Call My Name

japan mag 10

 

 

 

Title    : Call My Name

Scriptwriter   : Cherry Hee

Main Cast      : Kangin (Super Junior), Youngji (OC)     

Support Cast : Leeteuk (Super Junior), Jongwoon (Super Junior)        

Genre  : Romance

Duration         : Oneshot

Rating : PG15

Summary :

Itu kau.

yang masih seindah kita terakhir bertemu,

yang memanggil namaku semerdu nada lagu..

 

 

 

Kangin dapat mengubah seribu satu lirik menjadi nada bermelodi dengan pianonya. Ia terlahir untuk itu. Sejak kecil kemampuan menangkap bunyi-bunyiannya diasah sampai peka. Sekarang ia bekerja sebagai penulis lirik-lirik duka maupun gembira. Lalu menjadikannya satu lagu berirama. Kangin senang akan pekerjaannya. Ia mencintainya, secinta ia pada kehidupannya.

Pagi itu tidak seperti jadwal-jadwal hari biasa, Kangin sudah bersiap dengan kemeja putih berlapis jas hitam. Rambutnya yang sehitam arang sedikit mengilap setelah dioles jel. Sambil bercermin, ia mendapati sosok bayangan di depannya terlihat muram.

Tidak ada yang salah dengan undangan reuni hari itu. Dia senang bisa bertemu wajah-wajah teman lama. Hanya saja, ia terlalu pengecut bertatap muka dengan satu wajah yang dulu mengisi hari-harinya seperti pelangi. Wajah yang dulu sering mendatanginya dalam mimpi.

Apa dia semanis dulu? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah bersuami dan berapa anaknya? Di mana ia tinggal? Apa di rumah suaminya?

Dan Kangin menyadari, ia belum siap mendengar apapun tentang gadis itu.

Sambil menghela napas keras, Kangin mengeratkan jas dan meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu banyak berpikir. Memangnya sejak kapan ia jadi lelaki melankolis yang suka mengenang masa lalu. Ia bukan jenis orang yang ingin memutar waktu. Tidak ada yang perlu kembali. Patah hatinya cukup sekali. Jika ada yang ia sesali, mungkin dia hanya ingin meminta maaf pada gadis-gadis yang dulu pernah ia kencani. Salah satunya, gadis yang nanti ia temui. More

Marry Me… (Happy Wedding) [14/?]

Title : Marry Me… (Happy Wedding) Part 14

Author : Nyonya Cho

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Rating : PG 16

Genre : Romance, family, sad, angst, happy/sad ending.

Length : Chapter

Warning! : DILARANG meng-COPY KESELURUHAN dan SEBAGIAN TULISAN ini untuk KEPENTINGAN APAPUN karena saya tidak meng-IZINKANNYA karena saya anggap itu PLAGIAT.

Ini hanya ff, dilarang melakukan pernikahan kontrak hahaha

Ps : Dengan rajinnya aku posting ff semoga kalian tambah rajin komen di blog.

 

Sebelumnya…

Author POV

Sesungguhnya pagi ini Lee Donghae ingin sarapan di rumah Kyuhyun karena sudah merindukan masakan buatan SangRi, karna sudah lama sekali sejak pasangan itu kembali tinggal dirumah besar keluarga Cho ia tidak pernah mencicipi masakan adiknya. Ia sedikit menambahkan alasan pekerjaan agar Kyuhyun tidak tersinggung dengan kedatangannya –Donghae selalu mencium gelagat yang tidak mengenangkan jika dirinya terlalu akrab dengan SangRi.

Baru sampai beberapa meter tiba di pintu gerbang rumah Kyuhyun ia melihat mobil SangRi keluar dari sana diikuti dengan mobil Kyuhyun dibelakangnya. Lantas Donghae berinisiatif untuk mengikutinya, dirasa janggal jika suami istri tidak berangkat bersama dengan mobil yang sama jika tujuannya sama menuju kantor.

Oppa, kau ada dimana? Bisakah kau membantuku?

Pesan singkat itu SangRi tujukan pada Lee Donghae setelah menghabiskan 1 jam perbincangan dengan Kyuhyun diruangannya. Pria berencana untuk sarapan di sebuah kafe dekat kantor.

Perjalanan ke kantor. Apa kau mendapat masalah?

Mobilku mogok. Bisakah Oppa membantuku.. More

[Season 3] Spring In Memory [3/3]

Season 3

 

[Season 3] Spring In Memory (Part 3/End)
By. Lauditta Marchia T
Main Cast : Cho Kyuhyun & Kang Min Kyung (OC)
Support Cast : Choi Siwon, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Song Hyori (OC), Song Hyena (OC) & Hyun Bi Hyul (OC)
Genre : Commedy, Romance
Note : Season sengaja dikemas dalam commedy romance yang ringan. Jadi serial Season dimulai dari Season 1 s.d. Season 4, kemungkinan kalian tidak akan menemukan konflik yg berat. Mohon untuk tidak melakukan tindakan PLAGIAT!
***

“Sudah gelap, kau tak pulang?”
Hyena memandangi Min Kyung yang terlihat serius mengerjakan tugas sekolah.
“Kau sedang mengusirku?” Min Kyung balik bertanya. “Bagaimana dengan dia?” ia menunjuk Bi Hyul.
“Meskipun dia tak pulang selama setahun, satu-satunya yang akan rusuh adalah Donghae Oppa,” ujar Hyori
“Aku belum ingin pulang,” jawab Min Kyung.
Ia teringat jika di rumah pasti akan bertemu dengan Kyuhyun dan yang lebih menyesakkan dada Min Kyung bahwa ayah dan ibunya sedang bepergian ke luar kota, dan betapa entengnya mereka menitipkan Min Kyung pada Kyuhyun. Seolah mereka tak khawatir dengan keselamatan anak gadisnya yang dibiarkan tinggal bersama seorang pria di bawah atap yang sama—tanpa pengawasan siapa pun. Mengerikan sekali.
Min Kyung menggigit bibir bawahnya, rasanya ingin memporak-porandakan apapun yang bisa dihancurkan. Gadis itu tak perduli ketika ketiga sahabatnya tampak sibuk merundingkan sesuatu.
“Bagaimana jika kita ke Volume?”
Min Kyung seketika menoleh pada Bi Hyul.
“Volume? Aku tak ingin ke tempat itu,” tolak Min Kyung mentah-mentah.
“Ayolah, sudah berapa lama kita tak bersenang-senang?” bujuk Hyena.
“Kita?” Min Kyung, Bi Hyul dan Hyori mempertanyakan kata ‘kita’ yang keluar dari mulut Hyena.
Pasalnya, dulu sebelum Hyena berpenampilan normal, setiap kali mereka ke tempat tersebut bersama Hyena selalu berakhir dengan kericuhan pengunjung yang melihat sosok mirip arwah gentayangan di tengah keramaian.
“Seingatku, terakhir kali kau menginjakkan kaki di Volume sekitar dua tahun lalu. Jangan menghabiskan hidupmu dengan belajar, bersenang-senang juga sangat diperlukan,” Bi Hyul memberikan nasehat berharganya pada Min Kyung.
Min Kyung memang sangat susah diajak ke tempat-tempat hiburan malam seperti itu. Di antara keempat orang itu, Min Kyung satu-satunya yang berperilaku paling sopan (jika tak sedang marah), ia memiliki tata krama yang baik jadi ia selalu menolak ajakan ketiga sahabatnya karena lebih memilih menghabiskan waktu dengan belajar.
“Kau tak ingin ikut?” tanya Hyori. “Baiklah, kau bisa pulang saja,” ujarnya lagi. More

