[FF Of The Week] You Are My Obsession [1/?]

You Are My Obsession

Title : You Are My Obsession Part 1

Author : Aznita Safitri

Cast : Cho Kyu Hyun, Shin Hye Rim, Park Chae Rin

Genre : Angst

Length : Series

Rating : PG-16

Author’s Note :

Hai Hai aku kembali lagi membawa Fanfiction yang mungkin jauh dari kata sempurna. FF ini aku persembahkan untuk Tuan Cho yang sedang berulang tahun hari ini

Selamat membaca ~~~

Maaf jika typo masih menyebar disetiap barisnya.

At Fortune Club, 01.00 a.m KST, January 25th 2015

 
More

FROM ADMIN [FF YANG BERMASALAH]

Di bawah ini adalah daftar FF yang terpaksa kami hapus karena melanggar peraturan :

1. Seoul, I’m In Love!

2. Happy Ending Part 1 & 2

3. Sarang Suhag

4. Back To School

5. Capture Me

6. Show Me Your Love 

7. Goodbye

(Anissa Anggina Putri)

8. Trapped

(Sungmin)

9.  A Genius Living Next To My Hotel Room

10. Mysterious School (신비 학교)

11. I Know I’m Ugly – Beginning of HyunJung Series

12. From The Darkest Side

13. Trap [Time to Forgets]

14. My Wife, Lee Hyukjae

15. I CARE ABOUT YOU, GIRL !

 

 

.

.

PERATURAN:

  • Tidak diperkenankan mengirimkan FF dengan pairing Girl Band lain sebagai pairing utama. [Seperti Seokyu atau Khuntoria] Ini dimaksudkan untuk menghindari bashing.
  • Tidak diperkenankan mengirimkan FF dengan rating NC-17/NC21 atau mature content.
  • Tidak diperkenankan mengirimkan FF dengan genre YAOI
  • TIDAK PLAGIAT! 
  • FF tidak mengandung SARA

HELP US: Jika kalian menemukan FF yang melanggar peraturan di sujuff, segera laporkan ke page ini. Staff sujuff akan segera menindaklanjutinya^^

[NEW UPDATES] FOR AUTHOR FREELANCE!

SUJUFF_RT

{✰NEW UPDATES!✰}

UNTUK SEMUA AUTHOR YANG AKAN MENGIRIMKAN FF KE SUJUFF, DILARANG KERAS UNTUK MENGIRIMKAN EMAIL DENGAN FF YANG SAMA SECARA BERULANG-ULANG, MOHON DI PERHATIKAN PERATURAN INI DAN DI HARAPKAN KERJASAMANYA.

 
TERIMAKASIH
SUJUFF2010

Hallo untuk semua readers ataupun author freelance di sujuff!^^

Hari ini aku baru aja nyangkul ratusan ff di inbox sujuff dan rata-rata dari mereka masih banyak yang nanya, tentang segala hal. Dan untuk itu aku berinisiatif untuk buat postan ini agar lebih memudahkan kalian dalam mengirim FF kesini, dan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja di blog yang sudah di gemari oleh berbagai suku di Indonesia #skipthis lol

NEW PAGE: LIBRARY FF Of The Week! —> Di page ini terdapat link-link FF Of The Week dari tahun 2011 hingga sekarang, page ini bertujuan untuk mempermudah para readers yang ingin membaca ulang FF Of The Week favorite-nya satu per satu. Cek page nya disini–> LIBRARY FF Of The Week!

1. WE’RE READY TO HELP YOU! Page baru ini kita buat bertujuan untuk membantu kalian lebih mudah dalam hal apapun, kita akan berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan kalian. Cek page-nya di sini–> We’re Ready To Help You^^

More

Re-Debut

5262_shindong-nari-3

 

 

 

Re-Debut

by Liana D. S.

Super Junior’s Shindong and his once beloved Jung Nari

[genre] Slice of Life, Romance, [length] Ficlet, [rating] General

also posting on AO3, IFK and Utopia

.

Kisah Shindong setelah keluar dari Super Junior.

***

Shindong suka dan mahir menari, tetapi jika diminta untuk memilih, maka menjadi penari adalah pilihan terakhirnya.

Dahulu, Shindong adalah seorang pemuda berbadan subur dengan kelenturan tubuh di atas normal dan energi berlimpah. Segala jenis tarian ia kuasai dengan baik, bahkan ia dapat merancang tarian sendiri untuk teman-teman segrupnya. Dia sangat senang dan bertekad ingin terus menjadi penari, yang muncul di atas panggung maupun di layar kaca. Grupnya merangkul banyak orang menjadi penggemar mereka—tetapi popularitas Shindong berbanding terbalik dengan popularitas grupnya.

Hanya karena penampilan.

Sekarang, Shindong adalah seorang pria berbadan subur… ehm, cenderung kurus, dengan setumpuk keputusasaan menyertainya. Beberapa penggemar mencintai grupnya—tanpanya. Dia hampir tidak dilirik, sehingga setelah sepuluh tahun grupnya beraksi, dialah yang pertama kali keluar dari grup, mengatakan sembari tersenyum pada pers bahwa ini sudah bukan masanya.

Dari dulu, Shindong memang tidak pernah memiliki era sendiri di dunia hiburan, walaupun teman-teman satu grupnya memprakarsai zaman baru budaya Korea.

“Aku sudah keluar dari grup dan tidak ingin menari lagi,” ucap Shindong pada diri sendiri, “Apa hal lain yang bisa kulakukan?”

Pertanyaan ini menghempaskan Shindong ke sebuah taman kanak-kanak kecil di pinggir kota, menjadi guru di sana. Sedikit kebahagiaan kembali, tetapi hanya sedikit. More

Marriage Not Dating : Our Wedding, Right? [1/?]

Title : Marriage Not Dating : Our Wedding, Right? 1 of 2
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Yoo Hyunjin
• Cho Ahra
• Lee Donghae
• Lee Hyukjae
• Shin Jihye
• Their Parent
Genre : Romance, Comedy, Marriage Life, Family
Rated : PG 13
Length : Chaptered
Author : Garini Cho
Before : https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/11/22/marriage-not-dating-how-it-begins/
Homepage : https://kyujinzone.wordpress.com/

Setelah acara makan malam itu, omongan Hyunjin dan Kyuhyun tentang orang tuanya yang tidak main-main menjodohkan anak mereka terbukti benar. Terhitung sudah dua minggu setelah acara makan malam waktu itu. Kedua pasang suami istri itu sering melakukan pertemuan untuk membahas masalah perjodohan itu anak mereka. Tidak mendapat penolakan seperti biasanya dari Kyuhyun membuat Tuan dan Nyonya Cho sangat bersemangat dengan perjodohan ini.
Sedangkan Kyuhyun dan Hyunjin kini sudah mulai akrab seperti dulu. Dan Kyuhyun tidak lupa untuk meminta nomor handphone Hyunjin. Selama dua minggu ini pun beberapa kali Kyuhyun dan Hyunjin menghabiskan waktu berdua walau hanya untuk makan siang bersama. Dan tentu saja itu atas ide Kyuhyun.
Malam ini kembali Tuan dan Nyonya Yoo bertemu dengan Tuan dan Nyonya Cho untuk membahas tanggal pernikahan. Hyunjin yang tidak suka sendirian dirumah kembali memaksa Jung Ahjumma – orang yang membantu eomma dirumah, untuk menemaninya sampai orang tuanya pulang. Padahal jam kerja Jung Ahjumma biasanya hanya sampai jam 6 sore, tetapi karena ia memohon untuk ditemani, dan Jung Ahjumma yang tidak tega, jadilah Jung Ahjumma menemaninya sampai orang tuanya pulang.
Kini Hyunjin yang ditemani Jung Ahjumma sedang berada di ruang tengah sambil menonton televisi. Sekembalinya ke Korea, Hyunjin menjadi keranjingan menonton drama korea, dan ia lebih memilih untuk berada dirumah sepulang kerja dari pada pergi entah kemana hanya untuk menonton drama kesukaannya.
Drama yang tengah ditonton Hyunjin kali ini menceritakan kedua tokoh utama yang sedang menikah. Mereka tampak sangat bahagia dengan pernikahannya walaupun ditentang oleh Eomma si laki-laki. Kini tampak si pengantin laki-laki tengah mencium mesra bibir pengantinnya.
“Romantisnya” komentar yang dilontarkan Jung Ahjumma membuat Hyunjin mau tak mau menganggukkan kepala menyetujui apa yang barusan diucapkan Jung Ahjumma.
“Apa mereka akan bahagia?” pertanyaan tanpa sadar terucap oleh Hyunjin.
“Tentu saja. Mereka kan saling mencintai. Walaupun acara pernikahan mereka sederhana dan tidak direstui, mereka akan tetap hidup bahagia.” Jelas Jung Ahjumma seperti dialah yang membuat cerita drama tersebut.
“Apakah benar seperti itu?” Tanya Hyunjin dengan polosnya kepada Jung Ahjumma.
“Nona, bukankah kau sebentar lagi akan menikah? Kau pasti akan tahu rasanya bahagia saat menikah.” Ucapan Jung Ahjumma barusan berhasil membuat Hyunjin tertegun sesaat. Bahagia?
“Bagaimana saat kau menikah dulu, Ahjumma?” kembali Hyunjin melontarkan pertanyaan, tetapi kali ini mengalihkan arah perbincangannya dengan Jung Ahjumma.
“Hmmm.” Gumam Jung Ahjumma tak jelas karena sedang mengingat-ingat memorinya saat menikah dulu.
“Pernikahanku sangat sederhana, bahkan tidak ada pesta atau acara yang mengundang banyak orang. Suamiku bukan orang berada, sehingga kami hanya melakukan pemberkatan di gereja kecil dan mendaftarkan pernikahan kami di catatan sipil. Bahkan gaun yang aku kenakan saat menikah dulu adalah gaun sewaan.” Jung Ahjumma kemudian tersenyum miris. Hyunjin yang merasa tidak enak hanya diam dan tidak berani memberikan komentar.
“Terlepas dari semua itu, aku sangat bahagia dengan pernikahanku, nona. Walaupun saat itu aku hanya mengenakan gaun sewaan, tapi suamiku memujiku terlihat sangat cantik saat itu. Bahkan kata suamiku, aku lebih cantik dari pada bunga yang sedang aku pegang saat itu, Hahaha” Jung Ahjumma tertawa geli mengingat saat-saat pernikahannya dulu dan tawanya kemudian tertular pada Hyunjin. Gadis itu ikut tertawa bersama Jung Ahjumma, akan tetapi ada terselip sedikit rasa iri dihatinya mendengar cerita Jung Ahjumma. Dengan keadaan seperti itu, Jung Ahjumma tetap merasa sangat bahagia karena ia menikahi orang yang ia cintai dan mencintainya.
Ditengah tawa mereka, terdengar suara bel. ‘siapa yang bertamu malam hari begini?’ benak Hyunjin.
Kemudian Jung Ahjumma yang sudah menghentikan tawanya beranjak dari duduknya dan membuka pintu depan. Hyunjin kembali menonton drama dihadapannya setelah sebelumnya terputus karena mendengar cerita Jung Ahjumma. Tak berapa lama kemudian terdengar suara teriakan dari pintu depan yang membuat Hyunjin terlonjak kaget.
“Yaaak! Yoo Hyunjin! Kau kembali ke Korea dan tidak memberi tahu aku! Dasar kau!” dan kemudian terasa tangan seseorang yang melingkar di lehernya, dan membuat Hyunjin kesulitan bernafas.
“Aaaaa! Ampun! Ampun eonni! Lepaskan, aku bisa mati!” rontanya sambil berusaha melepaskan tangan yang berada di lehernya.
“Rasakan! Siapa suruh tidak memberi tahu aku tentang kepulanganmu, huh? Bahkan aku baru saja tahu dari Appa, karena Eommamu memberitahu bahwa kau akan menikah! Kau anggap apa aku, haaaah! Setelah tidak memberitahuku bahwa kau sudah pulang, dan sekarang kau akan menikah! Mati kau ditanganku, Hyunjin!” tidak puas dengan hanya melingkarkan tangannya di leher Hyunjin, kini ia mengubahnya menjadi cekikan dan mengguncang-guncangkan badan Hyunjin.
Jung Ahjumma yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sudah lama tidak menyaksikan pemandangan seperti saat ini. Kemudian ia pun berlalu ke dapur, menyiapkan minuman dan makanan kecil untuk dua orang yang saling berteriak itu. More

Call My Name

japan mag 10

 

 

 

Title    : Call My Name

Scriptwriter   : Cherry Hee

Main Cast      : Kangin (Super Junior), Youngji (OC)     

Support Cast : Leeteuk (Super Junior), Jongwoon (Super Junior)        

Genre  : Romance

Duration         : Oneshot

Rating : PG15

Summary :

Itu kau.

yang masih seindah kita terakhir bertemu,

yang memanggil namaku semerdu nada lagu..

 

 

 

Kangin dapat mengubah seribu satu lirik menjadi nada bermelodi dengan pianonya. Ia terlahir untuk itu. Sejak kecil kemampuan menangkap bunyi-bunyiannya diasah sampai peka. Sekarang ia bekerja sebagai penulis lirik-lirik duka maupun gembira. Lalu menjadikannya satu lagu berirama. Kangin senang akan pekerjaannya. Ia mencintainya, secinta ia pada kehidupannya.

Pagi itu tidak seperti jadwal-jadwal hari biasa, Kangin sudah bersiap dengan kemeja putih berlapis jas hitam. Rambutnya yang sehitam arang sedikit mengilap setelah dioles jel. Sambil bercermin, ia mendapati sosok bayangan di depannya terlihat muram.

Tidak ada yang salah dengan undangan reuni hari itu. Dia senang bisa bertemu wajah-wajah teman lama. Hanya saja, ia terlalu pengecut bertatap muka dengan satu wajah yang dulu mengisi hari-harinya seperti pelangi. Wajah yang dulu sering mendatanginya dalam mimpi.

Apa dia semanis dulu? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah bersuami dan berapa anaknya? Di mana ia tinggal? Apa di rumah suaminya?

Dan Kangin menyadari, ia belum siap mendengar apapun tentang gadis itu.

Sambil menghela napas keras, Kangin mengeratkan jas dan meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu banyak berpikir. Memangnya sejak kapan ia jadi lelaki melankolis yang suka mengenang masa lalu. Ia bukan jenis orang yang ingin memutar waktu. Tidak ada yang perlu kembali. Patah hatinya cukup sekali. Jika ada yang ia sesali, mungkin dia hanya ingin meminta maaf pada gadis-gadis yang dulu pernah ia kencani. Salah satunya, gadis yang nanti ia temui. More

Marry Me… (Happy Wedding) [14/?]

Title : Marry Me… (Happy Wedding) Part 14

Author : Nyonya Cho

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Rating : PG 16

Genre : Romance, family, sad, angst, happy/sad ending.

Length : Chapter

Warning! : DILARANG meng-COPY KESELURUHAN dan SEBAGIAN TULISAN ini untuk KEPENTINGAN APAPUN karena saya tidak meng-IZINKANNYA karena saya anggap itu PLAGIAT.

Ini hanya ff, dilarang melakukan pernikahan kontrak hahaha

Ps : Dengan rajinnya aku posting ff semoga kalian tambah rajin komen di blog.

 

Sebelumnya…

Author POV

Sesungguhnya pagi ini Lee Donghae ingin sarapan di rumah Kyuhyun karena sudah merindukan masakan buatan SangRi, karna sudah lama sekali sejak pasangan itu kembali tinggal dirumah besar keluarga Cho ia tidak pernah mencicipi masakan adiknya. Ia sedikit menambahkan alasan pekerjaan agar Kyuhyun tidak tersinggung dengan kedatangannya –Donghae selalu mencium gelagat yang tidak mengenangkan jika dirinya terlalu akrab dengan SangRi.

Baru sampai beberapa meter tiba di pintu gerbang rumah Kyuhyun ia melihat mobil SangRi keluar dari sana diikuti dengan mobil Kyuhyun dibelakangnya. Lantas Donghae berinisiatif untuk mengikutinya, dirasa janggal jika suami istri tidak berangkat bersama dengan mobil yang sama jika tujuannya sama menuju kantor.

Oppa, kau ada dimana? Bisakah kau membantuku?

Pesan singkat itu SangRi tujukan pada Lee Donghae setelah menghabiskan 1 jam perbincangan dengan Kyuhyun diruangannya. Pria berencana untuk sarapan di sebuah kafe dekat kantor.

Perjalanan ke kantor. Apa kau mendapat masalah?

Mobilku mogok. Bisakah Oppa membantuku.. More

[Season 3] Spring In Memory [3/3]

Season 3

 

[Season 3] Spring In Memory (Part 3/End)
By. Lauditta Marchia T
Main Cast : Cho Kyuhyun & Kang Min Kyung (OC)
Support Cast : Choi Siwon, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Song Hyori (OC), Song Hyena (OC) & Hyun Bi Hyul (OC)
Genre : Commedy, Romance
Note : Season sengaja dikemas dalam commedy romance yang ringan. Jadi serial Season dimulai dari Season 1 s.d. Season 4, kemungkinan kalian tidak akan menemukan konflik yg berat. Mohon untuk tidak melakukan tindakan PLAGIAT!
***

“Sudah gelap, kau tak pulang?”
Hyena memandangi Min Kyung yang terlihat serius mengerjakan tugas sekolah.
“Kau sedang mengusirku?” Min Kyung balik bertanya. “Bagaimana dengan dia?” ia menunjuk Bi Hyul.
“Meskipun dia tak pulang selama setahun, satu-satunya yang akan rusuh adalah Donghae Oppa,” ujar Hyori
“Aku belum ingin pulang,” jawab Min Kyung.
Ia teringat jika di rumah pasti akan bertemu dengan Kyuhyun dan yang lebih menyesakkan dada Min Kyung bahwa ayah dan ibunya sedang bepergian ke luar kota, dan betapa entengnya mereka menitipkan Min Kyung pada Kyuhyun. Seolah mereka tak khawatir dengan keselamatan anak gadisnya yang dibiarkan tinggal bersama seorang pria di bawah atap yang sama—tanpa pengawasan siapa pun. Mengerikan sekali.
Min Kyung menggigit bibir bawahnya, rasanya ingin memporak-porandakan apapun yang bisa dihancurkan. Gadis itu tak perduli ketika ketiga sahabatnya tampak sibuk merundingkan sesuatu.
“Bagaimana jika kita ke Volume?”
Min Kyung seketika menoleh pada Bi Hyul.
“Volume? Aku tak ingin ke tempat itu,” tolak Min Kyung mentah-mentah.
“Ayolah, sudah berapa lama kita tak bersenang-senang?” bujuk Hyena.
“Kita?” Min Kyung, Bi Hyul dan Hyori mempertanyakan kata ‘kita’ yang keluar dari mulut Hyena.
Pasalnya, dulu sebelum Hyena berpenampilan normal, setiap kali mereka ke tempat tersebut bersama Hyena selalu berakhir dengan kericuhan pengunjung yang melihat sosok mirip arwah gentayangan di tengah keramaian.
“Seingatku, terakhir kali kau menginjakkan kaki di Volume sekitar dua tahun lalu. Jangan menghabiskan hidupmu dengan belajar, bersenang-senang juga sangat diperlukan,” Bi Hyul memberikan nasehat berharganya pada Min Kyung.
Min Kyung memang sangat susah diajak ke tempat-tempat hiburan malam seperti itu. Di antara keempat orang itu, Min Kyung satu-satunya yang berperilaku paling sopan (jika tak sedang marah), ia memiliki tata krama yang baik jadi ia selalu menolak ajakan ketiga sahabatnya karena lebih memilih menghabiskan waktu dengan belajar.
“Kau tak ingin ikut?” tanya Hyori. “Baiklah, kau bisa pulang saja,” ujarnya lagi. More

SECRET [6/?]

SECRET [Part 6]

Author: Shin Hyeonmi

Lee Hyukjae | Shin Hyeonmi | Gabriel | Park Sojin | Kim Jongwoon

Chapter | PG-17 | Romance

Rating: General

Tag: Lee Hyukjae, , Eunhyuk, Yesung, Kim Jongwoon, Kim Jong Woon, Super Junior, Superjunior

 

Note: I just hope readers will like this. Thanks for reading it (: And, I’ve published this before on my personal blog ( http://eunhaewife.wordpress.com/ ) Visit me if you have times^^ Happy reading^^

 

 

Two weeks later

 

Yesung memasukkan surat yang baru saja selasai ia tulis ke dalam sebuah amplop cokelat kecil dan segera memasukka amplop tersebut ke dalam tasnya. Surat pengunduran dirinya dari pekerjaan sebagai pengacara publik.

Pada akhirnya inilah jalan yang ia pilih, ketika permintaan pindah tugasnya oleh sang ketua ditolak pria itu memilih untuk mundur dari pekerjaannya sebagai pengacara publik. Ia sudah mantap pada keputusannya untuk segera pergi menjauh dari Sojin, daripada terus menerus melihat gadis itu dari dekat hanya akan menambag rasa sakit di hatinya.

Ting Tong.. Ting Tong..

Sesaat pria itu menoleh ke pintu utama apartemennya kemudian mengernyitkan dahinya sejenak, befikir siapakah orang yang akan datang bertamu sepagi ini ke apartemennya? Soji tentu saja tidak mungkin, ia sangat ingat jika pagi ini Sojin memiliki jadwal persidangan.

Diletakkannya amplop berisikan surat pengunduran dirinya tersebut sebelum kemudian ia berjalan ke depan, membukakan pintu untuk orang yang datang ke rumahnya tersebut. Sejenak sebelum membukakan pintu, pria itu berhenti tepat di depan layar intercom apartemennya, melihat siapa sosok yang berdiri di depan pintu apartemennya.

Ryeon? Kim Ryeon? Tumben sekali adiknya ini datang berkunjung ke apartemennya. Selama ini adiknya tersebut sangat jarang datang berkunjung ke apartemennya, karena sehari-hari mereka bahkan sudah bertemu di cafe. More

FATE [1/?]

Author : Daisy, Flower

Title       : FATE part 1

Genre   : Romance, Comedy, Mystery, Fantasy

Length : Series

Rated    : +13

Cast       :  ~ Lee Dong Hae

~  Cho Kyu Hyun

~  Kim Hana

~ Kim Hyesa

Disclaimer : Kyuhyun dan Donghae adalah milik kedua orang tua mereka, ELF dan SM. We own nothing kecuali OC yang gaje.Ini hanyalah Fanfiction belaka. Don’t plagiat, Don’t Bash dan RCL ya Guys… Gomawo^^

Happy Reading…..

‘15 menit. Seharusnya Hana sudah selesai sekarang.’

Hyesa melihat jam tangannya untuk ke-seribu kalinya, ‘Kalau begini kita akan telat’ pikirnya, tas yang dia genggam erat terasa semakin berat di lengannya yang sudah lelah.

Gubrak!

Hyesa hampir teriak mendengar suara mirip dengan jatuhnya bom atom yang tiba tiba terdengar. Hyesa memutar kepalanya 180 derajat dengan cepat, ia melihat ada badan tergeletak di bawah tangga.

“NA ~ YAA!!” Teriaknya, sambil berlari ke arahnya.

Hyesa menjongkok dan menggoyangkan tubuh temannya yang menjadi korban tangga, ‘Apakah dia sudah mati?’

Korban itu tiba tiba terbangun dengan kecepatan kilat, “HYE~ CHAN! KITA AKAN TELAT, PALLI!”

“NA ~ YA KENINGMU BERDARAH!”

“AH? GAK SAKIT KOK! CEPATLAH KITA AKAN KENA MARAH!”

“PAKAI SESUATU UNTUK MENUTUPINYA! AKU ADA SESUATUI!!”

Dan pagi yang ribut pun berlangsung dengan lancar.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(KYUHYUN POV)

“Donghae, apa yang kamu lakukan?”

Orang yang dipanggil melihatku dengan senyum bodoh, “Kita harus menyambut anak-anak baru dengan meriah!”, dia meneruskan pekerjaannya.

“Aku tidak mau memakainya.”

Donghae tidak menghiraukanku dan dengan semangat terus menulis dan menghias dengan spidolnya.

“Harus,” Katanya, “Kalau tidak, semua anak-anak baru akan beranggapan kamu itu seorang iblis dari neraka jahanam.”

Dia menyodorkan name tag yang telah ia buat sepenuh hati, ada gambar unicorn, hati pink dan tulisan namaku dengan titik-titik hiasan perempuan.

Terkadang aku kasihan melihatnya.

Jadi aku memakainya dan keluar dari ruangan staff.

*~*~*~*~**~*~**~~*~*~*~*~***~*~*~*~~*~*

Mahasiswa baru terlihat seperti cendol di lapangan yang panas. Mengerikan, mereka semua telah berbaris dengan rapih. Bagaimana caranya memarahi mereka jika mereka semua sedisiplin ini.

Kyuhyun menghela nafas, ‘Gerbang harus kututup, tidak ada orang lagi.’

Dan saat itu juga seperti angin badai, datanglah dua anak berlari ke arah sang senior.

“YAK!! JANGAN DITUTUP DULU SUNBAE!” Anak yang berambut panjang teriak sekuat tenaga, mukanya merah terkena terik matahari.

‘Ah, korban pertama.’

“Hei,” Tegur Kyuhyun saat mereka sudah dekat, “Apa kalian tidak tahu sekarang jam berapa? Ha?!”

Dua mahasiswi baru itu terlihat seperti tikus kecebur got, basah oleh keringat dan ketakutan. Salah satunya malah menggunakan dasi diikat di kepalanya, ‘Apa-apaan mereka?’ Pikir Kyuhyun yang terus menatap mereka dengan wajah datar.

Perempuan yang terlihat seolah mabuk itu melihat ke arah dada Kyuhyun dan menunjuk, “Kyu…hyun?”

Kesalahan kedua.

“Jadi kau memanggil namaku? Tidak diajari kesopanan oleh ibumu ya?”

Perempuan yang berambut panjang langsung menatap temannya dan menyenggol lengannya, matanya seolah mengatakan ‘Jangan!’

“Siapa nama kalian?”, tanya Kyuhyun.

Yang berambut panjang dengan malu menjawab, “K-Kim Hyesa imnida sunbae.” Ia membungkuk dan tidak ingin menatap mata seniornya.

‘Sayang sekali,’ Kyuhyun berkata dalam hati dengan senyum tipis, ‘Dia lucu.’

“Kamu?”

Perempuan yang aneh dengan dasi di kepalanya melihatku dan membungkuk, “Hana… desu…”

“Mwo?”

Hana tersadar dan ketawa kecil, “Maksudku, Hana imnida!”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“Teman-teman kalian ini telat!” Eunhyuk teriak di lapangan dihadapan mahasiswa baru yang ketakutan.

Hyesa menunduk dan membaca doa-doa dengan khusyuk karena telah terihat bodoh pada hari pertama. ‘Lain kali aku harus membangunkan Hana dengan air dingin!’. Hyesa hanya berharap Hana – yang sedang berdiri di sebelahnya, tidak melakukan hal yang bodoh di hadapan umum.

Doa Hyesa tidak terkabulkan karena Hana sedang menggumam lagu dan menggerak gerakkan tangannya sesuai irama. Tentu Hana sedang merasa takut tetapi Hyesa tahu temannya sedang mengalihkan perhatiannya.

“Touch my body~” Terdengar dari mulut Hana, dan muka Hyesa langsung memerah. ‘Tidak bisakah dia menyanyikan lagu lain?!’

Salah satu sunbae yang sedang berdiri di dekat Eunhyuk yang berceramah menyadari nyanyian Hana dan sorotan matanya menuju kedua anak itu.

Hyesa dan Hana tidak mengetahui apa yang akan menjadi akibat perbuatan iseng mereka (Hyesa juga ikut bernyanyi pada akhirnya)

“EUNHYUK, MEREKA BERNYANYI!”

Eunhyuk langsung memutar badannya dan menatap mereka dengan sinis. Di dalam benaknya muncul sebuah ide.

“Jadi kalian berani bernyanyi saat sedang dihukum?” Tanyanya dengan lembut.

Hyesa dan Hana tidak menjawab dan hanya berdiri terdiam menyembunyikan wajah.

“JAWAB SAAT KALIAN DITANYA!” Teriak Donghae dari arah yang berlawanan.

Hyesa, dengan mata yang berair langsung membungkuk, “Mianhe sunbae!!” Ia menutup matanya dengan erat, tidak lagi memerdulikan jika Hana membungkuk atau tidak.

“Mianhe!” ia mendengar Hana berkata.

Eunhyuk tersenyum dan mengangkat wajah Hana yang sedang setengah membungkuk.

“Dasi ini… dipakai untuk apa sayang?”

Hyesa melihat Hana bergetar saat ingin menjawab, “A-aku jatuh dari tangga dan tidak ada perban, sunbae…”

Eunhyuk mengelus kepala Hana dan untuk sesaat kedua korban merasa aman.

Plak!

Saat mengelus kepala Hana, Eunhyuk menjitaknya. “Lain kali jangan ceroboh.” tegurnya dengan dingin.

Darah dari jidat Hana kembali mengalir dan Hyesa menahan diri untuk tidak mencoba membenarkan dasi yang diikat di kepalanya.

“Sebagai hukuman, kalian akan dipertanggungjawabkan atas pekerjaan teman teman kalian, saat mereka salah, kalian dipersalahkan. Arraseo?!”

*~*~*~~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~

Hari kedua.

“Lihat, SISTAR lewat!”

“Waah… Touch My body~”

Hyesa membuang muka untuk menyembunyikan rasa malunya. Berbeda dengan Hana yang tersenyum atau ketawa dan menari.

‘Yak. Benar benar hari yang sial’ batin Hyesa saat melihat beberapa teman mereka memakai atribut yang salah.

Senior dengan radius 1 meter mendekat.

“YAK! SALAH ATRIBUT LAGI? DIMANA WAKIL KALIAN?”

Hyesa mencoba menahan Hana agar ia tidak lari menjauh lagi (Terakhir kali mereka melakukan itu, ketahuan oleh Kyuhyun dan mereka dimarahi keras sekali. Butuh 2 jam untuk menenangkan Hyesa yang menangis)

“Haa.. parah, bagaimana sih? Begini saja sudah salah –salah, apalagi nanti saat resmi menjadi mahasiswa di sini!” Senior mereka membentak.

Ia menyodorkan satu kertas yang berisi tabel kosong, “Ige! Kalian harus meminta name tag senior yang dibuat oleh Donghae.”

Hyesa mengerutkan dahinya, “Yang dibuat Donghae…?” Tanyanya dengan halus.

Senior mereka merasa kasihan dan mendekat ke kuping Hyesa, “Kalian pasti akan menyadari perbedaan name tag, itu saja yang akan kubocorkan.”

Senior lain mendekat dari lorong, Hyesa langsung didorong jauh dan ditinggalkan begitu saja dengan Hana yang masih berusaha kabur.

“Hye~chan… A-ada dia…”

Hyesa dengan nyalinya melihat ke arah senior itu.

Kyuhyun.

Seketika wajah Hyesa menjadi pucat pasi, “Na~ya aku tidak bisa gerak, aku takut…”

“Kalian.” Panggil jelmaan setan itu.

Sial.

“Ne sunbae?” Hana menjawab, kini gilirannya untuk menjaga Hyesa agar tidak mati di tempat.

“Apakah kalian tidak ada kerjaan lain?” Auranya membentuk awan hitam yang mengelilingi tubuh mereka, seakan petir akan menyambar kapan saja.

Hana baru saja ingin menjawab saat ia menyadari name tag Kyuhyun yang sebegitu unik.

“NAME TAG DONGHAE!” Teriaknya, tidak menyadari kesalahan yang fatal yang telah ia lakukan.

Petir telah menyambar.

Kyuhyun memeberi kedua anak tatapan sinis yang cukup untuk membuat Hana dan Hyesa membungkuk dan minta maaf sepuluh kali berturut-turut.

“Kalian ingin name tag-ku?”

Kedua teman saling bertatapan.

‘Beneran?’

‘Aku takut, tidak bisa senior lain apa?’

“Cepatlah.”

Hyesa mengangguk. Matanya melihat kesana kemari, kemanapun yang pastinya bukan mata Kyuhyun.

Kyuhyun menghela, ‘Anak ini terlalu malu, harus kupacu.’

“Kau,” Kyuhyun menunjuk Hana, “Pergilah, cari senior lain,” Ia memfokuskan dirinya pada Hyesa, “Dan kau, belikan aku spaghetti dan temui aku di halaman belakang.”

Tanpa basa-basi lebih lanjut Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan kedua anak yang terpaku diam sesaat.

“Aku tidak ingin menemuinya…”

“Hye~chan,” Hana menepuk bahu temannya, “Ganbatte.”

Hana pergi meninggalkan temannya yang lebih ingin bunuh diri daripada mebelikan spaghetti dan beranjak ke halaman belakang.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

(HANA POV)

Aneh, lorong ini sepi sekali.

Hampa, dan sangat gelap. Padahal di luar matahari bersinar seperti spotlight di atas kepala kita.

Mungkin karena ini gedung fakultas kedokteran. Ada beberapa cerita hantu yang mengelilingi gedung ini.

Aku benci hantu.

Hantu wanita yang bermulut sobek, Hanako, Hantu toilet… Masuk ke obake yashiki saja aku harus dibujuk mati-matian.

Nippon telah membuatku trauma.

Karena itu aku berjalan sambil memegang dinding di dekatku selambat siput.

Ada bunyi cakaran kuku.

2 detik kemudian aku dalam posisi jongkok di lantai dengan kedua tanganku menutupi kuping dan aku telah meneriakkan isi paru-paruku.

“Hei.”

Setan.

“AAAAAAAAAAAAHH!!!”

Setan itu menyentuh bahuku, “Hei, kau payah sekali ya. Bunyi bangku yang digeser saja sudah teriak-teriak.”

Aku melihat wajah setan itu.

Tidak. Lebih tepatnya malaikat itu.

“T-Tampan sekali…” aku tidak sengaja berkata.

“Ha?” Senior itu tertawa lalu menatapku dengan senyum yang menggoda, “Aku memang tampan.”

Tuhan izinkan aku mati disini dengan tenang.

“S-sunbae disini untuk apa?”

Bodoh, seharusnya aku merangkai kata-kataku dahulu. Aku merasa bersalah saat dia menatapku dengan aneh, sungguh tidak sopan.

“Aku?” Dia berfikir sebentar, “Aku hanya menyukai bau darah.”

Aku tahu itu hanya sebuah candaan. Tetapi entah kenapa terasa seksi sekali saat dia mengatakannya sampai aku kehabisan nafas. Berbahaya berada di dekatnya.

Aku menyadari name tag yang ia pakai, ada gambar muka iron-man dan bintang-bintang kecil mengelilingi namanya, ‘Donghae’.

Sepertinya dia menyadari tatapanku karena ia langsung memegang name tagnya dan menariknya sampai copot.

“Ini?” Ia menyodorkan kertas name-tagnya, “Kamu mencari ini kan?”

Aku nyaris bersujud syukur.

Terimakasih tuhan telah menurunkan malaikat di hadapanku.

Saat aku ingin mengambilnya, Donghae menariknya kembali dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya, “Tapi ada syaratnya.”

Tidak jadi sujud syukur.

Aku hanya dapat menghela nafas, ‘Pasti aneh-aneh lagi…’ pikirku. Tentulah ia tidak akan memberiku name-tagnya dengan begitu saja. Aku hanya dapat berharap yang ia inginkan hanya spaghetti.

“Aku sekarang ini lagi jomblo…” Dia menyeringai, putih giginya mengalihkan duniaku.

“Aku sudah lama tidak berkencan dengan  seseorang,” Matanya berbinar, “Jadi…”

Aku tidak sanggup, aku tahu apa yang akan dia katakan.

“Kau harus berkencan denganku.”

Dunia berasa berputar lebih cepat. Yang aku lihat hanya wajahnya yang semakin mendekat, mendekati sisi kanan wajahku.

Mari kita panjatkan doa ke Tuhan Yang Maha Esa.

Cup!

Kakiku seolah tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhku, padahal aku sudah diet ketat 2 bulan yang lalu.

“Sampai ketemu lagi minggu depan! Lokasi dan waktunya kukasih tau lewat sms ya Hana!”

Dia langsung meninggalkanku yang saat ini merasa seperti ingin meledak.

Saat dia benar-benar menghilang, semuanya menjadi hitam.

Aku saja tidak menyadari bahwa dia mengetahui namaku tetapi aku tidak pernah memperkenalkan diri.

*~*~*~~*~**~~*~*~*~*~*~*~*~*

Tanganku bergetar membawa satu mangkuk spaghetti spesial untuk senior tercinta.

Kyuhyun. Betapa mengerikan dirinya.

Aku sengaja melambatkan irama jalanku. Rasanya seperti satu detik tetapi aku sudah sampai di halaman belakang.

Dimana iblis itu?

Aku melihat sebuah lengan di belakang pohon, mungkin itu dia.

Aku mendekat perlahan-lahan. Tebakanku betul, ternyata Kyuhyun sedang tertidur dengan earphone di telinganya.

Dia tidak menyeramkan sama sekali. Malah ia terlihat lucu.

Saking lucunya aku mengulurkan tanganku untuk mencoba menyentuh pipinya.

Baru saja aku ingin menyntuhnya saat matanya langsung terbuka dan ia terlihat seperti anjing labrador siap untuk memangsa.

“Hei. Apa yang kau lakukan?”

Aku menarik tanganku secepat mungkin dan menyodorkan mangkuk spaghetti yang masih hangat untuknya.

“I-Ini sunbae!”

Kyuhyun melihatnya, tangannya tidak ia ulurkan untuk mengambilnya.

“Sayangnya aku sudah tidak lapar,” Katanya dengan nada bosan, “Tetapi aku tidak boleh membuangnya begitu saja.”

Ah… benar-benar sia sia membelikan spaghetti ini untuknya… padahal aku lapar, seharusnya ini untukku saja.

Ia mengambil mangkuknya dan melihatku, “Kau pasti lapar kan? Sekarang sudah siang bolong seperti ini.”

Apakah dia seorang peramal?

“Kita makan berdua saja,” Ia bergerak dari tempat duduknya dan menepuk tempat ksosng di sebelahnya, “Sini.”

Aku, Kim Hyesa tidak pernah merasakan suasana seaneh makan berdua dengan seorang setan yang saking mengerikan harus dikeluarkan dari neraka dan diturunkan tepat di sebelahku dengan semangkuk spaghetti di tangannya.

Ia memutar garpunya dan menyodorkan gumpalan spaghetti besar ke arah mulutku.

“Makan.”

Aku hanya dapat memerhatikan gumpalan itu dengan bingung, “S-sunbae… ini terlalu besar aku tidak bisa.”

Jangan ada yang berfikir aneh – aneh.

Dengan cepat Kyuhyun langsung mengurangi banyaknya spaghetti itu, “Sekarang?”  Tanyanya sambil menyodorkan gumpalan baru yang lebih sedikit.

Aku membuka mulutku, menunggu rasa spaghetti yang akan mendominasi indra perasaku.

Tapi tidak pernah datang.

“Eh?” Aku membuka mataku untuk melihat Kyuhyun yang sedang asyik mengunyah spaghetti itu.

Ia menatapku. Walaupun ia tidak tersenyum aku tahu dia sedang memberikan ekspresi licik.

Karena takut, aku hanya duduk terdiam dan melihat bunga-bunga yang ditanam tidak jauh dari posisiku sekarang.

Rose, Lily, Sakura dan Tulip.

“Kasian, sini.”

Tangan Kyuhyun menarik daguku untuk menghadap kepadanya.

Aku takut ia dapat mendengar betapa kerasnya jantungku berdetak. Rasanya seperti tulang dadaku berusaha menahan hentakan tanpa henti.

“Seharusnya kita membagi, tapi sisa spaghettinya buat kau saja.”

Menghancurkan suasana.

Aku mengangguk, “G-gomawo sunbae..”

Ia meletakkan mangkuk itu di pangkuanku dan pergi dengan memberikan senyuman kecil.

Menurutku, dia jauh lebih tampan jika tersenyum.

Aku tidak menyadari bahwa dia hanya meninggalkan seuntai spaghetti untukku.

Betapa baik.

*~*~~*~*~~*~*~~*~*~*~*~~*~*

Suara jeritan terdengar menggema di gedung fakultas kedokteran.

Hyesa berlari ke dalam gedung itu dengan kecepatan yang dapat disaingkan dengan cheetah.

‘Pasti Hana. Tidak ada yang teriakannya setinggi dan sekeras itu…’

Saat berlari melewati lorong ada seseorang yang berlari ke arah yang berlawanan dengan kain hijau yang biasanya dipakai untuk orang yang dioperasi.

Brak!

“HYES~CHAN!!”

“NA~YA?”

Hyesa langsung menarik kain yang menutupi temannya itu, tetapi Hana tetap memegang kain itu dengan kuat.

“AKU TIDAK PAKAI BAJU!”

“APA?!”

“TEMANI AKU KE TOILET DULU!”

20  menit lewat, Hana akhirnya keluar dengan semua auratnya tertutup.

“Na~ya,” Hyesa menyapa, entah kenapa Hana terlihat sangat lemas, “Kenapa kau bisa ada di situasi seperti itu?”

Hana tidak langsung menjawab dan duduk diam, menenangkan diri.

Jangan-jangan…

“NA~YA MEREKA TIDAK MELAKUKAN APA APA KAN?!”

“Apa?”

“KITA HARUS MENGECEK, ADA BAGIAN YANG SAKIT TIDAK?”

“Hye~chan”

“PERUTMU TIDAK TERASA ANEH KAN? “

“HYE~CHAN! JANGAN BERFIKIR YADONG!!”

*~*~*~~*~*~*~*~~*

Ruangan kosong.

Tidak ada siapa-siapa kecuali kedua teman yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing.

Kyuhyun mengambil botol berisi cairan kental dan merah lalu meminumnya tanpa rasa jijik.

Donghae merasa ingin muntah, “Kyu, kau sudah minum 5 botol. Tahanlah sedikit, nanti kehabisan.”

Kyuhyun menjilat sisa-sisa cairan yang ada di pinggir bibirnya, “Fakultas kedokteran memiliki stock yang banyak, tenang saja.”

“Tapi tetap saja, hematlah sedikit.”

Kyuhyun tersenyum lebar, lebih tepatnya menyeringai,“Entah kenapa ada yang membuatku sangat lapar.”

Donghae membuka kausnya, dadanya yang bolong mengeluarkan cairan hijau-putih yang menjijikan, “Kau menakutkan kalau tersenyum, ada apa?” Tanyanya seraya melilitkan perban di dadanya.

“Aku menemukan sesuatu.”

Donghae menatap Kyuhyun dengan binar keingintahuan di matanya, “Apa?”

“Rahasia.” Kyuhyun tetap tersenyum. Menurut Donghae, ini merupakan rekor muri karena Kyuhyun dapat menahan senyuman itu sampai 7 detik, pas.

“Dasar pelit.”

“Kamu sendiri?” Tanya Kyuhyun yang sekarang telah kembali ke ekspresi bosannya.

“Eh?”

Kyuhyun menghela nafas, “Kau terlihat berbeda,” peminum darah itu tidak ingin melihat mata Donghae, “Seakan Jung Soohyun ada di sini.”

Donghae sempat diam tetapi kembali melanjutan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun.

“Maaf.”

“Jung Soohyun,” Ucap Donghae pelan, ia duduk di atas meja kelas dan melihat keluar jendela, “Kalau panas di luar pasti ia mengajakku berenang ke sungai di belakang rumah.”

Kyuhyun menaruh botolnya yang masih setengah penuh. Rasa laparnya seakan menghilang begitu saja.

“Musim panas seperti ini, pasti ada festival musim panas. Dia paling tidak suka kalau disuruh ke rumah hantu.”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Flashback

“Oppa! Aku tidak mau.”

“Ayolah, kan sama oppa, biar kamu tambah berani!”

Jung Soohyun menarik lengannya yang ditahan oleh Donghae, “Oppa! Aku bilang aku tidak mau!”

Donghae tertawa, “biaklah – baiklah kita ke wahana yang lain”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Sekilas bentuk tubuh seorang anak perempuan yang jongkok sambil teriak keras melintas di benak Donghae.

“AAAAAAAH!!!”

‘Mungkin teriakan Soohyun seperti itu jika aku membawanya ke rumah hantu.’ Pikirnya, matanya yang berbinar seolah berubah menjadi warna kelabu yang tidak memantulkan sinar cahaya.

“Aigoo…”

Kyuhyun menatap temannya dengan bingung, “Wae?”

Donghae kembali mengenakan bajunya, “Tidak, aku menemukan sesuatu juga.”

“Rahasia?”

Donghae tersenyum sedih.

“Iya.”

*~*~*~*~~*~*~*~*~*~~*~*

“Jadi intinya.. kau dikira seorang mayat percobaan?”

Hana yang sekarang duduk lemas di hadapan Hyesa mengangguk, “Ada office boy lewat dan melihatku tergeletak di lantai. Dia kira aku sudah mati jadi dia menaruhku di ruang percobaan dan melepas bajuku untuk memudahkan mahasiswa.”

Hyesa merinding, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Hana. Terjebak di antara mayat-mayat, telanjang dan siapa tahu jika ada makhluk-makhluk gaib yang lewat?

“Lagian, kenapa kau tergeletak di lantai?”

Muka Hana yang tadinya sepucat rembulan menjadi semerah tomat matang.

“Ada setan disini.”

Hyesa bergetar.

“Eh? S-setan?”

Hana langsung berdiri, ia menyadari sesuatu.

“TEMPAT INI TERKUTUK KIM HYESA! KITA HARUS KELUAR DARI GEDUNG DAN MELAKUKAN RITUAL PEMUJAAN!!”

“A-APA?! TERKUTUK?”

“PALLI! SEBELUM TERLAMBAT!”

Hana langsung memegang lengan Hyesa dan menariknya; menggeretnya lebih tepatnya, ke luar gedung.

“KITA MULAI RITUALNYA!”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae yang sedang melihat ke luar jendela bersama Kyuhyun bingung mengapa ada dua anak perempuan yang teriak-teriak, menyiramkan air dan bersujud-sujud di hadapan gedung fakultas kedokteran.

*~*~*~~*~*~*~*~*~*~*

Sabtu, jam 9.00, temui di smile cafe, ya sayang?

Ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh orang yang tidak diketahui.

Oh, ya ini sunbae-mu, Donghae   :)

Diulang, ada sesuatu yang lucu dan menjijikan tentang sms yang dikirim oleh Donghae malam itu.

Hana, yang tadinya tenang-tenang saja meminum jus orange-nya tiba-tiba tersedak.

Dia benar-benar serius ingin berkencan dengannya.

Hana menatap layar hp-nya dengan wajah serius, ada terlalu banyak hal yang janggal.

Tulisan yang sesedikit dan langsung to the point seperti itu, dia antara terburu-buru atau tidak ingin mengatakannya.

Kepribadiannya berbeda dengan itu, binaran kekanak-kanakan di matanya dan sifat dia yang berputar-putar satu titik saat menjelaskan. Dia bukan tipe yang akan menulis teks simple dan pendek.

Kedua, ada sesuatu yang aneh dengan kata ‘sayang’ di akhir sms pertamanya. Seakan terpaksa.

Ketiga, smiley face di akhir teksnya yang terlalu jauh jaraknya dengan kata terakhirnya, yakni namanya memungkinkan bahwa ia sebenarnya menulis lebih banyak dari itu.

Tentunya ini semua hanya prediksi dan perkiraan. Tidak ada yang pasti.

Hana membalasnya dengan ‘Iya sunbae, aku tidak akan terlambat :)

Perempuan itu menaruh hp-nya kembali di atas meja, “Kyuhyun, Donghae.” Sebutnya perlahan, “Aneh, aneh, aneh.”

Entah kenapa ia seperti pernah mendengar kedua nama itu, dan bukan karena nama mereka pasaran atau dari kenangan lama tetapi nama mereka seperti tertulis dalam dongeng lama.

Entah dongeng apa, tetapi ia pernah mendengar nama mereka disebut ketika matanya tertutup perlahan untuk tidur saat masih kecil.

“Na~ya, jangan melamun.”

Hyesa menepuk bahu temannya dan memberikan senyuman, “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

Hana mengambil hp-nya dan langsung memasukkannya ke kantong celananya, “Apa itu?”

Hyesa merogoh sakunya dan mengeluarkan gelang kecil berwarna silver dengan hiasan setengah hati, “Ini!”

Hana tersenyum lebar, “Kau masih menyimpannya?”

“Iya dong!” Hyesa tertawa, “Aku tidak akan pernah melupakan kenangan waktu kita di SMA!”

Hana mengangguk antusias, “Iya!”

“Nah, punya Na~ya dimana?”

Krik.

“Pasti Na~ya sudah menghilangkannya.”

Hana yang tadinya tersenyum sekarang panik, “A-aku padahal sudah mencoba menyimpannya dengan baik!!”

Hyesa menghela nafas, “Hm, pastinya.”

“Sumpah! A-aku benar-benar mencoba!”

“Mencoba tidak akan selalu berhasil, bukan?”

Hyesa mengeluarkan gelang lagi dari kantong ajaibnya, “Ini, “ ia menyodorkan barang itu ke Hana yang wajahnya masih panik, “Kau menjatuhkannya, untungnya aku temukan.”

“HUA! HYE~CHAN PENYELAMAT HIDUP!!”

“JANGAN TERIAK KITA SEDANG DI TEMPAT UMUM!”

Dalam keributan itu Hana masih dapat menyadari bahwa di gelang Hyesa ada guratan “Kyu”.

TBC

Butterfly

FF Butterfly

 

Nama                : Olivia Lovelyna

Title                  :Butterfly
Genre               :Romance
Author              :Gloria8926
Facebook         : Olivia Lovelyna
Twitter              :@HarumiKazama
Cast                 :
-Cho Kyuhyun
-Han Jina
Length              : Oneshot
Rating                : T
Note                 :

Annyeong Haseyo,untuk pertama kali aku mengirim ff ke blog ini.aku harap chingudeul suka ceritanya  dan mianhae kalau ada typo ne ^_^

 
Untuk pertama kalinya aku merasakan apa yang namanya jatuh cinta itu.rasanya setiap saat jantungku berdegup kencang dan aku selalu memikirkannya.jatuh cinta adalah hal yang wajar karena kita adalah manusia normal.

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan musim semi.selama liburan,aku hanya menghabiskan waktuku bersama kakakku Han Jae Won.sebentar saja aku tak melihatnya,rasanya aku  hampir gila.aku sangat mencintai dirinya.

Namaku Jina,lebih tepatnya Han Jina.aku anak kedua dari dua bersaudara.aku punya satu orang kakak laki-laki yang bernama Han Jae Won.aku bersekolah di Seoul International High School,sedangkan kakakku kuliah di Japanese International University.kedua orang tua kami sudah tidak ada.ayah kami Han Seng Won pergi meninggalkan kami beserta ibu,sementara ibu kami Goo Nara telah meninggal dunia akibat dibunuh oleh mafia.

 

 

Setiap saat,aku selalu teringat kejadian dimana aku dan kakakku Jae Won sangat terpuruk.bahkan kakakku mengikuti latihaan taekwondo untuk membunuh mafia yang telah membunuh ibu dan meminta pertanggung jawaban ayah akibat kematian ibu. More

Night Talk

Night Talk

With Super Junior’s Donghae & OC

.

.

.

More

Call My Name [1/?]

1389163418898

 

Judul: Call My Name 1

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Park Ji Rin (OC)
  • Lee Dong hae (Super Junior)
  • Kim Chae Rin (OC)
  • Kim Young Woon (Super Junior)

Author : OctciKyu

Genre :Married Life, Sad, Romance, Friendship

Length : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Dong Hae, and Kim Young Woon as himself. OC belong to my imagination character.

 

Halooo Readers,

Happy Reading J

 

“Setidaknya ajari aku bagaimana untuk memiliki kekuatan ketika kehilangan itu datang”

 

Suara lonceng Gereja terdengar nyaring memenuhi seluruh sudut Gereja dan  bagian luar Gereja. Sesaat setelah itu terdengar nyanyian rohani yang menggema dan bersukacita. Sukacita setiap orang yang bernyanyi karena akan mengikuti kebaktian pernikahan dua anak manusia, pernikahan sacral yang membawa dua sejoli itu untuk menempuh hidup baru. Dua anak manusia yang akan dipersatukan dalam ikatan kasih kehidupan rumah tangga.

Pintu Gereja terbuka, menampilkan seorang pria paruh baya yang sedang menggandeng seorang gadis cantik di sebelah kirinya. Membawa gadis  itu berjalan menuju altar Gereja, membawanya kepada seorang pria yang berdiri menunggu di altar. Sang gadis berjalan dengan langkah yang begitu pasti menatap ke depan, menatap sang Pendeta dan senyum tipis yang tersungging di bibirnya. Jantungnya berdegu kencang, menatap seorang pria di depan altar. Sang gadis merasa bahwa kali ini perjalanan menuju altar begitu sangat jauh, dan merasakan bahwa kakinya terasa lemas ketika sang ayah memberikan tangan gadis itu pada pria tampan itu.

Pria tampan itu menerima tangan sang gadis dengan penuh ketegangan dan timbul rasa takut dalam dirinya. Dia mencoba untuk tetap bersikap tenang sampai prosesi pemberkatan berlangsung.Memberi senyum dan menampilkan wajah yang begitu tenang terpancar dari wajahnya. Segera proses pemberkatan berlangsung dan kedua anak manusia itu mengucapkan janji pernikahan. Saling menyematkan cincin pada jari manis mereka, dan meninggalkan kecupan di dahi. Segera setelah prosesi pemberkatan, air mata sang gadis meluncur dengan indahnya. Air mata yang mewakili perasaannya saat ini, tetapi wajahnya tetap terhias dengan senyuman yang cantik. More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,762 other followers