You’re mine!!

“Pengganggu!!” Aku menusukkan pisau itu ke perut gadis didepanku, bahkan ia tidak sempat meneriakkan apa-apa. Matanya yang menatapku perlahan kehilangan cahayanya. Aku tersenyum melihat darah yang perlahan keluar dari luka yang kubuat.
______

“Hyung, akhir-akhir ini banyak sekali pembunuhan yang terjadi disekitar kita. Apa kau sadar?” Kataku sambil menekan keyboard laptopnya.

“Apa? Aku jarang membaca berita akhir-akhir ini.” Leeteuk hyung mendekati laptopku, matanya sibuk membaca artikel di layar laptop, dahinya berkerut. 3 pembunuhan terjadi di 2 minggu terakhir ini. Dan kejadiannya berada di dekat dorm kami.

“Apa polisi belum bisa melacak penjahat ini?” More

Farewell

“Oppa, aku ingin bicara. Aku tunggu di café biasa. Jam 10.”

Kalimat itu mengejutkan pagiku yang terasa suram. Pesan singkat yang sampai ke ponselku. Gadis itu. Gadis yang telah lama kutunggu kabarnya. Gadis yang ingin kuraih tapi apa daya, ia selalu menjadi kabut yang lolos ketika tanganku berusaha meraihnya.

Aku mengambil jaketku tanpa piker panjang, dan segera berlari meninggalkan apartemenku menuju mobil diiringi tatapan bingung kedua orang tuaku. More

Sarang Cham Apeuda

sarang cham apeuda neomu ahpeuda

swimeobsi nal utkehago ggeuteobsi nareul ulrinta

________

Matanya terpejam. Meresapi suara yang mengalun lewat earphonenya. 1 minggu telah ia lewati tanpa kehadiran pemilik suara itu. 1 minggu terlama sejak kehadiran pemilk suara itu. Dadanya sesak, dadanya seperti kehilangan satu unsur terpentingnya. Unsur yan More

Remembrance

Pagi itu dingin, seorang gadis menatap jendela didepannya yang berembun. Gadis itu membuka jendela, membiarkan angin dingin berhembus masuk ke kamarnya.

Dulu disaat udara seperti ini, sepasang lengan memeluknya erat. Membebaskannya dari pelukan udara dingin, membawanya ke suatu dalam kehangatan yang ketika itu ia percaya akan menjadi miliknya selamanya. More

Give Up

Ketika hati telah berpaling, haruskah aku tetap memilikimu, atau melepasmu?

__

“Oppa, baru beli iPad?” Tangannya sibuk mengeksplorasi layar barang elektronik itu, Gadis itu tahu itu baru karena ia tidak pernah melihatnya memegang iPad itu.

“Ini? Pemberian fans.” Katanya tandas. Matanya tidak lepas dari barang itu, begitu sibuk mengutak-atiknya. Gadis itu terdiam, dalam hati menghela napas panjang. Barang itu membuat laki- laki disebelahnya sibuk, melupakan kenyataan bahwa mereka sulit untuk bertemu karena jadwalnya yang sangat sibuk. More