SLR Love [3/?]

slrlove

Title : SLR Love (Chapter 3)

Author : BabyChoi_Rae

Cast : Park Rae Rim (OC), Choi Siwon

Other Cast/Cameo : Park Rin Rin (OC), All member Super Junior, Other Cast.

Genre : Romance, Comedy.

Rating : PG 15

Length : Chapter.

Disclaimer : FF ini murni dari pemikiran Author. Park Rae Rim, Park Rin Rin, dan seluruh alur cerita adalah milik Author. Choi Siwon dan member Super Junior lainnya adalah milik Tuhan dan Orang tua masing-masing member. Don’t copy paste this FF, because this FF is my mine.

~Chek This Out~    

 

    

19.30 KST @Apartment Park Rinrin.

Author POV

“Aku pulang dulu eonnie… Annyeong…. Pai pai” kata seorang yeoja cantik yang keluar dari pintu apartment milik eonnienya.

Dia terlihat tergesa-gesa saat keluar dari kompleks apartmen itu. Dilihat jam tangan silver miliknya yang melingkar cantik di tangan kanan nya. Dia sedikit mengeratkan jaket yang ia kenakan untuk menambah rasa hangat di tubuhnya. Malam ini begitu dingin, hingga hawa dingin itu terasa menusuk kedalam sumsum tulangnya.

“Aiiggoo…. Malam ini terasa dingin sekali eoh.” Gerutu yeoja itu sambil mengosok-gosokkan kedua tangannya.

Ia berjalan menyusuri trotoar, ‘sepi dan dingin’ itu lah yang sedang ia rasakan sekarang. Dapat terlihat, hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang melewati trotoar dan jalan raya di sebelahnya.

Angin malam berhembus kencang, yang membuat rambut panjang yeoja yang tak lain adalah Park RaeRim sedikit menyibak kebelakang. Awan hitam mulai menata diri menyelimuti langit malam, bersiap untuk menyirami(?) bumi ini dengan air yang ia kucurkan dari langit. Tampak beberapa kilatan cahaya yang memperjelas bahwa sebentar lagi akan turun hujan di kota Seoul.

RaeRim mulai mempercepat gerak langkahnya, agar air hujan tak mengguyur tubuhnya dan membasahi tubuhnya yang sedari tadi sudah menggigil kedinginan. Namun selang beberapa menit….

Byuurrr…..

Hujan turun dengan derasnya tanpa di aba-aba terlebih dahulu. Raerim yang berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dengan cepat mencari tempat berteduh dari guyuran air hujan. Terlihat sebuah halte bus yang ada di seberang jalan dapat ia gunakan untuk berteduh dari air hujan yang mulai membasahi sebagian tubuhnya. Ia berniat untuk berteduh disana dan ketika ia akan menyebrangi jalan raya itu, tiba-tiba…..

Cprraaattt……

Genangan air hujan yang ada di pinggir jalan itu memuncrat(?) sempurna di tubuh Raerim. Sontak seluruh tubuhnya yang hampir basah kuyup, sekarang menjadi tambah kotor karena cipratan air hujan yang dilewati sebuah mobil yang melaju kencang.

“Aiisshh… sialan… APA KAU TAK LIHAT ADA ORANG DI SINI EOH?” Umpat RaeRim yang geram dengan pengendara mobil itu.

Dilihatnya mobil BMW berwarna hitam yang terus melaju kencang tanpa memperdulikan umpatan RaeRim tadi. RaeRim hanya bisa mendengus kesal kemudian berjalan tergesa menuju halte bus di depannya.

“Aiiggooo…… Sudah basah kuyup, malah di tambah kotor seperti ini.” Gerutu Raerim tak henti-henti sambil membersihkan bajunya yang kotor.

Dilihat kembali jam tangan silver miliknya, jarum jam menunjukan sudah pukul 20.10 KST. Belum terlalu malam memang, tapi suasana di sini sudah sangat sepi. Apalagi di tambah hujan yang mengguyur kota Seoul dengan sangat deras. Raerim mengedarkan pandangannya, mengamati setiap sudut tempat sekarang ia berada. Ia berharap ada bus yang berhenti dan akan membawanya pulang menuju apartment Siwon.

Hari ini RaeRim bisa dengan leluasa keluar dari apartment Siwon tanpa harus meminta persetujuan darinya. Ya… Siwon hari ini tidak ada di apartment miliknya, dia sedang berada di Busan untuk melakukan sebuah pemotretan untuk majalah fashion terkenal di Korea.

Siwon POV

“Aku pulang” Teriakku ketika aku sudah sampai di dalam apartmentku.

“Kenapa apartment ini sepi sekali? Kemana RaeRim?” Tanyaku berbicara pada diriku sendiri.

Kulangkahkan kakiku mengitari seluruh ruangan apartmentku ini, mulai dari dapur sampai ke kamar tidur RaeRim. Namun tak kudapatkan tanda-tanda keberadaannya di apartment. Dengan sigap ku ambil ponsel di kantong celanaku.ku pencet beberapa tombol yang ada di ponselku untuk menghubungi RaeRim.

“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan, silahkan ulangi beberapa saat lagi.” Kata operator telephone itu dari sebrang sana.

Aku mendengus kesal ketika nomor telephone RaeRim tidak bisa di hubungi. Pikiranku mulai mengatakan bahwa ia kabur dari apartmentku.

“Ahh… Sial… Apa yeoja itu kabur ketika aku pergi ke Busan? Berani sekali ia kabur dariku. Awas saja jika aku bertemu dengannya, akan aku beri pelajaran ia.” Gerutuku kesal pada RaeRim.

Kemana dia pergi? Apa dia benar-benar kabur? Tapi firasatku berkata bahwa dia tidak lari dari tanggung jawab nya. Ku rasa dia bukan gadis seperti itu. Di luar sedang hujan deras, apa dia sedang terjebak hujan di luar sana dan tidak bisa pulang? Lalu kenapa hanphonenya tidak bisa di hubungi? Begitu banyak pertanyaan mengenai keberadaan RaeRim yang berputar-putar di otakku. Aku mulai khawatir dengannya, ini sudah malam dan di luar sedang hujan deras, aku takut ia kenapa-kenapa di luar sana.

Aku teringat bahwa bukan hanya aku yang ia kenal di Seoul. Ada RinRin kakaknya yang juga tinggal di Seoul. Tanpa ragu lagi aku segera menghubungi nomor telfon RinRin.

“Yeoboseo” Suara RinRin dari seberang.

“Nde, yeoboseo Park RinRin-ssi.”

“Ada apa Siwon-ssi? Waeyo kau menghubungiku malam-malam begini?”

“Ahh… Mian jika aku menggangu waktu istirahatmu RinRin-ssi, aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. Apakah RaeRim sedang berada di apartmentmu sekarang?” Tanyaku sedikit cemas pada RaeRim.

“Ahh… nde. Tadi pagi sampai sore dia berada di sini, tapi sudah satu setengah jam yang lalu dia berpamitan denganku untuk kembali pulang ke Apartmentmu.” Kata RinRin menjelaskan padaku.

“Jinjjayo?? Tapi kenapa sampai sekarang dia belum pulang ke Apartment? Nomor hanphonenya juga tidak aktif. Seharusnya dia sudah ada disini sekarang.” Tanyaku lagi.

“Jeongmal? Tapi dia sudah pulang satu setengah jam yang lalu, sungguh aku tak berbohong padamu.” Kata RinRin meyakinkanku.

“Hhaahh…. *menghela nafas beratnya* Baiklah aku akan mencoba menghubunginya lagi. Mian sudah mengganggumu malam-malam begini. Annyeongg….”

Bipp… *memutus sambungan telfon

“Huufftt… kemana gadis itu pergi? Ini sudah hampir larut malam aku harus mencarinya.” Kataku kemudian berlari meraih kunci mobilku yang tergletak diatas meja dan segera keluar apartmen untuk mencari keberadaan RaeRim.

Kutelusuri jalan menuju apartment milik Park RinRin, aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang, bahkan bisa di bilang sangat pelan dari biasanya aku mengendarai mobil.

Ku edarkan pandanganku melihat setiap sudut jalanan yang aku lewati. Air hujan yang masih setia mengguyur kota Seoul dengan derasnya menghalangi penglihatanku untuk mencari seseorang yang sedari tadi aku khawatirkan.

Sudah lebih dari setengah jam aku mengitari setiap jalanan disini, namun aku belum melihat sosok RaeRim di depanku. Perasan cemasku mulai menjadi-jadi ketika aku melihat jam tangan yang melingkar di tangan kananku. Jarum jam menunjukkan pukul 20.50, mungkin belum terlalu larut, tapi sungguh jalanan di sekitar sini benar-benar sangat sepi.

Ketika aku melewati salah satu jalanan disini, aku melihat seseorang yang sedang diuduk di halte bus sendirian dengan kakinya yang ia tekuk. Tanpa ragu lagi aku segera melajukan mobilku mendekati seseorang itu yang aku rasa dia seorang yeoja. Dan benar aku menemukan orang yang kucari dan ku khawatirkan dari tadi.

“Ayo cepat pulang, ini sudah malam, tak baik jika seorang yeoja duduk sendirian di halte bus dengan suasana sepi dan sedang hujan deras seperti ini” Kataku yang duduk di sebelah RaeRim yang menelungkupkan wajahnya di antara kakinya yang ditekuk.

“ehh….” Kata RaeRim sedikit kaget dan langsung melihat kearahku. Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang menurutku sangat lucu.

“Kau?”

“Kenapa bisa ada di sini eoh?” Tanyanya kebingungan dengan keberadaanku disampingnya.

“Nde, aku. Waeyo jika aku ada di sini? Apa kau tak suka?”

“Anni, tapi bukankah kau seharusnya masih di Busan?”

“Kita masuk kemobil dahulu, setelah itu akan ku jelaskan padamu.” Kataku kemudian menarik tangannya masuk kedalam mobilku.

“Aiiggooo…. Kenapa bajumu kotor sekali? Dan lihatlah bajumu itu juga basah kuyup.” Kataku terkejut ketika melihat baju yang RaeRim pakai basah kuyup dan sangat kotor.

“Tadi aku kehujanan, dan ketika aku akan menyebrangi jalan, ada sebuah mobil yang melaju kencang kemudian mencipratkan air yang tergenang di jalan dan tak sengaja mengenaiku” Katanya dengan wajah yang tertunduk lesu dan agak pucat.

“Ishh… ishh… isshh…. Tidak sopan sekali pengendara mobil itu. Lihatlah wajahmu sangat pucat sebaiknya kau ganti baju dulu.”

“Aku tidak membawa baju ganti.” Ucapnya singkat

“ Pakai bajuku.” Kataku menawarkan diri

“Nanti kau bisa sakit karena kedinginan.” Lanjutku

“Mwo?? Apa kau sudah gila? Mana mungkin aku memakai bajumu! Yang ada, bukan cuma aku yang sakit, tapi kau juga babo. Kau akan kedinginan jika telanjang dada tanpa memakai baju.” Bentaknya yang menjadi galak padaku.

“Heh…” Kata ku sedikit bingung karena mencerna perktaan RaeRim, berani sekali ia membantakku dan meneriaki aku ‘babo’ Umpatku dalam hati

“Telanjang dada? Apa maksudmu telajang dada?” Tanyaku padanya dengan tatapan mematikan.

“Nde, katamu tadi kau menyuruhku untuk memakai bajumu. Berartikan kau tak pakai baju.” Katanya dengan wajah polos tanpa dosanya.

Pleettakk…

Aku menjitak puncak kepala RaeRim pelan, ada-ada saja anak ini. Apa yang ia pikirkan hingga membuatnya berpikir bahwa aku akan telanjang dada di hadapannya. Aiisshh….. yeoja aneh. Batinku menggerutu.

“Aiisshh…..” Dengusnya pelan ketika aku menjitak puncak kepalanya.

“Sebenarnya yang babo itu kau atau aku hah? Ternyata di balik wajah polosmu itu, kau punya kadar otak yadong.” Kataku mencibir RaeRim.

“Mw.. mwoo? Kau bilang aku yadong. Enak saja kau bilang aku yadong. Yang yadong itu kau… bukan aku.” Katanya membela diri.

“Aiisshh….. Terserah kau saja…. Sekarang cepat ganti bajumu dan pakai baju ganti ku yang ada di kursi belakang.” Pintaku padanya.

“Berarti bukan….”

“Bukan baju ini… *menunjuk baju yang Siwon pakai* Tapi baju ganti ku yang ada di kursi belakang.” Kataku memotong kata-katanya.

“Huumm… nd.. nde.. arra..” Katanya tergagap dengan wajah menunduk malu.

Aku hanya terkekeh pelan ketika melihat wajahnya itu malu karena kelakuannya sendiri.

RaeRim POV

Aiisshhh…. Park RaeRim…. Apa yang ada di pikiranmu hingga kau berpikir bahwa dia akan telanjang dada karena memberikan bajunya untuk kau pakai. Dasar babo. Gerutuku pada diriku sendiri.

Ahh.. aku benar-benar sangat malu padanya, kenapa aku bisa berpikiran sependek itu dan mempermalukan diriku sendiri? Sungguh aku sangat malu pada Siwon.

Aku segera melangkah dari kursi depan ke kursi belakang, ku ambil kemeja lengan panjang berwarna putih yang menggantung di belakang kursi. Aiiggoo….  Ini baju apa saringan tahu? Kenapa transparan sekali eoh. Batinku bersuara ketika aku melihat kemeja panjang yang sedang ku pegang.

“Apa tak ada baju selain kemeja ini?” Tanyaku pada Siwon yang sedang sibuk mengutak-atik ponselnya.

“Tak ada, hanya itu yang ada di mobilku. Wae? Kau tak suka?” Tanyanya dengan muka yang masih focus ke layar Iphonenya.

“Bukan begitu, tapi baju ini sangat transparan.” Kataku nyeletuk begitu saja

“Ya sudah terserah kau saja, mau tetap kedinginan karena memakai baju yang basah kuyup, atau menjadi lebih hangat setelah berganti baju.” Katanya dingin.

“Isshhh.,.. baiklah. Tapi aku harus ganti baju dimana? Di luar masih hujan?” Tanyaku lagi.

“Aisshh…. Kau itu kenapa jadi lemot ketika hujan turun eoh? Kau bisa ganti baju disini.” Protesnya padaku.

“Mw.. mwo? Shireo… Apa kau sudah gila menyuruhku menganti baju di sini. Sedangkan kau juga ada di dalam mobil.” Gerutuku pada Siwon.

“Wae kalau aku juga ada di dalam mobil? Aku tak akan mengintipmu yang sedang mengganti baju. Aku tak mungkin keluar mobil. Lihatlah di luar sedang hujan lebat.”

“Baiklah kalau begitu aku pinjam sapu tangan mu.”

“Untuk apa memakai sapu tangan segala?” tanyanya lagi.

“Hyaa… sudah cepat seraahkan sapu tanganmu, jangan banyak bertanya.” Umpatku padanya.

“Hum, ige.” Kata Siwon menyerahkan sapu tangan berwarna shappier blue miliknya.

Ketika aku mendapatkan aku langsung melipat saputangan itu menjadi sebuah segitiga. Dengan sigap aku menutup mata Siwon dengan saputangan miliknya. Aku sempat kewalahan karena ia memberontak ketika aku menutup matanya. Namun akhirnya aku bisa menjinakkan(?) kebrutalannya.

“Kenapa harus di tutup segala eoh? Aku sudah bilang, aku tak akan mengintip.” Kata Siwon protes padaku.

“Sudah diamlah, aku tak akan pernah yakin dengan laki-laki zaman sekarang. Walaupun kau mengaku tak akan mengintipku, tapi aku tak yakin jika kau tak mengintipku.” Gerutuku panjang lebar pada Siwon yang tampak geram dengan ulahku.

Aku pun segera mengganti bajuku dengan kemeja transparan milik Siwon. Sebenarnya kemeja ini tak terlau transparan untuk bahan baju laki-laki, tapi untuk bahan baju perempuan, aku rasa ini tak cocok di gunakan. Untung aku memakai tengtop, sehingga baju transparan ini tak terlalu mengekspose bagian tubuhku. Namun sayangnya rok yang aku pakai juga basah kuyup dan kotor, aku tak mungkin tetap memakai rok yang kotor. Tapi di sini tidak ada celana yang bisa aku pakai. Sebenarnya aku memakai hotpants di atas paha, tapi…. Lagi-lagi ini benar-benar bukan gaya berpakaianku.

Aku menghela napas beratku, dan dengan sangat berat hati aku melepas rok kotorku dan hanya memakai hotpants sepaha. Sungguh aku sangat tak percaya diri, bukan apa-apa, aku hanya tak terbiasa berpakaian pendek dan minim di depan orang lain.

“Hyaa… Sudah selesai belum mengganti bajunya? Aku capek menunggu dengan mata tertutup seperti ini.” Kata Siwon mulai protes karena sudah menunggu cukup lama.

“Huufftt… *menghela napas berat* Aku sudah selesai kau boleh membuka penutup matamu.” Kataku sedikit malas.

“Huh… Kau itu ganti baju, apa sedang menjahit baju. Lama sekali.” Gerutunya lagi namun tak ku hiraukan.

“Kenapa masih duduk dibelakang? Ppali pindah kedepan lagi.” Pintanya kepadaku.

“Shireo.. aku ingin duduk disini.” Kataku menolak permintaannya.

“Yaakk… Cepatlah pindah kedepan, aku tak mau orang mengira aku adalah supirmu eoh!” pintanya lagi.

Ahh… aku benar-benar malas jika harus duduk di depan bersamanya. Aku tak mau ia melihat aku yang sedang berpakaian pendek seperti ini. Sungguh hari dan malam yang sangat buruk untukku.

“Sudahlah Siwon-ssi, Jangan paksa aku untuk duduk di depan, aku sangat capek, jadi biarkan aku istirahat sebentar.” Kataku memohon padanya dan berharap ia akan mengerti.

“Aniya. Aku tak mau. Pokonya kau harus duduk di depan sekarang juga.” Katanya yang masih kekeuh dengan pendiriannya.

“Sekali-kali kau yang menuruti perkataanku, jangan aku terus yang menuruti permintaanmu.” Kataku menyuruhnya menuruti apa yang aku mau.

“Yaakk… Disini aku yang menjadi bosnya, bukan kau. Jadi sekarang cepatlah pindah kedepan atau aku akan memaksamu untuk pindah kedepan.”

“*menarik napas kemudian membuangnya kasar* Kau itu kenapa keras kepala sekali eoh. Aku tak….”

Tanpa diaba-aba Siwon langsung menarik tanganku untuk pindah duduk di depan. Sontak aku langsung terseret kedepan dan duduk di sebelahnya. Ku lihat wajah siwon memandangku lekat.

“Heh… kau lihat apa eoh? Kenapa melihatku seperti itu hah?” Dengusku padanya .

“Kau tumben sekali memakai baju dan celana sependek itu, biasanya kau selalu memakai celana jeans dan rok panjang atau minimal selutut.” Tanyanya tak bergeming dari arah pendangan matanya padaku.

“Aiisshhh…..” Dengusku.

PLEETTAKKK…….

Kali ini aku mendaratkan sebuah jitakan keras di puncak kepalanya, dia terlihat meringis kesakitan akibat jitakan kerasku. Benarkan….. Apa yang aku pikirkan sebelumnya… Pasti dia akan berkata seperti itu. Ini memang bukan gayaku.

Sebenarnya aku bisa saja berpakaian seperti ini di depan umum, tapi sejak kecil eomma tak mengajariku untuk berpakaian pendek seperti gadis-gadis zaman sekarang. Apalagi di tambah setatusku sebagai seorang anak tunggal dari pasangan pengusaha kaya raya nomor 2 di Indonesia. Ya… aku memang anak orang kaya, tapi eomma ku selalu mendidikku untuk tak menjadi orang yang angkuh dan sombong di depan orang lain. Aku bisa saja mengganti kamera SLR milik Siwon yang rusak, namun rasa tanggung jawabku muncul pada Siwon karena aku sudah merusakkan kamera SLR nya.

“Cepat jalan, aku ingin cepat samapai di apartment dan membersihkan diri.” Kataku menyuruh Siwon agar menyalakan mesin mobilnya.

“Hum… baiklah…” Katanya kemudian menyetir mobilnya.

Sesaat terjadi keheningan diantara kita berdua, aku hanya memandangi hujan melalui jendela dan sesekali menggosok-gosokkan tanganku karena udara melam ini benar-benar sangat dingin. Apalagi pakaian yang ku pakai bukan menambah kehangatan tapi malah semakin membuatku menggigil kedinginan. Sedangkan Siwon masih focus menyetir mobilnya dengan pelan, mungkin hujang menghalangi penglihatannya sehingga ia tak beranai berkendara dengan kencang.

Aku menggigit bibir bawahku karena bibirku terasa sangat dingin dan hampir membeku, mungkin jika aku melihat raut wajahku sekarang terlihat sangat pucat karena kedinginan. Disaat aku melipat kedua tanganku didada dan mengosok lenganku beberapa kali, tiba-tiba Siwon memberhentikan mobilnya secara mendadak yang membuatku sedikit kaget.

“Ada apa? Kenapa kau mengerem secara mendadak?” Tanyaku pada Siwon yang sedang menatap kearahku.

“Gwaenchana. Apa kau baik-baik saja?” Tanyanya lembut kepadaku.

“Nde. Aku baik-baik saja, hanya sedikit dingin.” Kataku tersenyum padanya.

Siwon terlihat mengangguk mengerti, sesaat kemudian ia menatapku intens. Apa yang akan dia lakukan? Batinku.

“Aku akan menghangatkanmu.😉 ” Kata Siwon dengan tatapan khasnya dan mendekat kearah tempat dudukku.

OMO… apa yang akan dia lakukan? Ohh… GOD… aku tak mau jika dia macam-macam denganku ditengah malam dengan hujan yang tak mau berhenti. Aiisshh… kenapa aku selalu terjebak dengannya di posisi yang membuatku mati kutu. Kanapa dia suka sekali memandangku dengan tatapan seperti itu… Aku benar-benar tak bisa mengelak jika ia sudah menatap manik mataku seperti ini.

Sekarang jarak diatara aku dan Siwon sudah di pastikan hanya 5 cm. Aungguh… deruan napas hangatnya yang menerpa wajahku membuat aku sedikit merasa hangat di bagian wajahku. Ia menatapku intens, sangat intens… manik mata kami saling beradu satu sama lain. Aku hanya bisa diam terpaku, tanpa bisa melakukan apapun. Entah mengapa setiap ia menatku intens, aku benar-benar menjadi sangat lemah di hadapannya.

“Aku akan mengurangi rasa dingin mu malam ini.” Bisik Siwon tepat di telinga kananku, dan bisikan itu sukses membuat ku bergidik ngeri. Apa dia akan melakukan itu(?) kepadaku? Batinku. Tapi aku harap tidak.😛

NB: Sebelumnya readers nggak boleh yadong ya…..😄😀😛 jangan pernah berpikiran yang macam-macam ote. No yadong di FF ane, Cuman FF ane banyak adegan kissing nya. #plaakk #PadahalAuthorNggakPernahKissing -_- :3 #GaNanyaThor😛 hehehe~😉

Siwon kembali menatapku intens, kurasakan tangan hangatnya menggenggam tanganku yang dingin. Sedangkan wajahnya semakin mendekat kearah wajahku, selang beberapa detik dapat kurasakan bibir manisnya menyentuh bibirku hangat. Ia melumat bibirku perlahan, sepertinya ia ingin menyalurkan kehangatan tubuhnya pada diriku dengan cara menciumku.

Konyol memang jika hanya untuk mendapatkan sebuah kehangatan kita harus melakukan kissing dengan orang lain. Bukankah hanya dengan berpelukan kita akan terasa hangat? Tapi entahlah…. Aku rasa ciuman Siwon kali ini berbeda dari ciuman nya padaku sebelumnya. Perlakuannya padaku malam ini membuatku merasa sedikit lebih baik.

Bibir Siwon masih bertaut denganku, aku hanya bisa menerima perlakuan bibirnya padaku. Menyadari apa yang ia lakukan tak membuatku merasa terangsang untuk membalas ciumannya, Siwon dengan sigap memegang tengkukku untuk memperdalam ciumannya. Sesekali ia mengigit bibir bawahku, agar aku membalasnya. Namun aku masih belum berniat membalas ciumannya. Aku hanya merasakan tubuhku yang mulai hangat setelah Siwon melepas ciumannya padaku.

“Kenapa tak membalas?” Protesnya.

Aku hanya bisa menyunggingkan senyuman terpaksaku padanya. Aku sudah terbiasa dengan perlakuan Siwon yang selalu menciumku tanpa aba-aba. Setelah hampir lebih dari dua minggu aku tinggal dengannya, sedikit banyak aku mengetahui tabiatnya. Dia namja yang sulit di tebak menurutku, terkadang bersikap seperti laki-laki dewasa, terkadang beraegyo seperti anak kecil, terkadang bersikap bijaksana dan bisa juga bersikap sangat manja melebihi anak kecil.

“Haruskah aku membalas ciumanmu yang selalu tanpa izin dariku hah?” Tanyaku sedikit kesal padanya.

“Bukankah kau juga suka jika aku cium? Bahkan first kiss mu berada padaku.” Kata Siwon sedikit tersenyum bahagia dan mengedipkan sebelah matanya genit kepadaku.

“Sok tau. Siapa juga yang suka di cium oleh namja pencuri sepertimu. Mencium orang seenaknya sendiri tanpa tau perasaan orang yang dicium.” Gerutuku padanya.

“Heh… Bahkan aku juga selalu memberikan kau kesempatan untuk membalas ciumanku, tapi apa? Kau sendiri kan yang tak mau membalasnya.” Kata Siwon membela dirinya.

“Kenapa kau melihatku seperti itu eoh?” Tanya Siwon padaku

“Aniy, aku hanya ingin…..”

Chuup..

Kali ini aku yang memulainya terlebih dahulu, entah keberanian dari mana yang aku dapat, sampai-sampai aku mencium idola hallyu yang sangat terkenal ini terlebih dahulu. Terlihat Siwon yang membelalakan matanya kaget tak percaya karena aku menciumnya terlebih dahulu.

Aku hanya beriat mengecup bibirnya sekilas, namun tak ku sangka Siwon tak menyianyiakan kesempatannya. Dia langsung meraih tengkuk ku dan membalas ciumanku, sepertinya bukan aku yang menciumnya terlebih dahulu, namun dia. Dia mengambil alih posisiku yang menciumnya pertaman kali. Sempat ku meronta karena aku kehabisan napas, namun Siwon meraih kedua tanganku untuk dikalungkan tepat dilehernya, menikmati setiap kecupan manis dari bibir Siwon. #AuthorMau #GigitCangkangDdangko #Plakk #AuthorSarapModeOn :p😉

Napasku tersengal ketika Siwon melepaskan ciumannya padaku. Aku melihat raut wajahnya yang begitu bahagia, aku tersenyum kaku karena sedikit malu atas ulahku tadi.

“Ternyata kau juga sama denganku, mencium orang tanpa permisi.” Goda Siwon padaku.

“Aku tak bermaksud menciummu babo, aku hanya ingin mengecup bibirmu sekilas, tapi kau malah menarik tengukku dan memperdalam ciumanku.” Elakku padanya

Kulihat Siwon hanya terkekeh mendengarkan perkataanku. Kemudian mulai melajukan mobilnya kembali. Sangat terlihat raut wajahnya yang tersum bahagia sejak tadi

“Kita lanjutkan ciuman kita di apartment.” Bisiknya lembut padaku.

“Mwo??” Kataku terperanjat.

“Kau pikir aku ini siapamu eoh? Enak saja memintaku menciummu lagi.” Gumamku padanya.

“Kau itu asistenku yang sebentar lagi akan menjadi yeojachinguku.” Bisiknya lagi padaku.

BLLUUSSSHH…..

Semburat merah sempurna menghiasi wajahku. Namja ini memang selalu membuat detak jantung berpacu lebih dari biasanya. Siwon lagi-lagi hanya terkekeh melihat sikapku. Aiisshhh…. Dia benar-benar membuatku masuk kedalam perangkapnya, dan mengunciku agar tak bisa keluar dari perangkap yang ia pasang untukku.

23.15 KST @Apartment Siwon

#Author

Setelah mereka berdua sampai di apartment, Raerim segera masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan Siwon sedang sibuk mengutak-atik Ipad nya di ruang tengah.

“Apa kau sudah makan malam?” Tanya Raerim berjalan keluar kamarnya.

“Ohh… *menoleh ke arah Raerim* Aku sudah makan malam tadi bersama Hyung di Dorm. Apa kau mau membuat makan malam??” Tanya Siwon pada Raerim.

“Ne, sepertinya aku akan membuat ramen dan jahe hangat. Apa kau mau aku buatkan juga??”

“Aniya, perutku masih kenyang, buatkan aku 1 cangkir kopi ekspreso saja ne.” Kata Siwon tersenyum manis pada Raerim.

“Ohh… ne, tunggu sebentar ne.” Kata Raerim berlalu dari hadapan Siwon menuju dapur.

(Beberapa menit kemudian)

“Ige.” Menyerahkan kopi Ekspreso milik Siwon.

“Gomawo.” J

“Cheonma.” Balas Raerim tersenyum manis kemudian duduk di sebelah Siwon.

Sruuupppp…

Tanpa basa-basi terlebih dahulu, Siwon segera menyasap kopi ekspreso buatan Raerim cepat. Tak memperdulikan bahwa kopi itu masih panas.

“Aww…. “Jerit Siwon ketika menyasap kopi panas itu

“Yakk…. Pelan-pelan babo. Kopi itu masih panas eoh. Kenapa kau meminumnya terburu-buru seperti itu hah??” Kata Raerim panik melihat bibir Siwon yang memerah sakit akibat rasa panas kopi

“Aiishh… Kenapa malah kau yang memarahiku?? Seharusnya aku yang marah padamu karena membuatkan kopi sepanas ini.” Protes Siwon pada Raerim.

“Seharusnya kau bisa merasakan panasnya melalui cangkir itu eoh. Apa kau tak bisa merasakan panasnya??” Kata Raerim membela diri.

“Aku kira kau membuatkanku Ekspreso hangat, jadi aku langsung saja meminumnya tanpa memperdulikan masih panas atau sudah dingin.” Kata Siwon yang tak mau kalah.

“Makanya lain kali di rasakan dulu, kopi itu sudah dingin apa belum. Jangan langsung meminumnya seperti itu. Kau sudah tak kepanasan lagi kan?? Aku lapar, mau ngelanjutin makan ramennya dulu.” Kata Raerim kemudian kembali memakan mie ramen buatannya.

“yaakk…. Kau ini, bukannya menolongku, malah kembali memakan ramen itu, tega sekali kau Raerim-ssi ” Gerutu Siwon pada Raerim yang masih asyik memakan ramennya.

“Sudahlah diam, aku mau makan dan  menikmati ramen ini dengan tenang.” Kata Raerium tanpa memperdulikan Siwon.

“Aiisshhh….. Dasar yeoja aneh…. :3” Kata Siwon dalam hati.

Setelah Raerim selesai makan mie ramen buatannya, ia pun segera bergegas ke dapur untuk mencuci piring bekas ramen itu. Setelah selasai mencuci piring, Raerim menghampiri Siwon yang masih berkutat dengan Ipadnya dan sesekali menyasap hati-hati kopi ekspreso miliknya.

“Siwon-ssi…. Aku mau tidur dulu ne, mataku sudah sangat mengantuk dan rasanya aku mulai tidak enak badan.” Kata Raerim berdiri di samping tempat duduk Siwon.

“Hum… terserah kau saja, tapi sebaiknya memang kau istirahat saja, kau kan habis kehujanan, jadi harus banyak beristirahat agar tak terserang flu atau bahkan sakit.” Kata Siwon panjang lebar tapi ia masih focus pada layar Ipadnya.

“Kalau begitu aku masuk kekamar dulu ne, jaljayo.” Kata Raerim beranjak pergi menuju pintu kamarnya.

“ne, nado jalja.” Kata Siwon singkat.

Siwon POV

Setelah Raerim masuk ke kamarnya beberapa menit yang lalu, aku pun memutuskan untuk beristirahat juga. Sepertinya aku juga agak tak enak badan dan tubuhku terasa pegal-pegal di setiap sendi-sendinya.

Setelah ku matikan semua lampu dan memastikan semua pintu terkunci aman, dengan segera ku langkahkahkan kaki ku menuju pintu kamarku, aku segera masuk ke dalam dan mengunci pintunya rapat-rapat.

Aku segera naik ke atas tempat tidur king size ku dan merebahkan tubuhku di atasnya.

Ugghh…. Desahku ketika aku meregangkan semua otot dan tubuhku. Hari ini sungguh sangat melelahkan gumamku pelan kemudian menarik selimut untuk menutupi semua bagian tubuhku.

Sekitar 30 menit aku tertidur, tapi setelah itu aku terbangun karena merasakan udara di ruangan kamarku ini yang sangat panas. Aku berajak dari posisiku untuk mengambil remote AC yang tergletak diatas meja dekat TV. Ku raih remote AC itu, kemudian kupencet beberapa tombolnya untuk mengatur suhu di kamarku agar kembali dingin. Setelah ku rasa suhu yang aku butuhkan cukup dingin, aku segera kembali menaiki tempat tidur king size ku dan kembali menarik selimutnya.

Aku kembali terbangun ketika meraskan tubuhku yang masih terasa panas dan gerah, membuat kepala ku sedikit basah karena berkeringat. Aku kembali meraih remote AC itu dan mengatur suhunya lebih dingin lagi. Tapi setelah ku atur suhunya, bukan merasa dingin tapi semakin panas.

“Aiiggoo…. Apa AC ini rusak? Kenapa tidak bisa dingin eoh?” Gumamku pada diriku sendiri ketika mendapati AC kamarku yang sepertinya rusak.

“Aiiisshh… jinjja?? Aku tak bisa tidur jika suhu ruangan kamarku begitu panas seperti ini eoh.” Gerutuku meratapi nasip(?) karena AC kamarku yang tak berfungsi dengan baik.

Akhirnya dengan terpaksa aku memutuskan untuk tidur dikanmar Raerim saja. Mau bagaimana lagi?? Di apartmentku hanya ada 2 kamar, 1 kamarku dan 1 lagi kamar Raerim. Aku kira AC di sana bisa berfungsi dengan baik. Jadi ku putuskan untuk segera keluar kamar menuju kamar Raerim.

Setelah sampai di depan pintu kamar Raerim, aku mencoba menggerakkan gagang pintu itu kebawah dan….

Ckleekk…..

Pintunya tak terkuci. Aku masuk ke kamar Raerim sedikit mengendap-endap agar ia tak terbangun dari tidurnya. Ku lihat wajah cantik nan polos milik Raerim yang terlihat imut ketika terlelap dalam dunia mimpinya. Yeoppoo… itu lah kata pertama yang terucap dari bibirku ketika melihatnya tertidur dengan sangat lelap.

Kunaiki tempat tidur Raerim secara perlahan, agar ia tak terbangun dari tidur nya karena merasakan tempat tidurnya yang sedikir bergoyang. Dengan perlahan aku menarik selimutku dan memejamkan mataku ikut terlelap bersama Raerim yang masih tertidur pulas.

06.00 KST @Kamar Raerim @Apartment Siwon

Author POV

Matahari sudah mulai menampakkan diri dari persembunyiannya, bersiap menyinari seluruh kota Seoul dan daerah lainnya. Cahaya matahari pagi nan lembut memaksa masuk melalui celah-celah jendela kamar seorang yeoja yang tengah tertidur lelap, lelap di buai angan-angan berada dalam dunia mimpi yang masih setia menemani tidurnya. Kicauan merdu burung-burung kecil yang mulai meninggalkan sarangnya untuk mencari makan, meningggalkan anak-anak burung yang mencuit karena lapar.

“Ughh….” Suara desahan seorang yeoja cantik yang mulai terusik dari tidurnya akibat cahaya mentari pagi yang terus memaksa masuk untuk membangunkan yeoja itu dari tidur lelapnya.

Raerim POV

Kuregangkan semua bagian tubuhku yang terasa sangat kaku dan pegal. Menghirup udara pagi kota Seoul yang masih segar dengan mata tertutup adalah sebuah kenikmatan hidup yang patut di syukuri.

Kurasakan tempat tidurku yang sedikit sesak. Apa aku bertamabah gemuk?? Batinku bicara ketika merasakan sempitnya tempat tidur king size ini.

“Tidak seperti biasanya? Aku rasa tempat tidur ini masih luas jika hanya di tiduri 1 orang saja, kurasa tubuhku kecil. Lalu kenapa di sini sangat sempit?? Tak seperti biasanya?” gumamku bertanya-tanya

Aku pun dengan malasnya membuka kelopak mataku dan menyesuaikan cahaya di dalam ruangan dengan cahaya yang masuk kedalam retina mataku. Mataku terbelalak sempurna ketika mendapati seorang namja yang tengah tertidur pulas di sampingku. Tanpa basa-basi lagi, aku pun berteriak membangunkan namja gila yang tidur di kamar yeoja tanpa seizin orang yang punya kamar.

“Yakk… Namja babo… Ireona eoh…!! Hyaa… Bangun. Wae kau bisa tidur 1 ranjang denganku hah??” Pekik ku pada namja yang tak lain adalah Choi Siwon. Kulihat dia yang hanya menggeliat kecil kemudian kembali tertidur.

“Aiissshhh… Namja ini…” Dengusku kesal terhadap kelakuan Siwon yang mulai gila(?) ini.

“Heyy… Tuan CHOI SIWON…!!! Ppali ireona eoh…!!! Aiisshh….. bangun…..!!!” Teriakku sambil menggoyang-goyangkan bahu Siwon.

“Aiishh… Kau ini pagi-pagi sudah berisik sekali eoh. Aku masih ngantuk, jadi jangan bangunkan aku.” Kata Siwon dengan mata terpejam dan kembali menarik selimut yang sempat ku tarik-tarik.

“Yaakkk… ini sudah jam berapa eoh?? Lihatlah… sudah pukul 6 babo, ppali cepat bangun.” Kataku yang masih sibuk menggoyang-goyangkan bahu Siwon agar ia mau bangun dari tidurnya.

Sreett…..

Tanpa aba-aba, Siwon menarik tanganku dan membuatku kembali terjatuh tidur di sampingnya.

“Pagi ini sangat dingin eoh. Aku malas bangun, jadi jangan baangunkan aku.” Kata Siwon dengan matanya yang masih terpejam dan tanganya yang mulai memeluk pinggangku

“Tapi ini sudah pagi eoh. Apa kau tak ada jadwal bersama member SJ?? Katanya hari ini kau ada pemotretan di Nami Island,” tanyaku pada Siwon bertubi-tubi berharap ia akan melepaskan pelukannya dan bangun dari tempat tidurku.

“Yakk… kau ini berisik sekali eoh, sudah ku bilang pagi ini terlalu dingin jadi aku butuh kehangatan, mataku juga masih mengantuk.” Jawabnya lagi.

“Umbb.. baiklah. Tapi…. Tolong lepaskan tanganmu dari pinggangku, aku mau mandi dan memasak sarapan untukmu” Pintaku pada Siwon.

“Sttt…. Jangan banyak protes, biarkan seperti ini selama 10 menit, kalau sampai sekali lagi aku mendengarmu protes, aku akan melakukan lebih dari sekedar memelukmu. Arraseo.” Ancam Siwon padaku dan ia mengeratkan pelukannya hingga membuatku sedikit maju menghadap ke dada bidangnya.

“Aiishh….” Dengusku ketika mendengar ucapan Siwon yang sedikit mengancam padaku.

Tanpa bisa mengelak, akhirnya dengan sangat terpaksa aku menuruti kata-katanya. Aku tak mau namja gila ini macam-macam denganku. Hingga akhirnya aku pun kembali tertidur di bawah dekapan hangat Siwon yang sedari tadi tangan kanan kekarnya ini sama sekali tak terlepas dari pinggangku.

Author POV

Derrtt…. Dertt,….

Suara getaran dari Hanphone miliknya membuat Siwon terbangun dari tidurnya, dilihatnya yeoja cantik yang masih tertidur pulas memeluk dada bidang Siwon yang membuat ia mengulaskan sedikit senyum manisnya.

Dengan sangat hati-hati ia mulai melepaskan pelukannya kepada yeoja itu, agar sang yeoja tak terbangun dari mimpi indahnya. Siwon mengecup kening Raerim lembut kemudian segera beranjak dari kamar tidur Raerim.

Ia melihat layar Handphone miliknya, tertera jelas sebuah nama yang sedang memanggilnya dari seberang sana. Dengan sigap ia segera mengangkat telfon itu.

Biipp…

“Yeoboseo Hyung.” Kata Siwon mengangkat telfon yang tak lain bersala dari sang leader Park Jung Soo.

“Yeoboseo Siwon-ah. Yakk.. neo eodiga eoh??” Tanya Leeteuk dari seberang sana.

“Aku masih di arpartment Hyung. Waeyo??” Tanya Siwon watados.

“Aiishh… babo, ppali kemari eoh! Apa kau tak ingat hari ini kita akan pemotretan di Nami Island?”

“OMO Hyung!!!! Aku lupa. Umb baiklah.. 10 menit lagi aku sampai di Dorm. Tunggu aku ne.” kata Siwon kaget mendengar ucapan Hyungnya.

“Ne, ppali. Manager Hyung sudah marah-marah sejak tadi. Aku menunggumu.” Kata Leeteuk mencoba menenangkan Siwon agar tak panik.

“Ne Hyung arra. Sampai ketemu di Dorm ne.”

Bipp… Suara telfon ketika sudah terputus sambungannya.

Dengan segera Siwon berlari menuju kamarnya, mengambil jaket, jam tangan dan kunci mobil yang tergletak di atas meja nakasnya. Ia sedikit berlari tergesa menuju pintu keluar Apartment dan berlari menuju ke lift. Tak berapa lama lift pun berbunyi…

Tinggg…..

Dengan sigap Siwon segera menuju ke tempat parkir mobilnya dan mengendarakan mobilnya menuju Dorm Super Junior yang letaknya tak jauh dari apartment miliknya.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Siwon pun sudah sampai di tempat parkir apartment Dorm Super Junior. Dengan sigap Siwon segera turun dari mobilnya dan sedikit berlari menuju Dorm yang letaknya di lantai 11 apartment ini.

Ting tong….. ting tong….

Siwon memencet tombol bel yang menempel pada pintu dorm SJ, Setelah beberapa menit menunggu, terlihat Leeteuk yang membukakan pintu Dorm untuknya.

“Kajja masuk, sebelum manager Hyung datang.” Kata Leeteuk mempersilahkan Siwon masuk ke dalam Dorm mereka.

Siwon pun segera masuk Dorm yang kemudian di iringi Leeteuk dari belakang.

“Ahhh… Hyung, apa kau sudah sarapan??” Tanya Ryeowook yang sedang menata beberapa barang untuk keperluan pemotretan.

“Jangankan sarapan, mandi saja belum.” Kata Siwon kemudian berlalu dari hadapan Ryeowook.

“Mwo??? Kenapa kau belum mandi eoh??? Ini jam berapa??? Jangan bilang tadi kau baru bangun tidur??” Tanya Leeteuk bertubi-tubi pada Siwon.

“Hheheheh~” Siwon hanya terkekeh kemudian berjalan menuju kamar mandi.

“Jangan lama-lama mandinya! 15 menit lagi manager Hyung akan datang kemari.” Teriak Leeteuk .

Setelah beberapa menit mandi, Siwonpun segera menuju ruang kostum dan memilih beberapa stelan baju untuk pemotretan di Nami Island.

“Ahh….. kalian sudah siap??” Tanya manager yang sudah datang 5 menit sebelumnya.

“Nde, Hyung. Kajja kita berangkat sekarang saja.” Kata Leeteuk bersemangat.

“Apakah member sudah lengkap?” Tanya sang manager.

“Sudah Hyung.” Sahut Donghae.

“Ok. Baiklah. Kajja.” Ajak sang manager berjalan ke luar Dorm SJ.

09.30 KST @Apartment Siwon

Terlihat yeoja berparas cantik yang masih tertidur lelap. Di gerakkan tubuh mungilnya untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang mulai lelah karena tertidur terlalu lama.

“Hoaammm… ugghh…..”

“Jam berapa ini eoh??” Tanya Raemi mengerjap-ngerjapkan mata sipitnya.

“Mwoo???? OMO sudah pukul 09.30 KST.” Teriak Raerim setelah mengetahui ia bangun kesiangan.

“Ahh…. Dimana namja gila itu?? Apa dia sudah bangun??” Tanya Raerim kemudian beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu kamarnya.

Cklleekkk…..

Raerim membuka pintu kamarnya, di lihatnya seluruh apartment yang sepi tak berpenghuni.

“ohhh…. Mungkin dia sudah pergi.” Gumam Raerim pelan.

“Kruukkkk…..” Terdengar pelan suara perut Raerim yang sudah minta di isi.

“Aiiigggooo…. Perutku lapar sekali eoh, tenanglah cacing-cacingku, aku akan segera mengisi perutku dengan makanan.” Kata Raerim mengelus perut datarnya kemudian berjalan kearah Dapur.

Raerim POV

“Ahhh…. Kenapa bahan makanan di kulkas sudah habis eoh?? Cepat sekali. Perasaan baru 1 minggu yang lalu aku belanja kebutuhan sehari-hari.” Gumamku ketika melihat isi kulkas yang hanya ada 2 butir telur dan satu bungkus roti tawar.

“Sudahlah… makan dulu apa yang ada di kulkas.”

Aku segera mengeluarkan 1 butir telur kemudian aku masak menjadi telur mata sapi. Tak lupa ku panggang dua helai roti tawar.

“Hummm… lumayan lah untuk mengganjal perut.” Gumamku sambil memakan sandwich telur yang aku buat.

Setelah selesai sarapan, aku segera mandi lalu bergegas mengganti baju dan bersiap untuk membeli beberapa kebutuhan yang sudah habis ke supermarket. Aku berjalan keluar apartment menuju halte bus yang letaknya tak jauh dari sini. Hanya butuh beberapa langkah saja untuk sampai di tempat pemberhentian bus ini. Terlihat halte bus yang sudah ramai penumpang yang hendak menaiki bus untuk pergi ke tempagt tujuan masing-masing.

“Jjjjesssss…”

Suara rem bus yang telah berhenti tepat di depan posisi ku berdiri. Akupun segera menaiki bus ini, kulihat kursi penumpang yang sudah penuh.

“Maaf nona, kursinya sudah penuh.” Kata supir bus yang melihatku kebingungan mencari kursi penumpang yang kosong.

“Yahhh…. Ahjussi… tapi… bolehkah aku tetap menaiki bus ini??” Tanyaku pada supir bus.

“Mianhae Aggashi. Tapi kursi penumpangnya sudah penuh, anda tidak bisa menaiki bus ini jika kursi penumpangnya sudah penuh nona.” Kata Ahjussi itu mencoba menjelaskan padaku.

“Keundae Ahjussi… aku sedang terburu-buru. Jebbal izinkan aku tetap menaiki bus ini.” Kataku memasang wajah memelas.

“Ahjusii… Biarkan Aggashi itu menaiki bus ini. Biarkan aku yang turun saja. Rumahku sudah dekat dari sini” Kata seorang namja yang berdiri kemudian mempersilahkan ku duduk di kursi penumpang yang sebelumnya ia duduki.

“Gamshahamnida ne.” Kataku sedikit membungkuk pada namja yang usianya mungkin 5 tahun lebih tua dariku.

“Ne cheonma Aggashi.” Kata namja itu kemudian bergegas turun dari bus ini.

Setalah 30 menit berada di dalam bus, sekarang aku sudah sampai di supermarket yang letaknya cukup jauh dari apartment Siwon. Tapi walaupun letaknya yang cukup jauh, aku lebih suka berbelanja kebutuhan di sini karena barang-barang yang di jual cukup murah dan lengkap, di tambah lagi kualitas barangnya pun tak kalah bagus dengan supermarket lainnya.

Ku langkahkan kakiku mengitari setiap sudut supermarket ini, mencari barang-barang yang aku butuhkan. Aku mengambil beberapa mie ramen instant, wortel, buah-buahan, telur, daging sapi, sosis, dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya yang sudah menipis di dapur.

Setalah ku rasa cukup, aku segera berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang belanjaan yang akan aku beli. Terlihat antrian di kasir yang cukup panjang di kasir, dan mau tak mua aku juga harus ikut mengantri.

To Be Continue~~~

1 Comment (+add yours?)

  1. choandin
    Jun 15, 2015 @ 10:33:30

    part ini rada kurang greget. lanjut part 4 plissssssss

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: