[Season 4] Summer, I Love You So Much! [3/?]

 

Season 4

[Season 4] Summer, I Love You So Much! (Part 3)

By. Lauditta Marchia T

Main Cast : Choi Siwon & Song Hyori (OC)

Support Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kang Min Kyung (OC), Song Hyena (OC) & Hyun Bi Hyul (OC)

Genre  : Commedy, Romance

Note : Season sengaja dikemas dalam commedy romance yang ringan. Jadi serial Season dimulai dari Season 1 s.d. Season 4, kemungkinan kalian tidak akan menemukan konflik yg berat. Mohon untuk tidak melakukan tindakan PLAGIAT!

***

 

Gunung Seorak adalah puncak tertinggi dari Rangkaian Pegunungan Taebaek, terletak di propinsi Gangwon, sebelah timur Korea Selatan. Merupakan objek wisata yang ramai dikunjungi sepanjang tahun, tapi puncak kunjungan terjadi di musim gugur, ketika dedaunan berwarna-warni. Kecantikan Gunung Seorak di musim gugur dikagumi sebagai salah satu pemandangan musim gugur terindah di Korea. Dedaunan hutan yang merah dan kuning mewarnai batu-batuan di mana aliran mata air keluar. Meskipun begitu, kawasan Gunung Seorak tetap ramai dipenuhi wisatawan pada musim panas seperti saat ini.

Seoraksan Tourist Hotel, sebuah hotel yang berada di kawasan pengunungan Seorak—wajah Gunung Seorak yang dapat tertangkap mata dari kawasan hotel tampak sangat mengagumkan.

Rombongan murid kelas XII-1 Chongdam High School baru saja memasuki lobi hotel. Seharusnya pada musim panas, murid-murid sekolah di Korea dapat menikmati waktu libur mereka, pengecualian bagi mereka yang harus mengikuti kelas tambahan untuk memperbaiki nilai. Itulah sebabnya murid-murid kelas XII-1 Chongdam High School merasa jenuh harus mengikuti kelas musim panas. Pasalnya, mereka merasa nilai mereka cukup baik. Mungkin saja guru dengan sengaja mengadakan kelas musim panas tanpa pengecualian untuk mempersiapkan mereka menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Ketika diputuskan diadakan MT, sontak saja para murid berlonjak senang. Setidaknya musim panas mereka tak begitu membosankan.

“Aku heran, mengapa kita harus sekamar?” Min Kyung menatap gusar pada tiga gadis yang sedang membongkar koper masing-masing.

“Karena kita mendapatkan kamar yang sangat luas,” kerling Bi Hyul.

Min Kyung mendesah. Memang, mereka memilih kamar berukuran luas, dengan dua tempat tidur besar yang cukup untuk menampung tubuh mungil mereka.

“Setidaknya—ada waktu-waktu tertentu aku tak ingin terlibat dengan kalian,” keluh Min Kyung sambil membuka koper, lalu mengeluarkan beberapa perlengkapan yang dibawa olehnya.

“Kudengar, hotel ini memiliki pemandian air panas,” celetuk Hyena.

“Ah, sudah lama sekali aku tak menikmati pemandian air panas,” sambung Hyori. “Terakhir kali, ketika berlibur di Jepang, di sana kita mengunjungi sebuah Onsen—benarkan?” ia menatap Hyena, meminta pembenaran saudari kembarnya itu. Hyena mengangguk pelan.

“Liburan musim panas dengan mandi air panas,” ledek Bi Hyul.

“Kau tak bisa membedakan situasi? Sekalipun sekarang judulnya adalah musim panas—Kita berada di daerah pegunungan, kau tak merasakan udara dingin yang menusuk tulangmu?”

Bi Hyul mencibir, “Aku mengerti, tapi bisakah kau tak memelototiku seperti itu—Ajumma?”

Kontan saja sebuah bantal melayang ke wajah Bi Hyul. Gadis itu memang tak pernah berhenti menggoda Min Kyung yang selalu temperamen.

“Tunggu dulu!” tiba-tiba lengkingan Hyori mengagetkan mereka. “Di kamar nomor berapa dia? Siwon, my man!!”

Mereka bertiga hanya menggeleng prihatin. Perubahan untuk seorang Song Hyori sepertinya hanyalah sebuah angan-angan yang tak akan kunjung jadi kenyataan.

“Kau berniat menyusup ke kamar Siwon?” Hanya menahan nafas. Min Kyung dan Bi Hyul hanya mencibir.

“Perjalanan hari ini sangat melelahkan, mungkin saja Siwon sedang membutuhkan pijatan,” Hyori berseloroh ringan, tak sadar jika ketiga gadis di sisinya hampir pingsan.

Bi Hyul yang paling dekat dengan Hyori segera menangkap pipi Hyori dengan kedua tangannya. “Song Hyori, apa kau sedang belajar menjadi seorang gisaeng? Kurasa kau memang lebih cocok hidup di jaman Joseon,” katanya sambil menarik-narik kedua belah pipi Hyori.

“Sakit!” Hyori menepis kasar tangan Bi Hyul. “Kau tahu, kekuatanmu seperti kekuatan badak,” air mata Hyori hampir keluar, ia mengusap-ngusap pipinya yang memerah. Bi Hyul justru memamerkan sengiran tajam di wajahnya.

~~~

Mereka berempat terlihat keluar dari sebuah tempat. Dibanding sebelumnya, penampilan mereka kali ini tampak lebih fresh. Ya, mereka baru saja meninggalkan kolam-kolam pemandian air panas setelah sejam lamanya memanjakan tubuh di pemandian air panas.

Gurauan dan derai tawa yang keluar dari mulut mereka cukup menarik perhatian orang-orang yang berpapasan dengan mereka. Dasar gadis-gadis yang saraf malu telah putus, mereka justru tak menghiraukan tatapan aneh orang-orang itu.

Tiba-tiba saja langkah kaki Min Kyung terhenti. Bi Hyul dan si kembar yang telah mendahuluinya beberapa langkahnya akhirnya ikut berhenti dan menoleh pada Min Kyung.

“Ada apa?” tanya Hyena.

“Kau pasti meninggalkan sesuatu di tempat tadi,” tebak Bi Hyul.

“Tidak!” alis Min Kyung berkerut, raut wajahnya mulai memucat. “Aneh. Kalian tak merasakannya?” Min Kyung memegangi belakang lehernya, ia merasakan tubuhnya meremang. “Kang Min Kyung—kau pasti berhalusinasi. Lupakan itu! Tidak mungkin!” gadis itu berkomat-kamit, seperti sedang meyakinkan dirinya sendiri.

“Terlalu lama berendam sepertinya membuat tingkat kesadarannya menurun,” gumam Hyena.

Min Kyung tak menghiraukan gumaman Hyena yang justru sedang mempertanyakan kewarasannya. Gadis itu hanya terdiam dengan detak jantung yang mulai meningkat.

“Berpura-pura tak melihatku?”

Suara itu membuat nafas Min Kyung serasa tertahan. Pelan-pelan Min Kyung menolehkan kepalanya menengok sosok yang berdiri tak jauh di belakangnya.

“Tak merindukanku, Noona?”

Min Kyung terpekik melihat cengiran tajam mengerikan di wajah itu. Bi Hyul, Hyori dan Hyena ikut terkejut.

“BOCAH SETAN???” mereka berempat berpaduan suara ketika meneriakan kata yang sama.

“Cih, kumpulan orang saraf,” celetuk anak yang tampak berdiri angkuh.

“Cho In Ha,” bibir Min Kyung bergetar. “Apa yang kau lakukan di sini? Kau mengikutiku?”

“Apa? Mengikutimu?” In Ha mendelik, ia lalu tertawa mengejek. “Kau mengira aku benar-benar sudah gila?” tatapnya sinis.

“Lalu mengapa kau di sini?” Min Kyung memelototkan matanya.

“Liburan musim panas.”

“Aku tahu. Tapi dari sekian banyak tempat yang dapat kau datangi—mengapa kau berada di sini?” kesabaran Min Kyung mulai terkuras.

“Aku tak perlu mengatakan semua jadwalku padamu, Noona?” In Ha menggeleng prihatin. “Lagi pula, aku bisa datang kapan saja ke sini,” desahnya sok dewasa. Ia lalu menatapi Min Kyung dan tiga gadis lainnya. “Noona, kau tak tahu? Hotel ini milik kami,” ia berkata datar, tak ada maksud untuk memamerkan apapun.

Damn,” Min Kyung menyapu kasar wajahnya.

“Ah, benarkah?” Bi Hyul terkejut.

“Min Kyung, itu artinya kita bisa melakukan apapun di sini,” Hyori tersenyum mekar.

“Lupakan!” desah Min Kyung, ia kembali memandangi In Ha. Mata Min Kyung sedikit menyisir sekeliling mereka. “Lalu, kau bersama orang itu?”

Noona, kau mengira aku siapa? Mengikuti kemanapun Hyung pergi? Kau pikir aku tak punya kehidupan sendiri?” In Ha berdecak kesal.

“Syukurlah,” Min Kyung justru menarik nafas lega mengetahui bahwa tunangan tampannya tak berada di tempat itu.

“Kau ingin aku memanggil Hyung?” In Ha tersenyum menggoda, sejurus kemudian raut wajahnya berubah datar. “Memangnya aku tunangannya? Kau panggil saja dia sendiri!” jawabnya tenang.

Min Kyung hampir saja melayangkan tendangan ke tubuh In Ha jika tidak segera diamankan oleh ketiga sahabatnya.

“Mendadak udara di sini seperti terkontaminasi oleh radiasi nuklir—ah, aku harus segera mencari udara segar,” In Ha bergumam santai, ia lalu meninggalkan Min Kyung yang masih dalam pengamanan Bi Hyul dan si kembar.

“Mengapa kau menahanku?” Min Kyung menatap garang pada ketiga sahabatnya. Ia baru berhasil membebaskan diri. “Anak nakal itu perlu diberi pelajaran.”

“Aku tahu niat baikmu tapi, aku sedikit mencemaskan keselamatan In Ha,” celetuk Hyena. Min Kyung menarik nafas panjang.

“Hei lihat rombongan itu?” tunjuk Hyori. Mereka mengawasi rombongan muda-mudi yang baru saja memasuki lobi. “Apakah mereka juga sedang mengadakan MT?” ia mencoba mengira-ngira.

“Nowon High School,” Bi Hyul berkata dengan tenang. Mereka mengamati beberapa orang dari mereka yang mengenakan jaket sekolah tersebut. “Apa yang mereka lakukan d sini?”

“MT?” tebak Hyori.

“Apapun yang mereka lakukan, tak ada urusannya dengan kita,” Min Kyung berseloroh ringan, ia berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih memandangi kawanan siswa Nowon itu.

“Bertemu dengan In Ha membuat hormonnya makin memburuk,” celetuk Hyena, mereka memandangi punggung Min Kyung yang kian menjauh.

“Jika terus mengata-ngataiku, kalian cari kamar yang lain saja!” Min Kyung menambah volume suaranya agar sampai pada telinga ketiga gadis itu.

Mereka langsung saling pandang dan bergidik. Min Kyung seperti seorang paranormal, ia tahu apa yang mereka sedang lakukan saat itu. Cepat-cepat mereka menyusuli Min Kyung.

 

~.o0o.~

 

Di dalam sebuah ruangan yang cukup luas, tempat yang terlihat seperti sebuah aula dengan panggung kecil di depannya. Lantai yang terbuat dari bahan kayu berkualitas tampak sangat mengkilat, semua murid duduk melantai tanpa khawatir jika celana ataupun rok yang mereka pakai akan kotor. Min Kyung, Bi Hyul, Hyena dan Hyori termasuk dalam kumpulan murid-murid itu. Mereka sengaja dikumpulkan di tempat itu mengingat MT mereka akan diisi dengan beberapa kegiatan.

Siwon dan Hyukjae duduk tak jauh dari mereka. Entah apa yang sedang kedua pemuda itu bahas hingga membuat keduanya tak jarang tertawa lebar. Dan ketika Siwon menoleh ke satu arah, Hyori sedang memandangnya dengan tatapan berkaca-kaca, selalu dengan ekspresi yang berlebihan. Siwon bergidik ngeri ketika Hyori melakukan gerakan cium jauh padanya.

“Memalukan!” Min Kyung menjitak kasar kepala Hyori. “Kau lihat, Siwon pasti semakin takut padamu,” desah Min Kyung.

“Mengapa dia setampan itu?” Hyori tak jemu-jemu mencurahkan perhatiannya pada Siwon yang sedang berusaha keras agar tak bertemu mata dengannya. “My Man,” katanya lagi dengan mendayu-dayu.

“Menikmati pemandangan Gunung Seorak sangat menyenangkan, Hyena kau bisa melakukannya dengan Hyukjae” cengir Bi Hyul tajam.

“Bi Hyul. Ucapanmu justru terdengar seperti kaulah yang sedang mengidam-idamkan menikmati pemandangan itu bersama Donghae Oppa,” perkataan Hyena yang tenang, menusuk Bi Hyul sampai ke kedalaman hatinya.

Perhatian mereka teralih pada guru wali kelas dan seorang guru pendamping yang baru saja memasuki ruangan. Keadaan kian ricuh ketika tak lama berselang, segerombolan orang ikut memasuki ruangan.

“Siapa mereka?” selidik Min Kyung.

“Bukankah mereka murid-murid Nowon?” Bi Hyul menduga dan diangguk antusias oleh si kembar. “Apa yang mereka lakukan di sini?”

Tak ada yang mencoba untuk menjawab. Mereka hanya memperhatikan ketika murid-murid Nowon ikut melantai di ruangan yang sama. Tiga orang guru mereka bergabung dengan guru Chongdam yang telah berdiri di panggung.

“Kalian pasti kebingungan?” Guru Yoo, wali kelas XII-1 Chongdam High School memandangi murid-muridnya yang hanya saling melempar pandangan. “Sebenarnya ini tidak direncanakan sebelumnya, tapi mengingat Nowon juga sedang melakukan MT—jadi kami memutuskan untuk melakukan MT gabungan.”

“Kami berharap kalian bisa berbaur dengan baik,” ucap seorang guru dari sekolah Nowon. “Ini kesempatan yang cukup langka. Mempertemukan tiga sekolah dalam MT seperti ini sebetulnya cukup sulit.”

“Tiga?” Hyori menunjukan tiga jari sambil bertanya-tanya.

Pertanyaan mereka terjadi ketika ada rombongan lain yang memasuki kelas. Para murid-murid entah berasal dari sekolah mana. Semua mata memandangi wajah-wajah yang baru itu. Kegaduhan lebih terdengar dari kumpulan para gadis karena murid-murid dari sekolah ketiga itu didominasi oleh pemuda-pemuda tampan.

“Hyori, jangan khilaf!” Hyori menepuk kasar pipinya. “Siwon masih setia menunggumu,” katanya lagi.

Ketiga sahabatnya hanya memandang miris padanya. “Tidakkah kau menempatkan posisi Siwon terbalik?” desis Bi Hyul.

“Gadis tak tahu diri!” ledek Min Kyung. Hyena seperti biasanya hanya mengulum senyum dalam-dalam.

“Sepertinya aku mengenal mereka?” tanpa sadar Bi Hyul mengarahkan telunjuknya pada ketiga pemuda yang terakhir memasuki ruangan. “Kupikir, wajah mereka tak asing lagi,” ia berusaha untuk menggali ingatannya.

Mereka memang cukup familiar dengan wajah-wajah itu dan ketika mereka sedang berusaha untuk mencoba mengingat, seorang pemuda terlihat memasuki kelas. Pemuda itu berjalan santai sambil memainkan ponsel di tangannya. Ia seakan tak peduli kepada para gadis yang langsung tersihir melihat pesonanya.

“CHO KYUHYUN????” secara serentak ketika si kembar, Bi Hyul dan Min Kyung meneriaki nama pemuda itu hingga membuat perhatian semua orang tertuju pada mereka, sebelum akhirnya kembali tertanam pada Kyuhyun yang telah bergabung dengan ketiga sahabatnya. “Jadi, sekolah ketiga yang dimaksud itu—Annyang?” gumam Hyena.

Kebetulan yang aneh, sejumlah tiga kelas yang berasal dari tiga sekolah yang berbeda secara tak sengaja terkumpul di tempat itu dengan tujuan yang sama. Well, apapun bisa terjadi di dunia ini, bukan begitu?

“Apa…apa-apan…,” seluruh tubuh Min Kyung telah gemetar. Ia ingin segera menghampiri Kyuhyun namun ketiga gadis lainnya menahannya, mereka cemas sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Baiklah, tampaknya semua sudah berkumpul,” Guru Yoo terlihat sangat puas. “Untuk hari ini, kita belum masuk pada kegiatan yang telah disusun. Saat ini kalian hanya perlu berbaur dan menjalin keakraban,” Guru Yoo mengakhiri pidato singkatnya.

“Siapa orang itu?” Siwon mengarahkan pandangannya pada Kyuhyun. Sejak tadi ia terus mengamati dan menyadari jika perhatian keempat gadis aneh di kelasnya terus tertuju pada murid Annyang itu.

“Cho Kyuhyun.”

“Kau mengenalnya?” Siwon begitu takjub ketika Hyukjae menjawab pertanyaannya tanpa berpikir. “Dia cukup terkenal. Selain calon pewaris Royal Group, kudengar dia adalah tunangan Kang Min Kyung.”

“Begitu?” gumam Siwon. Wajahnya terlihat menenang.

“Ada apa? Sepertinya kau cemas karenanya?” selidik Hyukjae.

“Bukan urusanmu!”

Min Kyung berhasil terlepas dari pengawasan Bi Hyul dan si kembar. Ia langsung menghampiri Kyuhyun. Pemuda itu menatap tenang pada Min Kyung telah berdiri di dekatnya.

“Cho Kyuhyun!”

Min Kyung seperti telah dikelilingi oleh api di sekujur tubuhnya. Gadis itu benar-benar sangat bermasalah dengan hormonnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Dia sudah gila,” bisik Hyori pada Bi Hyul. “Bertanya seperti itu pada calon suaminya.”

Kyuhyun tetap terlihat tenang. “MT,” jawabnya santai.

Gosh,” Min Kyung terlihat kesal. Baru beberapa jam berlalu ketika tekanan darahnya meningkat karena In Ha dan kini ia harus diperhadapkan pada seorang evil tingkat satu, sekalipun itu adalah tunangannya sendiri.

Kyuhyun memandangi Min Kyung yang terus menerus menarik nafas panjang. Tanpa diperkirakan Min Kyung ketika Kyuhyun menarik tangannya, membuat gadis itu terduduk tepat di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun selalu membuat jantungnya berirama cepat, apa lagi ketika Kyuhyun memajukan wajahnya—memandang lekat bola mata Min Kyung.

“Kau sakit mata?” Pertanyaan Kyuhyun refleks membuat Min Kyung terkejut. “Kian hari matamu kian membesar, seperti mata katak!”

“Kau!!” Min Kyung geram.

“Tentu saja, setiap hari dia terus memelototkan matanya,” Hyori mendesis dan ketiga gadis itu tersenyum. Senyum mereka hilang seketika saat Min Kyung menatap tajam pada mereka.

“Tak bisakah kau membiarkanku tenang?” tanya Min Kyung, ia mencoba menenangkan dirinya. “Bertemu denganmu dan In Ha selalu membuatku memburuk,” desahnya lemas.

“Lalu, aku harus bagaimana?” Kyuhyun tersenyum hangat. Detik selanjutnya Min Kyung telah membatu. Senyuman Kyuhyun benar-benar virus berbahaya. Gadis itu bahkan seketika melupakan kekesalannya hanya karena senyuman maut itu.

Min Kyung berdiri kasar. “Aku pergi!” katanya gugup. Ia lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun. Ketika sahabatnya saling pandang heran dan bergegas menyusulinya.

Kyuhyun tersenyum dan senyuman itu kian melebar, ia bahkan tertawa memamerkan deretan gigi putihnya meskipun tak satu pun suara yang keluar dari mulutnya. Ketiga sahabat Kyuhyun hanya menggeleng melihat cara Kyuhyun memperlakukan Min Kyung.

***

“Kang Min Kyung!”

Min Kyung tak sedikit pun menoleh pada Bi Hyul dan si kembar yang tergopoh-gopoh menyusulinya.

“Kau ini lari begitu saja,” Hyori yang kelelahan menyerukan aksi protesnya. “Kau tak cemas jika gadis-gadis itu merebut perhatian Kyuhyun?”

Langkah kaki Min Kyung terhenti, ia terlihat berpikir. Ada kecemasan di wajahnya. “Aku tak mungkin merantainya kan?” katanya lagi dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Ck,” Bi Hyul berdecak. Mereka melangkah santai di sepanjang koridor hotel menuju kamar mereka. “Aku mengerti mengapa Min Kyung merasa kesal. Ada saat-saat tertentu, kita membutuhkan waktu tanpa harus memikirkan boys. Beruntung lelaki sinting itu tidak di sini,” Bi Hyul menarik nafas lega. Semua tahu siapa yang dimaksud olehnya.

Honey!”

Langkah kaki keempat gadis itu terhenti.

Honey?” gumam Hyena. “Sepertinya aku familiar dengan sapaan itu?”

God. Kali ini saja, semoga itu hanya halusinasi,” mulut Bi Hyul komat-kamit, ia melipat kedua tangannya sambil menatap ke langit-langit.

“Oii, Honey!”

Terulang lagi. Suara itu kembali terdengar. Bi Hyul hampir menangis ketika yakin bahwa ia tidak berhalusinasi. Lalu dengan efek slow motion ketiga gadis itu memutar kepala mereka, menengok ke belakang.

Lee Donghae sedang berdiri beberapa meter di belakang mereka. Ia memanggul ransel berukuran sedang, tak lupa sebuah topi yang selalu bertengger di kepalanya. Wajahnya menyeringai lebar.

My honey!” ia melangkah cepat menghampiri kumpulan gadis yang mematung itu dan langsung menyambar Bi Hyul ke dalam pelukannya. Bi Hyul telah kehilangan tenaga hingga tak dapat melakukan apapun ketika Donghae memeluknya semakin erat bahkan ketika Donghae mendaratkan kecupan bertubi-tubi di dahi dan kedua belah pipinya.

STOP!” Bi Hyul mencubit bibir seksi Donghae ketika pemuda itu hampir saja mendaratkan kecupan di bibirnya.

Honey?” Donghae menatap tak percaya, ia mempertanyakan tingkah Bi Hyul “Kau sakit? Tak biasanya kau bertingkah seperti ini? Jangan cemas, satu kecupan akan menyembuhkanmu,” ia terlihat cemas namun tak mempedulikan wajah Bi Hyul yang telah memerah memendam amarah. “Kau marah?” Donghae menatap lekat-lekat wajah Bi Hyul.

Pemuda itu lalu menoleh pada Min Kyung, Hyori dan Hyena yang menatap mereka berdua dengan intens sambil menyeringai lebar dengan eskpresi yang cukup mengerikan, seolah menantikan pertunjukkan maha dasyat ketika Donghae mencium bibir Bi Hyul.

“Ah, aku mengerti. Ciuman panas kita tidak seharusnya menjadi konsumsi publik,” ia melirik ketiga gadis yang melemas menyadari bahwa melihat langsung si tomboy Bi Hyul dicium adalah sesuatu yang mustahil.

“LEE DONGHAE!!”

Oppa, bagaimana kau bisa ke sini?” tanya Min Kyung.

“Kudengar dari Bi Hye jika kalian mengikuti MT dan itu artinya aku tak akan melihat si papan seluncur dalam beberapa hari,” Donghae menjawab dengan kejam sambil melirik pada Bi Hyul. Ia selalu mengumpamakan tubuh Bi Hyul seperti papan seluncur yang datar dan tak berlekuk—ledekan yang sangat ekstrim. Ia kembali memeluk Bi Hyul, “Honey, aku sangat merindukanmu.”

Bi Hyul mendorong kasar tubuh Donghae. “Dalam sehari berkali-kali melihatku apa itu tak cukup?” Bi Hyul mendelik, Donghae memperlakukannya seperti mereka telah terpisah selama sepuluh tahun. “Menyingkir dariku!”

“Gadis ini sungguh kejam,” desah Donghae. “Sudahlah, aku lega kau baik-baik saja. Ah, perut six pack-mu belum berubah menjadi eight pack, kan? Atau jangan-jangan kau telah memiliki ten pack? Coba kuperiksa!”

Bi Hyul melayangkan tendangan keras ke kaki Donghae membuat pemuda itu meringis. “Dasar lelaki tua gila!”

“Umur kita hanya terpaut setahun,” Donghae menggerutu. “Oke. Sebaiknya aku menyingkir. Bi Hyul, jika kau tak ingin bergabung dengan tiga kembar siam ini—kau bisa sekamar denganku,” kerlingnya.

“Pergi kau!”

Donghae hanya tertawa puas melihat Bi Hyul yang telah memerah seperti kepiting rebus. Ia berlalu dari hadapan mereka, suara tawanya masih terdengar. Tingkahnya yang jahil selalu membuat Bi Hyul emosi, dan Donghae menyukai itu.

 

~.o0o.~

 

Hari kedua MT.

“Baiklah, kegiatan kita dimulai pada hari ini,” seorang guru mulai berbicara setelah semua murid dari tiga sekolah berkumpul. “Beberapa perlombaan akan mengisi kegiatan MT kita dan hari ini akan dilangsung perlombaan mencari miss school.”

Ucapan sang guru disambut riuh tepuk tangan semua murid, para gadis sudah terlihat antusias dan penuh keyakinan diri untuk maju sebagai peserta lomba.

“Perlombaan ini hanya diperuntukkan bagi murid lelaki,” semua murid saling pandang tak mengerti. “Miss school yang dimaksud adalah murid laki-laki yang harus berdandan layaknya seorang wanita. Masing-masing sekolah harus mengirimkan kandidatnya.”

Kericuhan semakin menjadi, para gadis melemas namun tak sedikit yang bersorak gembira membayangkan kelucuan yang telah menanti di depan mata.

“Kalian boleh membantu peserta untuk make over,” guru itu tersenyum lebar.

Murid-murid mulai berkumpul dengan kelompok mereka. Hyori dan teman-teman sekelasnya telah berkumpul. Mereka terlibat pembicaraan serius untuk menentukan siapa murid yang akan diikutsertakan dalam perlombaan itu.

“Aku rasa Ji Hoo akan cocok jika berpakaian wanita.”

Are you kidding me?” murid bernama Ji Hoo mendelik, “Pacarku bisa memutuskan hubungan kami jika melihatku berdandan seperti itu.”

“Aku tak mau!” tolak seorang siswa mentah-mentah ketika semua mata tertuju padanya, ia memang memiliki wajah yang cukup tampan.

“Kita harus segera mengirimkan seseorang jika tak ingin kalah,” ujar Siwon selaku ketua kelas.

“Siwon, kurasa kau sangat cocok dengan kostum itu,” Lee Kang Joo menyeringai hebat. Hyukjae mengangguk antusias.

“Tidak boleh!” Siwon baru saja hendak berkata-kata ketika Hyori berteriak kasar, “Tidak kuijinkan kalian menodai keperkasaan Siwon, my man!” ia mendelik. Semua murid menarik nafas sesak.

“Kau tak perlu mengatakan hal-hal seperti itu,” ujar Siwon dengan ekspresi aneh. Ia lalu memandangi semua murid dengan tatapan dinginnya dan mereka segera tertunduk, “Kalian ingin aku melakukannya?” tanyanya. Mereka menggeleng bersama-sama.

“Bagaimana denganku?” Hyukjae menawarkan diri dengan suka cita.

No no no. Kau justru akan terlihat seperti tiang listrik rusak di atas podium, sudah pasti kita kalah,” ledek Min Kyung sadis.

“Heiisshhh!!” Bi Hyul yang sedari tadi bungkam menjadi emosi karena perdebatan yang tak kunjung usai itu. “Jadi siapa yang akan kalian pilih?” tanyanya marah.

Semua orang terdiam memandanginya.

“Apa?” tanya Bi Hyul setelah sekian menit berlalu dan mereka tak mengalihkan tatapan darinya. Perasaannya tiba-tiba menjadi tak enak.

“Tepat!”

“Akhirnya!”

Mereka menyeringai hebat.

“Hei, hei!!” Bi Hyul langsung merinding, “Aku tak akan melakukan itu,” ia tahu apa maksud mereka. “Ingat, hanya murid laki-laki yang boleh mengikutinya. Kalian tak mungkin ikut melupakan siapa Hyun Bi Hyul yang sebenarnya bukan?”

“Ya, kami tak lupa siapa kau,” senyum Hyori. “Tapi mereka tak tahu siapa kau,” mereka yakin jika murid Anyang dan Nowon tak akan mengira jika Bi Hyul adalah seorang gadis.

“Kalian tak boleh bermain curang seperti itu!” cegah Bi Hyul.

“Ini bukan curang, tapi seni dalam bertarung,” ujar seorang murid.

“Aku tak mau!” tegas Bi Hyul.

“Hyun Bi Hyul! Kau hanya perlu berpakaian wanita dan berdiri di podium—lagi pula apa susah? Kau ini seorang wanita, jangan menyangkali itu!” seperti biasanya, satu-satunya yang paling cepat tersulut emosinya adalah Min Kyung.

“Kau lupa? Tunanganmu itu pasti tahu jika aku ini adalah seorang gadis,” Bi Hyul terus mencari-cari alasan.

“Dia bukan tipe yang sangat peduli dengan lomba-lomba seperti ini,” jawab Min Kyung yang mengenal dengan baik sifat Kyuhyun.

“Aku tak akan melakukan itu! Jika kalian memaksaku, sebaiknya bunuh aku sekarang juga!” ancam Bi Hyul. Semua menatap Bi Hyul dengan tatapan mengerikan dan itu membuatnya merasa terpojok.

Satu jam kemudian.

“Oke, tiga kontestan telah siap di belakang panggung,” ucapan Guru Yoo disambut tepuk tangan riuh. “Are you ready?”

“YAAAA!!!” teriak murid-murid bersamaan.

“Kontestan pertama, miss school from Nowon High School!”

Seseorang keluar dari balik panggung. Detik selanjutnya gelak tawa terdengar membahana ketika murid itu terlihat lebih jelas. Seseorang dengan tubuh tinggi gempal mengenakan wig pirang, gaun berwarna pink membuatnya tampak lucu—apalagi ketika ia meliuk-liuk di atas panggung dengan gerakan yang serba cool justru mengundang tawa. Semua tetap memberikan tepuk tangan ketika murid yang bertingkah seperti pelawak itu membungkuk untuk memberi hormat, masih dengan gayanya yang lucu.

“Aku seperti melihat Rambo dalam balutan pakaian wanita,” Guru Yoo tak bisa menyembunyikan seringaiannya, “Peserta kedua, yeah—sepertinya dari sekolah kami.”

Semua murid Chongdam bertepuk tangan dan saling bersiul menanti kontestan perwakilan dari sekolah mereka menampakkan diri.

“Kurasa, dia masih malu-malu,” Guru Yoo tertawa karena hingga sekian menit tak satu pun yang terlihat di panggung. Semua murid bertepuk tangan dan mereka terus meminta sang kontestan untuk memperlihatkan diri.

Tak lama kemudian, seseorang tampak keluar dari balik panggung dengan langkah pelan. Ia melangkah ragu-ragu ke tengah panggung. Ia tampak berusaha menyesuaikan diri dengan sepatu yang dipakainya, kepalanya terus tertunduk, terlihat sangat canggung sehingga membuatnya tak lagi bergerak. Murid-murid Chongdam menyengir hebat, mereka berhasil membuat si tomboy Bi Hyul mengenakan pakaian yang seharusnya ia kenakan.

Perlahan-lahan gadis itu mengangkat kepala, teman-teman sekelasnya yang tadinya berhura-hura riang langsung bungkam memandangi Bi Hyul. Gaun pendek dan high heels, juga wig hitam panjang serta riasan yang minimalis di wajahnya membuat parasnya terlihat cantik dan lembut.

Tak hanya siswa Chongdam, siswa dari dua sekolah lain cukup terkesima melihat Bi Hyul—mereka hanya mengira jika lelaki itu bisa menjadi begitu cantik tanpa mengetahui jika Bi Hyul adalah seorang gadis. Sementara di sudut ruangan, Donghae nyaris tak bergerak. Kedua matanya bahkan lupa berkedip melihat Bi Hyul yang untuk sesaat berpenampilan layaknya seorang wanita.

Tak menunggu lama, Bi Hyul segera melepas sepatu yang dipakainya dan berlari meninggalkan panggung. Ia merasa sangat malu.

“Bakat terpendam. Aku harus bertanya pada murid-muridku siapa gadis cantik itu,” godaan Guru Yoo mengundang gelak tawa. Murid-murid Chongdam hanya saling pandang lalu meringkik pelan. Wali kelas mereka tak tahu jika mereka telah berbuat curang. “Baiklah, kita sambut peserta miss school terakhir!”

Tepuk tangan kembali terdengar dan dari balik panggung sebuah wajah memandang malu, ia lalu bergerak pelan persis seperti gerak-gerik Bi Hyul yang salah tingkah. Untuk kesekian kalinya semua murid kembali tercengang. Murid itu tampak sangat cantik.

Bi Hyul yang menyaksikan itu merasa hatinya sangat tertohok, pria itu bahkan jauh lebih cantik darinya tadi yang notabenenya adalah seorang perempuan tulen. Dia hanya berdecak pelan sebelum keluar dari ruangan itu.

“Apakah mereka juga mengirim seorang murid perempuan?” decak Hyena. “Bagaimana dia bisa secantik itu?”

Belakangan baru diketahui kalau murid cantik itu adalah salah seorang dari ketiga sahabat Kyuhyun, dia adalah Kim Myung Soo. Sudah dipastikan bahwa gelar miss school jatuh kepada Anyang High School.

Honey.”

Bi Hyul menoleh dan saat itu juga Donghae telah membidiknya dengan kamera ponselnya.

“Lee Donghae, apa yang kau lakukan?”

“Mengabadikan pemandangan langka,” jawab Donghae, ia tersenyum puas sambil melangkah mendekati Bi Hyul. “Baiklah, mulai sekarang kau harus berpenampilan seperti ini.”

“Kau gila!”

Donghae tertawa lalu merangkul leher Bi Hyul, “Aku tahu. Aku tetap menyukaimu sekali pun kau berpenampilan sama denganku bahkan saat kau terlihat lebih tampan dariku. Aku masih menyukai saat-saat mereka mengira kita adalah pasangan gay,” goda Donghae. Bi Hyul hanya mendesah kasar.

 

~.o0o.~

 

Murid-murid sedang menikmati makan siang mereka dengan duduk berkelompok, mereka telah memenuhi meja-meja bulat yang dikelilingi empat buah kursi.

Hyung, kau di sini?” Siwon memandangi Donghae yang bergabung dengannya dan juga Hyukjae.

“Bagaimana kehidupan universitasmu, menyenangkan?” tanya Hyukjae.

“Aku harus menjawab yang mana dulu?” Donghae balik bertanya. Ia lalu memamerkan senyumnya membuat kedua juniornya itu hanya berdecak.

“Boleh aku bergabung dengan kalian?”

Ketiga pemuda itu menatapi Kyuhyun yang bahkan telah terlebih dahulu memenuhi kursi satu-satunya yang tersisa tanpa menunggu persetujuan mereka.

“Kau benar-benar tunangan Min Kyung?” Siwon masih tak percaya dengan perkataan Hyukjae beberapa waktu lalu. Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

Donghae terkejut. “Kau bertunangan dengan siapa? Kang Min Kyung? Gadis pemarah itu?” ia mendelik dasyat. Senyuman Kyuhyun kian mengembang, tingkah Donghae yang berlebihan memang terlihat lucu.

“Ya ampun!” Hyori berdecak. Matanya terfokus pada keempat pemuda yang duduk tak jauh dari meja mereka, “Lihat, mereka sangat akrab dan mempesona—suami-suami kita.”

Min Kyung, Bi Hyul dan Hyena memamerkan muka masam. Perut mereka terkocok dan rasanya makanan yang baru ditelan akan keluar. Bukan karena mereka menyangkali perkataan Hyori tentang pemuda-pemuda itu, tapi perkataan seperti itu begitu keluar dari mulut Hyori justru lebih terdengar seperti jenis penistaan berat terhadap keempat pemuda tersebut, ditambah lagi Hyori menggunakan embel-embel suami kita.

Donghae, Siwon, Kyuhyun dan Hyukjae masih terlibat dalam sebuah percakapan dan mereka tampak akrab.

“Gadis-gadis Chongdam memang sangat menarik.”

Kalimat itu sukses membuat keempat pemuda itu terdiam begitu mendengar pembicaraan beberapa murid yang duduk di meja yang tak jauh dari meja mereka. Tampaknya murid-murid itu berasal dari Nowon High School.

“Gadis pendiam itu, kulihat dia satu-satunya yang tak banyak bicara. Bukankah dia sangat menarik?”

Begitu menyadari bahwa gadis yang dimaksud adalah Hyena, secara spontan Hyukjae memamerkan wajah masamnya.

“Aku lebih menyukai gadis berambut ikal itu. Dia tampak sangat ceria!”

Siwon tak jadi menelan makanannya saat mengetahui yang dikatakan sebagai gadis ceria itu adalah Hyori.

“Bagaimana dengan gadis berambut lurus panjang itu. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia tipe gadis yang smart.”

Berbeda dengan Hyukjae dan Siwon, Kyuhyun justru meneguk tehnya dengan santai. Ia terlihat tak peduli jika tunangannya sedang menjadi incaran pemuda lain.

“Mereka begitu akrab dengan pemuda itu, mendadak aku iri padanya.”

Tawa Donghae langsung meledak. Ia yakin tak ada satu pun yang mengira jika Hyun Bi Hyul adalah seorang gadis.

***

Keempat pemuda Nowon sedang melangkah santai di luar bangunan hotel, mereka tampaknya masih membicarakan tiga gadis Chongdam yang tak mereka ketahui termasuk dalam kumpulan teraneh, dan mungkin mereka telah menyusun strategi untuk mendekati Min Kyung dan si kembar.

“Hei!” langkah mereka terhenti. Mereka menoleh dan mendapati Hyukjae sedang berjalan mendekati mereka. Hyukjae memamerkan wajah tak sedapnya, terlebih pada pemuda yang menaruh ketertarikan pada Hyena. Ia menatap tajam dari ujung kaki hingga ujung kepala pemuda Nowon itu dan detik selanjutnya Hyukjae terdecak sambil berlalu.

Kepergiannya hanya disambut dengan tatapan heran keempat pemuda itu, mereka sama sekali tak mengerti dengan perilaku Hyukjae. Mereka lalu melanjutkan langkah kaki dan tentu saja percakapan yang sempat terhenti. Untuk kedua kalinya langkah kaki mereka tertahan. Siwon telah berdiri di hadapan mereka. Ia memandangi pemuda-pemuda itu satu per satu.

“Namanya Song Hyori. Sangat ceroboh dan sangat menyebalkan. Gadis terbodoh dan mungkin teridiot yang pernah aku temui dan karenanya aku harus mengalami pencemaran nama baik juga peningkatan tekanan darah. Gadis itu seperti teror bagiku. Jika kau bisa mengambilnya dan menyingkirkannya dariku…,” Siwon menarik jeda dari kalimat panjangnya, ia menatap pemuda yang menaruh hati pada Hyori, “Maka lakukanlah!” lanjutnya tegas, namun sorot matanya yang tajam dan sangat dingin membuat mereka takut. Kalimat perintah terakhir bagi mereka justru terdengar dalam arti yang sebaliknya.

“Apa?” Keempat pemuda itu kembali saling pandang sepeninggal Siwon. Mereka sama-sama menggeleng, mencoba mencerna situasi aneh itu.

Mereka melanjutkan perjalanan yang tertunda dan berpapasan dengan Donghae yang memainkan sebuah gantungan kunci yang dipegangnya dengan lincah. Donghae melangkah santai sambil bersiul-siul pelan.

Langkah Donghae terhenti ketika mereka telah saling melewati. Ia menoleh ke belakang “Ah, permisi,” ujarnya membuat keempat pemuda itu menoleh padanya.

“Ya?”

“Adakah seseorang diantara kalian yang mempunyai selera yang berbeda? Uhm, maksudku—gay?” pertanyaan Donghae yang blak-blakan membuat mereka terperanjat. Pertanyaan yang sangat tak lazim. “Sepertinya tak ada. Syukurlah,” Donghae tersenyum mekar dan ia kembali melanjutkan perjalanannya sambil tertawa lebar.

“Sebenarnya, ada apa dengan hari ini?”

“Mengapa kita terus bertemu orang-orang aneh?”

Mereka hanya menggeleng. Bertemu dengan Hyukjae, Siwon dan Donghae yang bertingkah aneh membuat mereka kebingungan.

“Oii!!”

Mereka kembali menarik nafas lesuh ketika mendengar sapaan itu. Kyuhyun sedang berjalan di belakang mereka. Pemuda-pemuda itu membalikkan tubuh mereka.

“Ada apa lagi ini?” tanya salah satu diantara murid Nowon tersebut.

“Tunggu,” Kyuhyun memangku tangan santai dan menelusuri wajah keempat pemuda yang terlihat kesal. “Ah, benar. Kau orangnya!” ia menatap seorang diantara mereka, pemuda manis berambut coklat itu balik menatap heran pada Kyuhyun.

“Kau mengenalku?”

“Tidak,” Kyuhyun menjawab dengan sangat cepat. “Kau yang menyukai tipe gadis smart, benar?”

Meski tak mengerti, pemuda itu mengangguk. “Bagaimana kau tahu?”

“Kebetulan aku mendengarmu membicarakan gadis Chongdam itu,” jawab Kyuhyun.

“Sepertinya kami mengalami hari-hari aneh karena gadis-gadis Chongdam itu,” seseorang mulai mengerti apa yang sedang terjadi, “Siapa kau? Kau mengenali salah satu dari gadis-gadis itu?”

Kyuhyun berdecak. “Cih, mereka bergerak sangat cepat,” ia memikirkan tiga pemuda yang telah mendahuluinya. “Tentu aku mengenal salah satu dari keempat gadis itu.”

“Oke. Aku tak akan mendekatinya!”

“Mengapa?” tanya Kyuhyun santai. “Pemuda-pemuda itu mengancam kalian?” ia kembali bertanya dan mereka terdiam. “Jangan cemas, aku tak sekejam mereka.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tak akan melarang kalian mendekatinya,” jawab Kyuhyun tenang.

“Kau serius?” pemuda itu terlihat senang.

Kyuhyun mengangguk. “Kang Min Kyung. Umur tujuh belas tahun. Murid kelas XII-1 Chondam High School. Sangat pintar. Seorang anak tunggal. Sangat menyukai kucing.” Kyuhyun menjelaskan secara detail tentang Min Kyung.

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu?” mereka terlihat menaruh curiga besar pada Kyuhyun.

“Karena aku sangat mengenalnya—sejak kecil,” ucapan Kyuhyun disambut dengan anggukan paham mereka. “Meskipun begitu, dia gadis yang sangat susah didekati. Tak akan mudah menarik perhatiannya. Tapi, ada satu hal yang bisa membuatnya menanggapimu.”

“Benarkah?” pemuda itu bertanya dengan polos. Kyuhyun tersenyum.

***

Di hari yang sama. Hyori, Hyena, Bi Hyul dan Min Kyung tampak sangat riang, mereka tak tanggung-tanggung untuk tertawa lepas ketika topik yang menjadi pembahasan mereka cukup mengundang tawa. Keempat gadis itu baru saja tiba di kolam-kolam pemandian air panas yang mulai ramai. Pria, wanita, tua, muda maupun anak-anak tersebar di beberapa kolam dengan diameter yang cukup luas. Kepulan-kepulan asap terlihat di permukaan air. Pemandian air panas yang terletak di alam terbuka dengan dilatarbelakangi oleh pemandangan menakjubkan Gunung Seorak—membuat siapa pun sangat menikmati sesi mandi air panas mereka.

“Sstt…lihat,” ujar Bi Hyul.

Tatapan mereka tertuju pada empat orang pemuda yang terlihat sumringah menatapi mereka.

“Apa mereka gila?” selidik Bi Hyul lagi.

“Abaikan saja,” ujar Min Kyung.

Mereka terus melangkah hingga mendekati tempat pemuda-pemuda itu berada. Ya, keempat pemuda Nowon High School.

“Nona,” panggil salah seorang.

Min Kyung, Bi Hyul dan si kembar menatap sekilas. Seakan tak peduli ketika keempat gadis itu melenggang pergi.

“Nona Kang Min Kyung.”

Langkah Min Kyung terhenti. Ia menoleh pada mereka dengan penuh tanya.

“Min Kyung, sepertinya dia menyukaimu,” ujar Hyori. “Dia bahkan mengetahui namamu. Dari mana dia tahu itu?”

“Entahlah,” jawab Min Kyung santai.

“Jika Kyuhyun tahu, tamatlah riwayatmu,” kecam Bi Hyul. Mereka tak tahu jika pemuda-pemuda itu mengetahui Min Kyung justru dari tunangan gadis itu.

“Aku tak peduli,” jawab Min Kyung sambil melenggang santai. Tiga gadis lainnya mengikuti Min Kyung.

“Gadis itu memang terlihat sangat keras dan susah didekati,” ujar salah satu dari keempat pemuda Nowon. Dia dan kedua temannya terus menyemangati pemuda yang menyukai Min Kyung.

“Baiklah,” ujar pemuda itu. Ia menarik nafas dalam-dalam dan… “Ajumma.”

Min Kyung yang tertawa lebar bersama ketiga sahabatnya langsung bungkam. Kakinya terhenti.

“Wah, dia benar—gadis itu mulai bereaksi,” mereka terlihat girang tanpa tahu bahaya yang mengancam.

“Hai, Ajumma,” pemuda itu kembali mengulangi kata keramat itu.

Pelan-pelan Min Kyung memutar kepalanya, tulang lehernya bahkan terdengar seperti berderik dan itu membuat bulu kuduk ketiga gadis yang bersamanya mulai meremang. Min Kyung mengarahkan pandangan mengerikan yang langsung menancap jantung keempat pemuda Nowon.

Lima menit kemudian kekacauan besar telah terjadi. Semua menatap heran ke suatu tempat. Sementara Min Kyung telah diamankan dan diseret pergi oleh Bi Hyul dan si kembar.

“Ada apa dengannya?” Myung Soo bertanya. Ia dan Kyuhyun juga kedua sahabatnya yang lain sedang melintas ketika melihat orang-orang sedang berusaha menyelamatkan seorang pemuda yang telah mengambang di permukaan kolam air panas.

“Berhati-hatilah terhadap wanita,” ujar Kyuhyun.

“Apa maksudmu?”

“Tidak,” jawab Kyuhyun kemudian. Ia tersenyum lebar dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.

Kyuhyun membuat seseorang hampir kehilangan nyawa karena memanfaatkan kekuatan tersembunyi paling mengerikan milik tunangannya, Kang Min Kyung. Mengatakan ‘Ajumma’ pada Min Kyung sama saja dengan mencoba memperpendek umur. Min Kyung sangat ANTI dengan kata AJUMMA dan Kyuhyun TAHU itu. Tentu saja Kyuhyun tahu, karena dialah penyebab Min Kyung bereaksi semengerikan itu terhadap sapaan Ajumma.

 

~to be continue~

 

3 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    May 05, 2015 @ 07:23:35

    hahaha lucu apa lg ps bgian kyu minkyung hahaha dia cpt emosi…

    Reply

  2. cici
    May 05, 2015 @ 17:55:51

    aduh kyuhyun tega banget
    gimana nasib orng mengapung itu
    haduhhhh kyuuu kau berbahaya

    Reply

  3. Monika sbr
    May 05, 2015 @ 19:02:44

    Ahahahaahahaha….
    Kyuhyun gilanya minta ampyun, malah ngerjain orang dgn pakai nama ahjuma utk memanggil minkyung….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: