Forbidden Forest [2/?]

434737

Judul: Forbidden Forest
Author: Rahmania
Cast: Cho Kyuhyun, Han Sunggi, Jung Taek Woon, Amber Liu, Han Sang Hyuk, And Others
Genre: Fantasy, school life, Romance(?)
Rating: 12+
Annyeong bertemu lagi dengan author.kebetulan author sangat suka dengan anime-anime jepang, jadi Ff ini terinspirasi dari Anime seperti, Hunter x Hunter, An No Exorcis, Swart Art Online, Dll. Terus lagi, ff ini banyak banget group Idol namja yang kumasukkan kedalam ff ini, yang pastinya utama uri Super Junior, trus Idol yang author yang lagi perhatiin uri VIXX, trus ada juga BTOB, SHINee, Dll. Sebelumnya author memang harus minta maaf kepada readers dengan semua ff author yang telah terpublis disini sebelumnya, karena alur yang kecepatan. Mungkin alur cerita kali ini juga akan kecepatan, tapi author berusaha untuk tidak membuat alur yang cepat. Mohon kritik dan saran sangat author perlukan untuk perbaikan kedepan. Gomawo.
Happy Reading

More

FATE [1/?]

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 1

Genre   : Romance, Comedy, Mystery, Fantasy

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

‘15 menit. Seharusnya Hana sudah selesai sekarang.’

Hyesa melihat jam tangannya untuk ke-seribu kalinya, ‘Kalau begini kita akan telat’ pikirnya, tas yang dia genggam erat terasa semakin berat di lengannya yang sudah lelah.

Gubrak!

Hyesa hampir teriak mendengar suara mirip dengan jatuhnya bom atom yang tiba tiba terdengar. Hyesa memutar kepalanya 180 derajat dengan cepat, ia melihat ada badan tergeletak di bawah tangga.

“NA ~ YAA!!” Teriaknya, sambil berlari ke arahnya.

Hyesa menjongkok dan menggoyangkan tubuh temannya yang menjadi korban tangga, ‘Apakah dia sudah mati?’

Korban itu tiba tiba terbangun dengan kecepatan kilat, “HYE~ CHAN! KITA AKAN TELAT, PALLI!”

“NA ~ YA KENINGMU BERDARAH!”

“AH? GAK SAKIT KOK! CEPATLAH KITA AKAN KENA MARAH!”

“PAKAI SESUATU UNTUK MENUTUPINYA! AKU ADA SESUATUI!!”

Dan pagi yang ribut pun berlangsung dengan lancar.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(KYUHYUN POV)

“Donghae, apa yang kamu lakukan?”

Orang yang dipanggil melihatku dengan senyum bodoh, “Kita harus menyambut anak-anak baru dengan meriah!”, dia meneruskan pekerjaannya.

“Aku tidak mau memakainya.”

Donghae tidak menghiraukanku dan dengan semangat terus menulis dan menghias dengan spidolnya.

“Harus,” Katanya, “Kalau tidak, semua anak-anak baru akan beranggapan kamu itu seorang iblis dari neraka jahanam.”

Dia menyodorkan name tag yang telah ia buat sepenuh hati, ada gambar unicorn, hati pink dan tulisan namaku dengan titik-titik hiasan perempuan.

Terkadang aku kasihan melihatnya.

Jadi aku memakainya dan keluar dari ruangan staff.

*~*~*~*~**~*~**~~*~*~*~*~***~*~*~*~~*~*

Mahasiswa baru terlihat seperti cendol di lapangan yang panas. Mengerikan, mereka semua telah berbaris dengan rapih. Bagaimana caranya memarahi mereka jika mereka semua sedisiplin ini.

Kyuhyun menghela nafas, ‘Gerbang harus kututup, tidak ada orang lagi.’

Dan saat itu juga seperti angin badai, datanglah dua anak berlari ke arah sang senior.

“YAK!! JANGAN DITUTUP DULU SUNBAE!” Anak yang berambut panjang teriak sekuat tenaga, mukanya merah terkena terik matahari.

‘Ah, korban pertama.’

“Hei,” Tegur Kyuhyun saat mereka sudah dekat, “Apa kalian tidak tahu sekarang jam berapa? Ha?!”

Dua mahasiswi baru itu terlihat seperti tikus kecebur got, basah oleh keringat dan ketakutan. Salah satunya malah menggunakan dasi diikat di kepalanya, ‘Apa-apaan mereka?’ Pikir Kyuhyun yang terus menatap mereka dengan wajah datar.

Perempuan yang terlihat seolah mabuk itu melihat ke arah dada Kyuhyun dan menunjuk, “Kyu…hyun?”

Kesalahan kedua.

“Jadi kau memanggil namaku? Tidak diajari kesopanan oleh ibumu ya?”

Perempuan yang berambut panjang langsung menatap temannya dan menyenggol lengannya, matanya seolah mengatakan ‘Jangan!’

“Siapa nama kalian?”, tanya Kyuhyun.

Yang berambut panjang dengan malu menjawab, “K-Kim Hyesa imnida sunbae.” Ia membungkuk dan tidak ingin menatap mata seniornya.

‘Sayang sekali,’ Kyuhyun berkata dalam hati dengan senyum tipis, ‘Dia lucu.’

“Kamu?”

Perempuan yang aneh dengan dasi di kepalanya melihatku dan membungkuk, “Hana… desu…”

“Mwo?”

Hana tersadar dan ketawa kecil, “Maksudku, Hana imnida!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“Teman-teman kalian ini telat!” Eunhyuk teriak di lapangan dihadapan mahasiswa baru yang ketakutan.

Hyesa menunduk dan membaca doa-doa dengan khusyuk karena telah terihat bodoh pada hari pertama. ‘Lain kali aku harus membangunkan Hana dengan air dingin!’. Hyesa hanya berharap Hana – yang sedang berdiri di sebelahnya, tidak melakukan hal yang bodoh di hadapan umum.

Doa Hyesa tidak terkabulkan karena Hana sedang menggumam lagu dan menggerak gerakkan tangannya sesuai irama. Tentu Hana sedang merasa takut tetapi Hyesa tahu temannya sedang mengalihkan perhatiannya.

“Touch my body~” Terdengar dari mulut Hana, dan muka Hyesa langsung memerah. ‘Tidak bisakah dia menyanyikan lagu lain?!’

Salah satu sunbae yang sedang berdiri di dekat Eunhyuk yang berceramah menyadari nyanyian Hana dan sorotan matanya menuju kedua anak itu.

Hyesa dan Hana tidak mengetahui apa yang akan menjadi akibat perbuatan iseng mereka (Hyesa juga ikut bernyanyi pada akhirnya)

“EUNHYUK, MEREKA BERNYANYI!”

Eunhyuk langsung memutar badannya dan menatap mereka dengan sinis. Di dalam benaknya muncul sebuah ide.

“Jadi kalian berani bernyanyi saat sedang dihukum?” Tanyanya dengan lembut.

Hyesa dan Hana tidak menjawab dan hanya berdiri terdiam menyembunyikan wajah.

“JAWAB SAAT KALIAN DITANYA!” Teriak Donghae dari arah yang berlawanan.

Hyesa, dengan mata yang berair langsung membungkuk, “Mianhe sunbae!!” Ia menutup matanya dengan erat, tidak lagi memerdulikan jika Hana membungkuk atau tidak.

“Mianhe!” ia mendengar Hana berkata.

Eunhyuk tersenyum dan mengangkat wajah Hana yang sedang setengah membungkuk.

“Dasi ini… dipakai untuk apa sayang?”

Hyesa melihat Hana bergetar saat ingin menjawab, “A-aku jatuh dari tangga dan tidak ada perban, sunbae…”

Eunhyuk mengelus kepala Hana dan untuk sesaat kedua korban merasa aman.

Plak!

Saat mengelus kepala Hana, Eunhyuk menjitaknya. “Lain kali jangan ceroboh.” tegurnya dengan dingin.

Darah dari jidat Hana kembali mengalir dan Hyesa menahan diri untuk tidak mencoba membenarkan dasi yang diikat di kepalanya.

“Sebagai hukuman, kalian akan dipertanggungjawabkan atas pekerjaan teman teman kalian, saat mereka salah, kalian dipersalahkan. Arraseo?!”

*~*~*~~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~

Hari kedua.

“Lihat, SISTAR lewat!”

“Waah… Touch My body~”

Hyesa membuang muka untuk menyembunyikan rasa malunya. Berbeda dengan Hana yang tersenyum atau ketawa dan menari.

‘Yak. Benar benar hari yang sial’ batin Hyesa saat melihat beberapa teman mereka memakai atribut yang salah.

Senior dengan radius 1 meter mendekat.

“YAK! SALAH ATRIBUT LAGI? DIMANA WAKIL KALIAN?”

Hyesa mencoba menahan Hana agar ia tidak lari menjauh lagi (Terakhir kali mereka melakukan itu, ketahuan oleh Kyuhyun dan mereka dimarahi keras sekali. Butuh 2 jam untuk menenangkan Hyesa yang menangis)

“Haa.. parah, bagaimana sih? Begini saja sudah salah –salah, apalagi nanti saat resmi menjadi mahasiswa di sini!” Senior mereka membentak.

Ia menyodorkan satu kertas yang berisi tabel kosong, “Ige! Kalian harus meminta name tag senior yang dibuat oleh Donghae.”

Hyesa mengerutkan dahinya, “Yang dibuat Donghae…?” Tanyanya dengan halus.

Senior mereka merasa kasihan dan mendekat ke kuping Hyesa, “Kalian pasti akan menyadari perbedaan name tag, itu saja yang akan kubocorkan.”

Senior lain mendekat dari lorong, Hyesa langsung didorong jauh dan ditinggalkan begitu saja dengan Hana yang masih berusaha kabur.

“Hye~chan… A-ada dia…”

Hyesa dengan nyalinya melihat ke arah senior itu.

Kyuhyun.

Seketika wajah Hyesa menjadi pucat pasi, “Na~ya aku tidak bisa gerak, aku takut…”

“Kalian.” Panggil jelmaan setan itu.

Sial.

“Ne sunbae?” Hana menjawab, kini gilirannya untuk menjaga Hyesa agar tidak mati di tempat.

“Apakah kalian tidak ada kerjaan lain?” Auranya membentuk awan hitam yang mengelilingi tubuh mereka, seakan petir akan menyambar kapan saja.

Hana baru saja ingin menjawab saat ia menyadari name tag Kyuhyun yang sebegitu unik.

“NAME TAG DONGHAE!” Teriaknya, tidak menyadari kesalahan yang fatal yang telah ia lakukan.

Petir telah menyambar.

Kyuhyun memeberi kedua anak tatapan sinis yang cukup untuk membuat Hana dan Hyesa membungkuk dan minta maaf sepuluh kali berturut-turut.

“Kalian ingin name tag-ku?”

Kedua teman saling bertatapan.

‘Beneran?’

‘Aku takut, tidak bisa senior lain apa?’

“Cepatlah.”

Hyesa mengangguk. Matanya melihat kesana kemari, kemanapun yang pastinya bukan mata Kyuhyun.

Kyuhyun menghela, ‘Anak ini terlalu malu, harus kupacu.’

“Kau,” Kyuhyun menunjuk Hana, “Pergilah, cari senior lain,” Ia memfokuskan dirinya pada Hyesa, “Dan kau, belikan aku spaghetti dan temui aku di halaman belakang.”

Tanpa basa-basi lebih lanjut Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan kedua anak yang terpaku diam sesaat.

“Aku tidak ingin menemuinya…”

“Hye~chan,” Hana menepuk bahu temannya, “Ganbatte.”

Hana pergi meninggalkan temannya yang lebih ingin bunuh diri daripada mebelikan spaghetti dan beranjak ke halaman belakang.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(HANA POV)

Aneh, lorong ini sepi sekali.

Hampa, dan sangat gelap. Padahal di luar matahari bersinar seperti spotlight di atas kepala kita.

Mungkin karena ini gedung fakultas kedokteran. Ada beberapa cerita hantu yang mengelilingi gedung ini.

Aku benci hantu.

Hantu wanita yang bermulut sobek, Hanako, Hantu toilet… Masuk ke obake yashiki saja aku harus dibujuk mati-matian.

Nippon telah membuatku trauma.

Karena itu aku berjalan sambil memegang dinding di dekatku selambat siput.

Ada bunyi cakaran kuku.

2 detik kemudian aku dalam posisi jongkok di lantai dengan kedua tanganku menutupi kuping dan aku telah meneriakkan isi paru-paruku.

“Hei.”

Setan.

“AAAAAAAAAAAAHH!!!”

Setan itu menyentuh bahuku, “Hei, kau payah sekali ya. Bunyi bangku yang digeser saja sudah teriak-teriak.”

Aku melihat wajah setan itu.

Tidak. Lebih tepatnya malaikat itu.

“T-Tampan sekali…” aku tidak sengaja berkata.

“Ha?” Senior itu tertawa lalu menatapku dengan senyum yang menggoda, “Aku memang tampan.”

Tuhan izinkan aku mati disini dengan tenang.

“S-sunbae disini untuk apa?”

Bodoh, seharusnya aku merangkai kata-kataku dahulu. Aku merasa bersalah saat dia menatapku dengan aneh, sungguh tidak sopan.

“Aku?” Dia berfikir sebentar, “Aku hanya menyukai bau darah.”

Aku tahu itu hanya sebuah candaan. Tetapi entah kenapa terasa seksi sekali saat dia mengatakannya sampai aku kehabisan nafas. Berbahaya berada di dekatnya.

Aku menyadari name tag yang ia pakai, ada gambar muka iron-man dan bintang-bintang kecil mengelilingi namanya, ‘Donghae’.

Sepertinya dia menyadari tatapanku karena ia langsung memegang name tagnya dan menariknya sampai copot.

“Ini?” Ia menyodorkan kertas name-tagnya, “Kamu mencari ini kan?”

Aku nyaris bersujud syukur.

Terimakasih tuhan telah menurunkan malaikat di hadapanku.

Saat aku ingin mengambilnya, Donghae menariknya kembali dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya, “Tapi ada syaratnya.”

Tidak jadi sujud syukur.

Aku hanya dapat menghela nafas, ‘Pasti aneh-aneh lagi…’ pikirku. Tentulah ia tidak akan memberiku name-tagnya dengan begitu saja. Aku hanya dapat berharap yang ia inginkan hanya spaghetti.

“Aku sekarang ini lagi jomblo…” Dia menyeringai, putih giginya mengalihkan duniaku.

“Aku sudah lama tidak berkencan dengan  seseorang,” Matanya berbinar, “Jadi…”

Aku tidak sanggup, aku tahu apa yang akan dia katakan.

“Kau harus berkencan denganku.”

Dunia berasa berputar lebih cepat. Yang aku lihat hanya wajahnya yang semakin mendekat, mendekati sisi kanan wajahku.

Mari kita panjatkan doa ke Tuhan Yang Maha Esa.

Cup!

Kakiku seolah tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhku, padahal aku sudah diet ketat 2 bulan yang lalu.

“Sampai ketemu lagi minggu depan! Lokasi dan waktunya kukasih tau lewat sms ya Hana!”

Dia langsung meninggalkanku yang saat ini merasa seperti ingin meledak.

Saat dia benar-benar menghilang, semuanya menjadi hitam.

Aku saja tidak menyadari bahwa dia mengetahui namaku tetapi aku tidak pernah memperkenalkan diri.

*~*~*~~*~**~~*~*~*~*~*~*~*~*

Tanganku bergetar membawa satu mangkuk spaghetti spesial untuk senior tercinta.

Kyuhyun. Betapa mengerikan dirinya.

Aku sengaja melambatkan irama jalanku. Rasanya seperti satu detik tetapi aku sudah sampai di halaman belakang.

Dimana iblis itu?

Aku melihat sebuah lengan di belakang pohon, mungkin itu dia.

Aku mendekat perlahan-lahan. Tebakanku betul, ternyata Kyuhyun sedang tertidur dengan earphone di telinganya.

Dia tidak menyeramkan sama sekali. Malah ia terlihat lucu.

Saking lucunya aku mengulurkan tanganku untuk mencoba menyentuh pipinya.

Baru saja aku ingin menyntuhnya saat matanya langsung terbuka dan ia terlihat seperti anjing labrador siap untuk memangsa.

“Hei. Apa yang kau lakukan?”

Aku menarik tanganku secepat mungkin dan menyodorkan mangkuk spaghetti yang masih hangat untuknya.

“I-Ini sunbae!”

Kyuhyun melihatnya, tangannya tidak ia ulurkan untuk mengambilnya.

“Sayangnya aku sudah tidak lapar,” Katanya dengan nada bosan, “Tetapi aku tidak boleh membuangnya begitu saja.”

Ah… benar-benar sia sia membelikan spaghetti ini untuknya… padahal aku lapar, seharusnya ini untukku saja.

Ia mengambil mangkuknya dan melihatku, “Kau pasti lapar kan? Sekarang sudah siang bolong seperti ini.”

Apakah dia seorang peramal?

“Kita makan berdua saja,” Ia bergerak dari tempat duduknya dan menepuk tempat ksosng di sebelahnya, “Sini.”

Aku, Kim Hyesa tidak pernah merasakan suasana seaneh makan berdua dengan seorang setan yang saking mengerikan harus dikeluarkan dari neraka dan diturunkan tepat di sebelahku dengan semangkuk spaghetti di tangannya.

Ia memutar garpunya dan menyodorkan gumpalan spaghetti besar ke arah mulutku.

“Makan.”

Aku hanya dapat memerhatikan gumpalan itu dengan bingung, “S-sunbae… ini terlalu besar aku tidak bisa.”

Jangan ada yang berfikir aneh – aneh.

Dengan cepat Kyuhyun langsung mengurangi banyaknya spaghetti itu, “Sekarang?”  Tanyanya sambil menyodorkan gumpalan baru yang lebih sedikit.

Aku membuka mulutku, menunggu rasa spaghetti yang akan mendominasi indra perasaku.

Tapi tidak pernah datang.

“Eh?” Aku membuka mataku untuk melihat Kyuhyun yang sedang asyik mengunyah spaghetti itu.

Ia menatapku. Walaupun ia tidak tersenyum aku tahu dia sedang memberikan ekspresi licik.

Karena takut, aku hanya duduk terdiam dan melihat bunga-bunga yang ditanam tidak jauh dari posisiku sekarang.

Rose, Lily, Sakura dan Tulip.

“Kasian, sini.”

Tangan Kyuhyun menarik daguku untuk menghadap kepadanya.

Aku takut ia dapat mendengar betapa kerasnya jantungku berdetak. Rasanya seperti tulang dadaku berusaha menahan hentakan tanpa henti.

“Seharusnya kita membagi, tapi sisa spaghettinya buat kau saja.”

Menghancurkan suasana.

Aku mengangguk, “G-gomawo sunbae..”

Ia meletakkan mangkuk itu di pangkuanku dan pergi dengan memberikan senyuman kecil.

Menurutku, dia jauh lebih tampan jika tersenyum.

Aku tidak menyadari bahwa dia hanya meninggalkan seuntai spaghetti untukku.

Betapa baik.

*~*~~*~*~~*~*~~*~*~*~*~~*~*

Suara jeritan terdengar menggema di gedung fakultas kedokteran.

Hyesa berlari ke dalam gedung itu dengan kecepatan yang dapat disaingkan dengan cheetah.

‘Pasti Hana. Tidak ada yang teriakannya setinggi dan sekeras itu…’

Saat berlari melewati lorong ada seseorang yang berlari ke arah yang berlawanan dengan kain hijau yang biasanya dipakai untuk orang yang dioperasi.

Brak!

“HYES~CHAN!!”

“NA~YA?”

Hyesa langsung menarik kain yang menutupi temannya itu, tetapi Hana tetap memegang kain itu dengan kuat.

“AKU TIDAK PAKAI BAJU!”

“APA?!”

“TEMANI AKU KE TOILET DULU!”

20  menit lewat, Hana akhirnya keluar dengan semua auratnya tertutup.

“Na~ya,” Hyesa menyapa, entah kenapa Hana terlihat sangat lemas, “Kenapa kau bisa ada di situasi seperti itu?”

Hana tidak langsung menjawab dan duduk diam, menenangkan diri.

Jangan-jangan…

“NA~YA MEREKA TIDAK MELAKUKAN APA APA KAN?!”

“Apa?”

“KITA HARUS MENGECEK, ADA BAGIAN YANG SAKIT TIDAK?”

“Hye~chan”

“PERUTMU TIDAK TERASA ANEH KAN? “

“HYE~CHAN! JANGAN BERFIKIR YADONG!!”

*~*~*~~*~*~*~*~~*

Ruangan kosong.

Tidak ada siapa-siapa kecuali kedua teman yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing.

Kyuhyun mengambil botol berisi cairan kental dan merah lalu meminumnya tanpa rasa jijik.

Donghae merasa ingin muntah, “Kyu, kau sudah minum 5 botol. Tahanlah sedikit, nanti kehabisan.”

Kyuhyun menjilat sisa-sisa cairan yang ada di pinggir bibirnya, “Fakultas kedokteran memiliki stock yang banyak, tenang saja.”

“Tapi tetap saja, hematlah sedikit.”

Kyuhyun tersenyum lebar, lebih tepatnya menyeringai,“Entah kenapa ada yang membuatku sangat lapar.”

Donghae membuka kausnya, dadanya yang bolong mengeluarkan cairan hijau-putih yang menjijikan, “Kau menakutkan kalau tersenyum, ada apa?” Tanyanya seraya melilitkan perban di dadanya.

“Aku menemukan sesuatu.”

Donghae menatap Kyuhyun dengan binar keingintahuan di matanya, “Apa?”

“Rahasia.” Kyuhyun tetap tersenyum. Menurut Donghae, ini merupakan rekor muri karena Kyuhyun dapat menahan senyuman itu sampai 7 detik, pas.

“Dasar pelit.”

“Kamu sendiri?” Tanya Kyuhyun yang sekarang telah kembali ke ekspresi bosannya.

“Eh?”

Kyuhyun menghela nafas, “Kau terlihat berbeda,” peminum darah itu tidak ingin melihat mata Donghae, “Seakan Jung Soohyun ada di sini.”

Donghae sempat diam tetapi kembali melanjutan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun.

“Maaf.”

“Jung Soohyun,” Ucap Donghae pelan, ia duduk di atas meja kelas dan melihat keluar jendela, “Kalau panas di luar pasti ia mengajakku berenang ke sungai di belakang rumah.”

Kyuhyun menaruh botolnya yang masih setengah penuh. Rasa laparnya seakan menghilang begitu saja.

“Musim panas seperti ini, pasti ada festival musim panas. Dia paling tidak suka kalau disuruh ke rumah hantu.”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Flashback

“Oppa! Aku tidak mau.”

“Ayolah, kan sama oppa, biar kamu tambah berani!”

Jung Soohyun menarik lengannya yang ditahan oleh Donghae, “Oppa! Aku bilang aku tidak mau!”

Donghae tertawa, “biaklah – baiklah kita ke wahana yang lain”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Sekilas bentuk tubuh seorang anak perempuan yang jongkok sambil teriak keras melintas di benak Donghae.

“AAAAAAAH!!!”

‘Mungkin teriakan Soohyun seperti itu jika aku membawanya ke rumah hantu.’ Pikirnya, matanya yang berbinar seolah berubah menjadi warna kelabu yang tidak memantulkan sinar cahaya.

“Aigoo…”

Kyuhyun menatap temannya dengan bingung, “Wae?”

Donghae kembali mengenakan bajunya, “Tidak, aku menemukan sesuatu juga.”

“Rahasia?”

Donghae tersenyum sedih.

“Iya.”

*~*~*~*~~*~*~*~*~*~~*~*

“Jadi intinya.. kau dikira seorang mayat percobaan?”

Hana yang sekarang duduk lemas di hadapan Hyesa mengangguk, “Ada office boy lewat dan melihatku tergeletak di lantai. Dia kira aku sudah mati jadi dia menaruhku di ruang percobaan dan melepas bajuku untuk memudahkan mahasiswa.”

Hyesa merinding, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Hana. Terjebak di antara mayat-mayat, telanjang dan siapa tahu jika ada makhluk-makhluk gaib yang lewat?

“Lagian, kenapa kau tergeletak di lantai?”

Muka Hana yang tadinya sepucat rembulan menjadi semerah tomat matang.

“Ada setan disini.”

Hyesa bergetar.

“Eh? S-setan?”

Hana langsung berdiri, ia menyadari sesuatu.

“TEMPAT INI TERKUTUK KIM HYESA! KITA HARUS KELUAR DARI GEDUNG DAN MELAKUKAN RITUAL PEMUJAAN!!”

“A-APA?! TERKUTUK?”

“PALLI! SEBELUM TERLAMBAT!”

Hana langsung memegang lengan Hyesa dan menariknya; menggeretnya lebih tepatnya, ke luar gedung.

“KITA MULAI RITUALNYA!”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae yang sedang melihat ke luar jendela bersama Kyuhyun bingung mengapa ada dua anak perempuan yang teriak-teriak, menyiramkan air dan bersujud-sujud di hadapan gedung fakultas kedokteran.

*~*~*~~*~*~*~*~*~*~*

Sabtu, jam 9.00, temui di smile cafe, ya sayang?

Ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh orang yang tidak diketahui.

Oh, ya ini sunbae-mu, Donghae   :)

Diulang, ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh Donghae malam itu.

Hana, yang tadinya tenang-tenang saja meminum jus orange-nya tiba-tiba tersedak.

Dia benar-benar serius ingin berkencan dengannya.

Hana menatap layar hp-nya dengan wajah serius, ada terlalu banyak hal yang janggal.

Tulisan yang sesedikit dan langsung to the point seperti itu, dia antara terburu-buru atau tidak ingin mengatakannya.

Kepribadiannya berbeda dengan itu, binaran kekanak-kanakan di matanya dan sifat dia yang berputar-putar satu titik saat menjelaskan. Dia bukan tipe yang akan menulis teks simple dan pendek.

Kedua, ada sesuatu yang aneh dengan kata ‘sayang’ di akhir sms pertamanya. Seakan terpaksa.

Ketiga, smiley face di akhir teksnya yang terlalu jauh jaraknya dengan kata terakhirnya, yakni namanya memungkinkan bahwa ia sebenarnya menulis lebih banyak dari itu.

Tentunya ini semua hanya prediksi dan perkiraan. Tidak ada yang pasti.

Hana membalasnya dengan ‘Iya sunbae, aku tidak akan terlambat :)

Perempuan itu menaruh hp-nya kembali di atas meja, “Kyuhyun, Donghae.” Sebutnya perlahan, “Aneh, aneh, aneh.”

Entah kenapa ia seperti pernah mendengar kedua nama itu, dan bukan karena nama mereka pasaran atau dari kenangan lama tetapi nama mereka seperti tertulis dalam dongeng lama.

Entah dongeng apa, tetapi ia pernah mendengar nama mereka disebut ketika matanya tertutup perlahan untuk tidur saat masih kecil.

“Na~ya, jangan melamun.”

Hyesa menepuk bahu temannya dan memberikan senyuman, “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

Hana mengambil hp-nya dan langsung memasukkannya ke kantong celananya, “Apa itu?”

Hyesa merogoh sakunya dan mengeluarkan gelang kecil berwarna silver dengan hiasan setengah hati, “Ini!”

Hana tersenyum lebar, “Kau masih menyimpannya?”

“Iya dong!” Hyesa tertawa, “Aku tidak akan pernah melupakan kenangan waktu kita di SMA!”

Hana mengangguk antusias, “Iya!”

“Nah, punya Na~ya dimana?”

Krik.

“Pasti Na~ya sudah menghilangkannya.”

Hana yang tadinya tersenyum sekarang panik, “A-aku padahal sudah mencoba menyimpannya dengan baik!!”

Hyesa menghela nafas, “Hm, pastinya.”

“Sumpah! A-aku benar-benar mencoba!”

“Mencoba tidak akan selalu berhasil, bukan?”

Hyesa mengeluarkan gelang lagi dari kantong ajaibnya, “Ini, “ ia menyodorkan barang itu ke Hana yang wajahnya masih panik, “Kau menjatuhkannya, untungnya aku temukan.”

“HUA! HYE~CHAN PENYELAMAT HIDUP!!”

“JANGAN TERIAK KITA SEDANG DI TEMPAT UMUM!”

Dalam keributan itu Hana masih dapat menyadari bahwa di gelang Hyesa ada guratan “Kyu”.

TBC

Forbidden Forest [1/?]

434737

 

Judul: Forbidden Forest

Author: Rahmania

Cast: Cho Kyuhyun, Han Sunggi, Jung Taek Woon, Amber Liu, Han Sang Hyuk, And Others

Genre: Fantasy, school life, Romance(?)

Rating: 12+

Annyeong bertemu lagi dengan author.kebetulan author sangat suka dengan anime-anime jepang, jadi  Ff ini terinspirasi dari Anime seperti, Hunter x Hunter, An No Exorcis, Swart Art Online, Dll. Terus lagi, ff ini banyak banget group Idol namja yang kumasukkan kedalam ff ini, yang pastinya utama uri Super Junior, trus Idol yang author yang lagi perhatiin uri VIXX, trus ada juga BTOB, SHINee, Dll. Sebelumnya author memang harus minta maaf kepada readers dengan semua ff author yang telah terpublis disini sebelumnya, karena alur yang kecepatan. Mungkin alur cerita kali ini juga akan kecepatan, tapi author berusaha untuk tidak membuat alur yang cepat. Mohon kritik dan saran sangat author perlukan untuk perbaikan kedepan. Gomawo.

Happy Reading

Akademi Kyunghee adalah sekolah yang memiliki 4 jenjang, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas, dan pendidikan yang setara dengan bangku kuliah. Akademi Kyunghee adalah akademi terbesar yang berada dikorea selatan. Selain itu, akademi Kyunghee memiliki sistem pendidikan untuk pengembangan kekuatan. Namun tidak semua siswa dapat mengikuti pendidikan itu, hanya yang memiliki bakat yang dapat mengikuti pendidikan. Pendidikan pengembangan kekuatan hanya dapat diikuti oleh 3 jenjang pendidikan, dasar, menengah dan atas.

Dalam pendidikan pengembangan kekuatan, jenjang pendidikan sekolah formal tidak digunakan. Mereka hanya tergantung tingkat kekuatan yang dimilikinya, dasar, menengah, dan atas. Banyak yang menganggap pendidikan formal dasar, yang mampu masuk pengembangan kekuatan kelas atas, dianggap monster. Tidak jarang mereka mampu mengalahkan siswa-siswa yang berada di kelas menengah dan bahkan didalam kelas atas. Semua tergantung dari cara untuk meningkatkan bakat kekuatan yang dimiliki.

Pendidikan biasa, dilakukan pada hari senin sampai jumat, dan Pendidikan pengembangan kekuatan dimulai setiap hari sabtu dan minggu. Bagi yang tidak ikut dalam kelas pengembangan kekuatan, dapat berlibur pada akhir pekan, sedangkan yang yang mengikuti kelas pengembangan kekuatan akan menghabiskan hari-harinya disekolah.

“ sebelum pelajaran berakhir, aku akan mendata jumlah siswa yang akan lulus dijenjangnya masing masing. Untuk pendidikan formal dasar, silahkan angkat tangan kalian dan sebutkan nama” ujar songsaengnim pengajar pendidikan pengembangan kekuatan kelas atas.

“ kim Daehan”

“ Han Sang Hyuk ” ujar anak kecil yang duduk disudut ruangan.

“Selanjutnya, untuk pendidikan formal menengah, sebutkan nama”

“ Min So Jin”

“ Yook Sung Jae”

“ Lee Hong Bin”

“ Jung Eun Bi”

“ Lee Taemin”

“…………”

“…………”

“Terakhir, untuk pendidikan formal atas, sebutkan nama” untuk pendidikan formal jauh lebih banyak dibanding kelas lain karena ini memang jenjang mereka.

“ Kim Won Shik, Ravi”

“ Lee Jae Hwan, Ken”

“ Kang Hyuna”

“ Lee Donghae”

“ Kim Hye Kyung”

“Kim Hee Chul”

“ Lee Sungmin”

“ Jung Jung Hee”

“ Amber Liu”

“ Kim Hye Ju”

“ Cha Hakyeol, N”

“ Seo Eunkwang”

“ Kim Jung In

“ Jung Taek Woon, Leo”

“ Han Sunggi”

“ Cho Kyuhyun”

“…..”

“….”

“ baiklah, dalam kelas ini semuanya ada 62 orang.” jelas Songsaengnim.

“ kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan. Tapi aku akan menjelaskannya lagi. Pertama, kalian perlu menyiapkan perlengkapan kalian selama kelas special akan diadakan. Yang kedua, tidak seperti tahun lalu, tahun ini kalian akan semua akan menginap diasrama yang telah disiapkan”

“ Sam, apa kami harus membagi kelompok seperti sunbae tahun lalu……??” tanya Eun Bi.

“ tentu. Karena dalam kelas ini terdapat 62 peserta, jadi akan terdiri dari 5 orang, dan 2 orang lebihnya akan bergabung dengan kelas sebelah”

“ kami yang membagi kelompok atau Sam yang akan melakukannya…..??”

“ aku yang akan melakukannya”

“dengar baik-baik. Tim satu Jung Eun Bi, Yook Sung Jae , Jung Jung Hee, Kim Hee Chul, Lee Hong Bin. Tim dua Cha Hak yeol, Kim Won Shik, Kim Hye Ju, Lee Donghae, Min Soo Jin. Tim tiga Lee Taemin, Lee Jae Hwan, Kang Hyuna, Kim Hye Kyung, Lee Sungmin. Tim empat Jung Taek Woon, Han Sunggi, Han Sang Hyuk, Cho Kyuhyun, dan Amber Liu. Tim enam,………..” Songsaengnim membagi tiap-tiap kelompok. “Dan untuk Seo Eunkwang dan Kim Jung In, aku akan menggabungkan kalian dengan Tim kelass sebelah”

“ ini tidak adil Sam, bagaimana bisa Sam menggabungkan ke empat monster itu dalam satu Tim…..??, mereka bisa mengalahkan kami kapan saja. setidaknya pisahkan mereka” ujar Hee Chul tidak terima dengan pembagian Tim.

“ untuk itu, aku sengaja menggabungkan mereka, melihat nilai mereka yang tinggi. selain itu, Membuat kalian lebih meningkatkan kekuatan kalian dan tidak bergantung pada mereka berempat. Bukankah kalian sekarang juga berada ditingkat yang sama, Atau kau tidak ingin ikut ujian kali ini….??”

“ kau beruntung Amber” itulah kata yang keluar dari mulut Hee Chul. More

Amor Cruenta

amor

Author            : Fatiha Dyahpuspa Ardianti

Title                : Amor Cruenta

Casts               : Jung Hyo Koo

                          Henry Lau

                          Cho Kyu Hyun

                          Other casts, find by yourself^^

Genre             : Angst, AU, Mystery

Length            : Chaptered on oneshoot, 64 pages Times New Roman-12-1,5-A4

Author’s note : Has been published at superjuniorfanfictiongallery.blogspot.com, please no plagiarism, no copying without any permission. Let’s interacts each other! Find me on Twitter @sjgyulau. Enjoy!

Added note    : Thanks to God, my parents who always support me, all of my partners, Super Junior as my inspiration, Tita Hwang as my cover model, thanks to everyone who will be Amor Cruenta’s readers, thank you!

Like a shadow, always follows its own

And I am your shadow, cruel shadow when anyone hurts you

It’s all about love and death on your one shadow, me
More

Sweet Cupcake [1/?]

[Chapter 1] Sweet Cupcake

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Kalian bisa berkunjung di wp Rien~!!! http://riechanieelf.wordpress.com ^^ di tunggu ne~!!!

Cast :

  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum
  • Cho Hyo Na (oc)

Genre : comedy, romance, sci-fi

Rated : T

Length : chapter

“Annyeong~ yuhhuu~~ Rien bawa FF lagi~!!! Dan, kali ini coba pake ide aneh~ yess, ide berasal saat Rien searcing gambar cupcake gitu?! >.< oh, ga penting sih sebenarnya searching kayak begituan, cuma Rien lagi pingin aja~?! XD *plak~! Eheheheh~ :D terus kepikiran deh buat FF ini… dan, tadaa… lahirlah ini FF gaje~!!! So, kalo gitu happy reading, ne~!!! ^^”

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T COPY~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

—Sweet Cupcake—

Gadis itu baru saja menutup pintu apartemen yang dia masuki, kedua tangannya tampak menjinjing bawaan yang cukup banyak di ikuti langkah kaki kecilnya yang mulai menelusuri setiap lekuk ruangan yang dapat di lihatnya. Dia terlihat tersenyum kemudian memerhatikan sebuah pigura di dekat sebuah vas bunga, di dalam pigura itu terlihat sosok pria berambut lurus hitam dengan kacamatanya juga ada sosoknya yang tersenyum amat manis di sana.
More

SIXTH SENSE [2/?]

Author             : Cambri Chloe

Tittle                : SIXTH SENSE (PART II)

Cast                 : Yoon Sae Rim Family, SJ Member, SMEnt Member

Other Cast       : Find by Yourself

Rate                 : Pengkhayal Sejati

Length            : In Chapter

 

Sebagian orang hidup untuk masa depan. Membuat mereka tidak punya waktu untuk masa kini. Mereka cenderung tidak tahu cara menikmati hidup. Hanya sedikit orang yang hidup untuk masa kini. Menikmatinya dan bersenang-bersenang. Orang di kelompok ini cenderung tidak punya pikiran panjang. Itulah penilaian orang-orang disekitar mereka. Sementara itu, tidak sedikit juga orang yang tidak bisa beranjak dari masa lalu. Membawa serta masa lalu mereka ke masa kini bahkan masa depan. Tentu saja dengan berbagai alasan yang seringkali sulit dipahami bagi yang tidak pernah merasakannya.

“Ya Tuhan… benarkah itu Super Junior? Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa sedekat ini melihat mereka” ujar Hee Rin sedikit tertahan menyadarkan Sae Rim untuk segera menyelesaikan kegiatannya. Memutar kepalanya menjadi 360 derajat sehingga kembali kepada tempat yang sesungguhnya. Dia melirik Hee Rin di sebelahnya sambil menghela napas. Sae Rim tidak seidiot itu untuk tidak mengenal Boy Band anyar se-Republik Korea Selatan itu. Bagaimana mungkin dia tidak tahu Super Junior jika sang adik Haerin setiap malam bahkan setiap ada kesempatan selalu menyetel chanel yang menayangkan wajah-wajah mempesona itu. Dan semoga tidak ada yang lupa bahwa Saerim adalah pengagum lelaki-lelaki tampan.

Saerim sedikit menegakkan badannya dan mengikuti kelima pengacara lain yang tiba-tiba berdiri. Ohhh ternyata kesepakatan antara SMEnt telah ditandatangani oleh sang CEO. Saerim yang ditunjuk selaku Ketua Tim oleh mereka akan menandatangani itu secara simbolik untuk melengkapi dokumentasi di kedua belah pihak. Dan dengan alasan Simbolik pula, Tim Pengacara berikut Pengacara Magang diminta untuk berfoto dengan CEO Lee dan para artis di ruangan itu. Memang sedikit berlebihan. Tapi itulah dunia Entertainment. Sesuatu yang berlebihan justru memberikan daya tarik sendiri. More

Snakes On The Plane {22/25}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV} 

19

Unexpected {Side Story: Sakura POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu POV}

21

Father’s Feeling {Side Story: Shindong POV}

 

Sakura

Tujuh tahun lalu, pertama kali aku bertemu dengannya, aku pikir ia perempuan yang menyenangkan. Meskipun ia terpilih sebagai Kapten, ia tak lantas menyombongkan diri. Ia malah terlihat segan dengan kami, Hiragawa bersaudara.

Empat tahun setelahnya, saat Hitoshi tewas, aku berpikir ia pembunuh. Ia membiarkan Hitoshi terbunuh di hadapannya. Ia menggunakan Hitoshi sebagai tameng.

Tapi semua itu salah.

Ku gigit bibir bawahku, menahan rasa ingin berteriak. Aku muak dengan diriku sendiri. Tiga tahun ku biarkan diriku tenggelam dalam dendam. Sesal kini membasahi jantungku.

Aku membuat Hitoshi sedih. Beberapa kali ia muncul dalam mimpi, raut wajahnya tampak sedih. Ia tak menyahutku ketika aku berteriak memanggilnya. Ia menjauh hingga aku tak mampu meraihnya.

Lamunanku buyar seketika bersamaan dengan gempa yang mendadak muncul. Bukan, ini bukan gempa. Tanah ini memberi sinyal peringatan untukku.

Mungkinkah?

Aku tak tahu siapa, tapi darah dari tatoku ini sudah cukup memberitahuku bahwa ada bahaya disini.

Aku hendak membalikkan Roboguardku ketika bayangan Donghae melintas dalam benakku. Untuk sesaat aku ragu.

Kau jauh lebih aman disini daripada kau bergabung dengan pasukan tempur

Lagi-lagi gempa. Sepertinya aku tak punya pilihan lain.

Maafkan aku, Donghae.

Aku tak bisa memenuhi janjiku padamu.

* * *

More

BLACK SUGAR

BlackSugarCube

 

BLACK SUGAR

 

Author: Rana Kim

Cast     : Lee Hyukjae
Han Yoora (OC)

Genre  : Fantasy, Romance

Length : Oneshot

Rating : PG-15

also published on my wp: queensarap.wordpress.com

 

Au.’s Note: holaaa ketemu lagi…dulu author pernah juga ngirim ke sini, duluuuu banget.. still remember ff First Love:Last Love? That’s mine… yeah waktu itu masi pake nickname kei_mcsilver… oh ya buat yg nanyain lanjutannya tuh ff bulukan, feel free to visit my wp yah… ada ff lain juga…

Ini ff oneshot author yg kedua… tp gak jamin juga ceritanya bagus apa gak…

Akhir kata, NO BASH NO PLAGIAT & DON’T FORGET TO RCL ya~~

——————————————————————————————————————–

Apa ini?

DEG DEG DEG

Tidak mungkin…

DEG DEG DEG DEG DEG

Oh yang benar saja.

DEG DEG DEG DEG DEG DEG

Aku, tak mungkin. Masa’ aku berdebar-debar? Pada orang itu? Kau pasti bercanda!!

—————————————————————————————————————

Aku mengurut pelipisku meski tak terasa pening. Hauuuh. Lama-lama aku bisa gila!

Coba kau bayangkan! Aku, berdebar-debar hanya karena dia menatapku dengan tajam? Ouh ini tak mungkin terjadi! Orang itu bahkan tak pernah berbicara lebih dari lima kata! Tak pernah membalas sapaan orang lain kecuali hanya membungkukkan badannya! Dia bahkan tidak tampan!! Arrrgh! Bagaimana bisa dia dijuluki ‘Black Sugar’ ? ‘ Terlihat buruk tapi manis dan gurih seperti gula hitam? ‘

Oh God! Ini benar-benar lelucon!

Dan, aku? Bagaimana mungkin jantungku jumpalitan hanya karena melihatnya sekilas? Tak bisa dipercaya!!

Oke. Kukira kalian pasti bertanya-tanya dari tadi. Siapa sih, orang yang kubicarakan? Kenapa aku terus saja menjelek-jelekkan orang itu–meski dia memang jelek betulan? Dan, siapa aku?

Hei. Masa’ kalian tak tahu aku? Kalian bahkan membungkuk dalam-dalam saat aku lewat. Namaku terkenal dan semua orang di Joseon tahu siapa aku.

Nah, sudah tahu?

Apa? Belum?

Kurang ajar! Kalian tak mengenali Tuan Puteri kalian sendiri? Kalian pasti sudah bosan hidup! More

{Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki’s POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura’s POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu’s POV}

21

 

1990, Kyushu..

“ Naomi!”

Suara tembakan tadi benar-benar di luar dugaan. Aku tak mengira mereka akan berhasil menembus kekai milik Naomi.

Aku berlari menaiki tangga, melompati beberapa mayat—astaga, sebanyak inikah penyusup yang datang?

Naomi, kumohon tetap selamat.

“ Naomi!”

Pintu kamar Sayuri terbuka, darah tergenang tepat di depannya. Jantungku seolah diremas saat itu juga.

Tidak, jangan malaikat kecilku

“ Naomi!”

Di dalam, Naomi bersimpuh sambil memeluk tubuh Sayuri, sementara Hitoshi tergeletak di sampingnya. Aku menghampirinya, memeriksa keadaan Hitoshi. Jantungnya masih berdetak namun lambat.

“ Donghee…”

Naomi terisak saat memanggilku. Piyamanya berlumuran darah, tapi itu bukan darahnya. Sayuri terkulai lemas dalam pelukannya. Itu artinya—

“ Maafkan aku,”

Aku tak sanggup berkata apapun.

Sayuri, putri kecilku.

“ Tak ada pilihan lain,”

Usai berkata demikian, seberkas cahaya muncul di antara Naomi dan Sayuri. Aku tak perlu berpikir untuk mengingat cahaya apa itu, karena aku sudah pernah melihatnya beberapa kali.

“ Naomi, jangan!”

Naomi menahanku. Ia serius. Tangan kirinya memegang tangan kananku, air mata menggenangi pelupuk matanya.

“ Hanya ini satu-satunya cara, Donghee,”

“ Tapi…”

“ Dengarkan aku,” Naomi mengeratkan pegangannya, “ Jangan beritahu Sayuri ataupun Hitoshi. Dan bawa mereka pergi sejauh mungkin,”

Naomi menatapku, senyum manis terukir di wajahnya. Perlahan, aku mendengar suara tarikan napas. Aku bersiap untuk detik berikutnya.

“ Aku mencintaimu, Donghee,”

Kalimat terakhir yang terucap olehnya sebelum ia jatuh ke pelukanku. Wajahnya tampak bahagia.

Naomi….

“ Aku juga mencintaimu, Naomi,”
More

One More Chance

aimeeonemorechance

 

Title: One More Chance

Author: Aimee [meialviani/maiaaiko]

Rate: Teen [T]

Genre: Romance | Sad | (little bit) Fantasy

Length: Oneshoot

Cast: Cho Kyuhyun | Park Ji-Yeon [OC] | other…

Warning:

– I don’t hate a silent reader, but please don’t do any plagiarism of my post here.

– I know that my story is so plain, not good, or other, but please dont bash. if you wanna give me a critic, please do that in a good way :)

– If you don’t like the plot or the cast or other please close your tabs because i write what i like :)

thank you so much bboness art for the poster^^ really love it♥

“One More Chance”

A Story By Aimee’s World

Ada sebuah mitos yang mengatakan, bahwa jika pada suatu titik, kau benar-benar memohon pada  para penduduk langit untuk mengabulkan permintaanmu, tidak peduli jika kau harus kehilangan nyawa dari ragamu, maka seorang Cravia akan datang untuk mengabulkannya. Ia akan berbisik padamu dengan lembut, memberikan sebuah penawaran yang hanya bisa diterima oleh orang-orang gila. Dan perlu kau ketahui, bahwa cinta bisa membuatmu gila.

Story begin… Someday in the third season of the year; Autumn.

***

Ji Yeon menggerak-gerakkan kepalanya riang. Kuncir kudanya bergerak ke kanan dan kiri mengikuti arah kepalanya. Daun-daun musim gugur yang jatuh mengenainya tidak pernah benar-benar ia hiraukan. Gadis manis itu duduk di sebuah bangku taman. Bibirnya yang tipis terlihat menggumamkan lirik-lirik lagu yang melintas di kepalanya. Tangannya tergerak untuk membuka sebuah bingkisan berisi hotteok yang baru dibelinya sebelum datang ke taman ini.

“Hai,” sapa seseorang pada gadis itu. Ji Yeon menoleh dan tersenyum dengan ramah, ia mempersilahkan seorang pria berperawakan tinggi itu untuk duduk di sampingnya.

“Kau Ji Yeon, kan?” tanya pria itu.

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Ji Yeon sambil mengunyah hotteoknya.

“Tentu saja. Aku kekasihmu, bagaimana mungkin aku melupakan namamu,” jawab pria itu dengan santai. Tangannya tergerak untuk menopang kepalanya yang sedang mendongak keatas, memandang langit sore yang penuh dengan semburat jingga.

Ji Yeon terkekeh geli, “mana mungkin kau kekasihku. Aku sama sekali tidak mengenalmu,”

“Kau melupakanku entah mengapa dan aku begitu maklum karena hal itu. Tapi, saat ini aku sedang malas sekali untuk menjelaskan siapa dirimu dan bagaimana latar belakangmu. Jadi bisakah kau diam saja dan percaya padaku?” tanya pria itu. Ji Yeon menggeleng lemah.

“Bagaimana jika seandainya kau adalah orang jahat yang sedang memanfaatkan keadaanku saat ini?” tuding Ji Yeon penuh curiga. Pria itu bergerak maju, menatap manik mata Ji Yeon dengan sungguh-sungguh. Ji Yeon menahan nafasnya, detak jantungnya benar-benar diluar kendali. Gadis itu merasa bahwa ia pernah mencintai pria dihadapannya ini sedalam ia merasakannya sekarang. Ia merasakan sebuah de javu yang membuat kepalanya sedikit pening saat memikirkannya.

“Aku bahkan bisa mendengar detak jantungmu, Ji Yeon-ssi,” goda pria itu. Pipi Ji Yeon bersemu merah, ia mencoba menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Namun, pria itu tak mengijinkannya. Ia menggenggam tangan Ji Yeon dengan begitu erat.

“Masih tak percaya padaku?” tanya pria itu. Ji Yeon menatapnya ragu-ragu. Dengan sekali gerakan, pria dengan senyum yang begitu manis itu mendekap Ji Yeon dengan rapat. Ji Yeon merasa hangat, rasa ini benar-benar membuatnya yakin bahwa ia sedang jatuh cinta pada pria di hadapannya ini. More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,767 other followers