dirinya baik-baik saja. Stlh itu, mereka lsg memutuskan utk masuk saja melihat bulan yg sudah mencapai puncaknya.

“Sekarang hanya tinggal kita berdua saja.. Apa kamu tidak takut…?”

“Tidak ada yang perlu ditakuti…! Asalkan bisa menghentikan kalian apapun akan kulakukan biarpun jiwa dan raga taruhannya…!” sahut Leeteuk tegas dan berwibawa sekali.

“Sebelum kita bertarung, ada beberapa hal yang ingin aku ketahui…” lanjut Leeteuk sambil menatap mutiara Andhine di atas telapak tangannya.

“Boega!?”

“Neoh,, kenapa kamu ingin mengambil mutiara ini dari tanganku…?”

“Tidak ada apa-apa.. Hanya saja, aku ingin mengambil dan menghancurkannya dengan tanganku sendiri…!” jawab Jaejoong tanpa bergeming.

“Benarkah? Hmm,, Jaejoong sshi.. Apa kamu benar-benar tidak mempunyai sedikitpun perasaan kepadanya…?”

“Hubunganku dengan Andhine hanyalah sebatas majikan dan bawahan…! Tidak lebih dari itu…”

“Jeongmalyo? Kurasa tidak sesederhana itu…!”

“Ayo, mulailah..! Jangan bertele-tele…!” kilahnya lalu melempar setangkai mawar hitam ke arah Leeteuk.

Sambil tersenyum Leeteuk menangkap mawar tsb. Sekilas dia menatap Jaejoong yg ingin melempar mawar hitam lagi ke arahnya.

Jika tadi jumlahnya cuma satu tangkai saja, skr sudah ratusan lebih tangkai yg melesat ke arahnya. Tapi Leeteuk tetap tenang karena dia telah membuat sebuah pagar berbentuk lingkaran utk melindungi dirinya.

Ratusan tangkai tsb lsg lenyap ketika jaraknya hanya 3cm dari pagar tsb. Melihat senjatanya lenyap begitu saja, membuat emosi Jaejoong naik.

Jaejoong lalu berkomat-kamit dgn serius sekali dgn tubuh dikelilingi aura kegelapan yg sangat pekat. Sdgkan Leeteuk, menatap mutiara milik Andhine dgn tatapan yg sedih.

“Andhine sshi.. Ini kesempatan terakhirmu… Jika kamu benar-benar mencintainya dengan ketulusan hatimu, maka sekaranglah waktunya bagimu untuk menghentikannya..! Cegahlah dirinya supaya tidak terjerumus lebih jauh lagi! Gunakanlah cintamu untuk mengeluarkannya dari dunia kegelapan… Dan berikan dia cahaya kehangatan menggunakan hatimu, araseoh…?” gumam Leeteuk dgn datar sambil menatap mutiara di telapak kirinya.

Mutiara tsb tiba-tiba bersinar dan melayang di udara. Leeteuk yg melihatnya seketika bernapas lega.

Jaejoong yg tadinya dikerubungi aura kegelapan kini mulai berubah menjadi menyeramkan.

Disudut mulutnya menyembul dua buah taring yg tajam. Sedangkan punggungnya timbul sayap yg besar dgn bulu-bulu berwarna hitam.

Mutiara milik Andhine terus melayang sambil mengeluarkan aura berwarna putih mengkilau. Leeteuk terus mengamatinya dgn perasaan kagum.

Setangkai mawar hitam di tangan Jaejoong kini telah berubah menjadi sebilah pedang yg sangat antik. Jaejoong membuka kedua matanya yg telah berubah menjadi warna merah menyala.

Kedua sayapnya terbuka lebar memperlihatkan tiap helai bulu-bulunya yg indah menawan. Dia menggenggam pedangnya dgn kedua tangannya lalu mengangkatnya ke atas.

Leeteuk tahu apa yg ingin dilakukan oleh Jaejoong, maka dari itu dia segera meminta mutiara tsb untuk segera menghalanginya.

Jaejoong berteriak dgn murka sekali. Dia lsg mengayunkan pedangnya secara vertikal dgn kekuatan penuh.

Sebuah cahaya berwarna hitam yg keluar dr pedang Jaejoong lsg menghantam dinding pagar Leeteuk. Namun cahaya hitam tsb lsg terpental kembali bagaikan bumerang dan mengenai sayap di punggung Jaejoong.

“AAARRGGHHHHHH……….!!” serunya kesakitan ketika sayapnya terpotong oleh senjatanya sendiri.

Jaejoong lsg ambruk ke tanah dgn punggung bersimbah darah. Dia berusaha bangun sambil menopang pedangnya.

Darah segar menghiasi sudut bibirnya yg seksi. Napasnya tersengal-sengal dan dia masih mencoba mengayunkan pedangnya ke arah Leeteuk.

Lagi-lagi serangannya terpental dan mengenai dadanya.

‘BLEEEZZZ….’

Wajah Jaejoong pucat sekali. Tangan kirinya memegang dadanya yg mengeluarkan darah segar dgn pedang di tangan kanannya sebagai penopang tubuh.

“Sudah cukup, Jaejoong sshi…! Sia-sia saja jika kamu ingin menyerangku! Karena kamu tidak mungkin bisa melukaiku…!” seru Leeteuk tegas.

“Wae? WAEEEYOOO…!!” geram Jaejoong yg tidak bisa menerimanya.

“Karena hatimu masih ada kehangatan… Jadi kamu tidak bisa melukaiku…!”

“BOHONG! Kamu kira aku akan percaya dengan kata-katamu? Cieeeh…” sahut Jaejoong sambil meludah.

“Jika hatimu tidak ada kehangatan, dari awal aku sudah tewas di pedangmu! Aku masih baik-baik saja berdiri disini berarti aku tidak berbohong kepadamu…!”

Tubuh Jaejoong ambruk ke tanah. Dia berusaha berdiri namun gagal. Akhirnya dia terlentang di atas tanah dgn darah segar yg masih mengalir keluar dari tubuhnya.

Leeteuk berjalan menghampirinya dan menatap Jaejoong yg tidak berdaya sama sekali.

“Kembalilah.. Kembalilah ke jalan yang benar sebelum terlambat…! Dunia kegelapan bukanlah tempatmu… Ingatlah kata-kataku…!” ujarnya lalu meletakkan mutiara Andhine di tangan Jaejoong.

“Aku telah kalah.. Kenapa kamu masih menyerahkannya kepadaku?” tanya Jaejoong lemah karena bingung.

“Tidak ada yang menang juga tidak ada yang kalah di antara kita. Jagalah dia baik-baik… Karena dia adalah milikmu…” ucap Leeteuk sambil berlalu pergi.

Jaejoong menatap mutiara di tangannya sejenak lalu menggenggamnya dgn erat sekali. Stlh itu dia merenggangkannya dan menatap bulan yg sangat terang.

Di bulan tsb dia melihat wajah Andhine yg sedang tersenyum ke arahnya. Melihat senyum tsb membuat Jaejoong meneteskan airmata utk pertama kalinya.

__ __ ___ __ __

Kibum menjadi komandan dalam membawa mereka berlima masuk ke dalam. Jalan yg dilaluinya berupa lorong yg sangat gelap. Mereka semua mengandalkan senjata masing-masing sebagai penerangan.

Banyak sekali rintangan yg harus dilalui mereka. Mulai dari gerombolan kecoa, tikus, ular berbisa, laba-laba beracun dan lain-lain.

“Omo…! Kali ini rombongan apalagi? Jeongmal…” gerutu Eunhyuk yg mulai merasa jenuh.

“Mudah-mudahan kali ini rombongan yippun yeoja….!” celetuk Shiwon sambil berkaca melihat luka akibat cakaran Andhine.

“Haiissshh..!” geram Eunhyuk sambil menatap tajam ke arah Shiwon.

Kibum dan Yesung tampak berwaspada dgn keadaan disekitarnya. Sedangkan Kangin berjaga-jaga di belakang mereka.

“Balli…! Coba kalian lihat di depan…!” celetuknya tiba-tiba yg membuat mrk penasaran.

[ TBC ~ ^^ ]

THROSU PART 74

BAB. 74

Lembah Miracle ~

Arang sedang menikmati permainan Andhine di dinding batu menggunakan sihirnya. Jaejoong beserta neneknya berdiri di sampingnya dan juga ikut menikmatinya.

“Cieeehh…! Jadi cuma segitukah kemampuan dari Lembah Miracle…? Dari 9 yang datang, hanya 2 yang dapat diambil jiwanya… Jaejoong sshi, apa ada yang ingin kamu sampaikan mengenai hal ini…?!” tanya Arang yg merasa kesal.

“Mian hamnida, yang Mulia Ratu Kegelapan… Aku akan menyelesaikannya dengan segera…!” jawab Jaejoong seraya mengundurkan diri.

“Hmm,, lupakan saja..! Lagian tidak ada gunanya lagi bagiku membiarkannya tinggal disini…!” tutur Arang yg maksudnya ditujukan kpd Andhine.

“De, algesumnida… Yang Mulia Ratu…” sahut Jaejoong dgn wajah yg tidak dapat diterka.

Tidak ada yg tahu perasaannya yg sebenarnya stlh mendengar ucapan Arang yg tidak menginginkan kucing peliharaannya selama puluhan tahun tsb utk menetap di Lembah Miracle….. __ __ ___ __ __

Istana kerajaan Serigala Putih ~

“BOE..!??? Maksudmu,,, aku mencurigai Kelly adalah mata-mata dari Lembah Miracle…?” tanya Yejin kaget sekali.

“Ye!? Gwaenchanayo, dongsaeng ah…?” tanya Ratu Gain heran dgn sikap Yejin.

“A, a,, aniya…! Jeongmal aniya! Aku tidak mengatakan hal itu sama sekali…!” tegas Yejin dgn serius.

“Boe? Dongsaeng ah.. Jangan bercanda..! Ini sama sekali tidak lucu, araseoh…?” ucap Ratu Gain yg merasa kesal.

“Omo…! Kenapa kalian semua tidak mempercayaiku? Raja Lee,,, apa kamu juga tidak mempercayai kata-kataku??” tanyanya dgn wajah yg sedih.

“Hmm,, kalian bertiga tolong segera temukan keberadaan Kelly… Balli..!” perintah Raja Lee yg merasakan firasat yg tidak enak.

“Raja Lee,, sudah ditemukan…! Silakan anda periksa..” ujar Henry lalu memperlihatkan posisi Kelly.

Kedua ratu yg penasaran jg segera menghambur ke depan utk melihatnya.

“Ye!? Bukankah ini taman istana belakang…?” celetuk Yejin heran.

“De,, itu memang taman istana belakang… Tetapi,, coba kalian lihat ini…!” ujar Ratu Gain sambil menunjuk ke arah seorang wanita yg mirip dgn Ratu Yejin.

Mereka semua yg berada disana segera meneliti dan membandingkan ratu Yejin. Sama persis wajah mereka berdua sehingga sulit utk menentukan mana yg asli dan mana yg palsu.

“Raja Lee,, ottokhae…?” tanya Ratu Gain cemas.

“Ini pasti perbuatan Lembah Miracle…! Yejin sshi, neoh,,”

“Ech,, dongsaeng kemana?? Barusan dia masih ada disini… Aneh!” ujar Ratu Gain mengerutkan dahinya.

“Raja Lee.. Coba anda lihat…” pinta Kyuhyun sembari menunjuk ke arah dua orang Yejin.

“Aratta..! Ternyata dongsaeng udah bergerak duluan kesana… Hmm,,” gumam Ratu Gain sembari menghela napasnya.

“Bagaimana Raja Lee? Apa perlu kita membantu mereka?” tanya Edois.

“Hmm… Biarkan saja..! Aku percaya dia bisa menyelesaikannya…” ucap Raja Lee yg ditujukan kepada Ratu Yejin.

“De,, algesumnida…” sahut Edois.

“Sekarang,, mari kita pusatkan konsentrasi..! Kita harus segera membantu pangeran Leeteuk untuk segera menyelesaikan misinya! Waktu kita sudah sangat sedikit, jadi kita harus manfaatkan baik-baik, araseoh..?” ujar Raja Lee dgn serius.

“De…! Algesumnida…!” sahut mereka dgn serempak.

Hidup dgnnya selama ratusan tahun, belum pernah Ratu Gain melihat Raja Lee sebegitu seriusnya. Peperangan kali ini, benar-benar menentukan hidup dan mati seluruh kehidupan makhluk dimuka bumi ini. __ __ ___ __ __

*LEETEUK POV*

Jangankan utk menolongmu Kelly ah.. Aku sendiri saja sudah terjebak di dalam labiryn terkutuk ini.

Ottokhajyo?

Seseorang… Cheball… Keluarkan aku dari sini…!

“Teuk… Leeteuk sshi… Leeteuk sshi!”

‘DEG..!’

Seseorang… Barusan aku mendengar seseorang memanggil namaku…

Nugu…? Nuguseoyo? Andhine kah…?

“Andhine sshi,, neoh…” ucapku ragu sambil memandang wajahnya yg bingung.

Tapi sepertinya bukan Andhine! Bukan dia… Nugu? Nuguseoyo? Siapa yg sedang bertelepati dgnku? Nugu?

“Leeteuk sshi… Ini ayahmu…! Segera pusatkan konsentrasimu jika ingin keluar dari tempat itu! Bulan sudah akan mencapai titik puncaknya dan gerhana akan segera terjadi..! Balli… Jangan menyia-nyiakan waktumu lagi..!”

“Raja Lee?? Waegurae? Kenapa anda bisa bertelepati denganku di Lembah Mirace…??” tanyaku bingung.

“Ini semua berkat kedua pangeran White Dragon bersama asistennya yang berjuang memecahkan kode rahasia untuk menembus Lembah Miracle…! Mungkin agak terlambat, tapi ingat! Tidak ada kata terlambat jika ingin menolong makhluk hidup dimuka bumi ini, arajji…!”

“De, algesummida Raja Lee… Tapi, bagaimana dengan keadaan Kelly sshi sekarang? Kenapa Yejin omma menyanderanya? Apa salahnya…?”

“Soal Kelly kamu jangan khawatir.. Aku bisa mengurusnya! Leeteuk sshi, kalau kamu ingin menyelesaikan misimu, buang jauh-jauh masalah pribadimu..! Jika tidak, mautlah yang akan menyapamu nantinya, arajji….?”

“Ye,, algesumnida….” sahutku dgn tegas.

“Sekarang, bunuhlah siluman kucing di depanmu jika kamu ingin keluar dari sana! Sekali lagi ingat…! Buang jauh-jauh perasaan pribadimu….!”

Stlh itu, aku tidak mendengar suara telepati Raja Lee. Pesannya kepadaku membuatku jadi bingung.

Andhine, biarpun dia pengikut kegelapan tapi hatinya belum sepenuhnya milik kegelapan. Aku bisa merasakan jika hatinya ada seberkas perasaan yg hangat.

“Andhine sshi.. Dimana pintu keluarnya? Katakan kepadaku sekarang juga, balli…!” bentakku sambil mengacungkan pedang kepadanya.

“Hahaha… Molla…! Nado mollayo! Hahahaha….” ucapnya seraya tertawa lebar.

“Cukup, Andhine sshi! Sekarang masih belum terlambat jika ingin bertobat…! Neoh, apa kamu benar-benar ingin menyerah kepada perasaanmu sendiri? Apa kamu rela mati sia-sia sebelum memperjuangkan cintamu?” ucapku tanpa bergeming.

Andhine terdiam dgn seraut wajah yg sedih. Tampak dia sedang mengepalkan kedua tangannya erat-erat dgn wajah menunduk.

“Andhine sshi… Balli…! Keluarkan aku dari sini..! Aku berjanji tidak akan membunuhmu…”

“Membunuhku…? Hahaha… Leeteuk sshi, tidak perlu basa-basi seperti itu kamu sudah pasti akan membunuhku…” ujarnya sambil tertawa pahit.

“Maksudmu…?” tanyaku bingung.

“Neoh,, dengarkan baik-baik… Naega,, naega… Hahaha…. Akulah yang membunuhnya… Hahaha…” tawanya dgn suara serak.

“Membunuhnya? Nugu?”

“Yeoja… Yeoja chingumu, Angel sshi…! Akulah yang membunuhnya… Hahaha…” tawanya dgn puas sekali.

Mendengar kata-katanya barusan, bumi yg kuinjak serasa berputar. Tanganku yg menggenggam pedang, gemetaran menahan rasa sakit dihatiku.

“Bohong…! Kamu pasti sedang membohongiku supaya bisa membuatku segera menghabisi nyawamu…!!” bentakku tidak percaya.

“Hmm… Malam itu,,, ketika Raja Lee merayakan pesta ulang tahunnya.. Aku datang menemui Angel sshi. Disana aku terlibat pertengkaran kecil dengannya lalu aku diam-diam menerobos ke dalam aula istana untuk mencarimu…”

“Mencariku? Wae?” tanyaku mengerutkan dahi dgn dalam.

“Karena aku ingin membalas pengkhianatan dengan penyesalan…!! Aku ingin membalas pengkhianatan yang dilakukannya terhadap majikanku… Hehehe…”

“Mwoe??!! Jaejoong kah yang kau maksudkan itu..??”

“BENAR…!! Tuan Jaejoong begitu mencintainya tetapi dia malah mengkhianatinya…! Tapi,, ketika aku bilang ingin membunuhmu, dia tampak ketakutan sekali.. Hahaha…”

Aku terus mendengarkannya dgn saksama. Hatiku terus bergemuruh tak karuan.

“Dan saat kamu sedang asyik berdansa dengan Kelly, dia datang dan menggunakan tubuhnya untuk melindungimu dari anak panahku… Sungguh sangat disayangkan karena aku gagal membuatnya merasakan penyesalan…!”

“Dengan begitu, apa hatimu merasa senang…? Neoh,, kamu tahukan apa arti cinta yang sebenarnya..?” tanyaku yg membuatnya membisu.

“Cinta itu tidak harus memiliki..”

Andhine mengerutkan dahinya mendengar kata-kataku.

“Cinta juga tidak bisa dipaksakan…”

“Aku tidak akan percaya… Jadi jangan sok mengguruiku! Balli…!! Segera bunuh diriku maka kamu bisa keluar dari sini…!” serunya dgn tegas.

Ottokhe? Haruskah aku membunuhnya?

“Leeteuk sshi! Apa kamu sudah lupa pesanku…?! BALLI…!! Segera habisi dia lalu berkumpul dengan yang lainnya..! BALLIII…!!”

Ayah menggunakan telepati lagi untuk mengingatkanku.

“Algesumnida… Andhine sshi,, mianhe…” ucapku lalu mengayunkan pedangku ke lehernya.

Darah segar mulai membasahi lantai. Perlahan-lahan kulihat tubuhnya berubah ke wujud asalnya yaitu seekor kucing hitam yg lucu.

Aku berjongkok lalu mengelus kepalanya. Stlh itu, tubuhnya menghilang seperti debu yg terhembus angin.

Dia meninggalkan sebuah kalung hitam dgn pendant bell emas yg selalu dipakainya di leher. Aku segera meraihnya dan menggenggamnya dgn erat.

‘DEG..’

“Pangeran Leeteuk..! Mianhe… Kurasa aku harus pergi supaya tidak menjadi bebanmu dalam menyelesaikan misi… Jeongmal mianhe jika aku membuatmu sedih.. Mianhe Pangeran.. Saranghaeyo…”

Suara ini bukankah suaranya…

“Kelly!?”

Aku segera menghambur ke depan cermin yg memperlihatkan taman istana belakang. Disitu aku melihat Kelly berdiri di tepi jurang sedang memperhatikan Yejin omma bertarung melawan Dark.

Kelly terus mundur ke belakang dan kini tubuhnya telah jatuh ke dalam jurang.

“ANDWAEEE…!! ANDWAE, KELLY AH….!! ANDWAEEE……!!” seruku terisak sambil memukul cermin tsb.

“Pangeran Leeteuk… Saranghae… Naega, neomu neomu neomu saranghaeyo…”

Itulah kata-kata terakhir yg kudengar dari Kelly. Wae? WAE…?!! Kenapa semuanya jadi begini?!!

WAEEEEE…..!!

Cermin di depanku tiba-tiba menghilang disertai dgn lenyapnya labiryn terkutuk ini. Aku kini berada di sebuah padang yg luas meratapi kejadian yg terjadi begitu saja. Sulit sekali utk diterima.

Aku segera menghapus airmataku lalu berusaha utk berdiri. Ketika aku hampir terpeleset, seseorang bertangan kekar segera memapahku.

“Hyung, gwaenchanayo…?” tanyanya panik.

“De.. Gwaenchana… Mari kita segera cari yang lainnya untuk berkumpul…” sahutku kpd dongsaengku, Shindong sshi.

[to be continued ~ ]

THROSU PART 73

BAB. 73

*Leeteuk POV*

‘Tok..’

‘Tok.. Tok…’

Hmm…

Apakah ini Mirror Labiryn yg pernah diceritakan Raja dalam legenda kegelapan? Kalau benar, apa yg harus kulakukan supaya bisa keluar dari sini?

Benar-benar labiryn yg menakjubkan…

Tapi apakah mirror ini semuanya akan hancur jika terkena pedangku ini?

‘CRAAASSH… CRAAASSHH…’

‘PRAAAAANNGGG…..!!’

Pecah…!? Wah,, tak kusangka sebegitu mudahnya menghancurkan cermin ini. Aku merasa lega ternyata tidak serumit yg kubayangkan untuk menghancurkan labiryn ini.

Namun ternyata semua ini hanyalah sementara. Karena seekor kucing hitam yg besar sekali memantul di salah satu cermin sedang bersiap-siap ingin bermain denganku. __ __ ___ __ __

Di taman belakang Kerajaan Serigala Putih ~

“Lepaskan…! Lepaskan…!! Yaaahh…” bentak Kelly murka.

Kelly sekarang telah terikat oleh seuntai tali berwarna emas yg biasa digunakan kerajaan untuk menghukum seseorang yg bersalah.

“Hmm.. Kalian sudah boleh pergi…!” perintah Ratu Yejin dgn angkuh kepada kedua prajurit yg telah mengikat Kelly.

“Ratu Yejin.. Apa yang anda lakukan? Apa salahku sebenarnya? Kenapa mengikatku seperti ini…?” tanya Kelly yg tidak percaya dgn sikap ratu yg dihormatinya itu.

“Hihihi……. Naif… Naiflah yang membuatmu berakhir seperti ini, Kelly sshi…! Hakhakhak…” tawanya serak yg membuat Kelly merasa heran. __ __ ___ __ __

*Leeteuk POV*

“Nugeseoyo? Apa yang kau inginkan…?” tanyaku dingin.

Kucing itu kemudian melompat keluar dari dalam cermin dan menjelma menjadi seorang gadis yg tak lain adalah Andhine.

“Aniya… Hanya ingin bermain denganmu…” jawabnya dgn kalem.

“Main…!? Aku tidak ada waktu untuk bermain denganmu… Cepat katakan dimana pintu keluarnya…!!” tegasku sembari menaruh pedangku di atas pundaknya yg transparan.

“Hmm,,, mau keluar dari sini mudah saja.. Asalkan,,,”

“Boega…?”

“Aku ingin kamu memilih.. Gimana, apa kamu mau? Tapi aku rasa, kamu tidak punya pilihan lain lagi jika ingin keluar dari sini… Hehehe…”

Aku mengernyitkan dahiku dalam-dalam. Tidak tahu apa yg diinginkan gadis yg berdiri dihadapanku ini.

“Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang…! Kalau begitu, lihatlah…” ujarnya lalu mengibaskan tangannya ke arah cermin yg berada di samping kirinya.

Kini di dalam cermin tsb terdapat segumpalan awan hitam yg pekat. Awan hitam itu lalu perlahan-lahan sirna dan menampakkan sebuah tempat yg sudah tidak asing lagi bagiku.

Taman istana belakang…

Apa maksudnya dan apa yang ingin ditaruhkannya dengan memperlihatkan taman istana belakang?

Benar-benar tidak habis pikir apa yg diinginkannya…
__ __ ___ __ __

Taman belakang istana Serigala Putih ~

“Hahahahaha… Naiflah yang membuatmu berada disini, Kelly sshi..!! Sebelum aku mengantarmu ke tempat Angel, apakah ada kata-kata yang ingin kamu katakan?” tanya Ratu Yejin dgn menyeramkan.

Kelly merasa heran dgn sikap Ratu Yejin dihadapannya ini.

“Neoh..! Siapa sebenarnya dirimu…?!!” tanya Kelly dgn tegas.

“Naega…? Hihihi… Beberapa hari tidak bertemu, kamu sudah melupakanku Kelly sshi…??” sahutnya dgn perubahan suara yg tidak asing di telinga Kelly.

“DARK..!!!?? Bagaimana mungkin…???!!” seru Kelly terperanjat.

Ratu Yejin kemudian berubah wujud menjadi Dark dgn wajah yg pucat bagai mayat.

“NEOH…!! AKU BENCI KEPADAMU…!! BENCIIIII….!! JADI,,, LENYAPLAH DARI HADAPANKU SEKARANG JUGAAAAAAA……!!” serunya dgn suara yg menggelegar.

__ __ ___ __ __

*LEETEUK POV*

“Kelly…!????? KELLY AH…!! GWAENCHANAYOOO…??” teriakku panik sambil menggedor cermin dihadapanku ini.

“Tidak ada gunanya kamu berteriak.. Karena dia tidak akan bisa mendengarkanmu… Hahahahaha…” tawanya lucu.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku…?!! Dark… Kenapa dia masih hidup? Bukankah dia sudah musnah…??” bentakku dingin.

“Hmm… Itulah kekuatan yang dimiliki oleh kegelapan… Tidakkah kamu mengetahuinya?” ucapnya dgn senyum kebanggaan yg terukir jelas di sudut bibirnya.

Mengerikan…
Ini terlalu mengerikan. Bagaimana bisa sebuah jiwa yg sudah terkena pedangku ini hidup kembali…? Sungguh mustahil…

“Jika ingin kekasihmu selamat, maka kamu harus memilih… Bagaimana?”

“Araseoh… To the point saja..!”

“Hmm.. Mudah saja, pilihannya adalah…”

“Boega…??” tanyaku penasaran sekali.

“Jiwa…” sahutnya tegas.

“Ye..!??”

“Jiwa Kelly… Atau jiwa seluruh manusia di muka bumi ini!? Naega,,, ingin kamu memilih di antara keduanya…”

Aku mengepalkan tanganku yg menggenggam pedang dgn perasaan berkobar stlh mendengar ucapannya.

Ottokhe…??

Apa yg harus kulakukan skr? Aku skr benar-benar berada di jalan buntu. Mana yg harus kupilih?

Menyelamatkan Kelly kah? Tapi jika aku memilih Kelly, bagaimana nasib semua manusia dimuka bumi ini? Apakah tidak ada cara lain supaya keduanya bisa selamat?

Terlalu berat…

Wae? Wae? Kenapa aku harus dilahirkan sebagai pangeran pertama kerajaan Serigala Putih? Kenapa aku harus memikul semua tanggung jawab ini? Wae…?

Dan juga, kenapa takdir begitu kejam kepadaku? Stlh kepergian Angel, apakah skr aku harus kehilangan utk yg kedua kalinya?

“Sebenarnya kamu juga tidak perlu terlalu pusing untuk memilihnya! Karena aku yakin cinta adalah segalanya… So, jika kamu bersedia menyerah untuk tidak melawan kegelapan, maka kamu bisa segera menolong kekasihmu dan hidup bahagia bersamanya…” tuturnya seraya mengitariku.

Aku memejamkan kedua mataku dgn erat dan berusaha utk berkonsentrasi.

Kelly atau semua manusia diluar sana. Manakah yg harus kupilih?

Seseorang…

Cheball…

Beritahu aku jawabannya…!

“Gerhana bulan sudah akan tiba.. Apakah kamu masih belum juga memutuskannya? Asal ingat saja, setelah gerhana bulan penuh, maka Arang akan memimpin dunia ini… DAN KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH SATU PER SATU… HAHAHAHAHA…….!” serunya dgn bangga. __ __ ___ __ __

Di istana Serigala Putih ~

“Bagaimana? Apa kalian sudah siap?” tanya Raja Lee kpd Kyuhyun, Edois dan Henry.

“Sudah Raja Lee…” sahut mereka dg serempak.

“Algesumnida…”

Mereka bertiga telah berhasil memecahkan kode rahasia dan bersiap menyusup ke Lembah Miracle utk menolong para pangeran menyelesaikan misinya.

Kepergian Sungmin dan Donghae merupakan pukulan yg sangat berat bagi mereka semua.

Ratu Yejin kemudian datang sambil menguap kecil lalu duduk di samping ratu Gain yg sedang berduka.

“Onnie ah, gwaenchanayo? Kenapa wajahmu begitu sedih? Apakah telah terjadi sesuatu?” tanyanya heran.

“Sungmin sshi.. Donghae sshi… Mereka berdua,,,” ratu Gain lsg terisak kembali.

Ratu Yejin lsg shock ketika mendengar kata-kata Ratu Gain. Dia tidak menyangka putranya, Donghae telah pergi.

Airmatanya lsg menetes dan dia segera memeluk Ratu Gain. Raja Lee yg melihatnya hanya bisa menghela napas berat.

“Yejin ah,, bagaimana dengan Kelly? Kamu apakan dia? Apa benar dia penghuni Lembah Miracle…?” tanya Raja Lee yg merasa penasaran.

“Ye!?? Maksud,, maksud Raja Lee apa…? Nado, mollayo…” sahut Yejin dgn polosnya.

Raja Lee dan semuanya serentak memandangi wajah Yejin dgn tatapan aneh.

“Gwaenchanayo? Kenapa kalian semua menatapku seperti itu? Apa yang telah terjadi? Kelly sshi kenapa?” tanya Yejin bertubi-tubi karena bingung. __ __ ___ __ __

*LEETEUK POV*

“Araseoh,,,” ujarku seraya menatapnya dgn tajam.

“Owh,,, aku benar-benar penasaran dengan keputusanmu…!”

“Keputusanku adalah,,, melenyapkanmu dari dunia ini…!! Hiaaattt….!!” seruku sembari mengibaskan pedangku ke arahnya.

Jika Andhine tidak menyingkir, mungkin dia sudah merasakan panasnya pedangku. Namun dia bukanlah siluman kucing biasa yg bisa dgn mudah dikalahkan.

“Licik!” dengusnya dgn dingin.

“Seharusnya itu kata-kata yang harus kuucapkan…!”

“Kuperingatkan sekali lagi! Segera ambil pilihanmu sekarang juga!”

“Sebelum aku mengatakan pilihanku, ada satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu, Andhine sshi…”

“Boega…”

“Apa kamu tahu apa arti cinta…?” tanyaku yg membuatnya terdiam.

“Molla! Nado molla…!” sahutnya dgn ketus.

“Jeongmal? Hmm,, tetapi feelingku mengatakan bukan… Dan aku juga bisa merasakan detakkan jantungmu…”

“DIAM…!! Sebagai penghuni Lembah Miracle tidak ada yang namanya cinta, arajji??!!” serunya dgn sengit.

“Jeongmal? Kenapa barusan aku merasakan airmatamu jatuh membasahi kedua pipimu ketika cintamu bertepuk sebelah tangan?”

Kulihat bibir Andhine gemetaran seraya melangkah mundur ke belakang.

‘BRUUUKK…!’

Tubuhnya lemas begitu saja dilantai dgn tatapan kosong namun sedih.

“Cinta… Kamu mengerti dan pernah merasakannya! Kenapa kamu menyangkalnya?” tanyaku untuk kesekian kalinya.

“Karena aku adalah penghuni Lembah Miracle,,,”

“Apakah dengan menjadi budaknya Arang, kamu bisa mendapatkan cintamu? Mungkinkah? Kasihan… Aku benar-benar kasihan kepadamu…!”

“TUTUP MULUTMU…!! SEGERA BUNUH DIRIKU JIKA KAMU MEMANG MENGINGINKANNYA! JIKA TIDAK, AKU BERANI JAMIN KAMU AKAN MENYESALINYA SEUMUR HIDUP…!”

“Tetapi,,, aku sudah berubah pikiran… Hmm…” ucapku sembari tersenyum.

“WAE…?!!”

“Aku tidak mungkin membunuh seorang siluman yang masih mempunyai detakkan jantung…”

“Boe!???” ujarnya dgn datar.

“Andhine sshi… Bukalah mata hatimu… Jangan selalu hidup dibawah perintah orang lain.. Jadilah dirimu sendiri… Aku yakin suatu hari kamu pasti bisa menemukan orang yang akan mencintaimu… Pikirkanlah…” nasehatku kepadanya.

“Tidak perlu! Siluman sepertiku ini tidak punya pilihan lain… Aku bisa lenyap kapan saja jika yang mulia Arang mengetahui jika aku telah gagal menjalankan misi..”

“Araseoh.. Terserah padamu…” sahutku kemudian melihat keadaan Kelly di dalam cermin.

Ottokhe…? Ottokhajyo? Kelly ah… Apakah kamu bisa mendengarkanku? Cheball…! Segeralah selamatkan dirimu. Aku benar-benar tidak berdaya…

Mianhe, Kelly ah ~

[to be continued ^^]

THROSU PART 72

BAB. 72

Di Lembah Miracle ~

*KIBUM POV*

“Bagaimana pangeran Kibum? Apa kamu juga yakin seperti mereka, kalau princess Trisa juga mencintaimu dengan tulus…?” tanya gadis jelmaan Andhine setelah memperlihatkanku gambaran ttg Trisa yg menggunakan telepati menolong pangeran serigala putih, Sungmin.

Akhir-akhir ini memang banyak perselisihan antara aku dan Trisa. Namun kurasa itu hal wajar yg akan terjadi kepada setiap pasangan yg saling mencintai.

Namun, hal yg tidak pernah kubayangkan sebelumnya adalah Trisa menggunakan telepati untuk menolong Sungmin tanpa memikirkan keselamatannya sendiri. Apa benar di dalam hatinya posisi Sungmin jauh lebih penting daripada diriku ini?

Kalau iya, kenyataan ini benar-benar kejam.

“Hmm,, kelihatannya pangeranku yang satu ini telah diduakan hatinya… Hihihi…” ujar siluman itu yg membuat darahku mendidih.

“Cukup sudah…! Jangan kira dengan memperlihatkanku itu kamu bisa menyerangku..!” seruku lalu menghunuskan pedangku tepat di jantungnya.

Siluman itu terus tertawa dgn seraknya meskipun nyawanya sudah tidak tertolong.

“Kasihan… Aku benar-benar kasihan kepadamu… Hahahahaha.. Cintamu telah diduakan oleh seorang gadis… Hahahahaha….” serunya sambil terus tertawa sampai akhirnya menghilang di udara.

Gambar yg diperlihatkan di cermin kini telah hilang. Begitu juga dgn labiryn yg dibuatnya, juga hilang entah kemana.

Aku lalu berjalan dan berjalan mencari istana milik Arang. Aku tidak ingin karena masalah pribadiku lalu mencelakakan makhluk yg hidup dimuka bumi ini.

__ __ ___ __ __

*DONGHAE POV*

Omo ~
Tempat ini benar-benar mirip ruangan labyrin. Benar-benar menakjubkan!

Tapi,,, kenapa aku bisa berada disini? Apa yg telah terjadi? Kenapa hanya aku sendiri saja yg berada disini? Kemana yg lainnya?

Jangan-jangan ini perbuatan kucing yg bernama Andhine itu!

Haiissshh… Jeongmal chinca…!!

Kuketuk-ketuk cermin tsb satu persatu berharap bisa menemukan jalan keluarnya. Namun nihil.

Akupun terduduk di lantai sambil menghela napas berat. Ottokhe? Aku benar-benar tidak bisa mendapatkan jalan keluarnya.

Apa selamanya aku akan terkurung disini?

Hwangmi ah ~
Bogoshipeunde…

Aku lalu mengeluarkan couple ring dan menatapnya. Hatiku terasa lega sekali manakala melihat cincin di tanganku ini.

Hwangmi ah,, kumohon tunggulah diriku. Stlh menyelesaikan misi ini aku akan segera pulang dan menikahimu. Dan pada saat itu, kita tidak akan berpisah lagi selamanya…

‘Hikz… Hikz… Hikz…’

Suara tangisan seorang gadis membuyarkan lamunanku. Aku segera memasukkan kembali cincinku dan waspada.

Kupegang erat-erat pedang di tanganku dan siap menyerang jika melihat musuh.

Kulangkahkan kakiku perlahan-lahan mencari sumber suara tsb. Dan ternyata suara tangis tsb berasal dari seorang gadis bergaun hitam.

Gadis itu tampak menangis sambil meringkuk dan di depannya ada sebuah kolam dgn kabut putih yg menutupi permukaannya.

Hmm,, ternyata ini bukan ruangan labiryn. Jika labiryn tidak mungkin ada kolam seperti di depanku ini.

‘Hikz.. Hikz.. Hikz…’

Gadis itu makin lama makin menangis dgn hebatnya. Suara tangisnya yg menyayat hati membuat hatiku menjadi terenyuh.

“Aegashi,, gwaenchanayo? Kenapa kamu menangis?” tanyaku dgn hati-hati.

Gadis itu tidak menjawabnya dan terus menangis. Akupun mengulangi ucapanku tadi dan dia meresponnya dgn menunjuk ke arah kolam.

“Ye!??”

“Naega.. Naega.. Barusan tidak sengaja telah menjatuhkan sesuatu yang berharga di kolam ini… Ottokhe…? Hikz, hikz…”

“Mwoe??” gumamku terkejut.

“Cincin.. Aku tidak sengaja telah menjatuhkan cincin pemberian kekasihku di kolam ini? Hikz,, ottokhe…? Aku harus bagaimana sekarang? Padahal cincin tersebut sungguh sangat berarti bagiku…! Hikz,, ottokhajyo..” tuturnya yg membuat hatiku tergerak.

Aku sangat mengerti dgn perasaan gadis ini skr. Karena aku juga punya sesuatu yg sangat berharga dan paham betul dgn perasaan kehilangan barang yg berharga tsb.

“Neoh,, apakah kamu bisa membantuku…? Cheball… Hikz,,” pintanya sambil menatapku dgn tatapan aneh.

Ketika bertatapan dgnnya, aku merasa tubuhku seperti disengat listrik. Ada yg aneh dgn tatapan mata gadis di depanku ini, namun aku tidak bisa menerkanya.

“Neoh,, maukah kamu membantuku mencarinya? Cincin itu benar-benar sangat berarti bagiku.. Cheball,, kumohon bantulah diriku… Cheball,, hikz…” pintanya sambil menggenggam lenganku sambil menangis.

“A, araseoh.. Aku akan mencobanya…” sahutku tegang seraya melepaskan genggamannya.

“Jeongmal???” serunya tidak percaya.

Aku menganggukkan kepalaku dan wajahnya lsg berseri-seri. Dia lsg memelukku tanpa basa-basi yg membuatku sontak kaget.

“Kamsahamnida.. Jeongmal kamsahaeyo…” ucapnya dgn gembira sekali.

Aku merasa risih dgn pelukannya dan berusaha melepaskannya. Namun bukannya dilepaskan, gadis itu malah mengeratkan pelukannya.

“Eng,, aegashi.. Kurasa tidak baik bagi seorang wanita sepertimu memeluk seorang pria asing sepertiku..”

“Aku tidak keberatan…”

“Oh, de.. Tapi kamu bisakan melepaskanku? Jika tidak, aku mungkin tidak bisa membantumu mencari cincin di kolam ini…”

“Ooppss..! Mianhe.. Saking gembiranya aku jadi lupa.. Mian hamnida…” ucapnya sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali.

“Ani,, naneun gwaenchana.. Hmm,,” sahutku sambil tersenyum kaku.

Aku lalu mulai berjongkok di depan kolam tsb dan mengamatinya dgn saksama. Sesuatu tampak berkilauan di bawah sana dan feelingku berkata jika itu adalah cincin yg telah dijatuhkan gadis itu.

Aku yg polos tidak tahu sama sekali jika bahaya sudah mengancam. Aku sama sekali tidak tahu jika gadis itu adalah siluman jelmaan Andhine.

Ketika sedang asyik memikirkan jalan supaya bisa turun ke bawah, tangan gadis yg kukunya sudah meruncing dan berwarna hitam tsb mendorong tubuhku dgn kuat dan membuatku jatuh ke kolam.

Aku kaget sekali dan lebih kaget lagi manakala melihat wujud gadis itu yg sebenarnya.

“NEOH…!!? KAMU MEMBOHONGIKU?! WAEEE…?!!!” seruku murka sekali.

“Hihihi… Hahaha… Baboo… Jeongmal baboo….! Hahahahaha…” ucapnya sambil tertawa serak.

Bodoh.. Mungkin benar apa yg dikatakannya. Aku benar-benar bodoh sekali! Sampai bisa ditipu oleh siluman kucing di depanku ini. Haiiisshh….

Tapi,, tunggu…! Ada apa dgn air ini? Kenapa semakin lama semakin dingin rasanya? Sebenarnya ini kolam apa?

“Hmm,, bagaimana rasanya? Dingin bukan? Aigooo… Liatlah bibirmu yg seksi ini telah membiru… Kamu pasti sudah kedinginan bukan? Hihi…” ujarnya sembari mengelus bibirku.

“Kalau tidak salah, di tubuhmu ini ada mutiara abadi yang bisa menyembuhkan luka bukan? Nah,, sekarang.. Aku ingin mengambil barang berhargaku yang terjatuh di kolam ini, kamu tidak keberatan bukan..?” tuturnya yg membuatku merasa emosi.

Ternyata tujuannya yg sebenarnya adalah mutiara kehidupanku. Brengsek! Jika benda tsb direbutnya, aku pasti game over. Ottokhe? Apa yg harus kulakukan untuk mencegahnya?

Bodoh! Benar-benar bodoh sekali.. Percaya sekali dgn kata-katanya yg pada akhirnya menjadi seperti ini.

Aku ingin bergerak untuk meraih pedangku di atas lantai, namun seluruh tubuhku terasa kaku dan berat. Rasa dingin air di kolam ini berhasil membuat tubuhku gemetaran.

“Kurasa kekuatanmu sudah melemah dan sekarang,, aku akan mengambil barang berhargaku ini… Hihihi…” ucapnya seraya meraih daguku dgn kasar.

Dia mengelus bibirku kembali dan menciumku. Aku mengepalkan tanganku erat-erat menahan amarah.

Seandainya Hwangmi tahu dan melihat ini semua, dia pasti akan sangat sedih sekali.

Mianhe Hwangmi ah.. Kurasa aku tidak bisa menepati janjiku untuk kembali dgn selamat. Mianhe…

Mutiara kehidupanku telah berhasil pindah tempat. Dan sebelum diriku benar-benar kehilangan kesadaran, dgn segenap tenaga yg tersisa aku menarik tubuh siluman yg berjongkok di depanku sambil mengamati mutiara kehidupanku dgn berbinar ke dalam kolam.

Gadis itu berteriak histeris dan meronta-ronta. Mutiara kehidupanku yg berada di tangannya entah jatuh kemana.

Perlahan-lahan tubuhku mulai tenggelam karena berat. Hanyut ke dalam kolam yg tak berdasar.

Sebelum memejamkan mataku untuk selama-lamanya, aku masih sempat melihat siluman tsb kembali ke wujud asalnya yaitu seekor kucing berwarna hitam.

‘Hwangmi ah… Saranghaeyo… Di kehidupan ini kita berjodoh namun takdir tidak mengizinkan kita untuk bersama… Semoga di kehidupan yang mendatang, kita berjodoh lagi dan ditakdirkan untuk bersama selamanya.. Anyeong, Hwangmi ah… Sa, rang, hae, yo…’

__ __ ___ __ __

Hwangmi yg sedang asyik menjahit gaun pengantinnya tidak sengaja jarinya tertusuk dan mengeluarkan darah. Perasaan tidak enak lsg mengerubungi hati kecilnya dan membuatnya merasa tidak nyaman.

‘BRAAAKK…!!’

Tiba-tiba, daun pintu kamar dihempas oleh angin kencang yg tidak tahu darimana asalnya dan membuatya terkejut. Jantungnya mulai berdegup tak karuan tanpa bisa ditenangkan.

“Boega? Napa hatiku jadi tidak tenang begini? Apa yang telah terjadi?” gumamku heran.

Tanpa suara, Princess Line telah berdiri di depan pintu dgn wajah yg berlinang airmata. Dia menangis sesenggukkan sambil membekap mulutnya.

“Princess Line,, gwaenchanayo…?” tanyaku bingung sekaligus kaget.

“Oppa.. Donghae oppa… Dia… Dia telah,,, huwuaaaaa….”

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Line sudah terkulai lemas ke lantai dan menumpahkan tangisnya.

Hwangmi yg terus memegang cincin di kalung pemberian Donghae putus begitu saja rantainya. Cincin yg menjadi mata kalung tsb jatuh ke lantai dan tidak tahu mengelinding kemana.

Otak Hwangmi lsg blank mendengar ucapan Line. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dan tidak tahu apa yg dirasakannya skr…

[to be continued ~ ]

Previous Older Entries