Day Dream (Since The Day You Left)

day-dream-since-the-day-you-left-poster

Author : petriCHOr

Title : Day Dream (Since The Day You Left)

Cast : Choi Siwon, Karina (OC), Choi Kichan (Song Min Guk from Triplets-The Return of Superman), Park Song Ah (OC)

Genre : Romance, Angst (?)

Rating : PG-15

Length : Oneshot

Author’s Notes : Terinspirasi dari lagu Day Dream-nya Suju dan seorang teman*colek si ibu sekertaris*

Disclaimer : Credit poster to Kaggee from café poster.

Enjoy the story, my dear reader chingudeul^^

***

 

Seoul. Choi’s Family House. 05:19 AM.

Covering my ears to listen to you

Shutting my eyes to imagine you

You have slowly become blurred, you have slowly left me

In the unstoppable memories

 

Langit kota Seoul masih berwarna kelam namun Choi Kichan sudah terbangun dari tidurnya. Ia meletakkan tangannya di wajah tampan ayah angkatnya, Choi Siwon, yang masih terlelap dalam tidurnya.

“Papa…”

“… Chan… Bunda…”

“… Puwang…”

 

Kichan menangis. Tangisan pertama di pagi ini. Kichan sudah menghabiskan begitu banyak air mata beberapa minggu terakhir. Beberapa minggu setelah kepergian Ibu angkatnya, Karina.

Siwon Point of View

Aku menautkan alis mendengar suara isakan tangis yang tak asing lagi bagiku, suara tangis Kichan. Aku membuka mataku dan memegang tangannya dan memeluk tubuh mungilnya. Pagi yang menyedihkan. Kichan lagi-lagi harus menangis ketika Ia mengingat dirimu, sayang.

“… Papa, puwang…”

“…Chan mau cama Bunda…”

 

Kichan berusaha untuk menyampaikan kerinduannya padaku. Kerinduannya pada ibunya, ibu yang mengasuhnya setelah aku mengadopsinya dari panti asuhan. Dia wanita pertama yang Kichan sayang, mungkin. Dia juga wanita pertama yang berhasil membuatku bertahan dalam begitu banyak kenangan dan perasaan yang membingungkan.

Aku membelai lembut tubuh Kichan. Memberikan beberapa kecupan, mengirimkan perasaan sayang untuk menenangkannya.

“Kita sarapan dulu, ya?”

 

Kichan membalasnya dengan anggukan disertai isakan tangis yang masih terdengar. Aku tahu seberapa besar kerinduannya pada Karina. Aku merasa menjadi ayah yang buruk untuknya sejak hari itu. Kichan menjadi pendiam dan pemurung. Ia kembali menjadi Kichan yang aku dan Karina temui untuk pertama kalinya di panti asuhan.

Aku… tak berdaya…

Aku menghela napas. Memeluk Kichan untuk yang kesekian kalinya. Berusaha membuat Kichan nyaman dan tenang selama aku berada disisinya.

 

Karina… kapan kamu akan kembali?

 

Flashback

Aku membaca deretan memo yang ditinggalkannya dalam scrapbook pemberianku.

“Maaf, aku harus pergi.”

“Ini demi kebaikan kita semua.”

“Jangan lupa untuk meluangkan sedikit waktu untuk bermain bersama Kichan.”

“Kichan membutuhkanmu…”

“Kalau boleh bohong, aku ikut senang dengan pertunanganmu dan Song Ah-ssi.”

“Aku tahu dia perempuan yang sempurna untuk kamu dan juga ibu yang baik untuk Kichan…”

“Chukkae Siwon-ssi,”

 

“Aku pergi.”

 

Aku menutup scrapbook itu. Aku menunduk dan memejamkan mataku. Pertunangan itu… Bagaimana bisa Ia mengetahuinya? Bahkan aku belum menyetujui ide gila dari ibuku itu.

“Papa…”

Kichan menyadarkanku. Aku mencium pipinya dan menggendongnya keluar rumah, menuju mobilku. Pergi ke tempat tinggalnya yang kemudian kuketahui, aku tidak menemukannya berada disana. Dia pergi. Dia benar-benar pergi…

Aku menjatuhkan tubuhku pada jok mobil, memeluk Kichan dengan sisa kesadaran yang kumiliki. Aku terlalu terkejut dengan kenyataan ini. Kamu meninggalkan kami?

“… Bagaimana bisa kamu melakukannya, sayang?”

***

Seoul. Choi’s Family House. 09:19 AM.

How can it end like this?

I cannot believe those countless promises

What do I do?

 

Aku menemani Kichan bermain sepeda di taman belakang rumahku. Kichan bermain dengan sepedanya dan Bugsy yang sibuk dengan bolanya. Ia tertawa melihat tingkah Bugsy mengejar dan menggigit bola mainannya. Aku merasa senang melihat Kichan dapat tertawa seperti itu. Tapi sayangnya, tawanya akan lenyap saat malam datang. Kichan menangis dan terus mengajukanku pertanyaan yang sama.

“…Bunda kelja? Jawuh?

“…Chan itut…”

“…Papa… Bunda… Hhuuu…”

 

Setelah lelah bertanya dan menangis, Ia tertidur. Tertidur dengan raut wajah yang membuat hati siapapun yang melihatnya merasa iba. Aku selalu mengirimkan pesan pada langit malam. Menyampaikan pesan kerinduan Kichan untuk ibunya, kekasihku, Karina-ku.

Sayang, Kichan merindukanmu… Lebih dari diriku.

Kembalilah…

 

“Oppa,”

Sebuah suara dan sentuhan dibahuku menghentikanku berada dalam anganku. Aku menoleh pada sumber suara, Park Song Ah, wanita pilihan ibuku. Aku tersenyum padanya dan memberikan sedikit ruang disampingku untuknya.

 

Song Ah tersenyum,”Aku membawakan buku baru untuk Kichan. Kichan pasti menyukainya. Tokoh ceritanya adalah seekor udang, kkk… Aku akan memberikan buku ini nanti.”

 

Aku tersenyum dan berterima kasih padanya. Song Ah wanita yang baik. Ia juga menyayangi Kichan sama sepertiku. Tetapi hatiku dan Kichan telah dimiliki oleh wanita lain. Ya, Karina. Wanita yang pergi dengan luka yang belum sempat aku obati. Wanita yang menerima begitu banyak janji akan kebahagiaan di masa depan dari mulutku. Namun ia pergi…

Pergi tanpa aku sempat mewujudkan salah satu janjiku padanya, menikah dengannya.

Karina…

Apa yang harus kulakukan?

***

Seoul. Choi’s Family House. 10:35 PM.

Dark and lightless, since the day you left

Since the day you dumped me

Since the day you left me

I have died a little

 

Aku merebahkan tubuhku disamping Kichan yang sudah terlelap. Terdengar suara isak tangis diantara napasnya. Ia tertidur setelah menangis. Seperti hari-hari sebelumnya. Aku menatap langit-langit kamarku diantara cahaya remang dari lampu tidur. Ini kamar kami. Aku tersenyum tipis mengingat beberapa memori yang melintas dalam benakku. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Senyumnya, suaranya bahkan raut wajahnya saat cemburu dengan Song Ah. Kecemburuan yang selalu kuabaikan hingga akhirnya ia pergi karena alasan itu. Aku memejamkan mataku. Mencoba menampilkan dirinya dalam benakku. Membayangkan dirinya ada dihadapanku.

 

Karina…

Aku tidak dalam keadaan baik, sayang…

Sejak kau meninggalkanku, aku bukan lagi Choi Siwon yang sama.

Aku Choi Siwon dengan separuh jiwanya yang hilang.

Aku sekarat.

Apakah kau tidak merasakan hal yang sama denganku, hm?

Kichan merindukanmu…

Aku merindukanmu…

Kami, begitu merindukanmu hingga bernapaspun terasa sulit untuk dilakukan.

 

Air mata mengalir begitu saja dari pelupuk mataku. Aku tak dapat membendungnya. Aku begitu tak berdaya tanpa kehadirannya. Aku menyesal. Menyesal membiarkannya pergi tanpa dapat menjelaskan keadaan yang rumit ini.

 

Author Point of View

Siwon terlelap dengan Kichan yang berada dalam pelukannya. Mereka tidak tertidur dengan nyenyak, mereka berada dalam mimpi. Mimpi yang sama. Mereka bermimpi akan pertemuannya dengan wanita yang begitu dirindukan dan dicintainya, Karina.

 

Choi Kichan’s dream…

Kichan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Pipinya dihiasi beberapa olesan bumbu yang berasal dari udang bakar di tangan kanannya. Karina membelai lembut kepala Kichan dan membersihkan pipinya sambil tersenyum.

“Otte? Masita?”

“Ne, Bunda… Masitaa~”

“Habiskan ya… Bunda akan masak yang banyak untuk Kichan.”

 

Kichan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, menatap Karina dengan mata berbinar. Andai saja Ia bisa berbicara lebih banyak, mungkin Ia akan mengatakan,”Ne, Bunda. Masakkan banyak makanan untukku. Setiap hari. Jangan pergi lagi. Tetaplah disini. Bersama Kichan… dan Papa.”

Karina tersenyum lembut dan sedikit terkejut saat Siwon memeluknya dari belakang. Kichan yang melihat ekspresi terkejut ibunya tertawa. Tawa khas yang dimiliki seorang bayi. Karina dan Siwon saling memandang dan kemudian ikut tertawa bersama Kichan.

 

Choi Siwon’s dream…

Siwon tersenyum, mengulurkan tangannya pada seorang wanita dengan gaun merah yang ada dihadapannya. Karina. Wanita yang dirindukannya.

“Kamu tahu, kamu terlihat lebih cantik dari sebelumnya…”

“Aku tahu itu,”

“Kkk… Wanita cantik akan terlihat lebih cantik saat ada bunga mawar ditangannya,”

 

Siwon memberikan sebuket mawar merah untuk Karina. Karina tersenyum manis menerimanya.

“Kamu selalu bersikap manis pada semua perempuan… Aku tidak terkejut akan hal ini, Siwon-ssi…”

 

Siwon terkekeh mendengarnya,”Tetapi aku tidak akan melakukan ini pada wanita lain…”

Siwon mendaratkan kecupan lembut dibibir Karina.

“Andwae! Andwae!”

Suara yang familiar terdengar diantara mereka. Choi Kichan sedang mengibaskan tangannya sambil melihat orangtuanya.

 

Karina tertawa,”Aigoo… ada yang cemburu, hm?”

Siwon tertawa, berjongkok di depan Kichan,”Waeyo?”

Kichan mengibaskan tangannya,“Papa no kiss Bunda, no…”

Siwon mencium pipi Kichan dan menggendongnya,”Kalau begitu, Kichan kiss Bunda, hm?”

 

Kichan tersenyum dan mencium pipi Karina. Mereka bertiga tertawa setelahnya.

 

***

Siwon dan Kichan terlelap lebih jauh dalam tidurnya. Keduanya tersenyum. Mereka tersenyum dalam mimpinya. Karina datang dalam mimpi mereka. Karina tahu, mereka merindukannya. Sama seperti dirinya yang berada jauh disana. Mereka bertahan. Bertahan dengan perasaan saling merindukan tanpa tahu bagaimana cara menghentikan perasaan itu. Mereka dikendalikan begitu mudah oleh perasaan masing-masing, perasaan dari memori yang enggan diredupkan cahayanya. Apa yang sedang mereka lakukan saat ini adalah menanti. Mereka menanti satu kesempatan, sekali lagi…

Apa yang harus mereka lakukan?

 

I stay

The memories of having once loved, control me so easily

Once again, one more time

How can it end like this?

I cannot believe those countless promises

What do I do?

 

Daydream-Super Junior

 

The End

 

*Yaaa…

Gimana ceritanya?

Oh iya, kalo ada yang lagi iseng, dan mau ngubek-ngubek FF, boleh dibaca FF gaje aku sebelumnya. Ini linknya:

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/12/24/special-post-for-christmas-a-december-wish/#more-50195

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/12/19/so-well-married/

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/12/31/beside-story-at-gwanghwamun/

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2014/12/30/ill-take-you/

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2015/04/05/drabble-blue/

https://superjuniorff2010.wordpress.com/2015/04/05/drabble-home/

 

Ditunggu RCL nyaa…

ThanKYU^^

7 Comments (+add yours?)

  1. athalia endry
    Jun 09, 2015 @ 14:09:22

    Karina nya meninggal ?

    Reply

  2. Monika sbr
    Jun 09, 2015 @ 19:56:42

    Karinanya udah meninggal yaa???
    Kasihan juga sih sm siwon dan kichan

    Reply

  3. esakodok
    Jun 10, 2015 @ 15:00:45

    hahaba..q berntanya hal yg sama..karinanya meninggalkah?
    tp ada kata2 kesempatan..hemmm..brrti karinanya pergo jauh y?

    Reply

  4. i'm2IP
    Jun 10, 2015 @ 17:46:25

    Thor.. selesai sampau sini kah? Huhuhu.. kasian kichan n siwonnya.. setelah baca kayanya karinanya msih hidup deh.. hanya pergi.. bikin kelanjutan yg lebih bahagia thor.. kalo gini kaya ngegantung.. tapi bagus thor ceritanya.. good job!! ^^

    Reply

  5. entik
    Jun 10, 2015 @ 22:49:30

    Karina nya kemana? Pergi jauh gr2 tau siwon mau d jodohin apa karina…………???

    Reply

  6. idealqueen
    Jun 11, 2015 @ 14:21:28

    Sequel sequel sequel!!!! 😣😣😣

    Reply

  7. Risna Amyati (@Risna_Setia)
    Jun 15, 2015 @ 06:09:57

    sequel sequel…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: