Opera [8-END]

Opera Cover

Part 8-END

Nama : i-Leetha
Judul Cerita : Opera
Tag (tokoh/cast) : Park Jung Soo, Song Joong Ki, Shin Seung Ri, Kim Seu Hwa, Ji Sung

Other Cast : Super Junior Member yang mungkin muncul dalam setiap part

Genre : Romance, Comfort
Rating : PG-13
Length : Chapter

***

 

Part 8

 

 

[5 Tahun Kemudian]

Bandara Incheon, Seoul

 

Hanna berulang kali melihat jam tangannya. Seharusnya Seung Ri harus tiba sejak tadi. Tapi dia sudah menunggu hampir setengah jam, sosok Seung Ri belum juga muncul.

Imo…” teriak seorang anak laki-laki yang berlari kearah Hanna. Hanna menangkap anak tersebut dan segera memeluknya.

Bogoshipo imo,” ujarnya sambil mencium pipi Hanna.

Nado Jung Ri-ya,” sahut Hanna. Dia melihat kearah wanita yang menghampiri mereka berdua.

“Apa kau baik-baik saja Seung Ri-ya?” tegur Hanna.

Ne eonnie,” jawab Seung Ri.

Kajja. Mereka semua sudah menunggumu dirumah.”

Imo, apakah helmoni dan samchun menungguku?” tanya Jung Ri dengan polosnya. Hanna hanya mengacak-acak rambut keponakannya itu.

“Tentu saja. Permen dan coklat kesukaanmu juga sudah mereka belikan untukmu. Jadi kita segera pulang. Arraseo?”

In Sung dan Min Ja segera menyambut kedatangan mereka. Jung Ri segera berlari kearah Min Ja dan memeluknya. In Sung mencubit kedua pipi Jung Ri saat melihat tingkah manja keponakannya itu.

“Akhirnya kau bersedia kembali ke Korea Seung Ri-ya,” ucap In Sung sambil mengacak-acak rambut Seung Ri.

Eomma sangat ingin berada dekat dengan Jung Ri. Jika harus pergi ke Amerika akan sangat melelahkan untuknya. Jadi aku memutuskan untuk kembali oppa,” jawab Seung Ri.

“Sangat disesalkan memang. Tapi jika itu keputusanmu oppa akan mengikutinya. Kajja. Akan oppa antar ke kamarmu.”

“Apa rencanamu setelah ini? Apa kau akan merencanakan comeback-mu? Kau tahu, drama pertamamu sukses besar. Kkau ingin mengulangi kesuksesan itu bersama oppa?” tanya In Sung saat mereka berada di dalam kamar.

“Aku tidak memikirkan hal itu sekarang oppa. Bagaimana dengan persiapan pernikahan eonnie? Apa semua sudah dipersiapkan dengan baik?” tanya Seung Ri.

“Semuanya berjalan lancar. Apa kau ingin menambahkan sesuatu untuk acara itu?”

“Tidak oppa.”

“Baiklah. Sekarang beristirahatlah. Oppa akan membawa Jung Ri bermain di taman dekat sini.”

 

x-x-x

 

‘High Skul’ baru saja menyelesaikan comeback-nya di acara Music Back. Mereka baru saja mengeluarkan album keenam mereka yang berjudul “Victory”. Dimana lagu utamanya dengan judul yang sama adalah ciptaan sang leader, Park Jung Soo. Dan kemenangan minggu ini diraih oleh mereka.

“Apa yang akan kau lakukan dengan trophy pertama untuk kemenangan album kita ini hyung?” tanya Kyuhyun.

“Apa kau tidak tahu? Dia akan memberikannya pada putranya. Dia menciptakan lagu ini untuk Seung Ri,” sahut Sungmin. Pria dengan rambut blonde itu hanya tersenyum kecil saat Jung Soo mengedikan mata kearahnya.

“Apakah Seung Ri masih mengingatmu hyung? Aku ragu dia akan ingat padamu jika melihat bagaimana kau meninggalkannya dulu,” sahut Kyuhyun.

“Benar. Aku juga penasaran dengan hal itu. Apa dia akan memaafkanmu hyung?” Sungmin ikut menimpali pertanyaan Kyuhyun.

“Bagaimanapun juga aku harus mencobanya bukan? Aku tidak akan pernah tahu jika belum mencobanya sama sekali.”

“Semoga sukses dengan usahamu hyung. Tapi, apa kau akan mengikutinya ke Amerika? Bukankah tahun lalu kau sudah melakukan hal sama seperti sebelum-sebelumnya? Tapi hasilnya selalu sama. Seung Ri tidak ingin bertemu denganmu,” timpal Donghae.

“Bisakah kalian tidak menambahi beban pikiranku dulu? Aku bahkan belum mencobanya. Tapi jika dia menolak lagi, mungkin aku akan berhenti untuk mengharapkannya. Jadi kalian tenang saja. Ini adalah usaha terakhirku untuk mendapatkannya kembali,” jawab Jung Soo.

Baginya, itu adalah keputusan akhir. Memang, dia merasa sangat bersalah dengan kesalahan masa lalunya. Tapi jika memang Seung Ri tidak ingin kembali padanya, untuk apa dia mengharapkannya lagi? Dia akan segera melepaskan wanita itu sesuai dengan keinginannya.

Jung Soo meninggalkan teman-temannya itu untuk kembali ke mess terlebih dahulu. Hari ini rasanya sangat melelahkan. Bukan karena pekerjaan. Tapi pikiran yang membuatnya lelah. Apakah ini benar-benar yang terbaik untuk mereka? Bagaimana dengan anak mereka? Apakah dia akan tumbuh tanpa sosok seorang ayah?

‘High Skull’ pernah melakukan konser di Amerika. Dia menyempatkan diri untuk menemui Seung Ri di alamat yang dia dapatkan dari Jong Suk. Pria itu menepati janjinya untuk membantu Jung Soo agar bisa bertemu dengan Seung Ri. Tapi Seung Ri tidak ingin bertemu dengannya. Itu terjadi tiga tahun yang lalu. Dan dia selalu berusaha setiap dia memiliki kesempatan. Tapi Seung Ri tetap bersikeras tidak ingin menemui Jung Soo.

Pernikahan Hanna yang akan digelar dalam beberapa hari ini harus dia hadiri. Dia yakin kalau Seung Ri akan hadir disana. Bagaimanapun caranya, dia harus bicara dengan Seung Ri secara langsung. Menanyakan alasannya kenapa selalu menghindar jika dia meminta bertemu.

Tuxedo hitam dengan kemeja biru sudah dia persiapkan untuk menghadiri pernikahan Hanna dan Jong Suk yang akan digelar besok hari. Bahkan undangan sudah terletak diatas meja dalam kamarnya.

Jung Soo mengambil paper bag yang selama ini berada di dalam lemari miliknya dan mengeluarkan isinya. Beberapa mainan anak-anak yang selama ini dia beli selalu dikumpulkannya. Dengan keyakinan kalau saat ini akan tiba. Saat dimana dia bisa bertemu langsung dengan Seung Ri dan anak mereka. Dia bahkan tidak tahu apakah anak itu laki-laki atau perempuan. Jong Suk tidak mengetahuinya sama sekali tentang itu. Seung Ri merahasiakannya selama ini.

Dering ponsel membuat Jung Soo meletakkan mainan tersebut kembali ketempat semula. Sebuah pesan dari Jong Suk. Dia membukanya dan terlihat foto seorang anak laki-laki dengan senyuman menggemaskannya. Jong Suk menyertakan beberapa kata dalam foto tersebut.

‘Namanya Jung Ri. Ini putra dari Shin Seung Ri. Jika dilihat, apakah dia anakmu juga hyung? Aku tidak yakin. Dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Sangat berbeda denganmu.’

Jung Soo memperbesar gambar tersebut. Foto tersebut diambil saat Jung Ri sedang berlari untuk mengambil bola yang dilempar kearahnya. Jika dilihat dari tempat mereka bermain, Jung Soo yakin kalau mereka sudah berada di Korea. Dia sangat kenal dengan taman tempat mereka bermain itu.

‘Bodoh. Tentu saja dia putraku juga. Apa kau tidak melihat dia mewarisi mata dan ketampananku?’ Balas Jung Soo. Tanpa sadar air matanya mulai jatuh saat melihat wajah Jung Ri di dalam fotonya. Seung Ri juga terlihat berada tidak jauh darinya. Tawa wanita itu benar-benar ingin dilihatnya secara nyata. Tidak melalui foto seperti saat ini.

 

x-x-x

 

Seung Ri memasuki Royal Ballroom dari Hotel Dibs. Setelah beberapa lam, dia kahirnya kembali ke hotel ini lagi. Kali ini dia datang bukan sebagai mahasiswa seperti dulu. Tapi dia datang sebagai seorang tamu yang sesungguhnya. Tempat tersebut sudah dipenuhi oleh para wartawan yang ingin meliput acar tersebut. Tapi tidak semua wartawan yang bisa memasuki ballroom tersebut. Hanya beberapa wartawan tertentu yang memiliki undangan resmi yang disebarkan oleh Hanna dan Jong Suk.

Yang pertama kali memasuki ruangan adalah In Sung dan Min Ja dimana wanita paruh baya itu menggendong Jung Ri. Sementara Seung Ri mengikuti dibelakang mereka. Mereka segera menghampiri Hanna yang menunggu diruangan khusus yang disediakan untuknya.

Eomma,” ujar Hanna. Senyuman di wajahnya seakan tidak pudar. Dia terlihat sangat bahagia hari ini.

“Kau terlihat sangat cantik Hanna-ya,” sahut Min Ja. Dia mengelus puncak kepala Hanna dengan lembut. Tidak lupa senyuman di wajahnya yang sedari tadi tidak berhenti.

“Sepertinya aku harus bertemu dengan Jong Suk oppa,” ucap Seung Ri.

Oppa? Kenapa kau memanggilnya dengan sebutan itu? Bukankah selama ini kau tidak pernah menyebutkan panggilan itu padanya?” tanya Hanna.

“Kau benar eonnie. Kenapa dia harus menikah denganmu? Aku harus memanggilnya oppa. Dan aku tidak menyukai hal itu,” sahut Seung Ri.

“Benarkah? Apakah kita harus membatalkan pernikahan ini juga?”

“Lupakan. Jika kukatakan iya, kau tidak akan melakukannya eonnie. Aku pergi. Kajja Jung Ri-ya. Kita temui Jong Suk samchun.” Hanna menggendong Jung Ri. Benar-benar anak yang pintar. Dia bahkan tidak melawan dengan perintah ibunya walau Min Ja membisikkan sesuatu ditelinga Jung Ri. Dia menyuruh anak itu agar tidak ikut dengan ibunya.

