Seven, Ten, and Thirteen.

seven-ten-and-thirteen

Title: Seven, Ten, and Thirteen

Author: nchuhae

Main Cast: Lee Donghae, Kim Youngwoon, Shin Donghee

Length: Oneshot, 6k words

Genre: Drama, Angst, Slice of Life, Kid!AU

Rating: PG-13

***

More

The Missing National Treasure Of ROK

Title        : The Missing National Treasure of ROK

Author : Iqlima Ramiza Fauzi

Cast        :

  1. Raina NyCo (OC)
  2. Cho Kyuhyun as Marcus Cho
  3. Anatasya Navendra (OC)
  4. Choi Siwon as Detektif Choi
  5. Shin Donghae as Big D
  6. Han Soohyun (OC)
  7. Kim Yesung as Kim Easter
  8. Lee Donghae as Aiden Lee

Genre    : Western-life, FBI-POLICE-SECRET AGEN

Rating   : pg-13

More

[Donghae’s Day] Melody of You

tumblr_n7ktbpyejm1qbtf5qo1_1280

Tittle : Melody of You

Author: @littlemiu_

Genre : Romance, Comedy, School Life, Fantasy

Rated : PG – 13

Cast :

  • Donghae [Super Junior]
  • Ryeowook [Super Junior]
  • Kim Yoojin [OC]

Supported Cast :

  • Eunhyuk [Super Junior]
  • Shindong [Super Junior]

 

Melody of You
More

Re-Debut

5262_shindong-nari-3

 

 

 

Re-Debut

by Liana D. S.

Super Junior’s Shindong and his once beloved Jung Nari

[genre] Slice of Life, Romance, [length] Ficlet, [rating] General

also posting on AO3, IFK and Utopia

.

Kisah Shindong setelah keluar dari Super Junior.

***

Shindong suka dan mahir menari, tetapi jika diminta untuk memilih, maka menjadi penari adalah pilihan terakhirnya.

Dahulu, Shindong adalah seorang pemuda berbadan subur dengan kelenturan tubuh di atas normal dan energi berlimpah. Segala jenis tarian ia kuasai dengan baik, bahkan ia dapat merancang tarian sendiri untuk teman-teman segrupnya. Dia sangat senang dan bertekad ingin terus menjadi penari, yang muncul di atas panggung maupun di layar kaca. Grupnya merangkul banyak orang menjadi penggemar mereka—tetapi popularitas Shindong berbanding terbalik dengan popularitas grupnya.

Hanya karena penampilan.

Sekarang, Shindong adalah seorang pria berbadan subur… ehm, cenderung kurus, dengan setumpuk keputusasaan menyertainya. Beberapa penggemar mencintai grupnya—tanpanya. Dia hampir tidak dilirik, sehingga setelah sepuluh tahun grupnya beraksi, dialah yang pertama kali keluar dari grup, mengatakan sembari tersenyum pada pers bahwa ini sudah bukan masanya.

Dari dulu, Shindong memang tidak pernah memiliki era sendiri di dunia hiburan, walaupun teman-teman satu grupnya memprakarsai zaman baru budaya Korea.

“Aku sudah keluar dari grup dan tidak ingin menari lagi,” ucap Shindong pada diri sendiri, “Apa hal lain yang bisa kulakukan?”

Pertanyaan ini menghempaskan Shindong ke sebuah taman kanak-kanak kecil di pinggir kota, menjadi guru di sana. Sedikit kebahagiaan kembali, tetapi hanya sedikit. More

{Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki’s POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura’s POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu’s POV}

21

 

1990, Kyushu..

“ Naomi!”

Suara tembakan tadi benar-benar di luar dugaan. Aku tak mengira mereka akan berhasil menembus kekai milik Naomi.

Aku berlari menaiki tangga, melompati beberapa mayat—astaga, sebanyak inikah penyusup yang datang?

Naomi, kumohon tetap selamat.

“ Naomi!”

Pintu kamar Sayuri terbuka, darah tergenang tepat di depannya. Jantungku seolah diremas saat itu juga.

Tidak, jangan malaikat kecilku

“ Naomi!”

Di dalam, Naomi bersimpuh sambil memeluk tubuh Sayuri, sementara Hitoshi tergeletak di sampingnya. Aku menghampirinya, memeriksa keadaan Hitoshi. Jantungnya masih berdetak namun lambat.

“ Donghee…”

Naomi terisak saat memanggilku. Piyamanya berlumuran darah, tapi itu bukan darahnya. Sayuri terkulai lemas dalam pelukannya. Itu artinya—

“ Maafkan aku,”

Aku tak sanggup berkata apapun.

Sayuri, putri kecilku.

“ Tak ada pilihan lain,”

Usai berkata demikian, seberkas cahaya muncul di antara Naomi dan Sayuri. Aku tak perlu berpikir untuk mengingat cahaya apa itu, karena aku sudah pernah melihatnya beberapa kali.

“ Naomi, jangan!”

Naomi menahanku. Ia serius. Tangan kirinya memegang tangan kananku, air mata menggenangi pelupuk matanya.

“ Hanya ini satu-satunya cara, Donghee,”

“ Tapi…”

“ Dengarkan aku,” Naomi mengeratkan pegangannya, “ Jangan beritahu Sayuri ataupun Hitoshi. Dan bawa mereka pergi sejauh mungkin,”

Naomi menatapku, senyum manis terukir di wajahnya. Perlahan, aku mendengar suara tarikan napas. Aku bersiap untuk detik berikutnya.

“ Aku mencintaimu, Donghee,”

Kalimat terakhir yang terucap olehnya sebelum ia jatuh ke pelukanku. Wajahnya tampak bahagia.

Naomi….

“ Aku juga mencintaimu, Naomi,”
More

Ayaya

Ayaya

Scriptwriter : Liana D. S. // Fandom : Super Junior // Main Casts : Kim Youngwoon (Super Junior Kangin), Shin Donghee (Super Junior Shindong) // Support Casts: SMRookies Jeno and Jisung // Duration : Drabble, 5th from ’Spoof’ Series // Genre : Comedy // Rating : General

“Yang curang tak akan selalu memenangkan duel.”

[Disclaimer] Semua karakter dari SM Entertainment bukan milik saya, tetapi milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Plot sepenuhnya dari imajinasi saya dan saya tidak menarik kepentingan komersial apapun dari penulisan FF ini.

***

Jika ada alasan bagi Kangin dan Shindong untuk hidup hingga hari ini, itu adalah untuk duel.

Senjata api teracung di depan wajah mereka masing-masing. Kedua pria itu saling memunggungi. Debar jantung meningkat karena mereka tahu, salah satu dari mereka akan berakhir setelah duel ini.

“Tiga langkah, Teman.” Kangin berbisik pada Shindong tanpa menoleh pada musuh bebuyutannya itu. Shindong tersenyum sinis. “Tiga langkah dan kau akan tamat.”

“Dalam mimpimu saja, Shindong.”

Peluru telah masuk. Sesuai peraturan klasik di negeri yang terselimuti pasir dan mesiu ini, para koboi yang akan berduel harus berjalan tiga langkah untuk membuat jarak antara mereka.
More

Snakes On The Plane {20/25}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura POV}

Two bottle of water, please,”

Dengan sigap pramugari itu mengambil dua botol air mineral dan memberikannya pada penumpang tersebut.

“ Oh, thank you,” Penumpang itu membuka satu botol dan meneguknya perlahan. Matanya terpaku pada layar laptop yang kini menampilkan e-mail masuk. Ia buka e-mail itu, alisnya terangkat sebelah ketika ia membaca nama pengirimnya.

Ia menggerutu sambil mengetikkan balasan.

“ Kau selalu saja terlambat memberitahuku, Shin-sama,”

Tangannya terhenti ketika sebuah e-mail lain masuk. Wajahnya memucat setelah ia membuka e-mail itu.

“ Mei Lin?”

Buru-buru ia mengirim balasan. Dalam hati ia bersyukur melihat foto Mei Lin yang dikirim kepadanya. Sekuat tenaga ia menahan haru yang kini memenuhinya.

“ Kau masih hidup, sayangku…. Kau masih hidup,”

* * *

Jenderal Shin menyeringai, tangannya bergerak dengan cepat diatas keyboard laptopnya. Sesekali ia melirik sesosok anak perempuan yang tertidur di sofa ruangannya. Ia berhenti sebentar, mendesah lega sambil memandangi anak itu.

“ Permisi,”

Yun Hee melongokkan kepalanya, mengamati sekitarnya. Jenderal Shin melambaikan tangannya. Akhir-akhir ini ia jauh lebih santai, terutama setelah Yun Hee mengetahui rahasia dirinya dan keluarganya.

“ Anda memanggil?”

Jenderal Shin menunjuk Mei Lin dengan jempolnya, “ Aku yakin dia lebih suka jika kau yang menggendongnya,”

Yun Hee mengangkat Mei Lin perlahan, berusaha tidak membangunkannya. Wajah Mei Lin terlihat damai seolah tak ada peristiwa berbahaya yang terjadi dalam hidupnya. Yun Hee menggigit bibir bawahnya. Ia harus tegar demi Mei Lin.

“ Oh ya, apa kau sudah bertemu dengan Tomomi?” tanya Jenderal Shin melanjutkan mengetik e-mail. Yun Hee menggeleng, “ Anda ingin saya mencarinya?”

Jenderal Shin menekan ‘send’ seraya berpikir sejenak.

“ Tidak perlu. Aku hanya ingin memastikan ia sudah kembali atau belum,”

Yun Hee menatap Jenderal Shin sesaat. Ada rasa canggung yang menyusup di antara mereka sejak Yun Hee tahu Jenderal Shin adalah ayahnya. Ia belum sanggup memanggilnya ‘otoosan’. Pada akhirnya ia hanya bisa berbicara dalam bahasa formal di hadapannya. Bertahun-tahun ia memanggil Jenderal Shin dengan sebutan ‘ahjussi’ dan ‘ojiisan’. Kini, ia harus mengubahnya. Namun memanggilnya ‘otoosan’ tak semudah membalikkan telapak tangan.

“ Nanti aku ingin mengadakan rapat dengan kalian setelah Tomomi kembali. Tolong sampaikan itu pada yang lain,”

Yun Hee membalikkan badan. Ia tak ingin memandang Jenderal Shin terlalu lama.

“ Roger,”

* * *

More

Snakes On The Plane {19/?}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV}

“ Jenderal!!!”

Siwon mendobrak paksa pintu ruang Jenderal Shin. Anehnya, Jenderal Shin tak tampak terkejut mendapati anak buahnya seperti kerasukan setan.

“ Oh, kebetulan sekali. Aku baru saja membuat teh. Tapi aku tak tahu apakah ini cocok dengan lidahmu,”

Siwon tak menggubris. Ia menghampiri meja Jenderal Shin, amarahnya telah mencapai ubun-ubun.

“ Kenapa kau? Apa kau sedang sakit? Aku punya teh herbal untuk itu. Tapi dimana ku simpan daun tehnya?”

Siwon menggertakkan giginya. Jenderal Shin seperti tak menyadari perubahan raut wajah Siwon. Ia sibuk mencari-cari kotak daun teh.

Kesal, Siwon menggebrak meja.

“ Apa yang ada di pikiran Anda, Jenderal?! Kenapa Yun Hee ada dalam daftar personil untuk misi ini? Apa maksudnya??!!!”

Jenderal Shin diam. Ia menaruh kotak daun teh di atas meja. Sorot matanya berubah menjadi tegas namun ia tetap bersikap tenang.

“ Apa itu menganggumu, Choi? Menambahkan satu anggota yang berguna dalam timmu, apakah itu membebanimu?”

Siwon kehilangan kesabaran. Ia tak peduli dengan siapa ia bicara saat ini. Ia hanya tak ingin melibatkan Yun Hee dalam misi ini.

“ Tapi, Jenderal, dia warga sipil! Anda seharusnya melarang warga sipil terlibat aktivitas militer!”

“ Yun Hee bukan warga sipil. Secara teknis, namanya masih tercatat sebagai Wakil Kapten Zodiac. Dan perlu kau ingat, saat dia masih di Training Academy, dia termasuk murid perempuan yang paling pintar. Bahkan dia mengalahkan kandidat utama saat itu. Jadi, tak masuk akal bagiku jika kau mengatakan Yun Hee tak boleh terlibat,”

Siwon terdiam. Ini pertama kalinya ia mendengar kisah Yun Hee saat gadis itu berada di Training Academy. Akan tetapi, masih ada rasa tak terima dalam dirinya. Ia menatap Jenderal Shin dengan mata berkilat penuh amarah.

“ Tetap saja hal itu dilarang, Jenderal!!! Dia saat ini warga sipil, bukan militer!”

“ Kalau kau tetap bersikeras, sebaiknya kau mundur dari misi ini!”

Siwon tercekat. Jenderal Shin tampak serius dengan ucapannya.

“ Aku yang memberi komando dalam misi kali ini, jadi kau harus mematuhi semua perintahku. Jika kau tak bisa menerima keputusanku, ku sarankan kau mundur saja,”

“ Tapi…”

“ Tidak ada kata ‘tapi’. Apa perkataanku kurang jelas?”

Siwon menahan napas. Sudah sejauh ini, mana bisa ia mundur begitu saja? Potongan demi potongan misteri sudah mulai terkumpul. Kini ia hanya perlu menyatukannya.

Tak ada jalan lain.

“ Tidak. Perkataan Anda sangat jelas,”

Siwon membalikkan badan, bergegas keluar tanpa memberi salam. Melihat itu, Jenderal Shin hanya bergumam, “ Dasar anak muda jaman sekarang,”

* * *

More

Snakes On The Plane {18/?}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

Satu minggu kemudian, kegiatan Zodiac Training Academy kembali normal. Hiruk pikuk ujian militer digantikan dengan kesibukan persiapan ujian akademik musim semi. Kegiatan akademik di Zodiac Training Academy dibagi berdasarkan usia. Usia 12-14 tahun disetarakan dengan SMP, dan usia 15-17 tahun disetarakan dengan SMA.

Musim semi tahun depan Sayuri akan naik ke kelas 3. Ia merasa lega karena bebannya berkurang setelah menang pertandingan. Sudah pasti nilainya akan lebih bagus dari sebelumnya.

“ Matsuda Chiori!”

“ Hadir!”

“ Luciana Darens!”

“ Hadir!”

“ Hiragawa Hitoshi!”

“ Hiragawa Hitoshi!”

Hening lagi.

Sayuri menoleh ke arah barisan belakang, tempat Hitoshi duduk. Kosong. Tak ada jas seragamnya atau buku-bukunya yang tergeletak disana.

“ Ada yang tahu dimana Hiragawa Hitoshi?” tanya Jun-sensei. Seorang murid lelaki mengacungkan tangan, “ Mungkin dia malu bertemu dengan Sayuri-chan, sensei,”

Sontak seisi kelas terbahak mendengarnya. Sayuri hanya tersenyum kecil. Ia berusaha menahan diri. Dari lubuk hatinya, ia merasa kasihan. Pertandingan kemarin adalah kekalahan pertama Hitoshi, sekaligus memalukan karena ia kalah oleh perempuan.

Sayuri mengerling ke luar jendela.

Dimana kau, bodoh? More

Snakes On The Plane {17/?}

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

Part 12

Part 13

Part 14

Part 15

Part 16

Yun Hee POV

Suara pintu yang ku tutup terdengar berat. Kaki ku pun terasa berat. Dalam benakku, aku terus meneriakkan, “ Ini mimpi kan?”, seraya berharap aku segera terbangun.

Tidak. Ini bukan mimpi. Ini nyata.

Aku dan Hitoshi.

Kami anak kembar.

“ Aku kehabisan waktu, Sayuri,”

Ahjussi tampak lebih lelah dari biasanya. Ia kehabisan kata-kata melihat halaman buku yang ku lempar.

“ Aku tak mengira Hitoshi akan pergi secepat itu,”

Ku gigit bibir bawahku, menahan air mata yang mulai membasahi bola mataku.

“ Aku tak mengira Naomi akan menjemputnya secepat itu,”

Naomi. Apakah itu ibuku? Ibu kandungku?

“ Aku tak pernah berpikir untuk menitipkanmu pada kakak iparku, jika peristiwa itu tak terjadi,”

Ahjussi tertunduk. Aku mendesaknya, “ Peristiwa apa yang kau maksud?”

Ruangan sunyi sejenak. Hanya aku dan ahjussi. Setelah berhasil menguasai emosi, ahjussi akhirnya membuka mulut.

“ Ibumu dibunuh,”

Aku menelan ludah. Tunanganku, sahabatku, orangtuaku telah meninggalkanku. Kini, ibu kandungku sendiri?

“ Ia dibunuh Snakes Army,”

Apa?

“ Aku takut mereka mengincarmu dan Hitoshi. Hingga akhirnya ku putuskan untuk memisahkan kalian,”

Tapi ahjussi tak sepenuhnya memisahkan kami.

“ Aku tak mengira kalian akan bertemu lagi. Meski dengan identitas yang berbeda,”

Seperti ditusuk oleh belati, hatiku hancur. Sejak awal, kami tak ditakdirkan untuk bersama. Itu sebabnya aku bisa bertelepati dengan Hitoshi. Itu sebabnya kami bisa mengetahui isi hati satu sama lain.

Itu bukan ikatan pasangan cinta sejati seperti yang dikatakan kebanyakan orang.

Itu ikatan anak kembar.

Aku dan Hitoshi.

Kebohongan apa lagi yang ahjussi sembunyikan? Tentang kekuatanku? Atau apa?

Otakku berputar, tubuhku tak sanggup menerimanya. Seluruh hidupku dipenuhi kebohongan. Aku tak tahu, yang mana kebenaran yang mana kebohongan.

Aku tak tahu…

Aku tak mengerti….

“ Hitoshi..”

* * *

Hokkaido, 2003… More

Previous Older Entries