SECRET [6/?]

SECRET [Part 6]

Author: Shin Hyeonmi

Lee Hyukjae | Shin Hyeonmi | Gabriel | Park Sojin | Kim Jongwoon

Chapter | PG-17 | Romance

Rating: General

Tag: Lee Hyukjae, , Eunhyuk, Yesung, Kim Jongwoon, Kim Jong Woon, Super Junior, Superjunior

 

Note: I just hope readers will like this. Thanks for reading it (: And, I’ve published this before on my personal blog ( http://eunhaewife.wordpress.com/ ) Visit me if you have times^^ Happy reading^^

 

 

Two weeks later

 

Yesung memasukkan surat yang baru saja selasai ia tulis ke dalam sebuah amplop cokelat kecil dan segera memasukka amplop tersebut ke dalam tasnya. Surat pengunduran dirinya dari pekerjaan sebagai pengacara publik.

Pada akhirnya inilah jalan yang ia pilih, ketika permintaan pindah tugasnya oleh sang ketua ditolak pria itu memilih untuk mundur dari pekerjaannya sebagai pengacara publik. Ia sudah mantap pada keputusannya untuk segera pergi menjauh dari Sojin, daripada terus menerus melihat gadis itu dari dekat hanya akan menambag rasa sakit di hatinya.

Ting Tong.. Ting Tong..

Sesaat pria itu menoleh ke pintu utama apartemennya kemudian mengernyitkan dahinya sejenak, befikir siapakah orang yang akan datang bertamu sepagi ini ke apartemennya? Soji tentu saja tidak mungkin, ia sangat ingat jika pagi ini Sojin memiliki jadwal persidangan.

Diletakkannya amplop berisikan surat pengunduran dirinya tersebut sebelum kemudian ia berjalan ke depan, membukakan pintu untuk orang yang datang ke rumahnya tersebut. Sejenak sebelum membukakan pintu, pria itu berhenti tepat di depan layar intercom apartemennya, melihat siapa sosok yang berdiri di depan pintu apartemennya.

Ryeon? Kim Ryeon? Tumben sekali adiknya ini datang berkunjung ke apartemennya. Selama ini adiknya tersebut sangat jarang datang berkunjung ke apartemennya, karena sehari-hari mereka bahkan sudah bertemu di cafe. More

FATE [1/?]

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 1

Genre   : Romance, Comedy, Mystery, Fantasy

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

‘15 menit. Seharusnya Hana sudah selesai sekarang.’

Hyesa melihat jam tangannya untuk ke-seribu kalinya, ‘Kalau begini kita akan telat’ pikirnya, tas yang dia genggam erat terasa semakin berat di lengannya yang sudah lelah.

Gubrak!

Hyesa hampir teriak mendengar suara mirip dengan jatuhnya bom atom yang tiba tiba terdengar. Hyesa memutar kepalanya 180 derajat dengan cepat, ia melihat ada badan tergeletak di bawah tangga.

“NA ~ YAA!!” Teriaknya, sambil berlari ke arahnya.

Hyesa menjongkok dan menggoyangkan tubuh temannya yang menjadi korban tangga, ‘Apakah dia sudah mati?’

Korban itu tiba tiba terbangun dengan kecepatan kilat, “HYE~ CHAN! KITA AKAN TELAT, PALLI!”

“NA ~ YA KENINGMU BERDARAH!”

“AH? GAK SAKIT KOK! CEPATLAH KITA AKAN KENA MARAH!”

“PAKAI SESUATU UNTUK MENUTUPINYA! AKU ADA SESUATUI!!”

Dan pagi yang ribut pun berlangsung dengan lancar.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(KYUHYUN POV)

“Donghae, apa yang kamu lakukan?”

Orang yang dipanggil melihatku dengan senyum bodoh, “Kita harus menyambut anak-anak baru dengan meriah!”, dia meneruskan pekerjaannya.

“Aku tidak mau memakainya.”

Donghae tidak menghiraukanku dan dengan semangat terus menulis dan menghias dengan spidolnya.

“Harus,” Katanya, “Kalau tidak, semua anak-anak baru akan beranggapan kamu itu seorang iblis dari neraka jahanam.”

Dia menyodorkan name tag yang telah ia buat sepenuh hati, ada gambar unicorn, hati pink dan tulisan namaku dengan titik-titik hiasan perempuan.

Terkadang aku kasihan melihatnya.

Jadi aku memakainya dan keluar dari ruangan staff.

*~*~*~*~**~*~**~~*~*~*~*~***~*~*~*~~*~*

Mahasiswa baru terlihat seperti cendol di lapangan yang panas. Mengerikan, mereka semua telah berbaris dengan rapih. Bagaimana caranya memarahi mereka jika mereka semua sedisiplin ini.

Kyuhyun menghela nafas, ‘Gerbang harus kututup, tidak ada orang lagi.’

Dan saat itu juga seperti angin badai, datanglah dua anak berlari ke arah sang senior.

“YAK!! JANGAN DITUTUP DULU SUNBAE!” Anak yang berambut panjang teriak sekuat tenaga, mukanya merah terkena terik matahari.

‘Ah, korban pertama.’

“Hei,” Tegur Kyuhyun saat mereka sudah dekat, “Apa kalian tidak tahu sekarang jam berapa? Ha?!”

Dua mahasiswi baru itu terlihat seperti tikus kecebur got, basah oleh keringat dan ketakutan. Salah satunya malah menggunakan dasi diikat di kepalanya, ‘Apa-apaan mereka?’ Pikir Kyuhyun yang terus menatap mereka dengan wajah datar.

Perempuan yang terlihat seolah mabuk itu melihat ke arah dada Kyuhyun dan menunjuk, “Kyu…hyun?”

Kesalahan kedua.

“Jadi kau memanggil namaku? Tidak diajari kesopanan oleh ibumu ya?”

Perempuan yang berambut panjang langsung menatap temannya dan menyenggol lengannya, matanya seolah mengatakan ‘Jangan!’

“Siapa nama kalian?”, tanya Kyuhyun.

Yang berambut panjang dengan malu menjawab, “K-Kim Hyesa imnida sunbae.” Ia membungkuk dan tidak ingin menatap mata seniornya.

‘Sayang sekali,’ Kyuhyun berkata dalam hati dengan senyum tipis, ‘Dia lucu.’

“Kamu?”

Perempuan yang aneh dengan dasi di kepalanya melihatku dan membungkuk, “Hana… desu…”

“Mwo?”

Hana tersadar dan ketawa kecil, “Maksudku, Hana imnida!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“Teman-teman kalian ini telat!” Eunhyuk teriak di lapangan dihadapan mahasiswa baru yang ketakutan.

Hyesa menunduk dan membaca doa-doa dengan khusyuk karena telah terihat bodoh pada hari pertama. ‘Lain kali aku harus membangunkan Hana dengan air dingin!’. Hyesa hanya berharap Hana – yang sedang berdiri di sebelahnya, tidak melakukan hal yang bodoh di hadapan umum.

Doa Hyesa tidak terkabulkan karena Hana sedang menggumam lagu dan menggerak gerakkan tangannya sesuai irama. Tentu Hana sedang merasa takut tetapi Hyesa tahu temannya sedang mengalihkan perhatiannya.

“Touch my body~” Terdengar dari mulut Hana, dan muka Hyesa langsung memerah. ‘Tidak bisakah dia menyanyikan lagu lain?!’

Salah satu sunbae yang sedang berdiri di dekat Eunhyuk yang berceramah menyadari nyanyian Hana dan sorotan matanya menuju kedua anak itu.

Hyesa dan Hana tidak mengetahui apa yang akan menjadi akibat perbuatan iseng mereka (Hyesa juga ikut bernyanyi pada akhirnya)

“EUNHYUK, MEREKA BERNYANYI!”

Eunhyuk langsung memutar badannya dan menatap mereka dengan sinis. Di dalam benaknya muncul sebuah ide.

“Jadi kalian berani bernyanyi saat sedang dihukum?” Tanyanya dengan lembut.

Hyesa dan Hana tidak menjawab dan hanya berdiri terdiam menyembunyikan wajah.

“JAWAB SAAT KALIAN DITANYA!” Teriak Donghae dari arah yang berlawanan.

Hyesa, dengan mata yang berair langsung membungkuk, “Mianhe sunbae!!” Ia menutup matanya dengan erat, tidak lagi memerdulikan jika Hana membungkuk atau tidak.

“Mianhe!” ia mendengar Hana berkata.

Eunhyuk tersenyum dan mengangkat wajah Hana yang sedang setengah membungkuk.

“Dasi ini… dipakai untuk apa sayang?”

Hyesa melihat Hana bergetar saat ingin menjawab, “A-aku jatuh dari tangga dan tidak ada perban, sunbae…”

Eunhyuk mengelus kepala Hana dan untuk sesaat kedua korban merasa aman.

Plak!

Saat mengelus kepala Hana, Eunhyuk menjitaknya. “Lain kali jangan ceroboh.” tegurnya dengan dingin.

Darah dari jidat Hana kembali mengalir dan Hyesa menahan diri untuk tidak mencoba membenarkan dasi yang diikat di kepalanya.

“Sebagai hukuman, kalian akan dipertanggungjawabkan atas pekerjaan teman teman kalian, saat mereka salah, kalian dipersalahkan. Arraseo?!”

*~*~*~~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~

Hari kedua.

“Lihat, SISTAR lewat!”

“Waah… Touch My body~”

Hyesa membuang muka untuk menyembunyikan rasa malunya. Berbeda dengan Hana yang tersenyum atau ketawa dan menari.

‘Yak. Benar benar hari yang sial’ batin Hyesa saat melihat beberapa teman mereka memakai atribut yang salah.

Senior dengan radius 1 meter mendekat.

“YAK! SALAH ATRIBUT LAGI? DIMANA WAKIL KALIAN?”

Hyesa mencoba menahan Hana agar ia tidak lari menjauh lagi (Terakhir kali mereka melakukan itu, ketahuan oleh Kyuhyun dan mereka dimarahi keras sekali. Butuh 2 jam untuk menenangkan Hyesa yang menangis)

“Haa.. parah, bagaimana sih? Begini saja sudah salah –salah, apalagi nanti saat resmi menjadi mahasiswa di sini!” Senior mereka membentak.

Ia menyodorkan satu kertas yang berisi tabel kosong, “Ige! Kalian harus meminta name tag senior yang dibuat oleh Donghae.”

Hyesa mengerutkan dahinya, “Yang dibuat Donghae…?” Tanyanya dengan halus.

Senior mereka merasa kasihan dan mendekat ke kuping Hyesa, “Kalian pasti akan menyadari perbedaan name tag, itu saja yang akan kubocorkan.”

Senior lain mendekat dari lorong, Hyesa langsung didorong jauh dan ditinggalkan begitu saja dengan Hana yang masih berusaha kabur.

“Hye~chan… A-ada dia…”

Hyesa dengan nyalinya melihat ke arah senior itu.

Kyuhyun.

Seketika wajah Hyesa menjadi pucat pasi, “Na~ya aku tidak bisa gerak, aku takut…”

“Kalian.” Panggil jelmaan setan itu.

Sial.

“Ne sunbae?” Hana menjawab, kini gilirannya untuk menjaga Hyesa agar tidak mati di tempat.

“Apakah kalian tidak ada kerjaan lain?” Auranya membentuk awan hitam yang mengelilingi tubuh mereka, seakan petir akan menyambar kapan saja.

Hana baru saja ingin menjawab saat ia menyadari name tag Kyuhyun yang sebegitu unik.

“NAME TAG DONGHAE!” Teriaknya, tidak menyadari kesalahan yang fatal yang telah ia lakukan.

Petir telah menyambar.

Kyuhyun memeberi kedua anak tatapan sinis yang cukup untuk membuat Hana dan Hyesa membungkuk dan minta maaf sepuluh kali berturut-turut.

“Kalian ingin name tag-ku?”

Kedua teman saling bertatapan.

‘Beneran?’

‘Aku takut, tidak bisa senior lain apa?’

“Cepatlah.”

Hyesa mengangguk. Matanya melihat kesana kemari, kemanapun yang pastinya bukan mata Kyuhyun.

Kyuhyun menghela, ‘Anak ini terlalu malu, harus kupacu.’

“Kau,” Kyuhyun menunjuk Hana, “Pergilah, cari senior lain,” Ia memfokuskan dirinya pada Hyesa, “Dan kau, belikan aku spaghetti dan temui aku di halaman belakang.”

Tanpa basa-basi lebih lanjut Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan kedua anak yang terpaku diam sesaat.

“Aku tidak ingin menemuinya…”

“Hye~chan,” Hana menepuk bahu temannya, “Ganbatte.”

Hana pergi meninggalkan temannya yang lebih ingin bunuh diri daripada mebelikan spaghetti dan beranjak ke halaman belakang.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(HANA POV)

Aneh, lorong ini sepi sekali.

Hampa, dan sangat gelap. Padahal di luar matahari bersinar seperti spotlight di atas kepala kita.

Mungkin karena ini gedung fakultas kedokteran. Ada beberapa cerita hantu yang mengelilingi gedung ini.

Aku benci hantu.

Hantu wanita yang bermulut sobek, Hanako, Hantu toilet… Masuk ke obake yashiki saja aku harus dibujuk mati-matian.

Nippon telah membuatku trauma.

Karena itu aku berjalan sambil memegang dinding di dekatku selambat siput.

Ada bunyi cakaran kuku.

2 detik kemudian aku dalam posisi jongkok di lantai dengan kedua tanganku menutupi kuping dan aku telah meneriakkan isi paru-paruku.

“Hei.”

Setan.

“AAAAAAAAAAAAHH!!!”

Setan itu menyentuh bahuku, “Hei, kau payah sekali ya. Bunyi bangku yang digeser saja sudah teriak-teriak.”

Aku melihat wajah setan itu.

Tidak. Lebih tepatnya malaikat itu.

“T-Tampan sekali…” aku tidak sengaja berkata.

“Ha?” Senior itu tertawa lalu menatapku dengan senyum yang menggoda, “Aku memang tampan.”

Tuhan izinkan aku mati disini dengan tenang.

“S-sunbae disini untuk apa?”

Bodoh, seharusnya aku merangkai kata-kataku dahulu. Aku merasa bersalah saat dia menatapku dengan aneh, sungguh tidak sopan.

“Aku?” Dia berfikir sebentar, “Aku hanya menyukai bau darah.”

Aku tahu itu hanya sebuah candaan. Tetapi entah kenapa terasa seksi sekali saat dia mengatakannya sampai aku kehabisan nafas. Berbahaya berada di dekatnya.

Aku menyadari name tag yang ia pakai, ada gambar muka iron-man dan bintang-bintang kecil mengelilingi namanya, ‘Donghae’.

Sepertinya dia menyadari tatapanku karena ia langsung memegang name tagnya dan menariknya sampai copot.

“Ini?” Ia menyodorkan kertas name-tagnya, “Kamu mencari ini kan?”

Aku nyaris bersujud syukur.

Terimakasih tuhan telah menurunkan malaikat di hadapanku.

Saat aku ingin mengambilnya, Donghae menariknya kembali dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya, “Tapi ada syaratnya.”

Tidak jadi sujud syukur.

Aku hanya dapat menghela nafas, ‘Pasti aneh-aneh lagi…’ pikirku. Tentulah ia tidak akan memberiku name-tagnya dengan begitu saja. Aku hanya dapat berharap yang ia inginkan hanya spaghetti.

“Aku sekarang ini lagi jomblo…” Dia menyeringai, putih giginya mengalihkan duniaku.

“Aku sudah lama tidak berkencan dengan  seseorang,” Matanya berbinar, “Jadi…”

Aku tidak sanggup, aku tahu apa yang akan dia katakan.

“Kau harus berkencan denganku.”

Dunia berasa berputar lebih cepat. Yang aku lihat hanya wajahnya yang semakin mendekat, mendekati sisi kanan wajahku.

Mari kita panjatkan doa ke Tuhan Yang Maha Esa.

Cup!

Kakiku seolah tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhku, padahal aku sudah diet ketat 2 bulan yang lalu.

“Sampai ketemu lagi minggu depan! Lokasi dan waktunya kukasih tau lewat sms ya Hana!”

Dia langsung meninggalkanku yang saat ini merasa seperti ingin meledak.

Saat dia benar-benar menghilang, semuanya menjadi hitam.

Aku saja tidak menyadari bahwa dia mengetahui namaku tetapi aku tidak pernah memperkenalkan diri.

*~*~*~~*~**~~*~*~*~*~*~*~*~*

Tanganku bergetar membawa satu mangkuk spaghetti spesial untuk senior tercinta.

Kyuhyun. Betapa mengerikan dirinya.

Aku sengaja melambatkan irama jalanku. Rasanya seperti satu detik tetapi aku sudah sampai di halaman belakang.

Dimana iblis itu?

Aku melihat sebuah lengan di belakang pohon, mungkin itu dia.

Aku mendekat perlahan-lahan. Tebakanku betul, ternyata Kyuhyun sedang tertidur dengan earphone di telinganya.

Dia tidak menyeramkan sama sekali. Malah ia terlihat lucu.

Saking lucunya aku mengulurkan tanganku untuk mencoba menyentuh pipinya.

Baru saja aku ingin menyntuhnya saat matanya langsung terbuka dan ia terlihat seperti anjing labrador siap untuk memangsa.

“Hei. Apa yang kau lakukan?”

Aku menarik tanganku secepat mungkin dan menyodorkan mangkuk spaghetti yang masih hangat untuknya.

“I-Ini sunbae!”

Kyuhyun melihatnya, tangannya tidak ia ulurkan untuk mengambilnya.

“Sayangnya aku sudah tidak lapar,” Katanya dengan nada bosan, “Tetapi aku tidak boleh membuangnya begitu saja.”

Ah… benar-benar sia sia membelikan spaghetti ini untuknya… padahal aku lapar, seharusnya ini untukku saja.

Ia mengambil mangkuknya dan melihatku, “Kau pasti lapar kan? Sekarang sudah siang bolong seperti ini.”

Apakah dia seorang peramal?

“Kita makan berdua saja,” Ia bergerak dari tempat duduknya dan menepuk tempat ksosng di sebelahnya, “Sini.”

Aku, Kim Hyesa tidak pernah merasakan suasana seaneh makan berdua dengan seorang setan yang saking mengerikan harus dikeluarkan dari neraka dan diturunkan tepat di sebelahku dengan semangkuk spaghetti di tangannya.

Ia memutar garpunya dan menyodorkan gumpalan spaghetti besar ke arah mulutku.

“Makan.”

Aku hanya dapat memerhatikan gumpalan itu dengan bingung, “S-sunbae… ini terlalu besar aku tidak bisa.”

Jangan ada yang berfikir aneh – aneh.

Dengan cepat Kyuhyun langsung mengurangi banyaknya spaghetti itu, “Sekarang?”  Tanyanya sambil menyodorkan gumpalan baru yang lebih sedikit.

Aku membuka mulutku, menunggu rasa spaghetti yang akan mendominasi indra perasaku.

Tapi tidak pernah datang.

“Eh?” Aku membuka mataku untuk melihat Kyuhyun yang sedang asyik mengunyah spaghetti itu.

Ia menatapku. Walaupun ia tidak tersenyum aku tahu dia sedang memberikan ekspresi licik.

Karena takut, aku hanya duduk terdiam dan melihat bunga-bunga yang ditanam tidak jauh dari posisiku sekarang.

Rose, Lily, Sakura dan Tulip.

“Kasian, sini.”

Tangan Kyuhyun menarik daguku untuk menghadap kepadanya.

Aku takut ia dapat mendengar betapa kerasnya jantungku berdetak. Rasanya seperti tulang dadaku berusaha menahan hentakan tanpa henti.

“Seharusnya kita membagi, tapi sisa spaghettinya buat kau saja.”

Menghancurkan suasana.

Aku mengangguk, “G-gomawo sunbae..”

Ia meletakkan mangkuk itu di pangkuanku dan pergi dengan memberikan senyuman kecil.

Menurutku, dia jauh lebih tampan jika tersenyum.

Aku tidak menyadari bahwa dia hanya meninggalkan seuntai spaghetti untukku.

Betapa baik.

*~*~~*~*~~*~*~~*~*~*~*~~*~*

Suara jeritan terdengar menggema di gedung fakultas kedokteran.

Hyesa berlari ke dalam gedung itu dengan kecepatan yang dapat disaingkan dengan cheetah.

‘Pasti Hana. Tidak ada yang teriakannya setinggi dan sekeras itu…’

Saat berlari melewati lorong ada seseorang yang berlari ke arah yang berlawanan dengan kain hijau yang biasanya dipakai untuk orang yang dioperasi.

Brak!

“HYES~CHAN!!”

“NA~YA?”

Hyesa langsung menarik kain yang menutupi temannya itu, tetapi Hana tetap memegang kain itu dengan kuat.

“AKU TIDAK PAKAI BAJU!”

“APA?!”

“TEMANI AKU KE TOILET DULU!”

20  menit lewat, Hana akhirnya keluar dengan semua auratnya tertutup.

“Na~ya,” Hyesa menyapa, entah kenapa Hana terlihat sangat lemas, “Kenapa kau bisa ada di situasi seperti itu?”

Hana tidak langsung menjawab dan duduk diam, menenangkan diri.

Jangan-jangan…

“NA~YA MEREKA TIDAK MELAKUKAN APA APA KAN?!”

“Apa?”

“KITA HARUS MENGECEK, ADA BAGIAN YANG SAKIT TIDAK?”

“Hye~chan”

“PERUTMU TIDAK TERASA ANEH KAN? “

“HYE~CHAN! JANGAN BERFIKIR YADONG!!”

*~*~*~~*~*~*~*~~*

Ruangan kosong.

Tidak ada siapa-siapa kecuali kedua teman yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing.

Kyuhyun mengambil botol berisi cairan kental dan merah lalu meminumnya tanpa rasa jijik.

Donghae merasa ingin muntah, “Kyu, kau sudah minum 5 botol. Tahanlah sedikit, nanti kehabisan.”

Kyuhyun menjilat sisa-sisa cairan yang ada di pinggir bibirnya, “Fakultas kedokteran memiliki stock yang banyak, tenang saja.”

“Tapi tetap saja, hematlah sedikit.”

Kyuhyun tersenyum lebar, lebih tepatnya menyeringai,“Entah kenapa ada yang membuatku sangat lapar.”

Donghae membuka kausnya, dadanya yang bolong mengeluarkan cairan hijau-putih yang menjijikan, “Kau menakutkan kalau tersenyum, ada apa?” Tanyanya seraya melilitkan perban di dadanya.

“Aku menemukan sesuatu.”

Donghae menatap Kyuhyun dengan binar keingintahuan di matanya, “Apa?”

“Rahasia.” Kyuhyun tetap tersenyum. Menurut Donghae, ini merupakan rekor muri karena Kyuhyun dapat menahan senyuman itu sampai 7 detik, pas.

“Dasar pelit.”

“Kamu sendiri?” Tanya Kyuhyun yang sekarang telah kembali ke ekspresi bosannya.

“Eh?”

Kyuhyun menghela nafas, “Kau terlihat berbeda,” peminum darah itu tidak ingin melihat mata Donghae, “Seakan Jung Soohyun ada di sini.”

Donghae sempat diam tetapi kembali melanjutan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun.

“Maaf.”

“Jung Soohyun,” Ucap Donghae pelan, ia duduk di atas meja kelas dan melihat keluar jendela, “Kalau panas di luar pasti ia mengajakku berenang ke sungai di belakang rumah.”

Kyuhyun menaruh botolnya yang masih setengah penuh. Rasa laparnya seakan menghilang begitu saja.

“Musim panas seperti ini, pasti ada festival musim panas. Dia paling tidak suka kalau disuruh ke rumah hantu.”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Flashback

“Oppa! Aku tidak mau.”

“Ayolah, kan sama oppa, biar kamu tambah berani!”

Jung Soohyun menarik lengannya yang ditahan oleh Donghae, “Oppa! Aku bilang aku tidak mau!”

Donghae tertawa, “biaklah – baiklah kita ke wahana yang lain”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Sekilas bentuk tubuh seorang anak perempuan yang jongkok sambil teriak keras melintas di benak Donghae.

“AAAAAAAH!!!”

‘Mungkin teriakan Soohyun seperti itu jika aku membawanya ke rumah hantu.’ Pikirnya, matanya yang berbinar seolah berubah menjadi warna kelabu yang tidak memantulkan sinar cahaya.

“Aigoo…”

Kyuhyun menatap temannya dengan bingung, “Wae?”

Donghae kembali mengenakan bajunya, “Tidak, aku menemukan sesuatu juga.”

“Rahasia?”

Donghae tersenyum sedih.

“Iya.”

*~*~*~*~~*~*~*~*~*~~*~*

“Jadi intinya.. kau dikira seorang mayat percobaan?”

Hana yang sekarang duduk lemas di hadapan Hyesa mengangguk, “Ada office boy lewat dan melihatku tergeletak di lantai. Dia kira aku sudah mati jadi dia menaruhku di ruang percobaan dan melepas bajuku untuk memudahkan mahasiswa.”

Hyesa merinding, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Hana. Terjebak di antara mayat-mayat, telanjang dan siapa tahu jika ada makhluk-makhluk gaib yang lewat?

“Lagian, kenapa kau tergeletak di lantai?”

Muka Hana yang tadinya sepucat rembulan menjadi semerah tomat matang.

“Ada setan disini.”

Hyesa bergetar.

“Eh? S-setan?”

Hana langsung berdiri, ia menyadari sesuatu.

“TEMPAT INI TERKUTUK KIM HYESA! KITA HARUS KELUAR DARI GEDUNG DAN MELAKUKAN RITUAL PEMUJAAN!!”

“A-APA?! TERKUTUK?”

“PALLI! SEBELUM TERLAMBAT!”

Hana langsung memegang lengan Hyesa dan menariknya; menggeretnya lebih tepatnya, ke luar gedung.

“KITA MULAI RITUALNYA!”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae yang sedang melihat ke luar jendela bersama Kyuhyun bingung mengapa ada dua anak perempuan yang teriak-teriak, menyiramkan air dan bersujud-sujud di hadapan gedung fakultas kedokteran.

*~*~*~~*~*~*~*~*~*~*

Sabtu, jam 9.00, temui di smile cafe, ya sayang?

Ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh orang yang tidak diketahui.

Oh, ya ini sunbae-mu, Donghae   :)

Diulang, ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh Donghae malam itu.

Hana, yang tadinya tenang-tenang saja meminum jus orange-nya tiba-tiba tersedak.

Dia benar-benar serius ingin berkencan dengannya.

Hana menatap layar hp-nya dengan wajah serius, ada terlalu banyak hal yang janggal.

Tulisan yang sesedikit dan langsung to the point seperti itu, dia antara terburu-buru atau tidak ingin mengatakannya.

Kepribadiannya berbeda dengan itu, binaran kekanak-kanakan di matanya dan sifat dia yang berputar-putar satu titik saat menjelaskan. Dia bukan tipe yang akan menulis teks simple dan pendek.

Kedua, ada sesuatu yang aneh dengan kata ‘sayang’ di akhir sms pertamanya. Seakan terpaksa.

Ketiga, smiley face di akhir teksnya yang terlalu jauh jaraknya dengan kata terakhirnya, yakni namanya memungkinkan bahwa ia sebenarnya menulis lebih banyak dari itu.

Tentunya ini semua hanya prediksi dan perkiraan. Tidak ada yang pasti.

Hana membalasnya dengan ‘Iya sunbae, aku tidak akan terlambat :)

Perempuan itu menaruh hp-nya kembali di atas meja, “Kyuhyun, Donghae.” Sebutnya perlahan, “Aneh, aneh, aneh.”

Entah kenapa ia seperti pernah mendengar kedua nama itu, dan bukan karena nama mereka pasaran atau dari kenangan lama tetapi nama mereka seperti tertulis dalam dongeng lama.

Entah dongeng apa, tetapi ia pernah mendengar nama mereka disebut ketika matanya tertutup perlahan untuk tidur saat masih kecil.

“Na~ya, jangan melamun.”

Hyesa menepuk bahu temannya dan memberikan senyuman, “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

Hana mengambil hp-nya dan langsung memasukkannya ke kantong celananya, “Apa itu?”

Hyesa merogoh sakunya dan mengeluarkan gelang kecil berwarna silver dengan hiasan setengah hati, “Ini!”

Hana tersenyum lebar, “Kau masih menyimpannya?”

“Iya dong!” Hyesa tertawa, “Aku tidak akan pernah melupakan kenangan waktu kita di SMA!”

Hana mengangguk antusias, “Iya!”

“Nah, punya Na~ya dimana?”

Krik.

“Pasti Na~ya sudah menghilangkannya.”

Hana yang tadinya tersenyum sekarang panik, “A-aku padahal sudah mencoba menyimpannya dengan baik!!”

Hyesa menghela nafas, “Hm, pastinya.”

“Sumpah! A-aku benar-benar mencoba!”

“Mencoba tidak akan selalu berhasil, bukan?”

Hyesa mengeluarkan gelang lagi dari kantong ajaibnya, “Ini, “ ia menyodorkan barang itu ke Hana yang wajahnya masih panik, “Kau menjatuhkannya, untungnya aku temukan.”

“HUA! HYE~CHAN PENYELAMAT HIDUP!!”

“JANGAN TERIAK KITA SEDANG DI TEMPAT UMUM!”

Dalam keributan itu Hana masih dapat menyadari bahwa di gelang Hyesa ada guratan “Kyu”.

TBC

Butterfly

FF Butterfly

 

Nama                : Olivia Lovelyna

Title                  :Butterfly
Genre               :Romance
Author              :Gloria8926
Facebook         : Olivia Lovelyna
Twitter              :@HarumiKazama
Cast                 :
-Cho Kyuhyun
-Han Jina
Length              : Oneshot
Rating                : T
Note                 :

Annyeong Haseyo,untuk pertama kali aku mengirim ff ke blog ini.aku harap chingudeul suka ceritanya  dan mianhae kalau ada typo ne ^_^

 
Untuk pertama kalinya aku merasakan apa yang namanya jatuh cinta itu.rasanya setiap saat jantungku berdegup kencang dan aku selalu memikirkannya.jatuh cinta adalah hal yang wajar karena kita adalah manusia normal.

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan musim semi.selama liburan,aku hanya menghabiskan waktuku bersama kakakku Han Jae Won.sebentar saja aku tak melihatnya,rasanya aku  hampir gila.aku sangat mencintai dirinya.

Namaku Jina,lebih tepatnya Han Jina.aku anak kedua dari dua bersaudara.aku punya satu orang kakak laki-laki yang bernama Han Jae Won.aku bersekolah di Seoul International High School,sedangkan kakakku kuliah di Japanese International University.kedua orang tua kami sudah tidak ada.ayah kami Han Seng Won pergi meninggalkan kami beserta ibu,sementara ibu kami Goo Nara telah meninggal dunia akibat dibunuh oleh mafia.

 

 

Setiap saat,aku selalu teringat kejadian dimana aku dan kakakku Jae Won sangat terpuruk.bahkan kakakku mengikuti latihaan taekwondo untuk membunuh mafia yang telah membunuh ibu dan meminta pertanggung jawaban ayah akibat kematian ibu. More

Night Talk

Night Talk

With Super Junior’s Donghae & OC

.

.

.

More

Call My Name [1/?]

1389163418898

 

Judul: Call My Name 1

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Park Ji Rin (OC)
  • Lee Dong hae (Super Junior)
  • Kim Chae Rin (OC)
  • Kim Young Woon (Super Junior)

Author : OctciKyu

Genre :Married Life, Sad, Romance, Friendship

Length : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Dong Hae, and Kim Young Woon as himself. OC belong to my imagination character.

 

Halooo Readers,

Happy Reading J

 

“Setidaknya ajari aku bagaimana untuk memiliki kekuatan ketika kehilangan itu datang”

 

Suara lonceng Gereja terdengar nyaring memenuhi seluruh sudut Gereja dan  bagian luar Gereja. Sesaat setelah itu terdengar nyanyian rohani yang menggema dan bersukacita. Sukacita setiap orang yang bernyanyi karena akan mengikuti kebaktian pernikahan dua anak manusia, pernikahan sacral yang membawa dua sejoli itu untuk menempuh hidup baru. Dua anak manusia yang akan dipersatukan dalam ikatan kasih kehidupan rumah tangga.

Pintu Gereja terbuka, menampilkan seorang pria paruh baya yang sedang menggandeng seorang gadis cantik di sebelah kirinya. Membawa gadis  itu berjalan menuju altar Gereja, membawanya kepada seorang pria yang berdiri menunggu di altar. Sang gadis berjalan dengan langkah yang begitu pasti menatap ke depan, menatap sang Pendeta dan senyum tipis yang tersungging di bibirnya. Jantungnya berdegu kencang, menatap seorang pria di depan altar. Sang gadis merasa bahwa kali ini perjalanan menuju altar begitu sangat jauh, dan merasakan bahwa kakinya terasa lemas ketika sang ayah memberikan tangan gadis itu pada pria tampan itu.

Pria tampan itu menerima tangan sang gadis dengan penuh ketegangan dan timbul rasa takut dalam dirinya. Dia mencoba untuk tetap bersikap tenang sampai prosesi pemberkatan berlangsung.Memberi senyum dan menampilkan wajah yang begitu tenang terpancar dari wajahnya. Segera proses pemberkatan berlangsung dan kedua anak manusia itu mengucapkan janji pernikahan. Saling menyematkan cincin pada jari manis mereka, dan meninggalkan kecupan di dahi. Segera setelah prosesi pemberkatan, air mata sang gadis meluncur dengan indahnya. Air mata yang mewakili perasaannya saat ini, tetapi wajahnya tetap terhias dengan senyuman yang cantik. More

Forbidden Forest [1/?]

434737

 

Judul: Forbidden Forest

Author: Rahmania

Cast: Cho Kyuhyun, Han Sunggi, Jung Taek Woon, Amber Liu, Han Sang Hyuk, And Others

Genre: Fantasy, school life, Romance(?)

Rating: 12+

Annyeong bertemu lagi dengan author.kebetulan author sangat suka dengan anime-anime jepang, jadi  Ff ini terinspirasi dari Anime seperti, Hunter x Hunter, An No Exorcis, Swart Art Online, Dll. Terus lagi, ff ini banyak banget group Idol namja yang kumasukkan kedalam ff ini, yang pastinya utama uri Super Junior, trus Idol yang author yang lagi perhatiin uri VIXX, trus ada juga BTOB, SHINee, Dll. Sebelumnya author memang harus minta maaf kepada readers dengan semua ff author yang telah terpublis disini sebelumnya, karena alur yang kecepatan. Mungkin alur cerita kali ini juga akan kecepatan, tapi author berusaha untuk tidak membuat alur yang cepat. Mohon kritik dan saran sangat author perlukan untuk perbaikan kedepan. Gomawo.

Happy Reading

Akademi Kyunghee adalah sekolah yang memiliki 4 jenjang, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas, dan pendidikan yang setara dengan bangku kuliah. Akademi Kyunghee adalah akademi terbesar yang berada dikorea selatan. Selain itu, akademi Kyunghee memiliki sistem pendidikan untuk pengembangan kekuatan. Namun tidak semua siswa dapat mengikuti pendidikan itu, hanya yang memiliki bakat yang dapat mengikuti pendidikan. Pendidikan pengembangan kekuatan hanya dapat diikuti oleh 3 jenjang pendidikan, dasar, menengah dan atas.

Dalam pendidikan pengembangan kekuatan, jenjang pendidikan sekolah formal tidak digunakan. Mereka hanya tergantung tingkat kekuatan yang dimilikinya, dasar, menengah, dan atas. Banyak yang menganggap pendidikan formal dasar, yang mampu masuk pengembangan kekuatan kelas atas, dianggap monster. Tidak jarang mereka mampu mengalahkan siswa-siswa yang berada di kelas menengah dan bahkan didalam kelas atas. Semua tergantung dari cara untuk meningkatkan bakat kekuatan yang dimiliki.

Pendidikan biasa, dilakukan pada hari senin sampai jumat, dan Pendidikan pengembangan kekuatan dimulai setiap hari sabtu dan minggu. Bagi yang tidak ikut dalam kelas pengembangan kekuatan, dapat berlibur pada akhir pekan, sedangkan yang yang mengikuti kelas pengembangan kekuatan akan menghabiskan hari-harinya disekolah.

“ sebelum pelajaran berakhir, aku akan mendata jumlah siswa yang akan lulus dijenjangnya masing masing. Untuk pendidikan formal dasar, silahkan angkat tangan kalian dan sebutkan nama” ujar songsaengnim pengajar pendidikan pengembangan kekuatan kelas atas.

“ kim Daehan”

“ Han Sang Hyuk ” ujar anak kecil yang duduk disudut ruangan.

“Selanjutnya, untuk pendidikan formal menengah, sebutkan nama”

“ Min So Jin”

“ Yook Sung Jae”

“ Lee Hong Bin”

“ Jung Eun Bi”

“ Lee Taemin”

“…………”

“…………”

“Terakhir, untuk pendidikan formal atas, sebutkan nama” untuk pendidikan formal jauh lebih banyak dibanding kelas lain karena ini memang jenjang mereka.

“ Kim Won Shik, Ravi”

“ Lee Jae Hwan, Ken”

“ Kang Hyuna”

“ Lee Donghae”

“ Kim Hye Kyung”

“Kim Hee Chul”

“ Lee Sungmin”

“ Jung Jung Hee”

“ Amber Liu”

“ Kim Hye Ju”

“ Cha Hakyeol, N”

“ Seo Eunkwang”

“ Kim Jung In

“ Jung Taek Woon, Leo”

“ Han Sunggi”

“ Cho Kyuhyun”

“…..”

“….”

“ baiklah, dalam kelas ini semuanya ada 62 orang.” jelas Songsaengnim.

“ kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan. Tapi aku akan menjelaskannya lagi. Pertama, kalian perlu menyiapkan perlengkapan kalian selama kelas special akan diadakan. Yang kedua, tidak seperti tahun lalu, tahun ini kalian akan semua akan menginap diasrama yang telah disiapkan”

“ Sam, apa kami harus membagi kelompok seperti sunbae tahun lalu……??” tanya Eun Bi.

“ tentu. Karena dalam kelas ini terdapat 62 peserta, jadi akan terdiri dari 5 orang, dan 2 orang lebihnya akan bergabung dengan kelas sebelah”

“ kami yang membagi kelompok atau Sam yang akan melakukannya…..??”

“ aku yang akan melakukannya”

“dengar baik-baik. Tim satu Jung Eun Bi, Yook Sung Jae , Jung Jung Hee, Kim Hee Chul, Lee Hong Bin. Tim dua Cha Hak yeol, Kim Won Shik, Kim Hye Ju, Lee Donghae, Min Soo Jin. Tim tiga Lee Taemin, Lee Jae Hwan, Kang Hyuna, Kim Hye Kyung, Lee Sungmin. Tim empat Jung Taek Woon, Han Sunggi, Han Sang Hyuk, Cho Kyuhyun, dan Amber Liu. Tim enam,………..” Songsaengnim membagi tiap-tiap kelompok. “Dan untuk Seo Eunkwang dan Kim Jung In, aku akan menggabungkan kalian dengan Tim kelass sebelah”

“ ini tidak adil Sam, bagaimana bisa Sam menggabungkan ke empat monster itu dalam satu Tim…..??, mereka bisa mengalahkan kami kapan saja. setidaknya pisahkan mereka” ujar Hee Chul tidak terima dengan pembagian Tim.

“ untuk itu, aku sengaja menggabungkan mereka, melihat nilai mereka yang tinggi. selain itu, Membuat kalian lebih meningkatkan kekuatan kalian dan tidak bergantung pada mereka berempat. Bukankah kalian sekarang juga berada ditingkat yang sama, Atau kau tidak ingin ikut ujian kali ini….??”

“ kau beruntung Amber” itulah kata yang keluar dari mulut Hee Chul. More

Second Wife (Between Love and Guilty) [1/?]

Second Wife (Between Love and Guilty) –Scene 1

Author             : hyehoonssi

Genre              :  Romance, Married Life, Sad

Rating             : PG-15

Length             : Chapter

Disclaimer       : pernah dipublish di elsagyu.wordpress.com

Main Cast/Pairing : Cho Kyuhyun, Cho Hye Hoon (OC) , Lee Donghae, Ahn Cheonsa (OC)

 

-Prolog-

 

Masuk ke rumah itu…..atau tidak?

Tiga puluh menit berlalu, dan lelaki itu masih berkutat dengan pikirannya tentang pintu kokoh yang terletak di hadapannya itu. Dia berjalan mondar-mandir tak tentu arah, dengan kakinya yang dihentak-hentakkan ke lantai untuk menyuarakan rasa frustasinya. Untung saja matahari baru muncul malu-malu, kalau tidak, dia pasti akan menjadi topik menarik dari pejalan kaki yang berlalu-lalang di sekitar komplek.

Akhirnya, dia mulai menyingkirkan kegelisahannya setelah beberapa lama bercakap dengan mata batinnya sendiri. Tangannya yang gemetar meraih bel yang sedari tadi ditatapnya penuh minat itu sekali, kemudian kembali menjauhkan sentuhannya dari tombol itu dengan meletakkan tangannya yang berulah tadi di samping tubuhnya.

Pintu itu pun terbuka.

Jantungnya melompat kencang, mengantisipasi sosok yang akan ditemuinya. Namun, seseorang lain muncul sehingga setidaknya beberapa detik ini namja itu bisa bernafas lega.

“Kyuhyun~ah…”, sebut wanita berusia paruh baya itu dengan ekspresi kaget yang kentara.

Tentu saja Ahjumma yang dikenalnya akrab itu terkejut melihat dirinya kembali hadir di depan rumah megah ini. Pasalnya, setahun terakhir dia tak pernah berani melewati pagar rumah itu untuk sekedar menyapa penghuninya. Hanya berani mengamati figur yang kini akan ditemuinya itu dibalik kaca mobilnya yang hitam, hanya sekedar memastikan gadis itu baik-baik saja.

 

Imo, siapa yang datang pagi-pagi begini? Jika dia seorang penguntit gila yang ingin membeberkan privasi-ku, cepat usir di…..a”

 

Suara bening yang datang tiba-tiba itu seketika melemah ketika melihat sosok Kyuhyun yang berdiri tegap di balik pintu depan rumah gadis yang baru saja menyelesaikan kegiatan rutin pagi harinya. Seketika gadis cantik yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah itu kehilangan fokus dengan membiarkan handuknya terjuntai ke lantai. Mata yeoja itu meredup. Kakinya bahkan hanya bisa berdiri lemas di ujung tangga, tak mampu untuk sekedar berbalik atau malah menghampiri seseorang yang tak pernah muncul dihadapannya setelah membuat hatinya hancur lebur itu.

 

Lee Ahjumma yang mengerti akan situasinya, segera menghindar dari tempatnya berada. Walaupun sebenarnya hatinya merasa berat ketika mengetahui bahwa Nona-nya bertemu lagi dengan lelaki yang telah membuat hidup gadis itu hancur setahun belakangan ini kembali muncul, yang tentu akan merasa gadis yang dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri ini merasa semakin tersiksa karenanya. More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,760 other followers