Jung Ri menolak untuk melawan ibunya dan segera berlari kedalam pelukan ibunya. “Annyeong helmoni, imo, samchun,” ucap Jung Ri. Dia melambaikan tangannya kearah mereka semua yang hanya bisa tertawa melihat tingkah polosnya.

Seung Ri menghampiri Jong Suk yang sedang menyambut para tamu undangan. Kedua orang tuanya berdiri tepat disampingnya untuk mendampinginya menyambut para tamu.

“Seung Ri-ya,” sapa Jong Suk saat melihat Seung Ri berjalan menuju meja dimana minuman berada. Dia menghampiri wanita itu dan mencubit pipi Jung Ri pelan. Baru berusia 4 tahun, Jung Ri memang sudah membuat semua orang menatapnya gemas. Semua hal yang dia lakukan selalu membuat siapa saja yang melihatnya tertawa.

“Haish, kenapa kau harus menikah dengan eonnie-ku. Sekarang aku harus memanggilmu oppa? Sungguh diluar dugaanku,” ucap Seung Ri.

“Kau tidak menyukainya?” tanya Jong Suk.

“Tentu saja. Itu hal yang paling tidak kusuka.”

“Kalau begitu kau harus menyukainya dari sekarang. Acara akan dimulai sebentar lagi. Aku harus bersiap-siap,” ujar Jong Suk dan segera meninggalkan mereka.

Seung Ri melihat seisi ruangan itu. Di ruangan inilah asal dari semua kejadian yang terjadi padanya. Dia menatap wajah para personil ‘High Skull’ untuk pertama kalinya diruangan itu. Bertemu dengan Lee Jong Suk dan membantunya menyamar untuk menyelamatkan diri dari para penggemar juga terjadi disitu. Bahkan Jong Suk harus menuruti perintah seniornya karena mengira kalau Jong Suk adalah salah satu karyawan mereka.

Dia melihat Jung Soo mabuk dan terjadi hal yang tidak diinginkan juga menjadi salah satu kenangan Seung Ri akan hotel ini. Syuting perdananya, bertemu In Sung dan Hanna untuk pertama kali, semua hal itu terjadi di hotel tersebut. Dan dia sudah berniat harus memiliki saham di hotel tersebut.

Seung Ri menggendong Jung Ri menuju tempat duduk saat terdengar MC meminta para undangan untuk ditempat mereka. Dia duduk bersama ibu dan In Sung di meja paling depan. Acara berlangsung dengan khidmat dan sakral. Dan sekarang mereka resmi menjadi pasangan suami istri.

Dress putih dengan panjang hingga mata kaki terlihat sangat cantik dikenakan oleh Hanna. Dia memang tidak menginginkan gaun yang terlalu panjang. Itu sangat menyusahkannya untuk bergerak. Sementara Jong Suk mengenakan jas berwarna putih dan kemeja putih.

Jung Ri yang tadinya duduk sangat tenang, tiba-tiba turun dari pangkuan Seung Ri. Beruntung acara sudah sulesai dan sedang dilangsungkan acara makan malam. Seung Ri mengikuti Jung Ri yang berlari menuju kolam renang.

“Jung Ri-ya, apa yang kau lakukan? Eomma lelah mengikutimu nak,” seru Seung Ri saat putranya itu sudah berhenti berlari.

Eomma, aku ingin bermain disini. Temani aku,” ajak Jung Ri. Dia menarik tangan Seung Ri seakan tidak peduli bagaimana susahnya Seung Ri berjalan. Gaun panjang berwarna biru safir yang dia kenakan membuatnya susah untuk bergerak. Hal itu dikarenakan gaun tersebut ketat dari bagian pinggang hingga lututnya. Belum lagi high heells yang dia kenakan membuatnya semakin susah bergerak. Walau demikian, dia tetap mengikuti keinginan Jung Ri.

“Lama tidak bertemu, Seung Ri-ya,” tegur seorang pria dari belakang Seung Ri.

Seung Ri terdiam. Dia tahu siapa yang sekarang berdiri dibelakangnya saat ini. Suara khas dengan nada lembut yang selama ini selalu dia dengarkan.

“Jung Soo oppa,” gumamnya.

“Apa kau tidak mengenaliku lagi? Atau kau sudah melupakanku sehingga kau tidak berbalik melihatku?” ucapnya lagi.

“Pergilah. Terlalu banyak wartawan disini. Jika mereka melihat, itu akan merusak karirmu,” jawab Seung Ri tanpa berbalik.

Jung Soo berjalan mendekatinya dan akan memeluknya dari belakang. Meluapkan semua kerinduannya. Tapi sebelum hal itu terjadi, Seung Ri berjalan meninggalkan Jung Soo dan berlari mengikuti Jung Ri.

“Jung Ri-ya, eomma sudah lelah. Bisakah kita berhenti sekarang dan pulang? Apa Jung Ri tidak lelah?” tanya Seung Ri saat dia berhasil menangkap putranya itu di dalam ruangan yang digunakan Hanna tadinya.

Ania eomma,” jawab Jung Ri.

Wajah Jung Ri memang tidak menunjukkan rasa lelah sedikitpun. Seung Ri hanya bisa tertawa dengan napasnya yang terengah-engah. Jung Ri menarik tangan Seung Ri untuk menyuruhnya duduk. Seung Ri hanya mengikutinya dan berjongkok di depan Jung Ri. Perlahan tangan mungil itu mendekati wajah Seung Ri. Seolah menyeka keringat Seung Ri, Jung Ri menyentuh wajah ibunya itu dari dahi hingga pipinya.

Mianhae eomma,” ucap Jung Ri.

Aigoo, Jung Ri-ku ternyata sangat perhatian pada eomma. Sini. Peluk eomma.”

Dengan cepat Jung Ri memeluk ibunya itu dan tertawa. Seung Ri membelai rambut putranya itu dengan kasih sayang.

“Jung Ri-ya?” tegur Jung Soo yang sedari tadi mengikuti Seung Ri dan melihat apa yang mereka lakukan.

Seung Ri melepaskan pelukannya dan menggendong Jung Ri untuk meninggalkan tempat itu. Namun Jung Soo menahan lengannya dan membelai wajah Jung Ri.

Appa?” seru Jung Ri.

Seung Ri hanya bisa tertegun mendengar ucapan Jung Ri. Dia tidak mengira kalau Jung Ri akan mengingat wajah Jung Soo. Dia hanya menunjukkan foto Jung Soo sekali saja. Saat mereka akan kembali ke Korea.

“Jung Ri-ya, apa yang baru saja Jung Ri katakan? Appa?” sahut Jung Soo.

Ne. Appa. Apakah ahjussi itu appa Jung Ri?” Jung Ri kembali bertanya dengan polosnya.

“Benar Jung Ri-ya. Ini appa. Bisakah appa menggendongmu?” Jung Soo terlihat meneteskan air matanya saat melihat Jung Ri.

Jung Ri mengulurkan tangannya kearah Jung Soo. Seung Ri tidak bisa melakukan hal lain selain mengikuti keinginan Jung Ri. Bagaimanapun juga, dia adalah ayahnya. Tidak mungkin dia melarang keduanya bertemu. Lagipula, tidak mungkin dia merahasiakan semua ini karena Jung Soo pasti sudah mengetahui semuanya. Dia mengetahui dimana Seung Ri tinggal selama di Amerika, bukanlah sebuah kebetulan. Seseorang pasti sudah memberitahunya. Jadi tidak ada lagi yang perlu ditutupi oleh Seung Ri.

Jung Ri sudah berpindah tangan. Dia kini berada dalam gendongan Jung Soo. Sama seperti yang dia lakukan pada Seung Ri, dia mulai menyeka air mata Jung Soo yang mengalir sejak tadi.

“Apa Jung Ri berbuat nakal? Kenapa appa menangis?” tanya Jung Ri.

Ania. Jung Ri anak yang baik. Jung Ri tidak nakal. Tadi ada nyamuk nakal yang masuk ke mata appa,” jawab Jung Soo.

“Benarkah? Kalau begitu appa tutup mata saja. Nanti nyamuk nakal masuk lagi.” Jung Ri mengulurkan kedua tangannya untuk menutup kedua mata Jung Soo. Jung Soo mendekap Jung Ri semakin erat. Penyesalan itu semakin menjadi-jadi. Tidak hanya istri, dia juga sudah menelantarkan anak yang pintar dan sangat penyayang seperti Jung Ri.

Mianhae Jung Ri-ya,” ucap Jung Soo dalam hati.

Appa, ayo bermain denganku. Eomma tidak bisa bermain. Baju yang dia pakai membuatnya tidak bisa bermain. Aku melihat ada bola disana. Ayo bermain itu,” ucap Jung Ri.

“Baiklah. Ayo kita bermain,” jawab Jung Soo.

Tidak perduli apakah Seung Ri akan menyukainya atau tidak, Jung Soo membawa Jung Ri keluar ruangan itu menuju tempat yang dimaksud oleh Jung Ri.

“Apa yang kau lakukan disini Seung Ri-ya? Dan dimana Jung Ri? Dia tidak bersamamu?” tanya In Sung saat melihat Seung Ri hanya seorang diri. Wajahnya terlihat sembab. Walau demikian dia tetap tersenyum.

“Dia sudah bertemu dengan appa-nya. Jadi mereka sedang bermain bersama sekarang,” sahut Seung Ri.

“Apa kau sudah gila? Bajingan itu. Aku akan menghajarnya sekarang juga,” sahut In Sung. Dia terlihat sangat marah mendengar hal itu.

Oppa. Berhenti menghalanginya untuk bertemu dengan Jung Ri. Bagaimanapun juga dia adalah ayahnya. Lagipula dia sudah menerima hukuman atas perbuatannya waktu itu. Apakah itu tidak cukup bagimu?” ucap Seung Ri.

“Dia tidak pantas menjadi ayah untuk Jung Ri. Selama ini dia bahkan tidak memikirkanmu Seung Ri-ya. Kau tidak akan tahu bagaimana dia terlihat sangat senang dengan konser dan para penggemarnya. Dia bahkan tidak mengingatmu sekalipun.”

“Apakah dia harus mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaannya? Dia seorang publik figur. Bagaimanapun juga itu adalah tugasnya. Apa dia akan menangis setiap kali tampil? Lagipula apa kau sudah lupa dengan apa yang kukatakan oppa? Alasanku untuk mengikuti keinginanmu pergi ke Amerika?”

“Baiklah. Lakukan semaumu. Tapi jika dia menyakitimu lagi, jangan pernah menghalangiku untuk menghajar wajahnya.”

Mianhae oppa. Kali ini tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya. Bagaimanapun juga, Jung Ri membutuhkannya. Jung Ri membutuhkan sosok ayahnya. Apa kau tidak paham? Dan satu hal lagi. Kami tidak pernah bercerai. Jadi aku masih istrinya. Bagaimanapun juga, aku akan mengikutinya kemanapun.”

“Seung Ri-ya.”

“Karena itu, jangan membuatku melakukan hal-hal yang akan kau sesali nantinya oppa.” Seung Ri meninggalkan In Sung yang hanya bisa terdiam mendengar ucapan Seung Ri barusan.

 

x-x-x

 

Jung Soo terbangun saat mendengar suara ribut dari luar kamarnya. Dia segera keluar untuk berbicara dengan mereka. Dia sangat lelah setelah bermain dengan Jung Ri semalam. Setelah itu, dia bercerita hingga larut malam dengan Seung Ri setelah mengantar mereka berdua pulang.

“Apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini?” tanya Jung Soo.

“Apa ini hyung?” tanya Kyuhyun. Dia memberikan surat kabar yang mambuat mereka ribut sejak tadi.

Jung Soo mengambil surat kabar tersebut. Gambarnya tertera jelas disana. Tidak hanya itu, gambar Seung Ri dan Jung Ri juga ada disana, dengan wajah yang diblur. Tapi dia yakin kalau itu mereka berdua. Dia ingat betul gaun yang digunakan oleh wanita yang di gambar itu adalah milik Seung Ri. Selain itu, anak yang dalam gendongannya dia yakin adalah Jung Ri. Diatas gambar tersebut tertulis judul besar ‘Park Jung Soo ‘High Skull’ Sudah Menikah Dan Memiliki Seorang Putra?’

“Apakah itu benar hyung? Apakah wanita itu Shin Seung Ri? Tapi kau tidak pernah mengatakan kalau kau akan memiliki anak. Apakah itu benar putramu?” tanya Donghae.

“Benar. Dia putraku. Aku memang tidak memberitahu kalian. Saat itu masa yang sangat sulit. Jadi tidak saatnya untuk memberitahu pada kalian,” jawab Jung Soo.

Omona, Apa yang akan kau lakukan sekarang Jung Soo-ya? Para wartawan sudah menunggumu diluar,” tanya Heechul lagi.

“Apa yang harus kulakukan? Tentu saja aku harus mengakuinya. Aku harus mengatakannya sekarang juga. Beritahu pada hyung manajer untuk mengadakan konferensi pers. Aku akan mengklarifikasi hal itu. Jika mereka tetap tidak mengijinkan, aku yang akan melakukannya sendiri,” jawab Jung Soo.

Hyung, apa kau sudah gila? Itu akan menghancurkanmu,” sahut Donghae.

“Apa yang lebih penting saat ini dibandingkan mereka berdua? Lgipula mereka tahu kalau aku dan Seung Ri berpacaran. Jadi menikah bukanlah suatu hal yang aneh bukan?”

“Bagaimana dengan resiko dikeluarkan dari grup? Apa kau siap menerima resiko itu?” tanya Sungmin.

“Jangan katakan hal itu Sungmin-ah. Aku tidak bisa memilih diantara kalian dan juga Seung Ri. Kalian benar-benar sangat berarti untukku. Karena itu jangan membuat pilihan seperti itu untukku.”

“Apa kau sudah siap mengecewakan para penggemar kita?” tanya Sungmin lagi.

“Jika mereka mencintaiku seperti yang mereka katakan, mereka akan tersenyum dan menerima Seung Ri. Aku yakin mereka akan menerima keputusanku ini,” jawab Jung Soo.

Hyung, jeball.” Sungmin masih mencoba melarang Jung Soo.

Tapi niat Jung Soo benar-benar sudah bulat. Tidak perduli lagi bagaimana teman-temannya mencoba untuk menghentikannya. Semua resiko dari hal ini, dia siap memerimanya.

Konferensi yang diminta oleh Jung Soo akan digelar sebentar lagi. Dengan langkah mantap dia memasuki gedung agensi yang menaungi dirinya. Jung Hoon tidak bisa mengatakan apapun lagi saat ini. Tatapan mata dari CEO terlihat sangat mematikan. Dia sama sekali tidak perduli dengan hal itu.

“Park Jung Soo-ssi,” tegur In Sung. Setelah melihat berita tersebut, In Sung segera menuju gedung agensi Jung Soo untuk bertemu dengannya.

Hyung,” sahut Jung Soo.

“Apa yang akan kau katakan nantinya? Apa kau akan mengakui semuanya?” tanya In Sung.

“Tentu saja hyung. Ini kesempatanku untuk bersama dengan Seung Ri dan Jung Ri. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku tidak akan melepaskannya lagi,” jawab Jung Soo mantap.

“Apa kau pikir mereka akan menyukai hal ini? Tidak kau berpikir untuk membuat mereka hidup dengan tenang? Haruskah mereka diganggu oleh para wartawan ataupun penggemarmu nantinya? Apa kau tidak pernah berpikir sampai kesana? Bagaimanapun juga, mereka membutuhkan ketenangan Jung Soo-yaa. Jadi pertimbangkan itu baik-baik.”

Hyung, dulu kau pernah mengatakan kalau aku harus mengatakan yang sejujurnya untuk memudahkanku. Karena jika aku berbohong satu kali, maka akan ada kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan yang lainnya. Kenapa sekarang kau memintaku untuk berbohong? Itu artinya aku harus menyangkal keberadaan mereka. Apa kau tidak tahu bagaimana sakitnya saat keberadaan kita tidak diakui? Aku tidak ingin putraku merasakannya. Jadi aku akan mengatakan semuanya hyung. Maaf jika ini membuatmu marah.” Jung Soo meninggalkan In Sung yang akhirnya mengembangkan sebuah senyuman kecil di wajahnya. Dia melakukan itu dengan sengaja untuk mengetahui apakah dia pantas untuk bersama Seung Ri kembali.

“Kau lihat? Apa kau masih meragukannya?” tanya Seung Ri. Dia datang bersama dengan In Sung untuk memastikan keputusan apa yang akan diambil oleh Jung Soo.

“Dia bisa kembali bersamamu Seung Ri-ya. Oppa akan mengijinkanmu kembali bersamanya,” sahut In Sung.

“Sekalipun kau tidak mengijinkannya, aku akan tetap kembali bersamanya oppa,” sahut Seung Ri dengan nada meledek. Dia meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Jung Ri untuk menunggu di ruangan dimana Jung Soo beristirahat tadi.

Konferensi Pers usai dilaksanakan. Jung Soo mengakui semua yang dikatakan oleh media. Banyak yang memberinya pujian akan keberaniannya dan mengucapkan selamat. Tapi banyak juga yang mengkritiknya. Bahkan mereka mengatakan kalau ini hanyalah skandal untuk menaikkan popularits Seung Ri kembali. Setelah drama yang mereka lakukan bersama, Seung Ri memang tidak pernah tampil lagi untuk bermain drama. Bahkan komentar yang lebih kejam diterima dilayangkan pada mereka. Mereka mengatakan kalau anak itu bukanlah anak Jung Soo. Seung Ri hanya memanfaatkan hubungan mereka dulu untuk mendapatkan status anaknya. Jung Soo hanya bisa tersenyum menanggapi komentar-komentar pedas tersebut.

Appa…” panggil Jung Ri saat Jung Soo memasuki tempatnya tadi. Ponsel yang dipegang Jung Soo nyaris terjatuh saat anak itu memeluk Jung Soo di kakinya. Dia sama sekali tidak tahu kalau mereka akan menghampirinya disini.

“Kalian disini?” tanya Jung Soo. Dia berjongkok agar dapat menggendong Jung Ri.

“Kata eomma, kita akan pulang bersama appa. Itu artinya kita bisa bermain lagi,” sahut Jung Ri.

“Tentu saja, kita akan bermain sepuasnya setibanya dirumah,” jawab Jung Soo.

“Jung Ri sayang appa,” ucap Jung Ri sambil memeluk ayahnya itu.

Appa juga.”

Hyung, apa kau lihat semua komentar ini?” seru Kangin yang menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Mianhae hyung,” ucapnya saat melihat Jung Soo tidak sendiri. Dia kembali menutup pintu. Tidak lama, beberapa dari mereka yang tiba disana memasuki ruangan itu.

“Apa dia putramu hyung?” tanya Donghae sambil menunjuk kearah Jung Ri yang masih berada dalam gendongan Jung Soo.

“Tentu saja. Dia tampan sepertiku bukan?” sahut Jung Soo.

Annyeong. Siapa namamu bocah tampan?” tanya Donghae.

“Jung Ri. Namaku Jung Ri ahjussi,” sahut Jung Ri.

“Jung Ri. Nama yang bagus. Mau bermain dengan Donghae ahjussi?”

Jeongmal? Tapi apakah appa dan eomma mengijinkanku?” Jung Ri terlihat ragu. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Donghae dan yang lainnya.

“Tentu saja Jung Ri-ya. Appa mengijinkanmu. Pergi bermain dengan Donghae ahjussi. Appa akan menyusul nantinya.” Jung Soo memberikan Jung Ri pada Donghae dan segera meninggalkan ruangan tersebut. Jung Soo dan Seung Ri hanya bisa tertawa melihat mereka.

“Seung Ri-ya,” ucap Jung Soo. Dia kemudian memeluk Seung Ri. “Bososipo,” ucapnya lagi.

Nado bogosipo oppa,” jawab Seung Ri.

“Aku ingin bercerita banyak hal denganmu. Bisa kita meninggalkan tempat ini?”

“Bukankah masih banyak wartawan diluar? Itu akan menyulitkan kita.”

“Biarkan saja mereka. Lagipula semua sudah tahu kalau kita menikah. Jadi tidak ada yang perlu ditutupi lagi. Kajja.” Jung Soo mengulurkan tangannya. Walau sedikit ragu, Seung Ri akhirnya menerima uluran tangan Jung Soo. Mereka meninggalkan tempat tersebut.

 

x-x-x

 

[Flashback]

5 Years Ago, Seoul

 

Seung Ri hanya bisa menarik napas pasrah saat dokter mengatakan kalau mereka adalah saudara kandung. Itu berarti dia harus mendengarkan apa yang dikatakan In Sung padanya. Termasuk pergi ke Amerika dan membesarkan anaknya disana.

Oppa, apa itu tidak menyakiti Seung Ri? Kau terlalu keras padanya. Aku yakin kalau Jung Soo benar-benar sangat mencintai Seung Ri. Aku pernah bersamanya beberapa lama. Jadi aku tahu betul bagaimana dia. Bersikap lunaklah sedikit,” ucap Hanna saat mereka berada di kantin rumah sakit untuk makan siang. Sementara mereka makan, Min Ja yang menemani Seung Ri dikamar.

“Tidak Hanna-ya. Aku tidak akan merubah keputusanku. Kali ini dia sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin hatinya tidak tergerak sama sekali saat aku mengatakan Seung Ri hamil dan sedang sakit. Apa masih bisa kau mengatakan dia mencintai Seung Ri?” sahut In Sung.

“Tapi oppa…”

“Jangan menyanggah ucapanku Hanna-ya, kau hanya perlu mengemasi barang-barang Seung Ri dan kita segera bertemu di bandara. Aku akan mengurus yang disini. Dan satu lagi, jangan pernah beritahu dimana Seung Ri tinggal pada Jung Soo. Kau paham?”

“Baiklah oppa.”

Mereka berpisah di kantin tersebut. In Sung menuju kamar Seung Ri, sementara Hanna menuju mobilnya untuk kembali ke rumah. Jong Suk menghampiri Hanna yang baru saja memasuki mobilnya.

“Mau kemana?” tanya Jong Suk.

“Aku harus mengemasi barang-barang Seung Ri. Kau ingin menemaniku oppa?” tanya Hanna.

“Baiklah. Kajja.”

Sepanjang perjalanan Hanna hanya bisa diam. Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi saat ini selain mengikuti keinginan In Sung.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Jong Suk saat melihat wajah Hanna yang uring-uringan.

“Aku bingung oppa, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menuruti apa yang oppa katakan? Jika demikian Seung Ri yang akan terluka,” sahut Hanna.

“Kenapa kita tidak melakukan sesuatu untuk kebaikan semuanya?” ucap Jong Suk. Dia berniat mengajak Hanna untuk melancarkan usahanya membantu Jung Soo.

“Maksudmu? Apa maksudmu kita membatalkan Seung Ri berangkat? Itu akan semakin memperumit masalah,” jawab Hanna.

“Tidak seperti itu. Biarkan Seung Ri pergi. Setelah itu kita berbagi tugas, aku akan terus meyakinkan Jung Soo hyung kalau Seung Ri akan kembali dan memintanya melakukan apa saja untuk bersama Seung Ri. Dan kau sendiri, berikan informasi yang kau tahu tentang Hanna. Selain itu kau coba meyakinkan Seung Ri kalau Jung Soo akan selalu menunggunya. Bagaimana menurutmu? Kau menerima tawaranku?”

“Itu lebih bagus oppa. Ternyata kau sangat perhatian oppa. Saranghae,” ucap Hanna tanpa berpikir untuk menolak tawaran Jong Suk barusan.

 

x-x-x

 

Seung Ri menundukkan kepalanya saat In Sung berbicara padanya. Dia bahkan tidak menatap wajah saudara laki-lakinya itu. Dia tidak ingin meninggalkan Korea. Tapi dia juga tidak dapat melawan apa yang dikatan In Sung. Bagaimanapun juga, ini untuk kebaikannya. Setidaknya itu yang dikatakan In Sung.

“Seung Ri-ya,” tegur Hanna. Dia menyempatkan diri untuk menemui Seung Ri di rumah sakit. Dia cukup yakin kalau dia tidak akan mendapat kesempatan berbicara dengan Seung Ri lagi.

Eonnie,” sahut Seung Ri.

“Dengarkan aku baik-baik. Kau harus pergi jika kau ingin tahu apakah Jung Soo benar-benar memikirkanmu. Jadi sebisa mungkin jangan pernah mengabari ataupun memberikan kesempatan untuknya. Jika kau melakukan seperti yang kukatakan, aku akan membantumu kembali bersama dengan Jung Soo. Kau paham?”

“Tapi eonnie.”

“Aku harus pergi. Jangan katakan pada oppa kalau aku datang. Dan juga rahasiakan pembicaraan kita ini atau semuanya akan menjadi rumit. Kau paham?”

“Baiklah eonnie.”

Hanna segera meninggalkan tempat tersebut sebelum In Sung melihat mereka. Seung Ri mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang disediakan untuknya mengingat kondisinya yang belum membaik.

“Kau sudah siap?” tanya In Sung saat Seung Ri keluar dari ruangannya.

“Bisakah aku mengajukan satu permintaan padamu oppa?” ujar Seung Ri sebelum mereka berangkat.

“Apa itu?”

“Jika aku mengatakannya, kau harus menyetujuinya. Bisa kau lakukan itu untukku oppa?”

“Baiklah. Katakan.”

“Jika aku kembali nantinya, dan Jung Soo oppa masih tidak melupakanku, oppa jangan pernah menghalanginya untuk kembali bersamaku. Aku hanya menginginkan hal itu oppa.”

“Aku akan memikirkannya.”

“Tidak harus memikirkannya oppa. Tapi oppa harus melakukannya. Ingat. Oppa sudah berjanji akan melakukan permintaanku. Atau jika tidak, aku tidak akan pernah berangkat dari tempat ini.”

“Baiklah. Oppa menyetujuinya. Bisa kita berangkat sekarang?”

“Baiklah. Aku akan mengingat janjimu oppa.”

 

x-x-x

 

[Present]

Seoul

 

Jung Soo tertawa lepas saat mendengar cerita Seung Ri tentang apa yang terjadi di masa lalu. Tapi setelah itu, wajahnya kembali terlihat murung jika mengingat dia tidak berada di samping Seung Ri saat wanita itu membutuhkannya.

Mianhae, aku bahkan tidak berada di sampingmu saat kau membutuhkanku,” ucap Jung Soo.

“Lupakan semua oppa. Tidak bisakah kita memulai dari awal lagi? Dari sini sampai kedepan, kita akan terus bersama dan membesarkan Jung Ri bersama-sama. Jangan pernah terpaku dengan masa lalu yang membuatmu sedih. Tidak bisakah kau melakukkannya untukku oppa? Atau jika tidak, lakukan untuk Jung Ri.”

“Seung Ri-ya.”

Jebal oppa. Hm???”

“Baiklah. Kita lakukan bersama.”

“Tidakkah kita meninggalkan Jung Ri terlalu lama? Dia mungkin merepotkan teman-temanmu.” Seung Ri melihat jam tangannya saat menyadari hari sudah semakin gelap.

“Kau benar. Mari kita jemput dia dan pulang ke rumah. Rumah kita.”

Mereka tiba di mess tempat member ‘High Skull’ tinggal dan melihat Jung Ri sedang makan bersama dengan Donghae. Dia terlihat sangat nyaman bersama dengan pria itu.

Appaeomma… Kalian sudah pulang? Donghae ahjussi menemaniku bermain. Kenapa kalian lama sekali? Bukankah kalian katakan akan bermain bersamaku?” tanya Jung Ri saat Jung Soo dan Seung Ri memasuki ruangan itu. Dia berlari kearah Jung Soo yang sudah jongkok sambil melebarkan kedua tangannya.

Mianhae Jung Ri-ya. Apakah Donghae ahjussi memarahimu?” tanya Jung Soo saat Jung Ri sudah berada dalam pelukannya.

Ania. Donghae ahjussi sangat baik padaku. Tapi Kyuhyun ahjussi, dia memarahiku karena aku bermain dengan barang yang selalu dia bawa itu.”

Mwo? Ya Kyuhyun-ya… Beraninya kau???” teriak Jung Soo.

“Dia nyaris membuatku kalah dari semua level yang sudah aku menangkan hyung. Jadi beritahu dia agar tidak memegang apa yang menjadi kepunyaanku,” jawab Kyuhyun.

“Yaa!!!”

“Kami harus pulang. Terima kasih sudah menemani Jung Ri. Maaf jika dia merepotkan kalian semua,” potong Seung Ri sebelum terjadi adu mulut antara Jung Soo dan Kyuhyun.

“Jung Ri anak yang cukup menyenangkan. Sangat menyenangkan berada di dekatnya. Jung Ri-ya, annyeong” Donghae melambaikan tangannya kearah Jung Ri. Anak itu membalas lambaian tangan Donghae dan kemudian memeluk Jung Soo yang membawanya meninggalkan tempat tersebut.

 

x-x-x

 

Rumah yang berada di kawasan Itaewon akhirnya ditempati kembali. Beberapa tahun belakangan ini, Jung Soo memang selalu mengunjunginya setidaknya sekali seminggu. Itupun untuk membenahi rumah tersebut agar tidak berdebu dan bisa ditempati kapanpun.

“Semuanya masih terlihat sama,” ujar Seung Ri saat melihat seisi rumah. Tidak ada yang berubah dari cat hingga tata letak barang. Semuanya masih sama seperti yang diatur oleh Seung Ri saat mereka memutuskan akan tinggal dirumah itu.

“Tentu saja. Aku tidak akan menghilangkan semua jejak tentangmu di dalam rumah ini. Jadi aku membiarkan semuanya seperti dulu,” jawab Jung Soo.

Jung Soo meletakkan Jung Ri yang sudah tertidur ke dalam kamar yang memang sudah disediakan untuknya. Setelah itu dia menghampiri Seung Ri yang sedang membuat makanan di dapur. Dia memeluk Seung Ri dari belakang yang membuat wanita itu sedikit terkejut.

“Jung Ri sudah tidur. Tidakkah kita bisa melakukan apapun sekarang?” Jung Soo memulai aksinya untuk menggoda Seung Ri.

Ani. Aku akan menemani Jung Ri. Bagaimanapun juga, dia tidak pernah tidur seorang diri. Jadi sekarang kembali ke kamar dan aku akan menemani Jung Ri.”

Seung Ri melepaskan pelukan Jung Soo dan berjalan menuju kamar Jung Ri. Dia membawa makanan ringan yang dia siapkan tadi dalam sebuah mangkuk kaca berwarna putih.

Jung Soo menarik pergelangan tangan Seung Ri dan meletakkan mangkuk kaca itu diatas meja yang berada di dekatnya. Dia meletakkan tangannya di leher Seung Ri dan mencium bibir wanita itu dengan penuh cinta. Semakin dalam dan semakin hanyut dengan luapan rasa rindu yang menggebu dari diri mereka masing-masing.

 

 

THE END

1 Comment (+add yours?)

  1. nuy
    Jan 31, 2017 @ 13:53:12

    Jongsuk berganti dari jong ki ya?
    Keren ceritanya, author nim

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: