Flown Away

been-in-love

.

Written By: IJaggys | English-Ficlet

.

I know I don’t love her anymore.

.

.

More

London’s Calling

london

.

Written By IJaggys

.

.

“Mom taught me to not take shit from anyone. Dad taught me how to punch. With the right person in my life, those skills are less important.”

.

.

.
More

Runaway To Nashville

nashville_greetings-close

 

Written By: IJaggys & Slovesw 

Previous Chapters.

.

.

.

“That was so sweet. I think I threw up in my mouth a bit.”

.

.

More

[Donghae’s Day] Believe

donghae-ceci-feb-2013-05

Disaat kau bersamanya, kau takut dia tak merasa nyaman berada didekatmu.

Disaat kau bersamanya, kau takut dia akan terluka atas semua perbuatanmu.

Disaat semua keraguan itu menyentuh relung hatimu, maka kepercayaanlah satu-satunya hal yang kau butuhkan.
More

[Eunhae’s Day] Falling In Love

eunhae__spao_by_eunhaeisloved-d48mbv0

Falling In Love

 

Author : Sherinda RS

Cast : Lee Hyuk Jae

Kwon Sunjoo

Lee Donghae

Genre : Comedy, Romance, and Sadness

Rating : PG 13

 

Eunhyuk POV

Pagi yang cerah di Seoul. Tapi, sayang tidak secerah hatiku saat ini. Aku terduduk lesu di kursi sofa di dalam dorm. Seminggu ke depan, Super Junior free. Tapi, itu tidak berarti apa apa bagiku. Aku terlalu sedih dan risau untuk menikmati cuaca Seoul pagi ini.
More

[Eunhae’s Day] Lee

827907892

Tittle          : Lee

Author         : Nara Kim

Main Cast    : Kim Nara

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Kim Yesung

Genre          : Romantic, Comedy, Friendship.

Lenght         : Oneshoot

 

***
More

Complicated Mission [1/2]

complicatedmission

Title : Complicated Mission (1/2)

Author : seijurossi (@chantyolk)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Park Seena (OC)

Other Cast : Lee Donghae, Eunhyuk, Eli Kim, Raena (OC), Minchan (OC)

Genre : Romance, Humor, School-Life

Length : Two-Shot

Rating : PG-15

A/N : published in my own WP before http://hellosillo.wordpress.com

ENJOY!

You have 1 mission. Mind to accomplished it?


More

Triangle Story [1/?]

NAMA : heewah
JUDUL CERITA : triangle story
TAG (TOKOH/CAST) : cho kyuhyun, lee donghae, oc
GENRE : romance, drama

RATING : pg-13
LENGTH : chapter

CATATAN AUTHOR (BILA PERLU): cerita ini juga di publish di blog pribadiku.. dan semoga kalian suka, happy reading..

 

Triangle story

Part 1

Chae Kyeong’s Heart

*

 

Pria ini menghentikkan langkahku yang setengah berlari takut tertinggal kereta. Aku tidak mengerti mengapa ia ingin berkenalan denganku. Karena aku yakin saat ini tampilanku sangat buruk rupa. Lantas aku menduga ah, mungkin karena aku buruk rupa maka ia penasaran. Aku mendongak menatap memastikan jika wajahnya memang benar-benar tampan.

Ya, dia memang tampan.

“Namaku Cho Kyuhyun!” dia menyodorkan tangannya.

“Namaku Shin Chae Kyeong!” aku balas menjabatnya.

“Kau hendak kemana, Shin Chae Kyeong-shi?”

“Aku akan ke tempat yang banyak orang tahu, tapi tak semua orang punya ataupun merasakan.”

“Ada tempat seperti itu? apa namanya?”

“Rumah.”

Dia tertawa. Tawanya renyah.

“Rumahmu? Kau pulang kampung?” aku bahkan tak tahu jika aku pernah pulang kampung atau tidak seperti kebanyakan hal yang orang lakukan. Aku menggeleng pelan. Tak kunjung mendengar jawabanku, ia menaikkan satu alisnya. Membuat raut tanya.

“Rumah itu disini.” Kataku dengan menyentuh dadanya. Ia sedikit terkejut dengan perbuatanku, mungkin aku yang sedikit lancang. Orang asing yang kurang sopan santun pasti pikirnya demikian.

Ia dengan segera mengambil langkah mundur. Aku tersenyum dan berlalu dari hadapannya. Setidaknya pasti ia takkan lagi, merecokiku. More

The Coronation [After Story] [2/?]

THE CORONATION

 

Nama : Kim Parker
Judul Cerita : The Coronation [After Story Part 2]
Tag : Lee Inhyun (OC), Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Jongwoon
Genre : Romance, Family, Royal Family
Rating : 17+
Length : Multi chapter
Catatan Author : This is my answer for my beloved readers. Happy reading!
Enjoy! Leave your comments, please. Thank you *deepbow
The previous stories :
https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/10/22/the-coronation-after-story-1/
THE CORONATION [After Story Part 2]
“Nyonya, kondisi negeri Korea sedang sangat tidak stabil. Situasi istana benar-benar genting karena ketegangan Pangeran Lee Sungmin dengan Pangeran Lee Donghae.”
Wang Ruina bisa merasakan gejolak dalam hati putranya yang tinggal beratus-ratus mil jauhnya. Bagaimanapun Wang Ruina adalah seorang ibu. Ia mampu merasakan apa yang tidak terjangkau oleh logika.
“Dapatkah kau mengetahui dimana lokasi bulan madu Tuan Putri Lee Inhyun untukku? Aku perlu menemuinya untuk meredam situasi ini.”
oOo
“Tidak banyak orang yang kenal dekat dengan mendiang ibuku sebelumnya, Menteri Kim.”kata Lee Donghae sopan.
“Yang Mulia Permaisuri Jin Jihyun adalah putri senior saya. Saya mengenal Yang Mulia Permaisuri sebagai teman sekelas adik bungsu saya.”
“Ya. Itulah mengapa Ibunda Permaisuri sangat mempercayaimu, Menteri Kim. Jika aku membutuhkan kesetiaanmu, apakah kau akan memberikannya?”
“Yang Mulia Pangeran, kesetiaan saya adalah untuk negeri dan istana ini.”
“Menteri Kim, ada hal yang ingin aku ketahui darimu tentang Ibunda Permaisuri. Apakah kau bersedia membantuku?”
Menteri Pertahanan Kim, tidak tahu sudah berapa kali merasa terkejut hari ini. Undangan minum teh dari Pangeran Lee Donghae saja sudah membuatnya amat heran. Dan ketika Sang Pangeran mengutarakan tujuan sebenarnya, ia benar-benar terguncang. Sebuah nama terucap. Sebuah nama yang selalu diingat oleh seseorang yang bersinggungan dengan istana. Ya. Menteri Kim sangat tahu siapa yang dimaksud oleh Pangeran Lee Donghae.
Kisah lama pun kembali terkuak hari ini. More

FATE [1/?]

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 1

Genre   : Romance, Comedy, Mystery, Fantasy

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

‘15 menit. Seharusnya Hana sudah selesai sekarang.’

Hyesa melihat jam tangannya untuk ke-seribu kalinya, ‘Kalau begini kita akan telat’ pikirnya, tas yang dia genggam erat terasa semakin berat di lengannya yang sudah lelah.

Gubrak!

Hyesa hampir teriak mendengar suara mirip dengan jatuhnya bom atom yang tiba tiba terdengar. Hyesa memutar kepalanya 180 derajat dengan cepat, ia melihat ada badan tergeletak di bawah tangga.

“NA ~ YAA!!” Teriaknya, sambil berlari ke arahnya.

Hyesa menjongkok dan menggoyangkan tubuh temannya yang menjadi korban tangga, ‘Apakah dia sudah mati?’

Korban itu tiba tiba terbangun dengan kecepatan kilat, “HYE~ CHAN! KITA AKAN TELAT, PALLI!”

“NA ~ YA KENINGMU BERDARAH!”

“AH? GAK SAKIT KOK! CEPATLAH KITA AKAN KENA MARAH!”

“PAKAI SESUATU UNTUK MENUTUPINYA! AKU ADA SESUATUI!!”

Dan pagi yang ribut pun berlangsung dengan lancar.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(KYUHYUN POV)

“Donghae, apa yang kamu lakukan?”

Orang yang dipanggil melihatku dengan senyum bodoh, “Kita harus menyambut anak-anak baru dengan meriah!”, dia meneruskan pekerjaannya.

“Aku tidak mau memakainya.”

Donghae tidak menghiraukanku dan dengan semangat terus menulis dan menghias dengan spidolnya.

“Harus,” Katanya, “Kalau tidak, semua anak-anak baru akan beranggapan kamu itu seorang iblis dari neraka jahanam.”

Dia menyodorkan name tag yang telah ia buat sepenuh hati, ada gambar unicorn, hati pink dan tulisan namaku dengan titik-titik hiasan perempuan.

Terkadang aku kasihan melihatnya.

Jadi aku memakainya dan keluar dari ruangan staff.

*~*~*~*~**~*~**~~*~*~*~*~***~*~*~*~~*~*

Mahasiswa baru terlihat seperti cendol di lapangan yang panas. Mengerikan, mereka semua telah berbaris dengan rapih. Bagaimana caranya memarahi mereka jika mereka semua sedisiplin ini.

Kyuhyun menghela nafas, ‘Gerbang harus kututup, tidak ada orang lagi.’

Dan saat itu juga seperti angin badai, datanglah dua anak berlari ke arah sang senior.

“YAK!! JANGAN DITUTUP DULU SUNBAE!” Anak yang berambut panjang teriak sekuat tenaga, mukanya merah terkena terik matahari.

‘Ah, korban pertama.’

“Hei,” Tegur Kyuhyun saat mereka sudah dekat, “Apa kalian tidak tahu sekarang jam berapa? Ha?!”

Dua mahasiswi baru itu terlihat seperti tikus kecebur got, basah oleh keringat dan ketakutan. Salah satunya malah menggunakan dasi diikat di kepalanya, ‘Apa-apaan mereka?’ Pikir Kyuhyun yang terus menatap mereka dengan wajah datar.

Perempuan yang terlihat seolah mabuk itu melihat ke arah dada Kyuhyun dan menunjuk, “Kyu…hyun?”

Kesalahan kedua.

“Jadi kau memanggil namaku? Tidak diajari kesopanan oleh ibumu ya?”

Perempuan yang berambut panjang langsung menatap temannya dan menyenggol lengannya, matanya seolah mengatakan ‘Jangan!’

“Siapa nama kalian?”, tanya Kyuhyun.

Yang berambut panjang dengan malu menjawab, “K-Kim Hyesa imnida sunbae.” Ia membungkuk dan tidak ingin menatap mata seniornya.

‘Sayang sekali,’ Kyuhyun berkata dalam hati dengan senyum tipis, ‘Dia lucu.’

“Kamu?”

Perempuan yang aneh dengan dasi di kepalanya melihatku dan membungkuk, “Hana… desu…”

“Mwo?”

Hana tersadar dan ketawa kecil, “Maksudku, Hana imnida!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“Teman-teman kalian ini telat!” Eunhyuk teriak di lapangan dihadapan mahasiswa baru yang ketakutan.

Hyesa menunduk dan membaca doa-doa dengan khusyuk karena telah terihat bodoh pada hari pertama. ‘Lain kali aku harus membangunkan Hana dengan air dingin!’. Hyesa hanya berharap Hana – yang sedang berdiri di sebelahnya, tidak melakukan hal yang bodoh di hadapan umum.

Doa Hyesa tidak terkabulkan karena Hana sedang menggumam lagu dan menggerak gerakkan tangannya sesuai irama. Tentu Hana sedang merasa takut tetapi Hyesa tahu temannya sedang mengalihkan perhatiannya.

“Touch my body~” Terdengar dari mulut Hana, dan muka Hyesa langsung memerah. ‘Tidak bisakah dia menyanyikan lagu lain?!’

Salah satu sunbae yang sedang berdiri di dekat Eunhyuk yang berceramah menyadari nyanyian Hana dan sorotan matanya menuju kedua anak itu.

Hyesa dan Hana tidak mengetahui apa yang akan menjadi akibat perbuatan iseng mereka (Hyesa juga ikut bernyanyi pada akhirnya)

“EUNHYUK, MEREKA BERNYANYI!”

Eunhyuk langsung memutar badannya dan menatap mereka dengan sinis. Di dalam benaknya muncul sebuah ide.

“Jadi kalian berani bernyanyi saat sedang dihukum?” Tanyanya dengan lembut.

Hyesa dan Hana tidak menjawab dan hanya berdiri terdiam menyembunyikan wajah.

“JAWAB SAAT KALIAN DITANYA!” Teriak Donghae dari arah yang berlawanan.

Hyesa, dengan mata yang berair langsung membungkuk, “Mianhe sunbae!!” Ia menutup matanya dengan erat, tidak lagi memerdulikan jika Hana membungkuk atau tidak.

“Mianhe!” ia mendengar Hana berkata.

Eunhyuk tersenyum dan mengangkat wajah Hana yang sedang setengah membungkuk.

“Dasi ini… dipakai untuk apa sayang?”

Hyesa melihat Hana bergetar saat ingin menjawab, “A-aku jatuh dari tangga dan tidak ada perban, sunbae…”

Eunhyuk mengelus kepala Hana dan untuk sesaat kedua korban merasa aman.

Plak!

Saat mengelus kepala Hana, Eunhyuk menjitaknya. “Lain kali jangan ceroboh.” tegurnya dengan dingin.

Darah dari jidat Hana kembali mengalir dan Hyesa menahan diri untuk tidak mencoba membenarkan dasi yang diikat di kepalanya.

“Sebagai hukuman, kalian akan dipertanggungjawabkan atas pekerjaan teman teman kalian, saat mereka salah, kalian dipersalahkan. Arraseo?!”

*~*~*~~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~

Hari kedua.

“Lihat, SISTAR lewat!”

“Waah… Touch My body~”

Hyesa membuang muka untuk menyembunyikan rasa malunya. Berbeda dengan Hana yang tersenyum atau ketawa dan menari.

‘Yak. Benar benar hari yang sial’ batin Hyesa saat melihat beberapa teman mereka memakai atribut yang salah.

Senior dengan radius 1 meter mendekat.

“YAK! SALAH ATRIBUT LAGI? DIMANA WAKIL KALIAN?”

Hyesa mencoba menahan Hana agar ia tidak lari menjauh lagi (Terakhir kali mereka melakukan itu, ketahuan oleh Kyuhyun dan mereka dimarahi keras sekali. Butuh 2 jam untuk menenangkan Hyesa yang menangis)

“Haa.. parah, bagaimana sih? Begini saja sudah salah –salah, apalagi nanti saat resmi menjadi mahasiswa di sini!” Senior mereka membentak.

Ia menyodorkan satu kertas yang berisi tabel kosong, “Ige! Kalian harus meminta name tag senior yang dibuat oleh Donghae.”

Hyesa mengerutkan dahinya, “Yang dibuat Donghae…?” Tanyanya dengan halus.

Senior mereka merasa kasihan dan mendekat ke kuping Hyesa, “Kalian pasti akan menyadari perbedaan name tag, itu saja yang akan kubocorkan.”

Senior lain mendekat dari lorong, Hyesa langsung didorong jauh dan ditinggalkan begitu saja dengan Hana yang masih berusaha kabur.

“Hye~chan… A-ada dia…”

Hyesa dengan nyalinya melihat ke arah senior itu.

Kyuhyun.

Seketika wajah Hyesa menjadi pucat pasi, “Na~ya aku tidak bisa gerak, aku takut…”

“Kalian.” Panggil jelmaan setan itu.

Sial.

“Ne sunbae?” Hana menjawab, kini gilirannya untuk menjaga Hyesa agar tidak mati di tempat.

“Apakah kalian tidak ada kerjaan lain?” Auranya membentuk awan hitam yang mengelilingi tubuh mereka, seakan petir akan menyambar kapan saja.

Hana baru saja ingin menjawab saat ia menyadari name tag Kyuhyun yang sebegitu unik.

“NAME TAG DONGHAE!” Teriaknya, tidak menyadari kesalahan yang fatal yang telah ia lakukan.

Petir telah menyambar.

Kyuhyun memeberi kedua anak tatapan sinis yang cukup untuk membuat Hana dan Hyesa membungkuk dan minta maaf sepuluh kali berturut-turut.

“Kalian ingin name tag-ku?”

Kedua teman saling bertatapan.

‘Beneran?’

‘Aku takut, tidak bisa senior lain apa?’

“Cepatlah.”

Hyesa mengangguk. Matanya melihat kesana kemari, kemanapun yang pastinya bukan mata Kyuhyun.

Kyuhyun menghela, ‘Anak ini terlalu malu, harus kupacu.’

“Kau,” Kyuhyun menunjuk Hana, “Pergilah, cari senior lain,” Ia memfokuskan dirinya pada Hyesa, “Dan kau, belikan aku spaghetti dan temui aku di halaman belakang.”

Tanpa basa-basi lebih lanjut Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan kedua anak yang terpaku diam sesaat.

“Aku tidak ingin menemuinya…”

“Hye~chan,” Hana menepuk bahu temannya, “Ganbatte.”

Hana pergi meninggalkan temannya yang lebih ingin bunuh diri daripada mebelikan spaghetti dan beranjak ke halaman belakang.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(HANA POV)

Aneh, lorong ini sepi sekali.

Hampa, dan sangat gelap. Padahal di luar matahari bersinar seperti spotlight di atas kepala kita.

Mungkin karena ini gedung fakultas kedokteran. Ada beberapa cerita hantu yang mengelilingi gedung ini.

Aku benci hantu.

Hantu wanita yang bermulut sobek, Hanako, Hantu toilet… Masuk ke obake yashiki saja aku harus dibujuk mati-matian.

Nippon telah membuatku trauma.

Karena itu aku berjalan sambil memegang dinding di dekatku selambat siput.

Ada bunyi cakaran kuku.

2 detik kemudian aku dalam posisi jongkok di lantai dengan kedua tanganku menutupi kuping dan aku telah meneriakkan isi paru-paruku.

“Hei.”

Setan.

“AAAAAAAAAAAAHH!!!”

Setan itu menyentuh bahuku, “Hei, kau payah sekali ya. Bunyi bangku yang digeser saja sudah teriak-teriak.”

Aku melihat wajah setan itu.

Tidak. Lebih tepatnya malaikat itu.

“T-Tampan sekali…” aku tidak sengaja berkata.

“Ha?” Senior itu tertawa lalu menatapku dengan senyum yang menggoda, “Aku memang tampan.”

Tuhan izinkan aku mati disini dengan tenang.

“S-sunbae disini untuk apa?”

Bodoh, seharusnya aku merangkai kata-kataku dahulu. Aku merasa bersalah saat dia menatapku dengan aneh, sungguh tidak sopan.

“Aku?” Dia berfikir sebentar, “Aku hanya menyukai bau darah.”

Aku tahu itu hanya sebuah candaan. Tetapi entah kenapa terasa seksi sekali saat dia mengatakannya sampai aku kehabisan nafas. Berbahaya berada di dekatnya.

Aku menyadari name tag yang ia pakai, ada gambar muka iron-man dan bintang-bintang kecil mengelilingi namanya, ‘Donghae’.

Sepertinya dia menyadari tatapanku karena ia langsung memegang name tagnya dan menariknya sampai copot.

“Ini?” Ia menyodorkan kertas name-tagnya, “Kamu mencari ini kan?”

Aku nyaris bersujud syukur.

Terimakasih tuhan telah menurunkan malaikat di hadapanku.

Saat aku ingin mengambilnya, Donghae menariknya kembali dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya, “Tapi ada syaratnya.”

Tidak jadi sujud syukur.

Aku hanya dapat menghela nafas, ‘Pasti aneh-aneh lagi…’ pikirku. Tentulah ia tidak akan memberiku name-tagnya dengan begitu saja. Aku hanya dapat berharap yang ia inginkan hanya spaghetti.

“Aku sekarang ini lagi jomblo…” Dia menyeringai, putih giginya mengalihkan duniaku.

“Aku sudah lama tidak berkencan dengan  seseorang,” Matanya berbinar, “Jadi…”

Aku tidak sanggup, aku tahu apa yang akan dia katakan.

“Kau harus berkencan denganku.”

Dunia berasa berputar lebih cepat. Yang aku lihat hanya wajahnya yang semakin mendekat, mendekati sisi kanan wajahku.

Mari kita panjatkan doa ke Tuhan Yang Maha Esa.

Cup!

Kakiku seolah tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhku, padahal aku sudah diet ketat 2 bulan yang lalu.

“Sampai ketemu lagi minggu depan! Lokasi dan waktunya kukasih tau lewat sms ya Hana!”

Dia langsung meninggalkanku yang saat ini merasa seperti ingin meledak.

Saat dia benar-benar menghilang, semuanya menjadi hitam.

Aku saja tidak menyadari bahwa dia mengetahui namaku tetapi aku tidak pernah memperkenalkan diri.

*~*~*~~*~**~~*~*~*~*~*~*~*~*

Tanganku bergetar membawa satu mangkuk spaghetti spesial untuk senior tercinta.

Kyuhyun. Betapa mengerikan dirinya.

Aku sengaja melambatkan irama jalanku. Rasanya seperti satu detik tetapi aku sudah sampai di halaman belakang.

Dimana iblis itu?

Aku melihat sebuah lengan di belakang pohon, mungkin itu dia.

Aku mendekat perlahan-lahan. Tebakanku betul, ternyata Kyuhyun sedang tertidur dengan earphone di telinganya.

Dia tidak menyeramkan sama sekali. Malah ia terlihat lucu.

Saking lucunya aku mengulurkan tanganku untuk mencoba menyentuh pipinya.

Baru saja aku ingin menyntuhnya saat matanya langsung terbuka dan ia terlihat seperti anjing labrador siap untuk memangsa.

“Hei. Apa yang kau lakukan?”

Aku menarik tanganku secepat mungkin dan menyodorkan mangkuk spaghetti yang masih hangat untuknya.

“I-Ini sunbae!”

Kyuhyun melihatnya, tangannya tidak ia ulurkan untuk mengambilnya.

“Sayangnya aku sudah tidak lapar,” Katanya dengan nada bosan, “Tetapi aku tidak boleh membuangnya begitu saja.”

Ah… benar-benar sia sia membelikan spaghetti ini untuknya… padahal aku lapar, seharusnya ini untukku saja.

Ia mengambil mangkuknya dan melihatku, “Kau pasti lapar kan? Sekarang sudah siang bolong seperti ini.”

Apakah dia seorang peramal?

“Kita makan berdua saja,” Ia bergerak dari tempat duduknya dan menepuk tempat ksosng di sebelahnya, “Sini.”

Aku, Kim Hyesa tidak pernah merasakan suasana seaneh makan berdua dengan seorang setan yang saking mengerikan harus dikeluarkan dari neraka dan diturunkan tepat di sebelahku dengan semangkuk spaghetti di tangannya.

Ia memutar garpunya dan menyodorkan gumpalan spaghetti besar ke arah mulutku.

“Makan.”

Aku hanya dapat memerhatikan gumpalan itu dengan bingung, “S-sunbae… ini terlalu besar aku tidak bisa.”

Jangan ada yang berfikir aneh – aneh.

Dengan cepat Kyuhyun langsung mengurangi banyaknya spaghetti itu, “Sekarang?”  Tanyanya sambil menyodorkan gumpalan baru yang lebih sedikit.

Aku membuka mulutku, menunggu rasa spaghetti yang akan mendominasi indra perasaku.

Tapi tidak pernah datang.

“Eh?” Aku membuka mataku untuk melihat Kyuhyun yang sedang asyik mengunyah spaghetti itu.

Ia menatapku. Walaupun ia tidak tersenyum aku tahu dia sedang memberikan ekspresi licik.

Karena takut, aku hanya duduk terdiam dan melihat bunga-bunga yang ditanam tidak jauh dari posisiku sekarang.

Rose, Lily, Sakura dan Tulip.

“Kasian, sini.”

Tangan Kyuhyun menarik daguku untuk menghadap kepadanya.

Aku takut ia dapat mendengar betapa kerasnya jantungku berdetak. Rasanya seperti tulang dadaku berusaha menahan hentakan tanpa henti.

“Seharusnya kita membagi, tapi sisa spaghettinya buat kau saja.”

Menghancurkan suasana.

Aku mengangguk, “G-gomawo sunbae..”

Ia meletakkan mangkuk itu di pangkuanku dan pergi dengan memberikan senyuman kecil.

Menurutku, dia jauh lebih tampan jika tersenyum.

Aku tidak menyadari bahwa dia hanya meninggalkan seuntai spaghetti untukku.

Betapa baik.

*~*~~*~*~~*~*~~*~*~*~*~~*~*

Suara jeritan terdengar menggema di gedung fakultas kedokteran.

Hyesa berlari ke dalam gedung itu dengan kecepatan yang dapat disaingkan dengan cheetah.

‘Pasti Hana. Tidak ada yang teriakannya setinggi dan sekeras itu…’

Saat berlari melewati lorong ada seseorang yang berlari ke arah yang berlawanan dengan kain hijau yang biasanya dipakai untuk orang yang dioperasi.

Brak!

“HYES~CHAN!!”

“NA~YA?”

Hyesa langsung menarik kain yang menutupi temannya itu, tetapi Hana tetap memegang kain itu dengan kuat.

“AKU TIDAK PAKAI BAJU!”

“APA?!”

“TEMANI AKU KE TOILET DULU!”

20  menit lewat, Hana akhirnya keluar dengan semua auratnya tertutup.

“Na~ya,” Hyesa menyapa, entah kenapa Hana terlihat sangat lemas, “Kenapa kau bisa ada di situasi seperti itu?”

Hana tidak langsung menjawab dan duduk diam, menenangkan diri.

Jangan-jangan…

“NA~YA MEREKA TIDAK MELAKUKAN APA APA KAN?!”

“Apa?”

“KITA HARUS MENGECEK, ADA BAGIAN YANG SAKIT TIDAK?”

“Hye~chan”

“PERUTMU TIDAK TERASA ANEH KAN? “

“HYE~CHAN! JANGAN BERFIKIR YADONG!!”

*~*~*~~*~*~*~*~~*

Ruangan kosong.

Tidak ada siapa-siapa kecuali kedua teman yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing.

Kyuhyun mengambil botol berisi cairan kental dan merah lalu meminumnya tanpa rasa jijik.

Donghae merasa ingin muntah, “Kyu, kau sudah minum 5 botol. Tahanlah sedikit, nanti kehabisan.”

Kyuhyun menjilat sisa-sisa cairan yang ada di pinggir bibirnya, “Fakultas kedokteran memiliki stock yang banyak, tenang saja.”

“Tapi tetap saja, hematlah sedikit.”

Kyuhyun tersenyum lebar, lebih tepatnya menyeringai,“Entah kenapa ada yang membuatku sangat lapar.”

Donghae membuka kausnya, dadanya yang bolong mengeluarkan cairan hijau-putih yang menjijikan, “Kau menakutkan kalau tersenyum, ada apa?” Tanyanya seraya melilitkan perban di dadanya.

“Aku menemukan sesuatu.”

Donghae menatap Kyuhyun dengan binar keingintahuan di matanya, “Apa?”

“Rahasia.” Kyuhyun tetap tersenyum. Menurut Donghae, ini merupakan rekor muri karena Kyuhyun dapat menahan senyuman itu sampai 7 detik, pas.

“Dasar pelit.”

“Kamu sendiri?” Tanya Kyuhyun yang sekarang telah kembali ke ekspresi bosannya.

“Eh?”

Kyuhyun menghela nafas, “Kau terlihat berbeda,” peminum darah itu tidak ingin melihat mata Donghae, “Seakan Jung Soohyun ada di sini.”

Donghae sempat diam tetapi kembali melanjutan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun.

“Maaf.”

“Jung Soohyun,” Ucap Donghae pelan, ia duduk di atas meja kelas dan melihat keluar jendela, “Kalau panas di luar pasti ia mengajakku berenang ke sungai di belakang rumah.”

Kyuhyun menaruh botolnya yang masih setengah penuh. Rasa laparnya seakan menghilang begitu saja.

“Musim panas seperti ini, pasti ada festival musim panas. Dia paling tidak suka kalau disuruh ke rumah hantu.”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Flashback

“Oppa! Aku tidak mau.”

“Ayolah, kan sama oppa, biar kamu tambah berani!”

Jung Soohyun menarik lengannya yang ditahan oleh Donghae, “Oppa! Aku bilang aku tidak mau!”

Donghae tertawa, “biaklah – baiklah kita ke wahana yang lain”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Sekilas bentuk tubuh seorang anak perempuan yang jongkok sambil teriak keras melintas di benak Donghae.

“AAAAAAAH!!!”

‘Mungkin teriakan Soohyun seperti itu jika aku membawanya ke rumah hantu.’ Pikirnya, matanya yang berbinar seolah berubah menjadi warna kelabu yang tidak memantulkan sinar cahaya.

“Aigoo…”

Kyuhyun menatap temannya dengan bingung, “Wae?”

Donghae kembali mengenakan bajunya, “Tidak, aku menemukan sesuatu juga.”

“Rahasia?”

Donghae tersenyum sedih.

“Iya.”

*~*~*~*~~*~*~*~*~*~~*~*

“Jadi intinya.. kau dikira seorang mayat percobaan?”

Hana yang sekarang duduk lemas di hadapan Hyesa mengangguk, “Ada office boy lewat dan melihatku tergeletak di lantai. Dia kira aku sudah mati jadi dia menaruhku di ruang percobaan dan melepas bajuku untuk memudahkan mahasiswa.”

Hyesa merinding, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Hana. Terjebak di antara mayat-mayat, telanjang dan siapa tahu jika ada makhluk-makhluk gaib yang lewat?

“Lagian, kenapa kau tergeletak di lantai?”

Muka Hana yang tadinya sepucat rembulan menjadi semerah tomat matang.

“Ada setan disini.”

Hyesa bergetar.

“Eh? S-setan?”

Hana langsung berdiri, ia menyadari sesuatu.

“TEMPAT INI TERKUTUK KIM HYESA! KITA HARUS KELUAR DARI GEDUNG DAN MELAKUKAN RITUAL PEMUJAAN!!”

“A-APA?! TERKUTUK?”

“PALLI! SEBELUM TERLAMBAT!”

Hana langsung memegang lengan Hyesa dan menariknya; menggeretnya lebih tepatnya, ke luar gedung.

“KITA MULAI RITUALNYA!”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae yang sedang melihat ke luar jendela bersama Kyuhyun bingung mengapa ada dua anak perempuan yang teriak-teriak, menyiramkan air dan bersujud-sujud di hadapan gedung fakultas kedokteran.

*~*~*~~*~*~*~*~*~*~*

Sabtu, jam 9.00, temui di smile cafe, ya sayang?

Ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh orang yang tidak diketahui.

Oh, ya ini sunbae-mu, Donghae   🙂

Diulang, ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh Donghae malam itu.

Hana, yang tadinya tenang-tenang saja meminum jus orange-nya tiba-tiba tersedak.

Dia benar-benar serius ingin berkencan dengannya.

Hana menatap layar hp-nya dengan wajah serius, ada terlalu banyak hal yang janggal.

Tulisan yang sesedikit dan langsung to the point seperti itu, dia antara terburu-buru atau tidak ingin mengatakannya.

Kepribadiannya berbeda dengan itu, binaran kekanak-kanakan di matanya dan sifat dia yang berputar-putar satu titik saat menjelaskan. Dia bukan tipe yang akan menulis teks simple dan pendek.

Kedua, ada sesuatu yang aneh dengan kata ‘sayang’ di akhir sms pertamanya. Seakan terpaksa.

Ketiga, smiley face di akhir teksnya yang terlalu jauh jaraknya dengan kata terakhirnya, yakni namanya memungkinkan bahwa ia sebenarnya menulis lebih banyak dari itu.

Tentunya ini semua hanya prediksi dan perkiraan. Tidak ada yang pasti.

Hana membalasnya dengan ‘Iya sunbae, aku tidak akan terlambat :)’

Perempuan itu menaruh hp-nya kembali di atas meja, “Kyuhyun, Donghae.” Sebutnya perlahan, “Aneh, aneh, aneh.”

Entah kenapa ia seperti pernah mendengar kedua nama itu, dan bukan karena nama mereka pasaran atau dari kenangan lama tetapi nama mereka seperti tertulis dalam dongeng lama.

Entah dongeng apa, tetapi ia pernah mendengar nama mereka disebut ketika matanya tertutup perlahan untuk tidur saat masih kecil.

“Na~ya, jangan melamun.”

Hyesa menepuk bahu temannya dan memberikan senyuman, “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

Hana mengambil hp-nya dan langsung memasukkannya ke kantong celananya, “Apa itu?”

Hyesa merogoh sakunya dan mengeluarkan gelang kecil berwarna silver dengan hiasan setengah hati, “Ini!”

Hana tersenyum lebar, “Kau masih menyimpannya?”

“Iya dong!” Hyesa tertawa, “Aku tidak akan pernah melupakan kenangan waktu kita di SMA!”

Hana mengangguk antusias, “Iya!”

“Nah, punya Na~ya dimana?”

Krik.

“Pasti Na~ya sudah menghilangkannya.”

Hana yang tadinya tersenyum sekarang panik, “A-aku padahal sudah mencoba menyimpannya dengan baik!!”

Hyesa menghela nafas, “Hm, pastinya.”

“Sumpah! A-aku benar-benar mencoba!”

“Mencoba tidak akan selalu berhasil, bukan?”

Hyesa mengeluarkan gelang lagi dari kantong ajaibnya, “Ini, “ ia menyodorkan barang itu ke Hana yang wajahnya masih panik, “Kau menjatuhkannya, untungnya aku temukan.”

“HUA! HYE~CHAN PENYELAMAT HIDUP!!”

“JANGAN TERIAK KITA SEDANG DI TEMPAT UMUM!”

Dalam keributan itu Hana masih dapat menyadari bahwa di gelang Hyesa ada guratan “Kyu”.

TBC

Previous Older Entries